romantis

My Young Wife – Chapter 3

Pswmnew bvvvvFixMy Young Wife

 

Bang Aldo nya udah hdir nihh.. enjoy reading yaa… banyak Typo yaa.. mohon di maklumi.. hahahahha

 

Chapter 3

 

“Si… Malam ini.. Tidurlah di sini.”

Sienna masih mentap Aldo dengan tatapan anehnya. Apa Ia tak salah dengar tadi?? Akhirnya Sienna kembali duduk di pinggiran ranjang Aldo.

“Kenapa Kak??”

“Aku hanya tidak ingin tidur sendiri malam ini, Emm.. itu pun jika kamu nggak keberatan.”

Tanpa banyak bicara Sienna kembali bangkit dan berjalan memutari ranjang lalu merebahkan dirinya di sisi lain ranjang Aldo.

“Ayo tidur.” Ucap Sienna dengan manja.

Aldo hanya membatu melihat wanita mungil di sebelahnya kini.  Apa Wanita in tidak merasakan apa pun saat di dekatnya seperti yang di rasakannya kini pada Wanita tersebut. Astaga… Aldo bahkan tidak bisa mengendalikan degupan jantungnya yang semakin menggila karena kedekatan dirinya dengan Sienna.

“Kak Aldo nggak tidur??” tanya Sinna yang merasakan kegelisahan Aldo.

“Aku nggak bisa tidur.”

Sienna semakin mendekatkan diri kepada Aldo. “Kenapa?”

“Entahlah..”

Tanpa banyak bicara lagi Sienna memeluk tubuh Aldo. “Aku suka Aroma Kak Aldo, membuatku tenang.”

“Ini cuma Aroma minyak kayu putih yang kamu oleska padaku Si..“

“Bukan, Bukan Aroma itu, Aroma Khas tubuh Kak Aldo.” Ucap Sienna dengan polosnya.

Aldo membatu seketika. Astaga.. Sienna benar-benar mempengaruhinya. Kenapa juga tadi Ia minta di temani?? Bukan kah itu sama saja bunuh diri??

Sienna memang tergolong gadis muda. Tapi bagi Aldo, tubuh gadis di sebelahnya ini termasuk dalam golongan tubuh wanita dewasa. Apalagi kini mengingat sienna yang sedang Hamil membuat tubuh gadis itu terlihat semakin menggairahkan untuk Aldo.

Sering kali Aldo menahan Diri untuk tidak tergoda dengan Sienna, tapi entah kenapa malam ini Ia sangat ingin sekali mendekatkan diri dengan wanita tersebut??

Ketika Aldo sibuk dengan lamunannya, tiba-tiba Sienna meraih telapak tangan Aldo lalu membawa ke perutnya yang sudah sedikit terlihat buncit.

“Dia ingin di sentuh Ayahnya..” Ucap Sienna dengan nada polosnya. Lagi-lagi Aldo hanya membatu dengan tatapan mata tepat pada manik mata Sienna. “Usianya sudah Empat bulan, Harusnya dia sudah sedikit aktif bergerak, tapi aku sangat jarang merasakan gerakannya.” Lanjutnya lagi.

Aldo masih membatu. Ia merasakan perasaan aneh saat ini. “Aku.. Aku minta maaf kalau kurang perhatian padamu.”

Sienna mengglengkan kepalanya. “Kak Aldo sudah lebih dari cukup memberikan perhatian Kakak padaku.”Ucap Sienna yang kali ini sudah semakin mendekatkan diri pada Aldo. “Apa Aku boleh memeluk Kak Aldo??”

“Jangan… aku sendiri yang akan memelukmu.” Ucap Aldo sambil memiringkan tubuhnya kemudian merengkuh tubuh mungil Sienna dalam pelukannya.

***

Pagi itu Aldo terbangun sendiri di dalam kamar nya. Ia menoleh ke samping  di mana Sienna tadi malam berada tidur di sana, namun ranjang sampingnya terasa dingin, Wanita itu sudah bangun sejak tadi.

Aldo lantas bangkit kemudian menuju ke kamar mandi. Setelah membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, Ia lantas bergegas ke arah dapur, Dimana Sienna berada. Meski tidak bisa masak, Sienna sering memaksakan diri untuk membuat sesuat di dapurnya.

Dan benar saja, saat ini wanita itu sedang sibuk dengan peralatan dapur sambil sesekali melihat ke arah smartphone nya.

