romantis

My Cool Lady – Chapter 4 (Pengganggu)

MCLCoverwattpad Fix 3My Cool Lady

Sudah kangen bang Aaron?? hahaha sama, aku juga kangen dia, ayooo kita tengok bareng2 kalo udah kangen.. wkwkwkwk Lupakan dulu tentang Boy yang ternyata super manis dan banyak Readers yang kepincut olehnya… hahhahahah

Chapter 4

-Pengganggu-

 

Bella menghempaskan tubuhnya di ranjang besar di dalam kamarnya. Ahh sangat nyaman, pulang pada waktu hujan tadi benar-benar membuatnya kesal, akhirnya setelah puas menunggu hujan reda hingga jam 6, Ia menyerah, dan berakhir menelepon supir rumahnya untuk minta di jemput.

Dan disinilah sekarang dirinya, terlentang di ranjang besar Queen Size nya. Bella merasa ada yang sedang membuka pintu kamarnya, akhirnya ia bangun dan mendapati sang Mama sudah berada di sana dengan nampan yang penuh dengan cemilan dan susu cokelat panas.

“Capek sayang.??” Sang mama menaruh nampan di meja kecil sebelah ranjang Bella, lalu duduk di pinggiran ranjang tepat di sebelah Bella.

Bella mengangguk. “Duhh.. kapan sih Ma, Aku bisa keluar dari perusahaan Kak Brandon??” Tanya Bella dengan nada sedikit kesal.

“Memangnya kenapa?? Kamau nggak betah?? Perasaan selama enam bulan terakhir ini kamu nggak pernah mengeluh kerja di sana.”

“Tapi sekarang Beda Ma..”

“Apa yang membuatnya beda??”

“isshh.. Kak Brandon dengan menjengkelkannya menyuruhku menjadi sekertaris pribadi si iblis sialan itu.”

Shasha sang Mama mengernyit. “Siapa yang kamu bilang Iblis sialan Bell..??”

“Siapa lagi..”

“Aaron??” bella hanya mengangguk pasrah, “Kamu nggak boleh bilang seperti itu sayang.. Aaron baik kok.”

“Baik dari mana..”

“Kamu saja yang belum kenal.”

“Memangnya mama sudah kenal? Lagian Mama sama papa kenapa sih belain dia terus.” Bella tampak heran dengan kedua orang tuanya, seakan mereka lebih mengenal Aaron di bandingkan dengan dirinya.

“Sudah dong, Mama kan sudah mengenalnya sejak kecil.”

Bella masih saja mendengus sebal sambil memakan biskuit yang di bawakan sang Mama.

“Ya sudah, Kamu mandi dulu sana, terus turun dan temani Mama makan malam, papa kayaknya makan malam di luar dengan seseorang.”

“Siapa?” Tanya Bella dengan mengangkat sebelah alisnya.

“Calon suamimu mungkin.” Goda sang Mama yaang langsung mendapat hadiah pelototan dari Bella.

“Sampai kapanpun aku nggak mau di jodohin titik.”

Shasha tertawa melihat kelakuan puterinya. “Kami tentu tak akan menjodohkanmu sayang, tapi tidak menutup kemungkinan kalau kamu akan kami nikahkan dengan seorang yang menurut kami sangat pantas untuk Kamu. Lagian, kamu belum punya pacar juga kan setelah pacar kamu yang beberapa tahun yang lalu di usir Papa mu dengan tidak hormat.”

Bella terkikik geli saat mengingat waktu itu. Sekitar tiga tahun, Ramma, sang Ayah, Mengusir pacarnya yang sedang main kerumahnya dengan Alasan Bella harus tidur. Padahal waktu itu masih sekitar jam delapan malam.

“Ma…” Panggil bella dengan nada sedikit pelan saat Shasha hendak keluar dari kamarnya.

“Iya sayang..”

“Aku.. Aku sudah punya pacar..”

Pernyataan Bella membuat Shasha tercengang. Benarkah Bella sudah memiliki kekasih?? Lalu bagaimana dengan semua Rencana mereka nanti?? Bagaimana perasaan Bella nanti??

***

Selesai Mandi, Bela memilih-milih pakaian dalam lemari besarnya. Tak ada yang menarik minatnya, bella masih terus-terusan mencari.. hingga jari-jemarinya membatu pada sebuah Baju yang sudah sangat lama sekali tak di sentuhnya.

