romantis

That Arrogant Princess – Chapter 3 (Wanita Menyebalkan)

TapProfileThat Arrogant Princess

Chapter 3

-Wanita Menyebalkan-

Dina keluar dari dalam Mobil Reynald dan langsung Menuju ke kamarnya di dekat Dapur. Sedangkan Reynald hanya menatap punggung Dina dengan tatapan sendunya. Berakhirlah sudah impiannya bersama dengan wanita yang sangat di cintainya tersebut.
Reynald ingin Marah, Tapi dengan siapa?? Reynald tak mungkin menyalahkan keadaan. Mamanya pernah berkata, ‘Seberapa buruk keadaan yang pernah kita alami, yakinlah jika akan ada kebahagiaan dibaliknya, Ingat, akan selalu ada pelangi setelah Hujan.’ Kata Allea pada saat itu.
Reynald akhirnya melangkah dengan langkah Gontainya menuju kekamarnya yang berada di lantai dua. Reynald menghempaskan Dirinya di atas Ranjang dengan sesekali menghela Nafas Kasar.

Clara Adista… Astaga bagaimana mungkin dirinya akan menikah dengan wanita Menyealkan dan Wanita tersombong yang pernah ia temui??

Pikiran Reynald semakin Berkelana tak menentu. Yaa setidaknya dengan menikahi Clara, dirinya tidak akan khawatir lagi jika terjadi sesuatu dengan Sang Mama. Bukankah itu salah satu manfaat Clara, yaitu darahnya yang langka??
Reynald lantas bergegas mandi dan mengganti pakaiannya, lalu bergegas turun untuk makan malam dan kembali kerumah sakit untuk menunggu mamanya. Sekarang yang terpenting adalah sang Mama, masalah perasaannya bisa di pikirkan nanti.

***

Reynald duduk terpaku menatap makan malam di hadapannya yang di hidangkan oleh Dina, Mantan kekasihnya. Jika biasanya Reynald sesekali menggoda Dina, maka saat ini Tak ada satu katapun diantara mereka. keduanya sama-sama diam.
Bi Marni, Ibu Dina yang melihat merekapun akhirnya menyadari jika ada sesuatu yang aneh diantara mereka.
“Kamu ada masalah dengan Mas Reynald.” Tanya Marni pada putrinya.
“Enggak Bu.” Jawab Dina sedikit Lemas. Dia tidak ingin sang ibu tau jika dirinya sudah putus hubungan dengan Reynald.
“Jangan Bohong Dina.”
“Aku pergi dulu.” Kata Reynlad mengagetkan Dina dan ibunya.
Dina Menatap wajah sendu Reynald. Lalu menatap makanan di hadapannya, ternyata Reynald sama sekali tak menyentuh makanannya tersebut. “Mas Rey nggak Makan?”
“Aku makan di rumah sakit saja.” Jawab Reynald lalu pergi begitu saja.
“Kalian sedang dalam masalah, ibu tau itu.” Bi Marni kembali membuka suaranya ketika Reynald sudah tak terlihat Lagi.
Sedangkan Dina hanya terdiam tak menanggapi perkataan ibunya. Pikirtannya terlalu kacau. Reynald seperti bukan dirinya sendiri, Reynald seperti orang lain dihadapannya. Kenapa Reynald berubah seperti itu?? Kenapa tiba-tiba Reynald memutuskan hubungan mereka secara sepihak?? Dan masih banyak lagi kenapa-kenapa yang lain yang menari-nari dalam pikiran Dina.

