fansfiction · romantis

The Smileing Angel (The Devil Series #1) – Oneshoot Big Bang

Untitled-1

The Smileing Angel

Tittle : The Smileing Angel (Senyuman malaikat) 

Cast :  Kang Daesung (Daesung Big Bang)

              Haruka wakana

Genre :  Roman Oneshoot (20+++)

Author :   Zenny Arieffka

Serial :  Oneshoot The Devil Series #1

Note :   Semua karakter yang di Oneshoot ini adalah murni imajinasi Author, meski ini FF BIGBANG, jangan di samakan dengan dunia nyata para personel BIGBANG yaa… semua hanya karangan Author yang special Author Dedikasikan untuk para Oppadeulku ( Bang Jidi,Tabi,Yebe,Riri, dan bang Dae) So, nikmati saja, semoga suka yaa.. wakakakakaka

 

***

 

-Haruka-

 

Smileing Angel… itu sebutan untuknya, yang berarti senyuman malaikat. Yah… senyumannya memang terlihat seperti malaikat. Manis.. sangat manis… tapi sayang, itu hanya di tampilkannya dihadapan public saja. Setelahnya, dia akan kembali berubah menjadi sosok dingin menyebalkan bagi setiap orang yang bekerja dengannya.

Aku Haruka Wakana. 24 tahun, yang saat ini bekerja menjadi seorang Asisten manager sebuah Band terkenal asal Korea, The Devil. The Devil sendiri terdiri dari seorang Vokalis bernama Kwon Ji Yong, Dong Young Bae pada gitar, Choi Seung Hyun pada Bass, Lee Seungri pada Piano, dan juga Drumer bernama Kang Daesung.

Beberapa bulan yang lalu aku memang menjadi seorang asisten Manager, namun dua bulan terakhir semuanya Kacau ketika aku harus menggantikan seorang asisten Artis yang sedang pulang ke kampung halamannya. Parahnya lagi itu adalah asisten artis si dingin Daesung.

Ya tuhan.. Dia dingin, benar-benar sangat dingin. Dingin dan Arogant. Aku membencinya. Seakan-akan semua yang kulakukan untuknya selalu salah. Yahh… sebenarnya dia terkenal paling manis diantara personel Band yang lain karena dia terkenal murah senyum dan senyumnya memikat seperti malaikat. Namun itu hanya didepan Publik. Semua orang bahkan tak tau kebusukannya.

Dia terkenal paling lugu diatara para personel lainnya, padahal kenyataannya bukan seperti itu. Setiap hari aku bahkan menemukan Kondom bekas pakai di tong sampah kamarnya. Dia juga sama dengan personil yang lain, sama-sama Brengseknya.

“Haruka. Apa Kau ingin meracuniku.?” Teriaknya membuat telingaku seakan berdengung karena teriakannya.

“Heii.. apa Kau bisa pelankan suaramu? Telingaku seakan pecah karena setiap hari Kau berteriak padaku.”

“Jika Kau tidak salah, aku tidak mungkin berteriak padamu.”

“Kali ini apa kesalahanku tuan?” tanyaku sambil menghampirinya.

“Kopi ini terlalu manis.” Katanya dengan nada yang penuh dengan kearoganan.

Aku mencobanya sedikit. “Hei.. ini sedikit lebih maniss, Kau tidak akan mati hanya karena meminum kopi itu.”

“Buang dan ganti baru.” Ucapnya dengan nada dingin lalu meninggalkanku begitu saja. Sial..!! lelaki itu benar-benar menyebalkan.

***

dae_Arena37’cCreation_mag_2

Hari yang menyebalkan. Itulah hari ini. hari dimana aku harus melayani si Iblis ini dengan sepenuh kekuatanku. Tiga hari yang lalu, Ia mengaajukan cuti pada pihak Management. Saat itu aku senang, karena saat dia Cuti berarti aku akan libur kerja, dan tak akan melihat wajah menyebalkannya lagi. Namun nyatanya… Sial..!! Dia mengajaku bersamanya.

Maldives merupakan tujuan liburan yang paling indah menurutku. Aku selalu ingin berlibur ke sana. Tapi tentu saja tak mungkin. Selain aku tidak memiliki dana liburan, Waktu ku pun tak bisa terbuang sia-sia hanya untuk liburan. Aku bukanlah orang kaya, Jika aku orang kaya maka aku tak mungkin menjadi cecunguk dari Iblis satu ini.

Ayah dan Ibuku asli dari jepang. Dulu mereka belajar di Korea, dan dari situlah mereka Jatuh Cinta dengan budaya Korea. Kami pindah dan menetap di Koea sejak Lima tahun yang lalu, saat itu aku masih belajar di perguruan tinggi. Tahun-tahun pertama ku jalani sangat berat, tentu saja itu karena bahasa kami berbeda. Tapi Ayah dan Ibuku selalu sabar mengajarkanku kata demi kata dari bahasa Korea, entah itu formal atau Informal.

Aku juga sempat memiliki pekerjaan paruh waktu, dan itu membuatku semakin fasih ber interaksi dengan orang-orang di sini.

Aku bekerja pada Management The Devil sejak pertengahan tahun lalu. Seperti yang ku ceritakan sebelumnya, aku bekerja sebagai Asisten Manager. Tentu saja aku bekerja sebagai Asisten Manager tersebut karena bantuan orang dalam. Dia Park Ji Min. Ji Min Oppa (Aku memanggilnya) adalah Kakak dari temanku, Park Sandara. Kami kenal dekat, karena aku sering berkunjung ke rumah mereka saat masih belajar di perguruan tinggi dulu. Ji Min Oppa adalah seorang CEO perusahaan besar yang di naungi oleh Management The Devil. Saat dia menawarkan aku sebuah pekerjaan seperti itu, tentu saja aku langsung menerimanya tanpa banyak pertimbangan lagi.

Tapi ternyata… semua tawarannya itu tidaklah gratis. Aku.. Aku harus menjadi kekasih Ji Min Oppa dulu saat aku menerima tawaran tersebut. Dan bodohnya aku menerima Syarat itu. Sial..!!!

Yaa saat ini aku dan ji Min oppa memang sedang menjalin sebuah hubungan. Tapi aku tak mengerti, hubungan apa ini. Kami jarang bertemu, dan hanya sesekali berhubungan lewat telepon, Itupun jika ada sesuatu hal yang penting.

“Heii.. kenapa Kau melamun di situ??” Itu Suara Kang Daesung, si Iblis sialan.

“Aku tidak melamun.”

“Hyaa.. Lebih baik masuk ke dalam sana, buatkan aku semangkuk ramen.”

“Apa?? Ramen??  Kita jauh-jauh liburan ke Maldives dan hanya mengkonsumsi Ramen??”

“Hyaa.. aku hanya ingin memakan itu sekarang.. Sudah sana buatkan.”

