romantis

My Mate (Dina & Alex Story) – Part 2

MyMate

My Mate

PART II

-Dina-  

 

Hari demi hari kulalui dengan sangat tidak nyaman. Ya.. aku tidak nyaman dengan kebohongan yang sudah ku lakukan pada semua orang di sekitarku. Aku berbohong saat aku mengatakan jika aku menyukai Alex. Aku melakukannya karena supaya dia bersedia menjadi kekasihku dan membunuh semua rasa curiga dan rasa cemburu yang di rasakan Clara terhadapku.

Dan semua memang berjalan sesuai rencanaku. Semua orang rumah tau jika Aku dan Alex memiliki hubungan special. Bahkan sikap Clara kini sudah membaik denganku ketika kami tak sengaja bertemu. Dia lebih ramah dan murah senyum. Aku senang.

Hanya saja saat di dekat Alex, aku merasa tak nyaman. Aku merasa bersalah padanya karena sudah memanfaatkannya. Alex benar-benar sangat baik terhadapku. Dia bahkan sudah mengajak ku berkunjung ke rumahnya. Orang tuanya Baik, Dan aku suka. Hanya saja…..

Aku memekik dalam lamunanku saat subuah telapak tangan menyentuh bahuku. Dia lelaki itu, Alex.

“Sedang melamun apa??” Ucap Alex yang kini sudah duduk di sebelahku.

“Enggak, Aku tidak memikirkan apa pun.”

Aku hanya menunduk. Sungguh, kini saat di hadapan Alex, aku sama sekali tak berani menatap ke arah matanya, entah kenapa ada rasa yang aneh saat aku menatapnya. Dan aku tidak ingin rasa itu mempengaruhiku.

“Ayo.. Aku ingin mengajak mu ke suatu tempat.”

Aku mengernyit. “Kemana??”

“Ayoo ikut saja..” Ucapnya sambil menarik pergelangan tanganku.

Akhirnya mau tak mau Aku mengikuti kemana kaki Alex melangkah. Kami masuk ke dalam supermarket tersebut, lalu menaiki tangga hingga kami berada di atap supermarket tersebut.

“Alex, untuk apa kita kemari??”

“Sudah, ikut saja..” Alex masih menarik pergelngan tanganku hingga kami berada di pinggiran Atap supermarket. Ini benar-benar mengerikan, karena aku adalah orang yang takut ketinggian jadi bagiku ini sangat mengerikan. Sebenarnya Alex mau apa sih??

Dan kemauan Alex akhirnya terlihat juga olehku saat satu persatu karyawan supermarket tersebut keluar sambil membawa kertas bertuliskan huruf-huruf yang di taruh di atas kepala mereka.

‘Ardina.. Menikahlah denganku…’

Begitulah tulisannya. Apa Alex melamarku?? Please.. jangan lakukan ini Alex, Aku bahkan ingin memutuskan hubungan kita karena merasa bersalah denganmu..

“Menikahlah denganku…” Suara itu terdengar lirih. Aku menoleh ke arah Alex, mata nya tampak sendu tapi jelas tersirat ketulusan di sana. Aku merasakannya, aku dapat melihatnya.

Dan entah kenapa aku hanya bisa mengangguk kan kepalaku, aku benar-benar tidak sadar saat melakukan itu. Aku menerima lamaran Alex begitu saja tanpa tau resikonya.

Tuhan, Jika memang ini kehendakmu, Jika Lelaki di hadapanku ini memang jodohku, tunjukkan kami jalan untuk saling mencintai…

***

Seperti mimpi… itulah hidupku saat ini.

Aku menjadi istri seorang Alex yang ternyata dia adalah pemilik dari supermarket langananku. Saat tau, Aku sangat terkejut. Tapi tentu itu tidak mengurangi rasa gelisahku saat menghadapinya.

Ku pikir kini semuanya sudah berubah. Tiga bulan menjalani hidup sebagai Istrinya membuatku mengerti bagaimana sosok Alex yang sebenarnya. Di baik, sangat baik, Sederhana dan dia sangat menyayangiku, setidaknya itu yang bisa ku lihat darinya. Tapi, tentu masih ada yang kurang, hatiku belum sepenuhnya menerimanya, entah kenapa aku juga tak tau, Apa Karena Mas Rey?? Sepertinya bukan. Tapi bagaimana pun juga aku tetap berusaha melakukan yang terbaik untuk hubungan kami.

Selama tiga bulan menjadi Istri Alex, Aku masih perawan. Ya, Dia sama sekali belum menyentuhku. Aku tidak tau karena apa, Ku pikir saat malam dia sedikit menghindariku. Apa dia memiliki kelaian?? Entahlah, tapi aku cukup lega, karena aku tidak mungkin melakukan hal itu saat hatiku sendiri belum pasti untuk menerima Alex di sisiku.