Aldo tersenyum melihat tingkah Sienna, Wanita itu pasti kini sedang mencoba membuat sesuatu di dapurnya.

“Sedangmembuat apa?” Aldo bertanya tapi seakan tidak memperhatikan apa yang di lakukan Sienna.

“Emm.. aku mencoba membuat Pancake Pisang dan coklat.”

“Memangnya bisa??” Aldo terlihat tertarik dengan apa yang di kerjakan Sienna.

“Sepertinya tidak sulit.”

“Aku mau satu.” Ucap Aldo kemudin.

“Aku memang membuat dua, untuk kita.”

Setelah mendengar ucapan Sienna tersebut, Aldo hanya termangu menatap punggung Sienna. Wanita itu kadang terlihat seperti gadis manja, sangat manja hingga membuat Aldo kesal. Tapi di sisi lain, Sienna terlihat seperti wanita dewasa. Wanita yang membuatnya menegang seketika dan juga membuatnya tergoda.

***

Setelah mengganti pakaiannya dengan pakaian keja nya, Aldo kembali menuju ke meja makan. Di sana sudah ada Sienna yang duduk dengan tenang menghadap dua piring Pancake buatannya.

“Kenapa nggak makan duluan?”

“Aku menunggu kak Aldo.”

“Lain kali nggak usah di tunggu, kamu akan kelaparan.”

“Lebih enak makan bersama.” Ucap Sienna dengan polosnya. Ia tidak menyadari jika sejak tadi Aldo sibuk memperhatikan dirinya. “Ayo di makan.” Ajak Sienna.

Akhirnya Aldo menyuapkan sesuap makanan ke dalam mulutnya. Rasanya sedikit Aneh, tapi cukup enak di makan meski tidak seperti Pancake pada umumnya.

“Bagaimana? Apa Enak?” Tanya Sienna penuh harap.

“Rasanya Aneh, tapi masih bisa di makan.” Ucap Aldo jujur lengkap dengan ekspresi datarnya.

“Yaaahh… Apa Kak Aldo nggaak bia bilang kalau ini Enak??” Sienna bertanya dengan nada kesalnya.

“Kalau nggak enak ya nggak enak, jadi nanti kamu bisa belajar buat lagi yang lebih enak.”

“Tapi aku sudah berusaha Kak.. masa di bilang nggak enak.” Rengek Sienna.

Aldo memutar bola matanya sambil menggelengkan kepalanya. Sepertinya kemanjaan Sienna sudah di mulai lagi.

“Oke, ini enak.”Akhirnya Aldo mengalah

“Huuufftt.. Tadi sudh bilang nggak enak, berarti ini nggak enak.” Gerutu Sienna. Sedangkan Aldo hanya menggelengkan kepalanya.  Wanita ini benar-benar..

Keduanya melanjutkan makan dalam diam. Sibuk dengan pikiran masing-masing. Tidak lama, Ponsel milik Aldo berbunyi. Aldo melirik sekilas, ternyata itu Nasya, Kekasihnya.

Ya… Aldo memang sudah memiliki kekasih bahkan sejak Ia belum bertemu Sienna di pesta tersebut. Nasya usianya tiga tahun lebih muda dari pada Aldo. Dan setidaknya wanita itu lebih dewasa dari padaa istri di hadapannya kini.

“Kenapa nggak di angkat?” tanya Sienna dengan polos.

“Kita kan lagi makan.”

“Apa wanita itu??”

Aldo membatu sambil menatap ke arah Sienna. Ya, Sienna memang sudah tau kalau Aldo memiliki kekasih. Sebelum menikah, Aldo bahkan sudah mengenalkan Nasya kepada Sienna. Kesal, tentu saja. Tapi Sienna berpikir jika dirinya tidak memiliki hak untuk mengatur hidup Aldo.

“Lupakan saja.” Jawab Aldo kemudian.

“Emm.. tadi pagi dia telepon, Dan aku mengangkatnya.” Ucap sienna sambil meunduk kan kepalanya.

“Sienna, berapa kali aku mengatakan kalau kamu harus menghargai Privasi orang.” Suara Aldo sedikit meninggi.

“Ini nggak adil untuk ku.. Kak Aldo bisa bebas sesuka hati Kakak, tapi Aku??”

“Karena kamu sedang hamil, dan aku harus menjagamu.”

