romantis

The Married Life (Lady killer 2) – Chapter 3 (Siapa Jonathan?)

011

The Married Life (Lady Killer 2)

 

Maaf bgt yaaa kalo aku nggak bisa edit2 Draftnya, ternyata memang nggak sempat. ini aja aku update lebih awal takut nanti malam nggak keburu, karena… apa lagi jika bukan kesibukan ini.. hehehhehe jadi mohon maklumi kalo banyak sekali Typonya yaa.. enjoy reading..

 

“Ness.. Aku mencarimu karena aku ingin kita kembali seperti dulu.. Aku ingin Kamu menjadi kekasihku lagi dan Aku akan segera melamarmu menjadi istriku.”

Nessa benar-benar tercengang dengan apa yang Ia dengar. Bagaimana mungkin lelaki di hadapannya ini mengucapkan kalimat seperti itu padanya secara terang-terangan?? Apa Ia masih terlihat seperti seorang Gadis?? Astaga.. Ia sudah bersuami, sudah memiliki jagoan kecil dan kini sedang hamil anak kedua, Bagaimana mungkin mantan pacar nya itu terang-terangan ingin melamar menjadikan Ia sebagai istrinya??

***

Chapter 3

-Siapa Jonathan?-

 

Nessa melepaskan paksa genggaman tangan Jonathan.Sambil tersenyum Ia berkata. “Maaf Kak Jo, Aku nggak bisa.”

“Kenapa Ness?? Apa Kamu sudah nggak sayang lagi sama Aku??”

Nessa menganggukkan kepalanya. “Iya kak. Perasaanku sudah hilang dengan berjalanya waktu. Maaf..”

Nessa kemudian berdiri dan akan meninggalkan tempat tersebut. Tentu saja Ia rtidak ingin terlalu lama berada di sana. Dimana ada Seorang Jonatha, Lelaki yang dulu sangat mempengaruhinya.

“Aku akan membuatku mencintaiku lagi Ness..”

Nessa menggelengkan kepalanya. “Tidak akan bisa Kak, Karena Aku sudah terlanjur Cinta mati dengan seseorang.”

Ekspresi Jonathan tampak mengeras. “Siapa orang itu??”

“Suamiku sendiri.” Nessa kemudian tersenyum kearah Jonathan yang ekspresi wajahnya nberubah memucat karena jawaban dari Nessa. “Bagaimanapun juga, Aku senang bertemu kembali dengan Kak Jo..” Ucap Nessa yang kemudian kembali melangkahkan kakinya untuk pergi dari hadapan Jonathan.

“Ness..” Panggilan lembut itu menghentikan kaki Nessa. “Kita masih bisa berteman bukan??” Nessa membatu seketika. Berteman?? Bagaimana  mungkin???

Nessa kemudian membalikkan badanya dan tersenyum ke arah Jonathan. “Tentu saja Kak..”

Tanpa banyak bicara lagi Jonathan berlari ke arah Nessa dan memeluk Nessa erat-erat. “Thanks Ness..” Sedangkan Nessa hanya mampu diam tanpa sedikitpun menggerakkan tubuhnya.

 

*Back to Reality

Nessa menghela napas panjang  ketika mengingat apa yang terjadi tadi siang dengan Jonathan. Ia kemudian memekik ketika sepasang lengan itu melingkari tubuhnya dari belakang.

Itu Dhanni.. Suaminya.

Dhanni menyandarkan dagunya pada pundak Nessa. Telapak tangannya sesekali mengusap perur Nessa yang masih datar.

“Kamu ada masalah?”

“Enggak kok Kak.”

“Jangan bohong.”

Nessa kemudian membalikkan tubuhnya menghadap ke arah Dhanni. Mengusap lembut pipi Dhanni sesekali membenarkan tatanan rambut suaminya tersebut.

“Kak Dhanni ganteng.” Ucap Nessa sambil sedikit tersenyum manis.

“Jangan mengalihkan pembicaraan sayang..”

Nessa kemudian terkikik. “Aku nggak ada apa-apa Kak.. Beneran. Mungkin Cuma capek karena bawaan hamil.”

“Capek?? Aku bahkan belum meminta jatah.” Gerutu Dhanni yang kemudian mendapatkan hadiah cubitan dari Nessa.