“Dua hari lagi aku akan keluar kota.” Suara itu membuatku membatu.

Kini Aku sedang merapikan Baju yang akan di kenakan Alex ke Supermarket. Tapi perkataannya membuatku menghentikan semua gerakanku. Keluar kota?? Kenapa tiba-tiba??

Aku membalikkan badan dan mendapati Alex sudah berdiri di hadapnku. “Kenapa tiba-tiba??”

“Ayah memutuskan membangun sebuah supermarket lagi di sana. Jadi Aku harus mengawasinya secara langsung.”

“Aku ikut.” Entah dari mana Aku megucapkan permintaan tersebut.

Aku melihat Alex menggelengkan kepalanya. “Di sana Akan lama.. mungkin sekitar satu sampai tiga bulan.”

“Dan Kamu akan meninggalkanku selama itu?? Tidak, Aku mau ikut Alex.”

Dan aku terkejut dengan tingkahnya. Dia tiba-tiba memelukku. “Baiklah, Siapkan semuanya, Dua hari lagi kita ke jogja..”

Senyuman tersungging begitu saja pada wajahku. Aku senang jika selalu bersama Alex, Aku bahagia jika di dekatnya. Tapi aku masih tidak mengerti, Perasaan apa ini???

***

-Alex-

 

Ardina… Wanita yang kini menjadi Istriku.. Wanita yang benar-benar ku cintai dan ku yakini menjadi jodohku sejak pertama kali aku melihatnya, Dan dia juga wanita yang sudah mematahkan hatiku..

Aku memejamkan mataku ketika kepalaku mulai berdenyut. Saat itu, Aku tidak sengaja mendengarnya. Itu terjadi jauh sebelum aku melamar Dina.

*Flashback

 

Aku keluar dari rumah besar itu.. rumah besar tempat tinggal Dina, Kekasihku. Ya.. Hari ini entah kenapa tiba-tiba Dina mengajakku ke rumah yang di tinggalinya. Senang, tentu saja, ku pikir selama ini hanya Aku yang antusias dengan hubungan kami. Tapi ternyata Dina juga, terbukti dengan dia mengajak ku ke rumah yang selama ini Dia tinggali. Dia mengenalkanku dengan semuanya.

Tapi saat di dalam tadi, Ku pikir Ada yang Aneh. Yaa… Ada sesuatu yang tidak ku ketahui, entah apa itu aku tak tau.

Ibu Allea, Majikan Dina adalah orang yang sangat baik, Ia ramah, sangat ramah. Memiliki seorang Putera bernama Reynald dan juga menantunya yang bernama Clara. Kalau tidak salah, Clara adalah salah satu model papan atas, Aku tau karena wajahnya sering muncul di beberapa Produk yang ada di Supermarketku.

Ketika makan malam selesai. Aku di ajak Dina menuju ke sebuah ruang tengah, Yang disana sudah ada Reynald dan juga Clara. Sekali lagi, Dina mengenalkanku di sana. Seakan menunjukkan Bahwa Aku adalah Kekasihnya, orang yang sangat di cintainya..

Mata Dina tidak berhenti menatap Clara, seakan menilai bagaimana reaksi wanita tersebut. Sedangkan aku sendiri  sibuk memperhatikan Reynald. Reynald tampak senang mengetahui hubungan kami. Begitu pun dengan Clara. Dan di sinilah aku mulai bingung. Untuk Apa Dina mengenalkanku pada Reynald dan Clara?? Bukankah cukup mengenalkanku dengan ibunya Saja??

Aku menghilangkan semua pertanyaan-pertanyaan yang embuat hatiku tidak nyaman. Akhirnya malam itu berakhir dengan saling bercerita di ruang tengah.

Saat Aku pulang, dan baru sampai di perempatan pertama, Aku melupakan sesuatu. Ya.. Aku lupa memberi tau Dina jika Besok giliranku mengajaknya ke rumahku. Aku ingin mengenalkan dia dengan orang tuaku.

Akhirnya aku berbalik Arah dan kembali menuju rumah yang di tinggali Dina. Saat itu, Ibu Allea lah yang membukakan pintu untukku. Aku meminta ijin untuk menemui Dina sebentar. Dan Ibu Allea menunjukkan dimana letak kamar Dina. Akhirnya aku menuju ke sana, dan di sanalah aku mengetahui semunya..

Aku mendengar Dina sedang berbicara dengan seseorang yang ku yakini Adalah Ibunya sendiri..

“Kamu nggak boleh seperti itu Din.. Kasihan Nak Alex.”

“Lalu aku harus bagaimana Bu, Aku tidak mau selalu merasa canggung saat Mas Rey dan Clara berkunjung ke rumah ini.”

