romantis

The Married Life (Lady Killer 2) – Chapter 7 (Pilihan yang sulit)

TLK2

The Married Life (Lady Killer 2)

Haii… udah pada kangen ama kak Dhanni yaa… hayooo mana nih yang kangen kak Dhanni?? wwkkwkwkwk maaf baru bisa lanjut yaakkk… hahhahahaha happy reading… 🙂 😉 Ehhh yaa.. info juga nih.. mulai sekarang, Cerita ini hanya di Update di Blog, jadi di wattpad nggak aku Update yaa.. huehehheheeh 

 

“Tenang saja, kami akan segera menyusul kalian, tunggu saja undangannya.”

Ucapan Jonathan tersebut yang sontak membuat Nessa menatap ke arah lelaki itu dengan mata membulatnya. Nessa benar-benar tak mengerti apa maksud Jonathan, kenapa Jonathan berbicara seakan mereka adalah sepasang kekasih yang akan melaksanakan pernikahan?? Apa maksud lelaki itu?? Apa tujuannya?? Dan masih banyak sekali pertanyaan yang membuat Nessa bingung dengan pernyataan lelaki tersebut.

 

***

Chapter 7

-Pilihan yang sulit-

 

“Kak Jo apaan sih?? Apa coba maksud kak Jo dengan bilang kalau kita akan menyusul mereka??” Ucap Nessa dengan nada marahnya. Ia benar-benar marah sepanjang pertemuannya dengan Cici dan Ervan tadi, tapi tentu saja Nessa mencoba bersikap biasa-biasa saja di hadapan mereka. Kini saat Civi dan Ervan sudah pulang, Nessa akhirnya tak dapat menahan kemarahannya lagi di hadapan Jonathan.

“Maaf..” hanya itu yang di ucapkan Jonathan.

“Maaf?? Kak, ini itu masalah serius, bagaimana  kalau tiba-tiba mereka menagih undangan pernikahan kita??”

“Ya kita buatkan saja.”  Jawab jonathan dengan enteng.

“Buatkan??” Nessa membelalakkan matanya. “Nggak lucu tau nggak.” Ucap Nessa dengan ketus lalu Nessa bergegas pergi meninggalkan Jonathan. Tapi baru sampai di teras kafe milik Jonathan, pergelangan tangan Nessa di genggam erat oleh Jonathan. Dengan kurang ajarnya Jonathan bahkan menarik tubuh Nessa hingga masuk ke dlam pelukannya.

“Jangan pergi dulu Ness.. Please..” Ucap Jonathan sambil memeluk tubuh Nessa dari belakang.

“Lepasin aku.. Lepasin aku.” Nessa meronta, tapi Jonathan masih saja memeluk erat tubuh Nessa.

“Aku nggak akan lepasin kamu selama kamu masih marah denganku.” Ucap Jonathan masih dengan mengeratkan pelukannya pada tubuh Nessa.

“Kak, di lihat orang kak..” Ucap Nessa masih dengan meronta, tapi Jonathan seakan menulikan telinganya.

“ Apa yang kamu lakukan dengan istriku?” sura yang terdengar begitu dingin itu membuat Nessa dan Jonathan mau tak mau mengangkat kepalanya menghadap ke arah si pemilik suara.

Di sana sudah berdiri Dhanni dengan kedua tangan yang masuk ke dalam saku celananya. Dhanni terlihat santai dengan kemeja panjang serta dasi yang sudah sedikit di longgarkan. Tapi ketika menatap raut wajahnya, lelaki itu benar-benar terlihat tegang. Tatapan matanya tajam membunih, dan Nessa sadar jika kini ndirinya sedang dalam sebuah masalah.

Secepat kilat Jonathan melepaskan pelukannya pada tubuh Nessa. membuat Nessa mendesah lega serta sedikit menjauh dari tempat Jonathan berdiri.

“Emm.. Kak Dhanni kok ke sini?”

“Aku khawatir denganmu.”

“Emmm.. aku.. aku nggak apa-apa kak.”

Dhanni melirik Nessa dengan tatapan tidak sukanya. “Sepertinya bukan itu yang ku lihat.”

“Kak….”

“Kita pulang sekarang.” Ucap Dhanni dengan nada dinginnya sambil meninggalkan Nessa begitu saja di hadapan Jonathan.

