romantis

My Brown Eye – Chapter 3

MBE1My Brown Eye

Chapter 3

-Ketika Rasa itu mulai datang… tak ada satupun yang mampu menghindarinya..-

Jam makan siang sudah berdering, tapi Hana masih saja belum mau bangkit dari tempat duduknya, Entahlah, Kepalanya pusing memikirkan Design Iklan yang bertumpuk-tumpuk. Dara sudah membantunya tapi tetap saja menurutnya masih ada yang kurang.
Satu-satunya hal yang membuatnya tetap tersenyum dan bersemangat adalah Saat Mike Mengirim pesan kepadanya seperti saat ini.
Mike : Sweety.. Lunch With Me..?
Hana Tersenyum lalu membalas Pesan Mike.
Hana : Maaf Mike, untuk siang ini sepertinya tidak bisa.
Mike : Why..?
Hana : Aku banyak pekerjaan Mike.
Mike : Come on Sweety.. Just a Minute.
Hana : Tidak bisa.
Mike : I miss You.
Hana : Aku banyak pekerjaan Mike…
Mike : I Wanna Kiss You.
Dan Hana pun tersenyum.
Hana : Berhentilah Menggombal, Aku benar-benar banyak pekerjaan Mike.
Mike : Baiklah, Aku yang akan menjemput ke kantormu.
Hana mengernyit. Menjemput ke kantor..? Memangnya dia siapa bisa menjemputku di kantor ini..? Pikirnya kemudian.
Dan tak lama telepon di mejanyapun berbunyi. Hana mengangkatnya. “Ya.. Dengan Rihana disini.”
“Hana, Mr. Albert menunggumu di ruang kerjanya.”
Mr. Albert..? CEO dari perusahaan ini.? Untuk apa dia memanggilku.? Pikir Hana kemudian.
“Hana, Apa Kau masih mendengarku.?”
“Ohh iya.. baiklah aku akan segera kesana.” Katanya kemudian menutup telepon dan bergegas pergi.
***
Hana berdiri didepan sebuah Pintu besar. Itu Ruangan atasannya yang sama sekali tak pernah ia temui. Maklum saja, Hana hanya bekerja sebagai Karyawan biasa, tugasnya hanya sebagai Designer periklanan tidak memungkinkan dirinya untuk bertemu pimpinan tertinggi Perusahaan yang sudah hampir setahun Di naunginya.
Sebenarnya Revan, Kakaknya sangat melarang Hana masuk kedalam Perusahaan asing tersebut, Hana bisa saja meminta posisi di perusahaannya sendiri, Namun Hana menolaknya mentah-mentah. Hana lebih suka berusaha sendiri dan mandiri seperti Dara.
Hana Membuka pintu tersebut dan alangkah terkejutnya dirinya saat mendapati sosok Lelaki yang selalu bersarang dalam pikirannya. Dia Mike, Lelaki itu tampak sangat tampan dengan setelan Jas Hitamnya, sedikit terduduk di Meja dengan tangan bersedekap, tatapan mata tajamnya dan juga senyuman mempesonanya.
Lalu dengan santainya Lelaki itu berjalan mendekatinya, menundukkan kepala dan mengecup Singkat bibirnya sambil berbisik. “Afternoon Sweety..”
Ya tuhan… Hana merasa dirinya kehabisan nafas karena perlakuan Mike, Apa yang dilakukan Lelaki tersebut disini..? “Mike… Kenapa Kau … kau bisa disini..?” tanya Hana dengan Wajah sedikit bingung.
Mike Tertawa saat melihat kebingungan Hana. Lalu tak Lama seorang lelaki Paruh baya menghampiri mereka dari belakang tubuh Mike.
“Nona Rihana, Saya Albert Handerson, Pamannya Mike.” Kata Lelaki tersebut sambil menyodorkan tangannya untuk bersalaman dengan Hana.
Ohh yang benar saja, Jadi perusahaan yang menerima dirinya ini masih ada hubungannya dengan Keluarga Handerson..? Pantas Saja kakaknya sedikit tak suka saat dirinya bekerja dalam perusahaan tersebut.
“Mike.. kau sangat pandai memilih kekasih.” Puji Albert.
“Tentu saja paman, tak ada yang lebih baik dari seorang Hana.” Puji Mike kepada Hana yang sontak membuat Hana Memerah malu. “Baiklah Sayang… Sepertinya Jam makan siang akan segera usai, Jadi bagaimana Kalau kita cepat bergegas pergi.?”
“Mike… Aku sudah memberi tahumu jika peerjaanku masih menumpuk.”
“Hana, Keluarlah.. Apa Kau tak kasihan dengan Mike, Waktunya begitu Padat tapi dia kesini hanya untuk mengajakmu makan siang. Seharusnya Kau sangat senang dia menyempatkan sedikit waktunya untuk menemuimu.”
Hana menghela nafas panjang. Dia tak bisa menolak lagi. “Baiklah, Tapi aku tak ingin terlalu Lama Mike.”
“Siap Sayang..” Jawab Mike Cepat.
