romantis

My BadBoys (OneShoot FF) Taeyang BigBang – Sandara 2NE1

mybadboysMy BadBoys

NB : haii.. lama banget yaa aku nggak Bikin Oneshoot FF.. hahahhaah yang suka baca FansFic koreaku, ini mari silahkan di baca sebagai pengobat kangen.. kali ini aku menghadirkan si abang ganteng Bang Yebe alias Bang Taeyang yaaa… heheheh semoga lain waktu aku masih bisa bikin FF lainnya lagi yaaa,,, Okkk Happy reading…

Titte : My Bad Boys
Cast : Dong Young Bae (Taeyang Big Bang) . Sandara Park (2NE1)

Genre : Romance

Catagory : Oneshoot

 

****

__Sandara__

 
Aku berjalan menyusuri lorong-lorong gelap tak jauh dari Apartemen sewaanku. Dengan berurai air mata, kaki yang terkilir dan sedikit terpincang-pincang, rambut yang berantakan, baju yang sudah compang-camping, Serta kesakitan yang melanda seluruh tubuhku. Aku benar-benar merasa menjadi wanita paling hina di dunia ini. Mengingat kejadian tadi membuatku jijik dengan tubuhku sendiri. Ya Tuhan… apa yang harus kulakukan.
Didepan pintu Apartemen sewaanku, aku mencoba membuka pintu tersebut. Tanganku gemetar, bahkan untuk menekan tombol pasword saja sangat susah. Astaga… apa yang akan terjadi dengan diriku ini…?? sekelebat bayanga akan lelaki itu muncul di benakku. Lelaki yang sudah menodaiku, merampas mahkotaku dengan sangat kasar. Apa salahku terhadapnya tuhan… kenapa dirinya memperlakukanku seperti ini..??
Seakan tersentak oleh bayangan-bayangan lelaki itu, aku kembali berusaha menekan tombol password pintu Apartemenkuku dengan sedikit lebih cepat. Aku takut… aku takut jika lelaki itu mengikutiku dan kembali melecehkanku. Aku takut…. kejadian tadi terulang kembali.

 

****

__Taeyang__

 
Hari ini aku benar-benar terpuaskan. Aku melihat gadis itu, gadis cantik yang setiap hari lewat di depan gudang kosong tempatku biasa berkumpul dengan teman-temanku. Jujur saja, sudah sejak beberapa hari yang lalu aku tertarik dengannya. Tentu saja dengan tubuh dan wajahnya.
Dan benar saja, dia memang tak mengecewakan. Masih perawan, masih segar, dan masih sempit. Dan itu membuatku mengingikannya kembali. Sial…!!!
Aku memang sering bercinta dengan banyak wanita, tapi dengan perawan hanya beberapa kali, dan itupun sudah cukup lama. Entah kenapa melihat gadis itu membuatku menginginkannya. Sangat menginginkannya hingga aku tega memperkosanya dengan keji.
Menyesal..??? Tidak, aku tak pernah menyesal dengan apa yang sudah kulakukan, aku bahkan ingin mengulanginya kembali. Gadis itu sedikit berbeda dengan wanita kebanyakan.
Aku sudah megintainya beberapa hari yang lalu. Pertama kali aku bertemu dengannya adalah saat aku membeli sekaleng Bir dingin disebuah supermarket. Saat itu uangku kurang untuk membayar Bir tersebut, dan gadis itu membayarnya untukku. Sejak saat itu aku tertarik dengannya.
Kagum atau simpati terhadap sifatnya..??? hahhaha tentu saja tidak. Dia pastinya sama dengan wanita kebanyakan, hanya berpura-pura lembut di depan saja. Aku tertarik dengan wajah dan tubuhnya. Dan sejak saat itu, aku bersumpah jika aku akan memilikinya.
Setelah mengikuti dan mencari kabar tentangnya, ternyata dia bekerja menjadi seorang perawat di sebuah rumah sakit tak jauh dari sini. Dia menyewa sebuah Kamar Apartemen sederhana yang ternyata Apartemen itu berseberangan dengan milikku. Sialan..!!! bagaimana mungkin aku tak mengetahui jika aku memiliki tetangga yang Cantik dan seksi seperti gadis itu..??
Tadi sore, saat melihatnya melewati gudang kosong tersebut, aku tak bisa lagi menahan gairahku, kukerahkan beberapa anak buahku untuk menghadangnya dan menyeretnya kedalam gudang kosong tersebut. Lalu meninggalkannya hanya berdua bersaamaku.
Kupandangi wajah itu.. wajah ketakutan yang seakan-akan memohon untuk di lepaskan, dan aku semakin tertarik dengan wajah tersebut. Tanpa banyak bicara dan berbasa-basi lagi, Kuhampiri dirinya, memaksanya, mengoyak pakaiannya. Dan entah setan apa yang merasukiku, aku melakukannya tanpa sedikitpun memperhatikan tangisannya yang terdengar pilu di telingaku.
***
Aku Dong Young Bae, Biasa dipanggil Taeyang. Aku adalah Bos dari beberapa Gangster di daerah sini. Semua mengenalku sebagai Bos dari Gangster. Tapi mereka tak tau kehidupanku yang sebenarnya.
Aku seorang peminum, pengguna, pengganggu dan semua daftar hitam dari seorang Badboys ada padaku. Tapi tadi sore aku menambah satu lagi daftar hitamku. Aku juga menjadi seorang pemerkosa.
Yah… Wanita tadi sore adalah satu-satunya wanita yang pernah kutiduri dengan paksa. Wanita lain akan bersedia kutiduri dengan sukarela, apalagi ketika melihat sosokku yang sebenarnya. Tapi tentu saja berbeda dengan wanita tadi sore. Aku tak tau apa kelebihannya hingga aku begitu menginginkannya, dan hanya dia.
Kini aku sudah berada di depan pintu Apartemenku, Dan itu berada tepat di depan pintu Apartemennya. Apa yang kini dia lakukan..?? Dan entah kenapa muncul sedikit rasa penasaran untuknya. Sialan..!!! Apa ini.. Ayolah… Aku tadi hanya bersenang-senang, Kenapa jadi berbekas seperti ini..???
Lama aku menatapi pintu Apartemennya.. Apa dia ada didalam.? Menangis..? Atau… Ahhhh Persetan, Aku tak peduli dengannya.
Kubuka pintu Apartemenku, lalu aku bergegas menuju Ranjangku dan melemparkan diri diatasnya. Mulai memejamkan mata, tapi entah kenapa wajah itu muncul dalam bayanganku. Wajah dia dengan ekspresi memohonya. Sialan…!!! kenapa jadi seperti ini..???
***
_Sandara_

