romantis

That Arrogant Princess – chapter 8 (The First night)

TAP2That Arrogant Princess

Hulaa… ketemu lagi ama author gaje ini.. hahahhaha maap aku ganggu Time Lunch kalian dengan Update cerita ‘mesum’ kali ini.. hahaha kenapa mesum??? Oke, Part ini mengandung unsur dewasa. Awalnya aku berencana The soulmate Series ini nggak pakek adegan kayak gini hahhaha tapi karena banyak yang Riques (terlebih lagi fans dari pasangan Rey-Cla ini) ingin cerita ini lebih HOT akhirnya aku putusin sedikit menyisipkan adegan dewasa sebagai bumbu penyedap rasa.. hahahah nggak papa kan..?? Oke.. yang di bawah umur DILARANG baca dulu yakk…. dan yang nekat baca.. Efek di tanggung masing2.. hahhahaha (Note : bahasa ku buat se sopan mungkin jadi biar masih terkesan romantis dan nggak terkesan jorok hahhahaha) Enjoy Reading…

Chapter 8

-The First Night-

Reynald lalu melepaskan pelukannya, menatap Clara dengan tatapan mendambanya, membuat Clara merona memererah karena Ia tak pernah mendapatkan tatapan seperti itu dari seorang lelaki dalam posisi sedekat ini.

“Kamu cantik.” Lagi-lagi kata itu yang di ucapkan Reynald sambil semakin mendekatkan diri pada Clara.

“Apa yang akan kamu lakukan Rey??”

“Aku menginginkanmu..”

Dan setelah perkataan Reynald tersebut, Clara tak dapat merasakan apapun karena tubuhnya seakan melayang seiring dengan sentuhan lembut bibir Reynald pada Bibirnya…

Saling melumat, saling mencecap satu sama lain membuat keduanya terbuai oleh asmara bercampur dengan gairah. Tangan Reynald bahkan sudah bergerilya ke sekujur tubuh Clara, membelainya dengan lembut penuh kasih sayang. Clara Bahkan lupa jika Lelaki yang sedang mencumbunya kini dalam pengaruh minuan Beralkohol.

Reynald menendang pintu di belakangnya dengan kakinya hingga pintu tersebut tertutup dan terkunci secara otomatis. Tanpa melepaskan Pangutannya Reynald mendorong sedikit demi sedikit Clara kebelakang hingga sampailah mereka di depan pintu Kamar Clara.

“Rey..”

“Hemm..”

“Kamu..”

“Aku menginginkanmu.” Ucap Reynald dengan parau.

Walau mabuk Reynald cukup sadar dengan apa yang di lakukannya. Mungkin Reynald akan menjadikan Clara sebagai pelampiasannya karena putusnya hubungannya dengan Dina, tapi setidaknya itu yang terbaik, mungkin dengan ini Ia dapat menerima Clara dan melupakan sosok Dina sedikit demi sedikit.

Reynald kembali menyambar bibir ranum milik Clara, melumatnya penuh gairah sambil sesekali mengangkat tubuh Clara yang terasa sangat ringan untuknya.

Di atas Ranjang, dengan cekatan Reynald membuka kancing demi kancing piyama yang sedang di kenakan Clara, setelah kancing terakhir terbuka, maka terpampang jelaslah tubuh sempurna milik Clara. Mata Reynald sontak berkilat karena Gairah yang semakin meningkat.

Sedangkan Clara sendiri memerah karena malu.

Walau Clara sebenarnya Wanita yang sombong karena segala macam kesempurnaan yang Ia miliki, tapi sebenarnya Clara adalah Wanita baik-baik. Ia tak pernah melakukan hal se intim ini dengan seorang lelaki manapun. Tentu saja, Clara bahkan tak pernah mengijinkan siapapun menyentuhnya dengan leluasa. Bahkan dengan kekasih-kekasihnya yang dulu. Ciuman?? Ayolah, mungkin ciuman Clara dengan lelaki lain selain Reynald bahkan bisa di hitung.