Bella mengambil baju tersebut, Seragam putih abu-bunya saat Sekolah SMA.

Bella membuka lipatannya, Ada beberapa warna di bagian punggung baju tersebut. Bella mengusapnya lembut.. Ini Warna yang di berikan Lelaki iblis itu. Lalu Bella menjalankan jemarinya pada Kerah baju tersebut, Tulisan itu masih disana, masih tertulis rapi di bajunya, dan tulisan itulah yang menjadi luka untuknya…

‘Thanks Bell, Tunggu aku yaa…’

Kalimat terakhir lelaki itu terngiang di telinganya, Bella bahkan memejamkan matanya saat merasakan kecupan lembut dari seorang lelaki yang amat sangat di bencinya tersebut.

Pada saat jantungnya mulai berdebar tak beraturan, Bella membuka matanya kembali. Menepis semua rasa sialan yang sudah lama Ia buang jauh-jauh. Bella akhirnya membuang seragam sekolahnya tersebut kembali kedalam lemari tanpa di lipat dengan rapi.

Bella mengusap wajahnya dengan kasar. Kenapa dia kembali?? Kenapa kembali saat ini?? Saat Ia tak lagi menunggunya untuk pulang???

***

“Jadi… kmu sudah yakin sama keputusan kamu?” tanya Dhanni dengan serius.

“Ya Pa.. aku nggak pernah seyakin ini.”

“Bagaimana menurutmu Brand?” tanya Dhanni pada putera sulungnya. Mereka bertiga kini memang berada di ruang keluarga.

“Aku juga nggak pernah seyakin ini dengan Aaron Pa.. dia mencintainya sejak kecil.”

“Tapi Om ramma itu sahabat Papa, papa hanya nggak mau hubungan kami renggang jika hubungan kalian nanti tidak berjalan dengan baik.” Ucap Dhanni penuh pertimbangan.

“Om Ramma sudah menyetujuiku Pa.” Ucap Aaron masih tak mau menyerah. “Dan dia menyetujui rencanaku. Aku tidak mungkin menyakiti Issabella Pa..” Tambahnya.

“Baiklah, kalau begitu, kita lalukan rencanamu minggu depan.”

Lagi-lagi aaron tersenyum miring. Semoga semuanya berjalan lancar, dan ketika saat itu tiba, Ia yakin jika dirinya akan menarik seorang gadis dinging seperti Bella jatuh dalam pesonanya.

***

Entah sudah berapa lama Aaron berada pada Lift karyawan yang kini masih di tempatinya untuk berdiri santai dengan kedua tangan yang masuk kedalam saku celananya. Dan juga entah sudah berapa kali Lift itu naik turun tapi Aaron tak juga keluar dari dalam Lift tersebut.

Ia sedang menunggu datangnya seseorang, Siapa lagi jika bukan Issabella Aditya, Sosok yang sudah di anggapnya seperti belahan jiwanya sejak kecil. Lucu memang, tapi itulah Aaron.

Saat tiba di lantai Dasar, Pintu Lift terbuka, dan yaa.. tampaklah Sosok yang sudah sangat di rindukan seorang Aaron.

Bella tampak Fresh dengan kemeja putih khas pegawai kantor lainnya, Sok selutut tanpa stocking, dan juga sepatu ber hak pendeknya. Tubuh wanita itu terlihat mungil tapi menggiurkan untuk seorang Aaron.

“Haii Bell..” Sapa Aaron yang langsug mendapat balasan muka masam dari Bella.

Tanpa menghiraukan Aaron yang cengar-cengir terhadapnya, Bella masuk dengan cueknya dan menekan tombol angka yang ada di dekat pintu Lift.

“Baru datang..” Sapa Aaron lagi yang kini berdiri tepat di belakang Bella.

“Ya.”

“Wahhh ternyata kita di lantai yang sama.” Goda Aaron.

Bella memutar ke palanya ke arah Aaron. “Ya tentu saja lah, Kita bahkan satu ruangan.” Jawab Bella dengan ketus.

Aaron tak dapat lagi menahan tawanya. Ternyata gadis di hadapannya ini benar-benar sangat menggemaskan ketika bersikap dingin dan cuek seperti saat ini.

