romantis

My Brown Eye – Chapter 5

MBE1My Brown Eye

Chapter 5

-Dan ketika Cinta mulai Hadir… Tak ada yang mampu mengingkarinya…-

 

Dara meremas tangannya dengan Gelisah. Ini sudah jam setengah sepuluh Malam, tapi Revan masih saja menunggu kedatangan Hana dengan wajah santainya.
“Emm Maaf Mas, ini sudah malam, tidak enak dengan tetaangga.”
“Tidak enak kenapa.?”
Dara tidak bisa menawab, bagaimana mungkin dia bisa menjawab ketika dirinya gugup karena sorot mata tajam dari lelaki yang duduk dihadapannya itu..?
“Kita.. emm.. laki-laki dan perempuan.. emm.. tanpa status.. dan..”
“Bilang saja aku kakakmu.”
Entah kenapa setelah perkataan Revan yang terkesan santai itu, Dara menjadi sedikit Kesal. “Kau bukan Kakakku Mas, dan ini sudah jam sepuluh malam, silahkan pulang.” Kata Dara yang sudah tidak dapat membendung kekecewaannya lagi.
“Heii ada apa denganmu?”
“Aku tidak apa-apa, Pulanglah.” Kata Dara masih dengan sedikit keketusannya.
“Aku ingin menunggu Hana.”
“Hana akan pulang malam, jika mau menunggu, tunggulah di luar.” Dan Dara menyesali perkataannya yang terkesan kasar tersebut.
Revan menatap dara dengan tatapan menyelidik. “Kau takut kekasihmu berpikiran aneh tentang kita?”
Dara menatap Revan dengan mata mendelik. Kekasih..? Yang benar saja, bahkan sejak bertahun-tahun yang lalu dirinya tidak pernah memikirkan yang namanya pacaraan atau kekasih dikarenakan lelaki yang berada dihadapannya saat ini.
“Baiklah, aku akan pergi. Tapi nanti aku akan kembali lagi, entah besok atau kapan.” Kata Revan yang kini sudah berdiri membenarkan penampilannya. “Jaga diri kalian baik-baik, jangan lupa hubungi aku kalau ada masalah.” Pesan itu walau diucapkan dengan nada dingin Khas Revan, Namun eentah mengapa membuat Dara menghangat.
Dara menghea nafas lega karena Revan sudah pergi tanpa mengetahui keberadaan Hana, berpikir tentang nama itu, sebenarnya apa yang dilakukan Hana.? Kenapa Gadis itu tidak pulang..??

***

Lagi-lagi…
Hana Mual hebat pagi ini. Mike Bahkan sempat ikut khawatir dengan keadaan Hana. Apa Hana benar-benar sudah Hamil.? Lalu bagaimana jika Benar.?
“Sayang.. apa tidak sebaiknya kita kerumah sakit.? Kupikir.. kau.. emm..”
“Aku tidak apa-apa Mike.” Jawab Hana dengan nada lemah.
“Bagaimana jika Kau Hamil.?”
Hana tersenyum. “Bagaimana apanya? Bukankah itu yang kita inginkan.? Tapi sepertinya tidak Mike, Test mengatakan Negatif. Aku hanya berpikir jika aku sakit.”
“Sakit.? Sakit apa maksudmu.?”
Hana menggeleng. “Entahlah… mungkin penyakit mematikan seperti di drama-drama romantis,”
Mike tersenyum, lalu menyentil kening Hana dengan lembut. “Kau terlalu banyak menonton Drama Hana, mana mungkin ada kejadian seperti itu.?”
“Tentu Ada Mike, semua Drama di televisi pasti ada yang mengalaminya secara nyata.”
“Aku masih tidak pecaya.”
“Yaa… Karena Kau tidak pernah mengalaminya.”
Mike tersenyum, “Baiklah Sweety… sepertinya Kau sudah baikan, aku akaan membuatkanmu sarapan.” lalu tanpa Aba-aba Mike mengangkat tubuh Hana menggendongnya kearah Dapur untuk mengajaknya sarapan pagi.
Walau kepalanya masih berdenyut tapi Hana bahagia dengan perlakuan Mike pagi ini. Yaa…. Mike yang manis, Lelaki bermata Coklat yang pandai merayu dan meluluh lantakkan perasaannya.

