Uncategorized

My Young Wife – Chapter 2

myw1.jpgMy Young Wife

Ada yang udah kangen bang aldo?? Heheeh Enjoy reading ya… wkwkwkkwkwk Btw setelah ini diriku akan berhenti Update sampek haru rabu.. Astaga,,, kalian pasti bosen banget ketemu sama aku melulu, Seminggu ini udah 4x Up.. wkwkkkwk  jadi Next akan ada bang Aaron, mungkin hari rabu yaa,, hahaha soalnya awal puasa saya mau liburan dulu ..wkwkwkkwk

Chapter 2

 

Setelah pintu tertutup, Aldo kembali melumat habis bibir gadis mungil di hadapnnya. Keduanya sama-sama saling mendesah menikmati permainan yang penuh dengan kenikmatan aneh tersebut.

“Siapa namamu??” Tanya Aldo sambil membantu gadis di hadapnnya tersebut membuka gaun yang Ia kenakan.

“Sienna…” Jawab Gadis itu dengaan suara tertahan-tahan.

“Sial..!! Kamu sangat menggoda..” Ucap Aldo dengan parau lalu mendorong sedikit demi sedikit gadis tersebut hingga jatuh di atas ranjang Mario.

Aldo semaki mennggelap saat melihat pemandangan di hadapannya tersebut. Wanita belia dengan bentuk tubuh wanita dewasa. Ohh yang benar saja, Payudara gadis di hadapannya itu terlihat ranum dan sangat mengoda seakan melambai-lambai ingin di sentuh. Kulit putih polos dengan tekstur lembut dan kencang benar-benar membuat Aldo ingin mendaratkan bibirnya pada sertiap permukaan kulit tersebut.

Serta wajah itu… wajah polos nan penuh dengan ekspresi kenikmatan benar-benar membuat Aldo tak kuasa menahan gairahnya, semua yang di bawah sana sudah menegang seketika.

“Apa kamu pernah melakukan ini sebelumnya??” Tanya Aldo dengan hati-hati.

Sienna hanya menggelengkan kepalanya, dan saat itu, Aldo tampak ragu. Tapi kemudian Hasrat kembali mempengaruhinya, Ia butuh pelepasan malam itu, Akhirnya Aldo memutuskan untuk melanjutkan apa yang akan Ia lakukan.

Aldo kembali menindih Sienna, bibirnya tak pernah lepas dari mencumbu setiap inci dari leher jenjang milik Sienna. “Dengar, Aku jug baru pertama kali melakukan ini dengan seorang perawan, Tapi tenang, Aku akan bersikap baik.” Bisik Aldo tepat pada telinga Sienna.

Sienna yang sudah terlampau sangat mabuk tak mempedulikan apa yang di katakan Aldo, Baginya, rasa aneh yang di rasakannya inilah yang paling utama. dan mungkin karena pengaruh dari mabuk, Sienna kemudian mengangkat wajah Aldo yangmasih di dalam lekukan lehernya, menatap mata coklat tersebut dengan tatapan anehnya, “Lakukan semaumu.” Ucap Sienna pada Aldo, belum sempat Aldo menjawab apa yang di katakan Sienna, Bibir Sienna sudah terlebih dahulu membungkam bibir milik Aldo.

Lagi-lagi Aldo terkejut dengan apa yang di lakukan Sienna. Gadis di hadapannya ini terlampau sangat Agresif saat mabuk seperti sekarang ini, apa kalau tidak mabuk dia juga seperti ini?? Aldo tak ingin terlalu lama berpikir lagi karena yang di bawah sana sudah sangat nyeri seakan ingin meledak karena perlakuan Sienna kepadanya. Gadis itu kini bahkan telah menempelkan pusat dirinya pada bukti gairah milik Aldo, menggoyang-goyangkan pinggulnya seakan mengoda Aldo, dan benar saja, Aldo semakin tergoda seakan ingin meledak saat itu juga.

Secepat kilat, Aldo melucuti pakaiannya sendiri lalu kembali menindih gadis di hadapannya yang sejak tadi memang sudah polos tanpa sehelai benang pun. Aldo memposisikan dirinya mencoba memasuki diri Sienna dan menyatu dengannya, tapi nyatanya sangat sulit.

Saat menemukan penghalang tersebut, Aldo menatap Sienna dengan tatapan tak terbacanya. “Menangislah jika kamu ingin menangis.” Ucap Aldo yang di iringi dengan gerakaan menghujam lebih keras kedalam tubuh Sienna. Dan Akhirnya satu kali hentakan tersebut mampu membuat tubuh mereka menyatu seutuhnya.

