romantis

My Cool Lady – Chapter 2 (New Boss)

aaaaMy Cool Lady

Ada  yang udah penasaran ama Si Imut Aaron?? jika sudah ada… Mari silahkan di baca.. hahhaha Btw Bang Rey ingsya alloh besok yaa.. karena saya malam ini sedang sibuk memutar Film kesukaan.. hahahah

Chapter 2

-New Boss-

 

Bella dengan cepat menghabiskan sarapannya.. tadi malam Brandon meneleponnya, dia berkata jika pagi ini akan ada Meeting penting dengan client dari luar. Dan tadi pagi Ia sedikit kesiangan.

“Kenapa buru-buru sekali?? Ini belum jam tujuh.” Ramma, Sang papa membuka suara melihat puterinya yang sedikit tergesa-gesa tak seperti biasanya.

“Kak Brandon ada Meeting penting pagi ini, dan aku kesiangan.”

Ramma tersenyum melihat Puterinya yang saat ini sedikit lebih disiplin dengan waktu.

Issabella Aditya, Puteri tunggalnya tersebut adalah sosok yang cantik, mirip dengan Mamanya. Gadis ini pintar, kepintaran yang tentu saja menurun darinya, Cantik menurun dari sang Mama, belum lagi keterampilan bela dirinya yang di latih langsung olehnya.

Namun sayang, Bella memiliki sedikit sikap buruk. Gadis ini cenderung Cuek, Dingin, jutek, tak suka menghiraukan orang-orang di sekitarnya, dan Dia susah sekali di atur.

Mungkin karena memang anak tunggal dan di manja seluruh anggota keluarganya, Maka Bella tumbuh menjadi sosok yang seperti itu. Beberapa bulan yang lalu, Ramma berinisiatif memperkerjakan Bella di kantor Brandon. Bukan tanpa alasan, karena saat itu Brandon memang sedang membutuhkan sekertaris pribadi. Lagi pula ini juga menjadi suatu rencana utama untuk masa depan Bella. Dan sejak bekerja di kantor Brandon, sedikit banyak Bella sudah berubah. Ia menjadi lebih disiplin dengan waktu, sedikit menghargai orang-orang di sekitarnya, dan dapat ber interaksi dengan lebih baik dengan teman-teman sekantornya.

“Bell… Mama dengar Aaron sudah pulang ya..”

Bella mendengus, Lagi-lagi nama sialan itu yang di sebut pagi ini. Apa nggak bisa sehari saja tanpa ada nama itu di dengar oleh telinganya??

“Iya, memangnya kenapa Ma??”

“Dia tampan nggak??” Goda sang Mama.

Bella memutar bola matanya ke arah sang Mama. “Mama ngapain sih nanyain itu?? Mau setampan apapun kalau sikapnya menjengkelkan juga nggak ada yang tertarik Ma..”

“Memangnya mama nyuruh kamu tertarik sama Dia??”

Dan Bella pun tersedak dengan Roti yang sedang di makannya. Astaga… Kenapa selalu seperti ini sih?? Selalu saja dia di kait-kaitkan dengan Seorang Aaron Revaldi. Sejak kecil hingga sebesar ini. Apa mereka tidak tau bagaimana bencinya Bella dengan sosok Aaron??

“Sudah sayang.. jangan goda dia terus.. Pipinya sampai memerah.” Kali ini Ramma ikut menggoda puterinya tersebut.

Bella berdiri dengan kesal. Menegak habis susu yang ada di hadapannya. “Papa sama Mama sama saja. Aku berangkat.” Ucap Bella dengan nada ketus khas nya.

“Biar di antar sama supir sayang.” Ramma mengingatkan.

“Enggak, aku lebih suka naik Busway.” Bella lalu mencium kedua pipi Mama dan Papanya sambil berpamitan dan pergi meninggalkan sang Mama dan Papa yang saling pandang dengan kepergian Bella.

“Dia mirip kamu. Keras kepala.” Ucap Ramma sambil melirik ke arah Shasha, istri yang sangat di cintainya.

“Tapi kamu suka kan??”

“Yaa sangat.” Ucap Ramma dengan pasti. Keduanya saling tersenyum saat kehangatan menyelimuti suasana di antara mereka.

***

“Mama…”Aaron berlari ke arah meja makan sambil mencium pipi sang Mama.