Dhanni kemudian memeluk erat tubuh Nessa. Sesekali ia mengecup puncak kepalanya dan juga mengusap lembut rambut panjang Nessa.

“Kalau ada apa-apa, bilang saja sayang. Jangan ada rahasia di anatara kita. Ingat, kita sudah jadi satu.”

“Iya kak, Aku mengerti.” Ucap Nessa sambil menghirup dalam-dalam aroma suaminya tersebut.

***

Jonathan melangkahkan kaki menuju ke ranjang besarnya. Ia melemparkan diri di sana sambil sesekali menghela napas panjang. Entah apa yang di rasakannya kini. Bertemu dengan Nessa, wanita yang sangat di cintainya adalah sebuah kebahagiaan untuknya. Tapi bertemu dengan status yang sudah berbeda membuatnya merasa sedih.

Nessa sudah menikah.

Kenyataan itu entah kenapa seakan menyayat hatinya. Mampukah ia melihatb wanita yang di cintainya bahagia dengan lelaki lain??

Jonathan bertemu dengan Nessa saat mereka sama-sama sekolah di salah satu sekolah menengah atas di Jogja. Entah apa yang saat itu membuat Jo melirik pada sosok Nessa. Sosok yang saat itu sangat biasa-biasa saja bahkan terkesan tomboy di matanya.

Hubungan mereka berjalan mulus saat itu. Jo begitu mencintai Nessa dan sebaliknya, Nessa juga terlihat sangat mencintai Jonathan.

Hingga akhirnya, Jonathan harus melanjutkan sekolah di luar negri seperti apa yang di perintahkan orang tuanya. Saat itu mereka masih sama-sama saling menghubungi satu sama lain, tapi dengan berjalannya waktu, hubungan mereka terputus begitu saja. Tidak ada komunikasi secara pasti.

Mungkin saat itu Jo cukup lelah dengan hubungan jarak jauh, atau mungkin juga Nessa yang tak sanggup lagi menunggu kembalinya Jo ke sisinya. Akhirnya, hubungan mereka putus, keduanya sama-sama saling menghilang tanpa kabar masing-masing.

Kemudian sekitar satu tahun yang lalu, ketika  Jo pulang dari luar negri dan menemukan kenangannya kembali bersama dengan Nessa.

Ia merindukan gadis itu….

Jo akhirnya memutuskan untuk kembali mencari Nessa.  Mendapatkan wanita itu kembali dan memperistrinya. Selama ia putus dengan Nessa, ia seakan tidak pernah mendapatkan pasangan yang cocok seperti saat menjalin kasih dengan Nessa. Dan Jo mulai berpikir, jika mungkin saja jodohnya adalah seorang Nessa Arriana.

Berbulan-bulan ia mencari sosok tersebut dengan hasil Nol besar. Nessa seakan menghilang dan tidak bisa lagi ia temukan. Jo kemudian memutuskan untuk tinggal dengan kakaknya di jakarta, mungkin saja di sana ia bisa mendapatkan kabar tentang Nessa.

Kemudian harapan itu kembali datang, ketika tiba-tiba sosok yang ia cari seakan datang menemuinya. Nessa menjelma menjadi sosok yang sangat cantik dengan penampilan yang berbeda. Wanita itu terlihat lebih dewasa, lebih kalem, dan entah kenapa ia melihat sosok keibuan pada diri Nessa yang membuat jonathan tak bisa menahan dirinya saat itu.

Ia ingin memiliki seoarang Nessa Arriana lagi….

Tapi seperti terbang ke awan lalu di hempaskan dengan keras, saat ia mendengar kalimat Nessa saat itu.

“Aku sudah terlanjur cinta mati dengan seseorang…. Suamiku sendiri…”

Kalimat Nessa tersebut seakan selalu terngiang di telinga Jonathan, seakan selalu menari-nari dalam pikirannya. Ia tidak suka dan ia tidak bisa menerima kenyataan itu. Nessa hanya boleh di miliki oleh dirinya, dan ia harus bisa merebut Nessa kembali ke sisinya.

‘Bruuuaaakkk…’

Jonathan terkesiap ketika mendengar suara berisik di sebelah kamarnya, Akhirnya ia bangkit dan menuju ke sumber suara tersebut yang ternyata datang dari kamar sang Kakak.

