romantis

Love Between Us – Part 5 (Jadian,,,)

1461672642101

 

Part 5 -Jadian-

 

Denny melepaskan pangutanya terhadap bibir Aira. Napasnya terputus-putus begitu pun dengan Gadis di hadapannya kini. Astaga.. Apa yang kamu lakukan Denn?? Bisa-bisanya kamu menciumnya di depan umum seperti ini??. Ia merutuki dirinya sendiri dalam hati.

 

Kecanggungan kembali menyeruak di antara mereka berdua. Padahal kini mereka masih berdiri di tengah-tengah lantai dansa. Tiba-tiba sebuah tangan menarik lengan Denny.

 

“Kak Denny..” Ia membalikkan badannya dan mendapati sosok manja lainnya. Itu Dinda, adik Arga.

 

“Dinda.. Kamu di sini??”

 

“Aku alumni sini. Kak Denny sendiri ngapain di sini??” Dinda menatap ke arah Aira dengan tatapan tidak suka nya. “Dan kenapa bisa sama dia?” Kemudin Denny merasakan lengannya di apit dengan mesra oleh Aira. Gadis itu seakan menunjukkan jika Denny adalah pasangannya malam ini.

 

“Dia pacarku.” Ucap Aira terang-terangan.

 

“Apa?? Mana mungkin?? Kak Denny itu nggak suka pacaran tau!.” Ucap Dinda dengan nada meninggi. Sedangkan Aira malah tersenyum mengejek. Ia masih sakit hati dengan Dinda yang dulu sering mencampuri urusannya ketika ia masih berpacaran dengan Wisnu.

 

“Nyatanya, saat ini kami pacaran. Bukan begitu sayang?” tanyanya pada Denny dengan nada yang di buat memanja.

 

Denny benar-benar tidak tau harus berkata apa. Ia sedikit tidak enak dengan Dinda. Dinda adalah gadis yang selalu menginginkannya, menuntutnya untuk memiliki perasaan lebih. Tapi Denny tidak pernah bisa merasakan perasaan tersebut, ia hanya menganggap Dinda sebagai adiknya sendiri. Ia menolak perasaan Dinda dengan alasan tidak ingin memiliki hubungan lebih dengan wanita mana pun dulu. Tapi kini…

 

Dinda mendengus sebal. Ia benar-benar sangat kesal terhadap sikap Aira dan Denny. Bagaimana bisa lelaki idamannya tersebut jatuh ke tangan musuhnya sendiri?? Dengan kesal Dinda berbalik dan meninggalkan Denny dan juga Aira. ia menghentak-hentakkan kakinya, kesal.

 

***

 

“Kamu kenal Dinda??” Tanya Aira ketika mereka sudah berada di dalam mobil menuju perjalanan pulang.

 

“Ya, dia adik temanku.”

 

“Sepertinya kalian cukup dekat.”

 

Denny tersenyum. “Dia selalu menempel kemanapun kakaknya pergi. Jadi kami memang sering bertemu.”

 

“Ohh..” Ucap Aira sambil menganggukan kepalanya.

 

“Kamu sendiri sepertinya juga kenal dekat dengan dia?.”

 

“Kami musuh.” Ucap Aira dengan ketus.

 

Denny tersenyum. “Kenapa bisa musuhan?? Jangan bilang karena Pria yang menghampirimu tadi.”

 

“Entah lah.. Aku tidak suka saja orang-orang bermuka dua seperti Wisnu dan Dinda.”

 

“Bermuka dua?? Maksud kamu??” Denny bertanya sedikit penasaran.

 

“Kamu nggak akan mengerti.” Kemudian keduanya sama-sama saling terdiam seakan menyelami perasaan masing-masing hingga kemudian Denny mulai membuka suara lagi.

 

“Aira..” Panggil Denny dengan suara beratnya.

 

“Iya…”

 

“Aku.. Aku minta maaf karena sudah lancang mencium mu.” Ucap Denny sepelan mungkin. Aira tentu saja sangat tertegun dengan apa yang di katakan Denny, bagaimana mungkin ada Pria yang meminta maaf setelah melakukan ciuman selembut tadi??.

