romantis

The married life (Lady Killer 2) – Chapter 4 (Tak dapat jujur)

TLK2

The Married Life (The Lady Killer 2)

 

haiiii… ketemu lagi ama Kak Dhanni Nih… sedikit Note biar kalian nggak bingung.. Setting Waktu ini adalah saat Beberapa Hari atau sekita 1 mmingguan setelah Epilog The Lady Killer 1 yaa… jadi di sini Renno belom ketemu sama Allea, begitu pun Ramma yang masih asik dengan Zoya, okay.. itu aja, kalau ada yang perlu di tanyakan atau bingung, silahkan komen.. wakakakakakak

 

“Siapa Jonathan?”

Pertanyaan Dhanni membuat Nessa menghentikan kalimatnya. Rasa panik langsung menyerangnya begitu saja. Siapa Jonathan?? Tentu saja ia tidak bisa menjawab kalimat suaminya tersebut. Nessa tidak mungkin menjawab jika Jonathan adalah mantan kekasih sekaligus cinta pertamanya, Dhanni bisa membunuhnya jika ia menjawab seperti itu, mengingat sikap suaminya tersebut yang suka seenaknya sendiri. Dan di sisi lain, Nessa tidak mungkin berbohong dan menjawab jika mereka hanya teman, Dhanni tidak akan percaya. Ya, Nessa sangat tau itu. Dan ketika Dhanni tidak percaya, Nessa tau jika Dhanni tidak akan tinggal diam.

 

Chapter 4

-Tak dapat jujur-

 

“Siapa Jonathan?”

Nessa belum juga menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh Dhanni. Tubuhnya entah kenapa kaku seketika. Ia membatu masih dengan posisi membelakangi suaminya tersebut.

“Kamu nggak apa-apa kan Ness??”

Suaminya itu curiga, Nessa tau itu. Dhanni yang biasanya memanggilnya dengan panggilan sayang, kini berubah memanggilnya hanya dengan namanya saja.

Nessa membalikkan badannya yang masih terasa kaku, kemudian mencoba tetap tenang dan tersenyum sesantai mungkin. “Aku nggak apa-apa kok kak.”

Dhanni menatapnya dengan tatapan menyelidik. “Jadi.. Jonathan itu siapa?”

Pertanyaan Dhanni lagi-lagi membuat tubuh Nessa gemetar. Entah kenapa bisa seperti itu, Nessa sendiri tak tau. Yang Nessa tau hanyalah, dia tidak ingin suaminya tersebut mengetahui masalalunya bersama dengan Jonathan.

Dhanni mendekat ke arah Nessa, tapi entah kenapa secara reflek Nessa mundur satu langkah. Ada apa dengannya?? Dhanni kembali menatap Nessa dengan tatapan menilainya.

“Ness.. kamu pucat.”

Kemudian Nessa tak dapat mengingat apa-apa lagi ketika tiba-tiba pandangannya mengabur lalu menggelap bersama dengan kesadarannya yang ikut menghilang.

***

Dhanni tak berhenti berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Sesekali tangannya menggaruk tengkuknya yang sama sekali tidak gatal. Matanya menatap ke arah ranjang yang di sana masih terbujur tubuh Nessa yang lemah.

Nessa pingsan. Untung saja tadi Dhanni dengan sigap menangkap tubuh istrinya tersebut. Dokter pun tadi sudah di hubunginya dan sudah selesai memeriksa keadaan Nessa. Kata Dokter,  tidak ada yang salah, semua baik-baik saja, mungkin Nessa hanya kelelahan dan juga banyak pikiran. Memangnya apa yang di pikirkan istrinya tersebut?? Apa ada hubungannya dengan lelaki yang bernama  Jonathan??

Dhanni berpikir keras. Nessa pasti sedang menyembunyikan sesuatu darinya, dan ia harus mencari tau apa sesuatu tersebut.

Untuk saat ini, Dhanni tidak akan mengganggu pikiran Nessa dengan pertanyaan-pertanyaan menekan seperti tadi. Ia akan berusaha bersikap sesantai mungkin di hadapan Nessa, bersikap seolah sudah melupakan hal tadi. Tapi tentu ia tidak akan tinggal diam, ia akan mencari tau sendiri, siapa Jonathan dan apa hubungannya dengan istrinya tersebut.

***

Nessa mengerjapkan matanya ketika kesadaran mulai menghampirinya. Kepalanya masih terasa pusing, bahkan kini ia merasa sedikit mual. Apa yang terjadi dengannya?? Nessa mengedarkan pandangannya dan berakhir pada sebuah jam yang menggantung di dinding kamarnya.

Jarum jam tepat berada pada angka tiga. Nessa mengernyit, jam tiga?? Jam tiga apa?? Kemudian pikirannya buyar ketika mendapati sosok dari balik pintu yang menuju ke arahnya dengan senyuman lembut yang terukir di wajah tampan sosok tersebut.