***

Dara mengetuk-ngetukkan pulpennya di atas meja kantin. Pagi ini dia sengaja menunggu Hana, hana tadi malam benar-benar keterlaluan. Tidak pulang dan meninggalkannnya sendiri dengan kakak lelakinya yang super dingin itu.
Akhirnya sosok yaang ditunggu itupun datang dengan wajah pucat dan lesunya. Apa Hana sakit.? Sontak kekhawatiran menyelimuti pikiran Dara.
“Kau tidak apa-apa Hana.? Kau butuh sesuatu.?” Tanya Dara saat Hana sudah duduk di hadapannya. Tadinya Dara ingin menyembur Hana dengan berbagai macam umpatan khas mereka, tapi melihat Hana yang sepertinya tidak sehat, kekesalan Dara berubah menjadi kekhawatiran.
“Aku hanya lelah dan pusing.” Jawab Hana lemah.
“Kau sakit.?”
Hana menggeleng. “Dara aku takut memiliki masalah serius pada tubuhku.”
“Masalah serius apa maksudmu.?”
“Aku sering pusing, Mual dan ya tuhann… aku tidak pernah selemah ini sebelumnya.”
“Kau Hamil.? Hana jangan bilang kalau Kau Hamil. Kakakmu akan membunuhmu jika Kau Hamil dengan Lelaki yang tidak disukainya.”
Hana mendengus sebal. “Tidak mungkin Dara, aku sudah melakukan Test kemarin, Tiga Test pack menunjukkan Negatif.”
“Hanya Testpack bukan.? Kau belum kedokter untuk memastikannya.”
Perkataan Dara ada benarnya juga, siapa tau saja kehamilanya memang belum terdeteksi oleh alat sederhana tersebut. “Baiklah, nanti siang aku akan kedokter.”
“Kau perlu aku menemanimu.?”
Hana menggeleng. “Tidak. Tapi Dara, apa yang terjadi dengan Mas Revan tadi malam?” pertanyaan Hana membuat Mood Dara kembali memburuk.
“Kau gila, Kau tau itu. Aku tidak ingin berhadapan lagi dengan kakakmu.”
“Ada apa.? Apa terjadi sesuatu dengan kalian.?” Selidik Hana.
“Tidak ada, Aku hanya kesal kepadamu dan dia.” Jawab Dara dengan nada yang dibuat kesal.
Hana tersenyum melihat tingkah sahabatnya tersebut. Ahhh pasti menyenangkan sekali jika bisa menjodohkan sahabatnya ini dengan sang kakak.

***

“Apa..?? Saya Hamil?” Hana Membulatkan matanya Ketika Dokter memberitahukan keadannya.
“Iya Bu.. Kantung kehamilannya sudah terlihat, mungkin sekitar 3 minggu usianya” Jawab Dokter tersebut dengan tersenyum.
“Tapi Dok, saya sudah melakukan Test tapi test itu manyatakan Negatif.”
“Test Pack hanya akan mendeteksi kehamilan lewat kadar HCG dalam urin, pada beberapa kasus, sang ibu tidak menyadari dirinya Hamil hanya karena kadar HCG nya rendah dan setelaah di tets hasilnya negatif. Test yang paling akurat adalah USG seperti sekarang ini.”
“Jadi.. Saya.. benar-benar Hamil?”
Dokter tersebut menganggukkan kepalanya. “Iya Bu.. selamat yaa..”
Dan senyuman mengembangpun datang dari wajah Hana. Senyuman bahagia. Astaga.. dia harus secepatnya memberitaukan kabar bahagia ini terhadap Mike. Mike pasti sangat bahagia mendengarnya.

