romantis

Lovely Hubby (Boy & Mily Story) – Part 2

13177534_1112118572141804_3253115716525958682_nLovely Hubby

Wahhh aku nggak nyangka ternyata lumayan yang suka yaa… hehehhehehe Okay.. part 2 udah meluncur nihhh… semoga masih suka yaakk hehheeheh Eh yaa.. part ini sedikit panas, ada Bed Scene nya sedikit loh.. hahhahaah (Khas saya banget -author Mesum- wkwkwkwkwk) Enjoy reading.. 😉 yang belom baca part satu Klik aja di bawah ini heheheh…

Lovely Hubby Part I

Part II

 

-Boy-

 

Gila..!!

Itulah aku saat ini. Aku menikah dengan Sahabat kekasihku sendiri karena sebuah Kecelakaan Sialan yang mengharuskan Dia mengandung anakku. Ya tuhan..!! Hukum aku seberat-beratnya karena aku melakukan Hal sialan pada malam itu.

Mily adalah wanita Baik, sederhana dan Cantik, Tentu dia jauh di bandingkan Clara, Mantan kekasihku. Tapi ada sesuatu dari dirinya yang mulai menarik perhatianku. Entah apa itu aku juga tak tau.

Pagi itu aku benar-benar terkejut saat mendapati tubuh polos kami berdua saling berpelukan. Ya tuhan… apa yang sudah ku lakukan?? Aku bercinta dengannya?? Shitt..!!! Mengumpat adalah satu-satunya hal yang selalu ku lakukan pagi itu. Sial..!! Sejak saat itu hubungan kami merenggang.

Aku selalu memperhatikannya, Dia menjadi pendiam dan cenderung suka menyendiri tak seperti biasanya, Hingga entah berapa minggu kemudian, Aku tau jika dia hamil. Dan itu yang menjebakku dalam ikatan ini, Ikatan pernikahan yang sama sekali tak ku inginkan.

Usia kandungannya kini sudah berjalan empat bulan, Perutnya pun sudah sangat terlihat. Satu minggu yang lalu kami menikah, setelah menikah, aku tak langsung tinggal bersama, dia tetap tinggal di Apartemen Clara, sedangkan aku memang sedang mengatur ulang Apartemenku untuk kita tinggali.

Akhirnya tadi sore aku menjemputnya, mengajaknya pindah ke Apartemenku. Dan Brengseknya aku, Malam ini juga aku pergi ke bandung untuk meninggalkannya. Apa aku bisa membatalkan kontrak ini?? Tentu saja, Sebenarnya tak ada Kontrak, aku hanya berbohong pada Mily. Aku ke bandung hanya untuk menenangkan diri di rumah temanku. Sial..!! Aku benar-benar Brengsek.

Menghembuskan napas dengan kasar, aku kembali merogoh ponselku. Suara Mily saat meneleponku tadi benar-benar masih terngiang di telingaku.

Dia menungguku…

Dan aku Brengsek..!!! ku pijit pelipisku sambil menyandarkan diri di sofa rumah temanku.

“Lo gila Boy..” itu suara Rony, temanku yang rumahnya sedang ku tumpangi. “Bisa-bisanya Lo ninggalin dia yang sedang Hamil anak Lo.”

“Terus Gue harus gimana, Hubungan Gue sama dia saja masih Renggang, Gue hanya butuh waktu Ron.”

“Sampai kapan??? Sampai Anak lo lahir?? Sampai dia sakit hati dan ninggalin Lo??” Perkataan Rony membuatku semakin pusing. Entah kenapa aku tak ingin Mily meninggalkanku.

“Udah Deh.. gue kesini mau nenangin diri.”

“Nenangin diri?? Jadi Lo bisa tenang saat Di Apartemen Lo ada seorang wanita hamil sendirian?? Bagaimana jika terjadi sesuatu sama dia nanti?? Apa Lo mau tanggung jawab??”

“nggak akan terjadi apa-apa sama dia.” Jawabku Cuek, padahal entah perasaan apa sekarang yang ada di benakku, semuanya terasa gelisah, tak nyaman.

“Oke, terserah Lo. Tapi kalau ada apa-apa sama dia, jangan bawa-bawa nama Gue.” Kata Rony lalu meninggalkanku masuk ke dalam kamarnya.

Sial..!!! Si Rony membuatku tak nyaman. Ku lihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Aku mencoba menghubunginya, tapi teleponnya tidak di angkat. Apa dia sudah tidur???. Aku mencoba mengenyahkan semua pikiran burukku dan mulai memejamkan mata kembali, tapi nihil. Bayangan Mily menyeruak begitu saja dalam benakku. Apa terjadi sesutu dengannya??

