Roman Fantasi

My Beautiful The Witch – Chapter 1

MBTW covernewMy Beautiful The Witch

NB : Haaii… heheheh baru sempat Post Chapter 1 Cerita ini hahhaha… BTW karena ini cerita Roman fantasi, jadi mungkin akan Slow Update yaa… soalnya aku benar-benar harus mikir bgt saat nulis, aku harus mendalami baahkan seakaan-akan aku berada dalam dunia tersebut saat nulis cerita ini (jiaahahha lebbay).. ooiyaa karena ini Fantasi jadi aku mohon bgt buat yang baca tolong Kesampingkan Logika Kalian, apapun bisa terjadi dalam ceritaa Fantasi, jadi ssangat wajar kalau cerita Fantasi itu cerita yang sering dibilang sebagai Cerita yang tak masuk akal. ini adalah Roman Fantasi pertamaku, walau aku sudah melihat bayangan Endingnya tapi semoga saja aku bisa membuat Cerita ini hingga kata END. setting dalam cerita ini tergantung dari bayangan para Readers yaa… kalo dalam bayangan author sihh setingnya pada abad pertengahan gitu dan berada di luar negri tentunya. pernah lihat film Hansel&gretel kan…?? karena nuisnya terinspirasi dari film itu, tentu saja aku bayangin Settingnya ada pada jaman seperti itu.. hahhaha okk nggak banyak omong lagi.. enjoy Reading yaa…. karena udah terlalu lama ngepostnya, aku post sekalian Prolognya sapa tau udah lupa ama Prolog yang dulu sempat ku Share….

#Prolog

Pada suatu hari, Ada seorang penyihir yang sangat sakti berkelana kedalam suatu pedesaan. Orang-orang desa tak mengetahui jika Lelaki tersebut adalah seorang Penyihir. Akhirnya dengan penyamarannya sang penyihir tersebut menetap di desa tersebut. Namanya William. Will sangat tampan, hingga sebentar saja dirinya sudah terkenal diantara para wanita di desa tersebut.
Namun sejak awal hati Will hanya terpaku dengan seorang gadis sederhana, Gadis petani penanam sayur yang benar-benar biasa, bernama Maria. Akhirnya tanpa penghalang apapun Will dan Mariapun bersatu. mereka hidup damai bersama bahkan mereka di karuniai seorang putera Yang amat sangat tampan. Robbin William.
Robb benar-benar tumbuh menjadi anak yang tampan. Ketampanannya tentu saja mirip dengan sang ayah, Matanya berwarna kuning cerah, dan dia berkulit putih pucat. Kebahagiaan benar-benar melingkupi keluarga mereka, Hingga pada suatu hari Will menghilang begitu saja, membuat Maria harus berjuang sendiri untuk bertahan hidup. Apa lagi ketika sekumpulan orang jahat menyerang mereka, Orang jahat yang sakti.
“Robb.. Pergilah sayang, Bawa ini.. ingat, Jauhi orang-orang yang bermata kuning dan berkulit pucat sepertimu.” Kata Maria kala itu sambil memberikan Robb sebuah tas yang penuh dengan sesuatu didalamnya.
“Tidak ibu.. aku ingin bersama ibu..”
“Pergilah Robb.. Pergilah..”
Robb yang memang tak pernah dikasari oleh sang ibu, akhirnya lari meninggalkan ibunya yang seakan-akan terlihat marah terhadapnya. Hingga saat Robb kembali, Robb sangat menyesali keputusannya yang telah meninggalkan sang ibu sendiri.
Robb menangis dan berteriak Histeris didepan telang belulang sang ibu yang sudah hangus terbakar. Siapa yang elakukan hal keji ini terhadap keluarganya..?? Batin Robb kemudian.

****

Chapter 1

Masuk kedalam hutan yang semakin Lebat, hanya sendiri adalah hal yang tak pernah di fikirkan Oleh Robb selama hidupnya. Ini hanya demi mencari sebuah jamur untuk ramuan penawar racun. Alan, Sahabatnya itu terkena patokan ular yang sangat berbisa. Itu membuat Robb membuka kembali Buku tua besar peninggalan sang Ibu, dalam buku tersebut ada berbagai macam cara membuat Ramuan yang Robb sendiri tak mengerti. Dan untung Saja ada sebuah Ramuan yang di pergunakan untuk penawar berbagai macam Racun. Salah satu bahannya adalah Jamur yang Robb cari saat ini.

