romantis

My Young Wife – Chapter 4

Pswmnew bvvvvFix

My Young Wife

 

Udah ada yang kangen ama kak Aldo nggak yaa??? Ayoo yang kangen silahkan di baca.. kali ini nggak masalah kok di baca kapan aja… hehheheh Free dari Adegan ++ tapi tetep nggak akan mengurangi rasa manisnya.. jiaahahahhahaha Enjoy reading yaa… 🙂 🙂

 

Sienna mengangkat wajahnya seketika. Menatap Eva sambil membulatkan matanya. Jatuh hati? Tidak.. tidak mungkin… Ia jatuh hati pada sosok Kevin, sahabatnya sendiri, bukan pada Aldo, Suminya tersebut. Bagaimana mungkin secepat kilat perasaannya berubah dan berpaling pada suami nya sendiri???

 

Chapter 4 

 

Sienna menggelengkan kepalanya. “Tidak, itu tidak mungkin Va.. Aku.. Aku sukanya sama Kevin.”

“Itu dulu Si.. ingat, perasaan orang bisa berubah.”

“Tapi mana mungkin secepat ini Va..??”

“Tidak ada yang tidak mungkin dalam dunia ini Si.. sekarang ayo, kita samperin itu suami kamu dan wanita jalangnya.” Ajak Eva.

“Heii.. untuk apa?? Aku nggak mungkin menghampiri mereka dan merengek pada Kak Aldo Va.”

“Kamu nggak perlu merengek, kamu hanya perlu tegas dengan dia.”

“Aku nggak bisa..”

“Ayo Si.. Kamu pasti bisa. Kalau bisa gunakan kehamilanmu untuk menarik suamimu dari wanita jalangnya itu.”

“Itu nggak Boleh Va..”

“Siapa yang tidak memperbolehkan?? Ayolah Si..  Berusahalah untuk mendapatkan hati Suamimu.”

Sienna nampak berpikir sejenak. Ia mengusap lembut perutnya. Sebenarnya ada benarnya juga apa Kata Eva. Meski pernikahan mereka hanya karena sebuah kesalahan, tapi mereka sudah menikah dengan Sah, apa salah nya memperjuangkan Hak nya sebagai seorang istri yang sedang mengandung bayi dari Aldo, Suaminya.

Sienna kemudian Berdiri dengan semangat. Ia menghapus air matanya. “Baiklah, Ayo kita temui mereka.” Ucap Sienna dengan semangat yang membuat Eva tersenyum lebar.

***

Aldo Benar-benar sangat risih saat Nasya bergelayut mesra di lengannya. Ia masih sangat kesal saat tadi Nasya menyinggung tentang Sienna dan bayinya. Saat Aldo ingin meninggalkan Nasya, Nasya dengan piawai membujuk Aldo kembali padanya, Merayunya, Membuat Aldo tak tega dan tak bisa marah terlalu lama dengan Nasya. Bagaimana pun juga, Nasya kini adalah kekasihnya. Wanita yang di cintainya. Di cintai?? Astaga.. Kini Aldo bahkan ragu dengan perasaannya sendiri.

“Baiklah sayang, aku ingin membeli itu..” Ucap Nasya smbil menunjuk ke sebuah butik sepatu.

“Sepatu lagi??”

“Iya.. yang kemarin sudah ketinggalan jaman.”

Ketinggalan jaman?? Astaga.. yang benar saja, Mereka baru membelinya beberapa hari yang lalu. Bagaimana mungkin sudah ketinggalan jaman.

“Baiklah, pilih semau mu.” Ucap Aldo pasrah. tapi ketika kemudian Aldo membalikkan tubuhnya, Ia mendapati sosok itu, Sosok wanita belia dengan raut manjanya.

“Kak Aldo..” Suara Wanita itu benar-benar terdengar lembut di telinga Aldo, seakan menggelitik dirinya untuk segera merengkuh tubuh mungil di hadapannya tersebut.