Merekapun akhirnya berlalu dari hadapan Albert. Albert sebenarnya sedikit terkejut saat Mike bercerita tentang hubungannya dengan salah seorang Karyawannya. Sebenarnya Bagi Albert Mike orang yang sangat tertutup. Tak pernah dia sekalipun mengajak apalagi mengenalkan teman kencannya pada keluarganya. Tapi dengan Hana kenapa sedikit berbeda.? Mike sepertinya sengaja berbuat semanis mungkin meski sebenarnya itu bukan seperti dirinya sendiri.
***
Restoran Itali selalu menjadi tujuan mereka. Karena Mike sangat suka sekali dengan Pasta. Pasta di Restoran Langganannya ini benar-benar terasa nikmat untuk lidah Mike. Makanya hampir setiap hari mereka makan siang disini.
“Mike, Kenapa aku baru tau jika Kau memiliki hubungan darah dengan Mr. Albert.?” Tanya Hana tiba-tiba.
“Memangnya kenapa.? Ada yang salah dengannya.? Jangan bilang kalau Kau pernah menyukainya sayang..” kata Mike dengan sedikit menyunggingkan senyumnya.
“Apa Kau Gila.? Mr. Albert lebih cocok menjadi Ayahku Mike. Kenapa Kau tak pernah berceritaa padaku.?”
“Hana…. Saudaraku pemilik perusahaan bukan hanya Paman Albert. Masih banyak lagi sayang, aku tak mungkin menceritakannya satu persatu padamu.”
“Yaaa baiklah.. kau selalu menang saat kita berdebat.” Hana sedikit mengerucutkan bibirnya.
“Hahhaha kita tak pernah berdebat sayang.”
“Mike….”
“Yes sweety..”
“Aku ingin bertemu orang tuamu.” Seketika itu juga Mike menghentikan aktifitasnya.
Mike menatap tajam kearah Hana. Ini sudah kesekian kalinya Hana menanyakan orang tua Mike, tapi Mike ssepertinya tak pernah ingin Mengenalkan Hana pada orang tuanya.
“Hana, Berapa kali kubilang, Ibu masih di Jerman. Jika dia pulang kemari, Aku pasti mengenalkannya padamu.”
“Aku… aku hanya..”
“Tidak tenang.” Mike melanjutkan kalimat Hana.
Hana Menunduk. Yaa.. sejujurnya dirinya memang sangat tidak tenang. Bagaimana tidak, dirinya kini sedang menjalani hubungan dengan seorang lelaki yang baginya jauh dia atas rata-rata, Lelaki yang mungkin saja Hana tak mengetahui tentang seluk-beluknya. Belum lagi hubungan mereka yang terlampau cukup jaug bagi seorang pemula seperti Hana.
Ini sudah dua bulan setelah Malam dimana Hana menyerahkan semua yang ia punya untuk Mike. Selama rentan Waktu itu, hampir setiap malam mereka melakukannya dengan Panas. Hana bahkan jarang tidur di rumah kontrakannya bersama Dara. Dara beberapa kali mengingatkan jika mereka terlalu jauh. Namun iming-iming cepat Hamil dan segera menikah dengan Mike membuat Hana tak mempedulikan Nasihat Dara.
Dara bahkan sempat berkata jika Dirinya beberapa Kali Berbohong kepada Revan saat Revan dengan sengaja menjenguk Hana kerumah Kontrakannya tapi tak mendapati Hana disana. Tapi Hana masih saja tak peduli. Sepertinya hidup bersama dengan Mike Adalah hal yang sangat membahagiakan untuknya.
Bagaimana tidak. Setiap detik Mike bahkan selalu bersikap Manis terhadapnya. Bercumbu dengan mesrah, dan bercinta dengan sagat Romantis. Mike bahkan selalu menyempatkan diri mengecup perut datar Hana setelah mereka bercinta Sambil berkata “We are waiting for you, Son.” seakan-akan itu menjadi do’a yang Ampuh untuk keinginan mereka berdua.
Namun bagi Hana ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Dia sama sekali tak mengetahui Siapa Mike sebenarnya. Hana terlalu sibuk terbuai kemanisan yang diberikan oleh Mike. Yang Hana tau, Mike adalah seorang pengusaha besar seperti yang dikatakan Oleh Revan, Kakaknya. Dan hanya itu, Hana tak mengetahui latar belakang keluarga, pendidikan ataupun teman-teman dari Mike. Pada satu titik, Hana merasa jika Mike memang sengaja tak ingin menarik Hana kedalam Dunianya.
“Sayang.. Apa yang membuatmu tak tenang..?”
Hana Menunduk saat Mike melemparkan pertanyaan tersebut. “Mike, Kita sudah melangkah jauh, tapi sejauh ini aku merasa jika aku belum mengenalmu seutuhnya.”
