romantis

My Young Wife – Chapter 5

Pswmnew bvvvvFix

My Young Wife

 

 

Chapter 5

 

“Kamu yakin akan membawanya pulang ke apartemen?” hanya Bertanya pada Aldo. Puteranya tersebut sedang sibuk membereskan barang-barang milik Sienna.

“Ya Ma..” hanya itu jawaban dari Aldo.

“Aldo.. Sienna itu butuh perhatian, bukankah lebih baik dia tinggal bersama Mama??”

Tentu saja Aldo menolak gagasan tersebut. Jika mereka tinggal di rumah mamanya, otomatis Sienna akan tidur sekamar dengannya dan itu membuat Aldo benar-benar frustasi. Mungkin semalam atau dua malam Aldo akan dapat melewatinya, tapi bagaimana jik tiap malam??

“Mama tenang saja, aku akan mencarikan seorang pelayan yang dapat di percaya untuk menjaga Sienna.”

“Aldo.. Istri kamu itu bukan butuh pengawal atau pelayan, dia membuatuhkan Kamu, kamu untuk memperhatikannya.”

“Aku selalu memperhatikannya Ma, Bahkan dari jauh.”

“Tapi kamu selalu bersikap datar padanya Aldo.” Ucap Hana menyalahkan puteranya tersebut.

Ya, Sedikit banyak, Hana memang tau bagaimana keadaan hubungan Aldo dan juga Sienna. Saat itu hana benar-benar terkejut saat tiba-tiba Aldo pulang ke rumah dengan membawa seorang gadis belia.

 

Hana membuka pintu depan rumahnya dan terkejut saat mendapati Aldo putera pertamanya datang dengan seorang gadis yang bisa di bilang cukup belia. Hana mengernyit ketika menatap gadis tersebut. Seorang agdis yang mungkin saja masih menginjak SMA. Untuk apa Aldo membawa gadis tersebut ke rumahnya??

“Kamu pulang nak..” Ucap Hana sedikit berbasa-basi.

Sejak beberapa tahun belakangan, Aldo memang memilih tinggal sendiri di Apartemen pribadinya. Menurutnya, Tinggal sendiri akan lebih mandiri dan sedikit banyak ia akan merasakan bagaimana susahnya hidup sendiri.

“I.. Iya Ma..” Aldo tampak terputus-putus ketika menjawab pertanyaan Hana. Tatapan mata Hana kemudian tertuju mada jemari mungil gadis itu yang tiba-tiba mencengkeram erat lengan Aldo seakan Ia ketakutan.

“Ayo masuk, kenapa berdiri di situ.” Ucap Hana mencairkan suasana yang entah sejak kapan menjadi menegang.

Hana menggiring Aldo dan gadis mungil tersebut sampai di ruang tengah. Disana terdapat Mike yang sedang duduk santai sambil menonton televisi. Mike yang sedikit terkejut dengan kehadiran Aldo sat itu akhirnya langsung berdiri, tidak menyanagka jika Aldo akan mengunjungi mereka pada malam hari seperti saat ini.

“Aldo, Tumben kamu pulang di malam hari??” tanya Mike pada puteranya tersebut. Sesekali Ia menatap Hana, seakan bertanya, siapa gadis mungil yang dibawa Aldo saat ini.

“Emm.. Ada yang pengen Aldo bicarakan sama Papa dan Mama.” Ucap aldo kemudian dan itu membuat Hana dan Mike semakin penasaran.

“Duduk dan bicaralah.” Ucap Mke sambil duduk kemudian di susul Hana di sebelahnya dan juga Aldo dan Sienna di hadapannya. “Ada apa sebenarnya??”

“Aldo ingin menikah.” Ucap Aldo dengan cepat. Aldo seakan tidak ingin niatnya mengabur karena rasa takut.

“Apa? Dengan siapa? Kenapa tiba-tiba??” Ya, Mike dan Hana tentu saja sedikit terkejut dengan pernyataan Aldo. Hingga usia Aldo mencapai angka Dua puluh delapan tahun, baru kini Hana dan Mike mendengar kata tersebut terucap dari bibir puteranya tersebut.

“Ini Sienna Ma.. Pa.. Aldo ingin menikah dengan Sienna.”

Ucapan Aldo benar-benar membuat mata kedua orang tuanya terbelalak. Hana jelas tau jika Gadis di sebelaah puteranya tersebut bukanlah gadis matang, Usianya bahkan belum menginjak angka dua puluh, tapi kenapa tiba-tiba Aldo ingin menikahi gadis tersebut??