 
Tubuhku Kaku, Pegal. Dan demam. Karena semalaman aku tertidur dikamar mandi dengan Shower terbuka mengarah ketubuhku. Aku menghukum diriku sendiri karena kelakuan Lelaki bajingan itu. Lelaki yang amat sangat kubenci.
Mengingatnya membuatku menangis kembali. Astaga… Apa yang harus kulakukan…? Aku bergegas berdiri namun kakiku lemas, akupun kembali tersungkur karena terjatuh. Aku ceroboh.. sangat ceroboh… aku berusaha dengan sekuat tenaga agar mampu berdiri kembali. Melangkah tertatih-tatih menuju kearah Ranjang. Aku sakit.. sakit ditubuh dan hatiku.
Tiba-tiba aku mendengar suara pintu di ketuk. Pintu depanku. Siapa pagi-pagi seperti ini datang kemari.? Lagi-lagi aku tertatih-tatih menuju kearah pintu. Ya tuhan… aku benar-benar sakit.
Tanpa melihat kelayar aku langsung membuka pintu tersebut. Dan betapa menyesalnya aku tak melihat kearah layar terlebih dahulu tadi. Kini lelaki itu berdiri dengan gagahnya dihadapanku. Lelaki yang telah memperkosaku tadi malam.
Pandanganku seketika mengabur, aku tak ingat apa-apa lagi setelah itu, yang aku tau hanya kegelapan yang seketika menyergapku…
***
Aku terbangun dengan badan yang tak kalah remuk dari tadi pagi. Bedanya disini sedikit lebih hangat. Tubuhku masih terasa demam, pun dengan kepalaku yang masih terasa pusing seperti ingin meledak. Aku membuka mataku perlahan-lahan dan terkejut mendapati tempat asing yang sedang kutempati saat ini. Sebuah kamar yang amat sangat luas. Dengan Ranjang yang memiliki kelambu khas seperti Ranjang raja. Memiliki nuansa klasik tapi bagiku sedikit menyeramkan karena tak ada warna. Hanya warna hitam yang mendominasi kamar ini. Kamar yang terlihat sangat maskulin, Apa ini kamar seorang lelaki..?? dan seketika itu juga aku mengingat saat terakhir aku sadar. Lelaki itu… lelaki itu yang telah menodaiku.
“Bagaimana keadaanmu.?” Suara berat itu sontak membuatku bergidik. Aku terbangun dan meringsut keujung ranjang tak menghiraukan sakitnya kepalaku. Yang saat ini kupikirkan hanyalah keluar dari tempat ini dan menjauh sejauh mungkin dari lelaki bajingan di hadapanku ini.
Aku memandangnya dengan tatapan yang penuh dengan amarah, merapatkan selimut yang kupakai, tak ingin dia melihat ataupun menyentuhku kembali.
Lelaki itu tampak Sedikit menyeramkan. Hanya mengenakan kaus dalam saja hingga semua Tato yang melekat di tubuhnya terpampang sangat jelas. Menggunakan anting-anting dan mewarnai rambutnya. Dia benar-benar terlihat sepertis seorang Gangster. Gangster yang menyeramkan tapi tampan.
Dia berjalan menuju kearahku dengan Wajah tampan sialannya. Yaa… selain dia brengsek, dia tampan. Amat sangat tampan. Dan Ya tuhan… kenapa aku malah terpesona dengan ketampanannya..?
“Apa Kau masih demam..?” kali ini suaranya lembut sambil mencoba untuk memegang dahiku.
Tapi aku kembali menjauhinya, sungguh aku tak ingin dia menyentuhku. “Pergi.. jangan sentuh aku.” Teriakku yang disertai dengan tangis.
Dia tersenyum miring, senyuman mengejek. “Ayolah sayang, aku tau Kau juga menginginkannya.”
“Kau gila. Aku ingin pergi..” Kataku sambil bergegas pergi namun baru saja berdiri dia sudah meraih pinggangku dan melemparku keranjangnya kembali. Menindihku dan mmeenjarakan kedua tanganku. Sontak aku mengingat malam itu.. malam dimana dia menodaiku dengan paksa.
“Kumohon.. lepaskan aku..” Lirihku.
“Tidak, Kau sudah menjaadi milikku. Aku tak akan pernah melepaskanmu.” Katanya dengan pasti. Lalu meraih sesuatu didalam sebuah laci yag ternyata itu adalah dasi miliknya. “Maafkan aku sayang, mungkin ini akan menyakitkan tapi ini yang terbaik, aku hanya tak ingin kau kabur dari sini.” Katanya yang kini sudah mengikat kedua tanganku di kepala ranjang.
“Kenapa Kau melakukan ini..?”
“Karena aku menginginkanmu.” Jawabnya santai lalu meninggalkan aku begitu saja. Astaga… bagaimana ini..? Aku benar-benar berada dalam suatu masalah.
***
_Taeyang_

