romantis

My Cool Lady – Chapter 7 (Shock)

MCLCoverwattpad Fix 3My Cool Lady

Chapter 7

-Shock-

 

Aaron masih sibuk mengemudikan mobilnya. Sesekali matanya menangkap bayangan Bella dari kaca di hadapannya. Wanita di sebelahnya itu tampak murung. Apa Dimas mempengaruhi Bella hingga dapat membuat Bella murus seperti saat ini??

“Kita pulang apa ke suatu tempat?” Tanya Aaron kemudian.

Bella mengernyit menatap ke arah aaron. “Bukannya ini masih jam kerja??”

“Aku malas balik ke kantor.” Jawab Aaron dengan enteng.

“Kamu itu calon penerus perusahaan, bagaimana mungkin sikapmu seenaknya seperti saat ini, keluar pergi sesuka hatimu.”

Sial..!! Apa kau tak tau kalau saat ini aku ingin menghiburmu?? Gerutu Aaron dalam hati.

“Bailkah, Lupakan saja. Kita akan kembali ke kantor.”

Lalu keduanyapun sama-sama terdiam sepanjang operjalanan kembali ke tempat kerja mereka.

***

“Bell… Maaf, Aku tidak bisa jemput hari ini.”

“Kenapa Dim?? Kamu ada masalah?”

“Enggak, Aku lembur. Kerjaan numpuk.”

Bohong.. Kalau kerjaan numpuk kenapa tadi siang kamu sempat keluar dengan wanita lain??? Pikir Bella kemudian.

“Baiklah, aku bisa pulang sendiri.”

“Bell…” Panggil Dimas lagi. “Aku sayang kamu.” Lanjutnya.

“Emm… aku juga.” Hanya itu jawaban yang di berikan Bella, dan teleponpun di tutup. Dimas.. Apa yang terjadi denganmu???

***

Dimas menghela napas panjang sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kerjanya. Sesekali ia memijit pelipisnya karena sedikit berdenyut.

Bayangan di Restoran tadi menyeruak begitu saja dalam kepalanya. Tadi, Saat Ia makan siang dengan Ibu Riska, tak sengaja Ia melihat Bella dan juga Aaron sedang makan siang bersama. Apa Bella benar-benar menghianatinya?? Menduakannya dengan Lelaki Iblis itu?? Mengingat tadi malam Dirinya juga sempat melihat bagaimana Aaron dan juga Bella saling menautkan bibir satu sama Lain.

Lalu apa Bedanya denganmu sialan?? Kau bahkan lebih parah.

Dimas kembali memijit kepalanya. Ia teringat akan Bu Riska. Wanita yang sudah hampir Empat bulan lebih di kencaninya. Bu Riska adalah atasannya, Umurnya Tiga tahun lebih tua dari pada dirinya.

Dulunya, Bu Riska terkenal sangat pemarah, tatapannya mampu membuat para bawahannya bergidik ketakutan. Tak ada yang berani mendekatinya, begitupun dengan Dimas, tapi semua berubah sejak beberapa bulan yang lalu.

Saat Itu hari minggu. Dimas yang sedang berjalan-jalan sore di sekitar taman kota tiba-tiba melihat sekerumunan Orang. Ternyata di sana ada seorang anak laki-laki yang baru saja terkena tabrak lari. Anak Lelaki itu berumur sekitar Sepuluh tahun dengan membawa sepeda kecilnya bersama beberapa anak seumuran dengannya.

Dimas yang berada di sana lantas menolongnya dan meminta beberapa orang yang ada di sana membantunya bukan hanya menonton saja.

Dimas akhirnya membawa anak tersebut ke rumah sakit. Untung saja anak tersebut tidak mengalami luka serius, hanya beberapa luka lecet di lengan dan luka Robek di lututnya yang harus di jahit.

Saat anak tersebut sadar, Dimas menawarkan diri untuk mengantarnya pulang. Ternyata anak tersebut tinggal di kompleks perumahan tak tauh dari taman kota. Dan alangkah terkejutnya saat mendapati siapa orang tua dari anak tersebut. Dia Ibu Riska, atasannya yang terkenal tak ramah.

