Roman Fantasi

My Beautiful The Witch – Chapter 2

MbtwMy Beautiful The Witch

NB : Tinggalkan Logika kalian jika ingin membaca cerita ini…. dan mari masuk kedalam imajinasi dan fantasi Author Gaje yaakk…

*Cuplikan Chapter 1

“Robb.. Apa Kau.. Seorang…”
“Penyihir.?” Kali ini Robb melanjutkan pertanyaan Ellie. “Aku manusia biasa Ellie, jika Kau mengira aku penyihir karena Warna Mataku, Kau salah.” Kata Robb sambil tersenyum. “Aku bahkan Hidup untuk memberantas para Penyihir yang berkeliaran di muka bumi ini.” Jawab Robb dengan tegas yang entah kenapa mampu membuat Ellie merinding karena perkataannya tersebut.

Chapter 2

 

Hari ini Ellieora bertekat untuk masuk kedaalam hutan. Bulan purnama akan terjadi dua hari lagi, sedangkan dirinya belum memiliki apa yang diperlukan dalam ritual yang dilakukannya dalam bulan purnama tersebut. Akhirnya ia memutuskan untuk mencarinya hari ini.

Ellieora masuk kedalam Hutan yang semakin lebat hanya untuk memburu seekor Unicorn, Makhluk berbentuk seperti kuda dengan sebuah Tanduk di dahinya. Makhluk suci. Ellieora memburunya untuk diambil jantungnya dan di masukkan kedalam sebuah Ramuan yang dibuatnnya setiap bulan purnama tiba.

Tidak seperti penyihir pada umumnya yang lebih memilih membunuh Manusia pada bulan purnama, Ellieora dan keluarga sekaligus penyihir putih lainnya lebih memilih jantung Unicorn sebagai bahan Ramuannya dibandingkan dengan jantung manusia.

Ya… Ellieora adalah seorang penyihir…

Penyihir berdarah putih. Ada perbedaan pada dunia penyihir. Ada penyihir hitam yang cenderung lebih jahat dan ada pula penyihir putih yang sebenarnya tidak ingin menampakkan diri sebagai Penyihir. Para penyihir putih lebih suka menyendiri dan berbaur dengan manusia seperti layaknya manusia biasa. Mereka tidak menggunakan kekuatan sihirnya dimanapun seperti yang dilakukan penyihir Hitam.

Penyihir putih biasanya Lahir penuh dengaan kesucian, darah pertamanya didapatkan dari tetesan darah suci Unicorn, bukan seperti penyihir hitam yang sangat menolak dengan darah Unicorn.

Sudah menjadi Tradisi jika setiap bulan purnama para Penyihir membuat sebuah Ramuan untuk memperkuat dirinya. Ramuan tersebut terdiri dari bermacam-macap tumbuhan langkah, Dan Jantung. Jika penyihir putih lebih memilih Jantung Unicorn, maka Penyihir Hitam memilih Jantung Manusia. Kabarnya, Jantung manusia akan membuat paraa penyihir semakin kuat bahkan melebihi dari memakan jantung Unicorn. Itu sebabnya para penyihir Hitam kebanyakan lebih kuat dibandingkan para penyihir putih.

Ellieora menghentikan langkahnya ketika dirinya menemui sungai kecil yang amat sangat bening. Ellieora ingin meminum air sungai tersebut. Tapi sebelum meminumnya, Ia menatap wajahnya terlebih dahulu diatas pantulan air dihadapannya.

Wajah cantiknya… tapi bukan itu yang membuat Ellieora tersenyum merekah. Ia tersenyum saat melihat Matanya, Mata yang berwarna cokelat biasa seperti manusia disekitarnya, bukan berwarna kuning cerah seperti penyihir pada umumnya.

Beberapa tahun yang lalu, sang ibu yang merupakan seorang Ahli Ramuan menemukan Ramuan yang dapat mengubah warna mata seorang penyihir. Dan Ellieorapun rela mencobanya, meski dirinya harus menahan sakit selama berminggu-minggu karena ramuan tersebut. Ellieora bahkan sempat tak bisa melihat selama beberapa Hari karena efek dari ramuan tersebut. kini, Hasilnya sungguh memuaskan untuknya. Matanya berwarna biasa layaknya seorang manusia pada umumnya.

