romantis

The Married Life (Lady Killer 2) – Chapter 1 (Bertemu Kembali)

TLK2

The Married Life (Lady Killer 2)

 

Chapter  1

-Bertemu Kembali-

 

Dhanni tak bisa menghilangkan senyuman di wajahnya lagi ketika keluar dari sebuah ruang Spesialis dokter kandungan. Ternyata Nessa benar-benar hamil. Dan Dirinya akan memiliki seorang bayi mungil lagi, buah cintanya dari seorang Nessa Arriana.

“Kak, Apa nggak sebaiknya kita pindah ke rumah Mama saja?” Tanya Nessa yaang saat ini sudah duduk tepat di sebelah Dhanni sambil memangku Brandon di pangkuannya yang sedang asik tertidur pulas.

“Enggak, Kita harus mandiri sayang..” Ucap Dhanni kemudian.

“Tapi Aku takut nanti tubuhku sering lelah, sama seperti saat hamil Brandon dulu.”

“Tenang sayang, aku akan menjadi suami siaga.”

“Gimana caranya coba??”

“Aku akan pulang setiap jam makan siang, jam dua aku akan kembali ke kantor dan pulang lagi saat Jam Setengah lima.”

“Itu pemborosan waktu Kak..”

“Biarlah, Aku ingin selalu dekat dengan kalian sayang..”

“Dasar tukang nggombal.” Gerutu Nessa. “Kita belanja yuk Kak.. Kebutuhan rumah sudah habis..”

“Oke Boss..”

Akhirnya Dhanni melajukan mobilnya menuju salah satu pusat perbelanjaan yang tidak jauh dari rumah sakit tempat memeriksakan keadaan Nessa tadi.

***

Mereka memilih-milih barang belanjaan. Dhanni sibuk sekali menggendong Brandon yang benar-benar nakal. Brandon seakan tidak bisa berhenti bergerak, ingin meminta ini dan itu. Sedangkan Nessa masih sibuk memilih-milih barang belanjaan yang akan di belinya.

“Sayang… Brandon nakal sekali.” Ucap Dhanni yang kewalahan dengaan tingkah Brandon.

“Kamu bisa mengajaknya ke Area bermain sebentar Kak.. Aku benar-benar sibuk memngingat barang apa yang sudah habis di rumah.”

Dhanni hanya menggelengkan kepalanya. Ya, Istrinya itu memang seorng yang pelupa. Kenapa juga tadi tidak mencatat apa saja yang mereka butuhkan dari pada harus mengingat-ingat apa yang di butuhkan.

Akhirnya Dhanni pun pergi. Mengajak Brandon ke area bermain yang memang bersebelahan dengan supermarket tersebut. Banyak mata yang tertuju padanya. Tentu saja, seorang Lelaki tampan dan keren berjalan sendiri dengan menggendong seorang balita, Astaga… beberapa SPG bahkan secaraa terang-terangan menyapanya, seakan mengagumi ketampanan dari Brandon puteranya.

“Mama mu akan ku hukum setelah ini.” Ucap Dhanni pada Brandon. Dhanni kemudian mengajak Brandon bermain-main di area permainan tersebut tanpa mempedulikan banyak mata yang menuju ke arahnya.

Tak lama, tiba-tiba sebuah tangan menepuk pundaknya. Membuat Dhanni menolehkan kepalanya kepada si pemilik tangan tersebut.

Dia adalah Maria.. siapa lagi jika bukan mantan kekasihnya dulu.

“Dhan.. Nggak nyangka Aku ketemu kamu di sini.”

“Hei.. Sedang apa?? Kenapa bisa di sini??” tanya Dhanni pada Maria.

“Aku lagi ngantar keponakanku. Dia baru datang dari surabaya, jadi ku ajak main ke sini. Kamu sendiri sedang apa di sini??”

“Lihat aja aku sedang apa.” Ucap Dhanni sambil melirik ke arah bocah balita yang sedang asik menaiki mainan di sebelahnya.

