romantis

Love Between Us – Part 4 (Kamu yang membuatku tertarik)

1461672642101Love Between Us

Hemm harusnya aku masih libur Update sampek senin depan.. wkwkkwwk tapi ternyata tadi dapet Email Fix LBU Part 4 dari Author Cutelfishy… akhirnya aku Update dehh malaam ini Denny dan Aira nya hahahah Enjoy reading yaa.. wkkwkwkkwkwk

Part 4

-Kamu yang membuatku tertarik-

 

Denny pulang dengan perasaan aneh. Jantungnya masih belum berhenti berdebar-debar. Ciuman singkat yang diberikan Aira benar-benar mempengaruhinya. Sesekali ia bahkan masih mengusap lembut pipinya yang di sana masih terasa kecupan lembut dari bibir Aira.

 

Sesampainya di kontrakan, Denny mengernyit saat melihat pintu kontrakannya terbuka. Astaga.. itu pasti Clarista, adiknya yang super manja. Dan benar saja, saat Denny masuk ke dalam rumah, tubuh mungil itu langsung menghambur dalam pelukannya.

 

“Kakak….”

 

Ternyata Clarista tidak sendiri di belakangnya berdiri sosok yang cantik meski usianya sudah tidak muda lagi, siapa lagi jika bukan Clara, sang Mama.

 

“Kakak rapi sekali, dari mana?”

 

“Bukan urusan kamu.” Ucap Denny sambil mencubit hidung mancung adiknya tersebut.

 

“Gimana kabar kamu sayang?” tanya Clara kemudian.

 

“Baik Ma..” Denny akhirnya mengajak sang Mama dan adik duduk di ruang tamu sederhananya.

 

“Denn.. Kapan kamu pulang?” tanya Clara secara langsung saat mereka sudah duduk di ruang tamu.

 

“Ma, aku pernah bilang bukan jika aku tidak ingin membahas masalah ini.”

 

“Tapi mama kangen sama kamu Denn.. Mama ingin kita berkumpul lagi seperti dulu.”

 

“Nanti Ma, tidak sekarang. Aku masih belum bisa melupakan semuanya.”

 

Dan Clara hanya bisa mendesah pasrah dengan apa yang sudah di putuskan putera pertamanya tersebut.

 

***

 

Aira berguling-guling di atas ranjang. Betapa bodohnya ia mencium Denny. Pria yang baru dikenalnya. Ia menggigit boneka dolphin miliknya gemas. Menerka-nerka pemikiran Denny tentangnya.

 

“Apa aku terlihat gadis murahan. Aish! Kenapa aku mencium dia!. Ya ampun, malunya diriku” Ia bermonolog ria dengan pipi merona merah. Entah dorongan dari mana Aira berbuat nekat seperti itu. Jantungnya berdebar cepat, baru kali ini ia merasakan perasaan yang aneh. “Betapa malunya diriku jika bertemu dengannya lagi”

 

Ia tidak tau jika ada yang melihat scene itu dari balik tirai.

 

***

 

Denny membaringkan tubuhnya di atas ranjang sederhananya. Pandangannya lurus ke atas memandangi langit-langit kamarnya sedangkan pikirannya berkelana jauh…

 

Setelah mama dan adiknya pulang, Denny kembali merasakan kesepian. Bayangan Aira manja yang tadi mengecup singkat pipinya pun langsung menyeruak begitu saja. Lalu kemudian bayangan itu hilang, tergantikan oleh bayangan lainnya.

 

Namanya Adelia, Adel gadis yang manja, tentu sangat mirip dengan Aira. Memiliki pengawal pribadi juga seperti Aira. Mereka kenal saat pertama masuk perguruan tinggi. Ketika sama-sama cocok, mereka memutuskan untuk saling memadu kasih.

 

Adel benar-benar terlampau sangat manja, padahal usianya sebaya dengan Denny. Mungkin karena memang saat masih kecil ia selalu dimanjakan oleh keluarganya. Masalah muncul ketika Denny ingin hubungannya dengan Adelia lebih serius lagi. Saat itu Denny mengajak ke dua orang tuanya bertemu dengan kedua orang tua Adelia. Denny berpikir jika selangkah lagi dirinya akan bersatu dengan Adel. Tapi nyatanya di luar dugaan.

 

Ternyata Ayah Adelia dan juga Papanya dulu pernah memiliki masalah bisnis dan itu membuat semuanya kacau. Adel di paksa sang Ayah untuk memutuskan hubungannya dengan Denny, Begitupun dengan Denny. Reynald, Papa Denny juga menentang keras hubungannya dengan Adel. Itu adalah salah satu membuat hubungan Denny dan Papanya merenggang.

