romantis

The Big Family – The Bad Boys vs The Soulmate (Special Thanks)

Untitled-1

The Big Family (The Bad Boys Vs The Soulmate)

 

Kamera itu menyala, lalu menampilkn sosok tampan dengan garis wajah Kokohnya..

“Halo… Kalian masih ingat aku kan?? Awas kalau lupa..” Ucap Sosok tersebut lengkap dengan senyuman Khasnya.

Kemudian Kamera tersebut terlihat sedang di rebut seseorang dan oreng tersebut mengarahkan Kamera pada dirinya sendiri. Tampak Wanita cantik dengan tubuh seksinya dan juga senyuman mempesonanya.

“Aisshhh.. Kak Dhanni, Ayo kenalan dulu, siapa tau mereka belum mengenal kita.” Ucap wanita tersebut.

“Oke.. Oke…” Lelaki tadi terlihat mengalah. Kamera lalu di hadapkan kembali pada Lelaki tersebut. Dengan tersenyum hangat,, Lelaki tersebut pun menyapa ke arah kamera.

“Halo.. Aku Dhanni Revaldi, kalau kalian pernah membaca Novel The Lady Killer Karya Author sama dengan Novel ini, Pasti kalian sudah mengenalku, Secara Aku Lelaki yang paling tampan dan Cool Ciptaan Author Zenny.. hahhaha”  ucap lelaki tersebut dengan percaya dirinya lengkap dengan tawa lebarnya.

“Issshh dasar kepede an.” Ucap Wanita di sebelahnya. “Halo.. Aku Nessa Arriana, Orang paling Apes yang menjadi pasangannya Kak Dhanni.” Wanita yang mengaku bernama Nessa itu pun akhirnya terkikik Geli.

“Apes? Ayolah sayang… Jangan menejelek-jelekkanku seperti itu, bahkan Author pencipta kita pun mengakui jika aku adalah Cinta pertamanya di antara sosok-sosok yang di ciptakannya.”

“Ya.. elah Kak… Itu mah karena Author kita aja yang lebbay, lagian wajar ding Kak Dhanni Jadi  Cinta pertama Author, secara Kita adalah karya pertamaa beliau..”

“Kalian sedang meributkan apa sih??” Kali ini suara lelaki lain datang dari arah pintu masuk. Kamera akhirnyaa mengarah pada lelaki tersebut. Tampak sosok yang tampan dengan wajah kalemnya. Itu Renno Handoyo.

“Kak Renno, Sini deh.. kita sedang membuat dokumentasi.” Ajak Nessa,

Renno mengangkat sebelah alisnya, ia lalu menoleh ke belakang sambil sedikit berteriak. “Sayang.. Ayo sini, Dhanni dan Nessa sedang membuat video dokumentasi.”

Kemudian munculah sosok cantik nan anggun tepat di belakang Renno, Dia Allea. “Wah.. dokumentasi untuk apa?”

“Untuk Author dan para readers tersayang kita..” Ucap Nessa sambil terkikik.

“Hemm… tadi enakan hanya kita berduaa, kenapa ngajak mereka sih??” Ucap Dhanni dengan nada Cuek nya.

“Astaga.. Lo serakah banget sih Dhan.. mentang-mentang Fans nya banyak, Di plagiat berkali- kali, di bikinkan Season dua lagi sama Authornya.” Gerutu Renno.

Dhanni tertawa lebar ke arah Kamera. “Ahh yaa.. mumpung kalian melihatku, Aku ingin mengucapkan sesuatu pada kalian, jangan lupa nanti nantikan Kisah keduaku, Judulnya masih sama, ‘The Lady killer 2 –The Married Life-‘.. “

“Malah Promosi lagi nih Anak.” Gerutu Renno. Renno lalu merampas paksa kamera yang di genggam Dhanni kemudian mengarahkan kamera tersebut pada wajahnya sendiri.

“Halo Readers.. masih ingat Aku?? Awas kalo Lupa,” renno mulai menyapa. “bagaimana.,?? Because it’s You cukup menghibur kalian kan?? Setidaknya cerita itu lebih bagus dari pada The Lady Killer kan???” Ejek Renno.

“Heiii.. enak saja, The lady killer yang paling bagus.” Dhanni bersungut-sungut.

