romantis

Missing Him – Chapter 1

mhtttMissing Him

 

Chapter 1

 

“Soto ayam satu bu…” ucapku pada ibu kantin.

“Porsi banyak seperti biasa.” Aku menoleh ke sampingku dan di sana sudah duduk sosok yang selama ini selalu menemani hariku, siapa lagi jika bukan Edo.

Ini sudah sebulan sejak kepindahanku ke sekolah baruku ini, dan selama sebulan itu, hubunganku dengan Edo mengalami kemajuan pesat. Kami sangat dekat, amat sangat dekat. Bahkan tidak sedikit yang mengira jika kami sudah jadian.

“Do, lebih baik kamu pesan sendiri gih… nggak enak di lihatin anak-anak kalau kita makan sepiring berdua terus.” Ucapku mengingatkan.

“Enggak, aku suka makan sepiring denganmu.”

Dan aku hanya menghela napas panjang.

“En… nanti malam temani aku futsal yaa..”

“Enggak, aku sibuk.” Jawabku ketus.

“Ayolah… teman-temanku ngajak pacarnya.. masak aku sendiri En.. please…”

“Kalau gitu, ajaklah pacarmu.”

“Aku nggak punya pacar En… kamu tau kan??”

Dan lagi-lagi aku menghela napas panjang… Astaga, aku juga tidak mengerti kenapa aku sama sekali tak dapat menolak permintaan Edo. Edo…. entah perasaan apa yang kurasakan saat ini…

****

Aku melihat sebuah amplop tepat di hadapanku.

“Apa ini mas?” Tanyaku pada mas Rangga yang baru saja pulang dari kantor.

“Gajihku bulan ini dek, kamu simpan ya..”

“Yang kemarin masih ada, lebih baik Mas saja yang menyimpan.”

“Jangan, aku percaya kamu Dek, kalau Mas yang bawa nanti pasti habis.”

Aku tersenyum melihat kelakuan suamiku tersebut. Namanya Rangga kurniawan. Orangnya sederhana, tidak banyak bicara dan dia pekerja keras. Aku mengenalnya saat bekerja di sebuah perusahaan. Ya.. Mas Rangga adalah rekan kerjaku.

Kami tidak pernah berpacaran, karena saat itu tiba-tiba Mas Rangga datang melamarku. Orangtuaku tentu sangat setuju dan menerima Mas Rangga. Dan entah kenapa saat itu aku pun menerimanya. Mungkin karena aku tidak tega mengucap kata “Tidak” padanya.

Kami menikah sekitar Dua tahun yang lalu. Dan selama ini hubungan rumah tangga kami baik-baik saja.

Aku melihat ke arah suamiku tersebut yang masih mengenakan kemeja kerjanya. Ia sibuk menggendong Amel dan bercengkrama dengan puteri pertama kami.

“Mas, besok minggu, kita belanja ya.. aku pengen membelikan sesuatu buat Mas Rangga.”

“Membelikan apa dek? Aku nggaknn perlu apa-apa kok..”

“Bukan sesuatu yang istimewa, tapi sesuatu yang semoga saja dapat membuat Mas Rangga selalu mengingat aku dan Amel.”

“Baiklah, terserah kamu saja.”

Aku tersenyum lagi. Mas Rangga memang tak pernah menolak keinginanku.

***

Pagi ini masih sama dengan kemarin hari. Aku masih terbangun di dalam pelukan seorang lelaki yang yang sangat menyayangiku. Siapa lagi jika bukan mas Rangga, suamiku.

Aku bangkit tapi kemudian tubuhku kembali di tarik ke dalam pelukan lelaki yang tqdi memelukku.

“Jangan bangun dulu Dek..”

“Aku harus bangun Mas, siapa yang masak sarapan kalau aku masih di sini??”

“Kita makan di luar saja nanti kita kan akan keluar.”

Aku tersenyum “Bukannya itu pemborosan??” Tanyaku sedikit menyindirnya.

