Roman Fantasi

My Beautiful The Witch – Chapter 3

MbtwMy Beautiful The Witch

Note : Tinggalkan Logika kalian jika ingin membaca cerita ini…. dan mari masuk kedalam imajinasi dan fantasi Author Gaje yaakk… Karena udah terlalu lama nggak Update cerita ini maka aku kasih cuplikan Chapter sebelumnya yaa…

*Cuplikan Chapter 2

”Robb, kenalkan Dia Elaine, ibuku. Dan ibu, Dia Robbin William, Lelaki yang sudah menolongku.”

Keduanya akirnya saling bersalaman. Ketika kulit Elaine menyentuh permukaan kulit Robbin, Bayangan akan sesuatu muncul begitu saja dalam kepala Elaine.

“Kekuatan… Keabadian… Tak Tertandingi…” Racau Elaine seperti seorang yang sedang meramal sesuatu.

Ellieora dan Robbin saling bertatap mata seakan-akan menyatakan jika mereka berdua sama-sama tak mengerti dengan apa yang dikatakan Elaine.

“Apa Kau seorang Penyihir?” tanya Elaine tanpa basa-basi kepada Robbin.

“Tidak, Saya hanya manusia biasa.” Jawab Robbin dengan tegas.

“Tidak Nak.. Kau bukan manusia Biasa..” Kata Elaine sambil sedikit tersenyum lalu masuk kedalaam pondoknyaa tanpa berpamitan dengan Elliora dan Robbin.

Sedangkan Robbin dan Ellieora saling pandang dengan tatapan tanda tanyanya masing-masing. Apa yang dimaksud dengan perkataan Elaine tadi?? Benarkah Robbin bukan manusia biasa??

***

Chapter 3

 

Ellieora mengikuti Elaine masuk kedalam rumah meninggalkan Robbin sendiri di ruang tengah. Ellieora cukup penasaran dengan apa yang dikatakan ibunya tadi saat pertama kali bertemu dengan Robbin.

Yaa… Elaine sebenarnya merupakan seorang penyihir putih yang Hebat. Umur nya sudah lebih dari ratusan tahun, namun Ia masih tampak muda bahkan cocok di sebut dengan Kakak Ellieora. Elaine menguasai berbagai macam mantera penyihir, berbagai macam cara meramu berbagai macam ramuan, dan juga pandai meramal seseorang hanya dengan bersentuhan atau menatap mata orang tersebut. Tak heran Jika Elaine di sebut sebagai penyihir putih terhebat yang pernah ada.

“Ibu.. apa yang kau bicarakan tentang Robb tadi??” Tanya Ellieora yang tentunya sangat penasaran dengan apa maksud dari sang Ibu.

“Ellie, Kau tentu tau jika dia bukan manusia biasa.”

“Dia manusia biasa Ibu, mungkin hanya matanya saja yang sedikit berbeda dan sama dengan kaum kita.”

“Tidak Ellie, Aku bisa merasakannya.”

“Ibu, dia tadi menolongku, dan tak sedikitpun dia merapalkan Mantera aneh atau mengeluarkan benda Sihir lainnya.”

Elaine tampak berpikir. Ramalannya tentu tak mungkin salah. Apa yag sebenarnya terjadi?? “Kau yakin Ellie??”

Ellieora menganggukkan kepalanya. “Tentu ibu..”

“Aku merasakan kekuatan besar pada Dirinya, Aku juga merasakan semacam keabadian, dan juga entahlah.. dia berbeda dan terlihat istimewa dibandingkan dengan siapapun orang yang pernah kutemui.”

“Mungkin Ibu hanya sedang lelah”

“Tidak mungkin Ellie.. Ini sebuah Ramalan, Bukan perasaan. Kau tentu tau seberapa tepatnya Ramalanku.” Ellieora mengangguk. Yaa tentu saja Ia tau. Ibunya merupakan Penyihir putih terhebat yang pernah ada. Ramalannya tak pernah di ragukan lagi. Selalu tepat sasaran. Apalagi di tambah dengan Buku putih yang dimiliki sang Ibu..

Yaa… layaknya golongan penyihir, dalam dunia penyihir juga terdapat Buku Tua. Tepatnya ada Dua. Yang pertama adalah buku putih. Pedoman untuk menjadi penyihir putih terhebat. Didalamnya banyak sekali tertuliskan mantera-mantera kuno yang tak banyak penyihir putih dan penyihir hitam tau. Berbagai macam cara membuat Ramuan, mulai dari Racun, penawar, obat, dan Ramuan lain sebagainya. Ada juga cara membuat alat-alat aneh, bahkan sampai pembuatan tongkat sihirpun ada. Buku itu benar-benar langka dan ada satu di dunia, dan Elaine lah sang pemegang buku tersebut.