***

Lagi-lagi Reynald terbangun dalam keadaan pegal-pegal karena tidur di sofa rumah sakit. Reynald menatap kearah ranjang sang Mama dan sudah mendapati Mamanya sedang memakan buah-buahan dengan Sang Papa yang menyuapinya.
Pemandangan manis yang bagi Reynald sudah lama tak terlihat.
“Sudah bangun sayang.” Kata Allea masih dengan suara yang lemah.
Reynald mengangguk. Reynal lalu melihat jam tangannya dan sedikit terkejut mendapati dirinya ternyata bangun saat waktu menunjukkan pukul sepuluh siang.
“Kenapa Mama nggak bangunin Rey??” tanya Reynald sedikit panik.
“Tenang Rey… Libur sehari nggak apa-apa kan?” Renno yang menjawab.
Reynald menghela nafas, Yaa libur sehari sepertinya bagus untuk badan dan pikirannya yang sedang kacau. Tak lama Reynald mendapati ponselnya bergetar. Tanda jika ada panggilan masuk. Semoga saja bukan Dina. Reynald belum ingin berbicara dengan Dina setelah mereka resmi putus hubungan.
Reynald mengernyit saat mendapati Nomer baru di ponselnya. “Halo..” Akhirnya Reynald menjawab telepon tersebut.
“Kamu masih ingat Kan jika kamu baru saja tunangan dengan seorang wanita Cantik??” Tanya suara di seberang dengan nada sinisnya. Ya tuhan… Itu adalah si Wanita menyebalkan. Sial..!!!
“Aku sibuk, bisa telepon nanti saja?”
“What?? Hello, Jangan berpikir kamu akan lari dari tanggung jawabmu.”
Reynald mendengus. “Lari dari tanggung jawab apa maksudmu?”
“Ingat Rey.. Aku sudah Donor darah untuk Ibumu, Sekarang gilira kamu nikahin aku.”
“Oke.. aku akan menikahimu. Apa kamu puas?” Reflek Reynald berteriak pada ponselnya. Seperti disadarkan oleh sesuatu, Reynald akhirnya menatap kedua orang tuanya yang kini sedang terngaga menatap dirinya.
“Kalau begitu aku mau kamu jemput aku Rey..”
Reynald tak menjawab, Dirinya masih sibuk mencerna apa yang di katakannya tadi. Ahhh Sial..!! kedua orang tuanya pasti akan tau jika Reynald akan menikahi seorang Wanita, Padahal Reynald ingin menyembunyikan kabar ini dulu setelah suasana hatinya membaik.
“Reyy… kamu dengar kan?? Jemput aku.”
“Iya, aku akan jemput kamu.” Pungkas Reynald lalu cepat-cepat menutup teleponnya dan pergi kekamar mandi sebelum Orang tuanya menyerbunya dengan berbagai macam pertanyaan.

***

Dengan bosan Reynald menunggu Clara di dalam Mobilnya. Tadi setelah keluar dari kamar mandi di dalam ruang inap Mamanya, Reynald segera bergegas pergi walau di iringi dengan tatapan aneh Sang Mama dan Papa.
Reynald tak tau harus berkata apa dengan Mama Papanya tentang Hubungan percintaannya kali ini. Mama Papanya tau jika Reynald memiliki hubungan serius dengan Dina, tapi bagaimana cara Reynald menjelaskan jika hubungan mereka sudah berakhir?? Reynald juga tak mungkin tiba-tiba mengenalkan Clara sebagai calon istrinya kepada kedua orang tuanya.
Lagi-lagi Reynald mengacak rambutnya dengan Frustasi. Ahhh Sial…!!! kenapa ini bisa terjadi dengannya??
Tiba-tiba seorang wanita membuka pintu mobilnya, dan tanpa permisi wanita tersebut duduk begitu saja di kursi penumpang di sebelahnya. Reynald ternganga saat melihat Wanita tersebut.
Aroma Vanilla bercampur dengan Lavender seketika memenuhi mobil Reynald. Aroma khas dari seorang Clara adista. Siang ini dia mengenakan Mini Dress berwarna hitam dengan potongan ketat. Sedangan kakinya dibalut dengan Stiletto hitam yang membuat kakinya terlihat semakin seksi. Wajah cantiknya itu di poles dengan Make up tipis dan juga dengan kaca mata hitam menghias wajahnya.
Reynald benar-benar ternganga mendapati penampilan Clara yang baginya super seksi tersebut, belum lagi sepanjang kulit Clara yang terpampang entah kenapa menimbulkan letupan-letupan Aneh dalam Diri Reynald.
Clara menatap kearah Reynald sambil menurunkan sedikit kacamatanya. “Kamu kenapa?” Tanya Clara dengan nada anehnya.
“Ehh.. enggak..” entah kenapa Reynald menjadi gugup seketika, dirinya juga tak mngerti kenapa bisa menelan ludah berkali-kali saat melihat wanita di hadapannya ini.
“Antar aku Ke cafe langgananku. Setelah itu kita temui Mommy sama Daddyku.” Perintah Clara penuh dengan keangkuhannya.
Siall!! Reynald merasa dirinya sudah seperti cecunguk suruhan Clara. “Mau apa kita ke Cafe?”
“Ada yang perlu kita bahas nanti disana.”
Akhirnya Reynald hanya menuruti permintaan Clara. Reynald berusaha mengemudikan Mobilnya penuh dengan konsentrasi, Aroma dari tubuh Clara benar-benar mempengaruhi otaknya, membuat Reynald merasakan sesuatu yang tak pernah dirasakannya dengan Dina sebelumnya.