Maria tertawa. “Nggak nyangka Kamu sudah jadi bapak-bapak.”

“Ya, seperti ini lah.”

“Dhan.. Aku kangen..”

Dua kata dari Maria benar-benar membuat Dhanni membulatkan matanya. “Yang benar saja Mar.. Aku sudah punya istri.. jangan ngaco kalau ngomong.” Ucap Dhanni sambil tertawa lebar.

“Aku melihatmu sendiri, tidak dengan istrimu.”

“Itu karena aku di sini.” Ucap Nessa yang sudah berdiri tak jauh dari Dhanni dan Maria.

Dhanni dan Maria yang berada di sana akhirnya menolehkan kepalanya pada Nessa. Nessa tampak berdiri dengan cantiknya membawa beberapa barang belanjaannya.

“Hai sayang.. Sudah selesai belanjanya.”

Dengan manja Nessa bergelayut mesra di lengan Dhanni. “Iya sayang, Astaga.. capek sekali.” Ucap Nessa dengan nada yang di buat-buat. Maria benar-benar terlihat kesal saat melihat pemandangan di hadapannya tersebut, sedangkan Dhanni benar-benar tak dapat menahan senyumnya melihat kelakuan Nessa yang baginya menunjukkan jika wanita yang sedang merangkul lengannya kini sedang cemburu.

“Kalau gitu Aku balik dulu Dhan..” Ucap Maria sambil membalikkan badannya.

“Kak Maria kok buru-buru.”

“Aku lagi sibuk.” Ucap Maria dengan ketus ke arah Nessa. Lalu wanita itu pergi begitu saja meninggalkan Dhanni dan Nessa yang sibuk menertawakannya.

Nessa berhenti tertawa dan memicingkan matanya ke arah Dhanni. “Kenapa ikut tertawa??” Tanya Nessa dengan nada yang di buatnya seperti orang yang sedang marah.

“Aku menertawakan dia.”

“Bohong.”

Lalu Dhanni kembali meledakkan tawanya saat melihat istrinya tersebut seperti orang yang sedang merajuk. “Kamu lucu sayang.”

“Apanya yang lucu??”

“Kamu benar-benar terlihat seperti orang yang sedang cemburu.”

“Tentu saja aku cemburu saat melihat suamiku sedang di goda oleh mantannya.”

“Ayolah sayang.. Dia hanya menyapa. Tanyakan saja pada Brandon. Bukan begitu sayang??” Dhanni bertanya pada Brandon, sedangkan Brandon sendiri masih sibuk dengan mainannya.

“Bilang saja kalau mau mengelak.” Gerutu Nessa.

Sedangkan Dhanni sendiri masih belum berhenti menyunggingkan senyumannya. Dhanni sangat tau jika Nessa tidak akan berhenti menggerutu. Semakin dirinya menjelaskan, wanita di hadapannya itu pasti semakin menyerangnya.

“Oke, sudah semua kan belanjaannya, kita pulang ya, Kamu nggak boleh kecapean.”

Nessa hanya menganggukkan kepalanya, sedangkan wajahnya masih menyiratkan rasa kekesalan pada Dhanni. Akhirnya mereka semua memutuskan untuk kembali pulang.

***

“Ness.. jangan marah dong, Kak Dhanni kan Cuma bersikap baik saja sama Maria..” Ucap Dhanni yang masih konsentrasi mengemudikan mobilnya. Dhanni benar-benar tidak nyaman dengan diamnya Nessa, Ia lebih suka dimarahi atau di jewer Nessa dari pada harus di diami seperti saat ini.

“Aku nggak marah kok.”

“Tapi Kamu diam sejak tadi.”

“Orang Diam bukan berarti marah Kak.”

“Kalau Kamu nggak Marah aku butuh bukti.” Ucap Dhanni kemudian.

“Bukti Apa??”