Sedangkan Reynald, Ya… dia memang lelaki baik-baik. Dia bahkan tak pernah menyentuh wanita yang di cintainya, tapi jangan salah, Reynald Adalah lelaki yang sangat mengenal tubuh wanita. Saat malam-malam Ia kesakitan dan butuh pelepasan, Ia akan menghubungi temannya yang mengenal wanita-wanita yang biasanya menjual diri. Yahh… Reynald melampiaskan semua rasa frustasinya pada wanita-wanita tersebut. Ia lebih memilih membayar mahal untuk sebuah pelepasan dari pada harus menyentuh Dina Kekasihnya.

Apa Kini Reynald akan menganggap Clara sebagai wanita-wanita tersebut?? Ahh mungkin saja, bukankah Clara yang secara tidak langsung membuat hubungannya dengan Dina berakhir?? Bukankah Clara adalah seorang Model sombong yang tak memiliki hati?? Yang suka berpakaian tak senonok?? Mungkin saja di balik kesombongannya tersebut Ia hanya wanita gampangan, jadi tak ada salahnya bukan melampiaskan semuanya pada Wanita ini. Pikir Reynald kemudian.

Reynald kini kembali membuka pakaian yang masih menempel pada tubuh Clara hingga meninggalkan wanita tersebut Polos tanpa sehelai benang pun. Reynald lalu berdiri, membuka pakaiannya sendiri dengan tergesah-gesah hingga tubuhnya pun kini sama polosnya dengan Clara.

Clara menatap Reynald dengan tatapan takjubnya. Hanya kata ‘Woww’ yang dapat terlintas di dalam kepala cantiknya. Sial..!! Reynald benar-benar terlihat begitu menakjubkan, tampak terlihat tampan dan berkuasa dengan tubuh tegap berototnya, bukti gairahnya pun terlihat sangat jelas, membuat Clara menahan nafas saat melihatnya.

Reynald kembali menindih Clara, menatapnya dengan intens, rasa mabuk yang tadi ia rasakan entah kenapa menghilang begitu saja, bahkan kini Reynald sadar seutuhnya dengan apa yang Ia lakukan.

“Kenapa menatapku seperti itu??” Tanya Reynald dengan tajam.

Sedangkan Clara hanya mempalingkan wajahnya karena malu. Wajah merona Clara benar-benar membuat Reynald tak dapat menahan diri lagi. Di tolehkannya kembali wajah Clara lalu Di lumatnya kembali bibir Clara dengan lembut. Tangan Reynald kini bahakan sudah berani menjelajahi seluruh tubuh Clara. Mengehntikannya ketika menyentuh pusat diri Clara.

Clara terkesiap menatap mata Reynald dengan tatapan membunuhnya. “Apa.. yang akan kamu.. Arrgghh…” Clara tak dapat melanjutkan kata-katanya lagi ketika jari jemari itu dengan lihainya membelai diri Clara. Bibir Reynald kini bahkan sudah mendarat sempurna pada puncak payudara milik clara. Membuat Clara benar-benar kewalahan dengan hantaman demi hantaman gelombang kenikmatan yang baru ia rasakan.

“Kamu.. Kamu..”

“Kamu apa Hemmm??” Reynald kini bahkan tak canggung-canggung lagi menggoda Clara dengan suara paraunya. Bibir Reynald turun sedikit demi sedikit Hingga ia berhenti tepat pada pusat diri Clara.

Clara menatap Reynald dengan tatapan tandatanyanya sedangkan Reynald membalas tatapan tersebut dengan tatapan mengejeknya. Lalu tanpa menunggu lagi Reynald mendaratkan Lidahnya pada pusat diri Clara, membelainya, menggodaya, membuat Clara merintih nikmat. Clara bahkan tak mengerti rasa apa yang sedang di rasakannya saat ini.

“Astaga Rey.. Uuugghhh..” Racau Clara. “Hentikan… Arrggghh.. kumohon.. Astaga…”

Reynald sedikit menyunggingkan senyumannya saat melihat Clara tak berdaya karenanya. Sialan, Jika saat ini kejantanannya tidak se nyeri ini, mungkin Reynald masih akan tetap melanjutkan aksiya, membuat Clara menderita karena kenikmatan yang Ia berikan.