Nessa menatap Jonathan dengan tatapan kecewanya. Ia benar-benar kecewa dengan apa yang di lakukan Jonathan, karena kini, secara tak langsung, Jonathan lah yang membuat Suaminya itu marah padanya karena salah paham.

“Maafkan aku.” Ucap Jonathan kemudian, tapi Nessa tak menghiraukan. Nessa memilih segera berbalik pergi meninggalkan Jonathan menuju ke arah mobil Dhanni.

***

Di dalam mobil.

Dhanni diam seribu bahasa. Tatapan matanya lurus ke depan. Nessa bahkan melihat jika lelaki itu sesekali mencengkeram kemudi mobilnya. Suaminya itu sedang marah, Nessa tau itu.

“Kak.. aku mau jelasin sesuatu.”

“Aku akan keluar kota.” Dhanni berujar cepat. Nessa menatap Dhanni dengan tatapan tanda tanyanya.

“Emm.. kenapa tiba-tiba?”

“Bukan tiba-tiba. Hal ini sebenarnya sudah lama, tapi aku baru sempat meberitahunya hari ini.” Ucap Dhanni dengan nada datarnya.

Nessa menundukkan kepalanya. Ada yang berbeda dengan suaminya tersebut. Nessa tau itu. “Kak Dhanni marah kan??” Ucap Nessa dengan suara pelannya.

“Jangan campur adukkan masalah Ness.”

“Aku tau kak Dhanni marah saat melihat kedekatanku dengan kak Jo.”

“Suami manapun akan marah ketika melihat istrinya di peluk oleh lelaki lain Nessa.” Ucap Dhanni cepat dengan nada kesalnya.

“maaf..” lirih Nessa.

“Tak perlu minta maaf, karena hanya  itu yang bisa kamu ucapkan sejak dulu.” Dhanni berkata dengan nada yang benar-benar tak enak di dengar. Nessa tau apa maksud Dhanni. Dhanni seakan mengingatkan dengan masalah mereka dulu saat bersama dengan Renno.

***

Malam itu, Nessa makan sendiri di dalam apartemennya. Tadi siang setelah mengantarnya pulang, Dhanni kembali ke kantor. Dan hingga saat ini, lelaki itu belum juga kembali. Hanni pasti benar-benar sedang marah.

Nessa hanya dapat mendesah pasrah. makanan di hadapannya terasa hambar, dan ia pun merasa tak berselera makan. Mungkin bayi yang di kandungnya mengerti jika ayah dan ibunya kini sedang dalam masalah.

Tak lama, pintu apartemennya di buka oleh seseorang. Nessa mengangkat wajahnya dan mendapati wajah lelah dari suaminya tersebut.

“Kak Dhanni baru pulang?” Tanya Nessa sambil berdiri menuju ke arah Dhanni.

Dhanni hanya diam. Ia bahkan memilih berjalan masuk ke dalam kamar tanpa mempedulikan istrinya tersebut.

“Kak..” Panggil Nessa lagi, tapi lagi-lagi Dhanni hanya diam tak menghiraukannya.

Nessa mengikuti kemanapun Dhanni pergi. Lelaki itu masuk ke dalam kamar mereka, menggantung jas yang sejak tadi berada di lengannya kemudian membuka pakaiannya dan langsung menuju ke kamar mandi tanpa mengucapkan sepatah katapun. Itu benar-benar membuat Nessa tak suka.

Nessa kemudian memilih duduk di pinggiran ranjang sambil meremas tangannya. Sedangkan tatapan matanya sesekali menatap ke arah pintu kamar mandi. Perutnya terasa perih, karena sejak tadi siang ia belum memakan apapun. Pikirannya kacau dan nafsu makannya tentu terganggu karena itu.

Nessa kembali memikirkan keadaan yang menimpanya. Jonathan.. Astaga.. apa ia harus menceritakan pada suaminya jika Jonathan adalah mantan kekasihnya?? Tidak, Dhanni pasti akan sangat marah padanya, dan kesalahpahaman mereka akan semakin parah.

Cukup lama Nessa berdiam diri menunggu Dhanni keluar dari kamar mandi. Dan lelaki yang di tunggunya itu pun akhirnya keluar juga. Dhanni tampak segar. Lelaki itu sudah mengenakan kaus dalamnya dan juga celana pendek santainya. Rambut lelaki itu masih basah dan sesekali di gosoknya dengan handuk kecil. Namun ekspresi lelakiitu masih sama datarnya dengan tadi.

