romantis

My Brown Eye – Chapter 6

MBE1My Brown Eye

Chapter 6

-Bukankah Hati yang selalu mengenali mana yang seharusnya dicintai dan mana yang seharusnya di benci..???-

Hana masih saja tidak bisa menghentikan tangisnya, tangis tanpa suara. Hana tidak ingin Mike, lelaki brengsek itu mengetahui jika dirinya masih menangisi Mike.

Tadi malam, Hana kembali ke rumah kontrakannya bersama Dara. Berkali-kali Dara menanyakan apa yang terjadi, tapi Sekalipun Hana tidak menjawabnya. Hana masih sibuk menangisi nasibnya. Kenapa Mike tega melakukan Hal ini Padanya? Meninggalkannya disaat dirinya membutuhkan Sosok Mike sebagai ayah dari bayi yang dikandungnya. Bagaimana Hana menghadapi semua ini.? Menghadapi orang tuanya,? Menghadapi Revan Kakaknya.?

Akhirnya Hana bisa tertidur karena Lelah menangis. Paginya lagi-lagi Hana terbangun karena Mual Hebat. Hingga membangunkan Dara. Dara sempat mengajak Hana kerumah sakit tapi tentu saja Hana menolaknya. Hana belum ingin memberitahukan keadaannya pada siapapun juga termasuk Dara, sahabatnya sendiri.

Hari ini Niat Hana adalah kekantor pagi-pagi dan menenggelaman Diri dengan tumpukan berkas-berkas periklanannya. Namun Hana berakhir meruntuki dirinya sendiri karena ada sebuah Berkas yang tertinggal di Apartemen Mike. Akhir-akhir ini Hana memang sering membawa peekerjaannya kerumah Mike dan tadi malam dia melupakan sebuah Berkas yang ditaruhnya di laci meja sebelah Ranjang Mike.

Akhirnya dengan menguatkan Diri, Hana kembali ke Apartemen Mike. Ahh mungkin saja Mike sudah berangkat Kerja, bukankah ini sudah sedikit lebih siang. Dan Semoga saja Mike belum mengganti Pasword Kamar Apartemennya. Pikir Hana kala itu.

Sedikit terkejut saat memasuki Lift bersama dengan seorang wanita asing yang wajah dan tubuhnya mirip dengan Model papan atas. Wanita tersebut memencet tombol lantai paling atas gedung Apartemen ini. Hana menaikkan sebelah alisnya, setaunya Lantai paling atas adalah Lantai Eksklusif yang hanya ditempati Kamar Apartemen Mike seorang. Apa wanita ini teman Mike..?

Hana ingin bertanya tapi diurungkannya niatnya, Mungkin wanita ini hanya ingin mencari angin diatas atap Apartemen ini. mengingat atap apartemen, membuat Hana menundukkan kepalanya. Kenangan akan Mike menyeruak begitu saja. Saat Mike melamarnya dulu dan membuat Hana percaya bahkan berani memberikan segalanya untuk Diri Mike.

Nyatanyaa, Lelaki itu tak lebih dari seorang lelaki Brengsek. Lagi-lagi kebencian menyelimuti diri Hana. Kebenciaan, Kerindua, dan Cinta bercampur aduk menjadi satu, membuatnya menjjadi beban yaang sangat berat dipikul sendirian oleh seorang Hana.

Wanita asing tersebut akhirnya keluar dan berhenti tepat di depan kamar apartemen Mike. Ahh ternyata benar, itu adalah teman Mike. Pikir Hana yang sedang mengawati wanita tersebut dari jauh. Waita itu tampan Menelepon. Lalu tak lama Pintu Apartemen Mike terbuka. Dan yang membuat Hana Shock adalah wanita tersebut langsung menghambur dalam pelukan Mike.

Apa hubungan wanita itu dengan Mike..??

Mereka bicara sangat Akrab. Hana melihat wanita tersebut tampak begitu perhatian dengan Mike. Hana Bahkan Melihat Mike mengecup lembut bibir wanita tersebut. Ya tuhan… jadi selama ini seperti ini sisi lain dari seorang Mike Handrson.? Pantas saja dirinya sangat mudah sekali tergoda. Ternyata Mike tidak lebih dari seorang Berengsek yang memiliki banyak kekasih.

***

Saat ini Hana sudah berada didalam Kamar Mike, Hana kembali mengusap airmata yang tidak berhenti menetes dari pelupuk matanya. Sebenci apapun dirinya dengan Mike, Hana tidak bisa memungkiri jika dia sangat mencintai lelaki itu. Secepat kilat Hana mengemas berkas-berkas yang tertinggal di Laci meja kamar Mike.