“Kak.. Kakak sudah pulang??” Tanya Jonathan sambil mengetuk pintu kamar kakaknya tersebut. Jo menguping dan terdengar suara tangis dari dalam. Tangis di sertai dengan sedikit jeritan.

Seketika itu juga Jo panik. Kakaknya itu memang sering sekali seperti itu karena dulu sempat depresi karena di putuskan oleh lelaki yang sangat di cintainya.

Dengan sekuat tenaga, Jo mendobrak pintu kamar kakaknya tersebut. Dan mendapati kakaknya itu sedang menangis di lantai dengan banyak sekali pigura-pigura foto yang pecah berserahkan di sebelahnya.

“Kak Erly..” teriak Jo sambil berlari ke arah kakaknya lalu memeluk kakaknya tersebut. “Apa yang terjadi? Kenapa kakak seperti ini lagi??”

“Dia lebih cinta dengan istrinya Jo… Katakan, aku masih kurang apa?? Kenapa dia masih belum mau kembali padaku??” kakaknya tersebut kembali histeris.

Jonathan hanya mampu menenangkan kakaknya tersebut. Kemudian  ia menatap sebuah foto dimana di sana ada Kakaknya dengan seorang lelaki tampan sedang bergandeng mesra.

“Lupakan dia kak… karena saat kita melupakan seseorang, Tuhan akan menggantikannya dengan yang baru.” Ucap Jonathan pada Erly. Secara tidak langsung, Jonathan juga membisikkan kata tersebut pada dirinya sendiri.

Jonathan tersenyum kecut, seakan menertawakan dirinya sendiri. Bagaimana mungkin ia mengatakan hal sebijak itu pada Kakaknya, sedangkan ia sendiri tidak yakin mampu melupakan wanita yang dicintainya karena wanita itu sudah memiliki suami??

***

Nessa masih sibuk memakaikan dasi pada Dhanni sedangkan Dhanni sendiri tidak berhenti menggoda Nessa dengan sesekali menggelitik mesra punggung istrinya tersebut.

“Kak…” Ucap Nessa sambil menatap Dhanni dengan tatapan membunuhnya.

“Aku kangen sayang.”

“Berhenti nggombal.”

“Aku nggak nggombal, aku emang kangen. Sudah lama kita nggak…” Dhanni menggantung kalimatnya.

“Sudah selesai. Ayo keluar.” Ajak Nessa sambil mencoba melarikan diri dari Dhanni.

Tapi kemudian Dhanni dengan sigap meraih tubuh Nessa dalam pelukannya. “Mau kemana sayang..”

“Brandon harus sarapan Kak.”

“Dia belum bangun.”

“Aku akan membangunkannya. Mama sebentar lagi kemari.”

Dhanni mengangkat sebelah alisnya. “Kemari? Untuk apa??”

“Untuk menjemput Brandon, Brandon akan di ajak ke jogja mungkin dua atau tiga minggu, belum pasti juga berapa lamanya.”

Dhanni kemudian menjauhkan dirinya. “Lalu kamu mengijinkannya??”

“Sebenarnya aku melarang, tapi Mama memohon kak, jadi….”

Dhanni sebenarnya tidak suka. Rasa tidak sukanya itu lebih karena rasa khawatir dengan putera pertamanya tersebut. Ia tidak suka Brandon pergi dengan neneknya tanpa dirinya atau Nessa.

“Boleh yaa.. Aku kasian sama Mama kak.. dia sudah memohon.”

Apa boleh buat, Dhanni juga tidak mungkin melarang sang nenek mengajak cucunya sendiri. Tapi kemudian sebuah ide terlintas begitu saja di kepalanya.

“Oke, aku akan mengijinkannya, dengan satu syarat.” Ucap Dhanni kemudian.

“Syarat?? Apa syaratnya??”

“Kamu tidak boleh menolakku nanti malam.” Bisik Dhanni dengan nada sensual tepat di telinga Nessa.

Nessa membulatkan matanya seketika. Astaga.. bagaimana mungkin ia memiliki suami yang super mesum seperti seorang Dhanni Revaldi??

***

Ponsel Nessa seakan tidak berhenti berdering sebelum sang memiliki ponsel tersebut mengangkat teleponnya. Sedangkan Nessa sendiri kini masih sibuk menyuapi Brandon.