Tanpa sungkan lagi, Aaron memeluk Bella dari belakang. Bella terkejut, sungguh sangat terkejut, setaunya, Aaron hanya suka menggodanya supaya bisa meledak-ledak, tapi entah kenapa tiba-tiba Lelaki ini berperilaku seperti ini padanya??

Akhirnya Bella meronta-ronta dalam pelukan Aaron. “Apa yang kamu lakukan?? Lepasin aku.. lepasin..”

“Begini dulu saja.. Aku kangen kamu Bell..”

Bella membatu seketika saat mendengar ucapan Aaron yang terdengar lembut tapi serius. Bella hanya mempu menatap bayangan Aaron di pintu Lift di hadapannya, Lelaki itu tampak menatap bayangannya juga, mereka berdiri dengan Aaron memeluknya dari belakang dan dengan saling menatap pada bayangan masing masing.

Aaron lalu memberanikan diri untuk memiringkan kepalanya, menunduk dan menunduk mencari dimana wajah bella berada, sedangkan Bella sudah tak mengerti apa lagi yang di rasakannya. Jantungnya seakan ingin meledak saat itu juga, Ia tak kuasa menolak Aaron atau lepas dari pelukan Lelaki itu. Bella hanya mampu mengatupkan bibirnya rapat-rapat dan memejamkan matanya, Berdoa semoga ini hanya mimpi buruknya saja.

Dan ketika Bibir Aaron hampir saja menyentuh kulit lembut di pipi Bella, tiba-tiba.

‘Ding’

Pintu Lift terbuka di lantai delapan dengan beberapa Karyawan yang berdiri di sana menatap mereka berdua dengan mata membelalak dan bibir ternganga.

Secepat kilat bella memisahkan diri dari Aaron, Pun dengan Aaron, Ia seketika menjauh dari diri Bella. Keduanya lalu memperbaiki penampilan masing-masih dengan wajah merah padam masing-masing.

“Kailan nggak Masuk?” Aaron bertanya dengan suara serak-seraknya.

“Ahhh.. sepertinya kami tunggu lift selanjutnya saja pak..” kata seorang karyawan Lelaki sambil menggaruk kepalanya. Para karyawan tersebut pun terlihat memerah karena hampir saja memergoki sang atasan.

“Ayo.. masuk saja, masih muat kok, Bukan begitu Bella??” tanya Aaron dengan santainya pada bella yang kini benar-benar ingin menenggelamkan dirinya sendiri ke dasar laut.

“Iya..” Jawab Bella pelan dengan menundukkan kepalanya. Sial..!!! bagaimana mungkin Aaron membuatnya dalam posisi seperti saat ini???

Akhirnya dengan sedikit tak enak, beberapa karyawan lelaki itupun masuk kedalam Lift yang di dalamnya ada Aaron dan Bella.

Dengan posesif Aaron maju mendekati Bella dan melingkari pinggang Bella tanpa sungkan lagi ketika Pintu Lift kembali tertutup.

“Kalian Boleh satu Lift dengan Kami, Tapi kalian nggak boleh terlalu dekat dengan dia.. Karena dia hanya milikku.” Ucap Aaron penuh penegasan.

Para Karyawan Lelaki tersebut hanya mengangguk patuh sedangkan bella memutar bola matanya pada Aaron karena kesal dengan kelakuan Lelaki Iblis di sebelahnya kini.

***

Bella mendorong jauh-jauh tubuh Aaron ketika mereka sudah berada di dalam ruangan Aaron. Harusnya tadi Ia menginjak keras-keras kaki lelaki ini atau mendorongnya sekuat tenaga hingga lelaki ini terjungkal. Namun nyatanya, Ia tak Enak. Tentu saja karena beberapa Karyawan lelaki yang satu lift dengannya tadi yang selalu memperhatikan setiap gerak-gerik mereka berdua.

“Apa yang kamu lakukan?” Tanya Aaron dengan nada jengkelnya.

“Harusnya aku yang bertanya Apa yang kamu lakukan?? Kamu itu Atasan di sini, Apa pantas melecehkan bawahannya seperti tadi?”

Aaron mengangkat sebelah alisnya. Lalu berjalan pelan mendekat ke arah Bella. “Melecehkan?? Sepertinya kata itu terlalu berlebihan..” Ucap Aaron penuh intimidasi, sedangkan kakinya masih berjalan pelan menuju ke arah Bella.