Mata Nessa seketika berkaca-kaca ketika mendapati suaminya itu masih bersikap acuh padanya. Nessa tau jika dirinya salah, tapi di acuhkan seperti itu membuat Nessa semakin kesal dengan dirinya sendiri.

Dhanni kemudian keluar dari kamarnya tanpa menghiraukan Nessa dan itu benar-benar membuat Nessa sakit. Nessa meneteskan air matanya begitu saja. Suaminya itu benar-benar marah, dan Nessa takut jika Dhanni sudah marah.

***

Dhanni keluar dari kamarnya manuju ke arah dapur. Ia mengambil sebotol air mineral di dalam lemari pendingin. Kemudian menegaknya. Matanya terarah pada meja makan yang di sana masih tersaji menu makan malam. Dhanni mendekat. Di lihatnya piring Nessa masih penuh. Istrinya itu pasti belum makan. Dan apa sejak tadi wanita itu belum makan??

Dhanni menggeram kesal. Ia ingin marah, tapi tak mungkin marah dengan Nessa. istrinya itu kini sedang hamil. Dan kata dokter ia harus menjagaentah itu secara fisik maupun mentalnya.

Tadi siang, Dhanni dapat kabar dari seorang pesuruhnya. Kabar tersebut benar-benar membuat Dhanni murka. Ternyata Jonathan itu adalah kekasih dari Nessa saat di jogja. Hubungan Jonathan dan Nessa terputus saat Jonathan memutuskan untuk menimba ilmu di luar negeri. Dan menurut kabar yang di dapat, Jonathan kembali pulang untuk mencari Nessa sekaligus ingin memperistri wanita tersebut.

Sialan!! Kenapa juga Nessa tak jujur dan harus berbohong padanya??

Dhanni ingin meminta penjelasan tersebut pada Nessa, tapi nyatanya tadi siang kenyataan lain ia dapatkan. Istrinya itu malah terlihat sedang di peluk oleh laki-laki sialan yang bernama Jonathan. Dan itu benar-benar membuat Dhanni murka.

Dhanni marah. Tentu saja, ia merasa di hianati dengan Nessa. Ia bahkan jujur tentang hubungan masa lalunya dengan Erly, tapi kenapa Nessa tak jujur dengan hubungan masalalunya dengan Jonathan?? Apa Nessa ingin kembali lagi dengan laki-laki sialan itu?? Mengingat itu kepala Dhanni berdenyut nyeri.

Akhirnya, tadi siang ia memutuskan untuk pergi ke luar kota beberapa saat untuk mengurus bisnisnya yang baru ia rilis bersama Renno dan Ramma sahabatnya. Harusnya cukup Renno dan Ramma yang berangkat ke sana. Tapi beberapa hari terakhir Renno tampak gila. Sahabatnya itu tampak selalu murung dan uring-uringan. Sedangkan Ramma sendiri terlalu menganggap enteng urusan mereka, sikapnya yang hanya memikirkan wanita dan bercinta membuat Dhanni mau tak mau ikut mengawasi cara kerja Ramma. Lagi pula ia akan menenangkan pikirannya sejenak dari Nessa.

Mengingat nama itu, Dhanni kembali menghela napas panjang. Nessa sedang hamil, dan wanita itu butuh perhatian darinya. Jadi kini mau tak mau ia harus mengalah.

Dhanni kembali melangkah masuk ke dalam kamarnya. Di lihatnya Nessa yang masih duduk di pingiran ranjang sambil terisak. Wanita itu menangis. Dhanni menuju ke arah Nessa kemudian duduk berjongkok di hadapan wanita tersebut.

“Kamu belum makan?” Tanya Dhanni dengan nada lembutnya.

Nessa tak menjawab. Wanita itu hanya menggelengkan kepalanya lemah.

“Kamu harus makan. Dia juga butuh nutrisi dari ibunya.” Ucap Dhanni sembari mengusap lembut perut datar milik Nessa.

“Aku nggak lapar.”

“Jangan bohong, ayo, ku temani makan malam.”

Nessa kembali menggelengkan kepalanya.

Tanpa di duga, Dhanni memeluk perut Nessa, membuat Nessa sedikit terpekik karena tingkah laku Dhanni.

“Maafkan aku. Aku keterlaluan.” Ucap Dhanni dengan lembut. “Kamu harus makan sayang, demi babby kita.” Lagi-lagi Dhanni mencoba membujuk Nessa.