Satu buku lagi bernama buku Hitam. Pedoman untuk menjadi penyihir hitam terhebat yang pernah Ada. Konon dalam buku Hitam tersebut juga memiliki banyak pelajaran seperti yang ada di dalam buku putih, Hanya saja buku Hitam tentunya lebih kuat dan lebih ber isi tentang sihir-sihir Hitam. Sayangnya buku itu Hilang tak tau Rimbanya.

Elaine masih ingat saat itu. Saat dimana di umumkan, Bahwa seorang Pangeran penyihir Hitam Kabur membawa pergi Buku tersebut. dan yang terakhir Elaine dengar, Pangeran tersebut Hilang tak tau dimana kabarnya, beserta buku tersebut.

Sejak saat itu,dirinya yang telah memiliki buku Putih Akhirnya di tuntut untuk menjaga buku tersebut sebaik-baiknya. Tak dapat di bayangkan bagaimana jika kedua Buku tersebut pempunyai pemilik yang sama apalagi pemiliknya tersebut adalah seorang Penyihir berdarah Hitam.

“Ellie, Kupikir Kau harus mengamatinya, dia bukan orang biasa Ellie, percayalah.”

Ellieora akhirnya mengangguk menurut dengan sang Ibu.

***

Robbin menatap ke segala penjuru ruangan. Rumah yang sedang di datanginya ini seperti rumah tua tapi bersih. Di sebelah kiri terdapat sebuah Jendela kecil yang sang terbuka dan memperlihatkan aneka tanaman aneh yang tak pernah Ia lihat sebelumya Ada juga pot-pot bunga kecil yang juga sepertinya bukan bunga yang pernah Ia lihat sebelumnya.

Di sebelah Kanan di ujung ruangan, terdapat sebuah lemari yang di dalamnya terdapat beberapa benda yang mirip dengan Sapu. Yaa… itu adalah sapu penyihir. Kenapa Ellieora dan ibunya memilikinya?? Apa mereka seorang penyihir juga? Pikirnya saat itu.

Jika di lihat darimata Elaine, tentu Saja Robbin yakin jika Elaine adalah seorang penyihir. Tapi mengingat bagaimana tadi Ellieora begitu tak berdaya saat hampir di perkosa para penjahat di dalam hutan tadi, sepertinya tidak mungkin jika Ellieora seorang penyihir. Lalu, Sebenarnya apa yang terjadi??

Robbin melihat Ellieora keluar membawa sebuah nampan berisi beberapa buah-buahan segar dan juga minuman.

“Ku pikir kau lapar. Makanlah selagi menunggu ibuku menyiapkan penawar racun untuk temanmu.” Ucap Ellieora selembut mungkin.

“Apa dia benar-benar ibumu??” tanya Robbin dengan tajam.

“Tentu saja Robb”

“Dia terlihat lebih mudah dan matanya..”

“Bukankah aku sudah mengatakan padamu mengenai matanya???” potong Ellieora, “Rob, Ibuku ahli ramuan, dia bisa membuat ramuan yang dapat membuat orang Awet muda, bukankah kau memiliki mata seperti mata penyihir? Lalu apakah itu berarti Kau adalah sorang penyihir?? Tidak bukan??”

Robbin mengangguk. “Yaa aku cukup yakin sekarang,”

“Baiklah, Sekarang, nikmati saja makanan ini dan istirahatlah. Selagi menunggu Ibuku menyelesaikan ramuan nya.”

Robbin akhirnya mengangguk. Ia mulai meminum Air yang di sediakan Ellieora, dan ia juga mulai memakan buah-buahan yang di suguhkan wanita cantik tersebut.

***

“Minumkan ini pada teman mu. Ini terbuat dari tanaman langka yang hanya tumbuh di pekarangan rumahku saja. Dia akan segera sembuh dengan meminum ramuan ini secara berkala.” Kata Elaine sambil memberikan Robbin Ramuan yang berwadahkan Bambu tua.

“Kau yakin ini akan ber efek untuknya??” Robbin masih sedikit tak percaya dengan Elaine.

“Aku berniat menolong mu anak muda, karena Kau sudah menolong Puteriku. Aku tak mungkin membuat Kau atau teman mu Celaka.”

“Apa yang bisa membuatku percaya??” Tanya Robbin masih ingin kepastian.

“Kau bisa mengajak Ellieora ke tempatmu.” Ucap Elaine dengan pasti.