“Sore sayang, sudah puas tidurnya??” Dhanni menyapanya dengan lembut penuh perhatian.

Nessa masih bingung, sebenarnya apa yang terjadi dengannya?? Kenapa suaminya tersebut tiba-tiba kembali bersikap lembut padanya seakan tidak terjadi apa-apa??

“Aku kenapa Kak??”

Dhanni duduk di pinggiran ranjang. Kemudian mengusap lembut sebelah pipi Nessa. “Kamu pingsan, aku sudah memanggil dokter, katanya kamu kelelahan.”

Nessa sedikit panik, ia khawartir dengan bayi yang ada dalam kandungannya. “Tapi aku nggak apa-apa kan kak?? Bayinya..??”

Dhanni tersenyum dan menggelengkan kepalanya. “Nggak apa-apa sayang, kamu hanya perlu banyak istirahat.”

Nessa menghela napas lega. “Brandon gimana Kak??”

“Tadi mama sudah menjemputnya, dan mereka tetap akan pergi ke luar kota. Selanjutnya, aku memutuskan Brandon sementara akan tingga dengan Mama, aku nggak mau lihat kamu terlalu capek. Dan aku sudah mencari Asisten rumah tangga dan juga supir pribadi untuk kamu.”

“Kak, itu berlebihan.”

Dhanni menggelengkan kepalanya. “Nggak ada yang berlebihan jika itu untuk kamu, lagian aku nggak mau kamu dan bayi kita kenapa-kenapa.”

Nessa menghela napas panjang, “Baiklah.” Kemudian Nessa terdiam sebentar, ia ingin kembali membahas topik tentang Jonathan, apa Dhanni akan marah??

“Kak.. Uuumm.. masalah tadi…” Nessa tampak ragu saat ingin menceritakan semuanya.

“Nggak usah di pikirkan, sekarang ayo makan, kamu pasti lapar.” Ucap Dhanni cepat memotong kalimat Nessa.

Nessa kembali menatap Dhanni dengan wajah bingungnya. Dhanni  seakan mengelak dari pembicaraan yang akan di bahas olehnya. Apa suaminya itu kini sudah melupakan pertanyaannya tentang Jonathan??

“Aku membuatkan Kamu sup ayam bawang, nggak tau bagaimana rasanya.” Ucap Dhanni lagi sambil menyendok sesuap sup yang sejak tadi berada di atas nampan yang sedang di bawanya. “Ayo buka mulutmu..”   ucapnya lagi sambil membawa sendok tersebut tepat di hadapan Nessa.

Nessa tersenyum mendapatkan perlakuan manis dari suaminya tersebut. kemudian ia membuka mulutnya dan menerima suapan dari Dhanni.

“Kak….” Pekik Nessa kemudian. “Ini asin sekali.” Lanjutnya lagi.

“Ahh Yang bener??”

“Memangnya Kak Dhanni nggak nyoba dulu??”

Dhanni menggelengkan kepalanya cepat. “Kamu tau kan kalau aku nggak suka sayur, itu ada wortel dan teman-temannya, jadi mana mungkin aku mau mencobanya.”

Nessa mendengus kesal. “Terus.. kalau aku keracunan gimana?? Astaga, setidaknya coba kuahnya saja Kak..”

“Oke, kalau gitu biar aku buang saja.”

“Jangan..” larang Nessa cepat.

“Lalu??”

“Aku mau kita makan ini berdua.” Ucap Nessa  sambil menatap Dhanni dengan tatapan memohonnya.

“Enggak, aku nggak suka sup ayam bawang.”

“Ayolah.. please… bayinya sepertinya pengen Mama dan papanya makan sepiring berdua.”

Dhanni kemudian menatap Nessa sambil tersenyum. Ia kemudian mencubit dengan gemas hidung mancung milik Nessa. “Itu Cuma akal-akalan kamu saja.”

“Ayolah.. kita nggak pernah mesra-mesraan seperti dulu Kak..”

Dhanni memicingkan matanya pada Nessa. “Jadi kamu ingin kita bermesra-mesraan?? Kenapa nggak bilang dari tadi.”

Tanpa tau malu lagi Nessa bergelayut mesra pada lengan Dhanni. “Karena aku takut mendapat tatapan seperti itu lagi darimu Kak.”

“Tatapan seperti apa??”

“Tatapan seakan kamu nggak percaya sama aku, seakan kamu menuntut suatu penjelasan dariku.”

Dhanni membatu seketika. “Maafkan aku, dan lupakan soal tadi.”

“Aku bisa jelasin semuanya Kak.”

“Enggak.” Jawab Dhanni cepat. “Dengar Ness, kamu nggak perlu jelasin apa-apa lagi padaku. Lupakan semuanya, kamu nggak boleh terlalu banyak pikiran.”