Dan benar saja, Gadis yang berada di bawahnya itu kini menangis dan merintih kesakitan.Masih dengan menyatu, Aldo memeluk tubuh Sienna, menenangkannya sambil sesekali mengecupi bahu gadis tersebut.

“Maafkan aku.. Maafkan aku…” Selalu kata itu yang di ucapkan Aldo tepat pada telinga Sienna.

Sienna sendiri masih tidak berhenti menangis kesakitan, Rasanya sangat tidak nyaman, pedih bercampur menjadi satu dengan rasa nyeri, seakan sesuatu merobek dirinya. Sienna ingin mendorong Lelaki yang kini memeluknya itu menjauh, namun nyatanya lelaki itu semakin mengeratkan pelukannya.

Cukup lama mereka berdua saling berpelukan hingga Aldo melepaskan pelukannya dan menatap Sienna dengan tatapan tak terbacanya.

“Aku harus bergerak Si, Kita tidak mungking seperti ini terus hingga pagi..” ucap Aldo dengan parau.

“Jangan..” Sienna berkata dengan suara seraknya.

“Tenanglah, Tidak akan sakit.” Aldo menenangkan Sienna sambil sesekali mengecup lembut bibir ranum milik Sienna.

Lalu kemudian Aldo mulai menggerakkan tubuhnya. Sienna mengerutkan keningnya merasa tak nyaman dengan apa yang di lakukan Aldo. Kenikmatan yang tadi di rasakannya seakan menghilang begitu saja di gantikan dengan rasa sakit dan tidak nyaman dari lelaki di atasnya tersebut. Namun anehnya semakin lama, rasa sakit dan tak nyaman itu pun kembali menghilang dan di gantikan rasa aneh yang tadi di rasakan Sienna sebelum tubuhnya menyatu dengan tubuh Lelaki di atasnya tersebut.

Napas Sienna terputus-putus seakan kewalahan dengan kenikmatan aneh yang di berikan Oleh Aldo.

Aldo yang memperhatikannya hanya mampu tersenyum melihat Ekspresi kenikmatan yang ditampakkan dari wajah Sienna.

“Bagaimana?? Apa Kamu menyukainya.?” Tanya Aldo dengan nada menggoda.

“Ahhh… yaa.. Astaga….”

“Berapa umurmu??” Tanya Aldo masih dengan sesekali mengecup payudara milik Sienna.

“Tujuh belas….” Hanya itu yang mampu di jawab oleh Sienna.

“Rasamu seperti wanita umur Dua puluh lima.” Ucap Aldo dengan terpatah-patah. “Dan aku suka.” Tambahnya lagi.

“Namamu..???” Sienna ingin bertanya siapa nama Lelaki yang kini berada di atasnya, namun lagi-lagi rasa aneh yang sedang menyelimutinya seakan mencekat suaranya di tenggorokan.

“Aldo.. Osvaldo Handerson..” Aldo kembali melumat bibir Sienna sesekali menjaga ritme permainannya. “Panggil saja Kakak…” tambahnya lagi.

“Kak Aldo….” Desah Sienna.

“Hemmm??”

“Tubuhku gemetar..” Ucap Sienna dengan polosnya masih dengan memejamkan matanya.

Aldo tersenyum mendengar ucapan polos dari Sienna,Gadis di bawahnya ini sebentar lagi pasti akan mencapai klimaks, terbukti dengan Cengkeraman erat pada pusat dirinya yang membuat Aldo semakin tak kuasa menahan kenikmatan yang di tahannya supaya terasa sedikit lebih lama lagi.

“Aku ingin lebih lama lagi..” Ucap Aldo dengan parau,“Tapi sepertinya aku tidak bisa, Kamu mencengkeramku terlalu erat, Seakan aku tak bisa bergerak dan ingin meledk saat ini juga.” Lalu Aldo menggerakkan dirinya semakin cepat, membuat tubuh Sienna menggelinjang, kaku karena sesuatu, dan Desahan panjang lolos begitu saja dari bibir Gadis tersebut. Dan tak menunggu lama, Erangan panjang pun lolos dari bibir Aldo menandakan kepuasan yang sangat mendalam yang di rasakan Lelaki tersebut.

***  

 

“Kak.. Kak… Kok malah melamun sih??” Suara manja itu membuat Aldo sadar dari lamunannya.

Aldo mengedarkan pandangan di sekitarnya, ternyata mereka sudah berhenti di parkiran sebuah rumah makan yang menyediakan aneka macam Sate. Rumah makan tersebut tampak sangat ramai.

