romantis

That arrogant Princess – Chapter 5 (Dia cantik)

TAP2That Arrogant Princess

Chapter 5

-Dia Cantik-

“Jadi Clara seorang Model??” Tanya Allea dengan lembut kearah Clara yang saat ini duduk di sebelahnya dan sesekali menyuapi Allea dengan masakan Mommynya yang di bawanya tadi.

“Iya Ma.. Kenapa? Mama nggak suka punya menantu Model?”

“Tidak, Apapun pilihan Rey, Mama pasti setuju kok.”

“Bagus dehh kalau begitu.”

Allea masih mengamati Clara, Wanita ini benar-benar terlihat angkuh dalam pandangannya. Clara bahkan tak berhenti mengangkat Dagunya, sangat berbeda jauh dengan Dina yang suka menunduk dan malu-malu. Kenapa Reynald bisa bersama dengan wanita ini?? Apa Reynald memiliki masalah hingga harus bersama dengan wanita ini???

Tak lama Reynald dan Renno Masuk kedalam ruang inap Allea, yaa kedua lelaki tersebut tadi sedang mengurus beberapa urusan luar, mennggalkan Allea hanya berdua dengan Clara.

Clara lantas menghampiri Reynald dan berbisik di telinga Reynald.

“Sialan..!! bagaimana mungkin kamu meninggalkanku sendiri di tempat membosankan ini??” Bisik Clara.

Tapi Reynald tak menghiraukan perkataan Clara, Reynald malah menghampiri sang Mama dan berbicara padanya.

“Ma.. Besok Mama sudah boleh pulang.” Kata Reynald dengan lembut.

“Benarkah?? Wahh bagus sekali, Mama sudah bosan disini.” Allea berkata dengan wajah bahagianya.

“jangankan Mama, Aku saja yang baru beberapa Jam disini sudah merasa sangat Bosan.” Gerutu Clara yang langsung mendapat tatapan membunuh dari Reynald.

Ya tuhan… Bisa-bisanya dia berkata seperti itu di hadapan kedua calon mertuanya??? Wanita ini benar-benar harus di ajari sopan santun. Gerutu Reynald dalam Hati.

“Baiklah Ma… Karena Besok Mama pulang, Maka Hari ini Kami akan menginap di sini.” Ucap Reynald sambil melirik kearah Clara disertai dengan senyuman kemenangannya.

“Menginap?? Apa maksud kamu Rey??” Claraa tentu saja kelabakan saat mendengar Reynald mengucapkan kata menginap.

“Kita menginap disini sayang… Jadi besok bisa mengurus kepulangan Mama.” Reynald tk berhenti tersenyum ketika melihat wajah panik Clara.

“Tapi aku besok ada pekerjaan, dan aku tidak membawa peralatan Make Up dan lain sebagainya.” Clara masih saja terlihat panik. Tentu saja, Ia kan tak pernah tidur sembarangan, belum lagi peralatan tempurnya seperti Make Up segala macam, ia tak membawanya. Clara tak bisa membayangkan bagaimana dirinya di depan umum tanpa Make Up. Ahhh Siall!! Reynald benar-benar mengerjainya.

Reynald menghampiri Clara dan berlaku seperti seorang kekasih dengan mengusap pipi lembut Clara dengan ibu jarinya. “Tidak perlu Sayang, Kamu sudah sangat cantik tanpa Make Up.” Tak lupa Reynald mengerlingkan Matanya seakan memberi tau pada Clara jika ini hanyalah permainannya.

Dengan kesal, Clara menginjak keras-keras kaki Reynald dengan stiletto yang di kenakannya. Membuat Reynald mengerang kesakita sambil terpincang-pincang.

“Maafkan aku sayang.. Bukankah tidak baik bermesraan di depan orang tua..??” kali ini Clara berkata dengan nada menggoda, lalu menarik tangan Reynald keluar dari ruangan.

“Apa yang kamu lalukan, bisa-bisanya kamu mengajakku menginap di tempat seperti ini??” Sembur Clara ketika mereka sudah berada di luar ruang inap Allea.

“Maaf Mbak.. Mas… Kalau mau bertengkar silahkan keluar, pasien merasa sangat terganggu.” Ucap seorang Suster yang baru keluar dari ruangan sebelah Ruang inap Allea. Yaa tentu saja, Clara mengucapkan kata-kata tadi dengan berteriak tanpa tau tempat.

“Heiii saya nggak peduli ya… Mau marah di mana saja itu urusan saya..” Kaali ini Clara malah marah terhadap suster tersebut.

“Tapi mbak.. maaf, ini rumah sakit dan butuh ketenangan.”

