romantis

Passion Of Love – Chapter 1

Skkm

Sang Kupu-kupu Malam

 

*Remake Fansfic korea The passionnate Of Love -banyak mengandung unsur dewasa-

Chapter 1

Fiona masih sibuk menata rambutnya, Saat ini Ia sedang duduk tepat di hadapan meja riasnya. Merias diri secantik mungkin adalah menjadi sebuah keharusan saat Ia akan berangkat kerja.

“Hemmm,,, makin hari kamu makin cantik saja.” Marsha mengagetkan Fiona. Marsha adalah teman seperjuangan Fiona dalam bekerja, mereka pun kini tinggal satu kontrakan.

“Heii… Aku akan selalu cantik sebelum perutku membesar sepertimu.” Canda Fiona sambil menunjuk-nunjuk perut Marsha yang sudah semakin besar.

Yah.. Marsha saat ini memang sedang hamil tua, mungkin sebentar lagi akan melahirkan, lalu dimana suaminya..?? Ia tidak memiliki suami. Marsha dan Fiona bekerja sebagai wanita penghibur di salah satu Club malam di Jakarta. Karena tidak hati-hati dan terlalu mempercayai lelaki yang di anggap sebagai pacarnya itu, Marsha pun hamil. Katika mengetahui kalau Marsha hamil, lelaki itu pun kabur tak lagi menampakkan batang hidungnya.

Marsha menjadi Wanita bayaran saat usianya Delapan belas tahun, Ia melakukannya karena frustasi, kurang kasih sayang dari kedua orang tuanya. padahal orang tuanya dari kalangan yang berada. Di tambah lagi karena dia menjadi korban pelecehan seksual oleh gurunya sendiri sejak masuk SMA hingga lulus. Akhirnya Marsha memilih jalan bebas dengan meninggalkan keluarganya dan mencari kesenangannya sendiri.

Sedangkan Fiona, dia menjadi Wanita bayaran saat berumur 20 tahun, saat itu orang tua angkatnya mempunyai hutang banyak, dan menjadikannya sebuah jaminan pada renternir. Dari seorang renternir Fiona di jual pada seorang Mucikari yang saat ini memperkerjakan dia. Selama bekerja di sana, Fiona tidak mau di gajih, Ia hanya makan dari uang Tip yang di berikan dari para pelanggannya. Sedangkan gajihnya Ia kumpulkan pada sang mucikari untuk menebus kebebasannya kembali. Jika di hitung-hitung permalam dia dapat melayani Dua sampai Empat lelaki, maka jalan menuju kebebasanya hanya kurang sekitar satu tahun lagi. Dia ingin terbebas dari dunia malam.

“Dasar gadis busuk,” umpat Marsha, “Heii… Apa Kamu ingin sepertiku..?? Setidaknya kalau kamu ingin seperti ini pastikan punya suami dulu.”

“Ya.. Baiklah..” Jawab Fiona dengan malas, kelihatannya Marsha memang sering menasehati Fiona. “Kak.. Apa benar Kak Marsha nggak apa-apa kalau ku tinggal sendiri??? Aku takut terjadi sesuatu pada Kak Marsha.” Kata Fiona cemas, mereka memang sudah seperti adik kakak, saling melengkapi satu ssama lain.

“Haiisshh Kamu apaan sih.. Aku adalah calon Ibu yang kuat.”

“Beneran??” Tanya Fiona dengan nada meledek.

“Dasar gadis busuk..” Marsha menyentil kening Fiona sambil tertawa. Sedangkan Fiona hanya bisa meringis kesakitan. “Ingat selalu pakai pengaman.” Lanjut Marsha sambil meninggalkan Fiona.

Tapi baru beberap langkah meninggalkan Fiona, Marsha berteriak kesakitan sambil memegangi perutnya. Seketika itu juga Fiona terkesiap, Ia langsung menghampiri Marsha dan melihat ada sesuatu yang menggenang di antara kedua paha Marsha.

Itu darah..

Fiona bingung harus berbuat apa, karena ini pengalaman pertamanya dengan wanita hamil. “Kak.. Tenang dulu.. Tarik nafas,, keluarkan,, Tarik lagi.. keluarkan.” Marsha mengikuti perintah dari Fiona, “Kak, Sebentar, Aku akan cari bantuan.” Fiona pun akhirnya lari meninggalkan Marsha sendirian.

“Hei… Fi… Kamu mau keman?” teriakan Marsha pun tidak di gubrisnya. “Dasar gadis bodoh, memangnya dia mau minta tolong sama siapa malam-malam seperti ini..” Gerutu Marsha.

***

Hari ini adalah Hari yang sangat melelahkan untuk seorang Benny Andrean, masalah di perusahaan sangat menumpuk, walaupun Ia lembur selama seminggu berturut-urut pun mungkin belum bisa menyelesaikan masalah di kantornya. Ia ingin cepat-cepat pulang, mandi air hangat lalu tidur. Ia benar-benar sudah sangat kelelahan.

