romantis

My Young Wife – Chapter 1

myw1.jpgMy Young Wife

Haiii… Ada yang mau kenalan Ama Kakak ganteng baru?? yukk cap cus… bersama ceritanya Kak Aldo dan dedek Sienna yaa… hahhahahahah mungkin awal chapter akan sedikit membingungkan karena aku memang niat memulainya dari tengah, jadi, nanti akan banyak Flashback yang bermain di sini.. Feel juga mungkin kurang dapet karena baru awal Chapter, jadi.. pantengin terus aja yaa kisah mereka,, hahhahhah

Chapter 1

 

Aldo kini sedang sibuk membuka-buka berkas yang di serahkan oleh sang sekertaris pribadinya. Pandangannya meneliti setiap kata demi kata dalam sebuah berkas tersebut. Yaa.. Aldo memang sosok yang sangat teliti dan Kritis dalam suatu apapun. Tapi tidak dengan Cinta.

Aldo memejamkan Matanya Frustasi. Hal itu tak lepas dari pandangan sang sekertaris pribadimya.

“Ada masalah Pak??” Tanya Ambar, sekertaris pribadinya yang cantik jelita.

Aldo hanya memijit pelipisnya. “Tidak. Bawa berkas ini kembali, besok saja saya mempertimbangkannya lagi.”

Aldo lalu membereskan barang-barangnya yang ada di meja kerjanya.

“Pak Aldo mau pulang?”

“Ya, Saya ada urusan di rumah.” Jawab Aldo dengan dingin dan datar. Akhinya Ambar pun pamit untuk mengundurkan diri dari ruangan Aldo.

Ketika Ambar sudah keluar dari balik pintu, Aldo menghempaskan tubuhnya di sandaran kursi kebesarannya. Kepalanya terasa pusing. Bayangan akan Sosok Sienna mencuat begitu saja dalam pikirannya. Sienna.. Istri Belianya yang sudah dua bulan ini di nikahinya..

Aldo mengambil Ponselnya dan mencoba menghubungi Fandy, Seorang yang di percayanya sebagai pengawal istrinya itu.

“Halo Pak?”

“Bagaimana dengan dia?”

“Emm.. Nyonya sedang berkumpul dengan teman-temannya pak.”

“Berkumpul? Berkumpul dimana??”

“Di sebuah cafe tak jauh dari kantor Pak Aldo.”

“Oh ya?? Dengan siapa saja dia di sana?”

“Ada Dua teman perempuan nya dan Satu teman Pria nya.”

“Tunggu di sana, Saya akan segera ke sana.” Jawab Aldo cepat.

Yaa.. Aldo memang sedikit tak suka jika Sienna masih saja berteman dengan teman-teman SMA nya tersebut. Entah kenapa, Aldo sendiri tak mengerti, ia lebih suka melihat Sienna tiduran di rumah atau menonton Televisi di Apartemen nya dari pada harus berkumpul dengan teman-teman alay nya tersebut.

Secepat mungking Aldo keluar dari kantornya lalu berjalan menuju Mobilnya dan secepat kilat Ia menancap Gas menuju ke tempat yang di katakan Fandy tadi.

***

“Si.. Kamu gemukan yaa sekarang.” Ucap Eva, saat memperhatikan Sienna dari ujung rambut hingga ujung kaki.

“Ya iyalah, Dia kan bunting, hahahhah” Jawab Icha dengan seringaiannya. semua yang ada di situ tertawa kecuali Kevin yang wajahnya murung.

“Husshh.. Kalian bisa nggak sih, jangan ribut masalah ini.. Ingat, kita belum acara perpisahan.” Ucap Sienna dengan takut-takut.

“Tenang aja Si.. Kita –kita akan tutup mulut sampai perpisahan nanti kok..” Janji Icha.

Yaa.. sahabat-sahabatnya itu memang sudah mengetahui keadaan Sienna, Mereka bahkan dengan baik hatinya menutupi kehamilan Sienna hingga pesta kelulusan atau perpisahan yang akan di laksanakan akhir minggu ini.

“Suamimu nggak marah kalau kita ngumpul begini?”

“Kak Aldo kerja, dia nggak akan tau kalau aku ngumpul seperti ini.”