Pikiranku mulai penuh dengan hal-hal buruk yang mungkin saja terjadi dengan Mily, Sial..!! aku tak mungkin kembali ke jakarta malam ini juga. Aku kembali mencoba meneleponnya, lagi-lagi tak ada jawaban.

Berjalan mondar-mandir adalah kebiasaanku saat sedang gelisah. Apa aku menelepon Mama?? Ahh mana mungkin, Mama bisa memarahiku habis-habisan karena sudah meninggalkan menantu dan calon cucunya sendirian.

Ahh sial..!!! Sepertinya aku memang harus kembali.

***

Sekitar pukul dua dini hari, Aku sudah sampai di Apartemenku. Tadi aku mengendarai mobilku seperti orang kesetanan, Sungguh, aku tak pernah merasa sekhawatir ini. Kenapa bisa seperti ini??

Ku masukkan password pintu apartemenku setelah terbuka, aku lantas lari ke pintu kamar. Disana terkunci. Ku ketuk-ketuk pintunya sambil memanggil-manggil nama Mily.

“Mil… Mil… Ini aku.. Buka pintunya..”

Dan kesabaranku sudah habis, hampir saja ku dobrak pintu kamarku ketika tiba-tiba pintu itu terbuka dari dalam dan munculah sosok Mily dengan Daster tanpa lengannya, Ia sibuk mengucek matanya yang masih setengah terpejam.

Tanpa banyak bicara, Kupeluk tubuh mungilnya.

“Boy.. kamu kok di sini??” Tanyanya sedikit bingung.

Dan aku memang benar-benar sudah Gila karena hal yang selanjutnya ku lakukan adalah bukan menjawab pertanyaannya tapi malah melumat habis bibir mungilnya. Sial..!!!

Kudorong sedikit demi sedikit tebuhnya ke belakang, Ku tutup pintu kamar kami dengan kakiku tanpa menghentikan cumbuanku pada Bibir Mily. Astaga.. Aku tak dapat menghentikn ini, Aku benar-benar sudah Gila.

Saat ku lepaskan pangutanku, aku melihat sorot matanya yang sudah berkabut.

“Boy..” pangilnya parau.

“Aku menginginkanmu.” Sial..!!! Bagai mana mungkin aku bisa mengucapkan kalimat ini?? Dan yah… Kejadian itu terulang kembali di antara kami.

***

Aku terbangun dan mendapati ranjang di sebelahku kosong. Pantas saja tubuhku terasa dingin. Dan dimana wanita itu??? Aku Menuju ke kamar mandi untuk mandi dan membersihkan tubuhku supaya lebih segar lagi.

Dan pada saat itu, Bayangan Erotis tadi malam menyeruak kembali dalam ingatanku..

 

“Apa kamu yakin??” Tanyaku sedikit takut saat akan menyatukan diri. Tentu saja, ini pertama kalinya aku bercinta dengan Wanita Hamil, apalagi mengingat di dalam sana ada bayiku.

“Yaa… lakukanlah…” Ucapnya parau.

Dan akhirnya ku satukan diriku dengannya dengan posisi kami sama-sama tidur miring dengan aku di belakangnya. Shit..!! Dia sempit.. Dia mengerang, dan erangannya semakin membuatku menggila.

Ku Cumbui sepanjang punggung Halusnya, Jari jemariku tak berhenti mengusap lembut perutnya sesekali memainkan payudaranya. Sial..!!! Aku benar-benar kehilangan Akal. Bagaimana mungkin aku bercinta sepanas ini dengan wanita yang tak ku cintai??

“Boy..” Desahnya.

Dan Demi tuhan aku tak dapat menahannya lagi setelah desahan panjangnya tersebut, kunaikkan ritme permainannku hingga Gelombang kenikmata itupun menghantamku…

 

Aku mengusap kasar wajahku, Lalu menatap bayangan di hadapanku. Sial..!!! aku melakukannya lagi. Dengan Mily?? Dan dimana wanita itu sekarang??? Aku lantas keluar dari dalam kamar mandi, Mengganti pakaianku dan kemudian keluar mencari wanita itu.

Ternyata dia ada di dapur, entah sedang sibuk apa akupun tak tau. Bau harum masakan menusuk ke rongga hidungnku. Aku duduk dengan tenang di bar dapur tepat di belakangnya. Mungkin dia mbelum menyadari kedatanganku.