Sungguh, Robb sangat ingin menemukan secepatnya jamur tersebut, Robb tak ingin lagi kehilangan orang yang disayanginya.
Alan sudah hidup dengannya selama 20 tahun terakhir. Dia sudah seperti saudara kandungnya sendiri. Saat itu, Robb tergeletak di tengah Hutan dengan tubuh yang mengenaskan, mungkin karena berlari berhari-hari, makan dan minum seadanya membuat tubuh Robb kelelahan hingga jatuh tersungkur di tengah-tengah tanaman berduri.

Ayah alan yang saat itu sedang mencari kayu di dalam hutan menemukan keadaan Robb yang mengenaskan. Wajah Tampan anak berusia 10 tahun saat itu benar-benar mempesona bagi ayah Alan. Akhirnya ayah Alan membawa Robb pulang untuk di tolong dan di Obati.
Di sanalah Robb pertama kali melihat Alan. Anak lelaki seusianya yang memiliki kebahagiaan sempurna karena memiliki ayah dan ibu yang lengkap dan menyayanginya. Sangat berbeda dengan dirinya yang hanya sebatang kara. Akhirnya Robb hidup bersama dengan alan dan kedua orang tuanya sebagai anak angkat. Robb mencoba melupakan masalalu nya, tentang ayah yang tiba-tiba menghilang dan meninggalkannya, ibu yang menyuruhnya pergi dan saat dia kembali hanya tersisa tulang belulangnya, dan juga orang-orang aneh yang menggunan sapu terbang yang mengejarnya berhar-hari tiada henti.

Kehidupan Robb terbilang sangat bahagia saat itu, hingga 5 tahun kemudian, kejadian itu terulang kembali. Rumah Alan di bakar oleh seseorang saat Robb dan Alan berburu di dalam Hutan. Ayah dan ibu alan Terbakar habis di dalamnya, mengenaskan sama seperti Robb menyaksikan tulang belulang ibunya. Apa ini orang yang sama..? orang-orang aneh yang di katakan ibunya saat itu..??

Sejak saat itu hidup Robb dan Alan menjadi gelandangan tak menentu, mereka berdua tak memiliki rumah, mereka hanya berjalan dari desa ke desa lainnya, menyusuri hutan satu kehutan lainnya, tak ada uang ataupun gandum yang bisa di tukar menjadi makanan, mereka hanya makan beberapa buah buaha dari dalam hutan dan juga berburu beberapa hewan yang bisa dimakan.

Bertahun-tahun hidup dalam pelarian bersama dengan Alan, hingga sekitar delapan tahun yang lalu, saat mereka berdua mempir kesebuah Desa yang cukup besar di sebelah timur pinggiran Hutan, ada sebuah Sayembara untuk menangkap penyihir, barang siapa yang bisa membawa jantung seorang penyihir kepada Kepala desa tersebut, maka dia akan mendapatkan imbalan yang setimpal.

Robb dan Alan tertarik, akhirya mereka banyak bertanya pada warga setempat tentang penyihir yang dimaksud. Penyihir umumnya memiliki mata Kuning cerah dan kulit putih pucat seperti dirinya, biasanya memiliki wajah buruk rupa dan bau tak sedap. Robb menghela nafas panjang ketika mengetahui fakta terakhir itu, dirinya tak memiliki bau tak sedap dan masalah buruk rupa, semua Orang yang menemuinya pasti berkata jika dirinya jelmaan dari seorang malaikat. Namun tentu saja, mata kuning dan Kulit pucatnya cukup menarik perhatian orang-orang yang ditemuinya, tak jarang dirinya di tuduh sebagai penyikir oleh beberapa Orang.

Orang-orang di desa tersebut dan di desa bagian timur lainnya meyakini jika jantung sang penyihir memiliki kekuatan untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Meski tak banyak orang yang mampu memburu penyihir di daerah tersebut. Harga untuk sebuah jantung penyihir sangatlah mahal, makanya tak sedikit orang yang berbondong-bondong memburu penyihir meski mempertaruhkan nyawa sendiri. Robba dan Alan akhirnya mengikuti Sayembara tersebut.