“Kamu nggak kenal siapa… Heeiiii apa yang kamu lakukan, lepaskann… turunkan aku..” Clara tak dapt melanjutkan kata-katanya ketika Reynald mulai memanggulnya seperti memanggul karung beras.

***

“Sialan.. lepaskan aku..” Claratak berhenti meronta meski mereka kini sudah berada di parkiran Rmahsakit.

Reynald menurunkan Clara, dan ketika Clara bersiap menamparnya dengan cepat Reynald menggenggam pergelangan tangan Clara, memenjarakannya kesampingdaan memepet tubuh Clara dengan tubuh kekarnya.

“Sialan lepaskan aku.”

“Aku tidak akan melepaskanmu sebelum kamu merubah sikap Brutalmu itu.”

“Brutal?? Heii, Jangan sembarangan bicara, Aku tidak Brutal.” Protes Clara.

“Dan cerewet.”

“Aku tidak cerewet.” Teriak Clara.

“Berhenti bicara atau aku akan menciummu lagi.”

Dan seketika itu juga Clara terdiam, Ia tak bisa membiarkan Reynald mencium dirinya semau lelaki itu, Enak saja. “Baiklah, aku akan diam. Tapi lepaskan aku Rey… Kamu membuat Kulitku luka.”

Dan seketika itu juga Reynald melepaskan Cengkeraman tangannya pada pergelangan tangan Clara. Dan terlihat jelas bekas kemerahan di kulit Clara.

“Lihat… ini memerah, Kulitku sensitif tau..” Gerutu Clara dengan memanyunkan bibirnya.

“Maaf, aku nggak tau. Kita bisa mengobatinya.”

“Nggak ada obatnya.” Jawab Clara ketus.

“Apa?? Kenapa bisa??”

“Sudah nggak usah banyak tanya, sekarang antar aku pulang.”

“Kita menginap disini Cla… Aku sudah bilang tadi.”

“Dan bukannya aku sudah bilang kalau aku tidak bisa menginap sembarangan tanpa peralatanku???”

“Ayolahh… Kamu jangan manja?”

“Aku nggak manja.”

“Kamu manja, Memangnya apa yang kamu butuhkan supaya bisa menginap disini??”

“Ranjangku.” Ucap Clara ketus.

Reynald tersenyum menyeringai. “Ohh jadi hanya ranjang?? Kita bisa menyewa Sebuah ranjang di hotel dekat rumahsakit ini.” Reynald berkata sembari menempelkan dirinya lagi kearah tubuh Clara. Dan entah kenapa itu membuat Clara terpengaruh.

“oke.. oke,.. Kita menginap disini. Tapi aku butuh sabun Bayi dan Toilet Bersih.” Akhirnya Clara mengalah.

Reynald tersenyum lalu tanpa di duga Reynald mengacak Poni Clara. “Wanita penurut.” Dan kemudian Reynald bergegas masuk kedalam mobil, meninggalkan Clara yag masih ternganga tak percaya dengan apa yang sudah di lakukan Reynald.

***

Clara kembali dari sebuah Apotek dengan wajah yang lebih segar, Rambutnya di ikat seadanya, wajahnya polos taanpa Make Up. Ya tuhan… Apa yang akan dikatakan Reynald saat dia melihatnya berpenampilan seperti ini?? Ahhh Masa bodoh, kenapa juga Ia memikirkan pendapat lelaki itu.

Clara masuk kedalam Mobil Reynald dengan menundukkan wajahnya, tentu saja sangat berbeda dari Clara yang biasanya mengangkat dagunya.

“Ada apa?? Kenapa kamu aneh??” Reynald bertanya saat melihat keanehan Clara.

“Sudah lah.. Jalan saja, nggak usah banyak tanya.” Ujar Clara dengan ketus tanpa mau memandang kearah Reynald.

“Cla… Aku nggak akan jalankan mobil sebelum tau apa yang terjadi.” Yaa.. tentu saja Reynald sangat penasaran, apa yang membuat Wanita di sebelahnya ini selalu menunduk dan tidak seperti biasanya.

Clara Lalu mengangkat wajahnya dan menatap Reynald dengan beringas. “Nihh lihat, kamu berhasil melihat wajah tanpa Make Up ku..”

Reynald meelihat Clara dengan ternganga tanpa Berkedip. Clara terlihat berbeda jika wajahnya polos tanpa hiasan apapun. Tak ada bulu mata tebal, tak ada warna lain di wajahnya selain warna putih pucatnya, tak ada Efek merah di pipi. Semuanya terlihat polos, bibirnya terlihat lebih tipis dari biasanya. Clara terlihat seperti wanita baik-baik yang polos.