Ternyata Bu Riska sangat berbeda saat di rumah. Wanita itu terlihat ramah, ke ibuan dan banyak lagi sosok lain yang di temukan Dimas dari Bu Riska. Sebagai ungkapan terimakasihnya, Bu Riska sendiri beberapa kali mengundang Dimas makan di rumahnya. Mereka sering bertemu karena ternyata Anak Lelaki Bu Riska tersebut sangat menyukai dimas. Mereka pun saling bercerita satu sama lain dengan nyamannya, Dan saat keduanya saling merasa dekat, empat bulan yang lalu keduanya memutuskan untuk Bersama.

Bu Riska tentu tak tau jika Dimas memiliki Bella, Karena Dimas saja hampir setiap malam ke rumahnya. Sedangkan Dimas Sendiri merasa sangat mudah dengan hubungannya kini, Ia tak perlu membuat Alasan jika Tidak menemui Bella, Toh Bella sendiri yang melarangnya datang ke rumah nya. Dimas cukup tau diri, Ia berada di kalangan Menengah kebawah, sangat tidak cocok bersanding dengan seorang dari Keluarga Aditya, Keluarga yang sangat terkenal dengan bisnis-bisnis besarnya yang maju dan berhasil. Itulah yang membuat nyali Dimas menciut saat mendekaati Bella, Ia ingin berjuang, tapi bagaimana caranya?? Bahkan Bella sendiripun terlihat tak terlalu memperjuangkan hubungan mereka.

Dimas menghela napas panjang saat Ponsel nya kembali Berbunyi. Ia tau itu dari Bu Riska, atasannya sekaligus kekasih gelapnya.

“Halo..”

“Aku sudah di parkiran.. Kita akan menjemput Dio dulu di tempat les nya..”

“Oke, Aku turun sebentar lagi.”

“Kamu ada masalah Dim?? Ku pikir kamu selalu berdiam diri sejak tadi.”

“Maaf, Aku… Sudahlah, aku tak ada masalah.”

“Baiklah, Aku tunggu ya..”

“Yaa…” Hanya itu jawaban dimas. Telepon pun di tutup. Lagi-lagi Dimas menghela napas panjang. Melihat kebersamaan Bella dan juga Aaron tadi siang benar-benar mempengaruhinya. Dimas tak suka jika Bella dekat dengan lelaki lain apa lagi Lelaki itu adalah Aaron, Orang yang sangat di bencinya semasa sekolah.

***

Aaron menjalankan Mobilnya keluar dari parkiran kantornya. Pandangannya masih menelusuri setiap sudut yang bisa ia pandang. Mencari-cari sosok Itu.

Issabella aditya…

Wanita itu tadi tampak sedikit tergesa-gesa saat keluar dari kantornya. Apa Wanita itu pulang bersama dengan pacar Sialannya tersebut??

Aaron tentu sangat kesal jika tau Bella pulang dengan lelaki lain entah itu Dimas atau Bukan. Tapi tampaknya sosok yang di carinya itu memang sudah tak ada di Area kantor. Mungkin bella memang sudah pulang dengan kekasihnya tersebut.

Tapi kemudian tak jauh dari kantornya, Aaron melihat wanita itu. Dia sedang duduk di halte Bus sambil sesekali menatap jam tangannya.

Seketika Aaron menghentikan mobilnya. Ia keluar dari Mobil dan berjalan menuju ke arah bella yang terlihat sedang duduk menunggu angkutan umum tersebut.

“Jadi kamu pulang sendiri??” Suara Aaron membuat Bella menatap Ke arah Aaron yang kini sudah berdiri tegap di sebelahnya.

“Kamu ngapain di sini?”

“Tadi aku nggak sengaja lihat kamu, Dan aku berhenti mau menawari tumpangan. Kamu mau kan??”

“Aku lebih suka naik Bus.”

“Ayolah.. aku janji nggak akan gangguin kamu. Aku Cuma nggak enak sama Om Ramma kalau sampai tau puterinya naik angkutan umum.”

“Memangnya kenapa?? Papa taunya memang aku naik angkutan umum tiap hari kok.” Jawab bella dengan cuek.

“Oohhh jadi Papa kamu nggak tau kalau setiap hari kamu di antar jemput oleh motor bebek itu..”

Bella memutar bola matanya pada Aaron. “Kamu janji nggak akan ganggu aku kan kalau aku kembali ke kantormu?? Jadi sekarang tepatilah janjimu.”

“Aku juga sudah janji sama Om Ramma kalau aku akan menjaga puterinya, Jadi saat ini aku sedang berusaha menepati janjiku pada Om Ramma.” Jawab Aaron dengan santai.

