romantis

Love In The Dream – Chapter 4 (Hatiku Memilihmu..)

LITD2Love In The Dream

Chapter 4

-Hatiku Mmilihmu..-

 

Brandon masih saja memandangi wanita yang duduk dihadapannnya kini tanpa sekalipun berkedip. Astaga.. Apa dia Angelku?? Apa dia yang hadir dalam mimpiku selama ini?? tapi entah kenapa Hatiku berkata lain?? Pikirnya kemudian.

“Maaf Pak Brandon, Apa nggak diminum kopinya.?” Tanya Anisha dengan lembut tak lupa degan senyuman mempessonanya.
Senyuman itu berbeda… Pikir Brandon lagi.

“Ohh iya, Maaf, Saya terlalu kaget.” Kata Brandon sambil menyeruput Black Coffe pesanannya. Yaamereka ini ada disebuah Cofeeshop tak tauh dari rumahsakit tempat Anisha bekerja.

“Ngomong-ngomong, Ada yang bisa saya bantu? Kenapa Pak Brandon mencari saya?” tanya Anisha langsung pada inti permasalahannya. Siang itu, Anisha sedikit terkejut saat mendapat telepon dari seorang yang tidak dikenal bernama Brandon. Brandon ingin mengajak Anisha bertemu, namun tentu saja Anisha menolaknya, taapi ketika Brandon berkata jika ini ada hubungannya dengan Alisha adik kembarnya, akhirnya Anisha menerima ajakan Brandon untuk bertemu dengannya.

“Panggil saja, Brandon. Saya tidak setua itu.” Kata Brandon sambil tersenyum. Astaga.. Berbicara dengan Anisha bahkan lebih mudah dibandingkan dengan berbicara dengan Alisha, kembarannya.

“Oke Brand, Apa kita pernah mengenal sebelumnya? Kenapa Kamu mencari saya?”

“Begini,” Brandon menarik nafas panjang dan memulai aksinya. “Saya bingung harus mulai bercerita darimana. Sebenarya saya mencari seseorang yang tidak saya kenal.”

Anisha tertawa lebar. “Bagaimana mungkin kamu mencari orang yang tidak kamu kenali?”

“Emm.. Saya mempunyai mimpi aneh, dan mimpi itu terjadi sejak lima tahun yang lalu setelah saya bangkit dari Koma hingga sekarang. Dan dalam mimpi itu saya melihat Kamu.. Emmm maksud Saya Alisha..”

“Kamu yakin itu Alisha??”

Brandon menunduk dan menggeleng. “Sungguh, ini benar-benar membuatku Gila, Bagaimana mungkin kalian bisa ada dua??”

“Memangnya seperti apa wanita dalam mimpi kamu itu??”

“Secara Fisik dan sikap, Dia seperti Kamu, Tapi… Aku merasa ada yang salah Disini. Aku merasa…..”

“Jika Alisha lahh wanita itu, benar bukan??” Brandon menatap Anisha dengan tajam lalu menganggukkan kepalanya. Yaaa tanpa di suruh entah kenapa Hati Brandon sudah memilih Alisha, padahal secara fisik jelas Alisha sangat berbeda dengan Angel dalam mimpinya.

“Apa yang akan kamu lakukan jika Alisha benar-benar wanita dalam mimpi kamu??” tanya Anisha secara langsung.

“Saya Akan menikahinya.” Jawab Brandon dengan cepat dan tegas. Naamun jawaban itu mampu membuat Anisha menyunggingkan senyumannya.

***

Alisha sedang melingkuk-lingkukkan tubuhnya. Kakinya menari dengan berjinjit-jinjit. Memakai Rok pendek yang mengembang dengan bulu-bulu Angsa sebagai hiasan di kepalanya. Hari ini dia menjadi seoraang putri angsa putih diatas panggung. Melangkah kesana kemari memperlihatkan lekukan indah dari tubuhnya.. tarianya terlihat beritu Harmoni dengan musik yang mengiringinya..

Ohh Balet… Adalah tarian yang sangat digemarinya sejak SMA… sejak sang Kakak ingin dirinya menggantikan Kakak kembarnya tersebut menari Balet karena terhalang oleh sesuatu.

Ekspressi manjanya terlihat begitu saja saat dirinya menari Balet.. Balet membuatnya berbeda dengan sosok yang selama ini dia bangun.. Balet membuatnya memiliki dunia tersendiri, dimaana tidak ada orang yang akan membedakannya denga sang kakak..
Alisha masih melanjutkan tariannya hingga sang pemain musik berhenti. Nafasnya tersenggal-senggal, tapi dirinya masih menyempatkan diri untuk membungkuk pada para penonton.