Sebenarnya semua itu sudah mulai membosankan, sudah sebulan lamanya Ben sama sekali belum berhubungan seks dengan seorang wanita pun. Lagi-lagi di karenakan pekerjaan yang menumpuk. Ia tidak sempat mengunjungi mereka-mereka yang sering Ia tiduri. Setelah bekerja, Ben lelah dan memilih untuk tidur, Ia bahkan tidak nafsu untuk sekedar memikirkan hal ‘itu’ selama sebulan terakhir saking sibuknya. Dan kini, Ia butuh sebuah pelepasan. Saat Ben melamunkan hari-hari nya, tiba-tiba…

Criiiiiiiiiiitttttttttt

Ben merasakan Pak Roni, Supirnya itu menekan rem dengan mendadak hingga Ben merasakan kepalanya membentur kursi kemudi yang ada di depannya.

“Pak, Ada apa ini??” teriak Ben pada supirnya tersebut sambil memegangi dahinya yang tadi terbentur.

“Maaf tuan muda… ituu…” Pak Roni tidak bisa menjawab, dia hanya menunjuk ke depan. Ben pun kemudian memandang pemandangan di depan matanya dengan heran. Seorang Wanita tengah berdiri merenggangkan kedua tangannya seakan menghadang mobil yang sedang di tumpanginya.

“Mau apa dia berdiri di situ..” Tanya Ben dengan nada herannya.

Pak Roni, lalu membuka kaca mobil, mengeluarkan kepalanya dan meneriaki wanita itu. “Mbak.. Mbak mau apa di situ??”

Ben kemudian melihat wanita itu mendekati kaca tepat di sebelah kaca kemudi.

“Maaf Pak, Apa saya boleh minta tolong.. Tolong saya dan teman saya Pak.” Wanita itupun setengah merengek pada Pak Roni

“Maaf Mbak, saya juga lagi sibuk.”

“Pak, Saya mohon,, teman saya mau melahirkan.. tolonglah Pak.” Wanita itu lagi-lagi merengek, mulai mengeluarkan air matanya. Senjata ampuh bagi kaum hawa.

“Bagaimana ini Tuan muda.. apa yang harus saya lakukan..?” Pak Roni bertanya pada Ben sambil menoleh kebelakang.

Belum sempat Ben menjawab, tiba-tiba kaca di sampingnya di ketuk-ketuk oleh seseorang dari luar. Dialah wanita tersebut.

Di bukanya kaca tepat di sebelahnya, Dan Ben pun melihat wanita tersebut. Yang terlintas dalam pikirannya adalah ‘Sial..!! Wanita itu sangat panas.. Panas dan Seksi.’ Parasnya cantik rupawan, rambutnya di cat pirang, dadanya penuh dan besar, pantatnya terlihat bulat, perutnya Rata. Wanita itu mengenakan mini dress yang sangat ketat dan jauh diatas lututnya. Membuat lekuk tubuhnya terexpose semua. Ben hanya bisa menelan ludahnya dengan susah payah.

Ben merasakan gairah mulai tumbuh untuk wanita di hadapannya tersebut. Semua yang di bawah sana sudah mulai mengeras. Ben ingin.. ingin ‘melakukannya’ dengan wanita itu.. Ben ingin memilikinya…

“Maaf tuan muda, bisakah anda memberikan kami tumpangan ke rumah sakit terdekat..?? teman saya mau melahirkan. Mohon bantuan anda.” Wanita itu memohon pada Ben dengan nada sopannya.

Ben tercekat, rasanya susah untuk menelan ludah, sangat susah untuk mengalihkan pandangan dari tubuh wanita itu. “Tuan.. maaf…” wanita itu menyadarkannya dari lamunan.

“Baiklah, bawa temanmu ke sini..” Ucap Ben sedingin mungkin.

“Terimakasih….” Kata wanita itu sambil membungkuk-bungkukkan tubuhnya. Lalu dia berlari masuk dalam Gang di sebelah jalan. Ben melihat wanita itu tanpa mengedipkan matanya. Tak berapa lama Wanita itu kembali dengan membimbing seseorang wanita yang sedang meringis kesakitan, Ben keluar dari mobil, Di lihatnyaa Pak Roni ikut membantu wanita itu menuntun temannya. Kini, Ben duduk di kursi depan, dan mereka duduk di belakang.

“Kak.. tahan ya.. Kamu harus bisa menahannya..” Ben mendengar wanita itu memberi semangat pada temannya. Wanita itu terlihat sangat panik. Entah kenapa selama perjalannan ke rumah sakit Ben tak bisa mengalihkan pandangannya dari wanita itu.

***

Sesampainya di rumah sakit…

Wanita itu langsung berteriak-teriak panik meminta pertolong pada paramedis. Ben masih saja belum bisa melepaskan pandangannya dari wanita terebut. Ben baru sadar jika sejak tadi Wanita itu bertelanjang kaki, apa Wanita itu tidak kedinginan..?? rambut pirangnya sedikit berantakan, dan itu membuatnya terlihat semakin Seksi dan menggoda untuk Ben.

“Tuan muda, apa kita akan pulang atau menunggu mereka..?” Pak Roni bertanya pada atasannya setelah mereka masuk kedalam rumah sakit.

“Pak Roni pulang dulu saja, Saya akan menunggu di sini.” Ucapnya datar dan singkat.