“Kau benar-benar menyebalkan..” Gerutuku sambil berjalan ke dapur. Sial..!!! Si Iblis satu ini benar-benar tak bisa melihat aku santai sedikit saja.

***

-Daesung-

Aku menunggu dengan tak sabar Ramen buatan Haruka. Entah kenapa ramen buatannya selalu enak dan membuatku ketagihan. Tapi tentu saja bukan karena ini aku mengajaknya liburan ke Maldives.

Aku Kang Daesung. Seorang Drumer dari Band ternama Korea yang bernama The Devil. Aku biasa di juluki dengan Smileing Angel, karena kata mereka senyumku menawan bak malaikat. Hahhah yang benar saja.

Aku terkenal sebagai personil Band yang paling lugu, tapi tunggu dulu, mereka tidak tau saja bagaimana kehidupan asliku. Aku sama Brengseknya dengan personil yang lain.

Niatku mengajak Haruka berlibur ke Maldives adalah karena aku tertarik dengannya. Tentu saja, Haruka bukanlah gadis yang jelek, dia Cantik, sangat cantik. Memiliki wajah Khas orang  jepang. Dan aku sangat betah melihatnya.

Tapi aku juga bingung, entah kenapa setiap kali aku betatap muka dengannya, pasti yang terjadi adalah saling teriak satu sama lain. Kadang aku bingung, harus memperlakukannya seperti apa.

Aku selalu saja meliriknya, melihat apa yang dia lakukan secara sembunyi-sembunyi, tapi astaga.. wanita ini sama sekali tidak melirikku, tidak tertarik denganku, dan itu yang membuatku frustasi.

Seung Ri bilang jika aku harus mengajaknya liburan dan mendekatinya dengan cara apapun. Yaa tentu saja Seung ri tau. Diantara para personel Band, Seungrilah yang paling Brengsek. Dia bahkan beberapa kali memfilmkan aktivitas ranjangnya bersama salah seorang fansnya. Sial..!!! dialah Playboy yang sesungguhnya.

Dan seperti inilah aku saat ini. Menuruti apa nasihat sialan dari SeungRi.

Haruka kembali dengan ramen buatannya yang masih mengepul. Ahhha ku tak sabar menyantapnya.

“Kau kan punya banyak uang, kenapa ingin memakan Ramen??”

“Hyaa.. apa salah jika aku ingin memakan ramen?? Kau sangat cerewet.”

“Kalau kau ingin memakan ramen lagi, buatlah sendiri, jangan menyuruhku lagi.” Gerutunya.

“Hyaaa.. kalau aku tak menyuruhmu, untuk apa kau kuajak kemari??”

“Aku tidak pernah memintamu mengajakku. Bagaimanapun juga liburan bersamamu pasti sangat tidak menyenangkan.” Haruka memutar bola matanya lalu pergi meninggalkanku begitu saja.

“Haisshh Wanita itu…” gerutuku.

***

7 Tips Rahasia Kenapa Cewek Jepang Cantik, Imut, Seksi dan Bening

Malam ini kami berjalan-jalan bersama di sepanjang pantai, aku senang berada di sini karena aku bisa jadi diriku sendiri. Tak ada yang mengenalku disini. Pikiran jail itu lalu terlintas di kepalaku. Aku ingin menjaili wanita yang kini berjalan di sebelahku ini.

Tanpa peringatan, ku raih telapak tangannya, menggenggamnya seperti dua orang yang sedang menjalin suatu hubungan.

Haruka menatapku dengan wajah terkejutnya, lalu dia menghempaskan telapak tanganku, “Apa yang kau lakukan??”

“Apa?? Aku hanya menggenggam tanganmu, apa itu tidak boleh?”

“Tentu saja tidak boleh, kalau ada wartawan bagaimana??”

“Bilang saja kalau kita sedang menjalin suatu hubungan.”

“Kau gila.”

Aku tertawa.. “Yaa aku memang gila haruka, Gila karenamu.”

Haruka bergidik, dia lalu melepaskan paksa genggaman tanganku dan mulai pergi lari terbirit-birit. Setelah itu aku tertawa.. menertawakan ekspresi anehnya.. hahha gadis itu benar-benar terlihat sangat polos.

***

Sampai di depan kamarku, Aku menatap Haruka dengan tatapan tajamku. Sedangkan haruka sendiri tak berhenti menunduk seakan malu dengan sesuatu. Apa perkataanku tadi masih mempengaruhinya??

“Haruka, maukah kau masuk sebentar??” tawarku.

Aku melihat Haruka mengangkat wajahnya dan menatap ke arahku. “Untuk apa aku masuk? Kau tidak ingin menyuruhku membuat ramen lagi kan??”

Aku tertawa. “Tentu tidak, Aku hanya ingin di temani.”

Haruka membulatkan matanya. “Di temani?? Apa maksudmu dengan di temani??”

Aku kembali tertawa melihat tingkah lakunya. “Aku hanya ingin minum kopi bersama mu, jangan berpikiran buruk.”

“Karena menatap wajahmu selalu memunculkan pikiran buruk dalam kepalaku.” Gerutu Haruka yang masih saja mampu membuatku tertawa. Astaga.. wanita ini benar-benar menggemaskan.

***

-Haruka-

 

Apa aku gila?? Ayolah.. kenapa juga aku menerima undangan si iblis yang satu ini?? Haruka, harusnya kau tau jika kalian hanya berdua di sini, kalau ada apa-apa bagaimana?? Gerutuku dalam hati.

“Kenapa kau tidak meminumnya??” tanya Daesung dengan menyunggingkan senyuman malaikatnya. Astaga.. apa yang terjadi dengannya?? Kenapa seharian ini ia selalu menampilkan senyumanya itu padaku??

“Aku tidak haus.” Jawabku cepat.

“Minum kopi tidak harus saat haus. Kau bisa meminumnya saat kau santai, atau saat kau di ajak seseorang untuk meminumnya.”

Dan tanpa banyak bicara lagi aku meminum kopi di hadapanku tersebut.

Lidahku terbakar seketika. Aku berteriak bahkan melempar gelas kopi tersebut hingga sedikit terkena kulit tangan dan kakiku. Sial..!! kau bodoh sekali Haruka, ini kopi panas, dan kau meminumnya begitu saja tanpa meniup-niupnya?? Gerutuku.

“Apa yang kau lakukan??” Teriak Daesung sambil bergegas ke arahku.

“Kopinya panas.. lidahku…”

Daesung kemudian mencengkeram rahangku, mendongakkan wajahku ke arahnya, melihat mana letak lukaku. Kemudian ia segera memicingkan matanya ke arah tangan dan kakiku, melihat apa ada yang terluka di sana.

“Lihat, tangan dan kakimu bahkan terkena kopi sialan itu.” Daesung mendesis tajam.

“Aku tidak sengaja.”