 
Aku menyekapnya…
Hanya itu yang bisa kulakukan. Ini sudah hari kelima aku menyekapnya. Entah kenapa aku melakukan ini, yang berada dalam pikiranku hanyalah bercinta dengannya, itu saja. Dan aku akan mendapatkan itu malam ini.
Aku berjalan kearahnya dengan membawa sebuah Nampan berisi makan malam untuknya. Aku cukup senang, meski dia tak berhenti menangis dan berteriak saat aku mendatanginta, tapi dia selaluu menghabiskan makannannya.
“Malam sayang.. Apa Kau merindukanku..?” Godaku.
“Dalam mimpimu.” Jawabnya ketus. Aku tersenyum saat mendengarnya menjawab pertanyaanku.. entah kenapa dia terlihat sangat menggemaskan.
“Aku akan membuka ikatanmu jika Kau tak berbuat macam-macam.”
Yaa… hingga kini dia masih kuikat, Kaki dan tangannya selalu kuikat. Aku bahkan sering menggodanya dengan menciuminya secara paksa atau menyentuh tubuhnya hingga dia mencapai puncaknya hanya dengan sentuhanku. Itu membuatku puas…
“Apa Kau tau hingga sekarang kita tak saling mengenal..?” Tanyaku sambil membuka ikatan tangannya. Dia hanya memalingkan wajahnya. “Young Bae, Panggail saja aku Young Bae.” Kataku memperkenalkan diri. Dan dia hanya diam. “Siapa namamu manis.?” Tanyaku yang kali ini sudah mencengkeram Rahangnya.
Dia menatapku dengan mata menyala berapi-api. “Kumohon lepaskan aku..”
“Aku bertanya padamu siapa Namamu.?” Dia hanya diam. “Jangan membuatku Marah.” Ancamku.
“Sa..Sandara.” Lirihnya.
Aku tersenyum menyeringai. “Baiklah Sandara, Mulai saat ini Kau adalah Kekasihku.” Kataku yaang kuakhiri dengan melumat bibir Ranumnya, menghisapnya dan memainkannya hingga dia teregah-engah dan tak dapat menahannya lagi. Begitupun denganku, tanpa pemisi aku memasukinyaa, dia sedikit tersentak dengan Aksiku, tapi aku hanya tersenyum menyeringai karena dia tak lagi melaawan. Oh… Sandara.. Kau membuatku Gila.