“Sienna.. Kamu.. kenapa bisa di sini??” Tanya Aldo dengan keterkejutannya sambil menatap ke arah Eva yang berdiri tepat di sebelah Sienna.

“Aku.. tadi aku ngidam sesuatu, dan nggak sengaja Ketemu Eva di sini. Dan kemudian tidak sengaja melihat Kak Aldo.”

Aldo menegang seketika, entah kenapa Ia benar-benar merasa bersalah dengan Sienna. Harusnya Ia menjaga istrinya yang sedang mengandung anaknya tersebut, bukan malah bersenang-senang dengan kekasihnya.

“Kak Aldo sedang apa di sini??”

“Aku… Aku.. ngantar Nasya..”

Belum juga Aldo menyelesaikan kalimatnya, Nasya sudah kembali sambil memeluk mesra pinggang Aldo. “Al… Kenapa Dia di sini??”

Mata Sienna terasa panas saat melihat pemandangan di hadapannya. begitupun dengan Eva, ingin rasanya Eva menjambak rambut wanita bernama Nasya tersebut.

“Emm.. tadi dia mencari sesuatu, dan tidak sengaja melihat kita di sini.”

“Kalau begitu kenapa tidak pura-pura tidak lihat saja,? Kita sibuk dengan urusan kita dan kita tidak butuh pengganggu seperti mereka.” Ucap nasya dengan keangkuhannya.

“Hei.. jaga mulutmu, Harusnya Kamu malu karena jalan dengan suami orang.” Ucap Eva yang sudah meradang dengan kelakuan Nasya.

“Helo.. Kalian itu masih bau kencur, Berani sama Aku?? Lagian salah sendiri kenapa nggak jaga diri baik-baik, jadi Hamil duluan kan??”

“Nasya.. Jaga ucapan kamu.” Aldo menggeram.

“Kamu kok malah belain mereka sih??”

“Aahhhh…” tiba-tiba Sienna terduduk sambil memegangi perutnya.

Eva nampak sangat khawatir. “Si.. kamu nggak apa-apa kan??”

Aldo pun tampak sangat panik. Secepat kilat Ia menghampiri Sienna, duduk di sebelah istrinya tersebut.

“Si.. Ada yang salah?? Kamu nggak apa-apa kan??”

“Sakit..” hanya itu yang mampu di ucapkan Sienna.

Secepat kilat Aldo menggendong Sienna dan meninggalkan tempat tersebut. Aldo bahkan tidak menghiraukan Nasya lagi saat wanita itu memanggil-manggil namanya.

“Bertahan Si.. Ku mohon..” Ucap Aldo yang wajahnya sudah memucat. Ia sangat takut terjadi apa-apa dengan Sienna atau bayinya. Aldo setengah berlari menuju ke arah Parkiran mobilnya di ikuti Eva di belakangnya, sedangkan Nasya hanya mampu menatap punggung Aldo dengan tatapan kesalnya.

***

Aldo membawa Sienna ke IGD sebuah rumah sakit. Dia benar-benar terlihat sangat khawatir. Sienna bahkan melihat Wajah Aldo memucat. Apa saat ini Ia keterlaluan??

Sebenarnya tidak ada yang terjadi dengan diri Sienna tadi. Ia hanya sangat Kesal dengan Nasya, Akhirnya Ia berpura-pura kesakitan, dan Ia benar-benar tak menyangka kalau Aldo akan sepanik itu.

“Tolong Selamatkan istri dan Anak saya Dok..” Pesan Aldo pada seorang Dokter dengan sedang menangani Sienna.

“Bapak keluar saja dulu.” Seorang suster  mempersilahkan Aldo dan Eva keluar dari IGD.

Dan Akhirnya, hanya ada Sienna  dan seorang Dokter serta beberapa suster di ruangan tersebut. Ketika Sang Dokter akan menyentuh Sienna untuk memeriksanya, Sienna meringsut menjauh.