 

“Nggak apa-apa, lupakan saja.”

 

Denny menggelengkan kepalanya. “Nggak, aku pikir itu sudah kelewatan. Kita hanya pura-pura tapi sepertinya aku terlalu mendalami peran dalam sandiwara ini.”

 

“Kalau begitu, lanjutkan.”

 

Denny terkejut dengan ucapan Aira. “Apa maksud kamu?”

 

“Kita lanjutkan saja apa yang sudah kita mulai. Gampang kan??” Ucap Aira dengan senyuman manjanya.

 

“Tapi… Bagaimana dengan pacar kamu yang sebenarnya??”

 

“Aku nggak punya pacar. Dan mulai saat ini, pacarku yang sebenarnya adalah kamu. Mengerti??” lagi-lagi Aira berkata dengan nada manja tidak ingin diganggu gugat. Sementara Denny hanya bisa membatu. Ia tidak mengerti apa yang sebenarnya di inginkan Gadis di sebelahnya tersebut. Di sisi lain, ia juga tidak akan mampu menolak permintaan Aira.

 

“Baiklah.. Aku mengerti.” Ucap Denny dengan kekakuannya.

 

“Jadi, mulai saat ini kita benar-benar jadian??” Tanya Aira dengan penuh harap.

 

“Ya, kita jadian.” Aira tersenyum bahagia. Walau Denny masih sangat kaku, bersikap datar-datar saja padanya. Ia cukup senang karena sudah bisa memiliki status yang jelas dengan Pria di sebelahnya ini.

 

‘Denny… Aku akan mendapatkanmu.. mendapatkan hatimu..’ bisik Aira dalam hati.

 

***

 

Bibir Aira tidak pernah lepas dari senyumnya. Sepulang dari reuni tadi ia hatinya berbunga-bunga. Seperti ada melodi indah mengiringi setiap langkahnya. Terbayang jelas ketika Denny menciumnya dengan penuh perasaan. Bibirnya terasa kebas dan ia menginginkan lagi.

 

“Apa susah selesai acaranya?” Tanya Rizky. Aira yang akan melangkah naik ke tangga berhenti. Ia tidak menyangka Ayahnya akan menunggu hingga larut malam seperti ini. Aira bersalah.

 

“Ayah, acaranya sudah selesai” Sahutnya takut.

 

“Kita bicara sebentar” Rizky berbalik menyuruh Aira mengikutinya ke ruang kerja miliknya. Ia duduk dikursi kerjanya sedangkan putrinya duduk di kursi yang di hadapannya terhalangi meja. “Apa benar kamu mempunyai hubungan khusus dengan Pria itu?”.

 

“Maksud Ayah, Denny?”

 

“Ya, siapa lagi yang diakui mu sebagai pacar?”

 

“Iya, Ayah” jawab Aira singkat.

 

“Ayah menentang hubungan kalian!”

 

“Apa? Denny bukan Pria seperti mereka” Elaknya tidak terima. Ayahnya mengira Denny seperti Wisnu dan pacar Aira lainnya.

 

“Dulu pun kamu bilang kalau Wisnu baik tapi kenyataannya?. Dia hanya memanfaatkan keluguanmu!” Sentak Rizky.

 

“Bisakah Ayah memberi kesempatan pada Denny?. Dia bukan orang yang sama dengan Wisnu. Aira yakin itu” Rizky menghela napas kasar.

 

“Jika itu mau kamu, Ayah akan memantau sejauh mana dia serius. Jika dia sama dengan mantanmu dulu tinggalkan!”

 

 

***

 

Denny melirik ke arah jam yang melingkar di tangan kirinya. Ternyata sudah waktunya makan siang. Ia menghitung dalam hati, sebentar lagi Gadis itu pasti meneleponnya. Siapa lagi jika bukan Aira. Dan benar saja, tidak lama ponselnya berbunyi dengan nama Aira yang menjadi pemanggilnya.