Mike menatap Hana dengan Seksama. “Kau akan mengenalku sayang.. Segera setelah semua ini berakhir dengan bahagia nanti.” Kata Mike sambil tersenyum miring yang entah kenapa Bagi Hana terlihat sebagai senyuman Misterius dari Mike.
****
Mike kembali kekantornya setelah makan siang bersama dengan Hana. Entah kenapa ketika memasuki ruangannya suasana Dingin kembali menyelimutinya. Suasana yang sangat berbeda ketika bersama Hana. Bersama Dengan Hana membuat Mike mengenal banyak Rasa. Membuat dirinya mengenal banyak Warna Kehidupan.
Sejak ditinggal Ayahnya, Mike menjadi tulang punggung keluarga. Mengurus Perusahaan Besar Ayahnya yang mempunyai Cabang dimana-mana. Menjadi Pimpinan tertinggi sejak muda membuat Mike membangun sosok dirinya sebagai Sosok Dingin dan tak berperasaan. Itu yang membuat para pengusaha lain segan untuk berurusan dengan seorang Mike Handerson. Si pengusaha Muda berdrah dingin, Begitulah julukannya.
Hampir setiap Hari yang dilakukan Mike hanya kerja, kerja, dan Kerja. Tak ada waktu buat yang lainnya. Mike Bukan type Badboy atau Playboy yang suka mempermainkan Wanita. Sungguh, hidupnya hanya untuk bekerja dan juga mengabdi pada Ibu dan Adik kesayanganya. Jika dirinya butuh pelampiasan, Dirinya hanya akan datang pada wanita bayaran yang mampu memuaskan hasratnya.
Sekitar Empat tahun yang lalu saat dirinya sedang sibuk-sibuknya mengurus salah satu anak perusahaannya yang jatuh terpuruk, Mike melupakan tugasnya sebagai Kakak yang harus selalu mengawasi Adik perempuan kesayangannya. Lita yang sejak dulu selalu bercerita tentang kehidupannya entah kenapa sedikit tertutup. Ahh mungkin lita sudah dewasa dan sudah mulai malu menceritakan kehidupannya, pikir Mike kala itu. Dan Akhirnya Mike Lengah. Mike tak tau menau tentang hubungan Adiknya tersebut dengan Seorang Lelaki bernama Revano yang membuat Hidup adiknya itu Hancur bahkan Berakhir Tragis.
Kematian Lita Tiga tahun yang lalu benar-benar sangat membuat Mike terpukul. Ibunya sampai jatuh sakit berbulan-bulan. Sedangkan Mike sendiri Hanyut dalam penyesalan karena tak bisa mengawasi bahkan menjaga adik semata wayangnya tersebut.
Sedikit Pulih dari keterpurukannya, Mike mengerahkan beberapa orang anak buahnya untuk menyelidiki semua tentang adiknya sebelum atau sesudah kematiannya. Penyelidikan itu berujung dengan keluarnya sebuah Nama. Revano. Nama yang cukup asing di telinganya.
Mike mulai mengatur berbagai macam rencana supaya Lelaki yang bernama Revano itu mendapatkan balasan yang setimpal atas perbuatannya. Hingga Mike akhirnya mendapat titik terang ketika mendapati kenyataan jika Revano juga memiliki seorang Adik perempuan sama dengan dirinya.
‘Jika Aku kehilangan Adikku..? Kenapa dia tidak..?’ Pikir Mike saat itu.
Mike tak akan membunuh adik Revan begitu saja, tentu saja itu akan merugikannya dan juga membuat penderitaan Revan tak seberapa. Mike ingin Revan juga merasakan apa yang Mike Rasakan Saat itu. Mike ingin Revan menyaksikan bagaimana Adiknya Depresi karena Hamil dan dicampakan lelaki yang dicintainya hingga membuatnya ingin Mati bunuh diri. Sungguh, Mike sangat ingin menyaksikan Revan seperti itu.
Hati Mike benar-benar menghitam. Penuh dengan Amarah dan dendam Membara. Dia tak sabar menunggu hari itu. Hari dmana dia mencampakan Seorang Gadis polos hanya karena kesalahan Kakaknya. Mampukah dirinya melakukan Hal keji itu..??
Mike memijit Pelipisnya saat rasa pusing sedikit menghampirinya. Pusing Karena sikap Hana yang semakin hari entah kenapa semakin membuat Mike Gila.
Hana Gadis Polos yang benar-benar polos. Tak pandai Berciuman, tak mengerti istilah-istilah Seks, Dan selalu memerah karena malu hanya karena pandangan atau sentuhan kecinya.
Mike menyandarkan kepalanya di sandaran kursinya, menghelaa nafas panjang dan mulai memejamkan mata. Ya Tuhann….. Kenapa semuanya mulai berat seperti ini….???