Secepat kilat Reynald merubah posisinya hingga kini Ia berada kembali tepat di hadapan Clara, melumat kembali Bibir Clara sambil memposisikan diri untuk menyatu dengan tubuh sempurna yang sedang di tindihnya kini.

Satu menit, dua menit, bahkan sudah hampir Lima belas menit, Reynald tak dapat menyatukan diri. Reynald baru menyadari jika ada penghalang saat Clara bergerak dengan gelisah di bawahnya, Saat Clara menampilkan raut wajah kesakitan karenanya.

“Kamu.. Kamu belum pernah melakukan ini??” Tanya Reynald dengan nada takut-takutnya.

“Tentu saja, Kamu pikir aku wanita apaan?? Please, Cepat Lakukan apa yang kamu Mau secepat mungkin, Di sana terasa Nyeri, Sialan..!!!!” Sembur Clara pada Reynald.

Entah kenapa ada suatu kebahagiaan tersendiri di dalam diri Reynald saat mengetahui Clara masih perawan dan Ia akan menjadi lelaki pertamanya. Ternyata pikiran buruk tentang Clara tidak benar. Wanita ini terlihat Sombong dan jahat, namun Reynald tak tau bagaimana isi hati dari Wanita ini.

“Heiii apa yang kamu lakukan Rey??? Astaga..” Lagi-lagi Clara menyembur Reynald Karena lelaki yang baru setengah menyatu dengannya kini malah melamun sambil menatapnya.

Reynald yang sadar dari lamunannya Akhirnya kembali tersenyum. “Enggak, Aku hanya memikirkan cara supaya membuatmu minta ampun denganku.”

“Sialan..!!!” Umpat Clara.

Reynald tertawa sedikit lebih nyaring dari biasanya. Astaga.. baru kali ini Reynald bercinta dengan seorang wanita yang suka meledak-ledak bahkan ketika gairah sedang menyelimutinya dan dengan tubuh yang sudah setengah menyatu dengannya.

Reynlad mendekatkan bibirnya pada bibir Clara, menatap Clara dengan tatapan tajam membunuhnya. “Bersiaplah Sayang.. Aku akan memulainya.” Reynald lalu membungkam bibir Clara kembali dengan bibirnya, Lalu dengan satu hentakan Keras, menyatulah dua tubuh yang sejak lama saling tarik menarik ini.

Clara merasakan sakit yang Amat sangat, ingin Rasanya ia Berteriak sekers mungkin namun nyatanya bibir Reynald kini sedang membungkamnya. Kukunya yang panjang terawat itu Akhirnya mencakar-cakar sepanjang lengan Reynald, Sesekali Clara mendorong-dorong tubuh Reynald supaya menjauh, melepaskan Diri dari ketidak nyamanan ini.

Reynald mengentikan aksinya ketika dirinya sudah menyatu dengan sempurna pada tubuh di bawahnya. Bibirnya tak berhenti mencumbu mesrah bibir Clara, mencoba menghilangkan rasa sakit yang di dera wanita tersebut. Reynald bahkan tak menghiraukan beberapa rasa pedih di lengannya akibat cakaran dari Clara.

Setelah Cukup yakin Clara berhenti meronta di bawahnya, Reynald menghentikan cumbuannya. Menatap mata Clara dengan tatapan Anehnya.

“Bagaimana rasanya?” Entah kenapa pertanyaan itu menggoda Reynald untuk di tanyakan pada sosok yang selalu terlihat angkuh di bawahnya kini.

“Sialan..!!! Aku akan membalasmu.” Umpat Clara dengan mata membara.

Reynald benar-benar tak dapat menahan tawanya lagi. “Baiklah, Kamu boleh membalas sesuka hatimu. Apa aku sudah boleh bergerak??” tanya Reynald dengan nada menggoda.