“Ayo turun.” Ajak Aldo kemudian.

Sienna pun menuruti perkataan Aldo sambil sesekali melompat-lompat kegirangan seperti anak kecil. Astaga.. Sienna memang terlampau sangat manja dan kekanak-kanakan.

“Hentikan itu, kamu sedang hamil, ingat.” Ucap Aldo dengan tatapan memperingatkan.

“Maaf..” hanya itu jawaban dari Sienna.

Mereka pun akhirnya masuk ke dalam rumah makan tersebut, setelah memesan makanan, mereka memilih duduk di ujung ruangan. Rumah makan tersebut benar-benar sangat ramai, padahal saat ini sudah sedikit larut malam.

“Dari mana kamu tau ada tempat seperti ini?” Tanya Aldo pada Sienna.

Sienna benar-benar tidak suka dengan nada bicara Aldo yang selalu terkesan datar tanpa nada. Itu benar-benar membuat Sienna bosan, padahal mereka baru menikah dua bulan yang lalu.

“Aku sering kesini dengan Kevin.”

Mendengar nama tersebut, Rahang Aldo mengeras. Sial..!! Nama itu lagi. “Apa hubungan mu dengan dia??”

“Kenapa Kak Aldo bertanya tentang kami??”

“Memangnya nggak boleh?” Aldo berbalik bertanya.

“Bukan nya gitu, tapi bukannya Kak Aldo sendiri yang minta supaya hubungan kita tidak saling mencampuri??” Sienna bertanya dengan wajah polosnya. Tentu Ia sangat ingat saat Aldo berkata jika pernikahan mereka hanya demi sang bayi yang kini berada dalam kandungan Sienna.

“Ya, Aku bukannya ikut campur, aku hanya ingin tau, itu saja.”

Dengan tersenyum malu-malu Sienna akhirnya mulai bercerita. “Kami hanya teman. Tapi, Aku suka dia.” Ucap Sienna dengan sedikit menundukkan kepalanya.

Percakapan mereka akhirnya terpotong oleh kedatangan pelayan yang membawa pesanan mereka.

“Wahh… Ini yang di tunggu-tunggu..” Ucap Sienna sambil berbinar bahagia. Ia sama sekali tak memperhatikan ekspresi Aldo yang sudah mengeras.

“Habiskan.” Hanya itu yang keluar dari mulut Aldo.

“Ya, Tentu saja, aku sangat suka dengan menu ini, Kevin selalu meneraktirku kemari. Makanya, Kak Aldo juga harus sering-sering mengajak ku kemari.”

“Ini yang terakhir kalinya.”

Sienna mengernyit. “Kenapa?”

“Aku nggak suka tempat yang ramai dan berisik seperti ini.”

“Huhhhh Kak Aldo itu harusnya cari suasana Baru, Apa Kak Aldo nggak bosan selalu bertemu orang yang sama dengan suasana yang sama setiap harinya???”

Aldo hanya terdiam, Ia tak bisa menjawab pertanyaan dari Sienna. Kalau pun Ia bisa menjawab pertanyaan Sienna, Sienna pasti akan mendebatnya lagi dan lagi, maka dari itu Aldo lebih memilih diam dan mengalah.

“Kak Aldo nggak makan?”

“Aku nggak suka apa pun makanan berbahan dasar daging kambing.”

“Kenapa?”

“Kalau nggak suka ya nggak suka.”

“Aku kan Cuma ingin tau lebih banyak lagi tentang Kak Aldo..”

Aldo termangu mendengar ucapan dari Sienna. Yaa.. Selama ini mereka memang tidak terlalu mengenal satu sama lain. Aldo sibuk dengan urusannya meski Ia selalu memantau Sienna dari Fandy, pengawal yang di sediakan untuk Sienna dan juga Bibi Ani, seorang yang bekerja di rumahnya dari pagi sampai Sore sebagai tukang masak dan juga bersih-bersih. Tentu saja Ia tidk seberapa tau tentang Sienna selain keadaan nya yang selalu di pantau olehnya.

“Sudah, lanjutkan makan mu.”

Dan dengan mendengus kesal, Sienna akhirnya melanjutkan makan nya tanpa mempedulikan Aldo yang setia memperhatikan nya dengan tatapan tajam aneh nya.

“Si..” Panggilan itu membuat Sienna menoleh ke belakang.

“Kevin…” Sienna lantas berdiri saat mengetahui siapa orang yang tadi memanggilnya.

“Aku nggak nyangka ketemu kamu di sini.”

“Aku lapar, dan nggak tau kenapa lagi pengen makan sate kambing sama Sup tulang di sini.”