“Sun aku dulu.” Ucap Dhanni sambil menyodorkan pipinya.

“Enggak Ahhh.. ngapain..”

“Tuh kan.. itu tandanya kamu marah, Ayo Sun dulu, baru aku percaya kalau kamu nggak marah.” Ucap Dhanni masih dengan menyodorkan pipinya lebih dekat ke arah Nessa.

Nessa sendiri kemudian tersenyum melihat kelakuan sang suami tersebut. Secepat kilat Nessa mendaratkan kecupan singkatnya pada pipi Dhanni dan itu membuat Dhanni tak dapat menahan senyumannya.

“Terimakasih sayang..” Ucap Dhanni dengan nada menggodanya.

“Lain kali jangan di ulangi lagi. Aku benar-benar tidak suka melihat Kak Dhanni sok ramah dengan wanita lain.”

Dhanni tersenyum. Rupanya sikap manja Nessa saat hamil Brandon dulu akan terulang lagi. Nessa tidak pernah secemburu ini ketika melihatnya bersama dengan wanita lain. Ini pasti ada hubungaannya dengan hormon kehamilan yang membuat Nessa gampang sekali tersulut emosinya.

“Iya.. aku janji.” Dan Dhanni hanya bisa mengalah seperti biasanya.

“Kak.. Memangnya Kak Renno sudah pulang sejak lama??” Tanya Nessa kemudian.

“Kenapa tiba-tiba tanya tentang Renno??”

“Enggak ku pikir ada yang aneh saja dengannya dan wanita yang tempo hari bertemu kita di depan Apotek.”

“Renno sudah balik sekitar tiga bulan yang lalu. Entah lah, dia memang aneh. Dia juga nggak tinggaal di rumahnya sendiri, dia lebih memilih tinggal di Apartemen Ramma.”

Nessa menganggukkan kepalanya. Apa perubahan Renno ada hubungannya dengan dirinya?? Ahhh tentu saja tidak, itu masa lalu, Sudah sekitar Tiga tahun yang lalu. Nessa bahkan sudah menghilangkan perasaannya tersebut pada Renno. Kini di hatinya hanya ada Dhanni, sang suami seorang.

“Kenapa tiba-tiba tanya tentang Renno?? Kamu masih suka dengannya??”

“Kak Dhanni cemburu ya kalau aku bertanya tentang Kak Renno??”

“Tentu saja, bagaimanapun juga kalian pernah menjalin suatu hubungan, jadi tidak salah kalau aku cemburu denganya.”

Nessa mencubit gemas pipi suaminya tersebut. “Aku nggak akan mungkin suka sama Kak Renno, Kak. Bagiku Cuma Kak Dhanni yang saat ini mengisi hatiku.”

Dhanni tersenyum miring. “Awas ya kalau bohong nanti ku gigit.”

“Aku nggak bohong.”

Dhanni tertawa melihat Nessa yang merajuk. “Yaa.. Aku tau itu sayang..” Ucap Dhanni sambil mengusap lembut rambut milik Nessa.

****

Dhanni ini sedang sibuk mengurus beberapa berkas di meja kerjanya.  Meta, Sekertaris lamanya sudah sejak dua hari yang lalu melakukan Cutihamil , sedangkan dirinya belum juga mendapatkan sekertaris yang baru. Ahhh sial!! Padahal Ia harus menepati janji pada Nessa jika dirinya harus pulang setiap jam makan siang.

Dhanni kemudian mendengar pintu di ketuk. “Masuk..” Tanpa menoleh sedikitpun Dhanni menyuarakan perintah tersebut.

Akhirnya pintu itu pun di buka dan masuklah sosok cantik dengan pakaian seksinya. Berdiri tepat di depan meja kerja Dhanni.

“Selamat pagi Pak, Saya Erlyta, Sekertaris pribadi baru bapak yang di tugaskan untuk menggantikan posisi Ibu Meta, Sekertaris lama bapak yaang sedang cuti hamil.”