“Persetan denganmu.”lagi-lagi Clara menjawab dengan nada kesalnya.

Reynald kembali tersenyum, lalu kemudian mndaratkan cumbuannya kembali pada Clara, mulai bergerak dngan Ritme lembut. Sedikit demi sedikit Clara menikmati pergerakan Reynald. Bahkan dengan spontan Clara mengeluarkan desahannya yang membuat Reynald semakin menggila.

“Sial..!!” Umpat Reynald yang tak bisa menhan gairahnya lagi.

“Kamu yang Sialan..!!” Sahut Clara.

“Kita berdua sama-sama Sialan..!!” Reynald lalu mendaratkan bibirnya pada puncak payudara Clara, memujanya di sana sambil meningkatkan Ritme permaiannya, membuat Clara memekik nikmat. Ahh Siall..!!! Keduanya bahkan sama-sama menikmati percintaan panas malam ini Hingga lenguhan panjang dari keduanya menandakan jika pelepasan kali ini benar-benar sangat memuaskan Hasrat maasing-masing.

***

Terbangun dalam keadaan sesak karena di peluk oleh seseorang dengan badan yang nyaris remuk benar-benar membuat Mood Clara buruk. belum lagi rasa nyeri di pangkal pahanya membuatnya benar-benar merasa tidak nyaman dengan yang Ia rasakan saat ini.
Secepat kilat Ia mendorong jauh tubuh Reynald hingga lelaki itu terbangun.

“Apa yang Kamu lakukan??” Reynald benar-benar tak mengerti dengan sikap wanita yang tidur di sebelahnya ini. tadi malam Wanita ini terlihat begitu menggairahkan namun pagi ini Sikap menjengkelkannya kembali terlihat lagi.

“Pulang saja sana. Ngapain kamu masih di sini??”

Reynald melihat jam di nakas. Masih pukul Lima pagi. “Ini masih terlalu pagi.”

“Aku nggak peduli.”

“Sial..!!!” Umpat Reynald sambil melompat berdiri memunguti pakaiannya lalu menuju ke kamar mandi Clara.

Clara menghela nafas panjang. Debaran jantungnya jelas sangat terasa. Sial..!! Reynald benar-benar satu-satunya lelaki yang dapat membuatnya Takhluk. Kenapa dengan Reynald, kenapa bukan Boy atau yang lainnya?? Dan ya tuhan.. Bodohnya dia membiarkan Reynald menjamahnya, menyentuhnya, memasukinya tanpa pengaman. Bagaimana jika Ia Hamil nanti?? Tidak.. tidak boleh.

Clara membuang pikiran buruk itu ketika Reynald sudah selesai mandi dan kembali menghampiri tepat di hadapannya.

“Aku pulang, Nanti siang ku jemput, Kita makan siang bersama.” Kata Reynald seakan tak ingin di bantah. Lalu Reynald mendaratkan kecupan singkatnya di bibir Clara, dan kemudian pergi begitu saja.

Clara ternganga..

Ada apa dengan Lelaki itu?? Apa bercinta bisa membuatnya berubah menjadi seperti ini?? entah mengapa Clara merasa Reynald menjadi lelaki lembut dan perhatian padanya. Dan Clara kurang nyaman dengan hal tersebut.

“Rey..” panggil Clara tanpa menolehkan kepalanya pada Reynald yang udah berdiri di depan pintu. “Kamu nggak usah jemput. Aku sibuk nanti siang.”

“Ambil cuti saja.”

“Nggak bisa.”

“Terserah kamu.” Akhirnya karena jengkel, Reynald menyerah. Reynald lalu meninggalkan Clara begitu saja tanpa sepatah katapun.

Sedangkan Clara lagi-lagi menghela nafas panjangnya. Lega karena Lelaki yang begitu mempengaruhinya kini sudah pergi meninggalkannya.

***

Reynald tak berhenti mengumpat dalam hati. Bagaimana mungkin ada wanita seperti Clara?? Mengusir begitu saja lelaki yang semalaman mencumbuinya?? Ahh sial..!!! Dan Astaga… perasaan apa ini?? kenapa Ia begitu ingin di perhatikaan Clara layaknya seorang kekasih setelah bercinta pada umumnya??