“Tapi Memanfaatkan Nak Alex juga tidak baik, Dia Lelaki yang Baik, Ibu bisa melihat ketulusannya, dia benar-benar mencintaimu Din..”

“Tapi aku tidak Bisa Bu.. Hatiku sudah tertutup untuk Cinta, Cukup Mas Rey saja lelaki yang memberiku Cinta dan merenggutnya kembali, Aku tidak ingin lagi….”

Jantungku berdegup tak menentu.. Dadaku terasa panas dan sesak.. Dan pada detik itu aku tau, Jika Dina hanya mencintai Reynald… Aku hanya sebagai alat untuk membuat hubungan mereka semua membaik tanpa ada rasa canggung lagi… Dina memanfatkanku…

 

Aku terkesiap  dari lamunan saat tangan halus itu menyentuh pundakku dengan lembut. Tangan siapa lagi jika bukan tangan Dina.

Kini Aku sudah berada di sebuah Apartemen sewaan di Jogja. Yaa.. sudah tiga Hari kami di sini, Aku harus mengontrol secara langsung membangunan supermarket besar milik keluargaku yang bercabang di jogja.

“Kamu nggak berangkat??” Tanya nya dengan lembut.

Aku menggelengkan kepalaku. Hari ini kepalaku terasa pusing, Dan aku memutuskan untuk Libur seharian.

“Kamu sakit??” Tanyanya penuh perhatian.

Yaa.. Dina memang selalu perhatian, Di benar-benar istri idaman. Tapi… aku tidak bisa membohogi diriku sendiri, Sejak saat itu Hatiku sudah tersakiti karenanya. Aku memutuskan untuk tetap melamarnya, menjadikannya istriku karena Aku benar-benar ingin memilikinya. Terlihat Egois mungkin, tapi biarlah.. Aku benar-benar tulus mencintainya meski aku tau, Tidak ada Cinta darinya untukku.

“Aku hanya sakit kepala.” Jawabku dengan nada selembut mungkin.

Dina kemudian duduk tepat di sebelahku. Tangan rapuhnya menyapu keningku. Dan aku hanya bisa memejamkan mata. Berada di dekat Dina membuatku semakin jatuh dalam perasaan Cinta padanya.

“Alex.. Ada yang kamu sembunyikan dariku??” Tanyanya dengan mata sendunya yang menatap tepat pada manik mataku.

Aku mempalingkan wajahku kearah lain, dan menggelengkan kepala cepat-cepat. “Tidak Ada.”

“Lalu kenapa Kamu memperlakukanku seperti ini???” Dia bertanya dengan suara lirihnya.

Aku menelan ludahku dengan susah payah. “Memperlakukan seperti apa?” tanyaku dengan nada yang ku buat seperti orang bingung.

“Kamu menghindariku..”

“Tidak Dina.. Kenapa aku menghindarimu??” Ucapku selembut mungkin sambil menatapnya lekat-lekat.

“Aku merasakannya Alex, Kamu lebih pendiam dari pada dulu, Kamu terlihat sendu tidak seperti dulu. Kenapa??”

Aku hanya tertunduk tidak berani menatapnya. Dia terlalu menuntut untuk tau apa yang terjadi padaku.

“Aku istrimu Alex, Tapi Kamu tidak pernah sekalipun meyentuhku.. Kenapa??”

Aku masih tertunduk. Kenapa?? Karena aku tau kamu tidak menginginkannya Dina… Kamu tidak menginginkan bersamaku. Kamu hanya terjebak dengan rencanamu sendiri, dan Aku, Bodohnya Aku karena sudah membuat kita sama-sama terjebak dalam hubungan yang menyesakkan ini…

Tanpa ku duga, Dian meraih sebelah tanganku, dan membawanya tepat pada payudaranya. “Sentuh aku..” Kata-katanya sarat dengan nada kesakitan. Aku membulatkan mataku ke arahnya, Wajahnya benar-benar menyiratkan rasa sakit hati yang teramat sangat. Apa Aku sudah menyakitinya???

Aku hanya bisa membatu menatapnya. Dina kemudian mengalungkan lengannya pada leherku. Mendekatkan wajahnya pada wajahku. Kemudian berbisik tepat di depan bibirku.

“Sentuh Aku.. Ku mohon..”

Setelah perkataannya tersebut, Dina menempelkan bibirnya pada bibirku, melumat habis bibirku dengan Ciuman lembut dari dia. Sedangkan aku sendiri masih membatu. Benar-benar tidak menyangka jika Dina melakukan hal ini padaku.

