romantis

Love Between Us – Prolog

1461672642101Love Between Us

haii haii haii.. ketemu lagi ama author gaje nih.. hahhaha kali ini aku akan bawa cerita baru.. Bukan, Ini bukan salah satu cerita dalam list Project yang sedang ku garap.. ini adalah Project baru bersama dengan salah seorang sahabatku yang menjadi Author Kece di wattpad Siapa lagi kalau bukan Jreeeng jreenggggg

@Cutelfishy (Author The Life dan Touch Love) hahhahaha yang punya wattpad ingsya alloh tau.. ini Author kocak abis lohhh hehhehehe nahh ini adalah cerita pertama hasil dari kolaborasi kami. Semoga nanti kalian suka ceritanya yaa,,, Oke.. Langsung saja, ini dia Prolognya,,,

#Prolog

Denny berjalan sedikit tergesa-gesa saat pulang dari kantor. Kantor yang sudah hampir sepuluh bulan ini di naunginya. Ini adalah sabtu sore pertanda ia harus pulang cepat agar bisa berbelanja kebutuhannya sehari-hari di supermarket langganannya.

“Den… mau bareng??” Seorang Gadis menyapanya, itu Vita. Gadis yang selalu di gosipkan dekat dengannya ketika di kantor.

Denny menggelengkan kepalanya. “Nggak usah, aku bawa motor.” Ucapnya dengan lembut.

“Ayolah, sekali-kali kita pulang bareng.” Gadis itu tak mau menyerah mencari perhatian Denny.

“Laik kali saja Vit.” Lagi-lagi Denny menolak. Dan kali ini Vita akhirnya menyerah.

Denny berjalan ke arah motor maticnya sambil sesekali melihat jam di tangannya.

Arghh..!!! Sudah lewat jam lima sore.

Jika ia pulang dulu pasti nanti akan terlalu malam untuk belanja. Akhirnya Denny memilih untuk langsung berbelanja di Supermarket.

***
Supermarket itu lebih ramai dari biasanya. Ya tentu saja, bukankah ini weekend?? Pastinya banyak orang yang berbelanja dan bermalam minggu seperti sekarang ini.

Dengan santai Denny memilih-milih barang keperluannya tanpa menghiraukan banyaknya ibu-ibu yang sedikit ternganga menatapnya. Kemanapun Denny pergi, ia selalu menjadi pusat perhatian. Bukan karena ia aneh atau semacamnya. Melainkan karena ketampanan yang ia miliki membuat mata siapa saja yang memandangnya seakan tak ingin berpaling darinya.

Denny memilih barang mulai dari kebutuhan mandi, makan, dan perlengkapan lainnya hingga troli yang di bawanya hampir penuh. Setelah barang kebutuhannya lengkap, ia mendorong trolinya menuju kasir. Pada saat akan mengantri di meja kasir, trolinya bertabrakan dengan troli lain yang datang dari samping.

“Maaf Mas, trolinya tuh menghalangi troli saya.” ucap seorang Gadis yang jelas-jelas menabrak trolinya.

“Bukannya kamu yang menabrak troli saya??” jawab Denny dingin.

“Enak aja, kamu yang menabrak saya. Dari tadi saya duluan yang mengantri” sahut Gadis keras kepala itu. Denny hanya bisa menggelengkan kepalanya. Astaga.. dari mana datangnya Gadis cerewet ini?? Jelas-jelas ia lebih dulu masuk ke jalur kasir yang ada di depannya. Tapi karena pada dasarnya Denny tidak mau ribet akhirnya ia mengalah. Ia membiarkan Gadis tersebut antri lebih dulu di depannya.

‘Tit.. tit.. titt…’

Dengan bosan Denny menunggu sang kasir menghitung harga barang-barang Gadis di depannya tersebut. Astaga.. Bahkan barang-barang yang di beli Gadis ini termasuk barang-barang yang tidak terlalu penting. Pasti Gadis ini termasuk dalam gadis manja dan boros yang suka menghambur-hamburkan uang Papanya. Pikir Denny sambil sesekali menilai Gadis yang berdiri di hadapannya ini.

“Semuanya satu juta dua ratus ribu rupiah mbak..” ucap sang kasir tersebut.

“Ohh oke.. ini mbak.” Gadis itu memberikan kartu kredit. Kasir tersebut menerima dan memulai proses pembayarannya.

Tak lama, “Maaf mbak, ini over Limit.” Gadis itu mengernyit. “Masak sih mbak?? Coba yang ini..” Ia memberikan kartu lainnya.

“Ini sama Mbak.”