Sebenarnya pagi ini Reynald enggan pulang kerumahnya. Pertama tentu saja karena tak enak dengan Clara. Setelah apa yang mereka lakukan semalaman entah kenapa itu membuat Reynald mengenal sosok Clara yang berbeda. Kedua karena Dina..

Nama itu bahkan tadi malam sama sekali tak di ingatnya. Namun kini saat ia sendiri, nama tersebut seakan menari-nari dalam ingatannya. Reynald tak ingin pulang karena tak ingin terlalu sering bertatap muka dengan mantan kekasihnya tersebut. Ahh.. mau tak mau Ia harus mencari tempat tinggal baru.

Reynald kembali menjalankan mobilnya menuju ke kantornya. Mungkin sementara ini Ia harus tinggal di kantor dari pada harus merasakan sakit karena bertatap muka dengan Dina.

***

“Jadi kamu butuh tempat tinggal?” tanya Brandon yang kebetulan siang itu memiliki urusan dengan Reynald.

“Ya.. Aku bisa Gila jika harus tinggal se atap dengan Dina, belum lagi masalah pernikahanku yang semakin dekat.” Reynald mengusap wajahnya dengan Frustasi.

“Aku punya Apartemen yang tidak terpakai. Kamu bisa tinggal di sana sementara waktu.” Tawar Brandon.

Reynald mengangkat sebelah Alisnya. “Sepertinya boleh juga, Berapa sewanya?”

Brandon tertawa nyaring. “Sialan..!!! Kita sudah seperti saudara.” Yaa mereka memang tak berteman dekat seperti para Ayah mereka, tapi Brandon tau jika Ia membutuhkan bantuan seseorang, kepada Reynald lah ia datang, begitupun sebaliknya. Mereka sudah seperti saudara meski jarang bersama.

“Kamu dan istrimu?”

“Kami hanya menempatinya beberapa bulan, setelah Alisha hamil, kami pindah kerumahku. Hingga sekarang.” Jelas Brandon.

Reynald tersenyum. “Menikah dengan wanita yang kamu cintai membuatmu bahagia Brand..”

Brandon mengangguk. “Ku harap kamu juga mendapatkan kebahagianmu.” Brandon menepuk bahu Reynald. “Dan aku harus kembali. Waktunya makan siang.” Lanjut Brandon sambil melihat jam tangannya.

Reynald mengangguk dan membiarkan Brandon pergi dari ruangannya. Makan siang?? Entah kenapa setelah ingat kata itu pikiran Reynald langsung tertuju pada sosok Clara. Apa wanita itu sudah makan siang?? Apa Ia sudah tidak merasakan kesakitan lagi?? Bagaimana jika nanti Clara tak mau lagi di sentuh olehnya?? Reynald menggelengkan kepalanya dengan cepat. Sial..!! Apa yang sedang kau pikirkan Rey?? Bisa-bisanya Ia berpikiran seperti itu lagi??

***

Clara tak berhenti mengumpat dalam hati ketika kini Boy sedang menggandeng mesrah pinggangnya. Risih? Tentu saja. Bagaiamana mungkin Ia melakukan ini sedangkan pikirannya penuh dengan lelaki lain?? Lelaki yang tadi malam tak berhenti mencumbunya dengan mesrah??

Clara akhirnya sedikit menjauhkan diri dari rangkulan lengan Boy.

“Kamu kenapa??”

“Risih tau nggak.” Jawab Clara Cuek.

“Risih?? Astaga sayang, Kita ini pacaran, sepasang kekasih. Bagaimana mungkin kamu Risih dengan pacar kamu sendiri??”