“Ibu..” Ellieora menyela. Ia tak menyangka jika Sang Ibu menyuruhnya untuk mengikuti Robbin, lelaki yang baru di kenalnya.

“Ellie, Kau bisa ikut dengannya, Lagi pula hanya Kau yang mampu merebus ramuan tersebut dengan tepat dan sempurna. Ramuan itu tak bisa di rebus terlalu lama atau hanya sebentar saja.” Ucap Elaine menjelaskan.

“Tapi Ibu, Aku tak mengenalnya, bagaimana mungkin ibu menyuruhku pergi dengannya?”

Elaine meraih pergelangan tangan Ellieora, Ia mengajak puterinya tersebut sedikit menjauh dari Robbin. “Dengar sayang, Ibu benar-benar merasakan ada sesuatu yang besar dari diri Robbin, Tapi Ibu juga bisa merasakan jika dia Lelaki baik-baik. Ibu merasakan darah murni mengalir di nadinya. Jadi, anggap saja ini tugas dari ibu, awasi lelaki itu, jika memang nanti ada yang perlu Kau laporkan pada Ibu, Kau hanya perlu mengusap batu Rubi dalam liontinmu. Ibu akan merasakannya.” Jelas Elaine panjang lebar.

Ellieora hanya mengangguk.

“Satu hal lagi sayang, Apa pun yang terjadi, Jangan sampai kau jatuh hati padanya sebelum kau tau siapa dia sebenarnya.” Tambah Elaine lagi.

Ellieora kembali mengangguk. Keduanya kembali mendekat ke arah Robbin yang sudah bersiap-siap akan meninggalkan rumah pondok milik Elaine.

“Jadi.. Kau ikut denganku?” Tanya Robbin dengan lembut pada Ellieora.

“Yaa.. seperti yang di perintahkan ibuku.” Ucap Ellieora pasrah.

“Baiklah Robbin, Ku harap Kau menjaga puteriku hingga dia kembali pulang ke rumah.”

“Tentu saja Elaine, aku akan menjaganya.” Robbin berjanji dengan sungguh-sungguh.

***

Di dalam sebuah kastil tua yang berada di sebuah Pegunungan nan jauh dari jangkauan Manusia,.. Seorang Wanita dengan pakaian hitam legam nya tampak sibuk merencanakan beberapa rencana jahat yang akan di lakukannya.

“Kau… Bagaimana denganmu? Apa Kau sudah menemukan Pemuda sialan itu?” Tanya nya pada seorang bawahan yang sedang membungkuk hormat padanya.

“Ampun tuanku paduka Ratu, Beberapa hari yang lalu, saya mendapatkan jejaknya ada di pinggiran sebuah hutan di bagian timur, tapi ternyata Ia kembali lenyap bak di telan bumi.”

“Kurang Ajar, Apa dia sudah bisa merapalkan mantera untuk menghilangkan jejak dari buku tersebut??” Tanya Wanita yang di panggil sebagai ratu itu lagi.

“Sepertinya dia belum menyadari siapa dirinya Tuanku paduka Ratu. Hamba merasakan dia menghilang karena ada sebuah kekuatan Besar yang menyembunyikan keberadaannya.”

“Elaine..” Geram sang Ratu tersebut. “Aku yakin Elaine turut campur dalam hal ini, tak ada kekuatan besar yang mampu menandingi penglihatan bola kristalku selain kekuatan besar Dari Elaine yang di dapatnya dari Buku putih.” Lanjut sang ratu.

“Lalu, apa rencana tuanku paduka ratu selanjutnya??”

“Kita lihat saja dulu, Seberapa jauh Elaine ikut campur dengan urusan kita.”

“Lalu, bagaimana dengan tawanan kita paduka Ratu?”

Sang ratu tersenyum miring. “William… Biarkan saja dia membusuk di penjara bawah tanah, jika kita membutuhkannya, Aku akan mengeluarkannya dari sana, tapi jika tidak, Aku akan memusnahkannya..” Ucap sang Ratu yang di sertai dengan tawa lebarnya.

Semua yang ada di ruangan tersebut mengangguk paham dengan apa yang di katakan sang Ratu penyihir hitam tersebut..

***

“Ellie.. Ku pikir aku tidak lewat sini kemarin.” Ucap Robbin yang masih sibuk mengarahkan kudanya pada jalan yang di tunjukkan oleh Ellieora.

“Tenanglah Robb.. aku cukup mengenal hutan ini. Kalau kita mengikuti jalanmu kemarin, kita kan tiba di pinggiran Desa tiga hari kemudian. Sedangkan kalau kita lewat sini, Besok siang kita pasti sudah sampai pinggiran desa.”