“Kamu sadar dengan yang kamu bicarakan??” Tanya Hana sedikit lebih pelan, takut jika Ia menyinggung hati sang gadis.

“Aldo sangat sadar Ma..”

“Kenapa sekarang dan kenapa dengan Dia??” Tanya Mike dengan pertanyaan yang benar-benar menuntut jawaban secepatnya dari Aldo.

“Karena Sienna hamil, dan Aldo harus bertanggung jawab.” Hana dan Mike saling bertatap mata dengan mata yang sama-sama membulat karena keterkejutan yang amat sangat. Menikah karena sebuah ‘kecelakaan??’ Dan sejak saat Itu Hana tidak pernah yakin dengan pernikahan Aldo dan juga Sienna.

 

“Dia membutuhkanmu sayang, bukan orang lain.” Ucap hana dengan lembut sambil mengusap lembut pipi Aldo.

Kemudian Sienna pun keluar dari kamar mandi dengan wajhnya yang sudah sangat segar. Aldo menuju di mana Sienna berdiri, kemudian Ia menuntun Sienna duduk di ranjangnya dengan penuh perhatian.

“Kita pulang ke rumah Mama kak??” Tanya Sienna dengan nada polosnya.

“Tidak, Kita kembali ke Apatemen.”

“Tapi.. Aku ingin tinggal lebih lama sama Mama..”

Aldo mendengus kesal, ia tidk mungkin menuruti kemauan Sienna. Jika mereka pindah ke rumah sang mama, tentu saja mereka akan tidur sekamar, dan Aldo tidak ingin itu terjadi.

“Tidak Si, Kita akan tetap kembali ke Apartemen.” Jawan Aldo dengan wajah datarnya.

“Kak… tapi mungkin bayinya ingin tinggal lebih lama dengan Neneknya.” Ucap Sienna sambil mengusap perutnya.

Aldo menghela napas panjang, jika sudah menyebut tentang bayi, tentu saja Aldo tidak bisa menolaknya. “Baiklah, tapi hanaya beberapa Hari.” Ucap Aldo mengalah.

Sienna bersorak gembira. Sienna tau, jika itu satu-satunya cara supaya Ia bisa tidur dengan nyaman dalam pelukan Aldo setiap malamnya. Yaa… sebenarnya itulah yang di inginkan Sienna. Entah kenapa sejak tidur bersama dengan Aldo malam itu, Sienna ingin lagi dan lagi. Tidur dalam pelukan Lelaki yang kini berstatus sebagai suaminya tersebut entah kenapa terasa sangat nyaman untuk Sienna. Apa karena bayinya?? Mungkin saja, bukan kah beberapa orang pernah mengatakan jika terkadang seorang bayi tidak ingin jauh dari ayahnya?? Mungkin itu yang kini terjadi dengan Sienna dan bayinya. Ia ingin selalu berada di dekat Aldo.

“Sekarang Ayo kita bersiap-siap pulang.” Ajak Aldo yang di sertai anggukan antusias dari Sienna.

***

Sienna menatap dengan kagum kamar Aldo. Kamar yang khas dengan nuansa laki-laki dan entah kenapa Sienna sangat ingin memberikan sentuhan perempuan di kamar tersebut.

Ini pertama kalinya Sienna memasuki kamar Aldo. Saat mereka menikah, pernikahan tersebut dilakukan sangat buru-buru. Aldo hanya menikah di rumah Sienna sedang besoknya mereka langsung pindak ke Apartemen milik Aldo. Dan ini pertama kalinya Sienna menginjakkan diri di kamar Aldo.

“Anggap seperti kamar sendiri saja.” Ucap Aldo dengan datar. “Aku mau mandi.” Lanjutnya sambil menuju ke kamar mandi. Sedanhkan Sienna masih sibuk memperhatikan satu demi satu barang-barang di kamar tersebut.

Ada banyak bingkai-bingkai foto yang tertata rapi di rak-rak yang menempel di dinding kamar Aldo. Beberapa ada foto Aldo dengan keluarganya. Ada foto aldo dengan gadis mungil yang di yakini Sienna sebagai Bianca, Adik kandung Aldo yang kini masih tinggal di inggris.

Sienna tentu tau cerita tentang Bianca, karena ketika bertemu dengan Hana, Hana selalu selalu saja membahas tentang kesamaan dirinya dan juga Bianca. Usia Bianca hanya beda sekitar dua sampai tiga tahun dengan Aldo, tapi menurut  Hana, Sikap Bianca sama manja nya dengan sikap Sienna.

Entah kenapa mengingat itu membuat Hana tersenyum sendiri, Ahh mungkin akan asik jika bertemu dengan Bianca. Pikir Sienna dalam hati.

