romantis

Missing Him – Chapter 2

MH-01Missing Him

 

Chapter 2

 

“Do… kita ngapain ke sini? Katanya mau Futsal??”

“Kita nyari sepatu untukku dulu.” Ucap Edo masih dengan memilih-milih sepatu yang tertata di hadapannya.

Saat ini, kami memang sedang berada di sebuah toko perlengkapan olah raga yang tak jauh dari tempat futsal yang biasa di kunjungi Edo dan teman-temannya.

Setiap seminggu dua kali, Edo pasti mengajakku, atau lebih tepatnya memaksaku ikut menemaninya pergi bermain Futsal. Alasannya masih sama, semua teman-temannya di temani oleh kekasih masing-masing, sedangkan Edo sendiri tidak memiliki kekasih.

Kadang aku bingung, dengan wajah tampan dan kekayaan yang di milikinya, kenapa Edo belum juga memiliki pacar?? Alasannya tentu bukan karena tidak ada yang mau, karena aku cukup tau betapa banyaknya peminat Edo di sekolahan. Tak jarang gadis-gadis itu salah paham padaku, mengira jika aku adalah kekasih Edo. Yang benar saja.

“En.. ini gimana??” Tanya Edo yang sudah berdiri di hadapanku dengan sepatu baru yang di cobanya.

Astaga.. Tak perlu bertanya Do.. Kamu pakai apapun pasti terlihat tampan di mata semua wanita, termasuk aku. Lirihku dalam hati.

“Bagus.” Hanya itu jawabanku…

Edo mendengus. “Sepuluh kali aku ganti sepatu, kamu pasti Sepuluh kali bilang jika itu bagus.”

“Yee… itu emang bagus Do..”

“Oke, aku ambil yang ini. Thank you Eni sayang….” ucap Edo sambl mencubit gemas pipiku.

Eni sayang??? Sayang??? Apa coba maksud Edo.

***

“Kita mau apa ke sini Dek??” Pertanyaan Mas Rangga membuatku menoleh ke arahnya.

Entah kenapa setiap kali aku melihat sosoknya, pikiranku sontak menenang, wajahnya tampan dan kalem, sikapnya lembut, dan penampilannya sederhana, mas Rangga, bagaimana mungkin selama ini aku tak pernah melihatmu?? Lirihku dalam hati.

“Dek,kamu kok malah bengong??”

“Ah.. ya, maaf Mas, ummm… Aku mau memberikan hadiah buat Mas Rangga.” Ucapku yang kini tanpa ragu lagi menarik pergelangan tangan Mas Rangga masuk ke dalam sebiah toko jam tangan.

Kami berdua kini sedang berada di sebuah pusat perbelanjaan, aku ingin membelikan Mas Rangga sesuatu, sedangkan Amel, tentu ku titipkan ke rumah ibuku yang letaknya tak jauh dari rumah kami.

Aku masih sibuk memilihkan jam tangan untuk Mas Rangga ketika kemudian Mas Rangga menepuk bahuku.

“Kamu mau belikan Mas jam tangan??” Tanyanya dengan nada lembut seperti biasanya.

Aku hanya mengangguk, entah kenapa Hari ini Mas Rangga begitu mempengaruhiku. Apa karena ciuman panas kami tadi pagi?? Ohh ayolah En… lupakan itu.. rutukku dalam hati.

“Nggak perlu Dek, uangnya di simpan saja, Mas masih punya yang bagus kok.”

Tapi aku tidak mendengarkan ucapannya. Aku malah menyuruh seorang penjaga toko untuk mengeluarkan sebuah jam tangan yang ku rasa cocok di kenakan oleh Mas Rangga.

Dengan sedikit canggung, aku memakaikan jam tangan di pergelangan tangan kiri Mas Rangga.

“Aku hanya ingin memberikan sesuatu buat Mas Rangga, sesuatu yang selalu mengingatkan mas Rangga denganku dan juga Amel, sesuatu yang akan selalu mengingatkan Mas Rangga untuk pulang.” Ucapku masih dengan memakaikan jam tersebut di tangannya. “Sepertinya ini cocok.” Lanjutku lagi.

Aku menatap ke arah Mas Rannga. Dia menatapku dengan tatapan anehnya. Ada apa?? Apa aku salah sudah memberinya hadiah???

“Ada yang salah??” Tanyaku masih dengan tatapan bingungku pada mas Rangga.

“Kamu yang salah Dek..”

Aku semakin bingung dengan ucapan Mas Rangga, apa maksudnya coba??

“Aku?? Memangnya aku salah apa??”

“Kamu sudah membuatku jatuh semakin dalam.”

Lagi-lagi aku masih takmengerti apa yang di ucapkan Mas Rangga.

“Jatuh semakin dalam??” tanyaku lagi masih tak mengerti.

Mas Rangga mengusap lembut pipiku, “Jatuh semakin dalam untuk mencintaimu tanpa memikirkan logika Dek..”

Aku membulatkan mataku seketika sambil menutup bibirku yang ternganga. Apa aku sedang bermimpi?? Ya, tentu saja aku sedang bermimpi, mana mungkin Mas Rangga memgucapkan kalimat cinta padaku seperti itu di hadapan banyak orang???

Dan ketika aku tersadar, aku menatap sekelilingku, banyak orang yang sedang menatap kami sambil tersenyum. Si penjaga toko pun ikut memerah melihat kelakuanku dan juga mas Rangga yang seperti ABG yang sedang menyatakan cinta di depan umum.

