romantis

Samantha – Bab 7 (Ethan story)

Samantha

 

Bab 7 (Ethan story)

 

Rasa bosan benar-benar membunuhku. Ini entah sudah berapa hari sejak aku tersadar dari koma. Dan semuanya terasa sangat membosankan. Aku hanya dibolehkan untuk berjalan-jalan keluar sebentar, kemudian kembali ke atas ranjangku lagi.

Dokter berkata jika aku tidak di perbolehkan melakukan aktivitas berat apapun, bermain ponsel, maupun menonton televisi, kupikir dokter berlebihan, aku sudah sadar, dan aku sudah sembuh. Aku ingin pulang dan bertemu dengan Samantha, kekasihku. Tapi nyatanya, aku seakan terpenjara di sini.

Tentang Sam, ah ya, wanita itu, aku benar-benar sangat merindukannya. Sam datang di hari pertama aku sadar, tapi setelah itu, dia tidak pernah menampakkan batang hidungnya lagi. Ada apa? Apa yang terjadi dengannya?

Aku tidak bisa mnenghubunginya, karena dokter saja tidak mengizinkanku untuk menggunakan ponsel. Saat Nick datang mengunjungiku, dan aku meminta untuk menghubunginya, Nick menolak. Entahlah, aku juga bingung dengan Nick, dia tampak berbeda,

Aku dan Nick memang sangat dekat, hubungan kami semakin dekat setelah aku kehilangan Tiffany sekitar empat tahun yang lalu.

Tiff adalah kekasihku, tunanganku sejak aku berusia lima belas tahun. Aku mengenalnya sejak kecil karena dia puteri dari sahabat keluargaku, kemudian kami di jodohkan, dan aku menerimanya. Ya, aku juga menginginkan Tiff menjadi milikku. Tapi sebuah inseden membuat semuanya berakhir.

Nick masuk ke dalam hubungan kami, dan aku tidak sengaja mengetahui hal itu. Aku memutuskan untuk putus dari Tiff, tapi dia tidak ingin. Nick juga memohon padaku untuk memaafkan mereka dan kembali melanjutkan hidup bersama dengan Tiff, tapi bagiku, ini tidak sesederhana itu. mereka sudah berhianat di belakangku, terlebih lagi Nick, dia adikku, dan dia tahu jika Tiff adalah milikku, tapi kenapa dia bermain-main dengannya?

Aku tetap memutuskan hubungan kami, dan Tiff masih tidak terima hingga dia memilih mengakhiri hidupnya.

Terluka? Tentu saja. Bukan hanya aku, tapi Nick juga. Nick bahkan lebih merasa bersalah, karena dialah sumber dari permasalahan kami. Akhirnya aku memilih melupakan semuanya, kembali menjadi kakak yang baik untuk Nick, melupakan Tiffany dan mencoba berjalan ke depan.

Nick sendiri berubah menjadi lebih perhatian terhadapku. Aku tahu jika dia masih merasa bersalah padaku. Dia bahkan rela melakukan apapun demi aku. Demi supaya aku mendapatkan kebahagiaan baru setelah ia menghancurkan kebahagiaan lamaku.

Kadang aku tersenyum melihat Nick, dia sekarang elbih sibuk memikirkanku dari pada dirinya sendiri. Pernah beberapa kali dia mengenalkanku dengan wanita yang jelas-jelas tertarik dengannya, tapi tentu saja aku tidak tertarik dengan wanita-wanita sejenis itu. tipe wanita yang kucari adalah seperti Tiffany, sederhana dan apa adanya.

Lalu aku bertemu dengan Sam, saat aku tak sengaja mampir di cafe tempatnya bekerja. Aku tertarik saat pertama kali aku melihat senyumnya, mata cokelatnya yang menawan, serta kelemah lembutannya. Aku terpana sejak pertama kali kami bertemu, hingga aku memutuskan untuk mengejarnya.

Semuanya terjadi cepat, aku memutuskan bertunangan kembali dengan seorang wanita, aku yakin jika Sam tidak akan mengulangi kesalahan yang dulu di buat oleh Tiff, aku yakin jika dia tidak akan menghianatiku dengan Nick maupun dengan lelaki lain. Nick bahkan terlihat enggan mengenal Sam saat pertama kali aku mengenalkannya dengan Sam, jadi aku hampir yakin, jika mereka tidak akan menjalin hubungan apapun di belakangku.

Mengingat tentang Sam, lagi-lagi rasa rinduku padanya seakan tak dapat terbendung lagi, astaga, apa yang terjadi dengannya? Terakhir kali aku melihatnya tidak berhenti menangis di kursi sebelah ranjang yang ku tempati. Oh ya, tentu saja dia menangis. Aku sudah meninggalkannya selama dua tahun terakhir, menunda pernikahan kami yang sudah berada di depan mata, Sam pasti sangat sedih akan hal itu. Aku bahkan tidak bisa berpikir bagaimana dia melalui waktu dua tahun terakhir.

