romantis

That Arrogant Princess – Chapter 4 (Perasaaan Aneh)

TapProfileThat Arrogant Princess

Chapter 4
-Perasaan Aneh-

Clara merasakan Bibir panas itu menyapu habis bibirnya, melumatnya penuh dengan gairah. Clara tak pernah merasakan perasaan seperti saat ini. Perasaan dikuasai oleh seseorang karena biasanya dirinyalah yang menguasai orang-orang di sekitarnya.

Clara mencoba meronta, ingin menjauhkan diri dari Reynald, tapi lelaki yang sedang menndihnya kini sangatlah kuat. Clara bahkan tak dapat melakukan apa-apa selain membalas Ciuman panas dari Reynald.

Yaa.. Clara akhirnya membalas ciuman itu.. Ciuman yang semula hanya di jadikan sebagai hukuman untuk membungkan mulut Cerewetnya, akhirnya kini berubah menjadi Ciuman yang Sarat akan Hawa nafsu. Sesekali Clara bahkan mendengar suara erangan, entah itu darinya atau dari Reynald, Clara sendiri tak tau. Yang Clara sadari adalah saat ini dirinya sangat menikmati Momen ini. Momen dimana Dirinya merasakan perasaan Aneh yang membuncah dihatinya.

***

Reynald benar-benar tak sadar dengan apa yang sudah dilakkannya. Mencium wanita di atas tempat tidur dengan posisi yang sangat intim ciuman panas seperti saat ini barulah ia lakukan dengan Clara. Dengan Dina?? Astaga, Bahkan Reynald bisa menghitung berapa kali ia mencium Dina.

Reynald merasakan Rasa yang Aneeh pada Dirinya, Perasaan ingin memiliki Dan ingin menyatu dengan wanita ini benar-benar mendorongnya untuk melakukan Lebih. Reynald melepaskan pangutan bibir itu dan mulai mencumui Rahang Clara. Ohh rahang yang sangat feminim. Kulitnya Halus Dan Reynald sangat Suka. Yang dibawah sana sudah mengetat seketika. Sial..!! Reynald tak pernah seperti ini sebelumnya.

Reynald besar dengan didikan Allea, mamanya. Dari pada dengan Renno yang sering keluar kota, Reynald lebih dekat dengan Allea. Allea mendidiknya menjadi Sosok yang baik, Sopan, bertanggung jawab. Bukan menjadi Bad Boy seperti Ayahnya pada masa muda dulu. Bahkan Allea selalu mengajarkan Reynald untuk selalu menghormati wanita. Itu sebabnya Reynald selalu bersikap tenang, Ramah dan mengalah bahkan pada wanita menyebalkan seperti Clara.

Namun entah kenapa Saat ini Berbeda. Ciuman nya kepada Clara yang mendapatkan Balasan entah kenapa membangkitkan sesuatu didalam dirinya yang seakan tak pernah bangun dan tersentuh oleh siapapun. Reynald tak tau itu apa, yang Reynald yakini adalah sesuatu itu membuatnya Gila dan ingin segera memiliki Wanita di bawahnya kini.

Reynald mulai mencumbui Sepanjang Leher jenjang Clara. Astaga… Aromanya bahkan membuat Reynald tak ingn berheti mencumbui Wanita ini.
“Rey… Arrgghh…”

Clara mengerang saat telapak tangan Reynald tanpa permisi mendarat di dadanya. Ahh.. Sialan..!!! lelaki ini benar-benar Sialan..!! Clara ingin menolak tapi entah kenapa tubuhnya menghianati pikirannya.

Dan ketika Reynald mulai menyentuh kulit dadanya yang lembut itu, Clara seperti tersentak akan Sesuatu. Sial!! Ini tidak benar, kenapa bisa dirinya jatuh terjerembab dalam pesona Seorang Reynald Handoyo..???

Sekuat tenaga Clara mendorong cepat Dada Reynand hingga Reynald menghentikan Aksinya. Reynald menatap tajam kearah Clara, begitupun sebaliknya. Clara melihat Mata Reynald yang sudah berkabut penuh dengan gairah, mungkin matanya juga. Tapi Clara menepis pikiran-pikiran kotor tersebut.