 

Denny tersenyum simpul lalu mulai mengangkat telepon tersebut.

 

“Halo..”

 

“Denny, aku sudah di Cafe seperti biasanya.”

 

“Baiklah, aku segera turun.”

 

“Cepat ya sayang..” Denny mendengar Aira mengucapkan kalimat tersebut sambil terkikik. Kemudian telepon tersebut dimatikan begitu saja oleh Aira. Ia hanya bisa menatap ponselnya sambil menggelengkan kepalanya. Gadis itu selalu saja membuat jantungnya tidak berhenti berdegup kencang hanya karena ucapan-ucapan konyolnya.

 

Ini sudah dua minggu sejak malam pesta reunian. Dan selama dua minggu tersebut, hubungan mereka semakin membaik layaknya sepasang kekasih pada umumnya. Meski Aira yang selalu tampak agresif tapi Denny juga seakan sudah membuka dirinya untuk Aira. Ia bahkan tidak malu-malu lagi menggandeng tangan Aira di depan umum saat jalan bersama.

 

Setiap siang Gadis itu selalu menunggunya di Cafe sebelah kantor tempat kerja Denny. Membawakannya makan siang layaknya seorang istri yang membawakan bekal pada suaminya. Awalnya Denny tentu sangat risih, mengingat ia sudah lama tidak dekat dengan Wanita. Tapi karena kegigihan Aira, ia mulai terbiasa. Denny kini bahkan merasa senang ketika melihat Aira yang sudah menunggunya di Cafe tersebut.

 

“Jadi.. Kamu beneran sedang menjalin hubungan dengan Gadis manja tersebut??” Pertanyaan tersebut menyadarkan Denny dari lamunan.

 

Denny menoleh ke samping dan mendapati Vita, teman sekantornya yang sedang asyik berjalan di sampingnya. Vita memang dekat dengan Denny bahkan di kantor tersebut. Beberapa kali ia digosipkan menjalin hubungan dengan Denny.

 

“Maksud kamu??” Tanya Denny tidak mengerti.

 

“Gadis manja dengan pengawalnya yang biasa kamu temui di Cafe sebelah setiap makan siang itu. Apa benar dia pacar kamu?”

 

Denny tersenyum simpul. “Gosip di kantor ini benar-benar mengerikan.”

 

“Untuk orang seperti mu, iya. Kamu terlalu pendiam dan misterius jadi mereka penasaran dan ingin tau tentang mu.” Jelas Vita.

 

“Ya.. Dia kekasihku.” Ucap Denny terang-terangan.

 

“Apa yang kamu cari dari dia, Den??. Dia masih terlihat seperti anak-anak.”

 

“Aku tidak mencari apa pun dari dia.”

 

Vita tersenyum miring. “Jangan bohong, apa karena dia kaya??” Sindir Vita. Sebenarnya Vita merasa sangat sakit hati. Berkali-kali ia berusaha menarik hati Denny tapi Pria itu seakan tidak pernah menoleh ke arahnya, sedangkan dengan gadis tersebut??. Menurut gosip yang beredar di kantor, Denny dan Gadis tersebut selalu terlihat mesra saat makan siang bersama.

 

“Terserah bagaimana penilaian orang, yang penting aku melihatnya bukan karena dia kaya, cantik atau menarik. Aku melihatnya karena menyukainya.” Ucap Denny dengan pasti lalu berjalan lebih cepat meninggalkan Vita yang hanya berdiri tercengang seakan mendapatkan tamparan telak dari dirinya.

 

***

Aira menatap rantang mungil di hadapannya. Di dalamnya sudah terdapat beberapa masakan hasihl buatannya sendiri untuk Denny, pria yang sudah dua minggu ini menjadi kekasihnya.

 

Dua minggu terakhir, aira memang selalu mengunjungi  Denny ketika makan siang tiba, Ia bahkan tidak sega-segan membawakan Denny masakan rumahan.

