romantis

Lovely hubby (Boy & Mily Story) – Part 1

13177534_1112118572141804_3253115716525958682_nLovely Hubby

Note : Baca dulu cerita “That Arrogant Princess” jika kalian ingin membaca cerita ini.. ini hanyalah Side Story dari Mily dan Boy yang hanya terdiri dari 3 Part saja.. semoga suka yaa,,,, karena setiap orang memiliki kisahnya tersendiri… Enjoy reading.. 😉

Tittle : Lovely Hubby

Cast : Mily & Boy

Genre : Roman Dewasa

 

Part I

 

-Mily-

 

Aku melangkah masuk ke dalam sebuah kamar Apartemen. Kamar ini sangat Luas, dan mewah tentunya. Berbagai macam Kamera tertata rapi Di lemari sebagai penghias ruangan. Aneka macam Foto model pun terpajang di sepanjang dinding ruangan Apartemen ini.

Model yang Cantik dengan Ekspresi keangkuhan khas yang dimilikinya. Siapa lagi jika bukan Clara Adista, Sahabatku sekaligus mantan kekasih dari Lelaki yang saat ini sudah berstatus sebagai suamiku, Boy.

Aku berjalan masuk sambil menyeret Koper yang berisi baju-baju serta beberapa perlengkapanku lainnya.

“Taruh saja barangmu di kamar.” Ucapnya dingin.

Yaa Sikap Boy berubah total denganku. Saat mengetahui Aku hamil, Dia menjadi pendiam, Cenderung menghindariku, dan sikapnya benar-benar dingin terhadapku. Oh tuhan.. Jika saja aku mampu memutar waktu, Malam itu aku tak akan mau berada dalam satu ruangan dengan Lelaki Brengsek ini.

Aku masuk ke dalam sebuah kamar yang di tunjuk Oleh Boy. Itu kamarnya. Terdapat banyak Foto Clara di sana, bahkan di dinding tepat di atas Ranjang, terdapat Foto besar Clara di sana. Aku memejamkan mata, kurasakan sesuatu mengiris hatiku.

Kurasakan kedutan lembut dalam perut buncitku. Dia bergerak lagi….

Ku taruh koperku sembarangan di ujung ruangan. Aku lebih memilih berjalan menuju balkon yang berada di sisi kamar Boy. Ku buka jendela kaca besarnya yang mirip seperti pintu, Dan aku melangkah keluar. Ku rasakan udara sejuk menerpa wajahku. Nyaman.. sangat nyaman.. dan ini sangat berbeda dari di dalam ruangan yang terasa sangat sesak.

Setelah puas menikmati udara Sore, aku kembali masuk, membongkar isi koperku. Dan tak lama, Ku lihat pintu kamar terbuka menampilkan sosok yang selama ini sudah mengisi hatiku.

“Aku akan mandi, Ada pemotretan malam ini. Tidurlah.” Ucapnya dingin.

Aku hanya dapat menghela napas panjang. Yaa tentu saja, Dia pasti menghindariku. Biarlah… toh aku juga tak bermaksud hidup selamanya dengan dia dan membuatnya mencintaiku.

Aku kembali melanjutkan membongkar barang-barang bawaanku, menatanya di sisi kiri Lemari Boy yang ternyata sudah di kosongkan oleh pemiliknya. Tak lama ku dengar pintu kamar mandi terbuka, dan Shitt..!!! Boy terlihat sangat panas saat ini.

Dia bertelanjang dada dan hanya mengenakan Handuk di pinggangnya. Apa dia ingin menggodaku?? Maaf, Aku tak akan tergoda lagi.

“Kamu pemotretan dimana??” Tanyaku mengalihkan perhatian saat tiba-tiba Boy berdiri tepat di belakangku mengambil baju di Lemari di hadapan kami.

“Bandung.” Hanya itu jawabannya.

“Kok jauh, Pulangnya kapan??”

“Aku di sana selama Tiga hari.” Jawabnya datar.

“Jadi kamu ninggalin aku disini sendiri??” Tanyaku tak percaya.

Sungguh, apa Boy tega melakukan itu padaku?? Aku tau Boy bukanlah lelaki Brengsek seperti pada umumnya. Dia bukan sejenis Playboy yang selalu bergonta-ganti pasangan layaknya fotografer terkenal sepertinya. Boy bukan orang seperti itu. Dan aku tau jika dia tak akan tega meninggalkanku yang sedang mengandung anaknya di sini sendiri.

“Yaa.. dan maaf.”

“Boy… Kalau kamu benci sama Aku, bukan begini caranya.”

“aku tidak pernah bilang membencimu Mil.”

“Tapi kamu membenciku.” Dan aku mulai menangis. Hormon sialan..!! Apa Clara juga sering menangis saat ini sepertiku???

Aku melihat Boy memejamkan matanya karena frustasi. Yaa aku tau dia Frustasi dengan keadaan ini. Siapa juga yang mau menikahi Wanita yang tak di cintainya hanya karena sebuah kecelakaan sialan ini???