“Kak Dhanni jahat. Aku nggak suka di cuekin. Dan aku nggak suka lihat kak Dhanni bersikap datar.”

“Ya, karena itu aku minta maaf.” Dhanni masih mencoba mengalah.

Nessa lemudian memeluk kepala Dhanni. “Jangan tinggalin aku. Aku nggak mau kak Dhanni pergi ke luar kota.”

“Aku ada kerjaan sayang..”

“Enggak, kak Dhanni hanya mengindar.”

“Ness.. Please, semua ini bukan karena aku menghindar, aku benar-benar ada kerjaan.” Dhanni kembali menggeram kesal. Ia sudah menahan diri untuk tidak marah terhadap Nessa, tapi kini seakan Nessa yang menunjukkan sikap kekanakannya  hanya karena tidak suka di tinggal oleh Dhanni.

“Maaf..” Ucap Nessa sambil menundukkan kepalanya.

Dhanni kembali menghela napas panjang. “Lupakan saja semuanya. Kamu harus makan sayang, ingat, kamu lagi hamil. Apapun itu masalah kita, kamu nggak boleh mengesampingkan kesehatan kamu.”

Nessa menganggukkan kepalanya. “Aku mau makan, tapi dengan kak Dhanni.”

“Ya, aku akan menemanimu..” Dhanni meraih telapak tangan Nessa kemudian mengecupnya lembut telapak tangan istrinya tersebut. Dhanni kemudian membantu Nessa berdiri dan menuntun wanita tersebut menuju ke ruang makan.

Sesampainya di ruang makan, Dhanni membantu Nessa mengambil nasi dan lauk di piringnya. Dhanni bahkan tak segan-segan untuk menyuapi Nessa walau dengan ekspresi yang masih datar.

“Em.. kapan kak Dhanni ke luar kota?”

“Lusa.” Hanya itu jawaban dari Dhanni.

“Berapa lama?”

“Mungkin tiga sampai lima hari.”

“Dengan siapa?” tanya Nessa lagi masih mengunyah makanannya.

“Dengan Ramma.”

“Hanya kak Ramma??” Tanya Nessa penuh selidik.

“Ya, dan asisten pribadi kami tentunya.”

“Emm… Jadi… Jadi.. Erly juga ikut?” Tanya Nessa dengan terpatah-patah.

Dhanni mengamati ekspresi dari istrinya tersebut. Nessa tampak tak suka dan itu membuat sudut bibir Dhanni sedikit terangkat karena senang melihat ekspresi istrinya tersebut.

“Ya, tentu dia ikut. Dia kan asisten pribadiku.”

“Emm.. Bisakah… Dia di gantikan orang lain saja?” Tanya Nessa lagi.

“Kenapa sayang?? Kamu nggak suka membayangkan kami akan tinggal satu hotel selama lima hari kedepan??”

Nessa benar-benar salah tingkah. Ia meremas-remas kedua telapak tangannya sendiri. Tentu saja ia tak suka melihat suaminya dekat dengan wanita lain, apalagi ia tahu jika wanita tersebut adalah mantan kekasih suaminya tersebut.

“Ness..” Panggil Dhanni sambil mengangkat dagu istrinya tersebut. “Aku bisa menjaga diri, nggak akan ada apa-apa di antara kami. Kamu bisa pegang omonganku.”

Nessa menganggukkan kepalanya. “Baiklah.. aku percaya kak Dhanni.”

Dhanni kemudian mengecup singkat kening Nessa, “Ayo, makan lagi.” Ucap Dhanni sambil kembali menyuapkan makanan untuk Nessa.

***

Erly sedang sibuk melamun di teras rumah. Ia terlihat seperti orang linglung. Memeluk lututnya sendiri, sedangkan matanya menatap jauh ke depan dengan tatapan kosongnya.

Dhanni… Mengingat nama itu Erly memejamkan matanya. Bagaimana membuat lelaki itu kembali menjadi miliknya lagi?? Erly sudah melakukan apapun untuk menggaet kembali hati Dhanni, tapi nyatanya lelaki itu kini hanya terpaku dengan sosok cantik yang statusnya lebih tinggi dari pada dirinya.

Istri Dhanni benar-benar menjadi orang yang paling beruntung di dunia ini bagi Erly. Dhanni mencurahkan semua kasih sayang lelaki tersebut hanya untuk istrinya seorang, dan itu benar-benar membuat Erly semakin sakit hati.