 

Tidak lama kemudian, Adel  di jodohkan ayahnya dengan anak dari rekan kerjanya. Gadis itu tidak bisa menolaknya. Sejak saat itu Denny benar-benar membenci keluarganya sendiri. Hanya karena bisnis sialan semuanya hancur begitu saja. Ia kehilangan orang yang sangat di cintainya hanya karena statusnya sebagai penerus keluarga Handoyo.

 

Denny benar-benar membenci keadaan saat itu. Membenci dirinya sendiri, statusnya, dan juga Papanya. Hingga Denny memutuskan untuk keluar dari rumah dan terlepas dari genggaman sang Papa.

 

Denny menghela napas panjang saat mengingat masa lalu kelamnya. Sejak saat itu dirinya tidak pernah lagi menjalin hubungan dengan seorang wanita. Tapi entah kenapa kehadiran Aira membuat jantungnya berdebar seperti dulu? Debaran yang sama, dan rasa yang sama. Mungkinkah ia kembali membuka hatinya untuk seorang Aira??

 

Denny tersadar dari lamunannya saat mendengar ponselnya berbunyi. Sebuah pesan masuk, entah dari siapa. Dan ketika di buka, senyumnya tersungging di wajah tampannya. Itu Aira.

 

“Sedang apa? Apa sudah tidur??”

 

“Belum” Hanya itu yang dijawabnya. Ya, ia memang bukan type Pria yang banyak bicara apalagi suka menggombal sana sini, jawabannya selalu singkat lengkap dengan kekakuannya.

 

“Besok malam aku mau kamu ke rumahku lagi”

 

Denny mengernyit sambil membalas “Kenapa?”

 

“Aku ada acara reunian besok, please.. temani aku. Lagi pula ayah taunya kamu kan pacarku, pasti aneh kalau aku berangkat sendiri tidak denganmu”

 

Hanya dengan membacanya saja Denny sudah senyum-senyum sendiri . Dia membayangkan saat Aira mengucapkan kalimat tersebut dengan merajuk.

 

“Kalau aku nggak mau bagaimana?”

 

“Pokoknya kamu harus mau, kamu nggak bisa menolak karena kamu sudah membuatku sakit”

 

“Kamu sudah sembuh”

 

“Aku masih sakit, pokoknya aku nggak mau tau besok ku tunggu di rumah”

 

Denny lagi-lagi tersenyum membaca pesan dari Aira. Tentu saja dia tidak akan menolak ajakan dari Aira, karena sesungguhnya dirinya tengah mencari alasan untuk bisa menemui Gadis itu lagi.

 

“Baiklah, aku akan menemanimu”

 

“Aku yakin kalau kamu nggak akan nolak ajakanku.. Terimakasih yaa^^”

 

Denny kembali menulis balasan untuk Aira ‘Sama-sama.. sudah malam, cepat tidur.. mimpi indah yaa…. Denny hampir saja menekan tombol kirim, tapi di urungkan niatnya tersebut. Ia kembali menghapus kata demi kata yang menurutnya sangat menggelikan tersebut. Akhirnya Dia hanya membalas singkat seperti biasanya. Dalam singkat itu Aira tidak menyinggung masalah ciuman. Apa Aira sudah lupa? Pikir Denny.

 

“Sama-sama”

 

***

Aira bangkit dari ranjangnya berlari ke dalam walkin closet miliknya. Berjajar pakaian, tas dan sepatu yang tertata rapih. Ia berdiri di tengah-tengah sembari melipat tangannya. Matanya meneliti dress mana yang akan ia pakai di acara reuni SMA. Ia berjalan sembari menyentuh dressnya satu persatu. Memilih dress mana yang cocok dengannya. Sebenarnya ia ingin membeli beberapa dress untuk acara nanti malam namun di urungkan. Aira baru ingat jika ia harus mengirit karena kartu kreditnya di batasi sang Ayah. Dengan pasrah ia akan mengenakan dress yang ada saja.

 

Ia menemukan dress merah simple namun elegan. Aira mengingat jika dress itu belum pernah di kenakannya. Tidak salah jika ia memakainya. Di ambilnya dari gantungan, tag harganya masih ada. Ternyata dress itu memang masih baru. Aira berjingkat senang, sekarang ia tinggal memilih tas dan high heels.