“Sial..!!” Umpat Bella yang langsung membuat Aaron tertawa. “Kamu Gila?? tertawa seperti itu??”

“Aku hanya nggak habis pikir. Kamu dulu yang Cupu sekarang sangat mudah sekali mengumpat.”

“Memangnya orang cupu nggak boleh mengumpat? Lagian, Siapa juga yang Cupu.” Gerutu Bella.

“Ya sudah, kamu nggak Cupu. Ayo.. ku antar pulang.” Ajak Aaron lagi. Dan kali ini mau tak mau Bella ikut dengannya mengingat hari sudah mulai Sore.

***

“Bell.. Sejak kapan kamu jadian sama Dimas?” Tanya Aaron sedikit penasaran.

“Ngapain sih tanya-tanya?”

“Ya aku tanya kan karena ingin tau.”

“Sudah lama.” Jawab Bella dengan ketus.

Aaron hanya terdiam cukup lama, lalu dengan ragu Ia bertanya kembali. “Kamu.. benar-benar suka sama dia?”

“Ya iya lah, kalau enggak ngapain juga aku masih bersamanya.” Lagi-lagi bella menjawab dengan nada ketus khas nya.

Dengan kesal Aaron berkata. “Lebih baik lupakan dia, Kalian nggak akan bisa bersama.”

“Kenapa?? Kamu yakin sekali kalau kita nggak akan berakhir bersama.”

Aaron tak bisa menjawabnya. Ia tak ingin Bella lari ketakutan saat mendengar jawaban bahwa Dirinya sudah melamar Bella dan akan memperistrinya sebentar lagi.

***

Hari demi Hari di lalui Bella dengan sedikit Berbeda. Yaa tentu saja, Setiap pagi Dimas masih menjemputnya untuk ke kantor, tapi pada sore harinya, Dimas jarang bisa mengantarnya pulang seperti biasanya. Frekuensi hubungan di telepon pun semakin menurun. Dimas Seakan terlihat sedikit menjauhinya. Apa karena malam itu?? Karena malam dimana Aaron menciumnya dan Dimas melihatnya?? Ohh yang benar saja, kenapa selalu Aaron yang menjadi pusat dari masalahnya??

Di kantor pun saat ini menjadi lebih menjengkelkan karena beberapa Gosip yang beredar di kalangan karyawan tentang Dirinya dan Aaron. Banyak Karyawan perempuan yang dengan terang-terangan menyindirnya.

Belum lagi sikap Aaron yang baginya kini semakin membuatnya kesal. Tidak, Aaron tidak tengil dan usil lagi padanya, tapi lebih cenderung pada Cuek dengannya. Dan entah kenapa Bella merasa tak nyaman saat Aaron bersikap cuek dengannya.

Aaron bahkan selalu bersikap profesional dan berkata dengan bahasa formal padanya. Sebenarnya ada apa sih dengan Lelaki tengil itu?? Pikir Bella sambil mengoleskan bedak ke permukaan wajahnya.

Bella mendengar pintu kamarnya di buka Oleh seseorang. Dan saat Ia menoleh ke arah pintu, sang mama sudah berdiri dengan Cantiknya di sana.

“Mama sudah siap?”

“Iya dong, Ayo… biar nanti tidak kesiangan.” Ajak Shasha.

Saat ini Bella dan Mamanya memang berencana belanja bersama. Mumpung Weekend. Sebenarnya Bella sedikit heran saat sang Mama mengajaknya belanja beserta Spa ke salon langganan sang Mama. Ini tak seperti biasanya tapi Mamanya ber alasan jika nanti malam akan ada tamu istimewa ke rumahnya.

“Ma.. Memangnya siapa sih tamunya?? Kenapa kita pakek acara ribet seperti ini??” tanya Bella yang kini sudah terbaring di sebuah ruangan untuk perawatan kulitnya bersama dengan sang mama yang juga terbaring di ranjang yang sudah di sediakan tepat di sebelahnya.

“Ahhh pokoknya tamu istimewa.”

“Iyaa.. istimewa itu siapa? Kenapa juga kita pakai ke salon segala seperti ini.”

“Ya.. badannya biar seger aja sayang..” Ucap Shasha dengan sedikit terkikik geli saat melihat puterinya yang terlihat sangat penasaran.

“Awas saja kalau ternyata si tamu hanyalah teman Papa yang tua, Botak dan berperut buncit.” Gerutu Bella dengan nada mengancam.