“Maaf Dok, Saya tidak apa-apa.”

Si Dokter memicingkan matanya ke arah Sienna, “Maksud Anda??”

“Begini Dok..” Sienna benar-benar tidak tau harus bercerita apa pada sang Dokter, akhirnya sambil sedikit terkikik karena malu, Sienna pun bercerita. “Saya.. Saya hanya ingin membuat Suami saya khawatir dengan saya dan bayinya.” Ucap Sienna dengan wajah yang sudah memerah karena malu dan tak enak.

“Apa??” Sang Dokter hanya mampu membulatkan matanya, begitupun dengan beberapa suster yang ada di ruang IGD tersebut. Mereka tak menyangka jika ada orang seperti Sienna yang berpura-pura mengalami kontraksi hebat hanya karena ingin membuat sang suami Khawatir. Sedangkan Sienna sendiri hanya mampu tersenyum malu dengan tatapan sang Dokter dan suster-suster yang berada di ruang IGD tersebut.

***

Aldo berjalan mondar-mandi di depan pintu IGD. Ia sangat khawatir, benar-benar sangat khawatir dengan keadaan Sienna dan bayinya. Aldo kemudian memicingkan matanya ke arah Fandy yang berdiri tidak jauh darinya. Pemuda itu sedang menundukkan kepalanya, mungkin sedang ikut menyesal dengan apa yang menimpa Sienna.

“Kamu.. Bukannya Kamu seharusnya mengawasi Sienna?? Kenapa Dia bisa sampai Di Mall?? Dengan Dia??” Aldo tampak mengerikan saat sedang Marah.

“Heei.. Harusnya Kak Aldo tidak menyalakan Fandy, bagaimana pun juga Sienna istrinya Kak Aldo, bukan Istri Fandy, Jadi kak Aldo yang seharusnya menjaga Sienna, Bukan Fandy.” Eva yang tampak sangat kesal akhirnya meluapkan kemarahannya pada Aldo.

Aldo hanya bisa membatu dengan ucapan Eva. Ya, Benar, harusnya Ia sendiri yang menjaga Sienna, bukan Fandy. Bagaimana pun juga ia harus bertanggung jawab, bukan malah asik keluyuran dengan wanita lain.

Aldo terduduk di kursi tunggu depan ruang IGD. Ia mengacak rambut di kepalanya sendiri dengan gusar. Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Sienna dan bayinya, Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri.. pikir Aldo dalam hati.

Kemudian, tidak lama Dokter yang menangani Sienna keluar dari IGD. Seketika Aldo menghambur ke hadapan Doktr tersebut.

“Bagaimana istri saya Dok??” Aldo benar-benar terlihat sangat panik.

“Semuanya baik-baik saja, hanya kontraksi ringan, tapi Tolong Anda lebih memperhatikan istri Anda lagi. Sedikit stress saja bisa mengganggu kehamilannya.” Ucap Dokter tersebut dengan serius.

Aldo menganggukkan kepalanya. “Saya mau melihatnya.”

“Silahkan.” Sang Dokter mempersilahkan Aldo masuk.

Aldo berlari masuk ke dalam ruang IGD tersebut. Dan menghampiri Sienna yang terbaring di atas Ranjang.

“Si.. Aku.. Aku minta maaf.”

Sienna menatap Aldo dengan tatapan sendunya. Ia menggelengkan kepalanya. “Kak Aldo nggak salah, Aku yang salah.”

Kemudian Aldo memeluk tubuh Sienna. “Aku yang salah.” Ucap Aldo dengaan nada yang penuh dengan penyesalan.

Sang Dokter yang berdiri di belakang Aldo hanya mempu tersenyum dan menggelengkan kepalanya pada Sienna. Sedangkan Sienna benar-benar merasa harus berterimakasih pada sang Dokter karena mau membantunya untuk bersandiwara di hadapan Aldo.