Mendengar suara itu sekaligus nama itu di sebutkan, Dhanni mengangkat wajahnya. Dan matanya tepat menangkap sosok Wanita cantik dengan tubuh seksi di hadapannya tersebut.

“Kamu..”

“Ya.. Aku Dhan..”

Dhanni membulatkan matanya seketika. Erly… Kenapa bisa Erly di sini?? Menjadi sekertaris barunya??

***

Dhanni masih tidak bisa berhenti menatap sosok yang duduk santai di hadapannya tersebut. Namanya Erlyta paraswati. Tentu saja Dhanni sangat mengenal sosok tersebut. Erly adalah salah satu wanita yang dulu pernah singgah di hati Dhanni dan di campakannya begitu saja seperti wanita-wanita lainnya.

Yang menjadi pertanyaan adalah, kenapa Erly kembali menemuinya?? Menjadi sekertaris pribadi barunya?? Setau Dhanni, Erly adalah termasuk anak orang kaya.

“Kenapa menatapku seperti itu?? Kamu terkejut dengan penampilan baruku?” Tanya Erly dengan wajah yang senagaja di dekatkan pada Dhanni.

Dhanni menggelengkan kepalanya. Jika boleh jujur, Dhanni memang mengagumi perubahan yang terjadi pada diri Erly. Wanita di hadapannya tersebut tampak Cantik dan Modis. Sangat berbeda dengan Erly yang dulu yang selalu terlihat biasa-biasa saja walau sebenarnya Dia dari kalangan orang kaya.

“Di mataku kamu masih tetap sama Er.. Kenapa kamu bisa kerja di tempatku??” Tnay Dhanni langsung tanpa banyak banyak basa-basi lagi.

“Memangnya ada larangan khusus kalau aku tidak di perbolehkan kerja di perusahaanmu??”

Lagi-lagi Dhanni menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. “Bukan Karena itu, tapi ku pikir Kamu tidak akan bekerja di tempat lain saat kamu sendiri memiliki perusahaan yang tak kalah besarnya. Bukankah begitu?? Lalu Apa yang membuatmu bekerja di tempatku??” Ttanya Dhanni lagi kali ini dengan suara yang di buatnya setajam mungkin, seakan mengintimidasi siapapun yang mendengarnya.

Dengan santai Erly mendekatkan wajahnya pada Dhanni lalu berkata dengan nada yang di buatnya selembut mungkin di sana. “Aku hanya ingin merebut apa yang dulu menjadi milikku.”

Dan ketika kalimat tersebut di ucapkan, Dhanni tau jika Erly akan menjadi masalah untuknya. Bagaimana pun juga, melawan seorang wanita yang sedang tersakiti itu butuh kehati-hatian. Dhanni tau jika Erly sangat tersakiti dengan ulahnya dulu. Mencampakn wanita itu begitu saja, padahal wanita itu tulus mencintainya. Tapi bagaimana lagi, Cinta Dhanni hanya untuk Nessa seorang  sejak dulu, dan Dhanni tak ingin membagi hatinya untuk wanita lain.

Akhirnya di campakanlah Wanita-wanita seperti Erly dan banyak lagi lainnya. Hanya saja, Dhanni masih tak habis pikir, kejadian itu sudah terjadi beberapa tahun yang lalu, Apa wanita-wanita itu masih menyimpan rasa sakit hati padanya?? Jika Iya, Dhanni benar-benar harus berhati-hati. Karena ia tau, bagaimana bahayanya melawan wanita yang sedang sakit hati.

-TBC-

nahhh Lady killer 2 ini akan menggeser my brother yaa… jadi aku udah memutuskan akan update lady killer 2 ini dulu beriringan dengan My young Wife… untuk my young wife sendiri akan update besok sore atau malam yaa… selamat menunggu…

Advertisements

4 thoughts on “The Married Life (Lady Killer 2) – Chapter 1 (Bertemu Kembali)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s