sandara2
***
Waktu berlalu hingga sudah dua bulan laamanya aku menyekapnya di dalam kamarku. Kelakuannya kini sudah semakin membaik, dia tak lagi berteriak atau menangis, dan dia sudah tak kuikat, hanya saja aku belum meemperbolehkannya keluar dari kamarku. Sedikit egois mungkin tapi aku tak peduli. Aku hanya menginginkannya.
Teleponku berdering. Aku tau itu pasti di tua bangka yang menyuruhku pulang dan ingin menjodohkanku dengan rekan bisnisnya. Sialan.
“Ada apa.?” Tanyaku ketus.
“Kau menolaak perjodohan lagi.”
“Berapa kali kubilang jika aku tak ingin menikah, aku sudah memiliki kekasih.”
“Bawa kekasihmu kemari.”
“Baik, minggu depan aku akan pulang membawanya.” Lalu tanpa aba-aba kututup teleponku itu. Sialan..!!! inilah sisi hidup asliku.
Sebenarnya aku adalah seorang Chaebol generasi ke empat. Dong Interprise Adalah perusahaan terbesar di Korea, oleh sebab itu aku sangat muak dengan kehidupan asliku. Aku lebih memilih kabur menjadi seorang Gangster yang tak dikenali banyak orang. Tak ada yang tau tentang statusku. Teman-temanku hanya mengenalku sebagai Taeyang. Hanya Sandara yang mengetahui Namaku Young Bae meski aku tak menyebutkan Margaku.
Mengingat nama itu, aku jadi merindukannya. Yaa… Sandara kini sudah semakin manis, dan aku semakin menyukainya. Apa aku akan membawanya kerumah orang tuaku minggu depan..? Entahlah… Akupun akhirnya mnjalankan Kakiku kekamarku, tempat Sandara berada.
***

_Sandara_

 
Young Bae….
Nama yang sedikit Aneh seperti orangnya. Aku tak mengerti apa yang di inginkannya dariku kenapa hingga kini dia masih menyekapku di kamarnya. Apa karena tubuh ini..? Bukankah dia bisa memiliki tubuh yang lebih seksi dari pada tubuhku..? Dan sungguh, Aku masih sedikit takut dengannya, bagiku dia sedikit Misterius.
Hampir setiap hari ada beberapa Orang yang keluar masuk Apartemen ini, meski aku tak tau siapa karena aku di dalam kamarnya, tapi setidaknnya aku mendengarnya. Mereka memanggil Young Bae dengan sebutan Taeyang, beberapa juga memanggilnya dengan sebutan Bos. Sebenarnya siapa dia..? Apa pekerjaannya..? dan kenapa aku Menjadi penasaran sekali dengannya..?
Aku juga mendengar beberapa hari yang lalu ada suara wanita yang berada di Apartemen ini. Apa itu kekasihnya..? Istrinya..? Lalu kenapa dia masih menahanku disini…?? Bercumbu dan bercinta denganku..?? memaksaku untuk melayaninya..?? dan astaga.. kenapa perasaanku jadi seperti ini.?
Tiba-tiba pintu kamarku di buka, menampilkan sosok Tampan tapi sangar yang berdiri tegak di ambang pintu. Wajahnya Tampan, sungguh sangat tampan meski dihiasi beberapa tindikan Khas anak Gangster, Tubuhnya kekar berotot dan penuh dengan Tato yang entah kenapa membuatnya semakin terlihat Seksi. Ya tuhan… Apa yang sedang kufikirkan..? Dia lelaki brengsek, Orang yang sudah memperkosaku, menyekapku dan mungkin saja Orang ini adalah Orang jahat. Tapi entah kenapa otakku tak berfikir seperti itu.