Nessa terdiam sebentar, lalu menganggukkan kepalanya. Ya, yang palig utama kini adalah kesehatannya dan juga bayi yang berada dalam kandungannya. Nessa tak boleh memikirkan yang lain lagi.

Kemudian tanpa banyak bicara lagi Nessa memeluk tubuh Dhanni erat-erat. “Aku hanya takut kalau Kak Dhanni tidak akan percaya lagi padaku.”

Dhanni tersenyum kemudian mengusap lembut rambut panjang Nessa. “Aku percaya kamu Ness.. Ayo kita makan.”

Dan akhirnya keduanya berakhir dengan makan sepiring berdua.  Walau memang sup buatan Dhanni rasanya asin dan aneh, tapi kesuanya sekan tetap menikmatinya.

***

“Gue butuh  seseorang.” Ucap Dhanni yang saat ini sudah duduk di sebuah kafe dengan Ramma yang duduk di hadapannya.

Ramma memicingkan matanya. “seseorang buat apa?”

“Buat cari tau tentang seseorang.”

“Lo ada masalah??”

Dhanni mengangkat kedua bahunya. “Gue pikir Nessa menyembunyikan sesuatu dari Gue.”

“Dhan, udah deh, mendingan lo tanya langsung sama Nessa, lo nggak perlu cari tau sendiri. Kadang apa yang kita lihat belum tentu benar.”

“Sok bijak Lo.”

“Sialan..!!! Gue Cuma nasehatin Lo.”

Dhanni tertawa hambar. “Renno mana?”

“Dia semakin Gila. Uring-uringan nggak jelas.” Jawab Ramma dengan malas.

Dhanni kemudian berdiri. “Pokoknya gue minta tolong itu sama lo. Carikan gue orang yang bisa cari tau tentang seseorang yang sedang dekat dengan Nessa..”

“Gue akan carikan buat lo.” Ucap Ramma kemudian walau sebenarnya  Ramma sedikit ragu dengan keputusannya membantu Dhanni.

***

“Jadi Kak Dhanni kemana sekarang??” Tanya Dewi yang saat ini sedng sibuk membuat minuman untuk dirinya sendiri di dapur Apartemen Nessa. Dewi memang sering main ke apartemen Nessa begitupun sebaliknya.

“Tadi dia pamit pergi sebentar, aku nggak tau kemana.”

Dewi kemudian duduk tepat di sebelah Nessa.  “Sebenarnya ada apa Ness?? Kamu aneh sejak kemaren, pas balik dari Kafe seberang jalan, kamu jadi pendiam. Apa yang terjadi di sana??”

Nessa berpikir sebentar. Ia ingin bercerita dengan Dewi tapi entah kenapa rasanya sulit sekali membuka masalalu nya bersama dengan Jonathan. Tapi kini ia benar-benar butuh teman untuk bicara.

“Wi… pemilik kafe itu.. namnya Jonathan.”

Dewi mengernyit. “Pemilik kafe?? Aku kan Cuma minta kamu mencari tau bagaimana suasana dan makanan di sana Ness.. bukan cari tau pemiliknya. Lagi pula aku nggak mau tau siapa pemiliknya.”

“Jonathan itu mantan aku Wi..”

Dewi membulatkan matanya seketika. “Apa??”

Nessa memejamkan matanya sambil menggelengkan kepalanya. “Enggak, ini Gila.. Astaga.. aku nggak tau apa yang terjadi.”

“Apa maksudmu??”

Nessa menghela napas panjang. “Kak Jo ingin berteman, dan aku menerima pertemanannya. Tapi gimana kalau Kak Dhanni tau?”

“Ness… harusnya kamu jujur sama Kak Dhanni.”

“Tapi dia akan cari tau siapa Kak Jo Wi.. Aku.. Aku nggak bisa jujur sama dia.”

“Kamu nggak perlu takut, lagian bukankah kalian hanya teman?? “

Nessa berpikir sebentar. Apa yang di katakan Dewi ada benarnya juga. Kenapa juga ia menyembunyikan hubungannya dengan Jonathan?? Bukankah mereka tidak ada hubungan apa-apa lagi sekarang?? Semua hanya masa lalu.

“Lagian Ness.. untuk apa sih kamu berteman sama dia? nambah-nambain masalah tau nggak.”

“Aku nggak bisa nolak Wi..”

“Kenapa?? Jangan bilang kamu masih suka sama dia.”

“Ya enggak lah..” Jawab Nessa dengan pasti. Ia yakin jika Cintanya kini hanya untuk suaminya, dan tidak terbagi dengan lelaki lain. “Aku hanya ingin memperbaiki hubungan kami dulu.”

“Cukup dengan saling sapa Ness.. nggak perlu berteman.”