***

“Apa maksud kamu dengan ini?” Tanya Reynald setelah membaca beberapa berkas yang di berikan oleh Clara.
“Kamu sudah baca kan? Itu surat perjanjian kita tentang pernikahan palsu kita.” KataClara dengan santainya.
“Sial..!! walau aku terpaksa menikahimu, Tapi aku tak pernah berfikir pernikahan kita main-main.” Jawab Reynald penuh penekanan.
“Terusss… Kamu ingin kita menikah selamanya dan hidup bahagia seperti di negeri dongeng Gitu?? Helloo… Rey.. Kamu mabuk??”
“Cla… Aku bukan orang yang bisa dengan mudah mempermainkan sebuah komitmen seperti pernikahan. Apa kata Orang tuaku nanti.”
“Ya bilang saja kita nggak Cocok.” Jawab Clara dengan enteng.
Reynald menghela nafas panjang. Astaga.. Dari mana datangnya wanita menyebalkan seperti Clara ini??
“Dan satu lagi. Tidak akan pernah ada hubungan badan antara kita, Oke. Aku nggak suka di sentuh oleh orang selain orang yang kukehendaki.” Clara berkata penuh dengan keangkuhannya.
“Bagaimana jika suatu saat kamu yang ingin kusentuh.?”
“Kamu Mimpi??? Hahhaha” Clara tertawa Lebar.
‘Aku bersumpah akan menundukkan kesombonganmu itu dengan Cinta.’ Gumam Reynald dalam Hati. Cinta?? Tunggu dulu, kenapa dirinya berbicara Cinta ketika memikirkan Wanita sialan ini??? Sial..!!

***

Reynald nampak gugup ketika bertemu dengan Aryo Wibowo, Ayah Clara. Reynald mengira jika Clara adalah keturunan orang luar mengingat panggilan Clara terhadap ayah dan ibunya, tapi Ternyata Clara Asli orang Indo bahkan masih sedikit memiliki keturunan Ningrat.
Beberapa kali Reynald bertemu dengan Oom Aryo saat memiliki proyek kerja sama. Namun tentu saja kali ini sedikit berbeda karena saat ini Dirinya bertemu dengan Oom Aryo sebagai seorang yang akan menikahi puteri semata wayangnya.
“Wahh Jadi Nak Reynald yang akan menikahi Clara ya..” Tanya Oom Aryo pada Reynald.
“Tentu saja Dad.. Clara Sama Rey sudah pacaran lama.” Kata Clara yang saat ini tanpa sugkan lagi bergelayut mesrah di lengan Reynald. Sedangkan Reynald sendiri sibuk menenangkan pikirannya dan sesuatu yang akan meledak dalam dirinya.
“Jadi nak Reynald, Kapan orang tua Nak Reynald datang kemari?”
“Emm.. Mama kebetulan masih sakit Oom. Jadi sementara ini Saya sendiri yang akan melamar Clara secara langsung.”
Mendengar perkataan Reynald, entah kenapa tubuh Clara seakan menegang. ‘Saya sendiri yang akan melamar Clara secara langsung’ perkataan Reynald itu entah kenapa seakan-akan menegaskan jika Reynald sungguh-sugguh ingin menikahi Clara.
“Baiklah Nak Reynald, tapi saya ingin kalan menikah dalam jangka waktu satu bulan ini.”
“Apa?? Dad.. Kenapa secepat itu??”
“Kamu tunggu apa lagi Cla?? Kamua mau kalau Daddy memaksamu untuk…”
“Baiklah Oom..” Potong Reynald kemudian. “Saya akan menikahi Clara dalam jangka waktu Satu bulan.” Kata Reynald dengan tegas membuat Clara membulatkan mata Kearahnya.
Yaaa.. apa lagi yang harus di tunggu. Kisah cintanya dengan Dina sudah kandas, tak ada lagi Cinta yang ia miliki, Belum lagi tanggung jawab akan janjinya untuk menikahi Clara. Reynald adalah lelaki yang penuh dengan tanggung jawab dan perkataan yang dapat di pegang. Mungkin memang Clara lah jodohnya. Toh nanti jika Jodohnya adalah Dina, Jodoh itu sendirilah yang akan menyatukan mereka kembali.