Hana juga mencari beberapa barangnya yang mungkin saja masih tertinggal di ruangan ini. Hana tidak ingin kembali lagi keapartemen ini. Mungkin saat ini Hana baru meluhat Mike berciuman denga Wanita lain, Hana tidak ingin mengambil Resiko untuk melihat Mike melakukan hubungan intim dengan wanita lain.

Hana merasakan pintu kamar di belakanngnya dibuka oleh seseorang. “Apa sudah menemukan Berkas-berkas sialanmu itu.?” Tanya Mike dengan nada dingin.

Hana tidak menjawab. Dia masih berdiri membelakangi Mike. Mike lalu berjalan mendekat kearah Hana, tapi Hana secepat kilat menghindarinya. Hana melepaskan cincin pemberian Mike dan menaruhnya di nakas.
“Aku lupa mengembalikan Itu.” Kata Hana sedingin mungkin.
“Baguslah jika kau mengembalikannya.” Jawab Mike sedikit menahan kekesalannya. Bukan seperti ini yang diinginkannya terhadap Hana.

Bukan Hana yang berbalik bersikap dingin padanya. Dia ingin Hana menjadi rapuh, tak memiliki kekuatan, bukan seperti ini..
Lalu tanpa pamit, Hana melangkah keluar dari Kamar Mike. Hana berjalan dengan sedikit tergesah. Mengabaikan tatapan mata sang wanita cantik yang masih duduk manis di ruang tamu Mike.

Mike sendiri memejamkan Matanya. Kepalanya semakin Berdenyut memikirkan sikap Hana. Sial.. apa rencananya berantakan.? Jika begitu dia harus menyusun ulang Rencaananya.

Mike sedikit Berlari keluar Apartemennya, Dikejarnya Hana secepat mungkin. Untung Saja Hana masih berdiri menunggu lift terbuka. Mike kemudian meraih Tangan Hana dan memenjarakan Hana diantara Dinding.
“Kau mau apa Mike.?”
Mata Mike menajam, seakan-akan dengan tatapan matanya saja bisa membunuh siapapun yang menatapnya. “Aku mau Kau.” Kata Mike penuh dengan penekanan.
“Apa maksudmu, kita sudah berakhir.” Hana sedikit meronta.
“Kau membawa Barangku, dan kita tidak akan berakhir dengan mudah.”
“Barang.? Aku sudah mengembalikan semua milikmu Mike. Aku tidak membawa apapun.”

Mike lalu tersenyum mengejek “Kau lupa dengan ini.” kata Mike sambil mendaratkan telapak tangannya di perut datar Hana. Sejenak Mike merasaka sebuaah denyutan kecil yang mungkin hanya bisa dia rasakan sendiri, apa itu?? Apa mungkin itu Bayinya? Bagaimaana bisa? Mike membatu merasakan perasaan tak karuan yang sedang merayapi hatinya.

Begitupun dengan Hana. Ada sebuah kehangatan tersendiri saat tangan Mike mendarat di perutnya. Apa mungkin Bayinya merasa nyaman..? tapi Hana cepat-cepat menepis semua perasaan tersebut. Hana tidak boleh jatuh terbuai untuk kedua kalinya di hadapan Mike.

Secepat Kilat Hana menepis tangan Mike yang berada di perutnya. “Kau Gila Mike, Jangan anggap ini sebagai milikmu setelah apa yang sudah kau ucapkan Kemarin.” Kata Hana dengan tegas lalu mendorong tubuh Mike hingga dirinya bisa melewatinya dan masuk kedalam Lift yang kebetulan langsung terbuka ketika dirinya menekan Tombol Lift tersebut.

Mike masih ternganga dengan menatap tetapalak tangannya yang sedikit gemetar. Apa yang terjadi dengannya..? Mike lalu berlari kembali masuk kedalam Apartemennya. Masih tidak menghiraukan Carry yang menatapnya dengan tatapan penuh selidik. Mike mencari ponselnya lalu menghubungi seseorang.

“Ada apa Mike.?” Kata suara diseberang. Itu Robbert, Teman sekaligus Asisten pribadinya. Orang kepercayaan Mike.
“Robb, aku ingin Kau mengikuti seseorang Kemanapun dia pergi dan apapun yang dia lakukan, kabarkan secepatnya padaku.”
“Siapa orang itu Mike.?”
“Hana.”
Mike memejamkan matanya setelah mengucapkan nama tersebut. Ini sepertinya sudah keluar dari rencananya. Rencana yang hampir bisa dibilang gagal total dan berantakan.