Seketika itu juga Shasha tertawa mendengar gerutuhan puterinya.”Tenang saja Sayang, Tak akan ada Lelaki Botak tua dan lain sebagainya Kok. Mama mengajakmu kemari supaya kamu sedikit rilex saja, kamu terlihat tegang akhir-akhir ini.”

“Emmm sebenarnya aku ada sedikit masalah Ma..”

“Apa sayang??” Shasha nampak tertarik mendengar curahan hati sang puteri.

“Emm.. aku.. Aku ingin mengajak Pacarku main ke rumah, tapi aku takut papa.”

Shasha sedikit terkejut dengan ucapan Bella. “Bella.. Sebaiknya kamu bataklan niatan kamu tersebut. Sampai kapan pun Papa mu tak akan suka kamu dekat dengan lelaki lain.”

“Tapi kenapa Ma?? Belum cukup umur?? Ayolah Ma.. Aku sudah hampir dari Dua puluh tujuh tahun, mau sampai kapan Papa mengekangku..”

“Bella.. Papa daan Mama mau yang terbaik untukmu sayang. Jadi tunggu saja.”

Uuugghhh Memangnya Mama mau putri mama ini jadi perawan Tua??”

“Kamu nggak akan jadi perawan tua. Sudah lah.. percaya sama Mama.” Ucap Shasha penuh keyakinan dengan senyuman manis di wajahnya.

***

Malamnya…

Lagi-lagi Bella sangat heran dengan ke adaan di rumahnya. Semuamnya sibuk menyiapkan segala sesuatunya seakan-akan mereka akan menyambut tamu yang benar-benar istimewa. Sebenarnya ada apa sih ini??

Sang Mama yang di tanya juga hanya menjawabnya dengan senyuman dan lanjut meriasnya secantik mungkin.

“Nah.. Anak Mama sudah cantik.”

Dengan wajah Cemberut, Bella menatap Mamanya. “Ini ada apa sih Ma?? Aku nggak mau turun sebelum Mama bilang sama aku apa yang akan terjadi.” Bella terlihat merajuk pada sang Mama. Akhirnya mau tak mau Shasha menceritakan apa yang terjadi pada Bella.

Dengan serius Shasha , Menatap Wajah Bella, Kedua tangannya menangkup kedua Pipi puterinya tersebut. Shasha mulai berkata dengan selembut mungkin.

“Papa punya masalah.. Perusahaan kita di ambang kebangkrutan.”

Bella membulatkan matanya. “Apa?? Bagaimana mungkin Ma?? Itu tak mungkin papa sangat pandai, dan Astaga.. masih ada Om Renno yang bisa membantu kan Ma.. mana mungkin perusahaan kita akan bangkrut??”

“Nyatanya seperti itu sayang. Tak ada yang dapat menolong kita selain ‘Mereka’..”

“Mereka?? Mereka itu siapa??”

“Mereka itu, Calon keluarga baru kamu.”

Lagi-lagi bella membulatkan matanya. “Maksud Mama??”

“Maaf sayang.. tapi kamu harus menikah dengan Anak Mereka.”

“Apa??” Bella tak bisa menahan rasa terkejutnya. “Jadi Mama dan papa menjual ku untuk menyelamatkan perusahaan kita??”

“Kami tidak menjualmu sayang, Kami hanya…”

Bella mengangkat tangan sambil menjauh dari sang Mama. “Aku punya kehidupan sendiri Ma.. aku berhak memilih jalanku sendiri, aku nggak Mau di jodohkan seperti ini.”

“Sayang.. Dia lelaki Baik, sungguh, Kalau dia dan keluarganya bukan orang Baik, kami akan memilih kehilangan perusahaan dari pada menyerahkanmu pada orang yang tak Kami kenal sayang…”

“Apa yang membuat mama dan papa yakin jika dia Lelaki baik??”

“Kamu akan tau nanti.”

“Aku nggak suka ada rahasia lagi Ma.. katakan apa yang membuat kalian yakin memilihkan dia untukku??”

Shasha menggelengkan kepalanya sambil mendekati puterinya tersebut. “Maaf, Mama sudah janji nggak akan bilang sama kamu, pada saatnya nanti, Dia sendiri yang akan menceritakan semuanya padamu. Keadaan saat ini sangat rumit untuk kita semua.”

Bella menurunkan bahunya dengan sedikit lunglai. “Baiklah, Kita lihat saja nanti, Apa aku akan menerima perjodohan konyol ini atau tidak.” Kata Bella dengan tegas.