Saat dia membalikkan Tubuhnya, aku melihat sedikit raut terkejut dari wajah polosnya. Yaa dia memang selalu polos. Berbeda dengan Clara yang selalu mengenakan Make Up kemanapun dia Pergi, Mily cenderung lebih Polos.

“Kamu sudah bangun??” tanyanya tanpa menatap wajahku, Aku tau dia berubah.

“Yaa.. Kamu sedang apa??”

“Aku membuat Roti isi untuk sarapan.”

Dan aku hanya mengangguk. Yaa.. Setauku Mily pandai memasak. Selama tinggal dengan Clara, dia yang selalu memasak. Dulu tak jarang aku makan masakannya di sana.

“Aku juga mau.” Kataku kemudian.

“Aku memang membuat untuk kita berdua..” Ucapnya lagi.

Aku bergegas berdiri dan menuju ke arahnya, ku lihat dia sudah selesai memanggang empat potong Roti, sayur yang sudah di cuci bersih, beberapa saus dan keju lembaran, yang sudah di siapkannya dan aku juga melihat dia membuat daging giling yang sedang di panggangnya.

“Aku mau telur setengah mateng, kalau kamu bisa membuatkan.” Ucapku kemudian.

“Okay.. aku buatkan.” Hanya itu jawabannya.

Yaa semenjak tau hamil dan masalah berbelit kami ini, Mily memang cenderung pendiam, tidak cerewet seperti biasanya, mungkin karena sikap dinginku padanya.

“Kamu nggak balik ke bandung Boy??”

“Enggak.”

“Kenapa??”

“Aku sudah membatalkan kontraknya.” Jawabku asal, padahal tak ada kontrak, aku berniat ke bandung tadi sore hanya untuk menghindarinya.

“Kamu akan mengganti rugi Boy.. sudah sana balik.”

“Enggak.. Bandung terlalu jauh.” Jawabku lagi.

“Astaga.. bukannya kamu juga pernah pemotretan lebih jauh dari bandung?? Kamu pernah ke bali, malaysia, singapore, dan banyak lagi.” Kata Mily sambil menata Soti isi kami.

Dia mengingat semua pekerjaan yang ku lakukan, yaa tentu saja, kami memang selalu bekerja bersama sebelum aku menikahinya, kami kenal dekat, tapi setelah malam itu, seakan ada tembok kokoh yang menghalangi kami. Tapi aku tetap saja masih terkejut, saat dia mengingat semua pekerjaan yang pernah ku lakukan.

“kamu mengingat semua pekerjaanku??” Tanyaku mampu membekukan geraknya.

“Ya tentu saja, kita selalu bekerja bersama dulu.” Jawabnya dengan santai.

“Apa kamu selalu memperhatikanku??”

Aku melihatnya tersenyum miring. “Semua orang memperhatikanmu Boy, Kamu tampan, kaya, mapan, baik pula.”

Aku tercenung mendengar kalimatnya. Apa dia sedang menyanjungku?? Atau malah mencibirku?? Nada bicaranya seakan menunjukkan jika aku terlalu sempurna untuknya.

“Mil.. Kapan ke dokter??”

Lagi-lagi aku melihatnya membatu dengan posisi memunggungiku.

“Kenapa tanya tentang dokter??”

“Aku mau ikut memeriksakan kandunganmu.” Entah kesambet setan dari mana aku mengatakan kalimat seperti ini.

Bayi itu, Aku bahkan selalu menolak kehadirannya, berkali-kali aku menyalakan Mily dan Bayinya karena sudah membuatku tak memiliki kesempatan untuk bersatu dengan Clara lagi. Tapi entah kenapa sekarang yang ku rasakan berbeda..

“Bulan depan jadwal periksanya.”

“Bulan depan?? Kenapa nggak minggu depan?? Ku pikir kamu selalu memeriksakannya setiap minggu.”

“Enggak, hanya sebulan sekali saja.” Jawabnya datar.

“Bulan depan aku ikut.” Pungkasku kemudian.

Dan tak ada balasan lagi darinya. Dia diam bahkan sampai kami selesai sarapan pagi. Canggung, Gugup semua bercampun menjadi satu. Sial..!! Kenapa suasana diantara aku dan Mily jadi secanggung ini??

***

-Mily-

 

Dia berbeda… hanya itulah yang ku pikirkan. Sikapnya tak lagi dingin seperti pertama kali tau tentang kehamilanku. Sikapnya kembali melembut seperti dulu, saat malam itu belum terjadi di antara kami.

Kenapa??