“Memangnya apa yang kau pikirkan?? Ayo, aku akan mengobati lukamu.”

“Tidak perlu, aku akan mengobatinya sendiri.”

Tapi Daesung seakan tak menghiraukan perkataanku. Dia membopongku menuju ke kamarnya lalu mendudukkan tubuhku di pinggiran ranjangnya. Daesung kemudian berdiri dan menuju ke luar kamar. Tak berapa lama dia kembali dengan membawa kotak obat.

“Untung saja di kamar ini sudah di sediakan kotak obat, mari kita lihat, apa ada salep untuk luka bakar.” Ucapnya sambil membuka kotak obat tersebut. akhirnya ia menemukan apa yang ia cari.

Daesung dengan lembut mengoleskan salep tersebut pada permukaan kulit tangan dan kakiku yang terkena cipratan kopi. Sedangkan aku hanya mampu menatapnya. Wajahnya tertunduk dan astaga… itu membuatnya terlihat begitu tampan.

Lama aku menatap ketampanannya hingga aku sadar jika Daesung sudah mengangkat wajahnya dan berbalik menatap wajahku dengan tatapan anehnya.

“kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyanya yang sontak membuyarkan lamunanku.

Aku mempalingkan wajahku seketika, menghindari tatapan tajamnya yang seakan menelanjangiku. Aku malu. Astaga.. aku bahkan merasakan pipiku memanas ketika mendapat tatapan seperti itu dari Daesung.

Daesung memegang daguku lalu kemudian menolehkan kembali wajahku untuk menatap ke arahnya. “Kau cantik.” Ucapnya yang kemudian membuat perutku menegang seketika. Apa maksud Daesung?? Kenapa ia berbicara seperti itu padaku??

“Jangan menggodaku.”

“Aku tidak menggodamu.”

Baiklah, aku akui, jika kini tubuhku gemetar karena kedekatan ku dengannya. Daesung membuat suasana menjadi aneh. Ada apa dengan lelakii itu?? Ada apa denganku??

Dan saat aku belum sempat berpikir normal, Daesungg mendekatkan dirinya pada diriku. Setelah itu, yang ku lakukan hanya menutup mata.

Kurasakan sapuhan lembut bibir Daesung pada bibirku. Bibir itu menggodaku, membuatku tergerak untuk berbalik menggoda bibir Daesung. Dia menciumku dan aku membalasnya. Astaga..!!! ini Gila.

Daesung kemudian mendorong tubuhku sedikit demi sedikit hingga aku terbaring di atas ranjang nya sedangkan dia sudah menindihku tanpa sedikitpun melepaskan pangutan bibirnya.

“Haruka-shi.. Kau selalu membuatku tak bisa berpikir normal.” Bisiknya.

Apa maksud Kang Daesung??  Dan aku tak dapat berpikir normal lagi saat Daesung mulai kembali menggodaku, membuatku menegang karena ulahnya. Kang Daesung.. apa yang terjadi denganmu??

***

-Daesung-

 

Sial!!!

Haruka benar-benar membuatku gila. Wanita ini tampak biasa-biasa saja saat hari-hari biasa, tapi nyatanya ketika di atas ranjang, wanita ini bahkan lebih panas di bandingkan wanita murahan yang biasa ku bayar.

Ini sudah beberapa hari setelah malam kejadian Haruka terkena cipratan kopi. Malam itu, akhirnya aku merenggut apa yang dia punya, dan sialnya lagi, aku tak dapat berhenti hingga kini.

“Arrgghh…” Erangku ketika tubuhku menyatu semakin dalam dengan tubuh Haruka.

Saat ini kami sedang berada di dalam kamar mandi berdua dan melakukan adegan panas ini. Adegan yang sudah berkali-kali kami lakukan setelah malam itu.

Ya, Wanita itu kini tampak berbeda. Dia lebih lembut dari sebelumnya, begitupun denganku yang saat ini tak segan-segan lagi menggodanya.

“Kapan kau akan berhenti Daesung-shi..” Ucapnya di antara desahan demi desahan yang keluar dari bibir ranum miliknya.

“Aku tak akan berhentui, dan aku tidak akan pernah berhenti.”

Ucapku penuh penekanan, kemudian aku kembali melanjutkan aksiku, menghujam berkali-kali pada tubuh Haruka sambil sesekali menggoda kedua puncak payudaranya. Ohh Sial!! Mereka membuatku menggila.

Ku percepat lajuku hingga kemudian Haruka mengerang sambil menyebut namaku. Sedangkan aku sendiri sibuk dengan gairah yang sudah berada di ambang batas.

Aku mendesah panjang saat lagi-lagi haruka membawaku ke dunia yang begitu indah seperti surga. Wanita ini.. aku tak akan pernah melepaskannya. Janjiku dalam hati.

***

Tanpa permisi aku melangkah masuk ke dalam kamar Haruka. Ku lihat wanita itu sedang sibuk menata baju-bajunya ke dalam koper. Hari ini memang sudah di jadwalkan kami kembali ke korea. Dan aku benar-benar kesal dengan hal itu.

Di sini, aku bisa menjadi diriku sendiri, tidak harus berpura-pura baik bak malaikat seperti di korea karena sebagian besar orang di korea mengenalku sebagai public figur. Sedangkan  di sini, tak ada yang mengenalku.

Tanpa banyak bicara lagi, ku peluk tubuh Haruka dari belakang hingga membuatnya meemekik karena terkejut. Ya, Haruka memang masih sedikit kaku denganku meski ia sama sekali tak pernah lagi menampilkan sikap ketusnya padaku. Tapi ia juga belum lepas kendali, sikapnya sedikit kaku, mungkin canggung dengan kedekatan yang tiba-tiba saja terjalin di antara kami hanya karena berawal dari cinta satu malam.

“Aku membelikanmu sesuatu.” Bisikku di telinganya sambil sediki mengecup lembut telinga tersebut.

“Apa??” tanyanya.

Lalu aku memberikan beberapa tas belanja yang sejak tadi ku bawa. “Ini baju-baju baru untukmu, sebagai pengganti karena aku sudah banyak merobek baju-bajumu ketika kita bercinta.”

Aku melihat wajahnya memerah seketika danAstaga.. itu membuatku menggila. Kemudian aku kembali memeluk tubuhnya dari belakang.

“Haruka-shi.. Jangan pernah berubah terhadapku walau kita nanti sudah kembali ke korea.”

“Apa maksudmu??”

“Aku ingin kita tetap seperti ini nanti saat di Seoul.” Ucapku kemudian. Entah aku sadar atau tidak saat mengucapkannya. Yang pasti aku aku tak ingin saat-saat manis di antara kami seperti saat ini hilang begitu saja ketika kami sampai di korea.

“Daesung-shi.. Pekerjaan mengharuskanmu menjadi single.. Apa kau tidak takut jika karirmu menurun karena keberadaanku?? Ku pikir aku juga belum siap saat semua tau tentang kedekaan kita.” Ucapnya kemudian.