***

“Kau Gila Mike.. Tidak.. aku tidak akan melakukan Hal itu.” Kata Carry dengan tegas.
Please Carry… Bantu aku sekali ini saja,.”
“Tidak Mike. Aku tidak mungkin menyakiti Hati wanita itu. Lagi pula aku akan kembali sebelum Billy menyusulku kemari.”
“Aku tidak akan melepaskanmu jika kau tidak mau membantuku.”
“Kau mengancamku.”
“Apapun Menurutmu aku tak peduli.”
Carry lalu mendekat kearah Mike. Menangkup kedua pipi Mike. “Mike, ini bukan dirimu, kau tidak pernah terobsesi seperti ini dengan sesuatu Mike. Kau selalu berjalan dengan datar dan seperti tidak memiliki masalah berarti apapun, tapi wanita itu..”
“Ini bukan karena wanita itu Carry… Ini karena Kakak sialannya.” Potong Mike kemudiaan.
“Tidak Mike, Kau menyakiti wanita itu, bukan Kakaknya.”
Mike lalu terdiam sebentar dan mulai berbicara lagi. “Jika Kau ingin aku memutuskan Pertunangan kita, Maka Kau Harus membantuku Carry.” Kata Mike tanpa di ganggu gugat.
“Mike, kau akan menyesal jika Kau melanjutkan semua ini.”
“Aku tidak peduli.” Jawab Mike dingin lalu meninggalkan Carry begitu saja.
Carry menatap punggung Mike dengan menggelengkan kepalanya. Haruskah dirinya ikut dalam pembalasan dendam konyol oleh sahabatnya tersebut.?

***

Hana masih saja tak berhenti menangis. Dara bahkan sudah membelikan Coklat ice cream dan lain sebagainya agar Hana lebih baik lagi, namun ternyata tidak ada gunanya. Hana masih saja menangis.
“Hana, Ceritakan padaku apa yang terjadi padamu.” Sekali lagi dara membujuh Hana.
Hana hanya menggelengkan kepalanya. Tentu saja Hana belum beraani bercerita jika dirinya saat ini sedang putus hubungan dengan Mike dalam Keadaan hamil.
“Hana, Jika Kau tidak bercerita, aku akan pulang dan tidak mau lagi berteman denganmu. Please Hana.. Beri tau aku apa yang terjadi padamu.”
Hana lalu memeluk Dara dan tangisnya semakin pecah. “Aku dan Mike sudah berakhir Dara.. Kami sudah berakhir..” Akhirnya Hana buka suara.
“Apa.? Kenapa Bisa.?”
“Kupikir dia sudah memiliki wanita Lain Dara.”
“Apa Wanita itu orang Luar.? Maksudku dia orang asing.?”
Hana langsung melepaskan pelukannya terhadap Dara. Menatap Dara dengan tatapan terkejutnya. “Dari mana Kau tau Dara.?”
“Dengar, Aku sempat bertemu Mike dengan wanita tersebut beberapa hari yang Lalu, mereka bilang jika mereka hanya berteman, jadi jangan salah paham Hana.”
“Aku yakin aku tidak salah Paham. Mereka sangat Mesrah Dara, mereka Bahkan saling berpelukan dan berciuman.”
Dara menutup mulutnya tak percaya. Hana pasti sangat terpukul saat melihat Lelaki yang dcintainya memeluk bahkan mencium wanita lain.
“Dara… emm.. aku.. Aku..”
“Ada apa Hana.?”
“Aku Hamil.”
“Apa..??” Dara terlonjak karena terkejut dengan pengakuan Hana.

***

Mike akhirnya kembali menjalankan Rencana keduanya. Yaitu membuat Hana lebih sakit hati hingga putus asa. Membayangkan Hal itu Mike kembali tersenyum.
Pagi ini dirinya menuju kekantor sang paman yang merupakan Atasan Hana. Apalagi yang akan Mike lakukan saat ini jika tidak membuat Hana semakin sulit.
“Pagi Paman, Bagaimana dengan tawaranku tadi malam.?” Tanya Mike dengan menyunggingkan Senyuman Semeringahnya.
“Kau tau Mike, aku sedikit terkejut dengan tawaranmu tadi malam. Mana mungkin CEO besar sepertimu ingin turun tangan sendiri di perusahaan periklanan yang terbilang kecil di matamu ini.?”
“Paman tidak perlu terkejut atau berpikir Macam-macam.”
“Apa karena Wanita itu.?”
“Maksud paman Hana.? Ayolah Paman, Hana bukan siapa-siapa. Bukankah Paman tau jika aku sudah memiliki tunangan,?”
“Kupikir hubunganmu dan Hana Lebih dari sekedar teman Kencan.”
“Itu pikiran paman Saja. Sepertinya aku terlalu lama menunggu keputusan Paman.”
Paman Albert akhirnya tersenyum. “Baiklah Mike, Aku menerima Tawaranmu.”
“Terimakasih paman.” Kata Mike sambil berjabat tangan dengan pamannya. ‘Hana.. aku akan Mengejarmu, Tak ada tempat untukmu bersembunyi Hana’ Pikir Mike sambil menyunggingkan senyuman liciknya.