 

Beberapa hari yang lalu, Aira membawakan Denny Sambal balado. Dan ternyata Lelaki itu sangat menyukainya. Hingga Siang ini, Aira membawakan menu special tersebut untuk Denny, Special karena Ia sendirilah yang memasak untuk lelaki tersebut.

 

Aira tersenyum mengingat bagaimana Ributnya tadi pagi saat ia mencoba memasak sambal balado tersebut. Sang Mama bahkan sampai menghampirinya karena keributan yang ia buat di dapur.

 

*Flashback

 

 

Zeeva mendengar suara gaduh di dapur. Selesai sarapan siapa yang masak di dapur. Matanya terbelalak, keadaannya sungguh berantakan. Ia menggelengkan kepalanya tidak percaya. Seorang Aira berada di dapur sedang memasak?. Zeeva melirik meja pantry yang berceceran cabai dan sayuran lainnya.

 

“Aira??” Panggilnya menyentakan Aira yang bergelut dengan sambal baladonya. Ia terbatuk-batuk akibat bau cabai yang menyerang hidungnya.

 

“Mama!!”

 

“Apa yang kamu lakukan, sayang??” Zeeva berjalan menghampiri putri tirinya.

 

“Aira lagi buat sambal buat Denny, ma” Jawabnya senang binar matanya pun begitu terang.

 

“Sambal balado?” Aira mengangguk semangat. “Kamu bisa buatnya?”

 

“Aira lihat di internet ma” Zeeva mencoba membantu Aira, namun ditolaknya. Aira bilang ingin membuat makanan pertamanya dan itu spesial untuk Denny, kekasih barunya.

 

Aira kembali tersenyum mengingat bagaimana bodohnya dirinya karena seorang Denny. Ia bahkan menyempatkan diri memasak untuk pertama kalinya hanya buat seorang Denny handoyo. Ahhh Semoga saja Lelaki itu nanti menyukai hasil masakannya. Do’anya dalam hati.

 

 

***

 

Sesampainya  di Cafe..

 

Denny melihat Aira yang sudah duduk di ujung Cafe dengan posisi membelakangi dirinya. Denny merapikan kembali pakaiannya, entah kenapa kini saat berada di dekat Aira. Ia ingin tampil serapi dan setampan mungkin.

 

“Hai.. Sudah lama..” Sapa Denny ketika sudah sampai di dekat Aira.

 

“Haii…” Dengan Santai Aira langsung memeluk tubuh kaku Denny seperti biasanya. “Baru aja kok, ayo duduk. Aku bawakan makanan kesukaan kamu lho” Ucap Aira dengan penuh semangat.

 

Denny mengerutkan keningnya. “Memangnya kamu tau apa makanan kesukaan ku?”

 

“Tentu saja, kamu kemarin pernah berkata kalau kamu sangat suka sekali sambal balado yang aku bawakan. Jadi hari ini aku bawakan sambal balado special buat kamu.” Ucap Aira sambil membuka bekal rantang mungil yang di bawanya.

 

“Apa yang membuatnya special?”

 

Aira mendekatkan diri pada Denny dan berbisik pelan. “Aku sendiri yang memasaknya.”

 

“Benarkah??”

 

“Tentu saja, biar begini aku juga pandai masak tau. Ayo cepat di coba.” Ucap Aira dengan antusias sambil menyodorkan makanan bawaannya ke arah Denny.

 

Denny mencobanya sesuap dan ia langsung tersedak, terbatuk-batuk karena sesuatu. Tanpa banyak bicara lagi ia menyambar jus alpukat pesanan Aira dan meminumnya. Meredakan sesuatu yang seakan membakar indera perasanya.

 

“Kenapa?? Apa nggak enak?” tanya Aira dengan raut wajah penasarannya.

 

“Ini terlalu pedas. Dan ini asin sekali.” Ucap Denny masih dengan sesekali meminum jus alpukat milik Aira.

 

“Ahh yang benar??” Aira tampak tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Denny.