“Trus Cowok yang di sana itu siapa?” Eva menunjuk Fandy yang sejak tadi berdiri di depan pintu bak seorang satpam dengan seragam hitam-hitamnya.

“Itu Fandy, Pengawalku. Aku juga nggak ngerti kenapa Kak Aldo pakek jasa pengawal segala untukku.”

“Dia perhatian Si.. sama kamu.” Kata Eva sambil tersenyum. Eva menatap kearah Kevin yang sejak tadi diam tak bersuara. “Woii… Lu kenapa diem begitu??”

“Enggak, Gue nggak kenapa-kenapa.” Jawab kevin kemudian.

Mereka Asyik berbicara, bercerita layaknya Remaja SMA yang tak memiliki masalah apapun, Hingga sosok itu datang menghampiri mereka. Sosok yang bernama Osvaldo Handerson.

“Kak Aldo kok di sini?” Tanya Sienna yang langsung berdiri saat melihat sosok Pria yang kini sudah menjadi Suaminya.

“Tadi nggak sengaja lewat dan lihat mobil kita ada di depan, lalu aku lihat Fandy, ku pikir kamu di sini jadi aku masuk kemari.” Aldo menghentikan kalimatnya lalu menatap satu persatu teman dari Istrinya tersebut. “Ayo pulang.” Katanya lagi.

“Tapi kak, aku masih mau kumpul-kumpul dengan mereka.”

“Tidak ada kumpul-kumpul Sienna, Kalau mereka mau bertemu, ajak saja main ke rumah.”

“Tapi Kak..”

“Sienna.. Ingat, kamu sedang Hamil, jadi harus banyak istirahat, bukan keluyuran seperti sekarang ini.” Ucap Aldo sedikit pelan namun penuh dengan penekanan. Dengan menghentak-hentakkan kakinya, Sienna pergi meninggalkan teman-temannya tersebut.

Aldo pamit kepada teman-teman Sienna lalu pergi meninggalkan cafe tersebut dengan santainya.

***

“Sudah berapa kali ku bilang, jangan lagi bertemu dengan teman-teman Alay mu tersebut.”

“Mereka nggak Alay kak, mereka sahabat aku.”

“Aku nggak peduli, bagiku mereka Alay dan nggak jelas. Suka nongkrong sana sini seperti ABG saja.”

“Tapi aku masih ABG Kan kak??”

“Kamu sudah menjadi seorang Istri Sienna, dan kamu lagi Hamil. Hilangkan sikap kekanak-kanakan kamu itu.”

Sienna menangis saat di bentak seperti itu. “Tapi Aku tidak menginginkan semua ini terjadi Kak.. Aku ingin menikmati masa mudaku..”

Aldo tercenung.. yaa tentu saja, Bagaimanapun, Sienna masih Delapan belas tahun, jadi wajar saja kalau dia belum dewasa sepenuhnya.

“Maafkan aku, tapi aku benar-benar nggak suka kamu ikut nongkrong sana sini dengan teman-temanmu itu. Kamu sudah punya suami Sienna, dan sebentar lagi akan memiliki Bayi, kalau kamu ingin bertemu dengan mereka, ajak saja mereka ke Apartemen kita.” Ucap Aldo dengan Pelan. Yaa Aldo memang selalu mengalah jika berhadapan dengan sikap manja Sienna.

Kali ini Sienna yang terdiam. Ucapan Aldo ada benarnya juga. Memang sedikit tak pantas kalau dia suka huru hara sana sini dengan teman-temannya padahal statusnya kini bukan seorang pelajar lagi. Ia sudah menjadi seorang istri, Istri yang harus melayani dan patuh pada suaminya.

“Maaf..” kata-kata itu tiba-tiba terucap dari bibir Sienna.

Aldo menghela napas panjang. “Lupakan saja.. kita berdua sama-sama salah.”

***

Sienna kini menatap Aldo yang tengah sibuk menyiapkan makan malam untuknya. Lelaki itu tampak cekatan. Dengan kemeja yang di gulung se sikunya. Sienna terpesona menatap suaminya tersebut. Meski cenderung pendiam dan dingin, namun nyatanya Aldo sangat perhatian padanya.

“Ini, Minum susu mu.” Ucap Aldo sambil memberinya Susu hamil.