***

Hana keluar dari sebuah klinik dengan wajah bahagianya. Sesekali dia mengusap perut datarnya yang didalamnya kini sudah ada sang buah cintanya bersama lelaki yang amat sangat di cintainya. Mike. Dia tak sabar ingin memberitahukan kabar gembira tersebut kepada Mike. Akhirnya diambilnya ponsel yang berada di dalam tasnya. Di carinya Kontak telepon yang bernama ‘My Brown Eye’. Dan ditekannya tombol panggilan.
“Halo Sayang..?” suara berat di seberang membuat jantung Hana berpacu lebih cepat lagi dari semenit yang lalu.
“Emm.. Hai..” hanya itu yang dapat di katakannya.
“Ada apa sayang..? Tumben sekali Kau menghubungiku saat jam-jam seperti ini.”
“Apa Kau sedang sibuk..?”
“Aku selalu sibuk, tapi tidak jika itu tentangmu.”
Hana tersenyum bahagia, Mike memang orang yang selalu membuatnya berbunga-bunga. “Mike, Aku ingin makan siang bersamamu.. apa Kau ada waktu..?”
“Tentu saja Sayang, di tempat biasa ya..” dan Hanapun mengiyakan permintaan Mike.

***

Hana kini sudah berada didalam sebuah Restoran Itali biasa dia makan siang dengan Mike. Astagaa… wajahnya merona-rona bahagia saat membayangkan bagaimana Ekspresi Mike saat tau jika dirinya kini sedang hamil anaknya. Bayi ini akan menyatukan mereka, Dan Mike benar-benar sangat mengharapkan Bayi ini.. pikir Hana kemudian.
Tak lama, Hana melihat Sosok tinggi tegap itu datang menghampirinya, sosok yang amat sangat tampan dengan mata Coklatnya. Tanpa sungkan Mike langsung memeluk Hana yang sudah berdiri dan tanpa malu lagi dia mendaratkan ciumannya pada Bibir Hana.
Mike lalu duduk di hadapan Hana. “Emm.. Maaf, aku yang memesankanmu makan siang.” Kata Hana kemudian ketika seorang pelayang mengantarkan pesanan Hana.
“Tidak apa sayang, Kau tau seleraku.” Jawab Mike dengan lembut. “Lalu… sekarang ada apa..? Aku tau Kau tak hanya mengajakku makan siang saja Kan..??” tanya Mike sambil menyantap pasta yang berada di hadapannya setelah pelayan tersebut pergi.
Hana menelan Ludahnya dengan susah payah. Dia sudah menunggu momen ini. Momen dimana dia memberitahukan kehamilannya dan Mike akan segera menikahinya seperti yang mereka rencanakan sebelumnya.
“Aku hamil.”
Dua kata itu mampu membekukan tubuh Mike, Mike tanpa sadar telah menjatuhkan Garpunya. Mike menatap Hana dengan tatapan tak terbacanya.
“Mike, Apa Kau mendengarku..?? Aku Hamil. Kita berhasil, Kita akan…”
Hana Menghentikan kalimatnya ketika melihat perubahan ekspresi dari wajah Mike. Ekspresinya mengeraas, tatapan matanya menajam. Ada apa ini..?? pikir Hana kemudian.
“Kenapa Mike..? Kau terlihat tidak suka dengan kabar ini.” Kata Hana sedikit lirih.
Mike meminum air putih yang ada di hadapannya lalu menyeka bibirnya dengan tissue. Dan dengan arogannya dia berkata. “Maaf Hana, Sepertinya hubungan kita sampai disini saja.”
“A.. Apa maksudmu..?” Tanya Hana dengan terpatah-patah.
“Aku sudah berhasil membuatmu Hamil, dan aku tak tertarik untuk menikahimu. Kita sudahi saja hubungan ini. Aku tak pernah mencintaimu.” Kata Mike dengan dingin. Sangat berbeda dengan kelembutan yang selama ini Mike berikan.
Hana hanya diam membatu, hanya buliran airmatanya saja yang menetes dengan sendirinya. Benarkah Lelaki dihadapannya ini Mike..?? Lelaki yang dicintainya dengan tulus..??
Dan tanpa mengucapkan sepatah katapun Hana berdiri dan pergi begitu saja meninggalkan Mike yang masih duduk tenang di tempat duduknya.
‘Kenapa Reaksimu seperti itu Hana..?? Kau tidak menamparku..?? Kau tidak mengguyurku dengan air..?? Kau tidak berkata kasar padaku..?? Apa aku masih kurang untuk meyakitimu..??’ Pikir Mike dalam hati….