“Alahhh.. Kalian jelek semua, yang paling bagus itu My Everything.” Suara lantang memaksa Dhanni Renno Nessa Dan Allea menoleh ke belakang mereka, tepat di dekat pintu terdapat Sosok yang tampan dengan wanita cantik di sebelahnya.

“Sialan Lo Ram.. Cerita Lo yang paling banyak Kritikan.”Ucap Renno dengan nada mengejek. Dan meledaklah tawa semua orang yang ada di dalam ruangan tersebut..

Lalu Dengan sanatainya Ramma merampas kamera yang berada di tangan Renno. “Halo para Readers apa lagi Readers yang Jones?? Masih ingat Aku kan?? Yaa Aku bad boys yang paling buruk di antara kami bertiga, ramma Aditya, Hahhahaha”

“Nggak usah gitu juga kali Mas..” Ucap Wanita cantik tepat di sebelahnya yang bernama Shasha.

“Ayolah sayang.. kamu jangan cemburu, kita Cuma seru-seruan aja kok.” Kata Ramma pada Shasha. Lalu ramma kembali menatap ke arah Kamera. “Bagaimana My Everything??  Apa sudah cukup Hot?? Hahahah Sorry karena Aku terlalu banyak mengumpat di cerita itu, tapi ya begini lah aku yang sebenarnya. Hahhahahha”

“Heii.. ternyata para orang tua ada di sana.” Siuara tengil itu memaksa menua yang berada di dalam ruangan tersebut menoleh ke Arah pintu. Ternyata di sana sudah ada segerombolan anak muda dengan pasangannya masing-masing. Brandon-Alisha, Reynald-Clara, dan juga Aaron-Bella.

“Dasar Bocah tengil, Kita jadi orang tua kan hanya di novel, ingat, semua sudah tamat, kita seumuran.” Sembur dhanni pada Aaron. Dan semuanya tertawa.

Aaron kemudian meminta kamera yang berada di tangan dhanni, Ia kemudian mengarahkan Kamera ke arah dirinya sendiri.

“Halo.. Aku Aaron, Kalian biasa memanggilku si tengil bukan?? Ohh tapi kalian salah, Aku nggak se tengil yang di tulis Author kok.. hahhahaha” Aaron kemudian mengarahkan Kamera ke arah Wanita di sebelahnya. “Ini Issabella Aditya, Si Putri dingin. Untung saja aku berjodoh sama dia hanya di novel, kaloi di dunia nyata, aku mau sama Authornya aja. Hahhahaha “

Aaron mendapat hadiah jeweran di telinganya dari Bella. “Dasar, memangnya siapa yang duluan suka..?? Awas yaa.. nanti malam nggak ada jatah.” Gerutu Bella.

“Jangan gitu dong sayang, Aku Cuma bercanda.”

Kemudian saat aaron sedang sibuk bertengkar dengan Bella, Kamera di rampas Oleh Reynald.

“Halo.. masih ingat Aku?? Kalian biasa memanggilku Bang Rey..” Reynald tersenyum lalu melanjutkan kalimatnya. “Terimakasih uantuk yang sudah ngasih dukunyan berima Like dan Coment untuk Cerita That Arrogant Princess, mengingat cerita itu sedikit fenomenal saat penggarapannya. Hahhahaha”.

“To the point aja, nggak usah basa basi.” Wanita di sebelah reynald akhirnya ikut menyela dengan nada angkuh khas nya.

“Aisshhh jangan cemberut gitu dong sayang, Ayoo sapa para Readers..” Reynald merayu Clara, sedangkan Clara masih memalingkan wajahnya. “Kamu mau di cap sombong lagi sama mereka??” Tanya Reynald pada Clara.

“Mereka sudah tau siapa aku, untung aja Author nggak kasih lihat Fotoku saat masih kecil, kalo itu terjadi, aku nggak mau lagi lanjutin That Arrogant princess kemarin.” Clara masih menggerutu lengkap dengan bibir manyunnya.

“Astaga.. Wanita ini kalau nggak di gigit pasti nggak akan baikan Moodnya…” Ucap Reynald, dan pada saat itu Reynald memberikan kameranya pada sosok tampan di sebelahnya.

“Halo Readers… Ingat Aku?? Yaa Aku abang paling mesum yang di ciptakan Author Zenny, Siapa lagi jika bukan Bang Brandon si tukang cium sembarangan.. hahahhaha” Ucap Brandon sambil melirik ke arah Alisha di sebelahnya, sedangkan Alisha hanya tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“Dasar nggak tau malu..” Ucap Alisha pada Brandon.

