romantis

My Brown Eye – Chapter 4

MBE1My Brown Eye

Chapter 4

-Tak Ada Rasa Cinta Tanpa Rasa Sakit yang menyertainya..-

Hana terbangun di pagi hari dengan perut yang mual seperti diaduk-aduk. Berlari kekamar mandi dan mencoba memuntahkan semuanyaa, tapi Nihil, dia hanya Mual dan tak bisa memuntaahkan apapun. Ahhh ada apa dengan dirinya..?
Mike yang mendengar suara Hana segara bangun dan bergegas kekamar Mandi, dimaana Hana berada saat ini.
“Kenapa Sayang..?”
“Aku hanya Mual.”
Mike menegang seutuhnya. “Apa Kau.. Kau hamil..?”
Kali ini giliran Hana yang menegang seutuhnya, Hamil..?? kenapa tak terfikirkan Hal tersebut dalam otaknya..? raut Wajahnya kini berubah menjadi Raut bahagia.
“Astaaga Mike… aku bahkan tak berpikir sampai situ.. Yaaa… mungkin saja aku hamil, ayoo kita membeli Test Kehamilan.” Kata Hana dengan semangat dan meninggalkan Mike yang saat ini masih diam membatu.
Hamil..? itu.. itu berarti Waktunya bersama Hana tak lama lagi. Tapi bukankah itu bagus.? Kenapa dirinya measa ada yang salah disini.?

***

Hana Dan Mike akhirnya kembali ke Apartemen Mike dengan beberapa alat Test kehamilan yang baru saja mereka beli di Apotek terdekat. Hana dengan Raut wajah bahagiia berserinya, sedangkan Mike masih memasang wajah Datar taanpa Ekspresinya.
Hana berlari kekamar mandi dan mencoba semua alat Test kehamilan tersebut, sedangkan Mike dengan gelisah menunggunya di luar. Bagaimana jika Hana benar-benar Hamil.? Bagaimana dia mengakhiri semuanya..?
Tak lama Hana keluar dengan airmata di pipinya. Mike sontak menghampirinya, ingin mengetahui apa yang terjadi
“Ada apa sayang..?”
Hana langsung memeluk tubuh Mike. “Aku tidak Hamil Mike, semua alatnya negatif.” Kata Hana yang entah kenapa sontak membuat Mike menghela Nafas lega.
“Tenang sayaang…Masih ada lain waktu.” Kata Mike menenangka Hana. Sedangkan Hana masih sedikit terisak dalam pelukan Mike.

***

Dara yang sedang bersiap-siap berangkat kekantor tiba-tiba terpaku saat mendapati sosok dihadapannya. Sosok yang berdiri tegak memandangnya dengan wajah datar seperti biasanya.
“Mas Revan..” tanpa sadar Dara menyebut nama lelaki tersebut.
“Pagi Dara.” Revan sedikit melempar sebuah senyuman kepada Dara, ahh senyuman itu, senyuman yang sedikit di rindukan oleh Dara.
“Mas Revan kenapa Kesini pagi-pagi seperti ini.?”
“Aku ingin menemui Hana, Apa dia ada.?”
Dan Dara Sontak memucat saat tiba-tiba Revan menanyakan keberadaan Adiknya tersebut.
“Emm.. itu.. Hana..”
Revan mendekatkan tubuh dan wajahnya kearah Dara, membuat Dara sedikit mundur karena kedekatan yang terjadi diantara mereka.
“Kau gugup, Ada yang Kau sebunyikan Dariku.?”
“Tidak… aku tak menyembunyikan apapun. Hana hanya sudah berangkat terlebih dahulu.”
“Benarkah.?”
“Iya.. aku tak mungkin berbohong padamu Mas.” Kata Dara masih pnuh dengan kegugupan.
“Baiklah kalau begitu aku pergi dulu.” Kata Revan yang saat ini sudah membalik badannya dan berjalan menuju Mobil yang terparkir di hadapannya.
Dara menghela nafas Panjang. Akhirnya dirinya bisa menghirup udara Segar setelah tadi sempat menahan nafas karena Gugup dengan kedekatannya bersama Revan, kakak dari sahabatnyaa, Hana.
“Heii… sedang apa Kau disitu.? Ayo.. aku akan mengantarmu kekantor.”
Teriak Revan yang saat ini sudah berada di balik kemudi Mobilnya. Membuat Dara ternganga. Benarkah Revan akan mengantarnya kekantor..?? Astaga… Lelaki itu memang berubah menjadi lelaki pendiam dan dingin sejak beberapa tahun terakhir, namun tentu saja perhatiannya masih sama seperti dulu, meski sedikit berkurang tapi tak mengurangi perasaan Dara terhadapnya. Perasaan..???
***
Dara turun dari Mobil Revan ketika mereka sudah sampai di halaman Kantor tempat Dara bekerja.
“Terimakasih Mas.. sudah mau mengantar.” Kata Dara sopan sambil menganggukkan kepala.
“Lain kali mintalah Kekasihmu menjemput, tak baik jika selalu naik kendaraan umum sendiri.” Kata Revan yang masih nampak dengan wajah datarnya.
Dara hanya mengangguk mengiyakan, padahal hatinya terasa diaduk-aduk tak karuan mendengar perkataan dari Revan tadi. Tak lama Revan pamit pergi, sedangkan Dara merasa seakan-akan kakinya sudah lemas karena terlalu lama dengan lelaki tersebut.