Penonton..?? Saat Alisha mengangkat wajahnya, hanya ada satu penonton di depan panggung besar tersebut, penonton tersebut tersenyum dengan mata berkilat penuh kekaguman dan juga tepuk tangan untuknya. Dia adalah lelaki itu, Brandon. Lelaki aneh yang selalu menyebutnya Angel.

Alisha ternganga mendapati Brandon yang kini sudah dihadapannya dan melihat semua tariannya. Astaga.. ini pasti akan sangat menggelikan bagi lelaki itu. Alisha ingin segera pergi dari panggung aneh ini, tapi nyatanya, tangan Brandon sudah lebih dulu meraih tangannya.

“Mau kemana??” Tanya Brandon dengan suara berat nan parau.
“Aku Harus pergi.” Kata Alisha dengan gugup.
“Kamu malu?? Kenapa Malu??”
“Tidak, aku tidak Malu..”
Brandon lalu mengangkat Dagu alisha.. “Alisha… Aku mencintaimu…” kata Brandon sambil mendekatkan wajahnya, lalu bibir merekapun akhirnya saling bertemu, saling bertautan seakan-akan tak bisa dipisakhan..

Alisha terjatuh dari ranjang mungilnya ketika Jam Weekernya berbunyi keras tanda jika dirinya harus segera bangun dari mimpi indah yang sedang dialaminya. Mimpi..?? Ahh sial.. kenapa dirinya bisa bermimpi aneh seperti itu?? Dengan lelaki itu???

Ah yaa Brandon… kenapa Dirinya jadi memikirkan Brandon?? Sejak awal bertemu di Bus tersebut, Alisha memang merasa ada yang aneh dari lelaki tersebut. Lelaki itu sangat mempengaruhinya, membuat jantungnya tak berhenti berdegup kencang.
Wajah tampan, perawakan yang gagah, penampilan yang menawan, suara beratnya, dan juga aroma tubuhnya benar-benar bisa di sebut dalam satu kata yaitu ‘Perfect’.

Semua yang ada dalam diri lelaki tersebut adalah Sempurna. Mana mungkin Alisha dapat menghindari kenyataan tersebut. hanya satu Hal yang membuat Alissha enggan berdekatan dengan Brandon. Brandon selalu menyebutnya dengan nama Lain, Angel.

Bisa saja Angel adalah istri Brandon yang sudah meninggal dan mirip dengannya dan Brandon ingin dirinya menjadi pengganti istrinya tersebut, atau bisa Jadi Angel dalah Kakak kembarannya yang bagaikan malaikat tersebut.

Alisha benar-benar sangat tidak suka jika dirinya dilihat sebagai sosok lain, seperti keluarganya yang selalu menekannya hingga dirinya memilih untuk kabur dari rumah.

Alisha mengusap wajahnya dengan frustasi. Kenapa dirinya bisa memimpikan Brandon?? Dan laki-laki itu, Kemana dia?? apa benar jika dia sudah menemukan Sosol Angel dalam diri Kakak kembarannya tersebut?? Ahhhh mengingat itu entah kenapa Alisha ingin marah.
Alisha bergegas mandi lalu berganti pakaian. Saat dirinnya sedang menyisir rambut,Ponselnya berbunyi. Dan terpampang jelas nama sang Kakak kembarannya tersebut.

“Iya Kak?”
“Al.. bisa makan siang bareng?”
“Dimana Kak? Aku nggak bisa lama tapi.”
“Oohh tenang saja, Di tempat biasa yaa.. Ada yang mau Aku kenalin sama kamu.”
Alisha mengangkat sebelah alisnya. “Siapa?”
“Tunanganku.”
Deggg… Entah kenapa Hati Alisha seakan dipukul oleh Martil. Perasaan itu selalu muncul, perasaan iri akan diri sang kakak kembarnya karena selalu sempurna, selalu mudah hidupnya, tidak seperti dirinya kini yang masih luntang-lantung, jangankan tunangan, pacar saja mungkin tidak punya.

“Baiklah, tapi tidak lama yaa…” Kata Alisha yang sudah dengan Mood buruknya.
“Okay…”

Alisha menghela nafas panjang saat telepon sudah di tutup. Kini bebannya bertambah satu lagi. Kakaknya akan segera menikah, tentu saja itu akan menyusahkan dirinya. Bagaimana tidak. Tidak cukupkah selama ini dirinya kalah dengan karir dan kesempurnaan kakak kembarnya tersebut?? kini dirinya harus dihadapkan oleh sebuah kenyataan jika Harus melihat kakaknya menikah terlebih dulu saat dirinya sama sekali tidak memiliki calon pacar atau apapun itu.