“Apa?? Coba yang ini, yang ini, ini…” Si gadis mengeluarkan semua kartu kredit yang ada di dalam dompetnya. Denny memutar bola matanya jengah. Sampai kapan ia menunggu Gadis menyebalkan ini???.

“Maaf mbak, semuanya tidak bisa di gunakan. Bahkan sudah ada yang di blokir.”

Gadis itu nampak membulatkan bola matanya. “Apa?? Di blokir?? Mana mungkin ayah saya melakukan itu?? Ya ampun..” Ia lalu membuka dompetnya kembali, “Saya nggak bawa uang cash. Ini cuma ada satu juta.” ucap Gadis itu sembari menghitung uang dalam dompetnya.

“Sudah mbak, biar saya yang membayar sisanya.” Kali ini Denny menyahut dengan nada malas. Sedangkan Gadis itu menatap Denny dengan tatapan tak percayanya. Ia tidak menyangka masih ada orang baik yang mau menolong di jaman seperti ini.

***
Denny keluar dari dalam Supermarket dengan beberapa kantong belanjaan di tangannya. “Sial..!!! Gaji sebulan sudah hampir habis, belum lagi aku tadi membayari kekurangan si gadis menyebalkan itu. Ahhh gila! Kenapa juga aku mau membayarnya. Padahal gaji bulan ini kan masih lama” keluhnya.

Tiba-tiba..

“Haii…” Denny terkejut saat sesosok Gadis cantik berdiri tepat di hadapannya. Ia mengikuti Denny sampai keluar. Gadis menyebalkan yang ada di supermarket tadi.

“Ada apa?” Jawab Denny. Ia tidak mau berbasa-basi dengan Gadis yang dianggapnya seperti manekin.

“Aku mau berterimakasih karena….”

“Lupakan.” Denny memotong kalimat Gadis tersebut.

“Nggak bisa gitu, aku kan punya hutang sama kamu.” Jawab Gadis itu tak mau mengalah dan masih saja mengikuti Denny menuju ke parkiran.

“Kalau merasa punya hutang ya bayar.” jawab Denny dingin.

“Nah, karena aku mau bayar makanya aku mau minta nomor telepon dan nama kamu.” ucap Gadis itu sambil tersenyum manis. Ia mengulurkan tangannya. “Aku Aira…” Ucapnya riang.

Denny hanya menatap uluran tangannya. Lalu kemudian mengambil dompetnya. Denny mengeluarkan sebuah kartu nama dan memberikan kartu nama miliknya pada Gadis yang mengaku bernama Aira tersebut.
“Hubungi saja saya di kantor. Maaf saya buru-buru.” Kata Denny dengan wajah tak berekspresi. Lalu kembali berjalan menuju motornya ia tak menghiraukan Aira yang hanya tercengang menatap kepergiannya.

Aira tidak percaya, ada seorang Pria yang tidak tertarik akan paras cantiknya. Ia menatap sekeliling banyak Pria yang menatapnya memuja. Kecuali Pria itu, Pria yang membayar sisa tagihan belanjaan miliknya. Aira mendengus tidak suka.

“Kita lihat nanti apa kamu tidak melirikku sama sekali, Denny Handoyo?” Ucapnya sambil membaca kartu nama. Ia tersenyum miring seolah meremehkan Pria itu.

 

-TBC-

Note : Denny handoyo adalah anak dari Reynald dan Clara dalam novel saya “That Arrogant Princess” sedangkan Aira sendiri adalah gadis kecil dalam novel sahabat saya @CutelFishy dengan judul “The Life”. Kami mengerjakannya bersama, membangun karakter masing2 bersama. Aira dengan sosok manja dan lucunya akan di kerjakan oleh beliau, sedangkan Saya akan mengeksekusi sikap dingin dan Cueknya sosok Denny.. hahhha mohon do’anya yaa supaya ini cerita bisa berakhir dengan kata “END”.

Dan juga, buat yang lagi nunggu cerita saya, jangan takut semua terbengkalai karena cerita ini.. hahahah saya masih lanjut nulis, jadi tenang aja.. heheheh

Advertisements

11 thoughts on “Love Between Us – Prolog

  1. .yeayyy…. cerita baru lagi. btw knpa Denny pkai motor matic ya ? trus dia ngk jadi boss di prshaan ? bikin penasaran, dtunggu klanjutannya kak fightingg^^

    Like

  2. anak reynald ama clara udah muncul aja
    cerita turun menurun nich hahahahaha
    lanjut lah
    selalu ya ceritamu bikin keren dan kesengsem sendiri

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s