Aku menghela napas panjang saat memikirkan tentang Sam. Kenapa dia tidak datang mengunjungiku lagi? Apa dia memiliki kesibukan? Saat pikiranku penuh dengan Sam, aku melihat pintu ruang inapku di buka dari luar. Itu Nick, yang datang mengunjungiku.

“Hai, kau datang?” sapaku pada adik yang usianya hanya berbead tiga tahun dariku.

“Ya.” Hanya itu jawabannya. Aku sedikit mengerutkan keningku. Nick memang terlalu banyak diam sejak setelah aku sadar dari koma, apa ini hanya perasaanku saja? Aku melihat Nick duduk di kursi sebelah ranjangku. “Bagaimana keadaanmu?” tanyanya.

“Baik, kau sendiri?”

“Aku juga baik, dokter berkata jika lusa kau sudah boleh pulang.”

“Aku ingin pulang besok.” Jawabku cepat.

“Ethan.”

“Nick, aku merasa jika aku di penjara saat berada di sini, aku tidak di perbolehkan membaca majalah, menonton televisi, bahkan menggunakan ponsel saja aku tidak di perbolehkan.”

“Demi kesembuhanmu.”

“Aku sudah sembuh total. Aku hanya ingin pulang dan bertemu dengan Sam.” Aku melihat ekspresi Nick mengeras seketika saat aku menyebut nama Sam. Ada apa? “Ada yang salah, Nick?”

“Tidak.” Jawabnya cepat. “Lebih baik kau fokus dengan kesembuhanmu.”

“Aku yakin jika aku akan segera sembuh jika Sam yang merawatku.” Lagi-lagi Nick terdiam saat aku mengutarakan maksud hatiku. “Ada yang kau sembunyikan dariku, Nick?” tanyaku penuh selidik. Nick berar-benar terlihat aneh, dia seperti sedang menyimpan sesuatu di belakangku.

“Tidak.” Nick kemudian melirik ke arah jam tangannya sebelum ia berdiri dan berpamitan padaku. “Aku kembali dulu, setengah jam lagi ada shooting.”

“Oke.” Lalu aku kembali memanggilnya. “Nick.”

Nick menolehkan kepalanya ke arahku. “ya?”

“Apakah kau bisa menyampaikan salamku pada Samantha? Aku ingin dia menjemputku saat  aku pulang besok.”

Nick terdiam cukup lama sebelum dia mengangguk lalu pergi meninggalkanku. Apa yang terjadi dengannya?

***

Esoknya…

Waktu pulang akhirnya tiba juga, tapi tak ada sedikitpun tanda-tanda jika Sam akan datang menjemputku. Kemana dia? Apa Nick menyampaikan pesanku padanya? Saat ku tanya, Nick hanya diam, seakan ia tidak ingin membahas masalah ini denganku. Ada apa dengannya?

Nick menjemputku sendiri, setelah mengurus semuanya, akhirnya dia mengajakku pulang. Baiklah, jika Sam tidak ingin atau mungkin berhalangan datang menjemputku, maka aku yang akan datang kepadanya.

“Nick, bisakah kau mengantarku ke alamat Sam?”

Nick menolehkan kepalanya kepadaku sebelum kemudian menyalakan mesin mobilnya. “Kau harus banyak istirahat, kita akan pulang.”

“Sialan kau Nick! Aku hanya ingin bertemu dengan Sam. Kau terlihat sedang menyembunyikan sesuatu dariku.”

“Dia sudah pergi meninggalkanmu.” Nick berkata dengan dingin.

“Apa?!” Nick melajukan mobilnya. “Antar aku ke tempat Sam!” aku menggeram kesal. Nick tidak menjawab, tapi aku tahu jika dia menuruti apa mauku.

***

Kami tiba di rumah Sam. Rumahnya tampak sepi. Apa Sam di rumah? Aku mengetuk pintunya berkali-kali tapi tak ada jawaban. Sam tidak di rumah, aku tahu itu.

Nick berdiri di belakangku dengan kedua tangan yang masuk ke dalam saku celananya, wajahnya tampak mengeras. Ada apa?

“Kita ke tempat kerjanya.”

“Ethan, aku sudah berkata jika Sam sudah pergi.”

“Pergi? Kau pikir aku akan percaya begitu saja dengan ucapanmu? Beberapa hari yang lalu dia menampakkan dirinya di hadapanku, dan sekarang dia sudah hilang seperti di telan bumi. Kau pikir aku bisa tenang?”

“Dia tidak hilang, dia pergi.”

“Apa maksudmu dengan pergi?”