ecb9d5c416365e60730ee90af68872d8
“Hai sayang..? sepertinya Kau sedang merindukanku.” Katanya dengan menggoda seperti biasa.
“Kau Gila.”
“Yaa gila karenamu.” Katanya masih dengan mendekatiku. “Berdirilah Sayang..” Katanya sambil memberdirikan aku. Aku berdiri tepat di hadapannya, dia melihat ujung kaki hingga ujung rambutku dengan seksama. “Kau selalu Seksi di mataku.” Katanya kemudian lalu mendorongku hingga terhimpit di tembok.
Aku memalingkan Wajahku. “A.. Apa yang akan kau lakukan..?”
“Kita akan bercinta dengan berdiri, kupikir kita tak pernah melakukannya.” Katanya yang kini sudah mengecupi daun telingaku.
“Young Bae..” Aku sedikit mendesah.
“Iya sayang… Sebut namaku seperti itu..” Katanya masih dengan menggodaku. Aku semakin mendesah tak terkendali ketika tangan lihainya mulai menjamahku, menyentuhku dimana-mana, hingga aku mulai menginginkannya.
Kusentuhkan Jemariku keotot-otot kekarnya, dadanya sangat bidang, Tangannya keras tapi kulitnya cukup lembut, sayu-sayu mataku memandang wajahnya yang terlihat sangat tampan saat mengecupi bagian dadaku.
“Young Bae..” Lagi-lagi aku mendesah taak terkendali. Dia lalu menatapku dengan intens, tersenyum dengan senyuman liciknya, dan mulai berkata-kata.
“Apa Kau tau jika aku tak akan pernah bisa berhenti menyentuhmu..?” Tanyanya dengan mata Berkabut, Aku hanya diam tak menanggapinya. “Aku ingin kali ini kita sama-sama menikmatinya.” Katanya dengan sungguh-sungguh lalu mulai mengulum Bibirku.
Ciuman yang sedikit lebih lembut daripada biasanya, dan entah kenapa itu membuatku semkin melambung tinggi, semakin menegang.. dan semakin Basah…
Dia menyentuh titik sensitifku, memainkannya, membuatku kewalahan dengan rasa yang kurasakan saat ini. Ohh.. tuhan.. apa yang terjadi denganku..? Aku bahkan menginginkannya berada di dalamku sekarang juga. Ini gila.. Rasa ini benar-benar Gila.
Dan akhirnya aku merasakannya. Saat dia dengan Cepat menenggelamkan diri didalam tubuhku, menyatu denganku. Aku sedikit terpekik. Tapi Rasa ini sangat berbeda dengan Rasa dulu saat dia dengan paksa menyentuhku.
Kami sama-sama saling terengah, saling menyentuh, saling mencumbu bagaikan dua sejoli yang di mabuk kasih. Dimabuk kasih..?? Tunggu dulu, aku bahkan tak mencintainya, bagaimana mungkin aku mau melakukan hal ini dengan suka Rela…??? Ahhhhh siall..!!!
Sepertinya aku…. Aku sudah mulai menginginkannya…
****
Aku tebangun dan mendapati tubuhku dalam dekapan seseorang.. siapa lagi jika bukan Young Bae..? Astaga… jika dulu dia hanya kekamar ini untuk memuaskan nafsunya saja, maka beberapa minggu ini dia bahkan tidur disini setelah kami melakukannya.
Aku tau ini salah, tapi sungguh aku tak bisa menolaknya. Aku juga menginginkannya. Kujalankan Jemariku di dada bidangnya. menelusuri Tato miliknya. Indah.. sangat indah… Aku orang kedokteran, tentu saja aku sangat menentang yang namanya Tato. Tapi entah kenapa melihat Young Bae membuatku ingin memiliki Tato juga. Ini Gila.
Dia terbangun karena sentuhanku.
“Ada apa sayang..?”
“Young Bae… kupikir.. emm… ini salah.”
“Apa yang salah.?”
“Kita belum menikah dan.. kita melakukan ini berkali-kali layaknya suami istri.”
“Kau ingin aku menikahimu..?”
Aku terkejut dengan pertanyaannya. “Tidak.. bukan itu maksudku… Bagaimana jika kita akhiri semua ini.“
“Mengakhiri semuanya..? Apa kau Gila. Tidak aku tak akan mengakhiri semuanya.” Katanya tegas lalu bangun dan pergi meningalkanku.
Dia marah, aku tau itu..
***