***

Mike ternyata tak bisa mengabaikan Hana begitu saja. Entah kenapa Fikirannya tidak tenang setelah apa yang sudah dikatakannya terhadap Hana.
Dengan cepat Mike berdiri dari tempat duduknya dan berlari mengejar Hana. Mike bahakan meninggalakan Mobilnya di parkiran Restoran tersebut. Mike sedikit bingung, kemana Hana pergi. Tapi dari tempatnya berdiri Mike melihat seorang gadis yang sedang menangis sesenggukan di bangku sebuah Halte Bus.
Haruskah Ia menghampirinya..? Lalu apa yang akan dilakukannya setelah ia menghampiri wanita tersebut.? Akhirnya Mike memutuskan untuk berdiri ditempat dan mengawasi apa yang akan dilakukan Hana.
Lama Hana berada di dalam Halte tersebut. Hingga akhirnya Hana berdiri daan mulai berjalan kembali. Hana berjalan menuju ke Apartemen Mike, Mike dengan setia mengikuti Hana Di belakangnya dengan jarak yang cukup jauh, Tapi cukup untuk memperlihatkan punggung Hana yang tidak berhenti bergetar. Wanita itu menangis…..

***

Secepat mungkin Hana membereskan semua pakaiannya yang berada dalam Apartemen Mike. Hana memijit pelipisnya karena rasa pusing kembali menderanya. Ada apa dengan lelaki itu.? Apa dia memiliki Masalah.? Kenapa lelaki itu berbicara seperti itu padanya.? Peertanyaan-pertanyaan tersebut tidak berhenti berputar dalam pikiran Hana.
Ahhh… mungkin Mike ada masalah. Toh jika Mike benar-benar mencintainya, Mike akan kembali mencarinya bukan.? Tapi bagaimana jika tidak.? Bagaimana denga Bayi ini..? Hana kembali menitikan airmata sambil mengusap perut datarnya.
“Kau ingin kemana.?”
Hampir saja Hana terlonjak kaget karena mendengar suara tersebut, suara yang sangat dikenalnya tapi dengan Nada yang berbeda. Kata itu diucapkannya dengan Nada Dingin. Hana membalikkan badannya dan Mendapati Mike dengan wajah Kerasnya. Sangat berbeda dengan Mike yang penuh dengan senyuman atau rayuan manjanya.
Hana kembali membalikkan badannya seraya membereskan kopernya kembali. “Aku pergi, bukankah kita sudah selesai.?” Kata Hana sekuat mungkin. Hana bahkan membalas perkataan Mike dengan Nada yang sama dinginnya dengan Nada yang diucapkan Mike.
Jawaban Hana benar-benar diluar dugaan Mike. Mike berpikir jika Hana akan menangis dan merengek padanya, meminta penjelasan, namun ternyata Hana malah bersikap seperti ini padanya.
“Baguslah… cepat pergi dari sini jadi aku bisa membereskan semua tentangmu secepat mungkin.” Lagi-lagi Mike berkata sedingin mungkin. Ya tuhan… ini benar-benar bukan dirinya.
Hana menghela nafas panjang, Airmatanya kembali menetes saat mendengar perkataan Mike yang seperti Sembilu menyayat hatinya. Tak lama Hana mendengar pintu ditutup, Mike mungkin sudah keluar dari kamar mereka. Akhirnya Hana terduduk sambil menenggelamkan Wajahnya diantara lengannya. Menangis tersedu-sedu dan sebisa mungkin tak mengeluarkan suara. Kau harus kuat Hana.. Kau harus kuat.. jangan menagis disini.. Hana menguatkan dirinya sendiri.
Sementara itu di luar Kamar, Mike masih menyandarkan tubuhnya di tembok sebelah pintu. Apa yang terjadi? Kenapa seperti ini? Kenapa tidak ada kepuasan sedikitpun saat dirinya mencampakan Hana..? Apa ini masih kurang.? Yaahhh tentu saja, Hana bahkan belum bunuh diri seperti yang dilakukan adiknya bukan.? Kau harus kuat Mike.. tinggal selangkah lagi, Kau pasti menang… pikir Mike menguatkan dirinya sendiri.