Meski Bella masih mengangkat dagunya, Kakinya masih saja melangkah mundur, Ia tak ingin terpengaruh oleh tatapan Aaron, tapi di sisi lain, Ia berpikir jika Ia harus menghindari lelaki iblis di hadapannya ini.

“Kamu memelukku sembarangan, apa itu bukan namanya melecehkan??”

Bella masih saja mundur hingga pinggulnya menyentuh meja kerjanya. Bella terpenjara di sana dan Aaron masih saja mendekat ke arahnya. Bahkan kini seakan Aaron sedang memenjarakannya dengan kedua tangannya.

“Aku memeluk yang sudah menjadi milikku.” Ucap Aaron penuh teka-teki.

“Apa maksudmu??”

Bukannya menjawab Aaron malah mendekatkan wajahnya pada wajah Bella. Entah kenapa pagi ini Bella membuatnya tak bisa menahan diri. Sial..!!! Wanita di hadapannya ini benar-benar terlihat menggoda untuknya.

Karena tau apa yang di maksud Aaron, Dengan Sigap Bella mendorong keras-keras tubuh Aaron hingga lelaki itu mundur beberapa langkah.

“Jaga sikapmu Aaron.. atau kalau enggak aku akan keluar dari perusahaan sialanmu ini.” Ucap Bella penuh peringatan lalu meninggalkan Aaron sendiri dengan senyumannya yang penuh ironi.

***

Siangnya…

Bella tak berhenti mengumpat dalam hati. Sejak tadi Aaron benar-benar menatapnya dengan tatapan anehnya. Bukan tatapan tengil seperti biasanya. Ada apa dengannya?? Apa Ia salah mengenakan pakaian hari ini??

Bella mengamati dirinya sendiri tapi nyatanya tak ada yang aneh dengan dirinya. Apa Aaron hanya sedang menggodanya saja?? Membuat dirinya ke GR-an?? Mungkin saja, bukankah usil dan jail sudah menjadi sikap Aaron??

Dengan gusar Bella mengeluarkan bekal makan siangnya lalu berdiri hendak meninggalkan ruangannya.

“Mau kemana Bell??” Suara Aaron menghentikannya.

“Makan siang.” Jawab Bella dengan ketus.

“Kenapa nggak makan di sini, bersamaku?”

“Maaf, nggak berminat.” Lalu bella keluar begitu saja tanpa menghiraukan Aaron yang juga bersiap keluar untuk mengikutinya.

Bella berjalan sedikit tergesah-gesah membawa kotak makan siangnya. Tadi pagi, Ia sudah janjian dengan Dimas. Dimas akan menemaninya makan siang, di Cafe dekat tempat kerja Bella, karena kebetulan tempat kerja mereka berdua memang tidak seberapa jauh.

Sampai Di cafe tersebut, Bella sudah melihat Dimas menungunya. Lelaki itu nampak tampan dengan kaca matanya, rapi dengn kemeja sederhananya. Bella menghampiri dimas dengan senyuman lebarnya.

Mereka masuk ke dalam Cafe tersebut. Bella menyodorkan kotak makan besarnya untuk dimas. “Makanlah..” Katanya dengan nada lembut.

“Enggak, kamu saja yang makan, Aku pesan saja.”

“Aku nggak mungkin menghabiskannya sendiri, ini terlalu banyak, Ayo kita makan bareng.” Ajak Bella. Dan akhirnya merekapun makan bersama, tak lupa mereka memesan dua gelas kopi dan juga kentang goreng sebagai teman makan siang mereka.

Kebersamaan mereka tak luput dari pandangan seseorang yang kini sedang mengamati setiap gerak gerik mereka dari jauh. Dia Aaron, Aaron menatap mereka berdua dengan taatapan tajamnya, ujung bibirnya sedikit terangkat menampilkan senyuman miring khas yang Ia biasa tampilkan. Dengan penuh percaya diri, Aaron berjalan menuju ke arah mereka berdua.

Seteklah memesan makan siangnya, Aaron berjalan ke meja Bella dan Dimas. Dimas, Rupanya lelaki cupu itu yang menjadi kekasih Bella?? Pikirnya.

“Boleh gabung???” Pertanyaan Aaron benar-benar membuat Dimas dan Bella saling pandang tak mengerti.