Lagi-lagi Nessa termenung. Ucapan Dewi ada benarnya juga. Ya, ia seharusnya tak perlu berteman dengan Jonathan. Tapi bagaimana?? Bukankah lelaki itu sudah ia beri kontaknya??

***

“Kak Dhanni dari mana tadi?” Tanya Nessa yang kini sudah membantu Dhanni membuka kemeja yang di kenakan suaminya tersebut.

“Nemuin ramma sebentar.”

“Kenapa?? Ada masalah??”

“Kita ada kerja sama, dengan Renno juga.”

“Oh ya??”

“Ya.. jadi nanti aku bakal sering ketemu sama mereka.”

Nessa tersenyum. “Walau nggak ada kerja sama, Kak Dhanni juga masih akan sering ketemu sama mereka.” Gerutu Nessa.

“Kenapa? Kamu nggak suka aku ketemu sama mereka??”

Nessa mengangkat kedua bahunya. “Bukannya nggak suka, Aku takut aja kalau Kak Dhanni ngumpul sama teman-teman Kak Dhanni, nanti akan banyak cewek-cewek yang melirik ke arah kalian.”

Dhanni tertawa seketika kemudian mencubit gemas hidung Nessa. “Istriku sekarang sudah nggak malu ngakuin kalau cemburu ya..”

“Aiisshh.. Kak Dhanni.. sakit tau..”

Dhanni kemudian memeluk tubuh Nessa. “Walau banyak yang melirikku, tapi kamu nggak perlu khawatir sayang. Kak Dhanni Cuma untuk Nessa, bukan untuk yang lain.”

“Isshh… mulai lebbay nya.”

“Nggak lebbay, ini kenyataan.”

“Ya, pasti karena ada maunya kalau udah ngerayu kayak gini.”

Dhanni tersenyum. “Kamu pasti tau apa mauku..”

“Enggak.. aku nggak mau.”

“Benarkah??” tanya Danni dengan nada menggoda. Lalu tanpa banyak bicara lagi Dhanni mengangkat tubuh Nessa begitu saja, membuat Nessa memekik karenba terkejut.

“Kak.. Apa yang Kak Dhanni lakukan?? Turunkan aku…”

Dhanni tertawa melihat ekspresi aneh yang di tampilkan istrinya tersebut. “Ya, aku kan menurunkanmu sayang.. Di sini, Di ranjang kita.” Ucap Dhanni yang kini sudah menurunkan Nessa di ranjang mereka lalu menindih tubuh istrinya tersebut.

Dhanni kemudian mulai menggoda Nessa dengan kecupan-kecupan kecil darinya. Membuat Nessa terkikik geli.

“Kak.. hentikan..”

“Ayolah.. anggap saja ini sebagai pemanasan.”

“Aku nggak mau pemanasan..” Ucap Nessa yang masih tak dapat menahan rasa gelinya saat Dhanni mulai menggoda sepanjang lehernya.

Dhanni menghentikan Aksinya seketika. Kemudian menatap Nessa dengan tatapan anehnya. Sebuah senyuman miring terukir begitu saja di wajah tampannya.

“Nggak mau pemanasan?? Jadi ingin menu utama, hemm??”

Nessa membulatkan matanya ketika tiba-tiba Dhanni bangkit lalu melucuti pakaian yang di kenakannya sendiri hingga lelaki itu polos tanpa sehelai benang pun. Astaga.. Suaminya itu sangat bergairah, bukti gairahnya bahkan terpampang jelas di hadapan Nessa membuat Nessa ternganga menatapnya.

“Kak Dhanniiiiiiiiiiiiii.” Teriak Nessa sambil menutup matanya.

Sedangkan Dhanni hanya mampu tertawa melihat kelakuan istrinya tersebut. tanpa banyak bicara lagi Dhanni kembali naik ke atas ranjang lalu mulai kembali menggoda istrinya tersebut. membuat Nessa kembali luluh karena bujuk rayu manisnya…

 

-TBC-

gimana lanjutannya yaa..??? jangan takut kisahnya jadi semakin rumit, aku juga sebenernya nggak suka kok kisah yang terlalu mbulet, jadi… yaaa tunggu aja lanjutannya.. hahahhahhah

Advertisements

3 thoughts on “The married life (Lady Killer 2) – Chapter 4 (Tak dapat jujur)

  1. makin rumit dehh.. harusnya kak dhani dengerin penjelasa nessa aja.. trus nessanya jg harusnya to the point ttg si jo. mreka kurang sih komunikasinya.. tpi apapu masalahnya moga aja dhani nessa bisa melewati badai yg akan datang nantinya

    Like

  2. Giliran Nessa mau jujur,,Dhanni nya mlh gk mau mndngarkan….
    Gk disangka mantannya Nessa adiknya Erly mantannya Dhanni,,,dunia emng sempit hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s