***

Hana heran saat mendapati Dara sedang duduk melamun didalam ruangan kecilnya. Ada apa dengan sahabatnya tersebut. Dara tersenyum-senyum sendiri dan wajahnya seakan merona merah.
“Kau menyembunyikan sesuatu dariku Dara?” pertanyaan Hana membuat Dara sedikit terkejut dan kelabakan.
“Heii.. sejak kapan Kau disitu.?” Tanya Dara sambil membenarkan rambutnya.
“Cukup lama utuk mengetahui bahwa pagi ini Kau sedang berbunga-bunga. Apa yang terjadi denganmu Dara.?”
Dara menggelengkan kepalanya. “Tak ada yang terjadi Hana. Aku hanya sedikit senang.”
“Apa yang membuatmu senang.?”
“Ayolah Hana.. ini hanya rasa senang biasa saja. Dan kenapa Kau keruanganku.? Kau membutuhkan sesuatu.?” Dara mencoba mengalihkan Topik.
“Kata Dini tadi Kau datang bersama dengan Lelaki yang mirip dengan kakaku, apa itu benar.?”
Sontak Dara kembali salah tingkah dengan pertnyaan Hana. Hana yang melihat gelagat Dara langsung menaikan sebelah alisnya sambil berfikir.
“Dara… jangan-jangan Yang membuatmu memerah sejak tadi adalah Mas Revan, Kakakku..?”
Dara sungguh terkejut dengan tabakan Hana yang ternyata tepat pada sasaran.

***

Mike dengan tampannya menunggu seseorang di bandara. Dia adalah Carry Wagner, Tunangannya yang tinggal di Jerman. Akhir-akhir ini Mike memang jarang sekali menghubungi Carry,entah itu karena sibuk atau karena Hana. Mike sendiripun tak tau.
Carry akan tinggal sementara di rumahnya bersama dengan ibunya, mungkin seminggu Carry akan berada disini. Carry dulunya adalah tetangga sekaligus teman kecil Mike saat tinggal di Jerman. Mereka tumbuh bersama sebagai sahabat. Tapi kemudian ide untuk menikah datang ketika mereka duduk di bangku perguruan tinggi.
Sebenarnya walau status mereka sebagai tunangan, namun hubungan mereka tak lebih dari sekedar berteman. Mike sangat menghormati Carry, begitupun sebaliknya. Tak ada getar-getar aneh yang meliputi Diri Mike saat bertemu dengan Carry tak seperti saat dirinya bertemu dengan Hana.
Ahhh nama itu Lagi. Mengingat namanya saja bahkan membuat Mike sedikit tersenyum. Haruskah dirinya menceritakan tentang Hana kepada Carry..???
Akhirnya Wanita tinggi dan cantik bak model itupun datang dengan penampilan Modis seperti biasanya. Carry bahkan tak canggung lagi dan langsung memeluk Mike yang sudah menyongsongnya, begitupun dengan Mike yang tak canggung lagi langssung mengecup bibir Carry.
“Bagaimana Kabarmu.?” Tanya Mike seraya mengajak Carry keluar dari bandara.
“Baik, aku hanya merindukanmu.” Kata Carry sambil tersenyum.

“Aku juga,.” Kata Mike yang di ikuti dengan mengecup pelipis Carry.