***

“Kamu Gila ya..” Omel Clara pada Reynald yang saat ini sudah di seret Clara kekamarnya yang kedap suara. “Bagaimana bisa kita menikah dalam jangka waktu satu bulan?”
“Bukankah kamu yang ingin kita segera menikah.?”
“Hello Rey.. Aku ini Model kelas atas. Mana mungkin pernikahanku bisa dilaksanakan dalam jangka waktu satu bulan, Aku butuh persiapan, dan butuh pesta mewah yang Wooww.. kamu ngerti nggak??”
“Aku nggak butuh semua itu.”
“What?? Kamu ini pelit apa gimana sih?”
“Aku hanya butuh istri yang baik.”
‘Jleeebb…’ Entah kenapa perkataan Reynald sedikit membuat Clara salah tingkah.
“Dengar ya Rey.. Memang aku yang memintaamu untuk menikahiku, tapi itu semata-mata untuk menghindari permintaan menyebalkan dari Oraang tuaku. Sisanya, Kamu bukan apa-apa untukku, jadi jangan anggap aku istrimu atau menganggapmu sebagai suamiku.”
Lalu dengan cepat Reynald meremas kedua bahu Clara, mendorongnya hingga jatuh terentang diatas ranjang, memenjarakan kedua tangannya dan tanpa sungkan lagi Reynald menindihnya.
“Heiii Sialan.. apa yang kamu lakukan..??” Clara meronta dibawah tidihan Reynald. Clara tak menyangka jika Renald bisa berubah menjadi lelaki yang kuat dan sedikit mengerikan untuknya. Yaa… jujur saja saat ini perasaan Clara adalah takut pada Reynald.
“Dengar Cla.. Aku sangat tidak suka Dengan wanita yang Menyebalkan seperti kamu apalagi wanita itu adalah Calon istriku. Kamu belum kenal siapa Aku Cla.. jadi jangan Sok menjadi Boss disini.” Kata Reynald penuh dengan penekanan.
“Hahahah kamu pikir aku takut sama Ancaman kamu?” Ejek Clara.
“Aku nggak butuh rasa takut kamu, Yang aku butuhkan adalah Rasa Hormatmu pada Calon suamimu.”
“Calon.Suami.Bohongan.” Clara Berbicara penuh penekanan.
“Tidak ada kata ‘Bohongan’ dalam kamusku.” Lalu dengan cepat Reynald menyambar Bibir Clara, membungkamnya dengan ciuman penuh Gairah, menikamati setiap sudut dari bibir Seksi tersebut. Sialan!! Kenapa seperti ini?? Dirinya tak pernah berciuman segila ini saat dengan Dina, Tapi dengan Wanita menyebalkan ini, Reynald seakan bisa hangus terbakar oleh gairah hanya karena berciuman panas. Hawa nafsunya membesar, membara seakan-akan menyalakan Api dalam tubuhnya. Sial..!!! Rasa apa ini?? Apakah Hanya Hawa Nafsu semata???

-TBC-

Sorry baru update lagi.. BTW Next aku akan Update MBE Chapter 11, entah nanti malam (Setelah jualan) atau besok siang, tergantung waktu luang yaakkk…

BTW sedikit info juga Nih…  THE LADY KILLER sama BECAUSE IT’S YOU  ssudah aku PROTECT yaa… untuk TLK dari Chaapter 12-Chapter terkhir. Untuk BIY dari Chapter 9-Chapter terakhir.. untuk yang lain masih belum… maaf kalo kurang nyaman Yaakkk… Alasannya masih ama, yaitu menghindari Plagiatisme.

Ok… makasih udah mau baca ceritaa Gajeku… *KissHugFromAuthor

Advertisements

6 thoughts on “That Arrogant Princess – Chapter 3 (Wanita Menyebalkan)

  1. bikin clara bertekuk lutut sama reynald ya biar gk searrogant itu tuh cewek
    bikin terpojok dan gk bisa berkutik
    pokoknya mah reynald gk boleh kalah sama istrinya nanti

    Like

  2. waw….. mkin suka karakter reynald….. jarang bgt ada cow kyk gt….. hehehe… tp kasian bgt ma dina…. semoga dina jg dpt org yg perhatian lbih dr reynald….iy mbk q stju bgt mbk bbrapa d protect…. cz kget bgt lady killer d plagoat ma org… untung orangx bertanggung jawab mbk….. q tunggu lanjutan cerita yang lainnya ya mbk…. tetep semangat bwt nulis n menghasilkan karya yg buat aq luluh dg kata2 romantos lainnya…..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s