Dan dia Cantik…

Reynald mendekatkan wajahnya kearah Clara, mengangkat Dagu Clara hingga mmbuat Clara ssedikit terkejut, mengusap lembut Pipi halus milik Clara dengan ibu jarinya.

“Kamu Cantik.”

Hanya itu yang dapat di katakan Reynald, entah kenapa Ia bisa mengatakan dua kata tersebut, Reynald menatap bibir tipis Clara dan pada saat itu entah kenapa ada rasa ingin menyentuhnya. Sambil menelan ludah dengan susah payah, Reynald menyentuh ujung bibir tersebut dengan ibu jarinya.

Clara merasakan sesuatu yang membakar dalam dirinya. Ada apa ini?? Kenapa Lelaki ini berperilaku aneh seperti ini??? tak ingin terbawa suasana, Clara akhirnya menampik tangan Reynald.

“Apa yang kamu lakukan?? Kamu mau mengejekku?? Jelas-jelas aku jelek tanpa Make Up.” Clara lantas mempalingkan Wajahnya hingga menghindari tatapan mata Reynald.

Reynald gelisah tak menentu sambil membenarkan letak duduknya. “Yaa.. Kamu memang jelek.” Ucap Reynald Datar sambil menjalankan mobinya. Sedangkan Clara hanya bisa puas dengan mengumpat dalam hati. Sialan…!!!!

***

Clara terbangun dengan badan yang sangat pegal dan kaku, Bahkan ia mersakan dirinya tak dapat bergerak karena ada seseorang yang sedang memeluknya dari belakang. Memeluk?? Clara sontak membuka matanya lebar-lebar, melihat ke arah perutnya yang ternyata benar jika ada seseorang yang sedang melingkarkan lengannya disana, pelan-pelaan Claraa menolehkan kepalanya kebelakang, Dan benar saja, Ada Reynald yang ssudah tidur di belakangnya dan sedang memeluknya. Mereka tidur bersama di Sofa ruang inap Mama Reynald yang sedikit lebih kecil untuk di tiduri mereka berdua.

Secepat kilat Clara mendorong Reynald hingga Reynald jatuh dari atas Sofa dan mengerang kesakitan.

“Astaga.. apa yang kamu lakukan??” Reynald sedikit berteriak karena kesal dengan Clara yang membangunkannya dengan Cara yang sangat tidak sopan.

“Harusnya aku yang tanya, apa yang kamu lakukan, Main peluk-peluk, enak saja.” Gerutu Clara tak mau kalah.

“Kalian sudah bangun??” Kali ini suara lembut Allea menyadarkn keduanya jika mereka tidak hanya berdua di dalam ruangan tersebut.

Reynald dan Clara menatap Allea dengan tatapan anehnya masing-masing.

“Mama kok sudah rapi?”

“Kan hari ini Mama pulang Rey.. ini sudah jam 10 siang, tadi mama mau bangunin kalian tapi nggak enak, Kalian pulas tidurnya.”

“Astaga… Jam sepuluh??” Clara berdiri dan sedikit berteriak panik.

“Kenapa lagi?” Tanya Reynald dengan menghela nafas panjang.

“Aku ada pemotretan jam satu nanti.”

“Aku sudah membatalkan semuanya.” Jawab Reynald dengan enteng.

“Apa?? Memangnya siapa kamu membatalkan semua jadwalku?”

Reynald tak menjawab, Reynald malah bergegas duduk di Ranjang mamanya dan mulai berbicara dengan mamanya.
Clara benar-benar sangat kesal dengan sikap Reynald. Akhirnya dengan menghentak-hentakkan kakinya Clara masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri.

***

“Rey.. Kamu nggak boleh kayak gitu sama Clara.”

“Biar Saja Ma… Sekali-sekali dia harus di kasih pelajaran.”

“Dia cantik dan terlihat berbeda jika tidak mengenakan riasan apapun di wajahnya.” Ucap Allea dan entah kenapa itu membuat Reynald sedikit Aneh. “Kamu benar-benar suka sama dia?”

“Mama ngomong apa sih?? Tentu saja Rey suka sama Clara Ma.. Kalau enggak mana mungkin Rey mau menikah dengannya.”

“Lalu bagaimana dengan Dina?”

Dan pertanyaan itupun menyadarkan Reynald jika sejak semalam entah kenapa tak ada sekalipun nama Dina melintas di pikirannya. Apa sudah secepat itukah Ia melupakan wanita yang sangat di cintainya tersebut??

“Emmm.. Kami sudah putus lama.” Reynald berbohong.

“Kamu jangan membohongi Mama Rey.. Mama tau kamu Bohong.”