“Kamu seperti ayahmu Brand.. “ kata Ramma mengejek.

“Setidaknya aku nggak seperti Om ramma… hahahhaha” dan meledaklah semua yang berada di dalam ruangan tersebut.

“Sialann..Bocah ini..!!” Umpat Ramma yang langsung mendapat cubitan dari Shasha.

“Sudah.. sudah… Sini Kameranya…” ucap Dhanni, Lalu Brandon memberikan kamera tersebut pada Dhanni.

“Halo Readers… Kami di sini mewakili Author untuk mengucapkan banyak terimakasih atas sambutan hangatnya terhadap cerita-cerita yang di buat oleh Author tentang kisah cinta kami…” ucap Dhanni sambil sesekali mengarahkan kamera pada masing-masing pasangan yang berada di dalam ruangan tersebut..

Kamera tersebut berhenti pada Renno dan Allea . “mungkin cerita kami memang sudah tamat, Atau mungkin suatu saat terhapus, atau terlupakan oleh kalian, tapi setidaknya kami berterima kasih, karena kalian sempat menyisihkan sebagian kecil tempat di hati kalian untuk meresapi setiap kisah dari kami.” Ucap Renno dengan  senyuman mempesonanya.

“Dan kami tau, Kisah kami masih banyak sekali kekurangan, Karena memang author yang menciptakan kami masih dalam proses belajar, Lagi pula, Bukankah tak ada yang sempurna di dunia ini?? Itu juga berlaku untuk Kisah kami dan author kita.” Kali ini ramma yang berkata dengan mimik seriusnya.

“Sok serius..” Ucap Shasha di sebelahnya.

“Baiklah, hanya itu saja, terimakasih.. terimakasih dan terimakasihh banyak sekali untuk kalian semua..” Dhanni melanjutkan kalimatnya..

“Heii.. heii heiii… kalian sedang apa ini..” Suara wanita dari arah belakang merekapun membuat semua kepala menoleh ke belakang. Dan tampaklah sosok itu.

“Authoooooooorrrrrrrrrrrr…” teriak para lelaki yang ada di ruangan tersebut sambil menghambur ke arah seorang wanita yang mereka panggil sebagai Author.

Si author itu pun di peluk oleh Dhanni, Renno, Ramma, Brandon, Reynald dan juga Aaron. Sedangkan para wanita yang berada di dalam ruangan tersebut hanya melongo melihat kelakuan para lelakinya. –Aseekkk aku di pelukk jangan iri yaaa.. hahhahahahha-

“Sudah-sudah.. lepaskan.. kalian membuatku sesak.”

“Alah.. Author  alesannya aja, padahal seneng banget kita peluk.” Ucap Dhanni.

“Ahahhahah iyaa suka syekalee…” Ucap si author tersebut.

“Thor.. kenalin diri dong..” kali ini si tengil Aaron yang meminta.

“Baiklah.. demi kalian para laki ganteng yang aku cintai aku akan mengenalkan diriku.” Ucap si wanita tersebut sambil berdiri tegak membenarkan pakaian yang di kenakannya.

“Halo semua.. pasti sudah tau aku kan.. Aku adalah orang yang menciptakan semua Lelaki mesum yang ada di ruangan ini hahhahaha kenapa mesum?? Karena sebenarnya otakku sendiri yang mesuk.. hahhahhaah”  Wanita tersebut tertawa sendiri sedangkan semua yang berada di ruangan tersebut hanya melongo saling pandang tidak mengerti apa yang di tertawakan oleh Author mereka.

“Heeiii kenapa kalian pada melongo?? Ayoo ketawa.” Ucap wanita tersebut. Dan semua yang berada di ruangan tersebut mencoba tertawa meski tidak tau apa yang sedang mereka tertawakan.

‘Dasar Gila…’ Pikir Ramma dalam hati sambil menggelengkan kepalanya. Ia sungguh tidak habis pikir, bagaimana bisa dirinya di ciptakan oleh sosok gila seperti wanita di hadapannya tersebut. Begitu pun dengan Dhanni, Renno, Brandon, Reynald dan Aaron.