“Kau tak perlu khawatir. Tak akan ada yang tau, cukup aku dan dirimu.” Ucapku dengan sesekali menggoda leher jenjangnya.

“Maksudmu??” dia menatapku dengan tatapan tak mengertinya.

Aku meraih sebelah tangannya, lalu memasangkan sesuatu di pergelangan tangannya.

“Selalu gunakan ini, ini mengikatmu menjadi milikku. Dan hanya kau dan aku yang tau tentang semua ini. Ku mohon, apapun yang terjadi di Seoul nanti, tetaplah bersamaku. Dan jangan tinggalkan aku.” Ucapku sambil memasangkan gelang  di pergelangan tangan Haruka.

Haruka tersenyum senang, dan aku suka sekali melihat senyumnya tersebut. “Daesung-shi.. ini indah sekali..” Ucapnya samabil menatap takjub gelang yang ku pasangkan di pergelangan tangannya.

“Tentu saja, ini indah sepertimu. Kau yang terindah di mataku.” Ucapku kemudian mendongakkan dagunya menghadap ke arahku kemudian menyambar lembut bibir mungil milik Haruka. Sial..!!! sejak kapn wanita ini membuatku gila???

***

Beberapa minggu kemudian…

Seoul – Korea selatan

Sial.!!! Semuanya kembali membosankan. Jadwal konser kenasa kesini, pemotretan, jumpa fans dan lain sebagainya membuatku sangat jarang berinteraksi dengan Haruka. Dan aku pun merasakan wanita itu sedikit menjauhiku, kenapa??

Sampai saat ini memang belum ada yang tau tentang hubungan kami. Dan Astaga.. aku benar-benar merindukannya, merindukan memeluk tubuhnya seperti saat kami di maldives beberapa saat yang lalu.

“Heii.. Apa yang kau lamunkan, Hyung??”  itu Seung ri, untuk apa juga bocah tengil ini mendekatiku.

“Aku hanya ingin sendiri, menjauhlah.” Ucapku dengn ketus.

“Kau tampak selalu murung akhir-akhir ini, ada apa? Ayolah, berceritalah.”

Aku masih terdiam, tak menghiraukan Seung Ri yang memang ingin mendengar ceritaku. Tentu saja aku tak akan bercerita pada siapapun, yang benar saja.

“Hyung, tentang Haruka, apa kau sudah…” Seungri terdengar sengaja menggantuk kalimatnya.

“Sudah apa?” Tanyaku sambil menatap tajam ke arah SeungRi yang sudah menampilkan senyuman anehnya. “Kau jangan berpikir macam-macam, kami tak memiliki hubungan apapun.”

“Kau yakin Hyung??”

“Tentu saja, Hyaa.. Dia hanyalah Asistenku, mana mungkin aku meniduri asistenku sendiri.” Ucapku dengan sedikit kesal.

“Baiklah.” Aku melihat Seungri berdiri. “Kalau begitu jangan marah saat aku mendekatinya.”

Aku membulatkan mataku seketika. “Hyaa.. apa yang akan kau lakukan?? Jangan pernah dekati dia.”

Bukannya menjawabku, Seungri malah berlari meninggalkanku sambil sesekali melemparkan senyuman mengejeknya. Sialan..!!!

***

-Haruka-

 

“Dia hanyalah Asistenku.. mana mungkin aku meniduri asistenku sendiri??”

Kalimat Kang Daesug tersebut terngiang di telingaku. Astaga.. Kau benar-benar bodoh Haruka, bagaimana mungkin kau bisa tertipu dengan iblis yang satu itu?? Aku memejamkan mataku kemudian berbalik arah menuju ke kamar mandi terdekat dan menangis sepuasnya di sana.

Entah ini sudah beberapa minggu setelah kepulangan kami dari Maldives. Semuanya kembali seperti semula. Aktifitas Daesung memadat, kami jarang berkomunikasi, belum lagi kekasihku, Ji Min Oppa yang hampir selalu berada di ruangan yang sama dengan ku.

Aku tak mengerti, kenapa CEO besar seperti beliau bisa ikut campur turun secara langsung ke tempat kerja kami, aku merasa Ji Min Oppa sedang mengawasiku, dan itu membuatku mau tak mau harus menghindari Daesung.

Kami jarang sekali bicara dengan saling menatap muka, dan entah kenapa aku merindukannya.. merindukan sikap brengseknya yang sudah seperti iblis. Tapi bagaimana lagi, aku ingin sekali memutuskan hubunganku dengan Ji Min Oppa, tapi rasa tak enak itu menyeruak begitu saja dalam benakku.

Tadi, setelah latihan untuk konser yang akan di selenggarakan beberapa hari lagi, Aku melihat Daesung sedang duduk sendiri di sebuah lorong menuju ke ruang ganti. Aku akan menghampirinya dan berharap dapat berbicara berdua denganya, namun nyatanya, Seungri lebih dulu menemuinya.

Saat itu aku akan berbalik pergi, tapi kemudian samar-samar aku mendengar mereka membicarakan namaku, akhirnya aku berhenti dan memilih untuk mendengarkan percakapan mereka. Dan nyatanya, aku baru tau jika Daesung benar-benar Brengsek.

Astaga.. aku benar-benar bodoh, kini, aku bahkan malu untuk sekedar bertatap muka dengannya. Mungkin selama ini dia sudah menertawakan kebodohanku.

Tak lama ponselku berebunyi. Aku mengernyit ketika mendpati Ji Min Oppa meneleponku. Ada apa??

“Ya, Oppa??”

“Haruka-shi.. nanti malam aku ingin bertemu.” Ucapnya dengan suara lembutnya.

Aku mengernyit. Kenapa tiba-tiba?? Dan sepertinya terdengar penting. “Baiklah Oppa, di mana kita brtemu nanti?”

“Di restoran biasa kita makan malam.”

“Baiklah.” Jawabku.

“Haruka, Emm.. ku pikir jkau harus merias diri secantik mungkin.” Ucapnya kemudian.

Aku tersenyum. “Apa selama ini aku kurang cantik??”

Aku mendengar dia tertawa di seberang sana. “Tidak, kau sudah cantik, hanya saja malam ini adalah malam yang special, aku mau semuanya tampak sempurna.”

“Baiklah Oppa..” jawabku, lalu kemudian telepon pun di tutup.

***

Malam ini Aneh.

Tentu saja, restorannya sepi, tidak seperti sebelum-sebelumya. Bahkan hanya ada aku dan Ji Min Oppa di sini. Apa yang terjadi sebenarnya???

“Oppa, apa kau nyaman dengan suasana seperti ini??” tanyaku pada Ji Min Oppa.

“Memangnya apa yang salah, Restorannya masih sama romantisnya dengan kemarin bukan??”