Disana sudah ada Nessa dan Alisha yang menyiapkan Sarapan pagi di meja makan, Sang kakak, Brandon yang sudah rapi dan sedang menggendong putera pertamanya. Dan juga sang Ayah, Dhanni, yang tadi malam baru pulang dari luar kota kini sudah duduk tegap dengan koran di tangannya.

“duhhh.. kenapa lagi sih Teriak-teriak.” Tanya Nessa pada putera bungsunya tersebut.

Aaron hanya memperlihatkan cengiran khasnya sambil memutar-mutar dasi yang ada di tanganya. Yaa tentu saja Nessa tau apa maksudnya. Aaron minta di pakaikan dasinya. Sudah menjadi kebiasaan umum jika para lelaki di rumah tersebut sangat malas mengenakan Dasinya sendiri

“Dasar manja.” Kata Nessa sambil mencubit hidung mancung puteranya tersebut.

“Mama harusnya menikmati saat-saat terakhir memasangkan Dasi untukku.” Ucap Aaron membuat Nessa sedikit heran.

“Saat terakhir?? Maksudmu??”

“Maksudnya, Sebentar lagi akan ada yang memasangkan Dasi untuknya Ma..” Kali ini Brandon yang ikut menjawab.

“Benarkah?? Siapa??” Nessa bertanya penuh dengan antusias.

“Mama akan tau nanti.”

Nessa tersenyum. “Paling juga nggak jauh dari Issabella Aditya.” Goda Nessa.

Sedangkan Aaron hanya bisa tertawa lebar. “Doakan saja Ma..” Aaron lalu memilih duduk di sebelah sang kakak. “Gimana, Lo sudah ngurus semua untuk Gue kan??”

“Yaa.. Gue sudah ngurus semua demi Lo..”

“Thanks.. Lo memang abang terbaik Gue.” Ucap Aaron menepuk-nepuk Bahu kakaknya tanpa tau sopan santun.

‘Bell… tunggu saja.. aku Akan kembali menarikmu kedalam duniaku.’ Tekat Aaron dalam hati.

***

Bella duduk dengan gelisah di Halte Bus. Dia tidak sedang menunggu Bus, tapi sedang menunggu jemputan pribadinya.

Dimas, Lelaki yang sudah menjadi kekasihnya selama dua tahun terakhir. Mereka sangat dekat sejak SMA dan dua tahun yang lalu keduanya sepakat menjadi sepasang kekasih.

Hubungan mereka bukanlah suatu hubungan yang mulus-mulus saja. Sampai saat ini, Bella masih belum memberitahukan kepada kedua orang tuanya tentang hubungannya dengan Dimas tersebut. Bukan karena Bella tak ingin serius dengan Dimas, tapi lebih karena Sang Papa terlalu pilih-pilih siapa yang cocok menjadi kekasihnya.

Berkali-kali sang papa menolak mentah-mentah Lelaki pilihannya saat para lelaki itu bertandang ke rumahnya. Bella bingung, Sebenarnya Type seperti apa sih pilihan sang Papa?? Akhirnya saat Ia dan Dimas sepakat menjalin sebuah Hubungan, Mereka akhirnya sepakat untuk berhubungan secara diam-diam.

Seorang Lelaki dengan Motor Bebeknya berhenti tepat di hadapan Bella. Bella menatap Lelaki tersebut sambil menyunggingkan sebuah senyuman. Dimas.. Lelaki yang di cintainya.

Dimas Lelaki yang sederhana, Dia bekerja di bagian administrasi di sebuah perusahaan swasta di kota ini. Posisinya tentu jauh dari yang di harapkan Papa Bella, tapi Bella tak menyerah, Ia mencintai Lelaki ini jadi Ia harus mempertahankannya.

“Maaf aku Telat, tadi macet.” Ucap Dimas sambil memberikan Bella sebuah Helm yang biasa di kenakan Bella saat di boncengnya.

“Nggak apa-apa, Nggak telat-telat amat kok.”

“Katanya kamu ada Rapat pagi ini.”

“Yaa seperti itulah, tapi waktunya masih cukup kok.” Ucap Bella sambil tersenyum manis. Bella yang memang biasa bersikap cemberut, dingin dan cuek, namun berbeda ketika berhadapan dengan Lelaki yang di cintainya.

“Ayo naik.” Ajak Dimas. Bella akhirnya naik ke atas Motor tersebut, dan mereka akhirnya melaju menuju Tempat kerja Bella.