Ellieora merasakan seorang sedang memperhatikanya dari belakang, Ia membalikkan tubuhnya dan mendapati tigaa orang lelaki asing sedang memandanginya dengan mata kelaparan. Lelaki Hidung belang tentunya.
“Apa yang Kau lakukan di dalam hutan sendirian Manis..” tanya seorang lelaki yang berperawakan Tinggi besar itu.
“Apa yang kalian inginkan?” tanya Ellieora sambil sdikit memundurkan langkahnya.
“Kami tidak akan berbasa-basi lagi. Kami menginginkan tubuhmu.” Kata seorang lelaki tinggi tapi kurus tersebut sambil menyambar lengan Ellieora.
Kedua lelaki tersebutpun mengikuti aksi temannya yang sudah mencekal pergelangan tangan Ellieora. Ellieora meronta sekuat tenaga, berharap jika ada seseorang yang dapat membantunya. Tapi sepertinya Nihil. Mana ada orang didalam hutan lebat seperti ini.
Ellieora merasakan beberapa bagian pada kulitnya perih karena Cakaran dari lelaki-lelaki tersebut. bajunyapun sudah koyak, Ia tak bisa menahannya lagi. Hampir saja Ia mengucapkan Manteranya jika suara Lelaki itu tidak muncul dibalik Rimbunnya semak belukar.
“Lepaskan Dia.” Kata lelaki tersebut dengan dingin.
“Heii.. siapa Kau.. Kau berani dengan Kami.? Jika Kau menginginkan mangsa, carilah yang lain, wanita ini milik kami.” Kata Lelaki bertubuh tinggih besar yang sedang mencengkeram lengan Ellieora dengan keras.
“Aku tak menginginkan yang lain. Aku menginginkannya.” Kata Lelaki itu tegas. Dan tanpa banyak bicara lagi lelaki itu menghajar satu persatu lelaki yang berada di hadapannya tersebut hingga para lelaki hidung belang tersebut lari tunggang langgang.
Lelaki tersebut lalu menghampiri Ellieora, membuatnya sedikit bergidik takut. Siapa Lelaki ini?? Bagaimana mungkin dia bisa menghajar para lelaki hidung belang tersebut dengan tangan kosong dan hanya sendiri??
“Kau Baik-baik saja.?” Tanya lelaki tersebut dengan suara Gagahnya.
Ellieora hanya bisa mengangguk, Ia merasakan Dagunya diangkat dan diperhatikan oleh lelaki tersebut. Ohh lelaki ini benar-benar sangat tampan. Aromanyapun memikat, membuatnya membayangkan bermacam-macam Hal aneh dalam fikirannya. Dan matanya.. Astaga… kenapa lelaki ini memiliki mata seperti seorang penyihir..?? Apa dia seorang penyihir???
Lelaki itu lalu melepaskan Mantelnya, memberikannya kepada Ellieora, Ellieora tersentak, tak pernah ada lelaki yang memperhatikannya seperti ini. Emm bukan karena tidaak ada yang ingin memperhatikannya melainkan Memang dirinya tidak pernah sedekat ini dengan seorang lelaki.
“Pakai ini, Bajumu tak layak pakai.” Kata Lelaki tersebut yang suaranya kini sudah parau seperti sedang menahan sesuatu.
“Terimakasih Tuan.” Kata Ellieora pelan.
“Aku Robbin William. Panggil saja Robb. Siapa Namamu.?”
“Ellieora.”
“Kau dari mana. Kenapa Kau berada dalam hutan lebat seperti ini sendiri.?”
“Aku… emm.. aku..”
“Kau tak memiliki tempat tinggal.?” Tanya Robbin lagi.
“Aku memilikinya di sana.” Ellieora menuntuk kesebuah Arah. “Aku mencari sesuatu di dalam Hutan.”
“Setidaknya Kau harus mengajak seseorang. Disini tak Aman.” Kata Robbin Lagi.
“Tuan..”
“Panggil saja Robb, Aku terlalu muda untuk panggilan tersebut.”
“Robb.. Apa Kau.. Seorang…”
“Penyihir.?” Kali ini Robbin melanjutkan pertanyaan Ellieora, Ellieora tersentak dengan kata-kata Robbin yang memotong pertanyaannya. “Aku manusia biasa Ellie, jika Kau mengira aku penyihir karena Warna Mataku, Kau salah.” Kata Robbin sambil tersenyum. “Aku bahkan Hidup untuk memberantas para Penyihir yang berkeliaran di muka bumi ini.” Jawab Robbin dengan tegas yang entah kenapa mampu membuat Ellieora merinding karena perkataannya tersebut.