Wajah Nick kembali mengeras. “Dia sudah meninggalkanmu dengan pria lain.” Secepat kilat aku melayangkan pukulanku pada wajahnya. Meski aku tahu pukulanku lebih lemah dari biasanya, aku tidak peduli. Tidak ada yang bisa menilai Sam seperti itu. apa yang Nick tahu tentang Sam?

“Berengsek kau Nick!” Umpatku keras, sambil kembali meukulnya, lagi dan lagi hingga tubuh Nick terjengkang ke belakang. Nick tidak membalas, dia membiarkan aku memukulinya. Kenapa?

Aku menghentikan aksiku memukuli Nick. Napasku terputus-putus tapi tatapan mataku tak berhenti menajam padanya.

“Kenapa? Kenapa kau tidak membalas pukulanku?”

“Kau masih sakit, aku tidak mungkin membalas pukulanmu.”

Aku menggelengkan kepalaku. “Tidak, aku tahu bukan karena itu.”

“Kau tidak tahu apa-apa, Ethan.”

Secepat kilat aku mencengkeram kerah kemeja yang di kenakan Nick. “Karena aku tidak tahu, maka sekarang, beri tahu aku apa yang kau sembunyikan dariku.” Aku menggeram kesal.

Nick diam, seakan-akan dia mengunci bibirnya agar tidak mengucapkan sepatah katapun di hadapanku.

“Kau tidak akan bicara?” aku mengeratkan cengkeraman tanganku. “Katakan padaku Nick! Apa yang kau tahu!” seruku lagi.

“Lupakan dia, dia meninggalkanmu.” Lagi-lagi Nick mengucapkan kalimat sialan itu hingga membuatku kembali memukulinya.

“Brengsek kau! Katakan padaku yang sebenarnya sialan!” Nick hanya diam ketika aku memukulinya lagi dan lagi. Sial! Aku tahu Nick menyembunyikan sesuatu dariku, dan aku berharap jika apa yang terlintas dalam pikiranku bukan sebuah kenyataan. Tidak! Nick tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti apa yang dulu pernah ia lakukan kepadaku.

***

Kami tiba di rumah dan segera di sambut oleh ibu, dan ibu tampak terkejut dengan apa yang ia lihat. Wajah Nick babak belur dan beberapa bagian masih mengeluarkan darah, aku yakin jika itu yang membuat Ibu terkejut.

“Astaga, apa yang terjadi?” Ibu menghampiri Nick, seakan khawatir dengan keadaan Nick.

“Aku tidak apa-apa Bu.”

“Aku yang memukulinya.” Sahutku.

“Apa? Apa yang kau lakukan, Ethan?”

“Dia menyembunyikan sesuatu dariku, dan aku tahu jika itu berhubungan dengan Samantha.”

Aku menatap ibu, menilai apa yang tersirat dalam ekspresinya, dan benar saja, ibu juga tampak terkejut dengan apa yang kuucapkan tadi. Ya, aku tahu, mereka menyembunyikan sesuatu dariku, Ibu juga.

“Ethan, kau masih harus banyak istirahat.”

“Aku akan istirahat jika Sam berada di sisiku.”

Ibu kembali menatap ke arah Nick, sedangkan Nick sendiri masih diam dengan ekspresi kerasnya. Sial! Apa yang mereka sembunyikan?

“Bu, tolong, katakan padaku apa yang terjadi?” aku memohon.

“Nick?” Ibu bertanya sambil menatap ke arah Nick, seakan ibu bingung dengan apa yang akan ia jawab.

“Ada apa, Bu?” desakku lagi.

Ibu menatapku dengan tatapan sendunya. “Ethan, Sam-”

“Aku sudah menikahinya.” Nick memotong kalimat ibu, dan jawabannya benar-benar membuatku membulatkan mata seketika.

Aku ternganga mendengar kalimat tersebut, jantungku memacu lebih cepat lagi, emosiku tiba-tiba memuncak. Apa Nick bercanda? Tapi melihat wajahnya sama sekali tidak menunjukkan jika dia sedang bercanda, dan aku tahu, Nick bukan orang yang suka bercanda. Tapi, tapi kenapa dia menikahi Sam? Kenapa dia kembali menghianatiku?

Tidak! Aku tidak boleh kehilangan Sam. Samantha hanya milikku, dan Nick tidak boleh merebutnya!

-TBC-

Advertisements

6 thoughts on “Samantha – Bab 7 (Ethan story)

  1. Jadi karena kejadian masa lalu nick ingin sam kembali besama ethan karena nick gak mau melakulan kesalahan untuk kedua kali

    Like

  2. Huwahhhh apa ini apa , q shock kaget dan q bingung mo komentar apa …
    Jadi sejarah terulang kembali dan q semakin baper ma nick …..

    Like

  3. Mom bell selalu bikin orang baper…hadeehhh jadi pengen jadi anaknya mom bell…wkwkwkwk biar bisa langsung liat chapter selanjutnya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s