Tak lama Erly merasakan sebuah pelukan dari belakang. Itu pasti Jonathan, adiknya. Erly hanya diam terpaku tanpa menghiraukan kehadiran Jonathan.

Jonathan sendiri langsung pindah duduk tepat di sebelah Erly. Jonathan terlihat mengeluarkan sesuatu dari saku belakang celananya ketika merasa duduknya kurang nyaman.

“Kak.. Kakak sudah makan?” tanya Jonathan pada Erly. Jonathan hanya khawatir jika Erly kembali jatuh dan depresi hanya karena satu orang, siapa lagi jika bukan Dhanni Revaldi??

“Sudah.” Hanya itu jawaban dari Erly.

“Kenapa kakak murung? Ada yang salah?” tanya Jonathan dengan lembut.”

Tanpa di duga, Erly kemudian menangis sesenggukan, dan itu benar-benar membuat Jonathan takut.

“Kak.. apa yang terjadi??” tanya Jonathan lagi.

“Dia memecatku..” Ucap Erly masih dengan menenggelamkan wajahnya pada kedua lengannya. Jonathan sendiri hanya mengangkat sebelah alisnya. Ia kemudian melirik ke arah amplop putih yang berada di atas meja tepat di hadapannya.

Jonathan meraih dan membuka amplop tersebut. ternyata itu adalah surat pemecatan untuk kakaknya yang di tanda tangani langsung oleh Dhanni Revaldi. Jonathan kemudian meremas surat tersebut kemudian menggenggamnya erat-erat di dalam kepalan telapak tangannya.

“Lupakan dia kak.. kak Erly bisa mendapatkan lelaki yang lebih baik dari pada dia.”

“Tapi aku mencintainya Jo.. Aku mencintainya dan aku nggak bisa hidup tanpa dia..”

Jonathan sendiri hanya diam membatu, ia tak tau harus berkata apa dengan kakaknya tersebut, karena nyatanya, apa yang di rasakan kakaknya itu ternyata sama dengan apa yang di rasakannya saat ini.

Ia masih sangat mencintai Nessa, seakan tak dapat hidup tanpa wanita tersebut. bahkan jauh dalam hatinya yang paling dalam, Jonathan sangat ingin merebut Nessa dari genggaman Dhanni Revaldi. Tapi nyatanya, ia tak bisa egois, ia tidak ingin melihat wanita yang di cintainya hancur karena ulahnya.

Jonathan akhirnya memilih berdiri dan meninggalkan kakaknya sendiri. Mungkin kakaknya itu kini masih ingin menyendiri, jadi Jonathan tak ingin mengganggunya sementara waktu.

Erly sendiri masih diam, sesekali meneteskan air matanya.  Dhanni sudah memecatnya, itu tandanya tak ada harapan lagi untuk bisa mendapatkan lelaki itu. Ketika Erly hendak berdiri menuju ke kamarnya, ia melihat sesuatu tepat di kursi sebelahnya.

Itu dompet Jonathan, mungkin adiknya itu lupa membawa serta dompetnya tersebut hingga ketinggalan di kursi itu. Erly meraih dompet tersebut kemudia tanpa sengaja membukanya. Dan Erly berakhir tercengang saat melihat foto di dalam dompet tersebut.

Itu adalah foto Jonathan saat SMA, yang membuatnya tercengang adalah  adiknya tersebut sedang menggandeng mesra seorang wanita dan sama-sama tertawa bahagia menghadap ke arah kamera. Wanita itu adalah wanita sangat ia kenali. Karena dia adalah wanita yang secara tak langsung sudah merebut Dhanni dari sisinya.

Itu adalah Nessa, istri dari Dhanni.

Lalu bagaimana Jonathan bisa mengenal Nessa?? apa hubungan adiknya tersebut dengan Nessa? tiba-tiba Erly ingat saat dulu Jonathan selalu bercerita tentang seorang gadis yang sangat di cintainya, bahkan saat Jonathan kembali ke indonesia, Jonathan menghabiskan waktu untuk mencari wanita itu. Apakah Nessa yang di maksud oleh Jonathan?? Apa adiknya itu mencintai istri dari Dhanni Revaldi??

Dengan gusar Erly bangkit kemudian beranjak menuju ke kamar Jonathan. Erly menggedor pintu kamar Jonathan lebih keras dari biasanya.

“Jo.. Buka pintunya Jo..” Erly sedikit berteriak tak sabar.

