romantis

My Brown Eye – Chapter 2

MBE1My Brown Eye

Chapter 2

-Ketika Cinta berawal dari sebuah Dendam..-

Siang ini Hana berencana untuk makan siang bersama Dara. Mereka juga akan membicarakan beberapa masalah tentang tinggal serumah. Yah.. sesungguhnya Hana dan Dara kini sudah tinggal bersama disebuah rumah kontrakan kecil sejak sebulan yang lalu.
Hana yang terlalu kesal dengan sikap kakaknya yang Overprotektif akhirnya mempunyai ide untuk tinggal hanya berdua dengan Dara di sebuah rumah atau Apartemen kecil yang bisa disewakan di dekat kantor mereka. Sedangkan Dara entah karena alasan apa dia sangat menyetujui ide hana Tersebut.
Awalnya Revan dan orang tua Hana sangat melarang keras, tapi karena merengek dan membujuk keduaa orang tuanya Akhirya orang tuanya mengijinkannya lagi pula Hana kan tidak sendiri, dia bersama Dara, pikir Orang tuanya kala itu. Sedangkan Revan tak bisa melarang Hana lagi karena sejak kedatangan Lelaki itu hubungannya dengan Hana menjadi dingin.
Yaa… Mike pernah datang kerumah Hana, dan itu mendapat penolakan keras dari Kakaknya, Revan. Itu yang membuat Hana kini sangat benci dengan Kakaknya tersebut. Hana bahkan ingin meminta Bantuan Dara untuk menyelidiki masa lalu Revan yang membuat Revan berubah menjadi lelaki Dingin dan super menyebalkan seperti saat ini.
Saat mereka berjalan menuju kantin Kantor mereka, tiba-tiba seorang satpam memberhentikan Hana.
“Mbak Rihana ya..” tanya satpam tersebut.
“Iya, ada apa ya pak.?”
“Ada titipan buat mbak.” Kata Satpam tersebut sambil memeberikan sebuah bungkusan dan juga setangkai mawar merah.
“Dari siapa ini Pak.?”
“Orannya masih diluar Mbak, didalam mobil. Itu…” kata Satpam tersebut sambil menunjuk sebuah Mobil sedan yang kaca penupangnya sudah di buka dan menamplkan sosok tampan didalamnya.
“Mike.. Astaga..” Kata Hana dengan sedikit tak percaya. Mike memang selalu memberikan kejutan-kejutan kecil untuknya dan itu membuat Hana semakin meleleh, namun mengirim bekal seperti ini baru dlakukan Mike hari ini.
Mike hanya melambaikan tangan sambil tersenyum, tak lama dia memberikan kode dengan tangannya seperti orang yang sedang ingin menelepon. Dan benar saja, tak berapa lama Ponsel Hana berbunyi dengan Call ID ‘My Brown Eye’ yang tak lain adalah nomer Mike.
“Hai..” Hanya mengangkat teleponnya dengan sedikit gugup.
“Siang Sayang.. habiskan makanannya ya..”
“Kau tak perlu melakukan ini Mike.”
“Masih akan ada banyak kejutan untukmu Sayang..” kata Mike dengan tatapan membaranya, Walau di dalam mobil, Hana cukup bisa melihat ekspresi wajah Mike. “Aku merindukanmu.”
“Aku juga Mike..” Jawab Hana Cepat.
“Nanti kujemput sepulang kerja ya..”
“Tidak Mike, Kau tau bukan jika aku berangkat dan pulang dengan Dara. Aku tak enak dengannya.” Tolak Hana yang kini sudah melirik Dara yang masih berdiri di sebelahnya.
“Dara Akan mengerti sayang..”
“Kau sudah meminta izin padanya terlebih dahulu..?” Tanya Hana sedikit curiga. Dan itu di jawab Mike dengan tawanya. Sedangkan Dara tersenyum sambil mengangguk di sebelahnya. “Astaga Mike.. Kau curang.”