Sienna kemudian kembali menelusuri foto-foto tersebut. Ada juga foto Aldo, Bianca dan seorang gadis yang sepertinya  seumuran dengan Bianca. Sienna tidak tau siapa gadis tersebut, tapi sepertinya Sienna pernah melihatnya ketika di upacara pernikahannya. Mungkin kerabat dari Aldo, karena foto tersebut memperlihatkan betapa bahagianya mereka bertiga.

Sienna kembali menuju sisi lain rak-rak tersebut dan di sana banyak sekali pigura-piguraa kecil dengan foto Aldo bersama seorang wanita. Wanita yang sangat di kenalnya, memngingat setiap bulan Ia bertemu dengan Wanita tersebut. Dia Dokter Franda, Dokter kandungan yang memeriksanya setiap bulan. Dokter kandungan yang dulu sempat memberikan resep obat peluruh untuknya.

Sienna membatu saat menatap foto-foto tersebut. Kenapa banyak Foto Dokter Franda di kamar suaminya?? Apa sebenarnya hubungan Aldo dengan Dokter Franda?? Dan kenapa Sienna merasa bahwa ini bukan suatu yang baik untuk di ketahuinya??

“Kamu sedang Apa??” Suara Aldo menar-benar mengejutkan Sienna.

“Aaahh.. Aku sedang melihat foto-foto ini.” Ucap Sienna dengan polosnya.

“Ohh itu foto-foto lama.” Ucap Aldo dengan nada datarnya padahal kini Sienna tentu tidak tau jika Aldo sedang menegng.

“Kak.. Siapa gadis ini?? Aku melihatnya di upacara pernikahan kita saat itu.” Tanya Sienna sambil membawa sebuah foto Aldo dengan Bianca dan gadis tersebut.

“Ini Felly, Anak Paman Revan. Lain kali akan ku kenalkan. Dia sudah seperti Adikku sendiri. Kamu akan suka dengannya, “

“Kenapa Kak Aldo yakin aku akan suka dengannya?”

“Karena sekitar Satu tahun yang lalu, Dia sudah membuka toko Ice Cream dan cake miliknya sendiri, aku yakin Kamu akan selalu meminta di ajak kesana jika sudah mengenalnya dan mencicipi Ice Cream dan cake dari tokonya.”

“Waaahhhh Aku mau… Aku pasti bisa berteman baik dengannya.” Ucap sienna dengan binar mata bahagianya.

Dengan spontan Aldo mengacak poni Sienna. “Aku Akan mengenalkanmu nanti.”

“Emm Kak.” Panggil Sienna dengan sedikit ragu. “Kalau itu.. Emm… Kenapa ada banyak foto Dokter Franda di sini??”

Dan Aldo sangat tau jika pertanyaan itu pasti akan di lontarkan Sienna padanya. Apa Ia harus menjawabnya dengan jujur?? Ahhh yang benar saja.

“Franda kn temanku Si..”

“Ya, Aku tau, Tapi bukankah Nasya kekasih Kak Aldo?? Kenapa tidak ada Nasya di sini?? Kenapa malah ada foto Dokter Franda??”

“Karena, Aku baru mengenal Nasya beberapa bulan yang lalu, Kami menjalin kasih juga sejak sebulan sebelum kita bertemu. Aku tidak sempat membawa fotonya ke rumah ini.”

“Lalu Dokter Franda??” Sienna masih bertanya dengan nada polosnya.

“Franda temanku sejak SMA. Jadi kita memang sudah dekat sejak dulu. Dia bahkan sudah mengenal keluargaku.”

Sienna benar-benar tidak suka dengan pernyataan Aldo. Aldo berkata seakan-akan tidak ada yang bisa menggantikan posisi Franda di hati lelaki tersebut, Meski Aldo bilang mereka hanaya sekedar teman.

“Lalu, kenapa tidak ada fotoku??” Lirih Sienna sambil menundukkan kepalanya.

Sebenarnya Sienna tidak ingin bertanya tentang foto dirinya, karena Siena tentu tau apa alasannya. Tentu Aldo tidak akan memajang fotonya, bukankah dia bukan siapa-siapa di rumah ini?? Dirinya hanyalah Wanita yang tidak sengaja mengandung anak Aldo, itu saja.

“Karena Aku memang belum sempat memajangnya.”

“Memangnya Kak Aldo mau memajang fotoku??”

“Tentu saja, Kamu kan ibu dari Anak ku..” Ucap Aldo sambil tersenyum manis ke arah Sienna.