“Ya, Tapi ku pikir ini sedikit lebih sepi dari sebelum-sebelumnya.”

“Karena aku yang mengosongkan restoran ini.” Ucapnya dengan datar tapi mampu membuatku membulatkan mataku seketika.

“Maksud Oppa??” tanyaku lagi masih tak mengerti.

Kemudian aku melihat Ji Min oppa menatap mataku dengan tatapan anehnya, astaga, aku takut. Ji Min Oppa kemudian menggenggam kedua telapak tanganku yang sejak tadi berada di atas meja, ia meraihnya dan mengecupnya lembut. Sebenarnya apa yang akan dia lakukan??

Ji Min Oppa kemudian mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Dan tanpa permisi dia memasangkan sesuatu melingkar di jari manisku.

“Haruka-shi.. menikahlah denganku.”

Dan aku hanya mampu tercengang dengan apa yang di lakukan Ji Min Oppa. Menikah?? Yang benar saja, kami memang sudah menjadi sepasang kekasih sejak beberapa bulan yang lalu, tapi tentu saja bukan kekasih yang sebenarnya. Aku menjadi kekasihnya karena aku ingin kerja di management The Devil yang berada di bawah naungan perusahaan besar miliknya yang bernama BIGBANG Group. Hanya itu, tidak lebih. Aku bahkan menganggap Ji Min Oppa sebagai kakakku sendiri, bagaimana mungkin aku mau menikah dengannya???

Aku menarik kedua tanganku seketika. “Maaf.” Hanya itu yang dapat ku ucapkan.

Kemudian aku melepaskan cincin yang sudah melingkar indah di jari manisku, dan mengembalikannya pada Ji Min Oppa.

“Maaf Oppa, Aku tidak bisa.” Lirihku kemudian.

“Tapi kenapa Haruka?? Kita sudah lamaa menjalin hubungan.”

Aku menggelengkan kepala. “Kita memang sudah lama terikat dalam suatu hubungan, tapi aku tidak bisa membohongi diriku sendiri Oppa jika sebenarnya selama ini aku hanya menganggapmu sebagai kakakku.” Ucapku pelan sambil menundukkan kepalaku.

“Kau bisa belajar mencintaiku Haruka.”

Lagi-lagi aku menggelengkan kepala. “Tidak bisa, karena aku.. Aku sudah mencintai lelaki lain.”

Lama kami saling terdiam, lalu Ji Min Oppa berkata dengan nada dinginnya yang sontak membuatku mengangkat kepala seketika.

“Apa itu Kang Daesung??” Suaranya dingin penuh penekanan, dan aku melihat wajahnya mengeras, Oppa sedang marah, dan aku tak pernah melihatnya semarah itu.

Aku menggelengkan kepalaku cepat. Sungguh, aku tidak ingin karena ini Daesung memiliki masalah. Meski dia sudah berlaku brengsek padaku, tapi aku tak bisa pungkiri diriku sendiri jika aku memang sudah mencintainya.

“Jangan bohong Haruka, Aku tau semuanya.”

“Ku mohon Oppa, jangan karena ini kau mempersulit dia.”

Ji Min Oppa tak menjawab ucapanku, dia hanya berdiri dan pergi meninggalkanku begitu saja. Astaga.. apa yang akan terjadi selanjutnya.

***

-Daesung-

 

Sial!! Wanita murahan!!!

Umpatku dalam hati sambil membanting majalah yang baru saja ku baca pagi ini. Di sampul majalah tersebut berjudulkan ‘CEO BIGBANG Group sedang melamar kekasihnya.’ Dan saat ku lihat, nyatanya kekasihnya tersebut adalah Haruka Wakana, wanita sialan yang beberapa minggu terakhir menari-nari di kepalaku.

Apa dia benar-benar wanita murahan?? Oh ayolah, yang benar saja, dia bahkan masih perawan saat aku menidurinya untuk pertama kalinya. Apa dia sudah membodohiku???

Aku memejamkan mata dengan frustasi. Kenapa saat ini?? Kenapa dia memperlakukanku seperti ini?? Aku tidak pernah segila ini dengan seorang wanita, dan Haruka?? Astaga.. dia hanya gadis jepang Biasa Daesung, Kau harus bisa melupakannya. Bagaiman mungkin kau gila hanya karena gadis biasa seperti Haruka??

Aku kembali menyesap Wine yang sudah sepagi ini ku konsumsi. Hari ini ada jadwal latihan, tapi aku tidak peduli. Seharian ini aku ingin sendiri, minum hingga malam, dan aku tidak ingin di ganggu.

***

Malam ini kepalaku sangat pusing, bahkan terasa hampir pecah. Aku bangun dan mengerjap saat mendapati diriku yang sudah berada di ranjang besarku. Tunggu dulu, Seingatku tadi aku minum di sofa ruang tengah. Apa aku mabuk dan tak sadar sudah pindah ke sini???

Aku mencoba bangkit meski langkahku sedikit tertatih karena kepalaku benar-benar terasa seakan ingin meledak. Sial!! Berapa banyak minuman yang tadi sudah ku minum??

Keluar dan melanngkah menuju dapur untuk mengambil segelas air minum. Tapi langkahku terhenti saat melihat sosok wanita sedang sibuk di dapurku.

Mataku membulat seketika. Itu Haruka. Kenapa dia di sini?? Apa yang dia lakukan di Apartemenku?? Apa dia yang memindahkanku ke kamar??

Tanpa mempedulikan kepalaku yang masih berdenyut nyeri, aku melangkah cepat, dengan marah tentunya. Sial!! Di wanita yang menghianatiku. Dan aku akan memberikan perhitungan untuknya.

Ku raih tangannya dengan kasar, membuat Haruka menghadapku seketika.

“Daesung-shi..” Ucapnya dengan wajah bingung.

Tanpa banyak bicara lagi aku mendorong Haruka mundur hingga punggungnya membentur tembok di belakangnya. Lalu tanpa permisi, ku sambar bibir mungilnya. Melumatnya dengan kasar seakan memberikan hukuman bagi wanita di hadapanku saat ini.

Haruka meronta, tapi aku tak mempedulikan tingkahnya. Kini aku bahkan sudah memenjarakan kedua tangannya ke atas dengan sebelah tanganku. Sedangkan tanganku yang satunya  membuka paksa setiap kain yang menempel di tubuhnya dengan kasar hingga dia berdiri tanpa sehelai benang pun.

Haruka menangis, tentu saja, aku sudah melecehkannya. Tapi aku tidak peduli, aku tidak pernah merasakan sesakit ini sebelumnya. Di hianati wanita?? Yang benar saja, bahkan membiarkan wanita dekat denganku saja aku tak pernah. Aku menganggap wanita-wanita itu hanya sebagai sarana menyalurkan  hasrat terpendamku. tapi dengan Haruka, aku membiarkannya masuk ke dalam hatiku, menyentuh hatiku, dan juga memiliki hatiku. Tapi kenapa pada saat seperti ini dia menghianatiku??