“Sayang, siapa yang menelepon?? Berisik sekali.” Gerutu Dhanni yang masih duduk di sofa sambil membaca koran paginya. Ia belum juga berangkat ke kantor karena harus menunggu mertuanya menjemput Brandon.

“Angkat saja Kak, aku sibuk.”

Dengan enggan Dhanni meraih Ponsel Nessa yang berada di meja tepat di hadapannya. Ia mengernyit saat mendapati nomor baru sebagai pemanggilnya.

“Halo..” Ucap Dhanni.

“Halo..!!  Maaf mengganggu, emm Nessa nya ada??” Ekspresi Dhanni mengeras keti ka mendengar suara di seberang. Suara seorang lelaki yang sedang mencari istrinya.

“Ada, ini siapa?”

“Saya Jonathan.”

“Jonathan siapa?”

“Teman sekolah Nessa yang tidak sengaja bertemu lagi dengannya,” ada jeda sebentar lalu suara di seberang tersebut mulai berbicara lagi. “Kalau boleh tau, ini siapa??”

“Saya suaminya.”

“Ohh.. Maaf mengganggu, saya hanya ingin menanyakan sesuatu dengan Nessa.”

“Ya, santai saja. Nessa masih sibuk. nanti bisa telepon lagi.”

“Terimakasih.” Ucap suara di seberang. Kemudian tanpa banyak bicara lagi Dhanni menutup telepon tersebut.

“Siapa Kak??” Tanya Nessa yang sudah selesai menyuapi Brandon.

“Jonathan, teman kamu katanya.” Ucap Dhanni tanpa menunjukkan ekspresi apapun di wajahnya.

Nessa membatu seketika. Astaga.. Untuk apa juga lelaki itu menghubunginya? Dan Dhanni, kenapa ekspresi suaminya itu kini berubah tak terbaca?? Apa yang di pikirkan suaminya itu??

“Aku menyuruhnya telepon lagi nanti.” Ucap Dhanni lagi masih dengan nada datarnya.

“Oh.. Baiklah.” Jawab Nessa sambil membalikkan tubuhnya. Ia ingin menghindar dari hadapan Dhanni. Entah kenapa ekspresi Dhanni yang seperti itu membuatnya enggan berdekatan. Sudah sangat lama ia tidak melihat suaminya memasang ekspresi datar tak terbaca yang membuat hawa di sekirtarnya terasa mencekam.

“Mau kemana?”

Suara Dhanni membuat Nessa menghentikan langkahnya. “Aku mau menyiapkan perlengkapan Brandon.”

“Tidak, kamu hanya mau menghindariku.” Perkataan dhanni sedikit terdengar tak enak di telinga Nessa.

“Menghindar untuk apa?? Aku nggak ngerti apa yang…”

“Siapa Jonathan?”

Pertanyaan Dhanni membuat Nessa menghentikan kalimatnya. Rasa panik langsung menyerangnya begitu saja. Siapa Jonathan?? Tentu saja ia tidak bisa menjawab kalimat suaminya tersebut. Nessa tidak mungkin menjawab jika Jonathan adalah mantan kekasih sekaligus cinta pertamanya, Dhanni bisa membunuhnya jika ia menjawab seperti itu, mengingat sikap suaminya tersebut yang suka seenaknya sendiri. Dan di sisi lain, Nessa tidak mungkin berbohong dan menjawab jika mereka hanya teman, Dhanni tidak akan percaya. Ya, Nessa sangat tau itu. Dan ketika Dhanni tidak percaya, Nessa tau jika Dhanni tidak akan tinggal diam.

 

-TBC-

Gimana lanjutannya yaa..??? hahahhahaha Baver.. baverrrrr……

 

Advertisements

9 thoughts on “The Married Life (Lady killer 2) – Chapter 3 (Siapa Jonathan?)

  1. owalah kakak adek tow erly sama jo.. kalo mreka tau soal dhani dn nessa pasti bakalan bekerja sama buat pisahin mereka #negthing
    dhani ttplah percaya sama nessa.. nessa jg harus percaya sama dhani. kalian harus saling jujur apapun yg keadaannya

    Like

  2. Nah loh akhirnya dhanni tau tuh nessa punya temen jonathan..lagian si jonathan gak ada kerjaan ngehubungin nessa, udah tau nessa udah punya suami..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s