romantis

My Beloved Man – Prolog

mb1

My Brother

 

Tittle  :  My Brother

Cast  :  Fellysia Puteri Revano (Felly)

             Araka Andriano (Raka)

Genre :  Roman Dewasa

Seri   :   Married By Accident  #2 

Sekuel  :  Please Stay With Me

 

 

Prolog

 

-Raka-

Aku berjalan masuk ke dalam sebuah rumah besar yang terlihat sangat mewah. Ibu masih setia menggenggam telapak tangan kiriku. Sedangkan satu tangannya menggenggam telapak tangan Adikku, Liliana.

Lili aku biasa memanggilnya. Adik yang usianya Lima tahun lebih muda dariku. Dia gadis mungil dengan wajah cantiknya,. Adikku satu-satunya dan aku sangat menyayanginya.

Seorang wanita paruh baya menyambut kedatangan kami dengan sangat ramah. Di belakangnya aku melihat seorang lelaki yang masih tampan di usianya yang sudah tak muda lagi.

“Halo.. Ini pasti Raka ya??” tanya lelaki itu  tepat di hadapanku. Sedangkan aku hanya mampu menganggukkan kepalaku. “Saya Om Revan.” Ucapnya lagi memperkenalkan diri.

“Mas, ajak mereka duduk dulu yuk..” Wanita cantik itu akhirnya mempersilahkan kami masuk dan duduk di sebuah sofa besar yang sangat bagus.

“Raka, kemarilah.”  Orang yang memperkenalkan diri sebagai Om Revan itu menyuruhku ke arahnya. Aku menatap ke arah ibuku. Dan ibuku menganggukkan kepalanya. Akhirnya aku melangkah ke arah Om Revan.

Om Revan kemudian menepuk bahuku. “Kamu kelas berapa??” Tanya Om Revan padaku.

“Kelas satu SMA Om.”

Om Revan tersenyum. “Adikmu??” tanyanya lagi sambil menatap ke arah Lili.

“Kelas Lima SD Om.”

Om Revan kembali tersenyum. “Baiklah, mulai saat ini kamu akan pindah ke sekolah yang lebih bagus lagi. Sedangkan adikmu akan pindah ke sekolah yang sama dengan sekolahan puteri Om.”

“Kenapa kami harus pindah Om?”

“Karena mulai saat ini, kita adalah keluarga besar. Kamu dan adikmu sudah Om anggap sebagai putera dan puteri Om.”

Pada saat bersamaan aku melihat seorang gadis  muda seumuran dengan Lili turun dari anak tangga. Aku menatapnya dengan ternganga, mengagumi kecantikan yang terpahat sempurna di wajah gadis tersebut.

“Itu puteri Om satu-satunya. Namanya Felly, dia sekarang sudah menjadi adikmu juga.” Ucap Om Revan.

Gadis yang bernama Felly itu datang menghampiriku. Lalu bertanya pada ayahnya.

“Papa, dia kah kakak yang papa bicarakan waktu itu??” tanyanya dengan suara manjanya.

“Ya, Dialah Kakak barumu. Dan kamu sekarang juga punya teman sebaya, itu, namanya Lili.” Ucap Om Revan sambil menunjuk ke arah Lili, Adikku.

Gadis yang bernama Felly itu menatapku dengan mata berbinar bahagia. Seakan mata itu takjub menatapku. Kemudian aku melihatnya mengulurkan jari jemari mungilnya padaku.

“Halo Kak, ku harap kakak mau menjadi kakak yang baik untukku.” Ucapnya sambil menyunggingkan senyuman manisnya.

Aku mengangguk dan menyambut uluran tangan itu. Dan pertama kali aku merasakan jantungku berdegup kencang ketika tanganku menyentuh kulit lembutnya.

 

Itulah pertama kali aku melihatnya. Melihat seorang Fellysia Puteri Revano kecil datang menghampiriku, kemudian mengulurkan tangannya padaku, seakan menuntutku menjadi kakak yang baik untuknya.

Tapi aku gagal….

Ya, Aku gagal menjadi kakak yang baik untuknya. Karena nyatanya aku tak pernah menatapnya sebagai adikku. Aku menatapnya sebgai wanita yang ku cintai, sejak usiaku lima belas tahun hingga kini usiaku yang sudah menginjak kepala tiga.

“Apa yang kamu lihat Ka??” Tanya ibu yang kemudian mengagetkanku dari lamunan.

“Ah, enggak Bu.”

Aku melihat ibuku menggelengkan kepalanya. “Kamu selalu menatapnya seperti itu Ka, sejak dulu.” Ucap ibu lagi.

“Menatap siapa Bu?” tanyaku dengan memasang wajah bingung.

“Dia.” Ucap ibu sambil menunjuk seorang gadis yang sedang sibuk membuat sesuatu di dapur rumah kami. Gadis itu adalah Felly. Ya, Felly memang sering masak di rumah kami.

“Emm memangnya aku menatapnya seperti apa Bu??”

Ibu menatapku kemudian mengambil Jas yang berada pada lenganku lalu merapikan kemejaku yang sudah sedikit kusut sambil berkata. “Menatap seakan-akan hanya dia satu-satunya wanita di dunia ini yang membuatmu bisa bernapas dan melanjutkan hidup.”

Aku membulatkan mataku seketika. Ibu tau aku menyukai Felly?? Secepat kilat aku menyunggingkan senyumanku. “Ibu ada-ada saja. Dia adikku.” Ucapku sambil bersiap meninggalkan Ibu.

“Bukan Raka, Felly bukan Adik kamu. Kamu hanya memiliki satu adik, dia Lili, bukan Felly. Dan kamu tidak perlu takut menyukainya.”

Ucapan ibu membuatku membatu seketika. Benarkah jika aku boleh menyukainya?? Jika perasaan ini bukanlah perasaan yang salah terhadapnya?? Lalu apa yang akan kulakukan selanjutnya? Haruskan aku memperjuangkan cintaku dan menjadikan Felly sebagai wanitaku? Atau haruskan aku mengalah dengan keadaan dan membiarkannya hanya menjadi Adik bagiku??

 

-TBC-

Gimana Prolognya?? harusnya aku nggak share dulu, hehhehe tapi pengen tau aja gimana reaksi kalian wkwkwkkwkwk ehh yaa Betewe aku baru share di Blog doang, untuk Wattpad aku nggak yakin, untuk di FB, emmm sabar yaa,.,.nanti aja.. hahahhaha happy waiting… 😉 

 

nina-dobrev-esquire-2012-08

 

Fellysia Puteri Revano

 

sean-opry-videoclip-taylor-swift-blank-space-7

Araka Andriano

Advertisements

5 thoughts on “My Beloved Man – Prolog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s