Kevin tersenyum. “Kamu pasti lagi ngidam.” Ucap Kevin sambil membelai lembut rambut Sienna sembari melirik ke arah perut Sienna yang sudah sedikit berbentuk.

“Sepertinya begitu.” Suara berat Aldo menyadarkan keduanya jika mereka melupakan sosok yang masih duduk dengan santai di kursinya sembari menatap tajam ke arah mereka.

“Emm.. kalau gitu aku cari meja dulu ya..” Ucap Kevin karena tidak enak mendapat tatapan tajam dari Aldo.

“Kenapa nggak di sini saja? Kamu sendiri kan???”

Kevin mengangguk.

“Mejanya nggak muat.” Ucap Aldo dengan datar.

Sienna menatap ke arah Aldo dengan tatapan tanda tanya nya. “Nggak muat?? Itu meja nya kan masih kosong Kak, lagian Kak Aldo kan nggak pesan makanan.”

“Siapa Bilang, Aku pesan kok, Bahkan porsi dobel.” Aldo menjawab masih dengan nada datarnya.

“Benarkah?? Bukan nya Kak Aldo nggak suka apa pun yang berbahan daging kambing??”

“Sudah lah.. yang penting meja kita sudah penuh dengan pesananku.” Ucap Aldo lagi.

Sienna hanya menghela napas panjang.

“Biarlah, Kita bisa ke sini nanti bersama.” Bisik Kevin yang langsung di sambut dengan senyuman lebar dari Sienna.

Setelah memesan kembali, Akhirnya pesanan Aldo tersebut benar-benar datang. Meja mereka benar-benar penuh dengan berbagai macam olahan makanan, mulai dari sate, Gulai, Sop, tongseng dan masih ada lagi beberapa masakan yang di olah dari daging kambing.

Sienna membulatkan bola matanya saat melihat berbagai macam menu pesanan Aldo yang membuat meja mereka penuh dengan banyak nya masakan tersebut.

“Kak Aldo yakin mau memakan semua ini?” Sienna masih tak percaya jika Aldo akan memakannya.

Aldo menelan ludahnya dengan susah payah, Seumur hidupnya Ia sama sekali tak pernah memakan makanan olahan dari kambing, karena menurutnya Daging kambing itu berbau, dan dia tak suka memakannya, namun kali ini, Entah apa yang membuatnya begitu kekanak-kanakan seperti saat ini. Ia bahkan memesan semua makanan yang di bencinya hanya untuk membuat meja mereka penuh dan si Kevin tidak duduk se meja dengannya, dan juga dengan Sienna…

“Tentu saja.” Jawab Aldo dengan sedikit ragu. Ia benar-benar tidak yakin dapat memasuk kan makanan-makanan tersebut ke dalam mulutnya.

Akhirnya dengan ragu Aldo pun mencoba memakan masakan di hadapannya. ia memejamkan Matanya saat sesendok tongseng kambing masuk kedalam mulutnya.

Enak… hanya itu yang ada di dalam pikiran Aldo. Aldo kemudian memakannya lagi dan lagi, sedangkan Sienna hanya menatapnya dengan tatapan Anehnya.

Lelaki di hadapannya itu benar-benar sangat Aneh. Lelaki tampan dengan mata coklatnya yang entah sejak kapan membuatnya Terpesona saat menatapnya. Sienna mengusap lembut perutnya yang sudah sedikit berbentuk. Hatinya terasa bimbang dengan semua yang ia jalani. Mampukah ia mempertahankan perasaannya terhadap Kevin, Sahabat yang di cintainya tapi tak pernah mencintainya?? Ataukah Ia akan jatuh pada pesona suaminya sendiri yang cenderung bersikap dingin tapi perhatian?? Ahhhh lupakan..!! lagi pula bukannya Aldo tak pernah mencintainya??? Ingat Sienna, Pernikahan kalian hanya karena sebuah ‘kecelakaan’, Tidak lebih. Sienna membatin dalam hati.

***

Tengah malam Sienna terbangun saat tenggorokannya kering. Sienna meraih gelas yang ada di meja sebelah ranjangnya, namun nyatanya gelas tersebut sudah kosong, mau tak mau ia bangkit dan bergegas menuju ke dapur untuk mengambil Air. Andai saja Aldo tidur sekamar dengannya, mungkin Ia bisa tenang karena bisa menyuruh lelaki itu mengambilkan minum untuknya. Nyatanya…

Yaa, Walau mereka sudah menikah selama kurang lebih dua bulan lamanya, Mereka sepakat untuk tidur di kamar masing-masing, Tidak saling mencampuri urusan masing-masing selalu menjadi patokan kehidupan rumah tangga mereka. Meski sebenarnya Sienna merasa sangat tidak adil.