Menunduk dan menangis, hanya itu yang dapat di lakukan Sienna. Entah kenapa hatinya merasa tersakiti saat Aldo berbicara dengan nada tinggi padanya. Dan Wanita itu.. Nasya, Sienna benar-benar tidak suka dengan wanita tersebut.

“Maaf..” lagi dan Lagi Aldo mengucapka kata Maaf untuk Sienna. Wanita di hadapannya itu benar-benar sangat cengeng. Sedikit-sedikit merajuk, sedikit-sedikit menangis, Dan itu membuat Aldo semakin kesal.

Sienna lalu berdiri, mengambil piring di hadapan nya yang masih penuh dengan pancake buatannya.

“Mau kemana? Kenapa nggak di habiskan??”

“Rasanya nggak enak.” Ucap Sienna sambil bergegas ke arah dapur.

Sienna membuang sisa Pancake di piringnya tersebut lalu mencuci piring tersebut. Saat Ia mencuciya, Ia merasakan seseorang memeluknya dari belakang. Tubuh Sienna menegang seketika. Sienna merasakan Sebuah wajah di sandarkan pada pundak kanannya.

“Maafkan Aku.. Aku sudah kasar.” Bisik Aldo tepat di telinga Sienna.

Sienna menggelengkan kepalanya. “Kak Aldo nggak salah Kok, Aku saja yang terlalu kekanak-kanakan.” Ucap Sienna kemudian.

Aldo membatu dengan kepolosan Sienna. Aldo merasa malu., Selama ini dirinya memang tidak adil dengan Sienna. Ia selalu mengekang wanita tersebut dan selalu ikut campur dalam urusannya. Tapi sedikit pun Ia tidak pernah membiarkan Sienna masuk ke dalam kehidupannya.

Aldo melepaskan pelukannya seketika saat sadar bahwa Ia sudah memeluk Sienna dengan erat. “Emm.. Aku ke kantor dulu.” Ucap Aldo dengan cepat lengkap dengan nada kakunya.

Aldo berbalik. Menuju ruang kerjanya, lalu mengambil barang-barang yang akan di bawaya ke kaantor, kemudian pergi begitu saja tanpa menghiraukan Sienna yang masih berdiri membatu di dalam dapur.

***

“Jangan pernah telepon aku  pada malam hari atau pagi hari.” Ucap Aldo padaa wanita cantik di hadapannya.

“Kenapa? Apa aku mengganggumu?” Nasya bertanya dengan nada menantang.

“Yaa, Sangat mengganggu.” Aldo mejawab dengan datar.

“Aldo..” rengek Nasya.

“Berhenti merengek seperti itu. Apa kamu tau kalau semakin kesini kamu semakin mirip dengan Sienna?? Dan itu membuatku semakin Gila.”

“Sienna lagi Sienna lagi, Sedikit –sedikit Sienna. Kamu tau nggak Al kalau kamu sudah berubah. Kamu selalu mikirin perempuan manja itu.” Ucap Nasya penuh dengan Emosi.

“Dia istriku Sya..”

“Istri?? Sejak kapan kamu menganggapnya sebagai istrimu Al? Ingat, kalian menikah hanya karena bayi sialan itu.”

Aldo berdiri seketika. Ia benar-benar tak suka dengan apa yang di katakan Nasya. “Jangan pernah mengatakan kalau bayiku sialan.” Ucap Aldo penuh penekanan. Kemudian Aldo pergi begitu saja meninggalkan Nasyaa yaang tercengang menataap kepergiannya.

Aldo benar-benar berubah. Lelaki itu tidak prnah berkata dengan nada kasar terhadapnya. Lelaki itu biasanya lembut, sabar dan selalu penuh kasih sayang terhaadapnya. Tapi kini… semua berbanding terbalik. Dan itu semua pasti karena Wanita sialan bernama Sinna dengan Bayi yang di kandungnya. Bagaimana pun juga Aldo tidak boleh sampai terpengaruh dengan wanita tersebut. pikir Nasya dalam hati.

***

“Fan… Aku bosan.” Ucap Sienna dengan nada manjanya.

Saat ini Sienna sedang berada di dalam mobil dengan Fandy yang mengmudi. Seperti biasa, saat Aldo kerja, Sienna memilih untuk keluar jalan-jalan dengan Fandy yang mengawalnya.

“Lalu Nona Sienna ingin apa??”