“Baiklah, langsung aja, Aku mengumpulkan mereka semua di sini sebenernya Cuma untuk mengucapkan banyak terimakasih.. benar-benar dehh aku nggak nyangka kalau coretan pertamaku yang Judulnya ‘The Lady Killer’ akan membawaku pada kebiasaan menulis seperti saat ini. Komentar kalian.. Vote kalian..  dan semua yang kalian apresiasikan untuk tulisan-tulisan gajeku benar-benar membuatku tersentuh, ingin nangis.. dan seakan aku tidak bisa berhenti untuk menulis lagi dan lagi…”

“Aku menciptakan mereka semua dengan cinta.. karena ku harap kalian bisa menangkap apa yang ingin ku sampaikan. Aku mencintai Kak Dhanni dengan sikap cueknya.. Aku mencintai Mas Renno dengan sikap tanggung jawabnya, Aku mencintai Mas Ramma dengan kegilaannya.. Bang Brandon dengan sifat mesumnya, Bang Reynald dengan sikap pendiamnya, dan juga Bang Aaron dengan ketengilannya. Aku mencintai mereka semua seperti aku mencintai suamiku sendiri.. jadi, Semoga saja rasa cinta ku itu tersampaikan pada kalian.. kalian juga dapat merasakan apa yang di rasakan setiap karakter yang aku ciptakan.”

“Terimakasih.. terimakasih.. dan terimakasihhh sekali ku ucapkan sampai tak terhingga karena sudah mau menerima tulisan2 gajeku ini.. hikkss.. benar2 terharu saya..”

“Sudah yaa thor,, jangan sedih, kamu masih bisa bertemu sama Aku kok.” Ucap Dhanni sambil kembali memeluk Author.

“Ya.. dan walau kita nggak akan bertemu lagi, kita masih tetap setia berada di hati author dan semua readers kok..” Kali ini Renno ikut berbicara.

“Iyaa.. kalian semua akan selalu ada di hatiku.” Si author merenggangkan tangan dan semuanya kembali memeluk Author tersebut. –Ahhahahah enak bgt di peyuk lagi..-

“Oke.. kalau begitu aku tutup dulu yaa..” Ucap Dhanni sambil mengarahkan kamera ke arahnya sedangkan semua orang yang berada di ruangan tersebut tepat berdiri di belakng Dhanni.

“Readers.. kami dari keluarga besar The Bad boys dan juga The Soulmate, mengucapkan banyak terimakasih atas partisipasinya untuk membaca cerita kami.. astaga.. aku tidak bis berhenti berterimakasih, sungguh.”

“Ahh yaa.. dan jangan lupa yaa baca juga Hurt Love Serises, MBA series dan cerita – cerita gaje yang ku buat lainnya.. hahahha” Teriak si Author.

“Dan jangan lupa juga, baca cerita ‘The Married life’ Lady Killer 2.” Ucap Dhanni mengingatkan. “Akhir kata.. kami semua mengucapkan banyak terimakasih dan sampai jumpa di lain waktu….”

Semua orang yang berada di sana menatap ke arah kamera melambaikan tangan masing-masing dengan senyum bahagia masing-masing… lalu… gelap.. kemera itu pun di matikan..

 

‘Terimakasih untuk semuanya… Enam pasang hati yang ku ciptakan dan ku satukan… kalian semua akan selalu ada di hatiku…’

30-06-2016

Zenny Arieffka

Advertisements

10 thoughts on “The Big Family – The Bad Boys vs The Soulmate (Special Thanks)

  1. astaga gk nyangka ada behind the stories nya mereka hahahahahaha kalo dikumpulin jadi satu badungnya pada keluar semua
    kangen masa” mereka semua
    semuanya keren keren dan tentu memiliki kesan tersendiri disetiap kisah
    makasih juga udha sisuguhin cerita” menarik
    semangat terus saengi buat karya lebih banyak lagi lebih bagus lagi jangan patah semangat ama yang namanya pemplagiat atau pengkritik yang menjatuhkan ya

    Like

  2. Ya ampun..aku membacanya dgn air mata loh..sambil mengingat kisah2 mereka semua.,aku harap karya2 mbak bakalan lebih banyak deh..salam sayang muah muah buat mbak yg nulisnya kerennnn bgt..

    Like

  3. rampung sudah, jadi sedih nih. buat authornya, jangan bosen nulis, tetep semangat. thanks buat karya2mu. ditunggu next storynya

    Like

  4. Endingnya bikin nyiris di hati …
    Gak bakal ktmu lg ama bang rey , brandon , ramma , renno , aaron , alisha , clara , shasha , bella
    Huft … 😂😂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s