 
_Taeyang_

 
Mengakhiri semuanya..? apa dia gila.? Setelah apa yang sudah kami lakukan beberapa minggu ini, aku bersumpah tak akan pernah mengakhiri semuanya dengan Sandara. Ini bukan hanya sekedar Nafsu atau Seks.. kami melakukannya lebih dari itu. Dan aku bersumpah tak akan melepaskannya.
Sialan..!!!
Aku berjalan keluar dengan sedikit marah. Tentu saja, dia dengan gampangnya berkata ingin mengakhiri semuanya. Apa dia tak memiliki perasaan sedikitpun terhadapku..? dan sialnya Lagi adalah Hari ini jadwal aku bertemu dengan orang tuaku yang sebenarnya ku rancang untuk mengenalkan Sandara Kepada mereka. Tapi tentu saja aku tak bisa melakukannya saat ini. Aku terlalu kesal dengan Sandara.
Aku sudah memfasilitasinya dengan apapun supaya dia merasa nyaman, aku sudah membiarkannya keluar dari kamar dan bejalan-jalan di dalam Apartemenku. Tapi nyatanya dia masih ingin meninggalkanku. sial…
Apa lagi yang harus kulakukan terhaadapnya..???
***
Aku tertegun saat memandang Foto itu.
“Bagaimana Young Bae..? Kupikir dia lebih cantik daripada kekasihmu itu.” Kata Ayahku. Saat ini aku sudah berada di dalam Rumahku yang sudah mirip seperti istana. Aku sendiri. Dan ketika ayah mengetahui aku sendiri maka dia cepat-cepat menyodorkan Foto Gadis yang akan di jodohkannya denganku. Sial..!!
Aku melempar Foto itu ke atas meja. “Aku masih mencintai Gadisku.” Jawabku tegas.
Ayah Tertawa. “Sejak kapan Kau mengenal Cinta Young Bae-aahh…?? Kau lebih mengenal pelacur-pelacur jalanan dari pada orang tuamu sendiri.”
Yeobo.. Sudahlah, jangan memulainya lagi. Young Bae baru saja pulang.” Kali ini ibu sedikit membelaku. “Bawa Gadismu kemari Nak… kami akan menyetujuinya jika dia gadis baik-baik.” Kata ibu dengan lembut padaku.
“Aku akan membawanya kemari.” Tekatku.
Lalu aku pergi begitu saja meninggalkan kedua orang tuaku tanpa sedikitpun menoleh kebelakang lagi.
****
Aku masuk kedalam Apartemen dan mendapati Sandara sedang duduk gelisah. Apa dia sedang menungguku.? Dia sontak berdiri saat mendapatiku sudah berada di hadapannya.
“Emm.. kau sudah pulang.?” Tanyanya dengan wajah yang entah kenapa terlihat memerah. Ada apa dengannya..? apa dia gugup.? Malu.?
“Iya, Ada apa.?” Aku berpura-pura masih bersikap dingin terhadapnya. Padahal hatiku ingin tersenyum saat melihat kegelisahannya.
“Emmm ada yang ingin kubicarakan.”
“Apa.?” Jawabku masih dengan nada sedikit ketus.
“Emm… Itu.. itu…”
“Taeyang-sshi…” panggil seorang wanita yang sedang berjalan di belakangku. Dia Lee Chae Rin. Kekasihku saat di dalam Club. Tanpa banyak bicara dia memelukku dengan sangat mesrah. Aku melihat Sandara sedikit menegang, wajahnya berubah menjadi sendu. Aku Sedikit menyunggingkan senyuman karena kedatangan Chae Rin mampu mempengaruhinya.
“Ada apa Sayang.?” Aku mencoba menggodanya di hadapan Sandara.
“Aku merindukanmu, Kau tau, kenapa Kau tak pernah ke Club lagi.?” Tanyanya dengan manja.
“Aku sedang banyak urusan sayang.” Aku masih mencoba memancing reaksi Sandara.
“Maaf, Sepertinya aku harus kembali.” Sandara berkata dengan suara bergetar, lalu berbalik cepat menuju kekamar masuk dan menutupnyaa. Aku tau jika dia akan menangis. Ahh gadis itu…
Aku tersenyum melihat tingkahnya. Dia Cemburu, aku yakin itu.
“Kenapa Kau tersenyum sayang.?” Tanya Chae Rin yang baru aku sadari masih berada dalam dekapanku.
Aku melepaskannya seketika, lalu membenarkan letak bajuku. “Maaf, Sepertinya Kau salah Paham. Hubungan kita sudah berakhir. Jadi silahkan pergi.”
“Apa Maksudmu Taeyang-sshi..??”
“Aku tak perlu menjelaskannya padamu. Pergi atau Kau akan berurusan dengan anak buahku.”
“Sialan…!! Kau benar-benar Brengsek.”
Aku tersenyum. “Yaaa.. aku memang brengsek.” Kataku sambil meninggalkannya menuju kedalam kamar Sandara.
***
_Sandara_

 
Menangis…
Kenapa aku menangisinya..? Bukankah itu baik jika dia memiliki kekasih, jadi aku bisa lepas dari tangannya..? Lalu bagaimana dengan bayiku..?
Bayi..?
Yaaa… sepertinya aku memang sedang Hamil. Payudaraku nyeri, aku sering mual, dan aku sudah tak datang bulan lagi sejak sebulan yang lalu. Aku tadi ingin meminta ijin Young Bae untuk membeli alat tes kehamilan, namun wanita sialan itu datang terlebih dahulu.
Pekerjaanku yang sebagai perawat tertunya sedikit membantu untuk mengetahui keadaanku saat ini. Analisa pertamaku, Sepertinya aku memang benar-benar Hamil. Lalu bagaimana..? aku tak mungkin hidup selamanya dengan Young Bae. Dia.. Dia bukan lelaki baik-baik.
Aku mendengar pintu di buka. Lalu aku melihat Sosoknya masuk dan duduk disebelahku.
“Heii.. kenapa menangis.?”
“Aku tidak menangis.”
“Ya.. Kau menangis. Ada apa..?”
“Young Bae-sshi… Aku mohon, lepaskan aku.. Aku rindu dengan keluargaku. Lepaskan Aku Young Bae-sshi..”
Aku melihatnya menghembuskan nafas kasar. “Kenapa selalu itu yang Kau inginkan.? Apa Kau tak pernah berfikir untuk tetap hidup disini bersamaku.?”
“Tapi aku memiliki Keluarga Young Bae-sshi.. mereka akan mencariku. Jika Kau ingin hidup seperti ini, bukan begini caranya.”
“Lalu apa..? Apa aku harus menikahimu dulu.?”
“Aku tak memintamu untuk menikahiku.” Lirihku.
“Pergilah..” Katanya yang sontak membuatku menatap wajahnya. Dia mengatakan itu dengan sangat mudah seakan-akan aku sama sekali tak berarti untuknya.
“Apa..?”
“Iya pergilah, bukankah Kau ingin aku melepaskanmu.? Sekarang kau sudah bebas.”
Aku tertegun mendengar setiap kata yang terucap dari bibirnya. Benarkah ini Young Bae yang kukenal selama ini..? Kenapa dia dengan mudah membebaskanku..?
Tanpa sadar airmataku mengalir dengan sendirinya. Sakit… daadaku terasa sangat sakit. Perasaan apa ini..? aku baru merasakan perasaan ini.. perasaan yang membuatku ingin mengakhiri hidupku saat ini juga.
Aku berdiri sambil meraba perut datarku. “Baiklah, selamat tinggal.” Kataku sambil berlari pergi dari dalam Apartemennya. Tangisku pecah.. sungguh aku sangat tersakiti karena ini.
***