***
Mike terbangun dalam tidur lelapnya ketika merasakan seseorang yang berada dlam pelukannya sedang terisak. Menangiskah orang ini..??? tanya Mike yang saat ini sudah terjaga sepenuhnya dari tidurnya.
“Hana.. Ada apa sayang..? Apa yang Kau lakukan..?” tanya Mike yang kini sudah mengguncang-ngguncangkan Hana yang masih terlihat memejamkan Matanya.
Hana masih saja tak bereaksi, Bahakan Mike merasakan Tangis Hana semakin terlihat Jelas. Air matanya jatuh bagaikan Gerimis di malam Hari, Isakannya terdengar seperti rintihan kesakitan. Ada apa dengan Wanita ini..??
“Hana… Bangunlah..? Apa yang terjadi.?” Kata Mike yang kini sudah mulai Khawatir dengan Keadaan Hana yang sudah berkeringat dingin. Mike mulai mendudukkan hana, Menggoncang-nggoncangkan tubuhnya dan menepuk-nepuk pipinya.
Sedikit demi sedikit mata Hana terbuka mendapati Sosok Mike di hadapannya dengan wajah Khawatirnya. Beberapa Kali Hana mengedipkan Matanya lalu kemudian membuat Mike terkejut dengan tiba-tiba Memeluk tubuh Mike sangat erat.
“Jangan Tinggalkan aku.. Kumohon Mike..” Kata Hana sambil terisak.
“Apa yang Kau bicarakan Hana..?”
Hana melepaskan Pelukannya dan menatap Mike dengan matanya yang masih penuh dengan airmata. “Mike, Aku bermimpi Aneh.”
“Apa yang Kau impikan..?”
“Kau berubah jadi jahat, Kau meninggalkanku, dan aku.. aku tak tau harus berbuat apa lagi Mike.” Hana kembali memeluk tubuh Mike, Dan kembali menangis.
“Sssshhhtt… Berhentilah Menangis, Itu hanay mimpi sayang.” Kata Mike yang kini sudah membelai lmbut Rambut Hana.
“Mimpi itu terlihat sangat Nyata Mike.” Hana berkata dengan lirih.
Mike lalu melepaskan pelukan Hana, menangkup kedua pipi Hana dengan tangannya, Menghapus beberapa bulir airmata yang jatuh disana.
“Hana, Dengar. Aku tak akan meninggalkanmu. Aku masih disini bersamamu. Itu hanya mimpi.” Kata Mike penuh dengan menekanan.
Hana sendiri juga tak mengerti kenapa dirinya begitu emosional hanya karena Mimpi. “Kau janji Mike..?”
“Yes.. Im Promise.” Kata Mike sambil memeluk kembali tubuh Hana.
“Mike… Apa Kau Benar-benar mencintaiku..?” Tanya Hana sedikit pelan. Namun bisa membuat Tubuh Mike Kaku dan tegang.
Mike diam membatu, membuat Hana Melepaskaan pelukannya dan menatap Ekspresi Mike dengan seksama. Raut wajah Mike terlihat Menegang, Rahangnya mengeras seperti sedang menahan sesuatu.
“Mike..? apa Kau mendengarku.?” Pertanyaan Hana membuat Mike sadar kembali.
Mike kembali menatap Hana dengan tatapan hangatnya. “Yes Sweety.. I Love you.. I’m Very.. very.. Loving You..”
“Really..?” Tanya Hana masih sedikit Ragu. Entah kenapaa akhir-akhir ini Keraguan sering menghampiri perasaannya.
Mike Tersenyum. “Really Sweety..” kata Mike yang sudah memeluk tubuh Hana lagi.
“Mike…”
“Hemmbb..?”
“Kiss Me.. Please..”
Mike lalu melepaskan pelukannya, menatap Hana dengan tatapan Anehnya. Ini baru pertama kalinya Hana meminta Mike untuk menciumnya. Mike masih menatap Hana yang kini sudah memejamkan Matanya, Pasrah dengan apa yang akan dilakukan Mike.
Mike Menelan ludahnya dengan susah payah. Astaga.. bukankah ini hanya Ciuman. Mereka sudah melakukannya berkali-kali, bahkan mereka juga sudah bercinta hampir setiap hari. Namun entah kenapa Saat ini kegugupan melanda diri Mike.
Ada suatu Rasa yang Mike tak tau itu apa yang membuat Diri Mike seakan-akan ingin memiliki diri Hana seutuhnya, tanpa penghalang apapun, tanpa tujuan apapun. Bolehkah Mike melakukannya saat ini..?? Melupakan semua dendamnya Hanya sedetik saja Saat mencium Hana…??
Dan ciuman itupun terjadi, Ciuman yang sangat manis berbeda dari biasanya, membuat keduanya seakan-akan terbang keawan, membunuh semua keraguan dalam diri Hana akan Sosok Mike. Membuat Mike semakin sadar jika dirinya tak boleh bermain-main lagi. Dirinya harus segera menjalankan tugasnya dan mengeksekusi semuanya, sebelum semuanya terlambat dan dirinya ikut Hancur karena rencana yang dibuatnya sendiri.