Sienna tersenyum ingin rasanya Ia memeluk Suaminya tersebut. Tapi seakan semua itu tak mungkin. Aldo bersikap seolah-olah Ia menghormati Sienna sebagai orang lain, dan Sienna tak suka itu.

“Ini, Aku buatkan Sup Ayam bawang. Kata Mama ku ini baik untuk kandungan.”

Kandungan lagi, dan kandungan lagi. Yaa Sienna jelas tau, Pria di hadapannya ini jelas hanya memikirkan kebaikan untuk kandungannya bukan sengaja perhatian pada dirinya. Dan Sienna tak menyukai itu.

“Aku nggak mau.” Tolak Sienna, padahal dalam hatinya ingin sekali Ia memakan Sup yang tampak sangat nikmat tersebut.

“Kenapa?”

“Pokoknya aku nggak mau, Aku mau minta sate kambing.”

“Nggak ada sate kambing, makan ini saja.” Ucap aldo dengan dingin.

“Aku nggak mau kak. Aku maunya makan sate kambing. Titik.”

Aldo menghembuskan napasnya dengan kasar. Gadis ini benar-benar ingin membuatnya meledak. Di ambilnya ponsel di dalam saku celananya, lalu ia mulai melakukan panggilan pada seseorang.

“Halo Fan..?”

“Iya pak?”

“Carikan Sate kambing secepat mungkin.”

“Baik Pak.”

Lalu telepon pun di matikan.

Sienna mengerutkan keningnya tak suka. “Aku nggak mau makan.”

Aldo memutar bola matanya pada Sienna “Apa maksudmu?”

“Aku minta Sate kambing itu Kak Aldo yang carikan bukan fandy.” Sienna mulai berteriak, sungguh sikap manja dan kekanak-kanakannya kambuh lagi.

“Apa bedanya aku dan Fandy?”

“Pokoknya aku nggak mau makan kalau bukan Kak Aldo sendiri yang nyari.”

“Terserah kamu.” Ucap Aldo datar lalu pergi membereskan dapur sisa memasaknya tadi.

Dengan kesal Sienna masuk ke dalam kamarnya menutupnya keras-keras hingga berdentum nyaring. Mengurung diri di dalam kamar adalah kebiasaannya saat menghadapi Aldo. Sienna yakin, tak lama Lelaki itu pasti akan menghampirinya dan meminta maaf padanya seperti biasa.

***

Tiga jam berlalu dan Aldo hanya berjalan mondar-mandir didepan pintu kamar Sienna. Gadis itu masih belum mau membuka kan pintu untunnya. Sial..!! Akhirnya mau tak mau Aldo mengetuk pintu Sienna dengan lembut,

“Si.. Buka pintunya.. Kamu belum makan malam Si.. Please..” Aldo memohon.

Tapi tak ada jawaban dari Sienna. Aldo kembali mengetuk pintu kamar Sienna lagi hingga gadis itu mau membukanya.

“Si.. Please… Buka pintunya yaa…”

Tak lama pintu itu di buka menampilkan wjah cemberut dari Istri belianya tersebut.

“Cepat ganti baju, kita akan cari Sate kambing yang kamu inginkan.” Dengan menghela napas paanjang Aldo lagi-lagi mengalah dengan sosok Sienna.

Yaa… Aldo memang selalu mengalah, Sienna terlampau manja dan Aldo tidak suka terlalu berdebat dengan Sienna, Apalagi kata Franda, Temanya sekaligus dokter kandungan Sienna, Ia harus banyak mengalah mengingat kondisi Sienna yang sedang hamil muda.

Aldo membalikkan badannya hendak menuju ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya. Tapi langkahnya terhenti saat Sienna dengan manja merangkul lengan kanan Aldo.

“Terima kasih Kak.. Kak Aldo memang yang terbaik..” Wanita mungil di sebelahnya itu lalu memberanikan diri untuk sedikit menjijitkan kakinya lalu mengecup lembut pipinya.

Aldo terperangah…

Sienna tidak pernah seberani itu dengannya, gadis itu memang manja, tapi selalu sopan terhadapnyaa karena mereka menikah memang bukan karena cinta, tapi karena bayi yang tak sengaja tumbuh dalam Rahim Sienna karenaketeledoran seorang Osvaldo Handerson.