Kenyataan yang kudapatkan adalah Aku benar-benar hamil. Ini sudah lebih dari Dua bulan. Dan ya tuhan… aku belum memberitahukan pada siapapun juga termasuk kedua orang tuaku.
Kini aku kembali tinggal di rumah Ayah dan ibuku. Mereka sangat Khawati dengan hilangnya aku beberapa Bulan terakhir. Aku tak akan bercerita kemana aku hilang dan siapa yang menculikku. Itu akan menyusahkan Young Bae.
Mengingat nama itu aku kembali menangis.
Young Bae… Aku merindukanmu..
Aku ingin berteemu dengannya, tapi Aku sama sekali tak menemukannya. Seminggu setelah aku pindah kerumah orang tuaku, Aku mencoba untuk mengunjungi Apartemen Lamaku yang ternyata berada di seberang dari Apartemen Young Bae.
Ternyata dia sudah Tak Ada. Dia menghilang bagaikan di telan bumi. Lalu aku harus bagaimana..? Bagaimana dengan Bayi ini..?
“Sandara.. Sayang kenaapa Kau belum merias.?” Tanya Wanita paruh baya yang kini sudah berada di hadapanku. “Kau menangis lagi.” Katanya saat memperhatikan wajahku.
Aku menggeleng. “Tidak Ibu.”
“Apa Kau tau jika Kau menyakiti kami Sandara.” Kata ibu yang kini sudah memelukku. “Ayoo cepat ganti gaunmu dan Riaslah Diri secepat mungkin, Teman ayah akan segera datang.”
“Bagaimana jika aku tak ikut Bu.? Aku tak enak badan.”
“Tidak, Kau harus ikut Sandara. Ini sangat penting untuk kita semuaa dan juga kemajuan perusahaan ayahmu.“
Aku menunduk dan menghela nafas panjang. “Baiklah..,” Kataku lemah.
***
Akhirnya disinilah aku saat ini. Berdiri dengan Cantik di atas anak tangga teratas. Aku turun dengan anggunnya. Menuju ketempat ibu dan Ayahku yang sudah berada di dalam Ruangan Makan bersama dengan tamu kehormatannya.
Aku masih menunduk tak berselera untuk sekedar manataap mereka. Hingga akhirnya Suaara itu menyadarkanku. Suara yang sangat kurindukan, suara yang mampu memaksaku untuk mengangkat kepala dan memandang kearah pemilik suara tersebut.
“Young Bae..” Kataku dengan suara sedikit lirih.
Aku melihatnya sudah berdiri dan merentangkan kedua tangannya dengan senyuman menghiasi wajahnya. “Kemarilah.” Katanya kemudian,
Dan tanpa banyak bicara lagi, aku menghambur kedalam pelukannya, memeluknya dengan menangis tersedu-sedu. Aku tak peduli jika kini orang tuaku atau teman orang tua ayah menatapku dengaan Aneh, nyatanya aku sangat merindukannya. Aku tak ingin berpisah lagi dengannya.
“Heii.. sudah.. jangan menangiss lagi.”
“Kau jahat.. kau meninggalkanku.”
“Kau yang meninggalkanku.” Katanya kemudian.
“Kau yang menyuruhku pergi.”
“Dan kenapa Kau pergi saat Kusuruh.?”
“Aku… Hikss.. Aku sakit hati saat melihatmu dengan wanita itu.” Aku berkata jujur.
“Tunggu dulu, ada apa ini Young Bae..?” tanya Seseorang di belakang Young Bae yang kutau adalah teman dari Ayahku.
“Ayah.. kenalkan, dia Sandara, kekasihku.” Kata Young Bae yang sontak membuat tubuhku panas dingin.
“Kekasih..?” tanya semua orang yang berada dalam ruangan ini.
“Iyaa… aku menerima perjodohan ini. Kita akan menikah, bukankah begitu sayang..?” tanya Young Bae yang kini sudah memandangku dengan tatapan membaranya.
“Perjodohan.?” Aku masih tak mengerti dengan apa yang dikatakan Young Bae. Dan aku juga sedikit mengernyit saat melihatnya mengenakan pakaian Rapi. Bukan T-shirt atau jaket kulit yang biasa di gunakannya, dia mengenakan Setelan hitam yang sungguh membuatnya terlihat sangat Gagah di mataku. Rambutnya tak lagi berwarna putih, meski masih dengan tatanan keatasnya, namun warna Hitam Rambutnya kini entah kenapa membuatku semakin mengaguminya. Dia melepas Tindikan di telingan, bibir, ujung alis, bahkan mungkin di lidahnya. Dia berdiri bagaikan sosok yang berbeda, sosok yang lebih dewasa yang entah kenapa membuatku semakin menginginkannya.