 

_TBC_

Gimana Ama Chapter ini..??? Kasih Koment Yaa.. biar aku semangat lanjutinya… Kiss&Hug From Author….. :* :*

Advertisements

9 thoughts on “My Brown Eye – Chapter 3

  1. dilemma banget nich hati mike mau jahat enggak jahat enggak
    tapi ego itu lebih dominan atas cinta
    dan sedikit lagi hana akan sama hancurnya seperri lita
    tapi tidak sebodoh lita dengan bunuh diri kan ya
    jangan dong

    Like

  2. Kesel bgt sumpah ama mike.. Mempermainkan hana kaya gitu.. Ya ampunn..

    Udah jelas mike ada perasaan cinta sama hana, tapi dia menyangkal aja.. Mungkin dia belom ngerasain nanti gimna di tinggalin hana..

    Ngeselin ihh mike !

    Like

  3. Kesel bgt sumpah ama mike.. Mempermainkan hana kaya gitu.. Ya ampunn..

    Udah jelas mike ada perasaan cinta sama hana, tapi dia menyangkal aja.. Mungkin dia belom ngerasain nanti gimna di tinggalin hana..

    Ngeselin ihh mike !

    Like

  4. Kesel bgt sumpah ama mike.. Mempermainkan hana kaya gitu.. Ya ampunn..

    Udah jelas mike ada perasaan cinta sama hana, tapi dia menyangkal aja.. Mungkin dia belom ngerasain nanti gimna di tinggalin hana..

    Ngeselin ihh mike !

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s