Aku mendengar dia Terisak. Airmatanya meluncur begitu saja dan mengenai pipiku. Dia menangis, tapi tetap menciumku walau aku tak sedikitpun membalasnya. Apa dia menangis karenaku?? Apa aku sudah terlalu menyakiti hatinya???

***

-Dina-

 

Wanita murahan…

Seperti itukah aku saat ini?? Aku seakan menjajakan diriku pada seorang Alex, Suami yang sudah lebih dari tiga bulan ku nikahi, Tapi tak sekalipun dia mau menyentuhku. Dan kini, Aku lah yang memaksanya untuk menyentuhku seperti wanita yang haus akan sentuhan Lelaki.

Aku tau ada yang berbeda dengan Alex. Dia benar-benar berbeda dengan Alex yang dulu, Pemuda yang selalu meggodaku, menempel kemanapun kakiku melangkah saat aku belanja di supermarket tersebut. Aku merindukan Aalex yang itu…

Kini Alex mungkin masih sama, Masih perhatian, lembut dan baik hati. Tapi Aku melihat ada yang berbeda. Seakan Ada sesuatu yang membuatnya sedikit menjauhiku.

Aku kembali melumat bibir Alex, bibir yang sama sekali tidak bergerak seakan tidak tertarik denganku. Tangisku semakin menjadi ketika aku sadar jika Dia tidak menginginkanku. Lalu aku melepaskan pangutanku, tertunduk dan terisak.

Dasar bodoh..!!! Harusnya Aku tau, Alex tidak mau menyentuhku mungkin karena dia tidak tertarik denganku. Lalu kenapa dia menikahiku?? Dan aku tidak bisa berpikir kembali ketika tiba-tiba Alex mengangkat wajahku kemudian mencium bibirku dengan membabi buta. Melumatnya seakan sudah lama sekali dia menahan diri untuk melakukan hal ini padaku.

Aku memejamkan mataku, tubuhku bergetar ketika tangan Alex mulai menjamahku. Membuka satu persaku kancing kemeja yang sedang ku kenakan. Setelah tubuhku polos tanpa sehelai benang pun, Alex mulai mendorongku sedikit demi sedikit hingga tubuhku terbaring sempurna di atas Sofa panjang yang tadi kami duduki.

Setelah tubuh kami sama-sama polos tanpa sehelai benang pun, Alex kembali menindihku. Ia mendaratkan bibirnya di sepanjang puncak Payudaraku. Memujanya, membuatku merasakan rasa aneh yang baru saat ini ku rasakan.

Aku menggigit bibir bawahku, mencoba menahan erangan yang entah kenapa seakan ingin keluar dengan sendirinya dari bibirku.

“Jangan Di tahan.” Bisik Alex dengan suara paraunya. Dan aku merasakan tubuhku semakin memanas saat mendengar suaranyaa yang terdengar berbeda dari biasanya tersebut.

Lama kami berdua saling menyentuh satu sama lain, mencumbu satu dengan yang lainnya, hingga tiba saatnya Alex menyatukan dirinya denganku. Rasanya tidak bisa di ucapkan dengan kata-kata. Aku menangis, dan Alex memelukku dengan erat, sesekali ia mengecupi permukaan leherku. Kemudian ras sakit itu sedikit demi sedikit menghilang. Dan Aku mulai mendesah kembali, napasku kembali terputus-putus seiring gerakan yang di lakukan oleh Alex.

Tak ada sedikitpun kata di antara Kami. Kami hanya saling memandang satu smaa lain, menyentuh satu sama lain, dan mendesah satu sama lain hingga puncak kenikmatan itu kami capai bersama-sama.

Alex kembali mencumbuku dengan lembut sebelum dia tersungkur di atasku. Napasnya menggebu setelah pencapaiannya, detakan jantungnya menyatu dengan detkan jantungku. Tubuhnya sedikit bergetar, pun dengan tubuhku. Pada detik ini aku sadar, Bahwa perasaan yang kami rasakan sama, Kami menyatu dengan suka rela.. dengan satu rasa yang aku sendiri belum yakin apa itu bisa di sebut dengan rasa Cinta..

Jika memang ini Cinta, Aku ingin mencintainya sampai nanti, sampai umurku menua, berdua, bersamanya..

“Alex.. Aku sayang kamu..”  tanpa sadar aku mengucapkan kalimat itu, kalimat yang benar-benar terucap dari dasar hatiku, bukan kalimat yang sengaja ku rencanakan untuk menjeratnya. Aku benar-benar menyayanginya, Menyayangi Alex, Suamiku…

 

-TBC-

Advertisements

4 thoughts on “My Mate (Dina & Alex Story) – Part 2

  1. Pernikahan yg aneh, dina menginginkan alex tapi alex malah menghindari dina..
    Salah paham deh…
    Moga mereka dapat menyelesaikan masalahnya…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s