“Aa.. Apa yang kamu lakukan??” Clara mencoba berbicara setegas mungkin namun nyatanya tidak bisa. Suaranya serak dan terpatah-patah.
“Aku akan mengajarimu bahwa hubungan kita tidak main-main.”
“Kamu Gila? Minggir sana.” Clara mendorong-dorong dada Reynald tapi Reynald tak bergeming sedikitpun.
“Kamu menikmatinya Kan?” Tanya Reynald dengan senyuman mengejeknya, senyuman penuh dengan kemenangan.
“Sialan.! Aku bilang minggir.” Clara mulai berteriak.
Akhirnya dengan senyuman kemenangannya Reynald bangkit Dan berdiri meelihat Clara yang masih berantakan karena ulahnya. Clara Akhirnya bangkit dan tanpa di duga…

‘Plaaakkk’

Tamparan keras itu mendarat tepat di pipi kiri Reynald.
“Itu harga yang kamu bayar karena sudah lancang menciumku.” Kata Clara dengan ketus lalu bergegas masuk kedalam kamar mandi. Sedangkan Reynald meraba Pipinya yang sudah merah akibat tamparan keras Clara. Bukannya marah, Reynald malah tersenyum penuh dengan kemenangan.
‘lihat, Sedikit demi sedikit aku akan menundukkan kesombonganmu, Dan saat itu terjadi. Aku akan membuatmu menekuk lutut di hadapanku.’ Tekat Reynald dalam hati.

***

Clara masuk kedalam kamar mandi. Marah..?? tidak bukan perasaan marah yang ia rasakan. Clara menyandarkan punggungnya di dinding kamar mandi sambil mengusap Dadanya. Dada yang sejak tadi tak berhenti berdegup kencang karena perakuan Reynald.

Clara mengusap bibirnya.. rahangnya.. lehernya.. tempat bibir Reynald tadi berada. Ahhh Sial..!! kenapa bisa bibir itu mempengaruhinya??? Pikirannya mulai kacau, pikiran-pikiran erotis sketika menyelimuti pikiran Clara, membuat Clara menggelengkan kepala keras-keras untuk menepis segala pikiran kotor tersebut.

Bagaimana mungkin dirinya bisa memikirkan hal aneh disaat seperti sekarang ini?? Sialan..!! ini semua gara-gara Lelaki tak tau sopan santun terssebut. Lelaki sialan.!!!

Clara tak berhenti mengumpat sambil membersihkan diri dan membenarkan penampilannya. Setelah selesei, Clara mengambil nafas dalam-dalam dan mulai keluar dari dalam kamar mandi. Dan Clara sedikit heran karena tidak ada Reynald disana. Apa lelaki itu marah karena ia sudah menamparnya?? Bagaimana jika Reynald marah dan membatalkan pernikahan mereka nanti?? Tidak, Itu tidak boleh terjadi. Itu tandanya Clara harus eniggalkan dunia permodelan karena tidak menikah dengan lelaki Kriteria sang Daddy.

Akhirnya Clara berlari keluar kamarnya berharap bida mengejar Reynald. Namun sesampainya di ruang tengah Clara dapat bernafas lega karena melihat Reynald sedang berbicara dengan Daddynya lengkap denga beberapa senyuman yang menghiasi wajah tampan tersebut.

‘Deg.. Deg.. Deg..’

Lagi-lagi Clara meraba Dadanya yang seakan bergetar, berdetak kencang saat melihat Wajah tampan itu tersenyum. Tampan, Yaa.. sangat tampan, Clara sangat sadar jika lelaki yang menciumnya tadi adalah lelaki yang Tampan, tapi selalu berwajah datar dan suram. Entah kenapa saat ini berbeda. Reynald tersenyum dan itu membuat Perasaan Clara semakin tak karuan.

Sialan..!! kenapa bisa seperti ini??

Clara melangkahlkan kakinya dan mengenyahkan kegugupan yang dirasakannya, Clara mencoba bersikap sewajar mungkin dengan mengangkat dagunya dan berkata seketus mungkin.

“Rey, Ayo balik. Aku ada kerjaan.” Ajak Clara tanpa memandang wajah Reynald. Yaa tentu aja dia tak akan berani memandang Wajah Reynald yang penuh dengan kemenangan tersebut.
“Lohh sayang, Makan malam dulu disini. Mommy masak banyak loh.” Mommy Clara berbicara sambil menata makan malam di meja makan.
“Lain kali saja Mom, Aku banyak kerjaan.”
Reynald berdiri dan mulai berbisik di telinga Clara. “Kita makan malam disini.”
Clara memutar matanya kearah Reynald. “Heyy Kamu siapa, Bisa-bisanya mengatur kehidupanku.”
“Aku Calon suamimu, kita kaan menikah bulan depan. Dan aku nggak suka punya istri yang tidak sopan dengan orang tua.”