Mereka berhasil. Bukan karena keberuntungan. Tapi karena Buku pemberian Ibu Robb yang selama ini di bawa Robb dan Alan kemanapun mereka pergi. Buku tua yang sangat istimewa. Terdapat berbagai macam cara membuat ramuan aneh, cara membuat senjata Aneh dan juga beberapa bahasa aneh. Alan Dan Robb hanya membuka bagian Cara untuk membuat senjata sederhana yang bagi mereka Aneh. Ternyata senjata tersebut mampu melumpuhkan sang Penyihir yang mereka bunuh dan Ambil jantungnya.

Uang, ketenaran, dan juga penghormatan mereka dapatkan saat mereka kembali dengan Jantung penyihir yang masih berdetak di tangan mereka. Sejak saat itu, Robb dan Alan memutuskan untuk memburu Penyihir.

Bukan hanya karena uang, ketenaran, ataau penghormatan. Ini lebih karena menolong sesama. Sang penyihir-penyihir tersebut ternyata setiap bulan purnama juga menculik seorang manusia untuk dijadikan makanan mereka entah apa itu Robb juga tak mengetahuinya. Yang jelas setiap bulan purnama akan banyak orang menghilang dan ditemukan mati mengenaskan paginya tanpa Jantung pada jasadnya.
Robb dan Alan juga meyakini jika yang membunuh orang tua mereka adalah penyihir-penyihir jahat tersebut. Akhirnya mereka sepakat untuk hidup dalam memburu penyihir-penyihir jahat.

Entah sudah berapa penyihir yang mereka bunuh, entah sudah berapa nyawa yang mereka selamatkan, entah sudah berapa uang yang mereka kumpulkan, mereka tak peduli. Yang mereka pedulikan hanyalah bagaimana caranya memberantas habis penyihir-penyihir yang setiap hari semakin tak berperasaan tersebut. Alan dan Robb kini juga tak hidup kekurangan seperti pelarian mereka dulu. Mereka hidup dengan serba kecukupan. Tak ada lagi pakaian Compang-camping, tak ada lagi makanan dari hutan. Mereka hidup layaknya orang beruang di daerah tersebut. Mereka bahkan sering menyempatkan diri untuk mampir ke kedai minuman, meminum beberapa minuman yaang mampu memabukkan pikiran, menggoda beberapa Gadis cantik di dalam kedai tersebut, dan tentu saja melaampiaskan hasrat terpendam mereka, bagaimanapun juga mereka adalah dua Sosok Lelaki berusia matang yang memilki gairah menggebu ketika melihat gadis Cantik.

Mereka tetap berkelana berjalan kearah timur. Semakin Ketimur, Nuansa tentang penyihir semakin kuat. Itu tandanya jasa mereka akan semakin di butuhkan. Pada suatu hari ketika mereka mampir di sebuah kedaai minuman, Mereka bertemu dengan gadis cantik mpengantar minuman. Bernama Kamila. Kamila Cantik mampu menarik Hati Alan, Sedangkan Robb masih setia dengan minumannya. Kamila yang saat itu akan di jual pada Seorang saudagar kaya Akhirnya di tebus oleh Alan. Robb sempat tak setuju, namun demi Sahabatnya tersebut akhirnya Robb mengalah. Kamila Akhirnya mengikuti kemanapun mereka pergi hingga kini.

Robb tersenyum saat mengingat masa-masa bersama dengan Alan. Untung saja saat ini ada Kamila yang merawat Alan, jadi dirinya kini bisa mencari bahan untuk membuat penawar racun tersebut. Robb kembali memacu kudanya agar berjalan lebih cepat lagi dan masuk kehutan lebih dalam lagi. Dirinya tak boleh menunda banyak waktu demi keselamatan Alan.

Di tengah-tengah perjalanannya, Robb seperti mendengar Suara Wanita yang sedang meronta. Robb memelankan laju dari kudanya tersebut, menajamkan pendengarannya. Dan suara tersebut semakin jelas terdengar dalam pendengarannya. Suara Wanita yang memohon ampun dan meminta tolong. Suara yang sangat merdu yang hanya mendengarnyaa saja mampu membuat lelaki menean ludahnya karena bergairah.

Robb akhirnya berhenti dan turun dari atas kudanya. Mengikat kudanya di sebuah pohon. Lalu berjalan mengikuti suara tersebut. Dan benar saja, di pinggir sebuah Sungai dirinya melihat tiga orang Lelaki sedang berusaha menjamah tubuh seorang wanita Cantik. Amat sangat Cantik, kulitnya bahkan terlihat bersinar walau posisi Robb saat ini sangat jauh. Baju wanita tersebut terkoyak hingga sedikit menyembulkan buah dadanya yang membuat siapapun yang melihatnya akan ingin menyentuhnya.