Alisha melanjutkan mendandani diri seadanya. Toh tidak akan ada yang melihatnya saat dirinya berdiri disebelah Kakak sempurnanya tersebut.

***

Menunggu dengan segelas jus jeruk dan juga makanan pembuka lainnya yang tertata rapi diatas meja adalah hal yang paling menyenangkan untuk Alisha. Kali ini Kakaknya itu pasti akan menteraktirnya jadi dirinya tidak perlu Khawatir harus makan banyak dan makan enak disini.

“Haii Al.. sudah menunggu lama?” Suara itu memaksa Alisha mengangkat keapala dan memandang Kakak cantik yang berada di hadapannya tersebut.

Anisha yang memang pada dasarnya lembut langsung memberdirikan adiknya yang masih ternganga dan memluknya erat-erat penuh dengan kerinduan.

“Kak… Ke.. Kenapa.. Kamu Sama Dia??” tanya Alisha terpatah-patah saat melihat sosok tinggi yang berdiri tepat dibelakang kakaknya tersebut, sosok yang tadi pagi mampir dalam mimpinya, Brandon.

“Ohh yaa.. kenalkan Dia Brandon, Tunanganku.” Kata Anisha penuh dengan senyuman sambil memperlihatkan jari manisnya yang dilingkari oleh Emas berwarna putih dengan berlian sebagai matanya.

Alisha ternganga mendapati kenyataan itu. Bagaimana bisa?? Bagaimana Mungkin?? Apa Kakaknya adalah Sosok angel yang dicari Brandon selama ini?? Kenapa seperti ini?? Entah kenapa Alissha merasakan hatinya Pilu. Dan matanya mulai berkaca-kaca.

“Kamu nangis Al??” tanya Anisha yang langsung dibalah pelukan dari Alisha.

“Aku menangis bahagia Kak..” Jawab Alisha berbohong. Tidak perasaannya tidak Bahagia, tapi Alisha juga tidak tau kenapa dirinya saat ini menangis???

***

Brandon menatap Wanita dihadapannya yang sedang berlinang air mata. Perasaan itu kembali muncul.. perasaan saat pertama kali mimpi aneh itu menghampirinya.

 

“Heii tenang… Bantuan akan segera datang..” Kata seseorang yang samar-samar terlihat dalam matanya. Bayangan itu membelakangi cahaya lampu hingga terlihat seperti seorang malaikat dengan cahaya di belakangnya.
“Ya ampunn… Aku benar-benar Nggak tahan melihat darah kamu..” kata wanita tersebut sambil sesekali memalingkan wajahnya. Brandon merasakan pandanganya mulai mengabur karena sang wanita tersebut semakin tak terlihat.
“Heii.. Kumohon, tetap buka matamu… Lihat Aku..” Suara wanita itu bergetar, dia menangis. Siapa wanita ini hingga bisa menagisinya..???Brandon tak bisa memikirkan apa-apa lagi karena semuanya menggelap.
Lalu Brandon terbangun dengan keadaan yang lebih baik lagi… keadaan dimana hanya ada dirinya seorang, disebuah tangga yang tebuat dari kaca. Tangga tersebut seakan mengambang diatas langit. Entah menuju kemana Brandonpun tak tau.
“Heii.. Apa Kamu mengingatku?” Brandon mengangkat wajahnya mendapati seorang wanita berambut pendek berpakaian putih dengan bando yang membuatnya terlihat sangat Feminim. Itu adalah Wanita dalam mimpi pertamanya, wanita yang sedang menangisinya.
“Kamu….” Hanya itu yang dapat terucap dari bibir Brandon.
“Yaa… aku malaikat penolongmu.” Kata wanita tersebut dengan senyum manjanya, memperlihatkan lesung pipi yang membuatnya semakin terlihat manis.
“Siapa Namamu??” tanya Brandon cepat.
“Angel.. Panggil saja angel..” jawab wanita tersebut sambil berlari naik keatas tangga mendahului Brandon.
“Angel… Tunggu… Apa ini nyata??” Tanya Brandon sedikit bingung. Brandon tak pernah melihat ada tempat seperti ini di dunianya.
“Tentu saja nyata..”
Jawaban wanita bernama Angel tersebut membuat jantung Brandon terasa Berdegup kembali, bahkan lebih kencang dari degupan jantung Normal. “Jika ini Nyata, Maukah Kamu Menjadi istriku..?” Brandon bahkab tak sadar jika sudah melamar wanita aneh yang baru ditemuinya tersebut.
Angel hanya tersenyum. “Temukan aku Brand.. Maka aku akan menerimamu.” Kata Angel dengan senyuman manisnya lalu kembali berlari menaiki anak tangga dan semakin jauh dari Brandon. Brandon mengejarnya menyingkirkan setiap awan yang semakin menyulitkan pandangannya.
“Angel… Angell.. Angelllll…”
Lalu Brandon mendapati dirinya membuka mata untuk pertama kalinya setelah lima hari Koma didalam sebuah rumahsakit di Singapore.