“Kamu ngapain kesini??” Tanya bella se ketus mungkin.

“Ngapain?? Aku mau makan siang.” Jawab Aaron dengan santai.

“Tapi kamu bisa cari tempat lain atau meja lain.”

“nggak ada teman, setidaknya di sini bisa bergabung dengan teman lama, Bukan begitu Dim?” Tanya Aaron pada Dimas.

Dimas hanya mengangguk. “Biarkan saja dia makan sama kita.” Ucap Dimas sambil menggenggam telapak tangan Bella yang tak luput dari perhatian Aaron.

Aaron akhirnya duduk di hadapan Dimas, Menatap Dimas dengan Smrik Evilnya. “Jadi… kalian pacaran??” tanya Aaron pada Dimas dan Bella.

“Bukan urusanmu.” Jawab Bella dengam ketus.

“Gue nggak nyangka Lo punya nyali deketin anak dari keluarga Aditya.” Sindir Aaron pada dimas yang entah kenapa langsung menyulut emosi dari dalam diri Bella.

“Sebenarnya mau kamu itu apa sih?? Bukan urusanmu juga mau aku dan dimas pacaran sama siapapun.”

Aaron meminum minuman yang di pesannya. Lali menatap Bella dengan tajam. “Kamu salah Bell.. Apapun yang kamu lakukan, semua akan menjadi urusanku.”

“Kenapa??” Kali ini Dimas yang bertanya. Sungguh, Dimas juga sangat kesal dengan sikap tengil dan menjengkelkan dari Aaron, bukan hanya saat ini, tapi juga saat masih sekolah dulu.

Aaron tersenyum miring, tapi tatapan tajamnya tak pernah lepas dari mata Dimas. “Kamu yakin mau tau??”

“Ya.. Katakan kenapa kamu selalu mengganggunya.” Kata Dimas dengan tegas.

Aaron berdiri dengan tampang sangarnya, Senyuman-senyuman miring mengejeknya sudah lenyap begitu saja dari wajahnya dan hanya menyisahkan tatapan membunuh serta ekspresi serius yang membuat setiap orang yang akan menentangnya mundur teratur hanya karena melihat tampangnya saat ini.

Aaron meraih paksa telapak tangan Bella dan membuat Bella menatapnya dengan tatapan tanda tanyanya.

“Karena Dia Calon istriku..”

Jawaban itu terdengar Pelan, tapi entah kenapa seakan mampu memukul tepat ke dasar hati Dimas. Calon istri?? Bagaimana mungkin Bella menjadi calon Istri dari Iblis satu ini??

Bella pun sama, ia tampak Shock mendengar ucapan dari Aaron. Apa lelaki ini sedang kehabisan obatnya atau sedang kesambet setan di kantornya?? Bagaimana mungkin Ia menjadi istri seorang Aaron Revaldi?? Sosok Bodoh dan bandel yang sangat di bencinya sejak dulu?? Sosok yang selalu menjadi pengganggu dalam hidupnya??

 

-TBC-

Sorry, part2 Awal memang sedikit pendek, tapi nggak ngurangin rasa penasaran kalian kan?? wkwkwkwk #SayaTerlaluPede.. tinggalkan komen kalian yaa… 😉

Advertisements

8 thoughts on “My Cool Lady – Chapter 4 (Pengganggu)

  1. .Astagaa.. akk bca ini jdi gregetan sndiri. Sbnarnya Aaron sma kluarganya Bella ngrencanain apa sih ?bsumpah akk pnasaran bnget:v
    Bella sbnarnyan add rsa kah sma Aaron ?

    Like

  2. penasaran gmn reaksi bella. akan pengakuan aaron tentang calon istri dari aaron. d tunggu kelanjutan nya penasaran

    Like

  3. Keren2,,terxatA bella slma ini menunggu aaron,,tpi aaron g pernah muncul di hadapan bella sjak tmat SMA yg sampai bwt bella terluka akhir.x mmbuka hati bwt org lain,,keren,,di tunggu ya mbak klanjutan.x

    Like

  4. ini dimas yang cupu dulu disekolah mereka kan
    huhhh tampang aaron udah siap membunuh dimas
    apalagi dengan pernyataannya siap” ya bella statusmu kini mulai terbuka

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s