***

Ellieora akhirnya berjalan tertatih-tatih dengan Robb disebelahnya yang setia menuntunnya. Mereka menuju kepada Kuda Robb yang di ikat di sebuah pohon. Kuda Hitam nan gagah, sangat pantas dimiliki oleh seoran Robbin William.
“Naiklah, Aku akan mengantarmu pulang.” Kata Robbin Kemudian.
“Tidak Robb, Aku bisa pulang sendiri.”
“Aku memaksa Ellie.”
Akhirnya dengan bantuan Robbin, Ellieorapun menaiki kuda tersebut. dan tanpa disangka Robbin juga ikut menaiki kuda tersebut. Bahkan memeluk Ellieora dari belakang.
Ellieora merasakan bulu kuduknya berdiri, perasaan aneh menghampirinya, Ototnya seakan Kaku tak berani menggerakkan setiap inci dari tubuhnya. Lelaki di belakangnya ini sangat mempengaruhinya.
“Rumahmu dimana Ellie??” Suara Robbin membuat tubuh Ellieora bergetar. Ahh ssuara yang sangat merdu dan yaa.. sangat menggairahkan.
“Dii.. Disana.. Di sebelah utara sungai itu.” Kata Ellieora sambil menunjuk kearah sungai kecil.
“Apa yang Kau cari di dalam huta seperti ini Ellie??”
“Aku.. Aku…”
“Aku mencari sebuah Jamur untuk temanku yang sedang terkena Racun ular. Tapi aku bingung harus mencarnya kemana.” Kali ini Robbin malah becerita tentang masalahnya.
“Racun Ular?? Emmm aku mungkin bisa membantumu Robb.”
“Ohh Yaa..?? Benarkah?”
“Tentu saja. Ibuku adalah seorang Tabib dan juga Ahli ramuan, Dia pasti bisa menolong temanmu.”
“Benarkah? Jika itu benar, berarti aku sangat beruntung bertemu denganmu Ellie..” kata Robbin dengan sungguh-sungguh. Sedangkan Ellieora hanya dapat tersipu-sipu dengan pernyataan Robbin.