Aldo seakan mengatur hidupnya. Lelaki itu selalu mengawasi kemanapun ia pergi dan berada, namun nyatanya Sienna tak pernah tau apa yang di lakukan Aldo di luar sana. Apa Aldo dengan wanita lain?? Ohh yang benar saja, memangnya itu urusanmu?? Lagi-lagi Sienna menggerutu dalam hati.

Ketika melewati kamar Aldo, Sienna mengernyit saat mendengar suara Aneh di dalam. Karena penasaran, Sienna mengetuk pintu kamar Aldo. Karena tak ada jawaban Akhirnya Sienna membuka pintunya. Sienna masuk dan mendapati Aldo di kamar mandi dengan wajah pucatnya.

Sienna sontak menghambur ke arah Aldo, lelaki itu tampak Pucat dengan keringat dinginnya. “Kak Aldo kenapa?? Ada yang salah??”

“kamu kenapa di sini?? Ini sudah malam, Cepat tidur, Begadang nggak baik untuk ibu hamil.”

“Aisshhh aku nggak begadang, aku mau ngambil air minum, lalu ku dengar suara aneh dari sini, jadi aku masuk.”

“Aku muntah.”

“Muntah??”

“Sepertinya aku memang nggak bisa makan makanan berbahan dasar daging kambing.” Lirih Aldo.

“Lalu kenapa Kaka Aldo tadi memakannya??”

“Karena aku udah pesan.”

“Dan kenapa Kak Aldo memesan nya??”

“Karena… Karena…” Aldo tak tau harus menjawab Apa, ia tidak mungkin menjawab jika Ia memesan banyak makanan tersebut hanya untuk membuat meja mereka penuh pada saat itu, Sungguh itu kekanak-kanakan sekali. “Ahh sudah, Lupakan.!!” Jawab Aldo dengan ketus.

“Ayo ku bantu.” Dengan polos Sienna mengulurkan telpak tangannya. Aldo menatapnya dengan tatapan tak terbacanya. Akhirnya Aldo menyambut uluran tangan tersebut.

Aldo berbaring di atas ranjangnya. Sienna sudah keluar dari kamar Aldo, entah apa yang di lakukan wanita tersebut Aldo sendiri tak tau. Akhirnya tak lama Sienna kembali masuk ke dalam kamar Aldo dengan membawa sebuah nampan.

“Ini, Makan lah.”

Aldo mengernyit. “Apa ini??”

“Biskuit Asin dan Lemon tea hangat. Kalau aku mual muntah, aku biasanya makan ini, dan ini lumayan berefek.”

“Jadi kamu memberiku makanan Ibu hamil?? Yang benar saja.”

“Ini bukan makanan ibu hamil tau, ini bisa meredakan rasa mual bukan hanya mual pada ibu hamil.” Jelas Sienna.

Sienna lalu megeluarkan minyak kayu putih yang ada di nampan tersebut. “Dan ini, juga bisa meredakan mual sekaligus pusing.” Dengan lembut Sienna menuangkan minyak kayu putih tersebut pada perut Aldo, lalu mengusapnya, kemudian ia juga memeberi sedikit minyak kayu putih tersebut pada pelipis Aldo.

“Nahh Sudah, sekarang Kak Aldo sudah bisa tidur dengan nyaman..” Kata Sienna sambil berdiri dan akan bergegas pergi. Tapi kemudian langkahnya terhenti saat Aldo meraih telapak tangannya.

“Si… Malam ini.. Tidurlah di sini.”

Sienna sontak menatap Aldo dengan tatapan tanda tanyanya, ia tak menyangka Jika Aldo mengajaknya tidur sekamar dan seranjang. Apa yang harus ia lakukan?? Apa Ia harus menerima ajakan tersebut, atau menolaknya??

-TBC-

Gimana Chapter ini?? kasih komen kamu yaa,,, wkkwkwkw jangan lupa, Vote dan Comen selalu di tunggu… *BigHug…

Advertisements

3 thoughts on “My Young Wife – Chapter 2

  1. sienna masih mengharapkan kevin
    daa aldo keliatan banget cemburunya
    abis makan sate kambing segitu banyak mabok kan jadinya

    Like

  2. Sienna rerkadang polos dan manjda tapi di satu sisi dia terlihat manis dan menggemaskan hahaha..

    Kisah cinta sienna udh keliatan, haha tinggal kisah cinta masa lalu aldo yang blm terlihat hehehe…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s