Yaa Bagaimana mungkin bisa seperti itu?? Jika tau seperti ini mungkin Clara akan memilih untuk tidak berpacaran dengan Boy. Saat itu Boy adalah sosok fotografer yang paling di minati di kalangan model. Banyak model cantik yang menjerit ketika Boy mendekat. Tapi nyatanya Boy tidak seperti fotografer lain yang memanfaatkan keadaan tersebut untuk gonta ganti wanita alias menjadi Playboy. Boy hanya menganggap semua model-model di dekatnya hanya sebagai seorang teman, tak lebih. Saat itu Clara merasa tertantang untuk mendapatkan hati Boy. Hingga Akhirnya Clara memutuskan untuk mengejar dan mendekati Boy, tanpa di saangka ternyata Boy lah yang sudah sejak lama tertarik dengan Clara. Mereka akhirnya memutuskan menjalin hubungan menjadi sepasang kekasih. Meski nyatanya Clara tak ingin hubungan mereka di ketahui publik. Hanya beberaapa orang terdekat yang tau jika mereka memiliki suatu hubungan.

“Aku nggak tau.” Lagi-lagi Clara menjawab Boy dengan nada Cueknya. “Antar aku pulang, Aku capek.” Boy menghela nafas panjang, Akhirnya Ia hanya bisa menuruti permintaan Clara.

***

“Kamu nggak balik??”

“Apa nggak bleh aku tinggal di sini lebih lama lagi??” Boy menjawab dengan merenggangkan tubuhnya di Sofa milik Clara.

“Aku capek Boy, Mau tidur.” Rengek Clara.

“Sini.” Boy menarik tangan Clara hingga Clara terduduk di pangkuannya. “Istirahat di sini saja, Aku mau menemanimu.”

“Boy…”

‘Shhtttt…’ Boy menempelkan jari telunjuknya pada bibir Clara. Lalu mulai mendekatkan diri semakin dekat, semakin dekat, hingga kedua bibir itu hampir saja menempel jika Suara Mily tidak mengganggu mereka.

“Astaga… Ku pikir tidak ada orang.”

Clara dan Boy sontak saling menjauhkan diri masing-masing. Clara berdiri dan membenarkan penampilannya.

“Sial..!! Apa tidak Bisa kamu…” Clara tak dapat melanjutkan kalimatnya ketika melihat Sosok tinggi di belakang Mily. “Kamu ngapain kesini??”

Pertanyaan Clara tersebut jelas di tunjukkan pada sosok tersebut. Dia Reynald, yang sudah berdiri dengan tatapan tajamnya dan juga wajah sangarnya.

Tanpa banyak bicara Reynald melemparkan sebuah bingkisan untuk Clara. “Makan siang Sialanmu.” Jawab Reynald dengan dingin lalu pergi begitu saja meninggalkan tiga orang yang ternganga melihat tingkah lakunya.

-TBC-

Masih kurang Hott?? hahhaha maap saya cuma bisa segitu doang… takut ngerusak cerita kalo kebanyakan Hot-Hot annya.. hahhahah. Ayoooo mana suaranya Rey-Cla Lovers.. masak kalah ama lapak sebelah yang aku Update kemaren,.. hahhaha

Advertisements

9 thoughts on “That Arrogant Princess – chapter 8 (The First night)

  1. keliatan banget kalo mereka udah ada tali penyambung yang erat dan siap menjerat
    lagian clara bukannya ngomong ama boy kalo dia udaa punya calon suami

    Like

  2. Reynald knpa mrah ? cemburu ?? ahhh… pdhal hbungan mrka udh mlai mmbaik. Knpa clara ngk trus trang ajj sma boy biar ngk jdi mslah nantinya. Brhrap reynald sma clara cpet jtuh cinta. Bwat dina smoga cpet dpet pngganti reynald, cwok di spermarket kyaknya ska sma dina ? dtunggu klanjutanya kak fightingg^^

    Like

  3. Akhirnya perjanjian pernikahan itu dilanggar juga 😁
    Wah ada yg cemburu tuh (nunjuk reynald)
    Reynald: Apa sih kamu aku khan jadi malu (tutup muka pake tangan)
    Aku: cieee, yg geer
    Reynald: biarin weekk (julurin lidah)

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s