Uncategorized

That Arrogant Princess – chapter 6 (“Aku akan menghangatkanmu..”)

TAP2That Arrogant Princess

Chapter 6

-“Aku akan Menghangatkanmu..”-

Clara merasakan benar- benar ada yang aneh pada diri Reynald. Dia diam dan cenderung datar, dingin dan Ahh… Clara bahkan tak mengerti apa yang sedang di pikirkan Reynald.

“Kamu Aneh.” Clara memulai pembicaraan.

“Apa maksudmu dengan Aneh??”

“Entalah.. Kupikir ada hubungannya dengan pembantu itu.”

Reynald mencengkeram erat kemudi mobilnya?? Pembantu?? Bagaimana mungkin wanita sialan ini menyebut kekasihnya dengan sebutan pembantu?? Kekasih?? Astaga.. bukankah hubungannya dengan Dina sudah berakhir??

“Jangan pernah sebut dia Pembantu.” Ucap Reynald penuh penekanan.

“Please ya Rey.. Kamu benar-benar ada hubungan sama wanita Udik itu??”

Dan seketika itu juga Reynald menghentikan laju mobilnya. Amaharnya sudah sampai keubun-ubun, Clara benar-benar keterlaluan, menyebut Dina sebagai pembantu dan juga Udik. Dan Reynald tak suka itu, Reynald tak pernah suka jika ada orang yang merendahkan Dina.

“Keluar.” Ucap Reynald dengan dingin.

“Apa maksud kamu?”

“Kubilang keluar.” Reynald tak bisa di ganggu gugat.

Akhirnya masih dengan mengangkat Dagunya, Clara keluar dari dalam Mobil Reynald. Menutup mobil Reynald dengan keras hingga berdentum. Sedangnkan Reynald langsung menancap pedal gasnya dan melaju cepat meninggalkan Clara di tengah jalan.

“Sialan Kamu Rey..” Teriak Clara.

Astaga… Apa yang harus ia lakukan??? Clara merogoh saku di bajunya, Tak ada uang, dan Ponsel?? Ya tuhan. Bahkan Ponselnya pun tertinggal di mobil lelaki sialan itu. belum lagi penampilannya saat ini yang astaga…. Clara bahkan tak berani melihat penampilannya yang baginya sangat buruk ini. Akhirnya dengan kesal Clara melanjutkan jalannya.

***

“Sialan..!!! Wanita sialan…!!” Reynald tak berhenti mengumpat kasar karena terlalu marah. Marah pada keadaan yang menimpanya, marah dengan Clara yang berani-beraninya merendahkan wanita yang di cintainya.. dan Marah pada dirinya sendiri yang tanpa sengaja menyakiti hati Dina.

Sungguh, Reynald bahkan tak tega melihat wajah sendu Dina tadi, sekilas Mata Dina terlihat berkaca-kaca, dan itu benar-benar membuat dadanya terasa sesak.

Reynald memukul-mukul kemudi mobilnya. Menambah kecepatan mobilnya, Ia harus segera sampai di rumah dan menjelaskan semuanya pada Dina.

***

Dina membantu Allea berbaring di ranjangnya. Walau kini Ia terlihat baik-baik saja, nyatanya tidak, perasaannya sedang kacau, dadanya terasa di remas-remas saat mengingat Wanita yang mengaku sebagai calon Istri Reynald tadi.

Wanita itu tentu saja cantik. Dia model papan Atas, berbagai macam Iklan kecantikan dan lain sebagainya memakai jasanya. Reynald tentu saja sangat pentas bersanding dengan wanita sekelas Clara. Ya tuhan.. bahkan Dina tak dapat membayangkan bagaimana perasaannya nanti ketika melihat lelaki yang di cintainya bersanding dengan Wanita sempurna seperti Clara.

Wajah Dina mulai muram, matanya kembali berkaca-kaca, dan itu tak luput dari perhatian Allea.

“Kamu nggak enak badan?” Tanya Allea saat melihat Dina yang sejak tadi tak membuka suaranya.

“Tidak Bu, Saya hanya..”

“Apa ada hubungannya dengan Rey??”

Dina hanya bisa menggeleng lemah. “Saya dan Mas Rey sudah tidak ada hubungan apa-apa Bu..”

“Bagaimana kalian bisa pisah??”

“Saya….”

Belum juga Dina melanjutkan kata-katanya, Pintu kamar Allea di buka dengan keras oleh seseorang. Itu Reynald, Dia tampak sedang tergesa-gesa.

“Bisa kita bicara di luar sebentar?” Reynald memandang Dina dengan tatapan memohon. Sedangkan Dina menatap Allea seakan ingin meminta persetujuan.