Mas Rangga semakin mengeratkan pelukannya padaku sambil terkikik geli. “Eny sayang… sesekali boros tidak apa-apa kan??”

Aku kembali tersenyum meski sebenarnya tubuhku kaku dengan panggilan yang di berikan Mas Rangga padaku.

Sejak menikah, kami memang tidak pernah bermesraan layaknya sepasang kekasih. Hubungan di ranjang?? Astaga.. jangan di tanya, mungkin kami melakukan itu hanya untuk kewajiban semata.

Mas Rangga tidak pernah merayu atau meminta hak nya. Ia lebih suka langsung melakukannya tanpa banyak basa-basi. Dan aku menerima begitu saja. Yaa… hubungan kami memang sangat kaku. Tapi aku tidak tau sejak kapan aku merasakan perasaananeh seperti ini.

Perasaan aneh ketika mendengar Mas Rangga memanggilku dengan sebutan sayang. Perasaan Aneh saat tiba-tiba Mas Ranggamenyentihku penuh dengan perhatian.

Ada apa dengannya?? Kenapa dia berubah?? Atau… hatiku kah yang sudah berubah????

“Kamu kok diam?”

“Ah.. enggak..” jawabku dengan malu-malu.

“Dek.. apa aku boleh mencium mu??”

Aku mendongakseketika ke arah Mas Rangga. Pertanyaannya itu seketika membuat janyltungku jumpalitan. kenapa dia meminta ijin padaku? Dan aku hanya dapat menjawab dengan memejamkan mata.

Kurasakan bibir Mas Rangga menyapu bibirku. Menggodanya, dan aku pun tergoda. Mas Rangga mulai melumat bibirku dengan segala kelembutan yang ia miliki, seakan menuntut sesuatu dariku sedangkan aku hanya mampu membalasnya.

Mas Rangga mulai membalik tubuhku kemudian menindihku tanpa melepaskan pangutannya di bibirku. Astaga… Apa yang terjadi dengannya?? Kenapa ia melakukan ini padaku?? Ia tidak pernah seperti ini sebelumnya.

Dan ketika ciuman kami tak juga berakhir,kami mendsngar suara tangisan bayi yang sangat nyaring. Siapa lagi jika bukan Amel.. Amel bangun.

Mas Rangga menghentikan aksinya sekwtika lalu bangkit dan duduk di pinggiran ranjang.

“Amel bangun Dek..” ucapnya sambil mempalingkan wajahnya ke arah lain.

“Ya, mungkin sudah lapar.” Jawabku yang kini juga ikut bangun dan langsung bergegas menuju ke boks bayi tepat di sebelah ranjang besar kami.

Aku menggendong Amel, menimangnya dan memberinya Asi.. ya.. mungkin dia lapar karena saat aku menyusuinya, dia berhenti menangis.

Amelia puteri Kurniawan. Bayi mungilyang ku lahirkan Lima bulan yang lalu. Sangat cantik dan slentah kenapa selalu mengingatkanku pada ayahnya, Mas Rangga.

“Emm..Aku mandi dulu Dek,” ucap Mas Rangga sambil berjalan menuju ke kamar mandi.

“Mas..” panggilku yang sontak menghentikan langkahnya. “Amel sudah bobok lagi, emm… kita nggak melanjutkan yang tadi??”

Astaga.. Bagaimana mungkin aku mengucapkan pertanyaan tersebut?? Apa aku sedang menjajakan diri pada suamiku sendiri?? ini gila.

“Jangan Dek, nanti kesiangan.” Lalu Mas Rangga kembali melangkahkan kakinya menuju ke kamar mandi.

Aku menghela napas panjang, dengan wajah yang merah padam karena penolakan yang di berikan oleh Mas Rangga, aku menggerutu dalam hati. ‘Tuhan… tenggelamkan saja aku ke dasar laut..’

-TBC-

Advertisements

4 thoughts on “Missing Him – Chapter 1

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s