***

“Kau menginginkan sessuatu Hana.?” Tanya Dara yang sudah berada di depan Meja kerja Hana. Ini Jam Makan siang namun Dara tau jika Hana masih belum memiliki Mood untuk keluar atau makan siang.
Hana Hanya menggelengkan kepalanya.
“Aku akan tetap kembali membawakanmu Makanan. Dan jangan menolakku.” Kata Dara dengan tegas.
Hana tersenyum saat melihat kepergian Dara. Dara sahabatnya yang amat sangat baik. Setidaknya saat ini Beban Hana sedikit lebih terangkat karena sudah menceritakan permasalahannya pada Dara. Dara tadi malam bahkan sampai ikut menangisi kemalangan nasib Hana. Dara juga berubah menjadi sosok yang perhatian padanya.
Hana mengusap perut datarnya. “Kau tidak sendiri sayang..” Bisik Hana pelan.
Tidak lama Dara kembaali membawa beberapa makanan, tapi Hana sedikit Heran karena Dara kembali dengan wajah seriusnya.
“Apa ada Masalah.?” Tanya Hana yang masih sedikit bingung melihat ekspresi wajah Dara.
“Emm.. Mike.. Ya tuhan Hana, aku tidak tau apa yang dia rencanakan. Dia menggantikan Mr. Albert menjadi CEO perusahaan ini.”
“Apa ? Menggantikan ? Bagaimana bisa seperti itu.?”
“Aku sendiri juga tidak Tau Hana, Yang Pasti atasan Kita saat ini adalah Mike, Bukan Mr. Albert.”
Tubuh Hana sontak melemas, wajahnya memucat. Apa yang diinginkan Mike.? Kenapa lelaki itu seakan-akan mengejarnya dan tidak ingin melepaskannya begitu saja.?

***

Hana berjalan tergesah menuju Ruangan Mr. Albert yang saat ini sudah menjadi ruangan Mike. Hana ingin meminta penjelasan kepada Mike, Bagaimana mungkin Lelaki tersebut bisa memimpin perusahaan kecil ini dengan tangannya sendiri. Pasti Mike sedang merencanakan sesuatu.
Tidak ada sekertaris Pribadi sang CEO yang biasanya duduk manis di mejanya sebelah pintu masuk Ruangan CEO. Tanpa banyak berpikir lagi Hana masuk kedalam Ruangan tersebut dan mendapati Mike yang sedang bercumbu mesrah dengan Wanita asing yang di temuinya kemarin Hari.
Hana ternganga mndapati pemandangan tersebut. matanya memanas seakan-akan ingin mengeluarkan sesuatu. Hana mencoba menenangkan dirinya sendiri. Lalu berdehem menyadarkan dua orang tak tau malu yag berada dihadapannya tersebut.
“Miss Rihana, ada yang bisa saya bantu.?” Tanya Mike sambil membenarkan pakaiannya setelah mendengaar Deheman dari Hana.
Hana mengernyit. Mike bersikap sangat Formal kepadanya seakan-akan tidak terjadi apapun diantara mereka berdua. “Emm.. Maaf.. Tadi Saya.. saya.. ingin bertemu dengan Mr. Albert.” Akhirnya Hana berakhir dengan kebohongan.
Mike menyunggingkan senyumannya seraya berjalan mendekati Hana. “Mr. Albert sudah dipindah tugaskan kekantor Pusat. Saya yang menggantikannya disini, Ada yang bisa saya bantu.” Kali ini Jarak yang diciptakan Mike begitu dekat, bahkan Hana mampu merasakan nafas Mike di sela-sela lehernya.
Hana sedikit menjauh. “Maaf kalau begitu, saya permisi.” Kata Hana membungkukkan Badan lalu bergegas pergi. Tapi sebelum Hana membuka pintu, Mike kembali berkata-katapadanya.
“Kenapa terburu-buru Hana.. kita isa bersenang-senang disini bersama.” Kata Mike dengan senyuman mengejeknya.
Hana menatap Mike dengan tatapan tajamnya. “Maaf, Saya tidak tertarik.” Kata Hana ketus lalu keluar meninggalkan Pintu yang berdentum keras karena bantingannya.
Mike tertawa melihat apa yang dilakukan Hana. Setidaknya itu menunjukkan jika dirinya masih bisa menyakiti hati wanita itu.
“Apa Kau puas Mike.? Apa aku sudah tidak diperlukan.? Kumohon biarkan aku pergi.” Kata Carry yang sejak tadi masih didalam ruangan tersebut.
“Tidak Carry, belum saatnya Kau kembali.” Jawab Mike dengan nada dinginnya.
“Kau tau Mike, dengan seperti ini Kau menunjukkan jika Kau sebenarnya sangat menginginkan Wanita itu.”
“Sial.. Aku tidak menginginkannya. Aku hanay akan menyakitinya sampai dia Lelah untuk bertahan.”
“Lalu pergi seperti Adikmu.? Apa Kau yakin dia akan melakukan itu.? Dan apa Kau juga yakin Kau akan membiarkannya melakukan itu.?” Kata-kata Carry mampu membuat Mike diam membisu. Entah apa yang dipikirkan Mike saat ini.