Aku terkejut saat tadi malam dia kembali dari bandung. Raut wajahnya sarat akan kekhawatiran, apa dia khawatir dengan keadaanku?? Ayolah Mil.. Jangan berpimpi, Kau bukan siapa-siapa untuknya.

Tadi pagi dia bahkan bertanya kapan jadwalku memeriksakan kandungan. Dan aku berbohong. Aku menjawab jika itu masih bulan depan, padahal Saat ini aku sudah berada di ruang tunggu untuk di periksa oleh dokter kandungan.

Entahlah.. aku hanya tak ingin dia bersikap seperti itu karena mengasihaniku.

“Ibu Mellyana..” Seorang suster memanggil namaku, Tandanya aku harus masuk menghadap sang Dokter kandungan.

“Selamat sore Ibu..” Sapa sang Ddokter tampan itu padaku.

Aku membalas uluran tangannya sambil menjawab salamnya. “Selamat sore Dok..”

“Ada keluhan?”

“Tidak Dok.. hanya periksa bulanan seperti biasa.”

“Baiklah, Ibu sendiri atau..”

“Saya sendiri.” Jawabku dengan sedikit pilu.

“Ohhh baiklah.. mari kita mulai pemeriksaannya.”

Dan akhirnya Dokter tampan tersebut memulai pemeriksaan pada keadaanku dan bayiku.

***

Setelah mampir ke supermarket terdekat untuk membeli beberapa bahan makanan dan susu hamil, Akhirnya aku memutuskan untuk pulang, semoga saja Boy belum pulang, jadi aku bisa menyiapkan makan malam untuknya.

Tapi ketika aku masuk ke dalam pintu apartemennya, Ternyata Boy sudah di rumah, terlihat dari sepatunya yang tertata rapi di rak sepatu sebelah pintu, tapi ada yang Aneh, di sana juga ada Sepatu Boots imut milik perempuan, apa dia mengajak seseorang masuk.

Aku lantas masuk dan mendapati Boy sedang asik memasak dengan Seorang Gadis muda. Siapa dia??

“Boy..” Panggilku.

Boy dan gadis itu lantas menatap ke arahku.

“Heii.. Kamu sudah pulang?” Sapanya dengan santai.

“Iyaa..” Hanya itu jawabanku, entah kenapa aku tak suka melihat kebersamaan Boy dengan Gadis di sebelahnya. “Siapa Dia Boy?”

“Ahh yaa… Kenalkan, ini Kiara.. Dan Ki.. Ini Mily, istriku.” Boy memperkenalkan kami berdua. Gadis itu terlihat ceria, Dia berjalan kearahku dan menyambut uluran tanganku.

“Wahh.. ternyata ini yaa yang namanya Mily..” Ucapnya dengan tatapan mata menilai ku dari ujung rambut hingga ujung kakiku…

“Iyaa.” Jawabku pelan.

Tanpa ku sangka, Boy yang tadi masih berada di balik meja Dapur datang menghampiri kami, dia berdiri tepat di sebelah Gadis yang bernama Kiara tersebut, dan dengan santainya dia menggandeng mesrah Gadis tersebut.

“Mil… Kiara ini pacarku, Dia sementara akan tinggal di sini.” Ucapnya yang sontak mampu membuat tubuhku bergetar. Rasa Sakit itu kembali terasa di dadaku.. seakan menyebar ke seluruh sel-sel terkecil dalam tubuhku. Aku menatap Boy dengan pandangan yang sudah mengabur, Mataku berkaca-kaca, ku mohon, jangan teteskan airmata sialan ini disini.. dihadapannya…

 

-TBC-

Nahhh gimana Part kedua ini?? Xixiixixi Ayoo kasih komentar kamu.. wkwkwkkwwk

 

Advertisements

12 thoughts on “Lovely Hubby (Boy & Mily Story) – Part 2

  1. Kenapa aku jadi suka sama karakter nya boy ya, cuek tapi perhatian. Tp…kenapa kamu tega banget sih boy bawa pacar mu ke apartemen kan kasian mily
    Ditunggu chapter selanjutnya ya mba…kalo bisa sih secepatnya soalnya udah jatuh cinta sama si Boy hehehe

    Like

  2. emang beneran brengsek tu si boy..
    udah tau istri lagi hamil malah ngajak cewek tinggal bareng..
    gk punya perasaan apa??!!

    Like

  3. Gila boy…..
    Apa ni scenario….
    Klo q jd milly uda tak tinggal kabur deh g usa balik2 lg
    Hehehe
    Tp nanti ketauan dong gengsi ah biarin aja pira2 g liat deh

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s