***

Hana, Mama Aldo, Kini sedang sibuk menyuapi Sienna dengan bubur gandum buatannya sendiri. Tadi Saat Aldo menghubunginya terkait keadaan Sienna, Mamanya tersebut langsung meluncur ke rumah sakit dimana Sienna di rawat.

Hana memang sangat menyayangi Sienna seperti puteri kandungnya sendiri, mengingat Bianca, Puteri keduanyanya tersebut belum kembali dari luar negri untuk menimba ilmu.

“Mama bilang juga Apa, Mendingan kamu tingga di rumah saja dengan Mama Si..”

Sienna menggelengkan kepalanya. “Kak Aldo bilang lebih baik tinggal di Apartemen supaya lebih mandiri.”

“Tapi Kamu hamil muda, Mama nggak mau terjadi apa-apa dengan mu.”

“Ma..” Bisik Sienna.

“Ada Apa??”

“Emm… Sebenarnya Aku.. Aku tidak apa-apa Ma..”

Hana mengangkat sebelah Alisnya. “Maksud kamu??”

“Emm… Aku.. Aku melakukan sandiwara ini supaya Kak Aldo lebih perhatian sama Aku Ma…”

Hana membulatkan Matanya. “Apa?? Jadi ini semiua hanya sandiwara??”

Sedangkan Sienna hanya mampu mengangguk dan tersenyum malu. “Iya Ma, Ini sandiwara..”

“Astaga.. Mama benar-benar khawatir dengan keadaan kamu Si.. Syukurlah kalau ini hanya sandiwara. Mama bahkan tidak berani menghubungi orang tua Kamu dan memberitahukan keadaanmu yang sekarang ini..”

“Aku benar-benar minta Maaf Ma.”

“Tidak, Kamu tidak perlu meminta Maaf. Mungkin memang Aldo yang kurang perhatian denganmu, Dia pantas mendapatkan itu. Apa Kamu tau, Dia menghubungi Mama dengan suara bergetar, dia benar-benar takut kehilangan Kamu dan bayimu Si..”

Sienna menggelengkan kepalanya. Mana mungkin Aldo mengkhawatirkannya. Mungkin Aldo hanya mengkhawatirkan bayi yang kini sedang di kandungnya.

“Baiklah, Sekarang lebih baik kamu istirahat saja. Nggak baik kalau terlalu banyak berpikir macam-macam.”

Sienna mengangguk. Kemudian ia memposisikan dirinya untuk berbaring dengan nyaman, kemudian tak lama, Ia menutup matanya. Hari ini benar-benar melelahkan untuknya, Ia harus istirahat, demi dirinya dan juga Bayi y7yang di kandungnya.

***

Aldo menatap Sienna yang sudah tertidur pulas di atas ranjang rumah sakit. Matanya menelusuri tubuh Sienna. Tampak Lemah dan Rapuh. Apa Sienna benar-benar kesakitan tadi?? Dan kenapa dirinya juga merasakan kesakitan yang sama?? Apa Karena bayinya??

Aldo kemudian membawa tangannya ke permukaan perut Sienna yang sudah sedikit terlihat buncit. Mengusapnya selembut mungkin, takut jika Sienna terbangun karenanya. Tapi betapapun Aldo mengusap perut Sienna selembut mungkin, Sienna tetap terbangun.

Wanita itu membuka matanya pelan-pelan dan terlihat terkejut ketika mendapati Aldo duduk di kursi sebelah ranjangnya.

“Bagaimana keadaanmu??” Aldo bertanya dengan ekspresi Kakunya.

“Baik..” Suara Sienna serak khas orang yang baru bangun tidur. “Kak Aldo sejak kapan di situ??”

“Sejak tadi.”

“Kak Aldo nggak tidur??”

Aldo hanya menggelengkan kepalanya. “Aku nggak bisa tidur.”