Sienna menunduk dan menganggukkan kepalanya. Hanya itu saja?? ‘Ibu dari Anakku’?? Entah kenapa Sienna kurang suka dengn jawaban Aldo.

***

Aldo menatap Sienna dengan tatapan tak terbacanya. Wanita di hadapannya itu sangat susah sekali di tebak. Sebentar memperlihatkan raut cerianya, tapi semenit kemudian berubah menjadi Sendu. Sebenarnya apa yang di rasakan Sienna saat ini?? Dan Astaga.. bagaimana bisa dirinya masih memajang foto Frand di dalam kamarnya??

Aldo tau, jika cepat atau lambat Sienna pasti akan tau perihal hubungannya dengan Franda dulu. Tapi tentu saja Aldo tidak ingin memberi tau secara terperinci. Entah kenapa Aldo takut itu bisa membuat Sienna sedih.

“Apa yang kamu pikirkan??” Pertanyaan Aldo membuat Sienna mengangkat wajahnya kembali. Wanit  itu kemudian menyunggingkan senyuman manisnya, senyuman seakan mengatakan jika Dirinya baik-baik saja.

“Nggak ada yang ku pikirkan.” Ucap Sienna dengan nda manjanya.

Dengan spontan Aldo merenggangkan kedua tangannya, “Kemarilah, Aku ingin memelukmu.” Aldo sendiri bahkan tak mengerti, kenapa dirinya bisa mengucapkan kalimat menggelikan tersebut.

Akhirnya Sienna menuruti permintaan Aldo. Sienna menenggelamkan wajahnya pada dada bidang milik Aldo. Mengirup aroma suaminya tersebut.

“Aku benar-benar menyukai aromamu Kak..”

“Hanya Aroma sabun mandi.”

“Tapi aku suka.” Ucap Sienna masih dengan mengusap-usapkan wajahnya pada dada milik Aldo.

“Aku akan tetap ke kantor pagi ini, jadi Kamu baik-baik di rumah sama Mama yaa..” Pesan Aldo. Dan nanti malam kita ke tempat praktik Franda untuk memeriksakan keadaan kamu.”

Sienna terlonjak seketika. “Emm.. Emmm… Nggak perlu ke tempat Dokter Franda kak, Aku.. Aku sudah baikan kok.”

“Aku masih belum tenang Si.. Pokoknya nanti malam kita ke tempat Franda.” Ucap Aldo tanpa bisa di ganggu gugat.

Sedangkan Sienna hanya dapat ternganga. Ia bingung bagaimana cara menolak ajakan Aldo sedang ia tau jika ia menerima ajakan Aldo pasti Dokter Franda akan berkata jujur pada Aldo jika dirinya sebenarnya tidak pernah mengalami kontraksi atau pendarahan apa pun.

***

“Mama sedang apa?” tanya Sienna ketika mendapati Hana, Ibu mertuanya sedang sibuk melakukan sesuatu di taman tepat di sebelah kolam renang di samping rumahnya.

“Ehhh sini sayang. Mama lagi membuang tangkai-tangkai bunga yang mengering.” Ucap Hana pada Sienna dengan ramah.

“Aku bosan di rumah Ma, di sini sepi, sama seperti di dalam Apartemen kak Aldo.”

“Mama mengerti, kamu masih sangat muda, dan pastinya masih senang-senangnya jalan kesana-kesini.” Ucap Hana sambil mengusap lembur rambut Sienna.

“Kalau Aku mengajak temanku main kesini, Apa boleh ma??”

“Tentu boleh sayang, mama malah akan sangat senang jika kamu mengajak teman kamu kemari.”

Sienna tersenyum bahagia, Ia sangat senang jika Salah satu temannya di perbolehkan main ke rumah ibu mertuanya ini. Kemudian Siennaa teringat sesuatu. Ingin rasanya ia menaanyakan hl tersebut pada ibu mertuanya.

“Ma.. Sienna boleh tanya sesuatu nggak??”

“Tentu boleh sayang, tanya saja.”

“Emm.. Mama kenal nggak sama Dokter Franda??”

Hanya tampak mengernyit. “Franda?? Ahh.. ya, Franda teman Aldo??” Hana berbalik bertanya pada Sienna.

Sienna hanya menganggukkan kepalanya.

“Tentu sayang. Dia teman Aldo, dan dia sering main ke rumah ini.”

“Hanya teman Ma??”

“Ya, hanya teman. Dulu mama pikir mereka ada dalam satu hubungan tapi ternyata tidak. Mereka hanya berteman. Aldo bahkan sering gonta-ganti pacar.” Jelas Hana.