“Aku tak peduli, Kau membuatku rindu dan tak bisa menahan diri.”
“Terus saja merayu Mike.” Kata Hana yang kini wajahnya sudah merah seperti tomat.
“Aku tidak merayumu sayaang, ini nyata. Baiklah, Sepertinya aku harus segeraa kembali ke kantor. Jam lima kujemput yaa.. kutunggu di parkiran.”
“Iyaa…” Hana tersenyum malu-malu.
“I Love You Sweety..”
I Love You Too.” Dan teleponpun ditutup . dengan perasaan bahagia dan berbunga-bunga Hana kembali menuju kantin dengan bekal makan siang pemberian Mike. Sedangkan Dara mengikutinya sambil menggelengkan kepalanya, tak menyangka jika temannya berubah menjadi seperti orang Gila hanya Karena Cinta.
***
Sore ini Hana pulang dengan penuh semangat karena dia tau jika ada seorang pangeran yang sedang menjemputnya.
“Kau benar-benar tak apa-apa dara pulang sendiri.?”
“tentu saja, Aku bukan anak kecil Hana.”
“Baiklah.. Aku berterimakasih sekali padamu Dara, aku tak tau jika tak ada dirimu mungkin saat ini aku masih tak bisa keluar dari genggaman keluargaku yang Overprotektif.”
Dara tersenyum. “Tak masalah, asal Kau dapat menjaga dirimu baik-baik.” Jawab Dara kemudian. “Baiklah, sepertinya kita harus segera keluar, Pangeranmu pasti sudah menunggu.”
Hana mengangguk dan keluar dari ruangannya penuh dengan raut bahagia. Saat keluar dari kantor, dia sudah melihat Mike berdiri menunggunya di sebelah Mobilnya. Astaga.. Dia tampan.. pikir Hana saat itu.
Mike lalu membukakan pintu Mobilnya untuk Hana. Hana masuk disusul dengan Mike di sebelahnya. Sebelum memasang sabuk pengaman, Mike terlebih dahulu mengecup singkat bibir Hana, Membuat Hana sedikit terkejut dengan kelakuan Mike.
“I Miss You Sweety..” Kata Mike dengan senyumannya. Sedangkan Hana hanya bisa memerah dan sedikit gugup dengan tingkah Mike. “Ready..?” Tanya Mike sesaat sebelum mereka berangkat. Hana hanya menganggukkan kepalanya.
***
Hana benar-benar terkejut dengan apa yang sudah dilakukan Mike. Malam ini mereka sedang berada di Atas Atap Apartemen Mike dengan meja yang sudah dihias dan juga beberapa makanan diatasnya.
“Apa ini Mike.?” Tanya Hana maasih dengan raut terkejutnya.
“Apa Kau lupa dengan hari ini..?” hana mencoba untuk mengingat-ingat namun dirinya sama skali tak mengingat hari apa ini. “Ini peringatan 100 hari pertemuan kita Hana.”
Dan Hana benar-benar terkejut dengan apa yang dikatakan Mike. peringatan 100 Hari.? Bahkan Hana sendiri saja tak tau hari apa mereka bertemu dulu.
“Kau berlebihan Mike.”
“Tidak Sayang,..” Kata Mike sambil terssenyum. “Duduklah sayang… Aku memiliki sesuatu yang Spesial Untukmu.” Kata Mike yang kaali ini sudah mempersilahkan Hana duduk,.
“Apa Itu.?”
Lalu tanpa disangka, Mike duduk berlutut dihadapaan Hana. “Hana, Mungkin ini terlalu Cepat, tapi sungguh, aku tak bisa sedikitpun berpaling Darimu.” Kali ini Mike Mengambil sesuatu di saku jasnya. “Hana… Will You Marry Me..?
Dan Hana terpaku melihat Mike mengeluarkan kotak beludru berwarna biru tua dengan sebuah Cincin didalamnya bersamaan dengan kata-kata lamaran Mike. Benarkah ini Nyata..? benarkah Mike melakukan ini semua untuknya..? Melamarnya..?