Yaa walau dia sebenarnya type anak yang sayang dan penurut terhadap orang tua, tapi kalau ia tak suka, ia akan menolaknya dan mengemukakan pendapatnya.

***

Bella kini menunggu dengan gelisah di ruang tengah bersama Mama dan papanya. Semuanya tampak Rapi. Sepertinya malam ini benar-benar akan menjadi Malam yang panjang untuknya. Bagaimana mungkin ia akan di lamar saat ini juga saat ia tak tau sama sekali siapa lelaki yang akan melamarnya saat ini?? Terlebih lagi lamaran ini baginya tak lebih dari sekedar alat jual beli perusahaan. Sial..!! Sejak kapan keluarganya menjadi mata duitan seperti saat ini??

Dengan gelisah, Bella meremas-remas telapak tangannya yang mulai sedikit basah karena keringat. Tak lama Bell pintu depan rumahnya berbunyi. Bella tau jika itu adalah sang tamu yang di nanti-nantikan.

Jantung Bella semakin memacu lebih cepat lagi seakan tak bisa di kendalikan. Perasaan resah, gelisah, dan takut berkumpul menjadi satu di dalam perutnya hingga seakan membuatnya mulas, mual dan lain sebagainya.

Ketika suara-suara itu semakin mendekat, Bella memberanikan diri mengangkat wajahnya. Dia terkejut saat mendapati Lelaki tampan dan wanita cantik meski usianya sudah tak muda lagi.

“Malam Bella..” Sapa Wanita paruh baya itu dengan ramahnya.

“Tante Nessa..” Ucap Bella masih tak mengerti.

Nessa hanya mengangguk. Sedangkan Bella sibuk menatap Nessa dan Dhanni secara bergantian. Untuk apa mereka ada di sini?? Apa Orang tuanya juga mengundan Mereka untuk menghadiariacara lamaran yang baginya sangat memalukan sekaligus menyebalkan ini??

“Haii Bell…” Dan suara yang terdengar tengil itu seketika mengalikan pandangam bella pada sosok yang sudah berdiri dengan tampan tepat di belakang Dhanni.

Untuk apa juga Lelaki sialan itu berada di sini?? Membawa bunga?? Untuk Apa?? Apa jangan-jangan???

Bella beralih menatap sang Mama dengan tatapan minta penjelasan.

Shasha tersenyum dan mengangguk, “Iya Sayang, Aaron yang akan menjadi calon suamimu.”

Bagaikan tersambar petir saat itu juga, saat bella mendengar kalimat tersebut terucap dari bibir sang Mama. Aaron?? Lelaki tengil itu akan menjadi calon suaminya?? Lelaki yang sangat di bencinya?? Lelaki yang pernah membuatnya kecewa?? Tidak.. Tidak mungkin. Ini hanya mimpi, pasti hanya mimpi. Pikir Bella tanpa meninggalkan ekspresi Shock nya.

 

-TBC-

Next part mungkin agak lama karena saya sedang pilek.. mungkin minggu depan.. heheheh jadi jangan terlalu menunggu yaa.. wkwkkwkkwwk See u.. *KissKiss

Advertisements

6 thoughts on “My Cool Lady – Chapter 7 (Shock)

  1. yahhh dimas dimas ternyata kamu jahat juga ya
    baguslah kalo kayak gitu ternyata ada baiknya kamu terima aaron sebagai suamimu bella
    karna kalian emaag udah ditakdirkan untuk bersama dari awal
    tapi soal kebangkrutan perusahaan ramma itu bener atau hanya akal”an kedua orang tua mereka sich

    Like

  2. Mudah-mudahan bella tau dimas tak sebaik yg dia kira. Jadi bella bisa dengan mudah menerima lamaran aaron. Jangan minggu depan ya kak….dua hari lagi aja ya….ditunggu lo lanjutannya…. Love you kak zen….muah

    Like

  3. Wah, kacau si dimas, selingkuh sama atasannya sendiri..udah tau salah tapi gak menyesal, malah makin lengket sama selingkuhannya, kasihan si bella dibohongi mentah2..
    Untunglah ada si aaron yg bakalan bikin bella bahagia.

    Like

  4. Diem2 Dimas mnghnyutkn jg ya,, gk slh deh klo Bella jg brpaling dri kmu Dimas…
    Lagian cinta Bella yg sesungguhnya adlh utk Aaron…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s