“Kolot.” Kata Clara dengan memutar matanya jengah. Mau tak mau Clara menuruti kemauan Reynald yaitu makan malam dengan keluarganya. Astaga.. setelah ini dirinya harus mengelilingi stadion supaya lemak-lemak yang dimakannya malam ini tidak tertinggal di tubuh rampingnya.

***

Reynald menatap piring Clara dengan heran. Hanya Ada sekelumit Nasi dan sayur Capcay. Apa Wanita ini hanya makan ini?? apa dia tidak kelaparan??
“Kenapa?” Tanya Clara sedikit risih melihat Reynald yang sejak tadi menatapnya.
“Kamu hanya makan itu?”
“Terus aku harus makan apa? Mereka semua berlemak, Nggak baik untuk tubuh dan kulitku.”

Ahh Sialan wanita di sebelahnya ini. Bisa-bisanya dia berbicara dengan penuh keangkuhan seperti itu, apa dia tidak menghargai ibunya yang sejak sore sibuk memasak untuknya???

“Bisa-bisanya kamu bicara seperti itu. Mommy sudah sibuk masak Sejak sore Cla, harusnya kamu menghargai.”
“Tidak apa-apa Nak Reynald, Clara memang tidak biasa makan baanyaak. Lambungnya akan bermasalah. Belum laagi beberapa Alergi yang di deritanya.” Jawab ibu Clara dengan lembut dan penuh dengan senyuman.
Ahh yaa tentu saja wanita ini tumbuh menjadi wanita tersombong yang penah ada, karena ternyata keluarganya saja memanjakannya seperti ini. Wanita ini Harus di ajari jika tidak semua keinginannya dapat terjadi.
“Mom, Saya boleh bungkus makanan ini? Makanannya enak, Saya mau membawanya kerumah sakit.”
“Benarkah Nak Reynald mau membawanya?? Ahhh senang sekli.” Terlihat wajah bahagia dari wajah ibu Clara.

Clara memandang Reynald dengan tatapan sinisnya. “Cari Muka.” Ucap Clara dengan sinis.

Sedangkan Reynald tak menghiraukan ucapan Clara, dia meneruskan maan malamnya dengan semangat, entah kenapa ada perasaan nyaman saat bersama dengan keluarga Clara, seperti ia sedang bersama dengan Mama papanya. Aneh, Sunggng aneh. Harusnya Reynald merasa terbebani dengan ini semua, tapi nyatanya tidak.

***

“Kok kita ke Apartemenku sih.?? Katanya mau kerumah sakit?” Clara sedikit bingung karena Reynald memparkirkan Mobilnya di area parkir Apartemennyaa.
“Ganti bajumu.”
“Apa?? Kenapa??”
“Kenapa kamu bilang? Aku nggak mau kamu menemui ibuku daam keadaan setengah telanjang.”
“Haahh Setengah telanjang?? Hello.. Kamu nggak tau Fashion terkini yaa?”
“Aku nggak peduli dengan Fashion sialanmu itu. Yang aku ingin adalah Ibu dan ayahku mengenal calon istriku sebagai wanita baik-baik.”
“Trus kamu pikir aku bukan wanita baik-baik??”
“Iya.”
“Sialan..!!!” Umpat Clara. “Kalau tau kamu orangnya Kuno dan kolot, aku nggak akan mau meminta untuk kamu nikahi.” Clara laalu keluar dari mobil Reynald dengan perasaan kesalnya.

***

Tak lama Clara kembali dengan Dress yang lebih panjang dan lebih sopan. Dan itu membuat Reynald tersenyum senang. Ternyata walau menyebalkan, Wanita ini cukup penurut. Pikirnya kala itu. Reynald akhirnya mulai menjalankan mobilnya dengan Clara yang duduk di sebelahnya.

“Aku harus bicara apa sama Mama kamu Rey??” Tanya Clara tiba-tiba.