***

Selalu tampil mempesona, begitulah sosok Aaron Revaldi. Ini adalah hari pertamanya memasuki kantor milik keluarganya sendiri. Sebelumnya, gosip tentang kehadirannya memang sudah ramai di bicarakan di kalangan pegawai kantor, tapi tetap saja, Kedatangan Aaron untuk pertama kalinya ini benar-benar membuat sesak para pegawai Wanita di kantornya tersebut.

Bagaimana Tidak, Aaron terlihat sangat tampan dengan senyuman khasnya, Wajahnya imut menurun dari sang Mama, Sedangkan postur tegapnya mirip dengan sang Papa dan kakaknya hanya saja Ia sedikit lebih kecil. ramah pada setiap orang, sedikit berbeda dengan Brandon yang cenderung lebih pendiam dan sedikit dingin pada bawahannya. Belum lagi gelar yang dibawanya dari Harvard University.. sungguh, Aaron menjadi paket lengkap bagi siapapun yang ingin memiliki sosok suami yang sempurna.

Aaron berdiri di sebelah jendela besar di ruangan sang Kakak, sambil melihat ke luar jendela, ia sesekali berbicara dengan kakaknya yang sibuk dengan beberapa berkas di Mejanya.

“Kenapa dia belum datang?” Tanya Aaron tanpa mengalihkan pandangannya dari arah luar jendela.

“Mungkin terjebak macet.” Jawab Brandon cuek.

“Harusnya Lo menyediakan fasilitan untuk dia Brand..”

Brandon menatap Adiknya itu dengan seksama. “Om Ramma Nyuruh dia kerja di sini supaya bisa mandiri, Kalau Gue nyediakan fasilitas untuknya, Sama saja dia kerja di tempatnya sendiri.”

Aaron meghembuskan napas dengan kasar. “Setelah dia jadi bawahan Gue, Gue yang akan memberinya fasilitas.”

“Lo nggak profesional.”

“Gue nggak peduli.” Ucap aaron Cuek. “Gue hanya mau yang terbaik untuknya.”

Brandon tersenyum. “Lo benar-benar Gila karena seorang Issabela.”

“Lo juga pernah Gila karena seorang Angel.” Keduanya lalu sama-sama tertawa.

Tak lama Aaron mengehentikan tawanya ketika melihat seorang Wanita turun dari sebuah Motor dengan seseorang lelaki yang memboncengnya. Itu Wanita yang sama dengan wanita yang kemaren, Motor yang sama, dan pastinya lelaki yang sama.

Sial..!!! Bella di antar oleh lelaki kemarin sore yang menjemputnya.

“Brand, Lo kenal dia siapa?” Tanya Aaron yang sontak membuat Brandon berdiri menuju ke arah Aaron yang masih berdiri di sepan jendela.

Brandon mengamati Pria dan Wanita yang di maksud Aaron. “Gue nggak kenal, tapi mungkin mereka ada dalam suatu hubungan, Bella memang sering di antar jemput oleh Lelaki itu.”

“Sial..!!” Umpat Aaron.

Brandon tersenyum melihat kelakuan sang adik. “Kenapa?? Lo merasa tersaingi??” Aaron hanya diam tak menghiraukan kata-kata Brandon.

***

Bella benar-benar Gugup. Ia telat, sangat telat malah. Ini sudah hampir jam setengah sepuluh Siang, dan Ia baru sampai di kantor Brandon. Ahh Semoga saja Brandon tak marah dengannya karena keterlambatannya.

Tadi, Selain macet, Ternyata yang membuat Bella terlambat adalah Ban motor Dimas yang tiba-tiba bocor. Dan itu membuat Bella terlambat sampai jam Setengah sepuluh sekarang ini. Bella tak memikirkan dirinya, mungkin Brandon nanti hanya akan marah dengannya, tapi bagaimana dengan Dimas?? Bisa saja Dimas akan di marahin habis-habisan oleh Bos nya karena terlambat. Dan itu membuat Bella tak tenang.

Bella merapikan pakaianya saat sebelum membuka pintu ruangan Brandon. Ia menghela napas panjang lalu mulai mengetuk puitu di hadapannya tersebut.

Setelah mengetuk, Bella akhirnya masuk dan langsung meminta maaf atas keterlambatannya pada Brandon.

“Maaf Pak.. saya…” Bella menghentikan kalimatnya ketika mendapati Sosok itu duduk santai di Sofa di dalam ruangan Brandon. Dia Aaron Revaldi, sosok yang selalu di sebutnya sebagai Iblis yang selalu mengganggunya.