 

Mimpi pertama tentang Angelpun kembali muncul saat melihat Alisha Menangis. Debaran jantungnyapun kembali tak beraturan hanya karena berada di dekat Alisha.

“Brand.. kenapa melamun, Ayoo duduk..” Kata Anisha mempersilahkan Brandon duduk. Brandon akhirnya memilih duduk disebelah Anisha yang sedang berhadapan dengan adik kembarnya tersebut.

“Emm begini Al.. Kakak kan sedang sibuk sekali, jadi kamu mau membantu Kakak bukan?” Anisha mulai membicarakan maksudnya.

“Membantu apa Kak..?”

“Bantu Kakak mengurus semua tentang pernikahan Kakak dengan Brandon.”

“Tapi kenapa harus aku? Bukankah Kak Nisha tau bagaimana seleraku, Kita berbeda Kak..”

Anisha memegang kedua Bahu alisha. “Kita sama Al.. Kita tidak berbeda, kita bahkan saling berbagi rahim saat dalam kandungan Mama, jadi Please.. Percaya sama Kakak.”

“Tapi Kak..”

“Al… Brandon ini pengusaha muda yang sukses, dia selalu membutuhkan kehadiran Kak Nisha dimanapun dia berada sebagai pasangannya, sedangkan kamu tau sendiri, kakak tidak bisa menemaninya apalangi minggu ini Kak Nisha akan dipindah tugaskan ke sebuah rumah sakit di kuala lumpur . Jadi kamu mau kan menggantikan Kakak sementara??”

“Kak Nisha akan kluar Negeri..? Kenapa Aku nggaak tau.?”

“Aku berniat memberi taumu nanti sebelum berangkat. Bagaimana, Apa Kamu mau menggantikan Kak Nisha sementara ini?”

“Apa Kakak gila? Enggak aku nggak Mau. Terakhir kali aku menggantikan kakak semuanya jadi kacau berantakan.”

Alisha mengingat saat itu, Saat dimana Dirinya sedang menggantikan Kakaknya yang sedang sakit untuk latihan Balet, akhirnya dirinya jadi ikut mencintai tarian tersebut. Alisha bahkan lebih menekuni bidang kesenian tersebut dari pada sang Kakak, tapi saat lulus SMA, orang tuanya melarangnya lagi untuk menari Balet lagi Dan menyuruh Alisha mengambil jurusan perbisnisan supaya nanti bisa melanjutkaan usaha sang ayah, tentu saja Alisha menolak, Alisha merasa ini tidak adil, bagaimana mungkin Kakaknya bisa mengambil jurusan kedokteran sesuka hatinya sedangkan dirinya tidak bisa. Akhirnya dengan sisa-sisa keberaniannya Alisha keluar Dari rumah melanjutkan kuliah dengan jurusan kesenian yang dia inginkan tanpa sedikitpun menerima bantuan sang Ayah.

“Ini tidak akan seperti saat itu Al.. Percaya sama Kak Nisha.” Anisha meyakinkan Adiknya yang keras kepala tersebut.

Akhirnya Alisha menurunkan Bahunya pertanda dia kalah dengan bujuk rayu sang kakak. “Baiklah.. Aku akan menggantikan Kak Nisha sementara ini.” Raut bahagia terpancar seketika di wajah Anisha maupun Brandon. “Lalu.. bagaimana kalian bisa bertemu dan memutuskan untuk tunangan?” Tanya Alisha penasaran.

“Emm.. itu karena…”

“Kakak kamu adalah Angel yang selama ini aku cari.” Kata Brandon dengan cepat memotong kata-kata Anisha.

“Yaa aku Angel yang berada dalam mimpinya.” Tambah Anisha meyakinkan.

“Bagaaimana kamu bisa yakin?” Tanya Alisha menyelidik kearah Brandon.

“Aku juga meemimpikan Hal yang sama dengannya Al.. Kami berdua sama-sama saling memimpikan mimpi aneh tersebut selama lima tahun terakhir. Bukankah seperti itu Brand..??” Anisha meminta persetujuan kepada Brandon.