***

Sore ini Hana memohon kepada Dara untuk bisa pulang sendiri. Dara sebenarnya menolak, tapi dengan alasan ingin sendiri akhirnya Dara mengalah dan membiarkan Hana pulang sendiri dan tidak bersamanya.
Entah kenapa Hana merindukan sosok Mike. Bukan sosok Mike yang ditemuinya tadi siang, melainkan Sosok Mike yag manis dan lembut seperti saat-saat pertama mereka menjalin hubungan dulu. Tanpa terasa kaki Hana sudahh berjalan menuju kesebuah Toko kaset kecil, tempat Hana bertemu dengan Mike untuk pertama kalinya.
Cukup lama hana mengamati Toko Kaset tersebut dari luar. Hana mengusap Perut datarnya seraaya berkata. “Kau tau, Ibu bertemu dengan ayahmu disana untuk pertama kalinya.” Hana tersenyum mengingat kejadian itu. Kejadiaan dimana mereka berdua sama-sama kikuk karena memilih Kaset yang sama secara bersamaan. Hana saat itu langsung terpesona dengan Mike, dengan wajah tampan dan mata Cokelatnya.
“Ibu merindukan ayahmu sayang…” Kata Hana lagi yang kali ini disertai dengan buliran airmata di pipinya.
Hana menghapus air matanya lalu kmbali melangkahkan kakinya. Dirinya harus segera pulang dan istirahat, jika Tidak, Dara mungkin akan Khawatir dan mencarinya. Hana berjalan dengan santai sambil sesekali tersenyum dan mengusap perutnya. Dia tidak memperhatikan jika sejak tadi ada sepasang mata yang sibuk mengamatinya.

Mike, Lelaki itu sejaak tadi sudah mengaamati gerak-gerik Hana. Tadi Robert, Asisten yang disuruhnya untuk mengawasi Hana memberi kabar jika Hana tidak langsung pulang kerumah, Akhirnya Mike memutuskan untuk menyusul dimana Hana berada.

Dan Mike berhasil Menemukan Hana di halaman sebuah toko kaset tempat mereka pertama kali bertemu dulu. Mike melihat wajah sendu Hana yang entah mengapa membuat Dadanya sesak. Mike memejamkan matanya, mengusap wajahnya dengan frustasi. Kenapa ini..? kenapa dirinya seperti ini.? bagaimanapun juga Rencananya harus tetap dilajutkan. Tak ada Rasa Kasihan.. dan tak ada juga Rasa Cinta.. semuanya harus terbalaskan. Hana harus merasakan apa yang dirasakan Lita, Dan Revan juga harus merasakan apa yang Dirinya rasakan saat itu. Kau harus tetap Fokus Mike.. harus fokus… Kau akan menang… Pikir Mike dengan mata yang berapi-api.

-TBC-

Maaf bgt kalo banyak Typo yaa… aku tinggal Copast aja nggak pakek edite.. soalnya badan lagi nggak enak, Flu melanda dan itu membuat Mood semakin buruk.. sekali lagi maaf kalo Mood ku mempengaruhi cerita hingga jadi jelek begini.. terimakasih…

Advertisements

7 thoughts on “My Brown Eye – Chapter 6

  1. cepet sembuh ya dek
    jaga kesehatan nya
    semoga mike ngrasain kegagalan nya karna hana gk akan selemah itu dengan perlakuan mike
    dia harus bisa melawan keegoisan mike dengan tetap kuat dan mempertahankan bayinya

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s