“Tapi tuan, ini kan sudah bukan urusan kita lagi.” kata-kata Pak Roni memang benar, ini sudah bukan urusan mereka lagi. Tapi Ben juga tidak tau, kenapa rasanya Ia ingin menemani wanita itu lebih lama lagi.

“Ini masih urusanku, Pak Roni pulang saja dulu..” Ucap Ben yang tak mau di bantah.

Pak Roni pun membungkukkan badannya pada Ben, lalu memohon diri untuk pulang. Setelah Pak Roni pergi, Ben lekas berlari ke dalam IGD. Dilihatnya wanita itu di sebelah pintu IGD dengan wajah paniknya, Wanita itu sedikit menangis sembari berjalan bolak-balik.

“Kamu nggak apa-apa..?” Tanya Ben sambil menghampiri wanita tersebut.

Ben melihat Wanita itu terkejut melihat keberadaannya di sana. “Ohh.. Tuan,, Anda masih di sini. Terimakasih…. Terimakasih Tuan…” kata wanita itu berkali-kali sambil membungkuk-bungkukkan tubuhnya.

“Kelihatanya Kamu cemas sekali.”

“Ini pertama kalinya Saya mengalami hal ini. Kata dokter ada kesalahan dalam proses melahirkannya, dia mengalami pendarahan..” kata wanita itu sambil meneteskan Air matanya.

“Kenapa kamu tidak menelepon suaminya, harusnya dia yang berada disini saat ini.”

“Kak Marsha tidak punya suami.”

Ben terkejut dengan jawaban wanita tersebut, matanya bahkan sampai terbelalak.

“Tuan, Anda tidak lihat pakaianku seperti ini,, yahh,, kami bukan wanita baik-baik.” Katan wanita itu sambil menundukkan kepalanya,

Ben tercenung mendengar ucapan wanita tersebut. Bukan Wanita baik-baik?? Bagus. Itu tandanya Ia bisa dengan mudah memiliki wanita di hadapannya kini tanpa sedikitpun pemaksaan. Bukankah itu tujuannya menemani wanita itu di sini?? Pikir Ben dalam hati ambil sedikit menyunggingkan sebuah ssenyuman miringya.

***

Entah kenapa Fiona benar-benar sangat malu mengakui hal itu pada lelaki di hadapannya kini.. selama lima tahun Ia melakukan pekerjaan menjijikkan seperti itu, Fiona tak pernah malu menyebutkan bahwa Ia seorang pelacur, Seorang wanita bayaran, tapi entah kenapa malam ini, di hadapan lelaki itu, untuk pertama kalinya Ia malu dan menyesal dengan semua keadaan yang terjadi pada hidupnya.

Tiba-tiba dokter membuka pintu IGD, Fiona mengernyit, secepat itukah Marsha melahirkan..?? bahkan Ia tidak mendengar ada tangis bayi. Apa bayinya selamat..?? apa Marsha selamat..?? Fiona takut… takut di tinggal sendirian…

“Walinya…??” Tanya dokter.

“Sa.. saya dok..” jawab Fiona dengan gemetaran.

“Dia tak bisa melahirkan dengan Nomal, kita harus segera melakukan Operasi untuknya. Dia kehilangan banyak darah, kami butuh darah yang sama AB negative, darah itu sedang kosong dalam persediaan kami.” Kata dokter itu panjang lebar. Fiona merasakan Kakinya lemas, hampir saja Ia terjatuh, namun Lelaki di hadapannya itu merainya dalam pelukannya.

“Kenapa..?? Kamu nggak apa-apa kan..?” Tanya Lelaki itu masih dengan raut wajah yang dingin.

“Gimana ini… Apa yang harus ku lakukan???” hanya itu yang bisa di ucapkan oleh Fiona sambil menangis, Ia tidak bisa menahan air matanya lagi. Operasi…??? Memangnya Ia bisa bayar..?? sedangkan kalu tidak di bayar dulu, Marsha tidak akan di operasi, itu aturan hampir di semua rumah sakit di negri ini. Belum lagi golongan darah Marsha yang sangat langkah.. Ia harus bagaimana…???

“Tenanglah.. Aku akan mengurus semuanya.” Kata lelaki itu mengagetkan Fiona. Fiona memandangnya dengan tatapan terkejutnya.

“Masalah biaya, aku akan urus, dan masalah darah, darahku juga ABnegativ, aku akan donorkan darah untuknya.” Lanjut lelaki itu masih dengan ekspresi datarnya.

Fiona merasakan perasaannya sulit sekali di gambarkan. Lega, heran, khawatir, Curiga. Apa yang di lakukan lelaki itu.?? apa yang di inginkannya. Mereka tidak saling kenal tapi kenapa Lelaki itu mau membantunya??? Pikir Fiona dalam hati.

-TBC-

Advertisements

5 thoughts on “Passion Of Love – Chapter 1

  1. Wah si ben udah mupeng banget liat fiona, fiona harus lebih hati”, dengan posisinya yg terjepit bisa bikin ben melakukan apa aja..moga ben benar” tulus menyelamatkan marsha..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s