Tanpa sadar, Sienna menghembuskan napas panjangnya. Setidaknya Ia tau jika Aldo dan dokter Franda hanya sebatas teman. Tapi.. Entah kenapa dalam hati Ia masih merasa ada yang aneh??

“Kamu ada masalah dengan Franda??”

“Tidak Ma.. Dokter Franda itu Dokter kandunganku yang di pilihkan oleh Kak Aldo. Jadi Aku penasaran saja kenapa Kak Aldo sangat percaya pada Dokter Franda.”

Hana tersenyum lembut pada Sienna. “Yang Mama tau, Aldo dan Franda hanya berteman Si.. kalaupun ada sesuatu diantara mereka, Mama nggak tau, tapi saran Mama, kamu harus lebih percaya dengan Aldo.”

Sienna menganggukkan kepalanya dengan lembut. Ya, harusnya Ia mempercayai apa yang di katakan suaminya tersebut. Tapi Sienna masih merasa janggal saja. Ahhh lupakan saja, Pikir Sienna dalam hati.

***

Aldo sedang duduk santai di taman di se buah rumah sakit. Tentu saja rumah sakit tempat Franda bekerja saat siang hari sedangkan jika malam hari, Franda membuka sebuah tempat Praktik pribadi.

Aldo menemui franda bukan tanpa alasan, karena tentunya Aldo ingin membuat janji dengan Franda untuk memeriksakan keadaan Sienna ke tempat praktik pribadi Franda nanti malam. Dan juga tentunya untuk melepas rindu pada temannya tersebut. Ya.. Aldo sangt merindukan Franda, mengingat sudah beberapaa minggu terakhir mereka tidak bertemu.

Banyak alasan kenapa mereka jarang bertemu, yang pertama tentu karena kesibukan masing-masing, keberadaan Sienna apalagi Nasya tentu sangat mempengaruhi waktu Aldo. Dan aldo sangat merindukan saat-saat bersama Franda dulu.

Franda sahabatnya… Cinta pertamanya… Cinta terpendamnya….

Aldo menghela napas panjang mencoba melupakan semua tentang perasaan yang sudah di buangnya jauh-jauh. Tak lama, sosok yang di tunggunya itu pun akhirnya datang juga, Siapa lagi jika bukan Franda.

Dengan santai Franda menghambur ke dalam pelukan Aldo. Begitu pun dengan Aldo yang laangsung membalas pelukan Franda dengan pelukan hangatnya.

“Kamu sendiri Al?? Sienna mana??”

“Sienna di rumah, kemarin dia sempat mengalami kontraksi, Jadi dia masih istirahat total di rumah.”

Franda tersenyum. “Lalu untuk apa Kamu menemuiku siang ini??”

“Makan siang bersama mungkin??” Ajak Aldo.

“Maaf.. Bukannya aku menolak, tapi sebentar lagi akan ada jadwal Operasi.” Ucap Franda sambil melihat ke arah jam tangannya. “Ada Apa Al??”

“Aku kangen.”

Franda tertawa lebar. “Kamu masih suka nggombal ya, Dasar..”

Aldo tersenyum. “Aku hanya ingin membuat janji nanti malam. Aku Mau kamu memeriksa Sienna . Aku benar-benar khawatir dengannya.”

“Baiklah, Aku akan memeriksanya nanti malam.” Ucap Franda sambil menganggukkan kepalanya. “Kamu benar-benar sangat perhatian padanya Al.”

Aldo menunduk dan menganggukan Kepalanya. “Aku hanya takut terjadi apa-apa dengan Dia atau bayiku.”

“Bagaimana…. Jika Aku di posisi Sienna. Apa Kamu juga sekhawatir ini dengan keadaan ku dan Bayiku??”

Pertanyaan Franda membuat Aldo mengangkat wajahnya dan membulatkan matanya seketika ke arah Wanita cantik di hadapannya tersebut. Apa yang di maksud Franda?? Kenapa Franda melontarkan kalimat seperti itu??

 

-TBC-

Hayoooo sapa yang udah semakin penasaran??? hahahhahah

Advertisements

9 thoughts on “My Young Wife – Chapter 5

  1. kayaknya inilah dia franda pesaing sebenarnya yang harus sienna khawatirkan
    sungguh ya apa mungkin aldo dan franda menjalin hubungan maksudnya TTM/teman tapi mesra gitu
    usaha sienna buat menaklukkan hati suaminya bakal sulit nich

    Like

  2. Jdi Franda cinta prtama dan cinta trpendamnya,,,brarti smpe skrg Aldo gk bsa lupain Franda donk,,, sprtinya Aldo gk tau,,klo Franda jg memendam rasa pd Aldo.. Sprtinya gtu deh…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s