Astaga… dia kah Rangga yang ku kenal?? Rangga si pendiam, kaku dan sederhana??? Rangga yang sama sekali tidak bisa menyentuh hatiku???

Lalu kenapa kini aku merasakan perasaan itu??? Perasaan seperti di gelitik oleh sesuatu, perasaan seperti ada ribuan kupu-kupu dalam perutku??? perasaan seperti ada sebuah Bom yang sedang berdetak di dadaku???

Apa ini tandanya Mas Rangga sudah mampu menyentuh hatiku??? Sudah mampu membuatku melupakan sosok Edo??

****

Setelah membelikan Mas Rangga jam tangan, kami lantas berbelanja kebutuhan rumah. Setelah itu kami makan siang di luar. Dan kini kami sudah kembali pulang.

Aku membawa barang belanjaan ke dapur. sejak di toko jam tangan tadi, kami tak lagi bicara. Entahlah, aku bahkan sudah terbiasa dengan hal ini. Saling berdiam diri dengan Mas Rangga, tentu saja, dia pendiam.

Saat aku menata barang belanjaan di lemari pendingin. Tiba-tiba aku merasakan sebuah lengan melingkari perutku dari belakang.

Kaget?? Tebtu saja, di rumah ini hanya ada aku dan Mas Rangga, jikaini lengan mas Rangga tentu aku akan sangat kebingungan, sebenarnya apa yang terjadi dengannya hari ini??? Apa juga yang terjadi denganku??

“Mas…” ucapku.

“Sebentar Dek… sebentar saja, aku kangen kamu..” ucapnyakemudian yang membuat semua bulu-bulu tipis di tengkukku berdiri meremang.

“Mas Rangga kenapa?”

“Aku kangen kamu.”

“Kita sudah bertemu setiap hari, masak masih kangen??”

“Kangen peluk kamu Dek..” ucapnya dengan suara serak.

Dan setelah kalimat itu, aku tau jika mas Rangga menginginkan hak nya. Apa hanya itu?? Lalu seperti biasa aku akan melayaninya?? Berhubungan intim tanpa cinta??? Jika iya, mungkin memang seperti inilah hidup yang harus ku jalani.

Lalu aku sedikit terkejut ketika tiba-tiba merasakan sesuatu yang basah menyentuh pundakku. Mas Rangga mencium pundakku. Astaga… jantungku kembali jumpalitan seperti tadi. Mas Rangga tak pwrnah melakukan ino sebelumnya, tapi kenapa iq melakukannya???

Cumbuannya naik ke leherku, dan seakan menggodaku di sana Mas Rangga meninggalkan jejak-jejak basah di sana.

“Mas…” erangku..

“Hemm..” hanya itu jawabannya.

Telapak tangannya kini bahkan sudah berada di balik baju yang ku kenakan, ia mwngusap lembut payudaraku. Membuatku kembali memekik karena kelakuannya.

Mas Rangga membalik tubuhku hingga menghadap ke arahnya. Ia mengusap lembut pipiku, menyelipkan anak rambutku ke belakang telingaku. Sedanhkan aku hanya bisa menunduk malu di buatnya.

Mas Rangga kemudian menangkup kedua pipiku, mengangkat wajahku hingga menatap tepat pada bola matanya. Dan aku… Aku terpesona melihat wajahnya yang entah kenapa kini terlihat begitu tampan di mataku. Matanya bahkan sudah berkabut karena gairah..

“Aku ingin melanjutkan tadi pagi Dek..” ucapnya dengan suara serak.

“Lanjutkanlah.” Jawabku pasrah.

Aku melihat mas Rangga sedikit tersenyum. “Kali ini, aku akan melakukannya dengan cara berbeda.”

Aku mengernyit. Cara berbeda?? Cara berbeda apa makasudnya???

Mas Rangga mendekatkan wajahnya ke telingaku lalu berbisik di sana.

“Kita akan bercinta.. Bukan sekedar berhubungan intim.”

Dan setelah kalimatnya tersebut, secepat kilat Mas Rangga menyambar bibirku yang masih ternganga karena ucapannya. Dia melumat habis bibirku penuh dengan hasrat, seakan menuntut sesuatu dariku.

Dan aku memberikannya, aku membalas ciumannya dengan lembut sambil mencengkeram erat kemeja yang menempel di dadanya.

Kami berdua sama-sama saling melumat penuh dengan hasrat.. penuh dengan dorongan saling memiliki satu sama lain tanpa menghiraukan lagi dinding-dinding kecanggungan yang biasanya berdiri kokoh di antara kami…

-TBC-

Advertisements

3 thoughts on “Missing Him – Chapter 2

  1. Eny mulai merasakan benih” cinta pada suaminya
    Mungkin selama ini rangga juga merasakan bahwa istrinya masih belum bisa memberikan hati dan cinta seluruhnya pada nya
    Tapi seiring berjalannya waktu nantinya sosok edo akan tergantikan seluruhnya pada dengan rangga

    Like

  2. Rangga yg dlu dan skrg sprtinya brbda,,skrg lbh agresif dan tntunya Eny menyukainya,,,knp gk dri dlu aja km brubah lbh brani Rangga,,,dgn bgtu kn Eny jd kesemsem ama km hahaha
    dan bsa mlupakan sosok Edo yg ntah kmana…. Brjuanglah trus Rangga,,buat Eny jatuh cinta pdmu…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s