 

“Coba saja.” Benar saja, ketika Aira mencoba sesuap. Ia merasakan apa yang di rasakan Denny tadi, rasa pedasnya benar-benar sangat tajam hingga membuatnya tersedak. Rasa asinnya, Aira benar-benar menyesal kenapa tadi tidak mencobanya dulu di rumah.

 

Tadi, saat masakan tersebut selesai di buat Zeeva sang Mama memang sempat menyarankan Aira untuk mencobanya terlebih dahulu tapi karena terlalu percaya diri. Aira menjawab ‘Tenang saja Ma, Seperti apa pun makanannya, kalau Denny tau itu buatanku. Dia pasti akan menghabiskannya. Lagi pula aku ingin masakan pertamaku dia yang mencicipinya..’ Ucap Aira saat itu sambil terkikik geli. Dan kini ia menyesalinya.

 

Secepat kilat Aira merebut jus alpukat yang berada di tangan Denny dan menegaknya hingga tandas berharap rasa pedas di lidahnya segera hilang.

 

“Apa kamu tidak mencobanya dulu saat di rumah??” Aira menggelengkan kepalanya.

 

“Aku mau masakan pertamaku, kamu yang mencobanya.” Ucap Aira dengan polosnya. Denny menatap Aira dengan tatapan bersalahnya. Aira sudah berusaha, harusnya ia berterimakasih, bukan malah menuntutnya lebih. Dengan menghela napas panjang, Denny kembali meraih wadah yang berisi sambal balado tersebut.

 

“Mana nasinya.” Ucapnya dengan datar seperti biasanya.

 

“Buat apa?” tanya Aira yang masih tidak mengerti.

 

“Aku akan memakannya.”

 

“Nggak, di buang saja. Nanti perut mu bisa sakit.” Aira benar-benar terkejut dengan apa yang di lakukan Denny.

 

“Nggak akan sakit sudah sini nasinya.” Tanpa banyak bicara lagi ia meraih wadah satunya yang berisi nasi dan juga masakan lainnya yang di bawakan Aira.

 

“Kalau di makan dengan nasi tidak terlalu asin.” Ucap Denny sambil memakan makanan di hadapannya tersebut dengan lahap tanpa mempedulikan rasa pedas yang seakan membakar lidah dan tenggorokannya.

 

Aira menatap Denny dengan terharu. Walaupun masakannya tidak enak ia tetap memakannya. Matanya berkaca-kaca. Denny bukanlah seperti Wisnu, ia berbeda. Dilubuk hatinya yang paling dalam Aira merasakan sesuatu yang berbeda yaitu kenyamanan dan sangat dijaga. Di dekat Denny, ia tahu segala tindakannya tulus.

“Kamu kenapa??” Tanya Denny saat menatap Aira yang sudah berkaca-kaca.

“Ahh.. enggak,” Ucap Aira sambil menatap ke arah lain.

“Ada masalah?”

“Nggak ada.” Jawab Aira lagi. Tentu Ia tidak ingin mengucapkan rasa terharunya pada Denny. “Emm Aku ada sesuatu untuk Kamu.” Kata Aira sambil mengeluarkan sebuah kado dari dalam palstik yang di bawanya.

“Apa ini?” Tanya Denny penasaran.

Aira tersenyum. “Buka di rumah saja. Aku ingin Kamu menggunakan itu saat malam minggu nanti.”

Denny memicingkan matanya. “Malam minggu?? Kenapa dengan malam minggu??”

“Aku mau kita kencan.” Bisik Aira pelan sambil terkikik geli.

Denny menelan ludahnya dengan susah payah. Kencan?? Setelah jadian dengan Aira dua minggu yang lalu, mereka memang belum sempat kencan. Mereka hanya bertemu saat siang seperti sekarang ini. Dan jika Aira mengajaknya kencan malam minggu nanti, Apa yang harus Ia lakukan??

“Kencan kemana??”

“Kemana saja,” Ucap Aira dengan antusias. “Dan Kamu harus memakai itu.”

Denny mengerutkan keningnya. “Memangnya apa isinya?? Awas kalau macam-macam.”

“Nggak macam-macam kok.”