“Hentikan Daesug-shi..” Erangnya saat aku mulai mengulum satu persatu puncak payudaranya. Sial!! Aku menegang seketika.

“Ini bukan dirimu.” Ucapnya lagi, tapi aku masih tak peduli. Aku mencintainya, tapi dia akan menjadi milik lelaki lain?? Sial!!

Secepat kilat Aku membuka celana yang ku kenakan, dan tanpa banyak bicara lagi, aku menyatukan diri dengan tubuh Haruka.

Haruka kembali meronta, tapi kemudian aku kembali mencumbunya, menggoda di sepanjang leher jenjangnya bahkan sesekali melumat kembali bibir ranum miliknya dengan kasar tanpa menghentikan pergerakanku. Hingga kemudian pelepasan itu datang juga padaku.

Napasku terengah, aku bahkan mengerang ketika kenikmatan ini mengaliri setiap aliran darahku.  Tubuhku masih menyatu dengan tubuh Haruka. Haruka sendiri kini mempalingkan wajahnya seakan tak ingin menatapku.

Sial!! Apa yang sudah ku lakukan??

Dengan cepat aku mengangkat wajah Haruka untuk menatapku seutuhnya. Aku melihat ada kesedihan dan kekecewaan di matanya. Sial..!! Aku benar-benar Brengsek.!

“Maafkan aku.. Maafkan Aku..” Ucapku yang kini sudah memeluk erat tubuhnya.

Tangis haruka semakin keras dari sebelumnya. Dan aku tak berhenti mengumpat dalam hati. Tubuhnya bergetar, seakan ketakutan. Haruka kemudian membalas pelukanku, dia memelukku sangat erat. Astaga..!!! Aku benar-benar brengsek.

Aku melepaskan paksa pelukan Haruka dan kembali mengangkat wajahnya. Menelusuri kecantikan yang terpatri di sana. “Maafkan aku, Haruka-shi..” ucapku pelan, lalu kembali melumat lembut bibir ranum milik Haruka.

Sangat lembut hingga ku rasakan Haruka mendesah di sela-sela ciuman kami. Sedikit demi sedikit ku angkat tubuhnya tanpa sedikitpun melepasan panggutanku pada bibir ranumnya. Ku tidurkan tubuh polosnya pada sofa ruang tamuku yang panjang, kemudian aku kembali menindihnya.

Aku mendekatkan wajahku pada wajahnya, kemudian berbisik lembut di sana. “Maafkan aku.. jangan tinggalkan aku…” kalimat itu berkali-kali ku ucapkan, sambil sesekali mencumbunya dengan lembut. Kami kembali bercinta, bercinta yang sesungguhnya, bercinta dengan cinta dan kasih sayang, bukan hanya dengan nafsu dan gairah semata.

***

Lagi-lagi aku bangun dengan kepala yang berdenyut. Tadi malam aku kembali minum minuman beralkohol hingga tertidur di sofa ruang tamu. Berharap jika aku membuka mata sudah berada di atas ranjang seperti malam itu, lalu saat aku bangkit dan menuju ke dapur, aku sudah melihat sosok itu, sosok yang ku rindukan beberapa hari terakhir ini. Nyatanya, saat ini aku masih terbangun di sofa ruang tamuku.

Sial..!!!

Ini sudah seminggu setelah kejadian malam dimana Haruka mendatangiku dan aku berbuat kasar padanya. Saat setelah itu, kami bercinta lagi dan lagi di atas sofa ruang tamuku. Paginya, aku bangun sendiri. Haruka sudah pergi.

Dia hanya meninggalkan sebuah surat untukku. Surat pengunduran diri untukku dan untuk manager The Devil. Tak ada ucapan apapun yang tertulis di sana. Dia bahkan meninggalkan gelang pemberianku.

Haruka benar-benar meninggalkanku….

Apa dia pergi untuk menikah dengan CEO perusahaan yang di naungi The Devil Band?? Saat itu hanya itu yang terlintas di kepalaku. Haruka benar-benar pergi karena akan menikah dengan CEO kami. Tapi nyatanya dua hari yang lalu aku mendapatkan kabar jika CEO BIGBANG Group Park Ji Min akan berpindah tugas ke perusahaannya yang bercabang di Jepang. Dan desas-desus yang beredar adalah dia pindah karena kekasihnya itu menolak lamarannya.

Aku memejamkan mataku dengan frustasi. Jadi Haruka menolak lelaki itu?? Lalu kenapa saat ini dia pergi?? Kenapa dia meninggalkanku?? Beberapa hari terakhir hanya pertanyaan itu yang terlintas di kepalaku. Aku mulai menggila, meminum-minuman keras kini menjadi kebiasaanku setiap malam.

Tak lama ponselku berbunyi. Aku kembali mengeryit. Ternyata itu Young Bae.

“Hyaa,.. Kau di mana?? Semua sudah menunggumu, apa kau ingin konser kita berantakan??”

Aku melirik ke arah jam dinding dan ternyata sudah menunjukkan pukul sepuluh siang. Sial!!.

“Maaf, aku segera ke sana.” Ucapku lalu menutup telepon begitu saja. Sial, aku bahkan lupa jika malam ini kami akan menyelenggarakan konser besar. Secepat kilat aku bangkit, mengganti pakaianku lalu meluncur menuju ke tempat dimana semua kru berkumpul.

***

Saat aku sedang sibuk mempersiapkan diri di ruangan ganti, tiba-tiba seorang datang menghampiriku. Dia Park Ji Min. Untuk apa dia ke mari??

“Bagaimana kabarmu??” Tanyanya kemudian. Aku mengernyit, selama ini kami memang tidak pernah bertemu, Park Ji Min adalah seorang CEO besar, dan tidak sepantasnya dia berada di sini, memantau langsung BIGBANG Entertaiment (Perusahaan dari BIGBANG Group yang berdiri di bidang musik). Lagi pula di BIGBANG Entertament bukan hanya ada The Devil band saja, tapi banyak artis lainnya.

“Baik, saya pikir ada yang sangat penting hingga anda berada di sini.” Ucapku tanpa sedikitpun menundukkan kepala.

Dia hanya mengangguk. “Haruka di sini.”

Ucapannya itu mampu membulatkan kedua mataku. Tubuhku menegang seutuhnya.  Apa yang akan lelaki itu katakan??

“Saya tidak mengerti.” Ucapku kemudian.

“Dia di sini untukku, dia berada di antara puluhan ribu penonton.” Ucapnya lagi.

Tubuhku kembali menegang. Jika benar Haruka ada di sini, maka aku akan menemukannya malam ini juga, dan tak akan ku biarkan dia pergi lagi meninggalkanku.