Robb mengelengkan kepalanya, Apa yang sedang kau fikirkan Robb..? Tanya Robb pada dirinya sendiri. Akhirnya dengan gagah berani layaknya seorang pahlawan, Robb berjalan kearah 3 Lelaki dan sorang wanita terebut.
“Lepaskan Dia.” Kata Robb dengan dingin.
“Heii.. siapa Kau.. Kau berani dengan Kami.? Jika Kau menginginkan mangsa, carilah yang lain, wanita ini milik kami.” Kata Lelaki bertubuh tinggih besar yang sedang mencengkeram lengan wanita tersebut.
“Aku tak menginginkan yang lain. Aku menginginkannya.” Dan tanpa banyak bicara lagi Robb menghajar satu persatu lelaki yang berada di hadapannya tersebut.

Lama Robb berjibaku saling adu pukul, adu kekuatan dengan para lelaki tersebut. Akhirnya dengan pukulan Terakhir, Robb membuat para lelaki hidung belang tersebut lari tunggang langgang.

Menghembuskan nafas dengan kasar, Robb berjalan menuju kearah Wanita yaang masih duduk lemas penuh luka memar dan cakaran di lengan dan dadanya. Wanita tersebut tampak takut, tangannya berusaha menutupi bagian dadanya yang sedikit terlihat karena baju yang koyak.
Robb mendekati wanita tersebut. “Kau Baik-baik saja.?” Tanya Robb dengan suara Gagahnya.

Wanita itu hanya mengangguk. Robb mengangkat dagu wanita tersebut, menelusuri wajah cantik itu dengan pandangannya. Kulit wanita tersebut telihat putih seputih kulitnya, beralis tebal namun Rapi, Mata lebar dengan iris berwarna Cokelat, bulu matanya sangat panjang dan lentik, hidung yang mancung, serta Bibir yang berwarna Merah delima dengan belahan pada bibir bawahnya. Ohh bibir yang sangat menggoda untuknya. Robb menelan ludahnya dengan sudah payah. Ahh… Sial.. !! seharusnya dia tak memandang wanita tersebut dengan kurang ajar seperti Tadi.
Dilepaskannya wanita tersebut, lalu Robb melepaskan Mantelnya, memberikannya kepada Wanita tersebut.
“Pakai ini, Bajumu tak layak pakai.” Kata Robb yang suaranya kini sudah parau.
“Terimakasih Tuan.” Kata wanita itu pelan. Ahh suara itu benar-benar menggoda untuk Robb.
“Aku Robbin William. Panggil saja Robb. Siapa Namamu.?”
“Ellieora.” Kata Wanita itu pelan.
“Kau dari mana. Kenapa Kau berada dalam hutan lebat seperti ini sendiri.?”
“Aku… emm.. aku..”
“Kau tak memiliki tempat tinggal.?” Tanya Robb lagi.
“Aku memilikinya di sana.” Kata Ellie sambil menuntuk kesebuah Arah. “Aku mencari sesuatu di dalam Hutan.”
“Setidaknya Kau harus mengajak seseorang. Disini tak Aman.” Kata Robb Lagi.
“Tuan..”
“Panggil saja Robb, Aku terlalu muda untuk panggilan tersebut.”
“Robb.. Apa Kau.. Seorang…”
“Penyihir.?” Kali ini Robb melanjutkan pertanyaan Ellie. “Aku manusia biasa Ellie, jika Kau mengira aku penyihir karena Warna Mataku, Kau salah.” Kata Robb sambil tersenyum. “Aku bahkan Hidup untuk memberantas para Penyihir yang berkeliaran di muka bumi ini.” Jawab Robb dengan tegas yang entah kenapa mampu membuat Ellie merinding karena perkataannya tersebut.

__TBC__

Bagaimana Chapter Perdanya…??? Apa Kalian merasa masuk dalam dunia Fantasi author..??? hahhaah belummm ini masih permulaan… kasih komentar kalau kalian penassaran yaa… jangan jadi Silent Readers yaaa… #KissHugFromAuthor :*

Advertisements

2 thoughts on “My Beautiful The Witch – Chapter 1

  1. elle apakah dia baik atau malah akan menyusahkan robb nantinya
    semakin ketenaran mengikuti mereka maka semakin banyak penyihir yang memusuhi mereka kan

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s