“Iyaa.. sebenarnya kita sudah di jodohkan sejak lama, hanya saja aku menolaknya, dan aku baru tau beberapa minggu yang lalu ketika melihat foto yang di berikan ayah terhadapku.”
Aku kembali memeluknya. “Aku tak ingin kehilanganmu Young Bae-sshi..”
“Benarkah..?”
Dan aku hanya mengangguk. Entah kenapa aku tak malu-malu lagi mengakui perasaanku terhadapnya.
“Baiklah Ayah, sepertinya kami memang harus segera menikah.” Katanya kemudian. Lalu di iringi dengan tawa bahagia dari kedua orang tua kami.
***
Saat ini Kami berdua sudah berada di balkon Kamarku. Ayah, ibu dan Orang tua Young Bae sedang bercakap-cakap di ruang keluarga sedangkan kami sedang diberi Waktu untuk berbicara berdua.
“Young Bae..” bisikku kepadanya.
“Hemmb..” jawabnya Malas yang kini masih memelukku.
“Aku Hamil.”
“Mwo..?” dia terlihat sangat terkejut dengan pengakuanku. “Kau tidaak bercanda kan..?” Aku mengangguk masih dalam pelukannya. “Astaga… Kau benar-benar menyempurnakan hidupku.”
“Young Bae..”
“Ada apa lagi sayang..?”
“Berjanjilah padaku jika Kau tak akan lagi kembali menjadi dirimu yang dulu.?”
“Kenapa.? Kupikir Kau suka saat aku menjadi BadBoys.?”
“Aku hanya takut jika Kau meninggalkanku karena kau berurusan dengan para Badboys Lainnya atau kau meninggalkanku karena teman kencanmu lebih cantik dan Seksi dari pada aku nanti.”
Dia tertawa lebar. “Sandara… Hanya Kau satu-satunya yang mampu menakhlukkan hatiku, Hanya Kau satu-satunya yang mampu membuatku berubah. Aku janji padamu jika aku tak akan pernah kembali pada kehidupanku yang dulu.”
“Benarkah..?”
“Iya sayang..”
“Young Bae…”
“Astaga… apa Kau bisa berhenti memanggilku seperti itu..? kau bisa membunuhku karena Gairah yang semakin menggebu-nggebu ini.”
Aku tersenyum melihat tingkahnya.
“Aku… Aku… mencintaimu.” Dan kata-kata itupun meluncur dengaan sempurna dari bibirku.
Young Bae menatapku dengan tatapan tajam membaranya. “Apa Kau tau jika aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu.?” Aku mengangkat sebelah alisku. “Saat Kau dengan polosnya membayar minuman kalengku di sebuah supermarket. Saat itu aku sudah menginginkanmu untuk bersamaku.”
“Benarkah.? Kapan..? Aku bahkan sudah lupa dengan kejadian itu.”
“Sungguh.. aku mencintaimu sejak dulu Sandara… aku hanya tak tau bagaimana mengutarakannya terhadapmu. bagiku itu sedikit menggelikan.”
Aku tertawa melihat dan mendengar pengakuannya. “Jadi.. kita sama-sama saling mencintai..?”
“Iya sayang..”
“Ohh Young Bae…” akupun memeluknya dengan erat. Tak menyangka jika akan berakhir manis seperti ini. Sungguh.. aku juga tak percaya, jika aku akan tunduk jatuh hati dengan lelaki yang memperkosaku, bersikap kasar kepadaku, dan menyekapku selama berbulan-bulan.
Aku sangat Mencintai lelaki ini.. sungguh sangat mencintainya… dan aku tau jika di dalam hatinya dia juga sama besarnya mencintaiku..

 

__END__

Bagaimana dengan OneShootnya..??? jangan lupa Tinggalkan Komentmu yaa,,, hehheheh

Advertisements

5 thoughts on “My BadBoys (OneShoot FF) Taeyang BigBang – Sandara 2NE1

  1. what a lovely story.. *kisshugauthornya 🙂
    mamabel bkin crta dong tntang laki2 n prmpuan yg ditipu sm owner aprtmn.. mreka nggk thu klu trxta aprtmnx djual dgn 2 org brbd.. alhasil mrka hrus tggl srumah krn nggk ad yg mw ngalah *justadvice he hee..

    Like

  2. keren chingu oneshot nya aku ska bngetaknhirnya happyend jga mski awalnya gak enak sih tayang kasar.

    aku ska ff chingu aku riders bru di blog ini mhon bimbinganya ya chingu.

    smngat trus mnulis ff nya chingu 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s