“Keluarlah, sepertinya dia akan menjelaskan sesuatu.” Kata Allea sambil tersenyum dan mengangguk.

Akhirnya Dina dan Reynald pun keluar dari kamar Allea. Tapi saat mereka sudah berada di luar, Reynald malah menyeret tangan Dina masuk kedalam kamarnya.

“Aku Bisa jelaskann semuanya sama Kamu.” Kata Reynald cepat setelah Ia menutup kamarnya.

“Aku tau Mas.. aku mengerti.”

“Enggak, Kamu nggak tau apa-apa. Dengar, Aku memang akan menikahi Wanita Sialan itu, Tapi aku masih sayang sama Kamu Din..”

“Kamu nggak boleh gitu Mas??”

“Lalu aku harus bagaimana???” Reynald mulai berteriak karena frustasi. “Kamu pikir aku mau jalanin Ini??”

Dina mulai menangis, air matanya jatuh begitu saja. “Aku nggak apa-apa, Aku bisa melupakan kamu kok..” Lirihnya.

“Tapi aku nggak mau Kamu melupakan Aku.. Aku nggak mau kita berakhir seperti ini..” Reynald memeluk erat tubuh Dina. Sungguh Ia sangat mencintai Wanita yang ada dalam pelukannya kini. Tapi di sisi lain Ia harus menuruti kemauan Clara untuk menikahinya, Bukankah Ia sudah berhutang nyawa ibunya??

Lalu Reynald ingat akan sesuatu. Yaa… Perjanjian itu, dalam perjanjian tersebut ditulis jika mereka hanya akan menikah selama kurang lebih dua tahun, haruskah Ia menyuruh Dina menunggunya selama itu?? Tapi bagaimana mungkin?? Reynald tau bahwa dirinya bukanlah lelaki Brengsek yang dapat mempermainkan sebuah pernikahan, Reynald juga tak ingin kawin cerai dengan Wanita hanya karena Kontrak sialan tersebut. Tapi ia tidak bisa seperti ini, Perasaannya kepada Dina masih sama.

“Apa kamu mau menungguku?” Tanya Reynald kemudian.

Dina menatap reynald dengan tatapan tak terbacanya. Menunggu?? Apa maksud Reynald dengan Menunggu??

“Dengar, Pernikahanku dengan Clara hanya sandiwara, Maksudku dia yang menginginkan itu sebagai sandiwara, kamu tau bukan jika aku tidak pernah mempermainkan suatu ikatan??” Reynald mengambil nafas dan mulai bercerita lagi. “Clara ingin kami menikah hanya dalam jangka waktu dua tahun, Walau aku terpaksa menikahinya, tapi tetap saja aku tak bisa mempermainkan sebuah pernikahan. Tapi karena Kamu, Aku akan melakukan itu. Aku akan menceraikan dia setelah Dua tahun pernikahan Kami.”

“Mas… kamu nggak boleh seperti itu, Itu bukan diri Kamu, bagaimana dengan orang tua kamu dan orang tua dia??”

“Dia tidak peduli dan aku juga bisa tidak peduli.”

“Mas…”

“Dina, Ini demi Kamu, demi Kita, Dan Clara juga pasti sangat senang mendengar persetujuanku.”

“Tapi bagaimana jika…”

Reynald lalu memeluk erat tubuh Dina lagi. “Jangan pernaah bertanya pertanyaan yang tidak bisa aku jawab..” Ucap Reynald penuh arti.
Reynald tau apa yang akan di tanyakan Dina. Yaa.. Bagaimana jika dalam jangka waktu dua tahun nanti perasaannya Berubah?? Bagaimana jika Ia tak ingin berpisah dengan Clara?? Bagaimana Jika… Ahhh persetan dengan pertanyaan-pertanyaan tersebut.. Gerutu Reynald dalam hati.

***

Aahhhh Sial..!!! hari ini benar-benar Sial untuk Clara. Di turunkan di tengah jalan tanpa telepon tanpa uang dan dengan penampilan berantakan, Ya tuhan…!!! Clara merasa dirinya sudah seperti Gembel atau pengemis. Belum lagi Hujan yang mengguyur langit Ibu kota membuat Clara seperti menerima paket lengkap dari kesialannya.

Kulit kakinya lecet-lecet karena berjalan jauh, kulit tangan dan wajahnya sempat memerah karena tadi sempat terkena Panas, rambutnya berantakan, Bajunya basah, Perutnya terasa keroncongan karena belum makan seharian. Belum lagi kepalanya yang semakin pusing karena tersesat.