 

Malam harinya yang ditunggu-tunggu Aira tiba. Dengan perasaan bahagia, Aira memoles lipstick merah menyala. Aura sexy nya begitu jelas ingin memikat seorang pria bahkan lebih. Di hati kecilnya ada keraguan jika Denny akan datang menemani ke acara reuni sekolahnya.

 

***

 

Denny kini tampak rapi dengan kemeja putih dan juga celana jeansnya. Rambutnya di sisir rapi. Wajahnya benar-benar terlihat sangat tampan mirip sekali dengan sang Papa. Ahh lagi-lagi ia mengingat tentang keluarganya.

 

Tidak mau berlama-lama, akhirnya Denny memutuskan untuk segera berangkat ke rumah Aira. Entah kenapa ia ingin segera menemui gadis manja itu. Denny pun akhirnya mengendarai motornya lebih cepat dari biasanya.

 

Sesampainya di rumah Aira…

 

“Ohh.. Jadi kamu mau mengantar Aira ke pesta reuni SMA nya malam ini?” Suara Rizky, ayah Aira benar-benar mempengaruhi Denny. Tidak di pungkiri jika ia sedikit tidak nyaman dengan tatapan yang diberikan ayah Aira.

 

“Iya Om, Aira sendiri yang meminta saya mengantarnya.” Denny melihat Rizky mengangkat sebelah alisnya. Pria Paruh baya di hadapannya itu tampak menilai penampilannya. Apa ada yang salah dengan penampilannya saat ini??? Tidak lama, Aira turun bersama Zeeva.

 

Denny terpana…

 

Aira tampak cantik dengan dress selututnya. Wajahnya dirias dengan cantiknya tapi tidak berlebihan. Ia fokus dengan bibir Aira yang terlihat lebih sexy dengan lipstick merah. Jantungnya berdebar mengingat bibir itu kemarin mencium pipinya. Rambutnya pun di tata dengan sempurna hingga menampilkan sosok cantik yang terlihat begitu mempesona. Aira terlihat lebih dewasa dari sebelumnya.

 

Rizky yang sejak tadi memperhatikan Denny akhirnya tidak nyaman dengan tatapan mata pada puterinya.

 

“Ya sudah, cepat berangkat!. Jangan lupa ajak Indra.” Ucap Rizky kemudian.

 

“Ayah, aku sudah dengan Denny, kenapa juga Indra harus ikut.”

 

“Ayah cuma tidak ingin kamu kenapa-kenapa, sayang.”

 

“Aku nggak akan kenapa-kenapa.” bantahnya.

 

“Ayah masih tidak yakin.” Ucap Rizky sambil melirik ke arah Denny.

 

“Saya akan menjaganya Om, Aira akan baik-baik saja.” Ucap Denny dengan sungguh-sungguh.

 

Rizky mengangguk meski sebenarnya hatinya masih tidak yakin. Mengingat dulu beberapa mantan pacar Aira pernah membuatnya kecewa. Maka dari itu, Kini ia tidak akan mudah percaya dengan Pria yang sedang dekat dengan putrinya tersebut.

 

“Baiklah ayah, kami berangkat dulu..” Ucap Aira dengan manjanya sambil mengecup lembut pipi ayahnya, lalu di ikuti dengan mengecup lembut pipi sang mama.

 

***

 

Di dalam mobil keduanya saling berdiam diri. Kecanggungan kembali menyelimuti saat mereka hanya berdua. Berkali-kali Denny ingin memulai percakapan tapi ia bingung ingin berbicara tentang apa. Akhirnya Ia hanya bisa diam hingga suasana hening semakin terasa di antara keduanya.

 

“Kamu bisa mengemudikan mobil ini??” Tanya Aira kemudian.

 

“Ya.. apa ada yang aneh?”

 

“Emm… Aku pikir kamu…”

 

“Aku memang miskin, tapi untuk mengendaraai mobil aku masih bisa kok.” Ucap Denny dengan datar.

 

“Aku nggak bermaksud bilang kamu miskin kok.. aku cuma…”

 

“Aku ngerti.” Potong Denny dengan tersenyum ke arah Aira.

 

Aira menatap Denny dengan tatapan terpesonanya. “Aku mau mengenal kamu lebih dekat Denn..” Tanpa sadar Aira mengucapkan kalimat tersebut. Dan itu membuat Denny menegang.

 

Mengenal lebih dekat?? Apa maksud Aira?? Bukankah saat ini mereka hanya berpura-pura pacaran saja?? Kenapa juga Aira ingin mengenalnya lebih dekat??