“Yaa.. seperti itulah.” Kata Brandon membenarkan.

“Kak Nisha nggak pernah cerita sama aku.”

“Kadang ada suatu Hal yang pnting tapi tidak masuk akal yang tidak perlu dibagi dengan orang lain, walaupun itu kembaran kita sendiri.” Jelas Anisha kemudian. “Baiklah, aku harus Pergi, sebentar lagi ada jadwal operasi.” Kata Anisha sambil melihat jam tangannya. “Brand, antar Alisha ketempat kerjanya yaa..” Pinta Anisha pada Brandon.

“Tentu saja sayang.” Brandon menerimanya dengan semangat dan juga senyuman lebarnya sambil mengerlingkan Matanya pada Anisha.

“Loh.. kok malah ngantar aku, kenapa Nggak ngantar kak Nisha.?”

“Aku bawa mobil sendiri, sedangkan kamu kan Bandel, nggak punya mobil karena menolak pemberian papa.”

Ahhh topik itu lagi, membuat alisha jengah. Lebih baik menerima tawaran Brandon untuk mengantarnya saja.

“Baiklah.. Lebih baik aku diantar Brandon saja.” Kata alisha dengan nada seikit cueknya.

Akhirnya Anisha pergi dan Brandon mengantarnya sampai parkiran Mobilnya, sedangkan Alisha lebih memilih duduk dan menghabiskan makan siangnya, sungguh, ini sedikit berat untuknya. Entah apa itu tapi Alisha merasa ada beban berat pada pundaknya.

***

“Anisha.. Terimakasih sudah membantu.” Kata Brandon sambil menahan Pintu mobil Anisha yang akan tertutup.

Anisha teersenyum manis. “Tentu saja Brand, Apapun demi kebaikan saudara kembarku, aku akan melakukannya.”

“Kenapa Kamu percaya sama aku?”

“Karena kamu terlihat sungguh-sungguh. Aku sangat bersyukur jika Alisha bersama lelaki seperti kamu.”

Brandon tersenyum. “Benarkah?? Tapi sepertinya akan sulit mendapatkannya.”

“Dia keras kepala Brand, kamu harus sabar dan tahan dengan semua kelakuannya, Oke..”

“Oke.. Sekali lagi terimakasih Nisha..”

Akhirnya Anisha pergi, dan Brandon mulai melangkah masuk kedalam Restoran tersebut dan kembali pada Alisha.. Angelnya..

“Well.. Jadi Kamu sudah menemukan Angelmu tuan?” tanya Alisha dengan nada sedikit sinis ketika Brandon sudah kembali duduk dihadapannya.

“Sudah, Aku sudah menemukannya.” Kata Brandon dengan tersenyum tapi tegas. ‘Dia dihadapanku.’ Tambah Brandon lagi tapi di dalam Hati.

“Oke.. Karena kamu sudah menemukannya, Maka seminggu terakhir ini Kamu harus Menteraktirku Makan.”

Brandon mencoba menyembunyikan rasa senangnya dengan berwajah datar. “Kenapa harus seperti itu.”

“Heii.. kamu akan jadi kakak iparku Brand, dan aku tidak mau punya kakak ipar yang pelit. Lagi pula bukankah kamu ketemu dengan Kak Nisha karena Aku??”

“Baiklah, Aku akan menteraktirmu makan siang selama seminggu terakhir ini.” Jawab Brandon dengan senyuman gelinya.

“Oke.. Sekaraang Antar aku ketempat kerjaku.” Perintah Alisha kemudian.

Brandon Akhirnya menurutinya. Berjalan dengan tegap dibelakang Alisha layaknya seorang Bodyguard. Brandon memandang puggung Alisha di hadapannya seraya bergumam dalam hati. ‘Al.. Walau ada seribu orang yang mirip denganmu atau Angel dalam mimpiku, aku tidak peduli, Hatiku Memilihmu, Jantungku mengenalimu, Aku tau Jika Kamulah Angel Dalam mimpiku. Aku akan mendapatkanmu Al… Dan aku akan menagih janjimu dalam mimpiku.’

-TBC-

Bagaimana Chapter 4 ini… Hayooo siapa yang sudah penasaran… komen yaaa,,, heheheheh Btw di bawah ini Cast untuk mereka bertiga yaa…

page22

Advertisements

5 thoughts on “Love In The Dream – Chapter 4 (Hatiku Memilihmu..)

  1. sandiwara dimulai
    semoga aja alisha gk bakal marah nantinya dengan ulah brandon dan anisha
    secara kasarnya brandon mempermainkan hati alisha walau tujuannya untuk mendapatkan hati alisha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s