***

Mike dan Carry kini sedang makan siang bersama di sebuah Restoran, bereka banyak bercerita tentang kehidupan masing-masing.
“Mike, Kau sedikit pendiam.” Kata Carry kemudian.
“Benarkah.? Hanya perasaanmu saja.”
“Tidak, Kau memang sedikit pendiam, kau tau.”
Mike tersenyum. “Aku hanya memiliki masa yang sulit.”
“Sesulit apa.?”
“Sesulit tak bisa tidur setiap malam.” Kata Mike dengan jujur.
“Kau merindukanku.?” Tanya Carry dengan nada mengejek yang dibalas dengan tawa lebaar dari Mike.
“Apa Kau bercanda.? Aku tak pernah merindukanmu Carry, Kau lah yang selalu merindukanku.” Dan akhirnya mereka sama-sama tertawa.
“Ada apa Mike, ceritalah. Aku tau Kau memiliki Masalah.” Kata Carry dengan serius.
Mike menghela nafas panjang. “Aku… Aku hanya bingung dengan perasaanku sendiri.”
“Apa maksudmu.?”
“Emm.. Aku.. Sebenarnya aku harus membenci seseorang, tapi sepertinya aku…”
“Kau malah menyukainya..?”
“Tidak.. aku tidak menyukainya, hanya saja aku kasihan terhadapnya.”
“Kalau Boleh aku tau siapa yang ingin Kau benci itu.?”
“Seseorang yang ada hubungannya dengan Lita.”
Carry membelalakkan matanya. “Kau masih saja mengurusi tentang balas dendam konyolmu itu..? Ayolah Mike.. berapa kali aku menasehatimu, Gadis yang ingin kau sakiti adalah gadis yang tak tau apa-apa tentang masalahmu, adikmu dan juga kakaknya.” Jelas Carry.
Carry memang sudah mengetahui semua Rencana Mike, dia hanya tak habis fikir jika Mike akan benar-benar melaksanakan aksi balas dendam konyol tersebut.
“Aku hanya ingin lelaki itu merasakan apa yang aku rasakan Carry.”
“Dan bagaimana jika Kau berhasil lalu Kau juga merasa kehilangan gadis terebut.?”
“Aku tak akan merasa kehilangan dia.”
“Jangan Bohong Mike.”
“Carry, Hubunganku dengan dia hanya murni balas dendam dan Seks, hanya itu.”
“Jangan pura-pura bodoh Mike, kita tau bahwa tak ada istilah Seks tanpa cinta, friends with benefit, atau apalah itu istilahnya, hubungan Seks yang dilakukan berkali-kali dengan orang yang sama tentu akan menimbulkan sedikit perasaan Mike, tak mungkin itu hanya sekedar dendam.”
“Aku tak percaya dengan fakta itu, buktinya aku bisa melakukan itu dengannya tanpa Cinta.”
“Benarkah..? Lalu kenapa Kau tak pernah mau mencobanya denganku..?” Tanya Carry memancing.
Mike membulatkan matanya kearah Carry. “Karena kita berteman Carry.”
“Ya.. Dan karena Kau takut akan timbul perasaan jka kita melakukan Seks. Dan tentunya akupun demikian, aku juga tak ingin tumbuh perasaan lebih terhadapmu makanya aku tak pernah menggodamu.” Kata Carry kali ini disetai dengan cekikikan khasnya.
Lama mereka terdiam lalu carry mulai berbiccara lagi. “Mike, Apa Kau tak pernah berfikir untuk mengakhiri hubungn konyol kita ini.?”
“Kenapa.? Kau sudah memiliki lelaki lain selain aku.?”
Carry tertawa. “Sejujurnya iya. Tapi alasan terpenting adalah aku tak ingin hubunga ini Merusak persahabatan kita nanti.”
“Carry, Aku akan melepasmu setelah Kau benar-benar menemukan lelaki baik melebihiku.”
“Kau bercanda.? Tak ada lelaki baik yang melebihi dirimu, Kau tau.” Dan mereka kembali tertawa bersama. Seperti itulah kebersamaan mereka, selalu disertai dengan tawa canda bersama karena yang mereka miliki hanya Komitmen, bukan cinta.

***

Mike menuju Parkiran, tapi ketika sampai di depan mobilnya, seorang menepuk bahunya sambil memanggil namanya.
“Mike..” itu suara Dara.
Mike dan Carry berbalik mendapati Dara yang memandaang Mike dengan tatapan Anehnya.
“Dara, Sedang apa Kau disini.?” Tanya Mike.
“Seharusnya aku yang bertanya sedang apa Kau disini Mike.?” Dara berbalik bertanya sembari menatap curiga tangan Mike yang sedari tadi bertengger mesrah di pinggang Carry.
Mike yang mendapatakan tatapan curiga langsung menarik tangannya dari pinggang Carry, sedangkan Carry masih tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
“Dara, Aku ssedang makan siang.”
“Dengan siapa Mike.?” Desak dara. Bagaimanapun juga Dara tak suka melihat Mike bergandengan mesrah dengan Wanita lain setelah apa yang sudah dilakukan Hana untuk Mike selama ini.
“Hallo, Aku hanya temannya. Jangan salah paham.” Kata Carry dengan sopan kepada Dara. “Carry Wagner.” Katanya lagi sambil mengulurkan tangan kepada Dara.
“Andhara.” Jawab Dara Singkat. Sesungguhnya Dara asih tak percaya jika mike dan Carry tak memiliki hubungan Khusus.
“Kami hanya teman Dara, jangaan berpikir macam-macam.” Kata Mike membenarkan perkataan Carry tadi.
“Baiklah, Kali ini aku percaya padamu. Mike, aku hanya tak ingin Kau menyakiti Hana.” Kata Dara sebelum bergegas pergi. Sungguh perasaan dara sudah tak enak saat melihat kedekatan Mike dan Carry tadi. Sedangkan Mike hanya bisa berdoa dalam hati supaya Dara tak bercerita macam-macam kepada Hana. Bagaimanapun juga rencananya untuk Hana belum selesai.