 

***

 

Sampai di acara reuni SMA, Aira meruntuki dirinya sendiri. Ucapannya di mobil seolah ia sangat menginginkan Denny. Aira berjalan berdampingan dengan Denny. Memasuki ballroom hotel, mereka di minta untuk menandatangani sebuah papan untuk kenang-kenangan nanti.

 

“Apa aku harus tanda tangan juga?” Tanya Denny. Aira tersenyum.

 

“Tentu” Ia memberikan spidol kepada Denny.

 

“Tapi aku bukan alumi sekolah ini” Ia belum mengambil spidol itu dari tangan Aira.

 

“Nggak apa-apa. Kamu kan udah jadi pasangan aku di acara ini. Tanda tangan saja” Aira menarik tangannya lalu memberikan spidol itu. “Ayo, cepet” Denny terpaksa menandatanganinya tepat di sebelah tanda tangan Aira. “Bagus” Aira memberikan acungan jempol. Dengan iseng ia meminta spidol lagi pada temannya. Ditambahinya tanda love di tengahnya. Denny tertegun lalu menatap lekat Aira. Gadis itu malah nyengir. “Ayo, kita masuk” Di gandengnya lengan Denny.

 

Hotelnya cukup mewah walaupun bukan bintang lima. Semua alumi sekolah Aira terpukau dengan kehadiran pasangan ini. Senyum Aira tidak pernah lepas berbeda dengan Denny yang dingin. Aira bersalaman dengan alumi yang lain dan memperkenalkannya Denny sebagai pacarnya. Denny tidak terkejut lagi dengan tingkah Aira yang mengaku-ngaku.

 

“Aira…” Seketika tubuh Aira kaku. Denny bisa merasakan itu karena perubahan wajah Aira yang tegang. Ia membelakangi Pria yang memanggilnya. “Hei, sudah lupa sama aku?” Denny melihat jika Aira sedang menahan sesuatu. “Aira?”

 

Aira berbalik, “Hey..” Ia tersenyum dipaksakan. Pria itu melepar senyuman sumringah. Pria tinggi namun tubuhnya kurus, wajahnya pun lumayan tampan. Pria berjas menatap Aira dengan penuh arti. Aira tidak nyaman dekat dengannya. Terlintas masa lalunya berputar.

 

Dulu Aira mempunyai hubungan dengan Pria itu. Ia mencintai Pria itu sejak sekolah SMA namun tidak kesampaian. Pria itu adalah cinta pertama Aira. Pada akhirnya setelah lulus mereka bertemu dan menjalin hubungan. Selama mereka pacaran ternyata Aira hanya dimanfaatkan. Setelah lulus sekolah Pria itu tau jika Aira anak orang kaya. Dengan bahagia Aira menerima pernyataan cinta dari Wisnu. Mereka berhubungan sekitar 2 tahun. Hubungan itu ditentang Rizky karena ia sudah tau seluk beluk Wisnu. Rizky menjelaskan jika Wisnu bukanlah pria baik. Aira tidak mendengarkannya seolah menutup telinga. Ia telah di butakan oleh cinta.

 

Jalan hidup seseorang tidak ada yang tau. Cinta Aira kandas ketika bertemu Wisnu di sebuah Cafe. Wisnu tidak sendiri melainkan bersama Dinda, teman SMA Aira. Ia mendengar semua obrolan mereka. Ternyata oh ternyata Dindalah yang memberitahu jika Aira kaya raya. Mereka bersekongkol untuk memanfaatkannya. Wisnu selalu meminta barang-barang branded kepadanya. Aira yang dimabuk cinta menuruti kemauan pacar tercintanya. Aira pergi meninggalkan Cafe itu dengan perasaan terluka. Ia segera mengakhiri hubungan dengan Wisnu melalui telepon.

 

Wisnu yang tidak tau alasan Aira memutuskannya. Ia nekat datang ke rumah Aira yang mewah. Wisnu tidak mau tangkapan ladang emasnya pergi begitu saja. Pria picik yang mengeruk harta dari sang pacar. Ia datang hampir tiap hari.

 

Aira menemui Wisnu dengan berurai air mata. Ia mengutarakan semua isi hatinya. Wisnu terkejut, Aira mengetahui akal bulusnya. Aira sudah mempercayakan hatinya namun cinta Wisnu hanya cinta semu. Aira trauma berhubungan dengan pria mana pun. Rizky lebih protektif siapa saja yang dekat Aira harus menghadapnya terlebih dahulu. Wisnu menggoreskan luka yang dalam dihatinya. Kini tidak percaya dengan namanya cinta. Cinta tanpa harta siapa yang mau?.