“Emm… Apa Aku boleh mengunjungi Kak Aldo di kantornya?” tanya Sienna kemudian.

“Emmm Maaf Nona, Sepertinya jangan, Pak Aldo sangat sibuk dan mungkin tidak ingin di ganggu.”

“Tapi aku kangen..” Sienna menutup mulutnya seketika saat menyadari jika ia sudah keceplosan. Sedangkan Fandy hanya mampu tersenyum simpul melihat kelakuan Sienna.

Wajah Sienna memerah seketika. Astaga.. bagaimana mungkin Ia mengucapkan hal sememalukan itu di hadapan Fandy?? Dan lagian, Apa benar Dirinya kini sedang merindukan sosok Suaminya tersebut?? Apa coba yang Ia rindukan?? Sikap dinginnya?? Otoriternya??? Yang benar saja.

“Fan.. Kita ke mall aja, Aku mau bertemu Eva.”

“Pak Aldo berpesan jika Nona Sienna tidak di perbolehkan bertemu dengan teman-teman alay Nona.”

“Aisshhh… mereka nggak Alay  Fan… udah, Antar aku yuk..”

“Nanti Pak Aldo marah Non..”

“Dia nggak akan marah.” Ucap Sienna dengan pasti. “Kalau nggak tau.” Tambahnya lagi.

Sedangkan Fandy hanya terdiam tidak menjawab, Tapi lelaki itu juga tidak menunjukkan akan menuruti  kemauannya.

“Fan… Ayo… Cuma sama Eva kok. Aku benar-benar bosan, dan bosan akan membuat Stress sedangkan ibu hamil tidak boleh stress..”

“Baiklah, Saya Antar.” Ucap Fandy kemudian.

Sienna bersorak kegirangan. “Thank you.. Ngomong-ngomong, bisa nggak sih kamu ganti bajumu itu?? kamu sudah seperti Kak Aldo yang selalu terlihat Kaku.”

Fandy tersenyum. “Ini memang permintaan Pak Aldo, saya tidak bisa mengganti sembarangan.”

“Kenapa begitu??”

Fandy tertawa saat mengingat kenapa Aldo menyuruhnya selalu mengenkan setelan khas pengawal-pengawal pada umumnya.

“Katanya, nanti kalau saya menggunakan T-Shirt santai, Nona Sienna akan terlihat  sedang jalan dengan pacar atau suami Nona Sienna, bukan dengan pengawal pribadi Nona Sienna.”  Ucap Fandy dengan sedikit terkikik geli.

“Isshh… Kak Aldo emang Aneh. Aku suka risih lihat kamu yang terlalu rapi kayak gini.”

“Ini sudah pekerjaan saya Nona.”

“Ya sudah lah… Semoga saja nanti Kak Aldo bisa merubah Sikapnya yang kaku dan membosankan tersebut.” Gerutu Sienna.

***

Sienna kini duduk dengan santai di sebuah kursi di daalam toko milik Eva. Yaa.. Gadis itu memang memiliki toko aksesoris yang terletak di sebuah pusat perbelanjan sejak sekitar beberapa bulan yang lalu. Tentu saja itu tidak luput dari dukugan sang Mama.

“Gila Si.. Suami mu terlihat menyeramkan kemarin.”

“Dia memang begitu.” Ucap Sienna sambil memainkan bandul-bandul lucu di hadapannya.

“Tapi Si.. Dia terlihat sangat perhatian padamu.”

“Yang benar saja, Hanya pada Bayi ini, Va..”

“Tapi yang ku lihat tidak seperti itu Si.. Apa lagi saat Dia menatap Kevin. Apa dia kenal Kevin sebelumnya??”

“Enggak lah.. memangnya mereka kenal di mana? Lagian memang sikapnya seperti itu.” Gerutu Sienna.

“Si… Aku juga mau dong di kenalin sama pengawal pribadimu itu.. hehehehe dia terlihat keren.” Ucap Eva dengan cekikikan.

Sienna menatap Eva dengan tatapan Aneh nya. “Eva.. Hitung dulu pacarmu sudah berapa, minta di kenalin lagi sama Fandy, lagian dia orangnya kaku kayak Kak Aldo, nggak asik tau.”

“Eleeehh… Kamu aja yang belum tau bagaimana Romantisnya Orang yang biasa bersikap Kaku.”

“Memangnya mereka bisa romantis??”