 

#Flashback…

 

Aldo memijit pelipisnya ketika rasa nyeri di keplanya mulai menghampirinya. Hari ini Dirinya kehilangan sebuah tender besar, mungkin memang karena kurang beruntung atau memang kemampuannya belum cukup untuk menandingi si pemenang tender tersebut.

Aldo memijit-mijit pelipisnya, bagaimana Ia akan berbicara dengan Sang Ayah nanti, Untung saja Mike, Ayahnya itu kini masihberada di Jerman untuk mengurus beberapa keperluan di sana.

“Al..” Panggilan tersebut membuat aldo mengangkat wajahnya. Dan tampaklah sosok tampan lainnya, Dia Mario, Teman kuliah yang kini menjadi Rekan kerjanya.

“Ada apa?”

“Kenapa muka mu di tekuk begitu?”

Aldo menghela napas pnjang. “Aku kalah, Dan sekarang kepalaku pusing, bagaimana caranya aku bilang kepada Ayahku, dia pasti kecewa.”

“Astaga… tender itu tidak ada apa-apanya dibandingkan tender-tender lainnya nanti, sudah lah lupakan, mendingan sekarang ayo temanki aku ke duatu tempat.”

“Kemana Mar?? Aku pusing.”

“Maka dari itu, Aku ingin mengajakmu berpesta supaya tidak pusing.”

Dan Aldo hanya mampu mengikutinya saja, ya, mungkin sedikit bersenang-senang akan mengangkat bebannya dan membuat nyeri di kepalanya hilang.

***

Aldo mengernyit saat Mario menjalankan mobilnya menuju rumahnya sendiri. Rumah besar temannya itu kini tampak sedikit ramai. Mungkin Mario sedang mengadakan pesta.

“Kita mau apa kemari?”

“Adik ku sedang ulang tahun, lebih baik kita ikut pesta dengan mereka. Kamu tau nggak Al, Di sini banyak cewek-cewek cantik, siapa tau salah satunya bisa nyantol dengan kita.”

Aldo mendengus kesal. “Adikmu masih SMA Mar, kalaupun ada cewek juga pasti masih bau kencur, enggak ah, aku mau pulang.”

“Ayolah Al… Kita bersenang-senang sebentar saja dengan mereka. Ini tidak seperti pesta anak SMA pada umumnya, Ayah dan Ibuku ke luar negri, jadi mereka mengadakan Pesta liar malam ini.” Ucap Mario sambil terkikik, Dan lagi-lagi Aldo hanya mampu menuruti perkataan temannya tersebut.

Setelah merapikan penampilannya di kamar Mario, Aldo akhirnya menghambur ke dalam pesta. Didalam dan di sekitar rumah Mario penuh dengan laki-laki dan perempuan yang berlalu lalang saling bergandengan tangan. Tak sedikit pula yang saling mencumbu mesra di depan umum tanpa tau malu.

Pestanya sedikit aneh, da beberapa anak muda di daerah kolam renang yang bahkan tidak malu saling mengenakan pakaian renang sambil sesekali melemparkan diri masuk ke dalam kolam renang, Lalu di Bar kecil milik keluarga Mario pun di sulap nya sebagai Bar layaknya di club-club malam lengkap dengan Bartender nya. Aldo mengernyit, sebenarnya ini pesta anak SMA atau pesta orang dewasa?? Mereka bahkan seakan tidak sungkan meminum-minuman beralkohol dan seperti sudah terbiasa dengan hal tersebut.

Aldo menuju ke arah Bar, Ia memilih duduk dan sedikit meminum minuman beralkohol supaya pikirannya lebih Rileks. Saat dia asik dengan kesendiriannya, tiba-tiba ada seorang gadis cantik, terlampau sangat cantik, duduk tepat di kursi sebelahnya.

“Dasar tidak tau diri, Aku dandan secantik ini kan untuk mu Vin.. Bisa-bisanya kamu lebih memilih berdansa dengan Icha.. Sialan..!!”