234908-51ea0296a80d7

“Halo Bella..” Ucap Aaron sambil melompat berdiri dan berjalan menuju ke arahnya.

“Kamu… Kamu ngapain di sini??” Tanya Bella tak suka.

“Kenapa terlambat Bell?? Bukannya Kak Brandon tadi malam sudah menelepon kamu?” kali ini Brandon yang berbicara sambil berdiri menuju ke arah Bella.

“Emmm Itu Kak, Macet, Dan ban Motornya tadi Bocor.” Jawab Bella sedikit tak Enak dengan Brandon. Meski mereka sudah seperti keluarga, tapi tetap saja, Brandon adalah Atasannya.

“Nggak apa-apa, Rapatnya juga bukan rapat penting, Hanya Memperkenalkan anggota baru dalam perusahaan ini.”

Bella mengerutkan keningnya. “Anggota Baru?”

“Yes Bell.. its Me..” Ucap Aaron dengan senyuman Miringnya.

Bella tercengang, Jadi Ia akan se kantor dengan Iblis yang satu ini??

“Dan Bell… Karena Aaron Baru, maka kamu yang akan membantunya dalam melakukan pekerjaannya.”

Bella terkejut dan membulatkan matanya pada Brandon. “Maksud Kak Brandon apa??”

Aaron benar-benar tak kuasa menahan tawanya saat melihat Ekspresi dari Bella, Di dekatkannya bibirnya pada Telinga bella, lalu ia mulai berbisik di sana.

“Aku adalah Boss Barumu Bell…”

Bisikan Aaron benar-benar membuat Bella merinding, wajahnya memucat. Boss baru?? Yang benar saja.. Aaron pasti akan menjailinya habis-habisan setelah ini.

***

“Oke… Itu taruh disana.. Ahhh Tidak, Disana Aja.. Emm… Kayaknya masih nggak pantas, Coba pindahkan di sana…”

Bella benar-benar ingin meledak ketika Aaron dengan menyebalkannya menyuruhnya berkali-kali memindahkan sebuah Vas bunga kecil dalam ruangannya.

“Sebenarnya ini mau di taruh dimana sih??” Kata Bella dengan kekesalan yang sudah nyaris meledak.

Dengan senyuman tanpa rasa bersalahnya Aaron menjawab. “Aku juga nggak tau pantasnya di taruh dimana Vas itu.”

“Taruh saja di sini, memang biasanya seperti ini kan??” Bella menaruh vas tersebut di ujung meja kerja Aaron dengan kesal.

“ahh yaaa… benar sekali, Kenapa nggak kepikiran di taruh disitu yaa..” Kata Aaron dengan memasang muka tanpa salah.

“Astaga.. sejah awal juga sudah ada di situ, Kamu aja yang mau ngerjain aku.” Gerutu bella pelan.

“Oke.. sepertinya semua sudah rapi,” Aaron lalu menatap jam di tangannya. “Sudah jam dua, kita makan siang yuk.” Ajak Aaron.

“Jam makan siang sudah selesai.” Jawab Bella ketus.

“Tapi jam makan siang kita tadi kita habiskan untuk membereskan ruanganku, jadi sebagai gantinya kita bisa makan siang sekarang.”

“Sorry, aku nggak ada waktu.” Bella bersiap pergi, tapi kemudian Aaron meraih pergelangan tangannya.

“Ayolah Bell.. Kamu nggak ingat kalau sekarang aku atasanmu, Jadi Kamu nggak boleh menolak ajakanku.”

Bella memutar bola matanya, jika tau bekerja dengan Brandon akan berakhir seperti ini, maka Ia memilih untuk menjadi pengangguran seumur hidup dan hidup dengan menghabiskan Uang sang Papa. Akhirnya mau tak mau Bella menuruti kemauan Aaron.

***

Mereka memilih makan siang di sebuah restoran kecil di dekat Kantor mereka. Aaron tak berhenti menatap wanita di hadapannya, Wanita dengan tampang yang sekan tak pernah tersenyum tersebut.

“Berhenti melakukan itu, Kamu terlihat Bodoh tau nggak.” Kata Bella Risih karena sejak tadi Aaron menatapnya dengan senyuman-senyuman anehnya.

“Kamu baru tau kalau aku memang bodoh?? Bukannya sejak dulu kamu memang selalu bilang aku Bodoh??”