“Baiklah.” Sambil menghela napas panjang akhirnya Denny mengalah.

“Denny..” Panggil Aira pelan hingga membuat Denny mengangkat kepala ke arahnya. “Terimakasih sudah mau memakan masakanku yang rasanya aneh tersebut.”

Denny tersenyum tanpa ragu Ia mengacak poni Aira. “Ini tidak aneh, hanya sedikit Asin, dan terlalu pedas. Lain kali kurangi cabai dan garamnya.”

“Lain kali?? Jadi Kamu masih mau memakan masakanku??”

Denny menganggukkan kepalanya. “Ya, tentu saja..” dan Aira tidak dapat lagi menyembunyikan senyuman bahagia di wajahnya. Denny benar-benar sosok Pria yang baik, meski cenderung datar, tapi Dia lebih baik di bandingkan Wisnu, mantan kekasihnya yang Brengsek tersebut.

***

Tanpa canggung lagi, Aira bergelayut mesra di lengan kanan Denny saat lelaki itu mengantarnya sampai parkiran di halaman Kafe tersebut. Ia sangat menyukai Aroma dari tubuh Denny. Aroma maskulin yang membuatnya betah berada di dekat lelaki tersebut.

Sesampainya di dekat Mobil. Aira menengok ke dalam. Mobilnya, ternyata Indra masih di Dalam. Pengawalnya tersebut bahkan sedang Asik mendengarkan lagu-lagu yang sedang di putarnya.

“Aku sangat kesal sama Ayah, Kemana pun aku pergi, aku harus selalu mengajaknya.” Gerutu Aira.

Denny tau apa yang di maksud Aira. “Ayah Kamu perhatian sama Kamu.”

“Tapi aku kan Sudah besar.” Aira masih menggerutu kesal.

Denny kembali mengacak Poni milik Aira. Gadis di hadapannya ini sangat mirip dengan sang Adik. Manja dan sangat menggemaskan. Hanya saja.. Aira membuat sesuatu berdegup kencang dalam dadanya, Secara bersamaan Aira juga mampu membangunkan sesuatu dalam dirinya yang sudah lama tidak terbangunkan Oleh kehadiran seorang wanita.

“Kamu cantik kalau sedang merajuk.” Ucap Denny dengan parau.

Aira hanya menundukkan kepalanya ketika melihat perubahan Ekspresi dari Lelaki di hadapannya tersebut.  Lalu kemudia, ketika Ia menundukkan Kepalanya, ia merasakan sesuatu yang lembut menyentuh Dahinya.

Denny mencium keningnya….

Aira hanya mampu memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan lembut dari Lelaki di hadapnnya tersebut. Jantungnya memacu lebih cepat Dan itu membuat  sesuatu dalam tubuhnya memerintahnya untuk memeluk lelaki di hadapannya tersebut.

Akhirnya Aira pun memeluk tubuh Denny dengan Erat. Menenggelamkan wajahnya pada Dada bidang lelaki tersebut. Dan entah karena dorongan apa Aira mengucapkan kalimat tersebut dengan tulus dari dalam hatinya..

“Aku sayang Kamu Denn..”

Ketulusan tersebut tentu menggugah hati Denny, membuat Denny membatu seketika. Sayang?? Aira benar-benar sayang padanya?? Lalu apa rasa sayang juga yang Ia rasakan pada Gadis yang sedang memeluknya kini??

 

-TBC-

Advertisements

4 thoughts on “Love Between Us – Part 5 (Jadian,,,)

  1. owww bang Denny Sweet banget sih..walaupun terkesan datar tapi perlakuannya ke Aira itu romantis banget
    Udah bang Denny Kalau perasaannya bergetar tandanya cinta diungkapin aja ke Aira…

    di tunggu part selanjutnya kak
    semangat

    Like

  2. Cwok pendiam dan trkesan datar emng cocok bgt nih ama karakter Aira yg klwat manja,,tp kesan dewasanya ada…
    Smg hbngn mrka lancar dan gk di tentang klrga lg…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s