“Dia gadis baik, jaga dia baik-baik. Aku mencintainya, dan aku ingin melihatnya bahagia dengan lelaki yang di cintainya.” Tubuhku menegang seutuhnya. “Dia mencintaimu.” Lanjutnya lagi dan aku seakan tak dapat menggerakkan tubuhku. Semuanya kaku seketika. Haruka mencintaiku???

***

-Haruka-

 

Aku gila!!

Tentu saja, bagaimna mungkin kini aku berada di sini?? Di antara puluhan ribu penonton untuk menonton konser The Devil Band?? Lebih tepatnya, aku ingin melihat Kang Daesung. Aku merindukannya.

Saat The Devil tampil, semuanya berteriak histeris. Ya, memang selalu seperti ini saat mereka tampil. Mereka memiliki banyak Fans, tak hanya di kalangan gadis-gadis muda, tapi juga para lelaki muda.

Penampilan mereka yang nyetrik dan berbeda dengan band-band korea pada umumnya, serta aksi panggung mereka yang selalu Fantastic menjadi daya tarik tersendiri The Devil. Belum lagi profil para personilnya yang sangat susah di tembus oleh wartawan, menjadikan The Devil sebagai Artis yang paling banyak di cari kabarnya.

Aku tersenyum miring. Tidak menyangka jika aku pernah dekat dengan mereka. Aku bahkan pernah bercinta dengan salah satu personilnya yang sampai saat ini masih ku cintai.

Aku meraba dadaku yang terasa sesak. Air mataku menetes begitu saja.

8dc1739411277950946d79dd4394655a

Kang Daesung.. Apa kau merindukanku?? Karena di sini aku meridukanmu…

Satu lagu akhirnya sudah mereka selesaikan dengan baik. Aku melihat dari jauh, Daesung yang penuh dengan keringat di wajahnya, tentu saja, dia penabuh Drum, dan dia terlihat begitu panas dari sini.

“VIP… Apa Kalian menginginkannya lagi???” Young Bae berteriak keras menuju ke arah para VIP yang duduk di deretan kursi paling depan.

Para VIP –Sebutan untuk fans The Devil- berteriak histeris meminta mereka bernyanyi lagi dan lagi.

“Baiklah, tapi setelah ini kami akan memberikan yang special untuk kalian. Ada yang tau apa???” teriak Young Bae pada VIP. Para VIP kembali teriak histeris.

“Ada yang tau apa????”  Young Bae kembali berteriak keras dan kembali di sambut teriakan histeris para VIP.

“Malam ini, Untuk pertama kalinya, Kang Daesung akan bernyanyi di hadapan kalian semua.”

Teriakan histeris kembali memenuhi sepanjang sudut tempat konser ini. Dan aku hanya mampu ternganga sambil menutup mulutku dengan kedua belah telapak tanganku.

Daesung?? Bernyanyi??

Selama ini The Devil memang terkenal sebagai band yang memiliki banyak talenta pada masing-masing personelnya. Selain pandai memainkan alat musik yang mereka gunakan, hampir semua personelnya pernah bermain Film bahkan Drama, dan hampir semuanya bisa bernyanyi. Tapi untuk Daesung, tak pernah ada yang tau jika lelaki itu juga bisa bernyanyi karena Daesung tak pernah bernyanyi saat konser dan dia juga tak pernah bernyanyi di depan umum.

Aku menatap Daesung yang sudah melangkah ke tengah –tengah panggung. Astaga.. ia terlihat begitu tampan dari sini. Aku merindukannya, sungguh, sangat merindukannya.

“Selamat malam semuanya.”

Daesung mulai menyapa seluruh penggemarnya. Matanya menyelidik ke segala penjuru seakan mencari-cari sesuatu.

“Malam ini, Aku akan menyanyikan sebuah lagu, lagu ku sendiri yang rencananya akan ku rilis beberapa bulan kemudian. Aku menyanyikannya di sini, saat ini, bukan tanpa alasan. Aku menyanyikannya karena aku ingin seseorang mendengar nyanyianku tersebut, dialah yang membuatku mampu menciptakan lagu ini.”

Jantungku berdegup kencang, siapakah orang tersebut?? apa itu kekasih barunya?? Mengingat itu dadaku terasa sesak. Aku bebalik bersiap untuk keluar dari ruangan tersebut. Tapi kemudian suara Daesung kembali menghentikan langkahku.

“Orang itu adalah seorang gadis jepang yang ku cintai. Gadis jepang yang dulu menjadi asisten peribadiku.”

Deg.. deg.. deg… degupan jantungku bahkan seakan terasa lebih keras di bandingkan teriakan histeris para fans dari The Devil.

“Haruka, Aku tau kau di sini, kembalilah padaku. Aku mencintaimu..”

Tubuhku kaku seketika, aku bahkan belum berbalik menatap ke arah panggung dimana Daesung berdiri.

I love you ima dake wa kanashii
Uta kikitaku nai yo
I love you nogare nogare
Tadori tsuita kono heya
Nanimo kamo yurusareta koi ja nai kara
Futari wa maru de
Sute neko mitai
Kono heya wa ochiba ni
Umoreta aki bako mitai
Dakara omae wa
Koneko no you na nakigoe de

 

Aku membalikkan tubuhku saat mendengar suara emas yang keluar dari bibir Daesung. Suara yang begitu indah. Dia menyanyikan lagu untukku?? Menyanyi dengan bahasa Jepang??


Kishimu beddo no ue de
Yasashi sa wo mochi yori
Kitsuku karada dakishimeaeba
Sorekara mata futari wa me wo tojiru yo
Kanashii uta ni ai ga shirakete shimawanu you ni

I love you waka sugiru futari no ai ni wa
Furerarenu himitsu ga aru
I love you ima no kurashi no naka dewa
Tadoritsuke nai
Hitotsu ni kasanari ikite yuku koi wo
Yume mite kizutsuku dake no futari da yo
Nandomo aishiteru tte kiku omae wa
Kono ai nashi dewa ikite sae yuke nai to

 

Aku membalikkan tubuhku kemudian berlari keluar dari ruangan. Perasaanku campur aduk tak karuan, aku bahkan tak dapat berpikir jernih saat ini, suara Daesung masih terdengar di lorong-lorong jalan saat aku berlari.

Kishimu beddo no ue de
Yasashi sa wo mochi yori
Kitsuku karada dakishimeaeba
Sorekara mata futari wa me wo tojiru yo
Kanashii uta ni ai ga shirakete
Shimawanu you ni

Sorekara mata futari wa me wo tojiru yo
Kanashii uta ni ai ga shirakete shimawanu you ni

 

I Love You – Kang Daesung Feat. Taro Hakase

 

Tepat saat Daesung menghentikan nyanyiannya, Aku sudah sampai di area terlarang yang di jaga ketat oleh para bodyguard.

“Anda di larang memasuki area ini, nona.” Ucap seorang bodyguard tersebut padaku sambil mencengkeram sebelah lengan atasku.