Bella hanya diam, tak menghiraukan pertanyaan menyindir dari Aaron. Yaa tentu saja, Dulu Dirinya yang selalu menjadi juara umum di sekolahannya, sedangkan Aaron terkenal sebagai anak yang paling bandel di sekolahannya. Tapi keadaan sekarang sungguh berbanding terbalik. Si anak bandel yang di sebutnya bodoh ini nyatanya Lulus di salah satu Universitas ternama, Harvard University, sedangkan dirinya, astaga… Hanya lulusan Universitas dalam negri dan sekarang Menjadi bawahan si anak bandel ini pula.

Bella melihat di sekitarnya, dan mendapati beberapa Gadis centil yang berusaha menarik perhatian Aaron.

“Isshhh Menggelikan sekali.” Cibir Bella pada gadis-gadis tersebut.

Aaron mengangkat sebelah alisnya, Ia melihat apa yang sedang menjadi perhatian Bella, dan mendapati beberapa Gadis bahkan melambai mesrah ke arahnya. Aaron dengan santai membalas lambaian tangan tersebut.

“Kalau kamu suka, mendingan sana samperin, mungkin mereka sudah gatal ingin kenalan denganmu.” Lagi-lagi Bella berkata dengan sinis.

“Cemburu Bella..??” Aaron bertanya dengan nada menggoda.

“Sorry, nggak level cemburu sama mereka, lagian siapa kamu??”

Aaron tertawa lebar. Astaga.. wanita di hadapannya ini benar-benar lucu, sikap bella yang cuek dan cenderung Dingin ini benar-benar membuat Aaron seakan tak bisa menahan diri.

“Akui saja kalau kamu Cemburu, Karena aku juga merasakan hal yang sama tadi pagi.” Ucap Aaron penuh penekanan.

“Hal yang sama? Apa maksudmu??”

Aaron menyondongkan dirinya maju mendekat ke arah Bella dan bertanya “Siapa yang ngantar kamu tadi pagi??” Pertanyaan Aaron berubah menjadi serius, tak ada nada gurau mengejek seperti biasanya.

“Kenapa?? Bukan urusanmu juga.”

“Jelas itu urusanku.”

“Aaron, Kamu hanya Boss ku, Jadi kamu nggak perlu ngurusin urusan di luar kerja.”

Aaron menampilkan Smrik Evil Khas miliknya. “Kita lihat saja nanti, Apa aku berhak atau tidak mengurus usrusan pribadimu.” Jawab aaron penuh dengan kemisteriusan.

“Apa Maksudmu..?” Bella tak mengerti dengan ucapan misterius yang terucap dari bibir Aaron.

Sedangkan Aaron hanya tersenyum Miring. ‘Belum saatnya kamu tau Bell.. aku pastikan semua akan berbeda setelah kamu tau apa maksudku..’ Ucap Aaron dalam hati.

-TBC-

Kasih tanggapanmu untuk Chapter ini okay…?? *KissKiss

Advertisements

8 thoughts on “My Cool Lady – Chapter 2 (New Boss)

  1. wah aaron cemburu abis.
    apa yah yg akan d lakuin aaron biar bella jatuh cinta. g sabar nunggu klanjutanya

    Like

  2. ceritanya bagus,,,, tp terlalu misterius. wah ni authornya menggantung ceritanya. susah mau nebak ceritanya. bikin emosi aja,,,, hahaha maksudnya jadi makin penasaran untuk cerita lanjutannya kak. postingnya 2 chapter donk kak. biar puas bacanya. semangat kakak

    Like

  3. .wahh trnyata bella udah pnya kekasih mskipun diam2 tpy bella suka sma Dimas. Prjuangan Aaron smakin brat kyaknya

    Like

  4. secara tdk langsung ramma sengaja itu, ingin jodohin bella sama aaron. jadi inget kisah cinta segi3 di danny story. yang ini cinta segibanyak ala aaron, bella, dimas.

    Like

  5. Aaron banyak banget maen kata, udah kayak pujangga..klo gak bilang suka gimana bella tau sama perasaan kamu..
    Gimana sikap ramma klo tau anaknya pacaran sama cowok biasa..

    Like

  6. Aaron jadi beneran suka sama Bella anaknya Rama wahhh itu Rama sengaja yahh mau jodobin Aaron sama Bella heheeh tambah misterius nihh si Aaron

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s