Jika di lihat dari gelagatnya gadis di sebelahnya kini sedang mabuk, mengomel tak jelas dengan sesekali menangis dan tertawa. Lama Aldo memperhatikan gerak-gerik gadis tersebut, Gadis-itu meminta minuman lagi dan lagi saat minumannya habis, hingga seakan Gadis tersebut sudah tidak bisa mengontrol dirinya sendiri.

“Heii kamu, Apa Aku kurang cantik?? Bagaimana mungkin Dia lebih memilih sahabatku di bandingkan Aku??”

Gadis itu berbicara Pada Aldo sambil sesekali memukul-mukul dada Aldo.

“Siapa maksudmu??”

“Kevin..” Gadis itu mulai menangis. “Aku bahkan mau datang ke pesta Gila ini demi dirinya, tapi dia….” Gadis itu tidak berhenti menangis.

Aldo yang kasihan akhirnya hanya bisa mendongakkan wajah gadis tersebut sambil mengusap air matanya. Entah kenapa Gadis di hadapannya ini mirip dengan Bianca, Adinya yang sangat manja.

“Sudah lah.. nanti pasti dia sadar, siapa yang tulus mencintainya.” Ucap Aldo dengan tulus.

Tapi kemudian Gadis tersebut menatap Aldo dengan tatapan Anehnya. “Mata kamu indah..” Ucap Gadis tersebut sambil mengagumi mata Aldo yang berwarna cokelat, “Kamu tampan..” Racaunya lagi.

Lalu tanpa di Duga, Gadis mungil di hadapan Aldo ini mendaratkan bibirnya pada bibir Aldo, melumatnya secara membabi buta seakan gairah dan hasratnya hanya tumbuh untuk Aldo seorang.

Aldo yang pada dasarnya memang Lelaki sejati, akhirnya tersulut gairahnya ketika bibir ranum nan lembut itu tanpa permisi menempel pada bibirnya, Melumatnya habis seakan tidak ingin semuanya berakhir. Dengan berani Aldo membalas ciuman yang di berikan gadis tersebut, ciuman panas yang bahkan hanya melihatnya saja mampu menyulut gairah, apa lagi buat yang merasakannya.

Lengan Aldo kini bahkan sudah melingkari pinggang Gadis tersebut menempelkannya semakin dekat dengan dirinya. Yang di bawah sana sudah menegang seketika, Seakaan berteriak ingin segera di bebaskan.

Aldo melepaskan ciuman panasnya tersebut, matanya menelusuri setiap inci dari wajah gadis yang berada tepat di hadapannya tersebut. Cantik, amat sangat cantik dengan garis feminim tapi sedikit menyiratkan kemanjaan yang khas. Mata gadis itu berkabut, Bibir nya merah merekah dan sedikit bengkak karena lumatannya tadi. Dan Aldo sudah tak dapat menahannya lagi.

“Ayo.. ikut Aku.” Ucap Aldo yang bahkan suaranya sudah sangat parau.

“Kemana?”

“Kamu akan tau..”

Dan Aldo pun membimbing Gadis mungil tersebut naik ke atas tangga, menuju ke dalam kamar Mario dan mengunci diri mereka di dalam seakan tak ingin terganggu oleh bisingnya pesta gila tersebut.

 

-TBC-

Note : Chapter selanjutnya akan ada unsur dewasanya, kaalo sempat aku akan update sebelum puasa, kalo nggak sempat yaa aku updatenya puasa nggak papa yaa tapi tengah malam.. hahhahah eh yaa mengingat semua cerita yang ku buat pasti ada Adegan tak senonoknya, maka saat puasa aku Updatenya tengah malam aja.. yg masih mau baca yaa silahkan yang nggak mau yaa ya udah.. hahhahaha See U next Chapter, jangan lupa tinggalin komentar.. hahhahaha

Advertisements

6 thoughts on “My Young Wife – Chapter 1

  1. yahhh karna liar party jadinya kebablasan kan mereka
    susah juga sich punya istri masih belia
    aldo harus extra sabar dan mengalah

    Like

  2. Astaga ..
    Aku kira aldo sama seina emang pacaran..
    Tapi ternyata enggak..

    Di sini aldo dewasa dan cool bgt ya..
    Tapi takut dehh kalo dia ga bisa sabar sama sikap dan sifat seina yang childish bgt..

    Semoga aja aldo semakin sabar dan seina menjadi lebih dewasa…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s