***

Mike terbangun dengan kepala yang nyaris pecah karena denyutan yang tak ada hentinya. Melirik kearah jam dinding dan mendapati jarum jam yang sudah bertengger di angka sepuluh. Sial..!!! dirinya terlambat bangun pagi ini. Kenapa Hana tidak membangunkannya.?
Hana..???
Mike tersenyum kecut saat mengingat nama itu. Tentu saja, bukankah Hana sudah keluar dari Apartemennya tadi malam.? Dan bukaankah itu alasan kenapa Mike terbangun pagi ini dengan kepala berdenyut hebat karena mabuk semalaman.
Tadi malam Hana pergi tanpa sepatah katapun, entah kenapa itu membuat Mike Marah. Apa dirinya kurang berarti untuk Hana sehingga Hana tidak Depresi seperti adiknya..?? Ayolah.. Bahkan Mike melihat dengan jelas dari sorot mata Hana, betapa Hana sangat mencintai dirinya hingga rela memberikan segalanya untuk diri Mike.
Tapi kenapa Wanita itu bertindak seolah-olah tidak terjadi apa-apa.? Dan kenapa pula jadi dirinya yang kini seakan terpuruk akan perpisahannya dengan Hana..?? Ahhh sial..!! Akhirnya Mike bergegas menuju kekamar mandi untuk membersihkan Diri.
Mike kembali dari kamar mandi dengaan keadaan lebih segar dari sebelumnya, meski tak mengurangi sedikitpun rasa sakit kepalanya. Mike mendapati Ponselnya berbunyi, dan Layar ponselnya mengatakan jika itu dari Carry. Ayolah, apa yang akan dilakukan wanita itu padanya pagi-pagi seperti ini.?
“Mike apa yang terjadi paadamu. Aku meneleponmu sejak semalam tapi Kau tidak mengangkatnya.” Sembur Carry setelah Mike mengangkat teleponnya.
“Apa ada masalah.?”
“Billy akan menyusulku kesini jika aku tidak segera menyelesaikan masalah kita.”
“Siapa Billy..?”
“Buka pintu Apartemenmu dulu setelah itu aku akan menjelaskan semuanya.”
“Kau dimana,?”
“Aku di depan Apartemenmu Bodoh, cepat Buka pintunya.”
Dan Mike segera bergegas membuka Pintu Apartemennya. Setelah Pintu di buka, Carry langsung menghambur kedalam pelukannya.
“Apa yang terjadi denganmu? Kau sedikit demam.” Tanya Carry sambil mengusap kening Mike yang terasa sedikit hangat.
“Aku hanya Mabuk.” Jawab Mike yang kini sudah mengecup singkat bibir Carry.
“Kau ada masalah.?” Tanya Carry kemudian.
Mike mengeleng, tapi Carry tau jika Mike berbohong. “Itu tidak penting Carry, sekarang Kau hanya perlu bercerita apa masalahmu.” Kata Mike meyakinkan.
Tapi belum sempat Carry membuka mulutnya untuk bercerita, Suara Pelan menyadarkan mereka jika ada orang di sekitar mereka.
“Mike..” suara Hana nyaris tidak terdengar. Bahakan Hana merasakan suaranya bergetar karena diriya sedang menahan sesuatu yang akan keluar dari pelupuk matanya.
Dengaan reflek Mike melepaskan rangkulannya terhadap Carry. “Hana.? Apa yang kau lakukan disini.?”
“Aku.. Aku…”
Hana seakan tak bisa menjawab pertanyaan Mike. Dirinya terlalu sakit saat mendapati pemandangan di hadapannya. Jadi karena ini Mike mencampakannya..? Meninggalkannya dan juga calon bayi mereka hanya karena wanita Lain..?? Mike benar-benar Brengsek..!!!

 

-TBC-

udah mulai masuk konflik yaa… karena PSWM udah End maka aku akan sering2 Post MBE ini yaa… semoga kalian nggak bosan bacanya.. hahhahaha

Advertisements

6 thoughts on “My Brown Eye – Chapter 5

  1. udah mulai nich konfliknya hana mungkin bakal lebih lembut gk seperti lita yang berpikiran sempit
    tinggal nunggu kemurkaan revan

    Like

  2. Habis manis sepah dibuang, udah hamil trus ditinggal…klo udah cinta, apapun akan dilakukan, dan akhirnya hanya penyesalan yg tersisa…
    Kasian hana, blom lagi revan pasti marah, dan dara juga pasti kebawa2 sama masalah ini..
    Dan moga hana sadar, klo mike gak sebaik yg dia kira, karena dia brengsek, melakukan hal buruk demi membalas dendam…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s