 

“Sudah lama kita nggak ketemu” Aira dengan sengaja mengapit lengan Denny.

 

“Aku kira begitu” sahut Aira singkat.

 

“Kamu semakin cantik, Aira” Tangan Aira yang bebas mencengkram tangan Denny.

 

Denny yang sejak tadi berdiri di sebelah Aira merasakan jika ada sesuatu yang tidak beres antara Aira dan pria di hadapan mereka kini. Ada apa? apa mereka memiliki hubungan sebelumnya??

 

“Siapa dia?” tanya Denny dengan nada datarnya.

 

“Bukan siapa-siapa.” Jawab Aira dengan cepat.

 

“Kamu terlihat aneh saat melihatnya.” Bisik Denny di telinga Aira.

 

“Perasaan kamu saja.” Jawab Aira.

 

“Aira… kamu masih mengingatku kan?” Pria itu bertanya kembali. Aira mencoba mengangkat dagunya ingin menunjukkan kepada Pria di hadapannya jika kini ia hidup lebih baik dibandingkan dulu.

 

“Tentu saja aku mengingatmu. Mana mungkin aku melupakan apa yang sudah kamu lakukan padaku dulu” Ucap Aira dengan nada ketus. Denny yang bingung dengan perubahan sikap Aira hanya mampu menatapnya dengan tatapan tanda tanya.

 

“Ayo, lebih baik kita pergi dari sini” Bisik Aira pada Denny. Baru saja mereka membalikkan badan untuk meningalkan Wisnu, tapi nyatanya dengan sigap tangan pria itu menyambar pergelangan tangan Aira.

 

“Aira, please…  jangan pergi, masih ada yang harus kita bicarakan.”

 

“Lepasin Wisnu..” Aira mendesis tajam.

 

“Nggak sebelum kamu mau berbicara denganku lagi.” Aira tidak menjawab, ia lebih memilih untuk mencoba melepaskan diri dari cengkraman tangan Wisnu. Hingga kemudian suara dingin itu membuat keduanya membatu.

 

“Lepaskan tangan kekasih saya.” Suara itu diucapkan dengan tenang dan datar tapi penuh dengan penekanan oleh Denny.

 

Wisnu memicingkan matanya ke arah Denny. “Apa kamu bilang? Kekasih??”

 

“Ya.. Aira kekasih saya.” Lagi, Denny mengucapkanya dengan penekanan. Keduanya kini saling berhadapan dengan tatapan membunuh masing-masing. Tangan Wisnu sudah tidak berhenti mengepal karena kekesalan yang amat dalam untuk Lelaki di hadapannya.

 

Bagaimana mungkin Lelaki itu mengaku sebagai kekasih Aira?? Tidak, Aira tidak boleh jatuh ke tangan siapa pun kecuali dirinya. Aira yang melihatnya akhinya merasa tidak nyaman, ia kemudian berdiri memisah di antara kedua Lelaki di hadapannya tersebut.

 

“Denny, jangan hiraukan dia. Dan kamu..” Aira menatap ke arah Wisnu, “Pergilah, kita nggak punya hubungan apapun lagi.”

 

“Aira…”

 

“Pergi Wisnu..” Karena terlampau kesal, Aira akhirnya menyeret lengan Denny untuk pergi dari hadapan Wisnu. Bagaimana pun juga ia tidak ingin menjadi pusat perhatian di sana.

 

“Siapa dia?” Denny bertanya pada Aira ketika kini mereka sudah berada jauh dari Wisnu.

 

“Aku bilang dia bukan siapa-siapa.”

 

“Aku tanya sekali lagi, siapa dia Aira??” Aira menghela napas panjang, sepertinya ia memang harus menceritakan semuanya pada Denny.

 

“Dia Wisnu, mantanku.”

 

“Kenapa bisa jadi mantan??”

 

“Ceritanya panjang.”

 

“Ku pikir aku punya banyak waktu untuk mendengarnya.” Aira menatap Denny dengan tatapan tidak terbacanya. Pria dihadapannya ini seakan menuntut suatu penjelasan darinya. Kenapa? Apa Denny benar-benar menganggapnya sebagai kekasihnya?? Dan akhirnya Aira pun menceritakan semua masa lalunya dengan Wisnu pada Denny.