***

Robbin masih memacu kudanya dengan sebelah tangannya. Nafasnya memburu ketika sesekali kulitnya bersentuhan dengan kulit lembut Ellieora. Astaga.. Wanita ini benar-benar mempengaruhinya. Robbin bahkan tak mengingat kapan terakhir kali dirinya berhenti di kedai minuman dan berakhir dengan beberapa wanita bayaran.
Robbin menginginkan wanita dihadapannya ini, Wanita yang dengan sengaja ia peluk dari belakang..
“Ellie.. Apa kita tidak tersesat.” Tanya Robbin kemudian ketika mendapati dirinya masuk kedalam hutan yang semakin lebat. Bukan hanya itu, Bahkan rerumputan di dareah ini tumbuh subur hingga selutut, belum lagi tanaman-tanaman berduri dan juga semak belukar yang seakan memperlihatkan jika daerah ini tak pernah di lewati manusia sebelumnya.
“Tidak Robb, Kita tidak tersesat.” Ellieora menjawab dengan pasti.
“Tapi daerah ini seperti tidak pernah tersentuh oleh manusia Ellie.”
“Percayalah padaku Robb.”
Dan Robbin tak memiliki pilihan lain selain mengikuti arahan dari Ellieora. Robbin memacu kudanya lebih perlahan karena tanaman-tanaman berduri itu semakin tumbuh lebat. Tak lama jalan yang dilewati oleh mereka semakin terbuka, semakin lebar, tak ada lagi tanaman berduri, atau semak belukar tinggi. Yang ada hanya Pepohonan Besar yang sangat jarang sekali Robbin lihat, bahakan mungkin tak pernah dilihatnya.
Robbin ternganga mendapati pemandangan di hadapannya. Banyak tumbuhan-tumbuhan aneh yang tak pernah ia lihat.
“Kita dimana Ellie..?”
Ellieora sedikit tersenyum melihat wajah tampan Robbin yang sedikit terkagum dengan keadaan d sekitarnya.
“Kita berada di daerah rumahku. Itu rumahku Robb.” Kata Ellieora menunuk kehadapan mereka.
Tepat dihadapan mereka berdiri sebuah Pondok sederhana dari kayu. Hanya Pondok kecil. Namun terlihat bersih. Berbagai macam tanaman tumbuh di sekitar pondok tersebut. Ahh Yaaa bukankah tadi Ellie nmengatakan jika ibunya seorang ahli ramuan?? Tentu saja akan banyaak tanaman obaat langkah di sekitar rumah mereka.
Robbin mengehentikan Kudanya. Dia turun lalu membantu Ellieora turun dari kudanya. Keadan Ellieora sudah membaik, tidak lemah seperti tadi. Robbin mengikat kuda hitamnya di sebuah Pohon yang mirip dengan pohon pinus, tapi sedikit lebih aneh menurutnya.
“Ellie.. apa ini Masih di bumi?”
Ellieora tersenyum melihat Wajah Robbin yang terlihat polos. “Tentu saja Robb. Memangnya ada apa?”
“Entahlah, aku merasa ada yang aneh disini.”
“Tak ada yang Aneh Robb.. percayalah.”
Walau Robbin mencoba untuk percaaya, nyatanya hatinya masih memungkirinya. Yaa.. ada yang aneh disini. Tanaman liar tadi, semak belukar dan tanaman berduri tadi seakan-akan sengaja di tanam untuk menyembunyikan tempat yang mirip dengan surga ini.
Robbin mengikuti Ellieora masuk kedalam Area pondok tersebut. Saat Ellieora membuka Pintu pondok tersebut, nampaklah seorang wanita paruh baya berambut Putih mengkilap, Dan juga mata berwarna Kuning cerahnya. Wanita itu sama sekali tak terlihat sebagai ibu Ellieora, Wajahnya menegaskan jika ia lebih cocok disebut sebagai Kakak Ellieora.
Sontak Robbin mundur dan menarik pedang yang sejak tadi terikat di pinggangnya.
Ellieora tersentak. Saat mendapati Robbin di belakangnya mengaambil Ancang-ancang untuk menebas kepala seseorang yang berada dihadapannya.
“Ada apa Robb..??” Tanya Ellieora degan sedikit Khawatir.
“Siapa dia?” nada suara Robbin mendingin, tidak seperti tadi yang terkesaan lembut dan bersahabat.
“Robb dia Elaine, Ibuku.” Jelas Ellieora.
“Apa Dia penyihir?” Robbin Masih kukuh dengan Posisinya yang siap menebas kepala lawannya.
Ellieora baru sadar. Yaa tentu saja, Bukankah tadi Robbin berkata jika dia hidup dengan memberantas para penyihir?? Sedangkan Elaine tentu saja terlihat sangat jelas sebagai seorang penyihir dengan Rambut putih anehnya dan juga Mata kuning Cerahnya. Apa Ellieora haruss mengaaku?? Tidak, Ellie tak ingin mengaku.
“Tenang Robb, Elaine bukan Penyihir.” Ellieora berbohong. Sedangkan ibunya,Elaine, nampak bingung dengan apa yang sudah dikatakan sang Puteri.
“Kenapa Matanya berwana…”
“Bukankah Matamu juga berwarna seperti Penyihir Robb??” Ellieora memotong kalimat Robbin. “Robb percayalah, Kami manusiaa biasa, Elaine hanya pernah mengalami kesalahan saat meramu sesuatu hingga membuat Matanya berubah seperti penyihir.” Elliora lagi-lagi berbohong.
“Kau yakin Ellie.”
“Aku bersumpah Robb.” Ellieora berkata dengan pasti.
Robbin mengembalikan pedangnya pada tempatnya semula. “Baiklah, kali ini aku percaya padamu Ellie.” Kata Robbin kemudian.
Ellieora menghela nafas lega.”Robb, kenalkan Dia Elaine, ibuku. Dan ibu, Dia Robbin William, Lelaki yang sudah menolongku.”
Keduanya akirnya saling bersalaman. Ketika kulit Elaine menyentuh permukaan kulit Robbin, Bayangan akan sesuatu muncul begitu saja dalam kepala Elaine.
“Kekuatan… Keabadian… Tak Tertandingi…” Racau Elaine seperti seorang yang sedang meramal sesuatu. Ellieora dan Robbin saling bertatap mata seakan-akan menyatakan jika mereka berdua sama-sama tak mengerti dengan apa yang dikatakan Elaine.
“Apa Kau seorang Penyihir?” tanya Elaine tanpa basa-basi kepada Robbin.
“Tidak, Saya hanya maanusia biasa.” Jawab Robbin dengan tegas.
“Tidak Nak.. Kau bukan manusia Biasa..” Kata Elaine sambil sedikit tersenyum lalu masuk kedalaam pondoknyaa tanpa berpamitan dengan Elliora dan Robbin.
Sedangkan Robbin dan Ellieora saling pandang dengan tatapan tanda tanyanya masing-masing. Apa yang dimaksud dengan perkataan Elaine tadi?? Benarkah Robbin bukan manusia biasa??

 

-TBC-

Roman fantasi ini memang Slow update.. karena aku nulisnya enjoy… nggak ada yang baca dan nggak ada yang pengen cepet2 baca alhasil aku Update cerita ini Slow dan santai bgt…  hehhehe

 

new1          new2

Advertisements

5 thoughts on “My Beautiful The Witch – Chapter 2

  1. itu karna terlalu fokus ama love in the dream ama my brown eyes
    jadinya agak sedikit terlupakan
    tapi tetep makin seru kok
    kalo dipostnya cepet kayak yang lain mah oke banget
    biar puas baca semuanya hehehehe
    kalo robb ama ellieora jadi pasangan mungkin mereka jadi pasangan penyihir yang kuat

    Like

  2. Suka mbaa.. Pliss jangan diabaikan untuk update on time mbaa,, 😂😂😂
    Apalagi aku juga suka film mirror2 (penggemar lily collins) hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s