“Tentu saja. Dan kalau Lelaki Kaku sudah bersikap romantis, aku yakin kamu bakalan klepek-klepek di buatnya.”

Sienna tertawa  penuh ironi. “Sayangnya Kak aldo nggak mungkin bersikap Romantis padaku.” Lirih Sienna.

“Dari pada kamu mikirin suami mu itu, mending ayo ikut aku.”  Kata Eva sambil bangkit dan membereskan barang-barangnya.

“Ehh.. kita mau kemana?? Memangnya kamu nggak jualan??”

“Toko ini bisa di tutup. Ayo, ikut aku.”  Ajak Eva lagi. Dan akhirnya Sienna mengikuti  kemana ajakan sang sahabatnya tersebut.

***

“Emmm… ini enak sekali. Astaga.. kemana saja Aku selama ini sampai aku tidak tau ada toko Ice Cream senyaman dan seenak ini??”

“Kamu sibuk dengan tumpukan buku kimia mu..” Ejek Eva. Dan keduanya tertawa.

Ya.. Di antara Sienna, Kevin, Eva, dan Icha, Sienna lah yang paling rajin. Bukan tanpa Alasan, tapi karena Sienna memang bercita-cita menjadi dokter nantinya. Tapi ternyata, tuhan berkata lain.

“Kadang aku menyesal menghabiskn masa muda ku dengan bubu-buku tersebut. dan sekarang lihat, aku bahkan tidak bisa lagi menyentuh buku-buku tersebut karena dia.”  Ucap Sienna dengan tersenyum sambil mengusap lembut perutnya yang sudah sedikit terlihat.

“Setidaknya itu membawamu pada pangeran tampan Si..” Ucap Eva sambil menyuap sesendok ice cream ke dalam mulutnya.

“Yaa… Pangeran tampan yang dingin dan Kaku.” Gerutu Sienna.

“Tunggu Si… itu bukannya suami Kamu??” Ucap Eva sambil berdiri dan menunjuk ke arah luar toko.

Ketika Sienna menatap ke arah yang di tunjuk Eva, Ia hanya mampu ternganga melihat pemaandngan tersebut. Itu Aldo, Suaminya. Wajahnya masih menunjukkan ekspresi dingin seperti biasanya, tapi yang membuat hati Sienna akit adalah Sosok yang bergelayut mesra di lengan kanan sang suami. Itu Nasya, Kekasih Suaminya.  Sienna tau itu.

“Si.. Dia sama siapa?? Kenapa mesra gitu??”

Sienna kembali duduk seakan tidak melihat apa pun. Sedangkan Eva menatap Sienna dengan tatapan anehnya. Bagaimana mungkin Sienna bisa bersikap setenang ini saat melihat suaminya bergandeng mesra dengan wanita cantik??

“Si… kamu kok diam aja sih?? Kamu kenal sama Wanita itu? Dia siapa??”

“Dia Kekasih Kak Aldo.” Ucap Sienna berusaha se tegar mungkin.

“Apa??” Teriak Eva tak percaya.

Lalu kemudian Sienna menenggelamkan wajahnya pada kedua lengannya. Ia mulai terisak. “Nggak tau kenapa, Melihatnya seperti itu hatiku terasa sakit Va… Ada apa denganku?? Kenapa aku merasakan sakit seperti ini???” lirih Sienna.

Eva tercengang mendengar pengakuan sahabatnya tersebut, yang ia tau, selama ini Sienna suka dengan sosok kevin, tapi mendengar pengakuan Sienna saat ini membuat Eva yakin jika Sienna juga sudah memiliki perasaan lebih terhadap suaminya tersebut..

“Karena.. Mungkin Kamu sudah mulai jatuh hati dengan suami mu sendiri..” ucap Eva dengan pelan.

Sienna mengangkat wajahnya seketika. Menatap Eva sambil membulatkan matanya. Jatuh hati? Tidak.. tidak mungkin… Ia jatuh hati pada sosok Kevin, sahabatnya sendiri, bukan pada Aldo,Sueminya tersebut. Bagaimana mungkin secepat kilat perasaannya berubah dan berpaling pada suami nya sendiri???

-TBC-

wkwkkwkwkk aada yang udah penasaran ama kisah selanjutnya?? tunggu aja yaa.. wkwkwkwkkw komen nya selalu ku tunggu loh.. hahahhaah

Advertisements

4 thoughts on “My Young Wife – Chapter 3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s