Tanpa ku sangka, boy memelukku. “Maaf, Aku tidak bermaksud meninggalkanmu, Ini memang pekerjaanku.”

“Tapi kenapa sekarang Boy??”

“Ini kontrak sejak Lama, dan aku nggak tau kalau waktunya jatuh pada hari ini.”

Bohong, Aku tau dia Bohong. Dia hanya mencari alasan untuk menghindariku. Dan aku hanya bisa menangisinya.

Ku rasakan dia melepaskan pelukannya. “Mil.. Ku harap kamu mengerti.” Ucapnya dengan raut wajah serius.

Yaa tentu saja aku mengerti, Aku selalu mengerti keadaanmu, Tapi apa kamu pernah mengerti keadaan dan perasaanku?? Tidak bukan??

Boy melanjutkan mengenakan pakaiannya, Mendandani dirinya setampan mungkin, Menata beberapa bajunya ke dalam tas Ranselnya, lalu menyiapkan beberapa Kamera yang akan di bawanya. Aku hanya melihat apa yang Ia lakukan, Seakan ia menyibukkan diri dan tak ingin menghiraukanku.

Aku meraba kembali perutku yang saat ini berdenyut lebih keras di bandingkan tadi. Dia juga merasakannya.. Merasakan kesakitan yang sedang ku rasakan…

Boy membalikkan tubuhnya, dia lalu menatapku dengan Ekspresi anehnya, Menatap tanganku yang berada di atas perutku. Dan seketika itu juga tatapannya berubah kosong.

Boy melangkah mendekatiku, dan tanpa ku sangka dia mendaratkan telapak tangannya di atas permukaan perut buncitku.

“Aku minta maaf, Tapi aku tidak bisa membatalkannya.” Ucapnya yang kali ini dengan nada Lembut.

Aku hanya mengangguk pelan.

“Cuma tiga hari, dan aku akan segera kembali.”

Lagi-lagi aku hanya mengangguk. Kurasakan nyaman saat telapak tangannya mengusap lembut perutku. Mungkin bayiku tau jika itu tangan ayahnya. Ini memang pertama kalinya Boy Menyentuh perutku.

“Aku sudah menyiapkan makanan untukmu. Makanlah.” Ucapnya lagi. Lalu tanpa ku sangka dia mengecup lembut keningku hingga membuatku memejamkan mata. “Aku pergi dulu, jaga dia baik-baik.” Bisiknya lembut.

Apa ini mimpi?? Jika iya, aku tak ingin bangun darinya. Tapi saat aku membuka mataku kembali, Boy sudah tak ada di hadapanku. Dia sudah pergi, dan aku merasa hampa karenanya.

Aku keluar dari kamar karena aku merasakan Perutku yang memang sudah terasa keroncongan. Ku lihat di meja makan dan masakan sederhana buatan Boy memang sudah tertata rapi di sana. Dia benar-benar menyiapkan makanan untukku.

Aku berjalan ke lemari pendingin, ku buka salah satu pintunya dan Aku terkejut mendapati banyak sekali mangga muda di sana. Dia tau aku suka mangga muda.

Waktu itu, saat kami mengurus beberapa surat untuk pernikahan kami, entah kenapa di tengah jalan aku mual muntah. Ku bilang pada Boy jika semua ini hanya bisa di redakan dengan memakan mangga muda. Akhirnya Boy membawaku ke sebuah kedai yang menjual Soup buah. Di sana aku juga di belikan beberapa buah mangga muda yang seketika itu juga ku habiskan di sana untuk menghilangkan rasa mualku.

Boy tau, dan dia mengingatnya jika aku suka dengan mangga muda ini. Aku berlari menuju ke dalam kamar, mengambil ponselku dan memberanikan diri menghubunginya.

“Halo..”

“Boy..” ucapku terpatah-patah.

“Ada apa Mil??”

“Terimakasih.” Hanya itu yang dapat ku ucapkan.

“Ya.. sama-sama..” jawabnya lembut.

“boy..”

“Hemm.”

“Aku.. Aku menunggumu.. Cepat pulang.” Dan seketika itu juga ku matikan ponselku. Jantungku berdegup kencang seakan ingin meledak. Aku tau perasaan apa ini…

-TBC-

Hehhehe Part I memang pendek, tapi part II lumayan panjang kok.. hahhaha Semoga suka yaa… Ayoo tinggalkan komenmu… Part II mungkin nanti malam atau kalo aku ketiduran lagi mungkin Besok, Oke.. Untuk yang nunggu Dina & Alex, Sabar yaa.. soalnya itu cerita belum ending.. hahhahahah

Advertisements

8 thoughts on “Lovely hubby (Boy & Mily Story) – Part 1

  1. Walaupun cuek tp boy tetap perhatian sama mily. Semoga lama kelamaan boy akan suka sama mily wkwk
    Ditunggu kelanjutannya…

    Like

  2. Boy brsikap sprti itu dikarenakan blm bsa mnrima knyataan klo dia akhirnya menikah dgn Mily bukn dgn Clara…aplg nikahnya krn kecelakaan…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s