Kemudian tanpa di duga, Sienna menggeser tubuhnya sendiri ke ujung ranjang. “Tidurlah di sini.” Ucap Sienna sambil menepuk sebelah ranjang yang Ia tiduri.

Aldo menggelengkan kepalanya. “Tidak Akan muat Si.. Sudah, tidurlah,”

Kini Sienna yang menggelengkan kepalanya. “Aku nggak bisa tidur kalau nggak di peluk.” Ucap Sienna tanpa tau malu.

Aldo sedikit menyunggingkan senyumannya. Kemudian Ia berdiri dan membuka kemeja yang ia kenakan. Meninggalkan dirinya hanya dengan kaus dalam warna hitamnya.

“Baiklah, Aku akan memeluk mu sampai pagi.” Ucap Aldo sambil membaringkan dirinya sendiri tepat di sebelah Sienna.

Sienna kemudian meringkuk dalam pelukan Aldo. Dada lelaki tersebut benar-benar membuatnya nyaman. Astaga… Ia benar-benar jatuh dalam pesona suaminya sendiri.

“Kak Aldo Sayang sama Wanita itu??” Tanya Sienna dengan polosnya.

Tubuh Aldo menegang seketika. “Nasya Maksud kamu?”

Sienna menganggukkan kepalanya.

“Aku menjalin hubungan dengannya, Berarti aku mencintainya Si.. Aku nggak pernah main-main dengan Wanita.”

“Lalu bagaimana denganku??” Suara Sienna seakan tercekat di tenggorokan.

“Bukankah Kamu juga menyukai Lelaki lain??”

“Kak Aldo tau??”

“Aku mengetahui semuanya, karena malam itu, saat Kamu mabuk, Kamu menceritakan semuanya padaku. Kamu Menyukai Kevin kan??”

Sienna menganggukkan kepalanya. Entah kenapa hatinya kini merasa perih. Dulu, Ia memang menyukai Kevin, Sahabatnya tersebut. Tapi entah kenapa kini baginya sudah berbeda.

“Jangan Menyukai Dia Si..”

Tubuh Sienna menegang seketika. “Kenapa??”

“Aku… Aku tidak suka Kalau melihatmu menyukai Lelaki lain.”

“Kenapa Kak Aldo tidak suka??”

“Karena itu membuatmu Menangis, Aku tidak suka melihatmu menangis..”

Sienna tersenyum mendengar perkataan Aldo. Ia semakin menenggelamkan dirinya di dalam dada bidang Aldo.

“Bagaimana Kalau Kak Aldo yang membuatku menangis??”

“Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri.” Jawab Aldo dengan cepat.

Sienna lagi-lagi tersenyum mendengar ucapan Aldo. Astaga.. Suaminya itu benar-benar manis.. Perkataan Aldo mampu menggetarkan hati Sienna. Dan Sienna tau jika Ia tidak bisa lepas begitu saja dari seorang Osvaldo handerson.

“Si.. Aku minta maaf, untuk hari ini..”

“Aku juga Minta maaf sudah membuat Kak Aldo kahawatir..”

“Aku memang selalu Khawatir jika itu tentang kamu dan bayi kita.” Ucap Aldo dengan lembut, membuat Sienna seakan terbang dengan kelembutan yang di berikan oleh Aldo. “Tidurlah.. Aku akan memelukmu sampai pagi.” Ucap Aldo lagi sambil mengusap-usap lembut kepala Sienna sesekali mengecupnya. Sedangkan Sienna sendiri yang sudah tidak dapat menahan kantuknya hanya memejamkan matanya saat kesadaran mulai meninggalkannya.

 

-TBC-

Advertisements

4 thoughts on “My Young Wife – Chapter 4

  1. Mereka so sweet bgt sihh..
    Serius dehh..

    Berkesan setiap bagian mereka..
    Walaupun terkadang sikap mereka bertolak belakang, tapi itu ada kesan tersendiri.. Ahhaha

    Sienna juga bisa banget aktingnya.. Hehhee

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s