***

Hana sibuk didalam dapur apartemen Mike sore ini. Entah kenapa hari ini tak ada sebuah kabarpun dari lelaki tersebut, dan itu membuat hana semakin merindukannya. Ohh Mike.. lelaki itu bear-benar membuatnya jatuh dan tak bisa kembali lagi.
Sebenarnya Hana masih sedikit bingung dengan Keadaannya. Hari ini Kepalanya tak berhenti perputar karena sakit, belum juga indera enciumannya yang seakan menajam, tapi bukankah tadi pagi dirinya sudah melakukan Test kehamilan..? bahakan 3 alat test tersebut menunjukkan tanda Negatif. Apa jangan-jangan dirinya memiliki penyakit Serius..? Ahhh tidak, tidak boleh, Pikir Hana sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
Hana tersadar ketika mendapati Ponselnya berbunyi. Itu dari Dara. Hana mengangkatnya dan mendapati suara sahabatnya yang terdengar mengkhawatirkannya.
“Dimana Kau Hana.?
“aku di Apartemen Mike, ada apa.?”
“Ya tuhan, cepatlah kemari, Mas Revan akan kesini dalam beberapa menit.”
“Kau bercanda.?”
“Astaga Hana… Dia baru saja meneleponku.”
Hana mengernyit, sejak Kapan kakaknya tersebut memiliki Nomer telepon Dara. “Kalian sering berhubungan lewat telepon.?”
“Itu tidak penting, Cepat kesini atau semuanya akan berakhir. Ya tuhan, aku tak dapat lagi melawan mas Revan.”
“bailkah, Aku akan segera kesana.”
Setelah menutup telepon hana bergegas membersihkan dapur, lalu berganti pakaian. Ketika dia membuka pintu Apartemen Mike, tepat pada saat itu Mike sudah berdiri di balik pintu.
“Hai sayang.. Kau menyambutku.?” Tanya Mike penuh dengan senyuman.
“Maaf Mike, aku harus pulang, Mas Revan kesana.” Kata Hana menjelaskan.
Tapi bukannya mengijinkan Hana pulang, Mike Malah memeluk tubuh Hana dan menggendongnya masuk kedalam Kamar. “Heii.. apa yang Kau lakukan Mike, aku harus pulang.”
Mike membaringkan tubuh Hana diatas Ranjangnya, dengan tersenyum dia berkata. “Aku tak peduli dengan kakak sialanmu itu.” Kata Mike sesekali mengecup bibir Hana. “Aku merindukanmu Sweety..” kata Mike lagi lalu memangut bibir mungil milik Hana.
Dalam keadaan seperti ini Hana tak mampu menolak lagi.Mike sungguh sangat meabukkan untuknya, kerinduan pada Mike seharian ini terobati sudah dengan sentuhan-sentuhan mesrah yang diberikan Oleh Mike. Ohh Mike… Dia benar-benar menjadi lelaki yang paling Romantis dan penyayang untuk Hana saat ini…

__TBC__

Maaf terlalu pendek… hahahahah..

Advertisements

5 thoughts on “My Brown Eye – Chapter 4

  1. Wuaahhh mikeee romantiss pake begetekksssssss… suka banget , tpi pasti hana nya nyesekkk nih 😥 kan mike romantis di awal doank aaaaaaa 😥

    Like

  2. makin menuju puncak kemarahan revan nich
    dan dara kena imbasnya juga
    lagian mike masih dilemma
    carry aja tahu soal balas dendamnya mike
    hana mah emang beneran hamil itu tanda”nya aja udah keliatan

    Like

  3. Mike udh punya tunangan? Yahh walaupun bkn karena saling mencintai tapi itu keterlaluan, mike udh terikat dan dia tetep berhubungan ama hana…

    Jangan sampai menyesal mike…

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s