Tak lama Jonathan membuka pintu kamarnya. Seketika itu juga Erly melemparkan dompet tersebut pada dada Jonathan.

“Kamu mengenalnya?? Kamu mengenal Dhanni dan Nessa?” Tanya Erly terang-terangan.

“Aku nggak ngerti apa maksud kak Erly.”

“Jangan bohong Jo!” Teriak Erly. “Bagaimana mungkin kamu membela mereka, membiarkan mereka bahagia dan kita menderita seperti ini?? Kamu mengianatiku Jo.!!”

Jonathan mendekat ke arah Erly, kemudian sedikit memeluk tubuh rapuh kakaknya tersebut. “Bukan begitu kak.. Aku memang mencintai Nessa, sangat mencintainya, tapi aku tahu, jika aku memaksakan kehendakku, maka aku akan menyakitinya. Aku akan membuatnya menderita kak..”

“Lalu apa kamu memilih untuk menyakitiku?? Kakakmu sendiri?? Jo, aku sakit karena pilihanmu. Secara tidak langsung kamu lebih memilih menyakitiku dari pada wanita sialan itu.”

Jonathan menggelengkan kepalanya. “Bukan begitu kak..”

“Kalau begitu Please… bantu aku… aku butuh bantuanmu.. Aku ingin kembali mendapatkan Dhanniku, dan kamu akan kembali mendapatkan Nessamu..”

Jonathan membatu dengan ucapan kakaknya tersebut. ia memang sangat ingin mendapatka Nessa kembali di sisinya, secara tak langsung ia juga meluruskan jalan kakaknya untuk mendapatkan lelaki yang di cintainya tersebut. tapi di sisi lain, ia tak bisa, karena Jonathan tahu, jika ia melakukan hal itu, Nessa pasti akan sangat tersakiti karena ulahnya. Lalu bagaimana ia harus memutuskan?? Itu pilihan yang sulit, Jonathan tak akan bisa memilih di antara Nessa dengan kakaknya, karena keduanya merupakan orang–orang yang sangat di cintainya.

 

-to  be continue-

ayoo yang baca jangan jadi sider yaa.. huaahahahah

 

Advertisements

12 thoughts on “The Married Life (Lady Killer 2) – Chapter 7 (Pilihan yang sulit)

  1. Makasih author udah update kak dhanni nya… selalu bikin baper semua cerita yang author zenn buat, sampe suka bingung mau komen apalagi, saking emang seru” ceritanya… semangat terus lanjutin karya” terbaiknya… n di tunggu next neng felly nya… hehe

    Like

  2. Aduh! Nessa kapan jujurnya ke kak Dhanni kalo si Jo Jo itu mantannya😂
    Si Jo Jo itu nyebelin banget sih😠
    Kapan si Erly sama Jo Jo adiknya iyu musnah dari muka bumi ini😆😂

    Di tunggu kelanjutannya kak😘 kalo bisa secepatnya yah😬 Fighting😘😍

    Like

  3. Ya ampun kak jo jadi bingung neh.. Jgn hncurkan rmh tga neng nessa donk kak jo.. Q kasian ma kak dhani dan neng nessa.. Lnjut terus nulisx ya mbk zenny.. Q pntengin trus ne blog gak sbr ngu updatex TML..😊😊😊

    Like

  4. Astaga…kangen banget sama pasangan ini..sista jgn kelamaan updatenyaaaa..hiks…
    Kayaknya susah move on dari Bad Boys Series ama Soulmate series…

    Like

  5. sekarang erly sudah tau kalo nessa wanita yg dicintai adiknya dan mau memisahkan mereka.. jonathan jgn smpe trpengaruh sama erly.. dia tuhh uler
    dhani nessa sweet bgt.. meski kecewa tpi dhani ttp care sama nessa.. makin suka pasangan ini

    Like

  6. kapan update lagi sista…penasaran banget deh…oyaa..aku fans berat sista lih…ak suka banget tulisan2 sista…semangat trus yaaa bikin cerita2 yang keren2 kayak gini..hehhheheheg..

    Like

  7. Baca maraton dari semalam sampai belum komen sangking gemes nya sama carita ini… Ampuuuuuuuuuuuun Nessa betapa plin plan nya kamu… Mesti cantik banget ni cewe sampai jd rebutan cowo2 ganteng …. 😀 … Baru nemu ni blog dan langsung terpesona … Salam kenal buat mama nya Bella 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s