“Bilang saja kalau kita akan menikah awal bulan depan.”
“Kamu yakin menuruti kemauan Daddy ku?? Astaga, Apa kamu belum nyambung juga jika aku nggak bisa pernikahanku terlihat biasa-biasa saja tanpa persiapan yang Wooww.”
“Apa pernikahan ini sangat berarti untuk kamu?? Tidak kan?”
“Yaa walaupun pura-pura tapi aku ingin semua serba Mewah Rey, aku ini Model papan atas.” Jawab Clara tanpa meninggalkan kesan sombongnya.
“Kamu tenang saja, Orang-orangku akan mengatur pernikahan kita nanti.”
Entah kenapa Clara jadi sedikit merinding saat mendengar Reynald mengucapkan kata ‘Pernikahan Kita’ dengan santainya.
“Apa pernikahan ini berarti untukmu Rey??” Dan akhirnya pertanyaan yaang bagi Clara menggelikan itu akhirnya keluar juga dari Bibir Clara.
“Tidak.”
Clara menegang saat Reynald berbicara dengan tegas tapi datar.
“Tapi setidaknya ini akan menjadi pernikahan terakhirku.”
“Apa maksud kamu.?? Ingat yaa Rey.. kita akan bercerai sesuai kesepakatan awal kita.”
“Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup.” Jawab Reynald dengan pasti. ‘Dan itu bukan denganmu.’ Tambahnya lagi kali ini dalam hati.

Sedangkan Clara hanya membulatkan matanya karena perkataan Reynald. Sekali seumur hidup?? Apa itu tandanya Reynald tak akan menikah dengan wanita lain lagi setelah bercerai dengannya nanti?? Kenapa?? Ahh Persetan dengan apa yang di lakukan lelaki sialan di sebelahnya kini.

***

Reynald membuka pintu ruang inap kamar Mamanya. Dan mendapati sang mama sedang dalam posisi setengah duduk, menonton televisi dengan papanya yang duduk di sebelahnya. Mereka sontak melihat kearah Reynald yang baru masuk kedalam ruangan tersebut.
“Malam Mah.. Pah..” kata Reynald yang langsung menghambur dalam pelukan Mamanya
Clara yang melihatnya sedikit aneh dengan pemandangan d hadapannyaa. Yaa rupanya alau memiliki badan tinggi besar dan juga Ekspresi dingin seperti Bos-Bos peerusahaan pada umumnya, Reynald ternyata sosok yang sayang keluarganya, terbukti bukan dengan dia Rela menikahi Clara hanya demi darah untuk ibunya.
Allea dan Renno sedikit Heran dengan sosok wanita cantik yang ternyata sejak tadi berada di belakang Reynald.
“Rey.. Siapa Dia?” Allea bertanya sambil menatap Clara dari ujung rambut hingga ujung kakinya.
“Emm Mah.. Kenalkan Dia..”
“Saya Clara Adista. Calon istri Reynald.” Kata Clara tanpa basi-basi lagi sambil berjalan dengan penuh percaya diri kearah allea dan memeluknya. “Mama cepat Sembuh Yaa..” Kata Clara Lagi sambil memeluk Allea.
Allea dan Renno tentu saja memandang kearah Reynald dengan tatapan Terkejutnya. Berbagai macam pertanyaan muncul di benak Allea dan Renno. Mulai dari bagaimana bisa puteranya tersebut memiliki calon istri?? Kenapa Mereka tidak mengenal Clara sebelumnya?? Bagaimana dengan Dina?? Dan kenapa Reynald bisa memilih wanita ini??
Sedangkan Reynald sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya. Astaga… Dari mana datangnya Wanita menyebalkan ini?? apa ia terkena kutukaan hingga Harus berurusan bahakan menikah dengan Wanita ini?? Siall!!!

-TBC-

maaf lama Postnya… karena badan kurang Fit… BTW buat yang sudah punya PW ceritaku.. selamat membaca aja yaakkk… ngebut2 tuh yaa bacanya karena nanti bulan depan TLK, BIY sama ME udah terbit dan ada Versi buku novelnya yang tentunya lebih keren lagi. dan karena udah terbit, maka sebagian cerita akan di hapus yaakk… mohon mengerti yaakkk…

Advertisements

4 thoughts on “That Arrogant Princess – Chapter 4 (Perasaaan Aneh)

  1. huhuhu clara mulai nurut sedikit demi sedikit
    bagus reynald bikin clara makin bertekuk lutut ama kamu
    kan aku jadi ikutan gemes and gregetan sendiri
    perasaan perasaan seperti getar” cinta kayaknya mulai merasuki hati keduanyawalau belum disadari sepenuhnya

    Like

  2. Takut salah jalan pernikahan mereka..
    Apalagi clara terlihat keras kepala dan rey yg bener2 pengen ngerubah clara..

    Oke kasian ama dina di sini..
    Ga kebayang ekspresi dia nanti…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s