“Kau yakin??” tanya Robbin lagi.

“Ya, aku cukup hapal dengan jalanan di hutan ini.”

“Lalu, Dimana nanti kita kan Bermalam?” Tanya Robbin lagi sambil mendongak ke atas. Hari sudah semakin sore, matahari pun sudah mulai menenggelamkan dirinya sedikit demi sedikit.

“Tak jauh dari sini ada sungai keci, di sebelah sungai tersebut ada sebuah gua, kita bisa bermalam di sana nanti.” Robbin hanya mengangguk dan kembali memacu ku danya lebih cepat lagi.

***

Robbin membenarkan letak kayu-kayu bahar dalam api unggun kecil yang di buatnya di dalam gua tersebut. Malam ini benar-benar dingin. Di tambah lagi hujan deras di luar Gua serta petir yang menggelegar membuat suasana semakin dingin dan mencekam.

Di tatapnya Ellieora yang berada tepat di hadapannya. Ahh.. Wanita itu benar-benar menggoda untunnya. Kulit putih pucatnya, wajah cantik jelitanya, dan juga aroma tubuhnya yang memabukkan benar-benar menggoda Hasrat lelaki yang di miliki Oleh Robbin.

Ia menginginkan Ellieora, tapi yang benar saja, mereka bahkan baru bertemu hari ini. Dan tentunya mereka belum saling mengenal.Robbin tak ingin Ellieora mengenalnya sebagai laki-laki bajingan yang hanya tergoda dengan tubuhnya.

“Kenapa Kau menatapku seperti itu?” Suara Ellieora menyadarkan Robbin dari lamunan.

“Ahh tidak.” Jawab Robbin sambil mempalingkan wajahnya. “Berapa usiamu Ellie??” Tanya Robbin kemudian. Ia ingin mengalihkan perhatiannya pada hal lain.

Ellieora hanya menggelengkan kepalanya. “Aku tak tau.”

Robbin tersenyum. “Bagaimana ungkin kau tak tau usiamu??”

“Ibu tak pernah bercerita kapan aku lahir.” Hanya itu jawaban dari Ellieora.

“Kau tak punya keluarga lain selain ibumu??” tanya Robbin lagi.

Ellieora hanya menggelengkan kepalanya.

“Teman?” Tanya Robbin lagi.

Ellieora kembali menggelengkan kepalanya. “Aku tak memiliki siapa pun Robb, hanya Elaine, Ibuku lah yang ku miliki di dunia ini.” Lirih Ellieora.

“Kau memiliki aku Ellie..” kali ini Robbin berkata dengan tulus.

Ellieora menatap Robbin dengan tatapan tanda tanya nya. “Apa maksudmu?”

Robbin menghela napas panjangnya lalu mulai bercerita. “Aku juga tak memiliki siapapun di dunia ini Ellie. Ayahku menghilang, dan ibuku di bunuh oleh sekawanan penyihir.” Robbin bercerita dengan mata membara penuh dengan dendam dan amarah.

Ellieora menegang seketika. “Kau yakin yang membunuh ibu mu adalah sekelompok penyihir?” Tanya Ellieora dengan hati-hati.

“Yaa.. bahkan sampai sekarang aku merasakan mereka masih memburuku, aku tak tau apa yang mereka cari dariku. Oleh karena itu, aku dan saudara angkatku Alan, Memutuskan akan memburu dan membunuh setiap penyihir yang kami temui.” Ucap Robbin penuh penekanan.

Suara Robbin seakan membuat Ellieora merinding ngeri. Nyala api di hadapan mereka seakan membesar seirin dengan amarah yang terlihat dari raut wajah Robbin. Mata Lelaki itu yang berwarna kuning keemasan seakan mengkilat seperti cahaya.

Tak salah lagi.. Robbin pasti memiliki darah penyihir di tubuhnya… Ellieora kini dapat merasakannya dan Ellieora tau itu….

-TBC-

Roman fantasi ini memang Slow update.. karena aku nulisnya enjoy… nggak ada yang baca dan nggak ada yang pengen cepet2 baca alhasil aku Update cerita ini Slow dan santai bgt…  hehhehe okay sampai jumpa di Chapter 4 yaa.. hahahhaha

new1 new2

Advertisements

5 thoughts on “My Beautiful The Witch – Chapter 3

  1. kangennya ama cerita ini terbayar sudah
    malam yang dingin dengan situasi yang mulai memanas
    ellie udah terlanjur jatuh hati pada robbin begitupun sebaliknya
    next harus lebih seru lagi ya
    semangat

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s