 

Denny hanya tertegun mendengar cerita masa lalu yang di alami Aira dan juga Wisnu. Ternyata Pria itu tidak lebih dari seorang Pria brengsek yang memanfaatkan kepolosan Aira. Entah kenapa Denny seakan ingin melindungi gadis di depannya ini dari mantan kekasihnya tersebut. Wisnu, Pria itu terlihat sangat berambisi di mata Denny, ia sangat yakin jika Wisnu tidak akan tinggal diam melihat Aira dengannya saat ini.

 

“Berjanjilah padaku kalau kamu tidak akan berhuungan lagi dengannya apapun yang terjadi.” Ucap Denny kemudian.

 

Aira mengangkat sebelah alisnya. “Kenapa aku harus berjanji padamu?”

 

“Karena aku pikir dia memiliki niat yang buruk padamu Aira.”

 

Aira menyunggingkan sebuah senyuman di wajah cantiknya. “Jadi kamu mulai perhatian yaa sama Aku??” Tanya Aira dengan nada menggoda. Denny hanya menggelengkan kepalanya. Astaga… Dari mana datangnya Gadis di hadapannya ini, bisa-bisanya dalam waktu serius seperti ini Aira mengajaknya bercanda.

 

***

Denny merasakan gugup. Benar-benar sangat kikuk ketika tubuhnya menempel dengan sempurna pada tubuh Aira. Kedua telapak tangannya kini berada di sisi pinggang Aira. Sedangkan tangan lengan Aira kini sudah melingkar pada lehernya. Mereka melangkah kesana kemari mengikuti irama lagu yang sedang dimainkan bersama dengan puluhan pasangan lainnya.

Mereka berdua sedang berdansa dengan sangat romantis. Denny tidak berhenti menatap tepat pada bola mata Aira. Ia seakan mengagumi sesuatu di sana. Sesuatu yang membuatnya tidak ingin berpaling dari sosok yang kini berdansa dengannya.

 

“Teman-temanku banyak yang memperhatikanmu..” Ucap Aira kemudian.

 

“Biarlah..”

 

“Sepertinya mereka tertarik dengan mu..”

 

“Aku tidak tertarik.” Denny menjawab cepat tanpa sedikit pun melepaskan pandangan matanya dari bola mata Aira.

 

“Apa yang membuatmu tertarik?” Tanya Aira dengan penasaran.

 

“Tidak Ada.”

 

“Ayolah… Kamu nggak asyik. Masa nggak ada satu pun yang membuatmu tertarik??” Aira bertanya lagi dengan nada merengek.

 

“Kamu.. Kamu yang membuatku tertarik…”

 

‘deg.. deg.. deg…’

Ucapan Denny tersebut menghentikan semua pergerakan dari Aira. Dan itu memaksa Denny menghentikan gerakannya juga. Keduanya saling menatap satu sama lain yang satu dengan tatapan tidak percayanya yang satu dengan tatapan tertariknya.

 

Jemari Denny kini bahkan sudah berani mengusap lembut pipi Aira. Denny semakin mendekatkan diri dan mendekatkan diri hingga saat keduanya hanya berjarak beberapa inci, Aira memejamkan matanya seakan tau apa yang akan dilakukan Denny padanya.

 

Dan benar saja, kini bibirnya terasa menempel dengan seuatu yang dingin, basah tapi lembut. Aira tau jika itu adalah bibir Denny yang mendarat sempurna pada bibirnya. Seakan melumatnya penuh kasih sayang. Kenapa Denny menciumnya? Kenapa Pria dingin dan datar ini tiba-tiba memperlakukannya seperti ini?? Apa yang terjadi sebenarnya?? Dan masih banyak lagi pertayaan yang lalu lalang pada benak Aira. Ia menikmati setiap lumatan yang Denny berikan.

 

Kamu sudah gila.. Aira…

 

-TBC-

Note : Love Between us ini Pure kisah Denny – Aira, So, yang pengen ada adegan Clara-Reynald maaf sekali, kalian nggak akan mendapaatkannya di sini. nggak akan ada cerita Reynald dan Clara di sini karena mengingat beberapa komentar atau inbox dari reaader yang menginginkan cerita Reynald dan Clara di sisipkan di cerita ini, maka sekali lagi aku beritahukan nggak ada cerita Rey-Cla di sini yaa…. hehehhehehe

Advertisements

3 thoughts on “Love Between Us – Part 4 (Kamu yang membuatku tertarik)

  1. wisnu musuh utama aira dan denny
    denny maen nyium nyium aja
    kayaknya udah mulai ada magnet kuat yang menariknya kehati aira nich

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s