“Ku mohon, aku ingin masuk.” Pintaku pada dua orang bertubuh tinggi besar tersebut.

“Maaf nona, anda tidak bisa masuk.”

“Lepaskan dia.” Suara dingin nan datar itu membuatku membulatkan mata seketika ke arah pemilik suara tersebut.

Itu Ji Min Oppa, kenapa dia berada di sini??

“Masuklah.” Ucapnya lagi. Sedangkan dua orang bodyguard yang menghadangku tadi saling menyingkir seakan memberiku jalan supaya aku masuk ke dalam.

“Naiklah ke atas panggung, dia mencarimu.” Ucap Ji Min Oppa dengan suara lembutnya.

“Oppa…” aku benar-benar tak enak terhadap Ji Min Oppa.

“Aku mencintaimu, tapi aku bahagia melihatmu bahagia dengan orang yang kau cintai. pergilah..”

Aku memeluk erat tubuh Ji Min Oppa. Astaga.. Dia lelaki yang sangat baik, dan dia sudah seperti kakakku sendiri.

“Gomawoyeo…” Aku tak berhenti mengucapkan kata tersebut sambil memeluknya.

Setelah itu aku berlari masuk menuju ke belakang panggung, lalu menaiki panggung tersebut. Aku melihat Daesung masih sibuk bercerita dan dia belum menyadari kedatanganku di belakangnya.

“Kaluarlah Haruka-shi… Aku merindukanmu..”

Setelah suaranya tersebut, Aku memberanikan diri berlari ke arah Daesung lalu memeluk tubuh Daesung erat-erat dari belakang.

Suasana di ruang konser ini pun hening seketika. Aku bahakan merasakan tubuh Daesung menegang dalam pelukanku.

“Aku di sini, Aku di sini..” Ucapku sambil meneteskan air mata.

Daesung melepaskan pelukanku seketika, kemudian ia berbalik menatapku. “Haruka-shi..” Ucapnya kemudian ia kembali memeluk tubuhku erat-erat.

Suasana hiruk pikuk, teriakan histeris dari fans pun pecah seketika saat itu juga. Daesung kemudian melepaskan pelukannya, ia mengangkat wajahku lalu berbisik pelan padaku.

“Aku mencintaimu Haruka-shi… Jangan tinggalkan aku lagi..”

Aku menatap matanya, dan mendapatkan ketulusan di sana. “Aku juga mencintaimu.” Jawabku.

Daesung kemudian mendekatkan wajahnya pada wajahku, dan aku hanya bisa memejamkan mata saat bibirnya menyapu lembut bibirku. Daesung menciumku di hadapan semua fansnya?? Astaga… suasana kembali ramai dengan teriakan histeris para VIP.

big-bang-daesung-releases-new-japan-song-i-love-you-mv

***

Bebebrapa bulan kemudian….

Pagi ini aku terbangun dengan seorang lelaki yang memelukku, posisinya setengah tengkurap. Tangan besarnya menyilang pada pinggangku. Ya, Daesung selalu memelukku setiap malam. Karena kini aku lebih sering menghabiskan waktu di apartemennya dari pada di rumahku sendiri.

Ayah dan ibuku tentu sudah tau hubungan kami. Bahkan Daesung sempat beberapa kali ke rumah kami.

Aku bangkit lalu kembali mengenakan T-shirt kebesaran milik Daesung. Meski kami selalu tidur bersama, tapi tidak setiap malam kami bercinta.

Setelah mencuci wajah, aku lantas menuju ke dapur, menyiapkan sarapan untuk Daesung dan aku sendiri tentunya. Sandwich menjadi pilihanku, karena mudah dan sederhana.  Tapi tiba-tiba aku merasakan sebuah lengan melingkari perutku dari belakang.

“Kau sudah bangun??” Suara serak Daesung membuat bulu kudukku meremang.

“Iya, kenapa kau sudah bangun?? Latihannya masih jam dua nanti.” Ucapku kemudian.

The Devil memang akan mengadakan konser lagi minggu depan dan itu mengharuskan Daesung dan teman-temannya berlatih sampai malam.

“Memangnya aku tidak boleh bangun lebih awal??”

“Boleh saja, tapi kau akan kurang tidur kalau sudah bangun pagi seperti saat ini.”

“Aku hanya ingin memberimu sesuatu..” Ucapnya parau.

Ketika aku masih bingung dengan ucapannya, Daesung membalikkan tubuhku, membuatku menghadap ke arahnya. Dia meraih sebelah tanganku lalu menggeggamkan sesuatu yang dingin di sana.

“Haruka-shi.. Menikahlah denganku..” ucapnya.

Aku hanya mampu tercengang dengan ucapannya. Daesung?? Melamarku?? Aku membuka telapak tanganku dan terlihat sebuah cincin polos berada di sana.

“Bagaimana?? Apa kau mau menikah denganku??” tanyanya lagi.

Dan aku menangis. Astaga.. bagaimana mungkin aku menjadi secengeng ini??? Aku hanya menganggukkan kepalaku, tak sanggup untuk berkata ‘Iya’.

“Kenapa kau tidak memasangnya di jariku??” tanyaku di sela-sela tangis haruku.

“Karena ku pikir kau akan menolakku.” Jawabnya.

“Bodoh. Aku tidak akan pernah menolakmu Kang Daesung..”

Daesung kemudian tersenyum, menampakkan senyuman malaikatnya. Ia kemudian memasangkan cincin tersebut di jari manisku, lalu ia mengecup lembut jariku tersebut.

“Terimakasih Haruka-shi..” ucapnya sambil kemudian memeluk tubuhku erat-erat. Sedangkan aku hanya mampu membalas pelukannya dengan kembali memeluk tubuh Daesung erat-erat.

Kang Daesung.. Lelaki dengan senyuman malaikatnya.. Aku mencintaimu.. Selamanya…

 

***—The End—***

yee… udah ending… hueehehheheh maap kalo nggak sesuai dengan yg kalian harapkan  hahahhahahah nihh di bawah aku ksih Cover2nya lagi yaakk hehehehhe

tse1 smilingAngel Cover-1

Okay itu aja.. nantikan The Devil Series #2 dengan judul My First Kiss dengan pemeran Dong Young Bae (Taeyang Big Bang) dan juga Park Sandara.  jangan protes couplenya yaaa.. nggak tau kenapa aku seneng bgt nyandingin bang Yebe dengan neng sandara.. hahahhha berikut Covernya…

mfkd-1-Recovered

sampai jumpa di Oneshoot selanjutnya.. huehehehhehe

KisssHug

ZennyArieffka – MamaBelladramalovers

 

tdsd-1

bigbang_alivekk1

 

 

Advertisements

12 thoughts on “The Smileing Angel (The Devil Series #1) – Oneshoot Big Bang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s