Clara tak pernah mengendarai mobil sendiri, dia lebih suka Di temani Mily jika keluar, itupun hanya sekedar nongkrong di tempat biasa atau hanya ketempat pemotretan yang tak jauh. Sifatnya yang pelupa benar-benar membuat parah keadaan, Ia sama sekali tak tau Ada dimana Dirinya saat ini.

Hujan semakin deras, dan langit sebentar lagi menjadi senja. Clara benar-benar tak tau apa yang harus Ia lakukan. Bertanya pada Orang? Tentu saja Tidak, Clara terlalu sombong untuk bertanya apalagi meminta bantuan pada seseorang.

Akhirnya Ia berakir mengenaskan di depan emperan sebuah Ruko. Menyedihkan. Dan Menangis.. Menagis..??? Seorang Clara adista menangis??? Clara tak pernah menangis karea ia tak pernah mau memperlihatkan sisi lemahnya, tapi kini tak ada yang bisa ia lakukan selain menangis, Ia ingin pulang tubuhnya benar-benar kelelahan, Hatinya terlalu sakit karena di campakan begitu saja oleh lelaki sialan yang berstatus sebagai tunangannya.

Tanpa banyak bicara lagi Clara berjalan kembali, kemana, Entahlah.. Bahkan Ia tak tau arah.. setelah beberapa Langkah berjalan, tiba-tiba sebuah mobil berhenti tepat di sebelahnya. Mobil yang tadi pagi meninggalkannya begitu saja di tengah jalan.

Clara mendengus lalu melanjutkan jalannya kembali, tak mempedulikan si pemilik mobil yang sudah keluar mengejarnya sambil berteriak memanggil namanya.

“Apa Kamu nggak dengar aku memanggilmu Hahh?” Reynald sedikit berteria sambil mencengkeram pergelangan tangan Clara.

“Lepaskan sialan..!!!”

“Ayo kita puang.”

“Aku nggak mau.”

Dan sebelum Reynald berbicara lagi, tubuh Clara sudah terlebih dahulu ambuk kedalam pelukannya. Wanita ini pingsan…

***

Clara merasakan tubuhnya terasa Remuk dan Sakit, Ia juga merasa menggigil kedinginan, belum lagi rasa mual di perutnya yang membuatnya terasa begitu menyiksa.

Clara mengerang dalam setengah sadar, “Sakit.. Sakit..” sambil sesekali terisak.

Reynald terbangun dalam tidurnya ketika mendengar rintihan Clara. Saat ini mereka sedang berada di dalam kamar Clara. Mily yang juga tinggal bersamaa Clara di sini kebetulan sedang keluar mengurus sesuatu. Tadi Reynald sebenarnya ingin meninggalkan Clara sendiri, tapi entah kenapa Ia tak tega, Ada apa dengannya??

“Kamu sudah sadar??” Tanya Reynald sambil mengambil Kompres di kening Clara.

“Sakit..” Rintih Clara.

“Maafkan aku.” Hanya itu yang dapat di ucapkan Reynald.

“Aku dingin..”

“Aku sudah mematikan AC nya. Dan badanmu panas.”

“Tapi aku kedinginan..” bentak Clara.

Dan itu membuat Reynald sedikit menyunggingkan senyumannya. Yaa setidaknya kecerewetan Clara dan sikap menyebalkannya sudah kembali. Reynald kemudian membuka bajunya hingga meninggalkannya dengan kaus dalamnya saja, lalu dibukanya juga kaus dalamnya tersebut hingga Reynald kini bertelanjang dada.

“Apa yang kamu lakukan??” Ucap Clara dengan sudah payah.

“Maaf, kupikir kamu tadi berkata jika kamu kedinginan, aku akan menghangatkanmu.” Lalu tanpa banyak omong Reynald mendudukkan Clara dan membuka piyama yang dikenakan Clara.

“Heii.. Apa yang kamu lakukan??” Lagi-lagi Clara membentaknya. Ya tuhan… jika Ia tidak sedang lemas mungkin saat ini tangannya sudah mendarat sempurna pada pipi Reynald.

Reynald tak menjawab, Ia meneruskan apa yang dilakukannya meski sesekali mengerang dalam Hati. Sialan..!!! wanita sombong di hadapannya ini benar-benar sangat menggoda. Kulitnya putih mulus tanpa cacat sedikitpun, dan tubuhnya, ya tuhan… benar-benar menggoda. Reynald menelan ludahnya dengan susah payah saat melihat Clara hanya berbalutkan Bra hitamnya yang sangat kontras dengan kulit putihnya. Sial..!!! Mily benar-benar tau apa yang pantas di kenakan Clara. Yahh.. tadi setelah membawa Clara pulang dalam keadaan basah kuyup, Milylah yang mengganti pakaian Clara.

