romantis

Sang Pemilik Hati – Prolog (New Version)

sph1Sang Pemilik Hati

Yuuppss… Aku udah janji ama kalian kan kalo aku bakalan bikin Revisi habis2san untuk SPH.. So, inilah Revisi ku… Sang Pemilik hati akan hadir dengan Versi baru.. Karakternya masih sama, tapi alur Cerita akan sedikit berbeda.. jadi… nikmatin aja yaa… happy reading… -Untuk SPH yang lama udah ku hapus yaa… –

Sang Pemilik Hati New Version

 

 

Prolog

 

-Prayoga-

Aku mengangkat sebelah alisku ketika melihat Bian membawa seorang gadis mungil di atas boncengan motor yang ia kendarai. Gadis itu bertubuh kurus dengan rambut pendeknya. Memiliki kulit kuning langsat tapi terlihat sangat halus terawat.

Aku menelan ludah dengan susah payah ketika melihat gadis tersebut. Astaga.. perasaan apa ini?? Ingat Yoga, dia masih SMP. Aku merutuki diriku sendiri dalam hati.

Ya, tak sulit di tebak, karena memang gadis mungil itu sedang mengenakan seragap putih birunya yang menandakan jika gadis itu masih SMP.

“Ga, gue ngantar adek gue dulu, lo duluan aja.” Ucap Bian padaku. Sedangkan aku hanya memilih diam di balik Helm besar yang sedang ku kenakan. Mataku masih seakan tak ingin berhenti memandang gadis yang ada di hadapanku itu.

Bian akhgirnya pergi, bersama gadis itu… dan entah kenapa aku merasakan sesak di dadaku. Rasa ini adalah rasa yang baru pertama kali ku rasakan. Ada apa denganku??? Bagaimana mungkin jantungku berdebar cepat hanya karena menatap seorang anak kecil seperti adik Bian???

***

 

-Nana-

Aku kesal dengan ayah. Pagi ini ayah meninggalkanku. Dia pergi ke kantor sendiri, akhirnya, mau tak mau aku harus berangkat dengan Mas Bian, kakakku yang super usil ini.

“Na, kita mampir ke tempat nongkrong Mas Bian ya..”

“Enggak ah.. ngapain?? Nanti aku telat sekolah mas.”

“Pokoknya ayo… dari pada kamu jalan kaki sendiri??”

Ahhh sebel..!!! Mas Bian selalu saja suka seenaknya sendiri.

Aku Nana Erieska. Saat ini usiaku sudah dua belas tahun, dan dua bulan yang lalu aku sudah menginjak kelas satu SMP. Bukan orang yang supel, alias tak pandai bergaul. Entahlah.. aku memiliki masalah dengan kepercayaan diri. Aku memiliki seorang kakak laki-laki yang bernama Albiansyah. Dia kakak yang sangat menyebalkan karena selalu menggangguku, tapi aku tau jika dia menyayangiku. Begitupun sebaliknya. Usianya delapan tahun lebih tua dari pada usiaku. Dan Mas Bian, benar-benar kakak yang dapat di andalkan.

“Ga, gue ngantar adek gue dulu, lo duluan aja.” Ucap Mas Bian dengan seorang pemuda yang duduk dengan gagahnya di atas motor besarnya.

Wajah pemuda itu tak terlihat, karena dia mengenakan Helm yang menutupi sebagian besar wajahnya dan hanya menyisakan sepasang mata yang entah kenapa saat melihatnya saja membuat hatiku senjuk.

Pemuda itu tak berhenti menatapku, dan astaga… aku hanya dapat menundukkan kepalaku. Akhirnya tanpa banyak bicara lagi, Mas Bian meninggalkan pemuda tersebut.

Sedikit ku lirik ke belakang dan ternyata pemuda itu masih menatapku.

“Dia siapa Mas?” aku spontan bertanya pada Mas Bian.

“Temanku.”

“Ya, tapi kan punya nama..” Jawabku dengan sedikit kesal.

“Kenapa Tanya-tanya? Kamu suka??”

“emangnya kalau nanya berarti suka?? Enggak kan?”

“Yoga, namanya Prayoga.” Jawab Mas Bian dengan nada datarnya.

Sambil tersenyum, aku menghela napas panjang… Prayoga…. Nama yang bagus untuk seseorang yang memiliki sepasang mata menyejukkan seperti pemuda tadi. Semoga kita bertemu lagi……. Aku berharap dalam hati….

 

-to be continue-

Advertisements

6 thoughts on “Sang Pemilik Hati – Prolog (New Version)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s