“Sudah lah Ma.. yang penting, bulan depan aku menikah dengan Clara, bukan dengan Dina.”

“Mama hanya nggak mau kamu menyesal Rey..” Allea mengusap lembut pipi Puteranya tersebut. Yaa bagaimanapun juga Allea tak bisa memungkiri jika dirinya lebih mendukung puteranya tersebut dengan Dina, Wanita yang sudah sejak kecil ia Kenali. Tapi Allea tak pernah menutup kemungkinan untuk Clara, mungkin saat ini Allea masih sedikit kurang nyaman dengan Clara karena mereka baru saling mengenal, mungkin nanti jika sudah saling mengenal, mereka akan menjadi sepasang menantu dan mertua yang rukun dan Harmonis, Pikir Allea.

Lalu tiba-tiba pintu ruang inap Allea di buka oleh seseorang. Dia Renno dengan membawa orang di belakangnya, siapa lagi jika bukan Dina. Reynald menegang saat melihat sosok tersebut.

“Ehhh Dina juga kesini.” Sapa Allea dengan lembut.

“Iya Bu..” Dina memang selalu bersikap sangat sopan meski dirinya di istimewakan diantara pelayan lain di rumah Reynald.

“Kata Dokter sebenarnya kamu belum boleh pulang, tapi karena Kamu sudah bosan akhirnya kamu di bolehkan pulang tapi masih harus dengan perawatan intensif. Aku sengaja mengajak Dina kesini karena nanti dia yang akan merawat kamu. Jadi dia sendiri nanti yang akan mendapat interuksi dari dokter.” Jelas renno panjang lebar.

Allea tersenyum dan mengangguk, sedangkan Reynald benar-benar tak tau harus berbuat Apa. Dirinya tentu saja masih sangat Canggung jika harus berhadapan dengan Dina.

Tiba-tiba pintu kamar Mandi di belakang Reynald terbuka lebar, menampilkan Sosok Clara yang terlihat lebih segar dan cantik seperti orang yang selesai Mandi.

“Ternyata sudah kumpul semua, bagus deh..” Kata Clara tak menghilangkan nada angkuh dalam bicaranya.
Clara menatap wanita yang berdiri di sebelah Allea, sepertinya ia baru melihat Wanita tersebut. apa itu adik Reynald.?

“Ma.. Dia siapa?” Tanya Clara tanpa segan sedikitpun dengan panggilannya kepada Allea. Reynald yang mendenarnya bena-benar menegang.

Apalagi Dina, Raut penasaran jelas terlihat di wajahnya, Siapa Wanita ini???kenapa dia bisa berada disini? Kenapa Dia memangil Ibu Allea dengan sebutan Mama?? Apa dia.. Ahh tidak, tidak mungkin. Dina seakan berperaang dengan pikirannya sendiri.

“Sini Cla.. Ayo kenalkan, Ini Dina, Anak dari Bi Marni, Orang yang membantu Mama membesarkan Reynald.” Allea mengenalkan Clara dengan Dina.

“Haii..” Kata Clara yang tanpa basa basi langsung memeluk dan mencium kedua pipi Dina seperti bertemu dengan teman lama. “Kupikir Kamu adiknya Rey..”

Dina menggeleng dan tersenyum, “Saya Cuma pelayan rumah saja kok.”

“Tapi dia Istimewa Cla..” potong Allea. “Kami tidak pernah memperlakukannya sebagai pelayang, Jadi kami harap kamu nanti..”

“Wahh tenang saja Ma… Kalau aku nikah sama Rey Nanti, Aku akan menganggapnya sebagai temanku.” Jawab Clara dengan snyuman lebarnya. Tapi tentu saja Clara Bohong. Mana mungkin Ia mau berteman dengan anak seorang pembantu seperti Dina.

Clara bersikap manis Hanya karena ingin menyelidiki siapa Dina sebenarnya. Kenapa saat ada wanita Itu Ekspresi Reynald berubah menjadi sangat Datar, Dia juga jadi pendiam dan terkesan hati-hati dengan apa yang akan di katakannya, Clara jelas tau jika ada yang di sembunyikan Reynald darinya dan itu ada hubungannya dengan Dina.

Wajah Dina berubah memucat saat mendengar pernyataan Clara. Menikah?? Jadi Reynald meninggalkannya hanya karena ingin menikah dengan Wanita ini?? Dina bahkan merasakan matanya sudah berkaca-kaca saat menyadari jika Lelaki yang sangat dicintainya akan menjadi Milik wanita lain.

-TBC-

Yang udah kangen ama abang Rey silahan di baca.. hahhahaha

Advertisements

6 thoughts on “That arrogant Princess – Chapter 5 (Dia cantik)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s