“Rey… Aku semakin kedinginan..” Ucap Clara lemah dengan gigi yang bergemeletuk. Gemeletuk Gigi Clara menyadarkan Rynald jika Ia terlalu lama membiarkan Wanita di hadapannya ini setengah telanjang.

“Maaf..” entah kenapa Suara Reynald menjadi sangat serak. Ia lantas melompat naik keatas Ranjang, memposisikan diri di sebelah Clara, dan lelu memeluk wanita itu. “Apa sudah hangat??” tanya Reynald masih dengan suara seraknya.

Clara memang merasakan tubuh Reynald yang menghangatkannya. Clara mengangguk dan sedikit menunduk malu. Lagi-lagi Lelaki ini membuatnya merona Malu. Sial..!!!

Reynald mengambil Bed Cover dengan kakinya lalu menyelimuti tubuh mereka dengan Bed cover tersebut. tubuh Clara benar-benar terasa sangat panas, bagaimana mungkin wanita ini merasa sangat kedinginan hingga giginya bergemeletuk???

“Kamu demam, apa kita ke dokter saja??”

“Aku nggak mau.”

“Maafkan aku, aku sudah meninggalkan kamu.”

Clara tak menjewab, ia hanya mengeratkan pelukannya pada Reynald. Lelaki ini entah kenapa membuatnya luluh lantak, Lelaki di luar dugaannya, bukanlah lelaki membosankan seperti pegawai kantoran pada umumnya. Clara Bahkan merasa sangat penasaran dengan Kehidupan Reynald yang sebenarnya.

“Tidurlah.. Aku akan menghangatkanmu..” Kata Reynald lagi.

“Kamu punya tubuh bagus Rey..” Entah kenapa kata itu keluar dari bibir Clara secara tiba-tiba.

Reynald tersenyum, tak menyangka Wanita sombong ini tiba-tiba berkata seperti itu. “Aku nge Gym tiap hari.”

“Tapi kamu juga suka makan banyak. Dan kamu nggak gemuk.”

Reynald tak dapat menahan tawanya. Pada titik ini Reynald merasakan Clara seperti Wanita lugu dan lucu. Jika Clara seperti ini, mungkin Ia tak akan terlalu membencinya.

“Sudahlah.. Ayo tidur, supaya besok kamu sembuh.”

Clara mengangguk dan menenggelamkan Wajahnya di dada Reynald yang hangat dan nyaman. Menghirup aroma lelaki itu yang wanginya benar-benar memabukkan. Lalu mencoba memejamkan matanya berussaha tidur senyenyak-nyenyaknya.

Sedangkan Reynald, entah kenapa perasaannya semakin tak menentu. Ia memikirkan Dina, bagaimana dengan Dina?? Tapi disisi lain Clara juga membuatnya penasaran, seakan selalu membangunkan sesuatu dalam dirinya. Bahkan saat beersama dengan Clara entah kenapa berbagai macam pikiran-pikiran mesum keluar masuk dalam otaknya. Apa karena wajahnya?? Apa karena tubuhnya?? Entahlah.. yang jelas Reynald bahkan merasakan jika tubuhnya seakan terpanggil dengan tubuh Clara. Apalagi dalam keadaan seperti ini. Astaga… Reynald bahkan sangat frustasi karena ketegangan Seksual yang dirasakannya saat kulitnya bergesekan dengan kulit lembut Clara. Sial..!!!

-TBC-

Ada yang udah kangen abang Rey belom?? Kalo nggak ada ya dah aku kangenin sendiri… haahhahahaha 😛 😛

Advertisements

5 thoughts on “That Arrogant Princess – chapter 6 (“Aku akan menghangatkanmu..”)

  1. aku gk suka ama rey yang menjanjikan waktu pada dina untuk menunggunya
    hei…. gk ada yang tahu apa yang akan terjadi disatu menit kemudian kan
    bahkan keintimannya dengan clara seakan membuat rey makin menggebu-gebu dengan rasa penasarannya dengan clara
    makin gregetan ihhh

    Like

  2. Duhh rey plin plan dehh jadinya..

    Takut nantinya clara dan dina yang akan tersakiti..
    Huaaa…

    Keputusan rey bener ga tepat, ga ada yg tau kedepannya akan gimana…

    Like

  3. Akhirnya dina tau juga klo rey-clara akan menikah..dan sedikit gak suka liat rey yg ngasih harapan yg belum jelas ke dina..
    Tega juga si rey ninggalin clara di jalan, udah capek jalan jauh, kepanasan trus keujanan mana laper, komplit deh penderitaannya..nah skr pas udah ngeliat clara yg pingsan gara2 dia tinggalin dijalan, si rey jadi gak tega..rey mulai plin plan nih

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s