“Mike.. ini terlalu cepat.” Jawab hana Lirih.
“Aku tak peduli Hana, yang kutau aku mencintaimu, Aku bahkan ingin bersamamu saat itu juga ketika kita baru pertama kali bertemu, ini bukan tentang Waktu Hana, ini tentang perasaan.”
Dan tanpa pikir panjang lagi Hana Mengangguk menerimanya. Tuhan…. Dirinya benar-benar Gila, Lelaki ini baru dikenalnya tak lebih dari tiga bulan yang lalu, tapi Hari ini sudah melamarnnya dan dia menerimanya.? Dia benar-benar Gila.
Tanpa banyak kata lagi Mike menyambar Bibir Hana yang masih sedikit ternganga dengan lamarannya. Ciuman panas yang intens membuat keduanya saling terbakar oleh sesuatu yang disebut dengan Gairah.
Dengan terengah-engah Hana melepaskan Ciumannya lalu berkata. “Bagaimana dengan Mas Revan..?”
Singkat cerita, Satu bulan Yang lalu Mike nekat menjemput Hana untuk makan malam bersamanya. Kala itu Mike memperkenalkan diri terhadap kedua orang tua Hana yang terlihat Antusias dengan kedatangannya. Namun tidak dengan Kakak Hana, Revan. Revan Menatap Mike seolah-olah Mike memiliki tujuan buruk untuk adiknya. Belum lagi reputasi Mike di dunia Bisnis yang terkenal dengan Pengusaha berdarah Dingin. Itu sebabnya Revan tak pernah mau berkerja sama dengan perusahaan Mike, nyatanya saat itu adiknya malah terjerumus dengan pesona dari seorang Mike Handerson.
*FlashBack
“Darimana Kau mengenalnya Hana.?” Tanya Revan ketika Mike sudah Pergi.
“Mas Revan tidak perlu tau.”
“Aku harus tau Hana, Orang seperti Mike itu berbahaya, mana mungkin Kau bisa dengan mudah mendapatkannya.”
“Dia mencintaiku, dan aku mencintainya Mas, Apa itu belum Cukup.”
“Banyak orang yang dengan mudah mengatakan Cinta, nyatanya mereka tak tau Apa artinya dan berakhir dengan mengenaskan.”
“Aku tak tau apa yang terjadi dengan mas Revan, tapi Satu Hal yang perlu Mas Revan tau, Tak semua Kisah Cinta berakhir dengan tragis seperti yang Mas Revan katakan.”
Revan diam membatu. Meresapi kata-kata adiknya tersebut. “Matanya mengingatkanku dengan seseorang Hana, Kumohon, Jauhi dia.”
“Tidak Mas… aku mencintainya, aku akan memperjuangkannya.”
“Hana..” Saat ini revan sudah diatas puncak Emosinya hingga dia berani membentak Adik kesayangannya tersebut.
“Aku pergi.” Lalu Hanapun pergi tak menghiraukan kata-kata Revan yang terdengar sedikit aneh untuknya.

 

“Aku akan membuatnya untuk menyetujui hubungan kita.” Kata Mike sungguh-sungguh.
“Apa Maksudmu Mike.?” Hana sedikit tak mengerti dengan perkataan Mike.
Mike bukannya menjawab malah kini menggendong tubuh mungil Hana Masuk kembali kedalam Apartemennya dan membaringkan Hana di Ranjangnya.
“A…Apa yang akan Kau lakukan Mike..?” Hana sedikit takut dengan perubahan sikap Mike.
“Sayang, kita akan membuat Kakakmu mengerti jika kita tak bisa di pisahkan. Kita akan membuat Kakakmu Mau tak mau merestui hubungan kita.”
“Dengan Cara..?”
“Aku akan membuatmu Hamil.”
Hana terperanjat dengan ide gila yang diberikan Mike. “Tidak Mike, itu akan menykiti perasaan orang tuaku, mereka tak pernah mendidikku menjadi wanita seperti itu.”
“Aku akan tanggung jawab Hana.. ini hanyalah Cara supaya mereka mau menyetujuiku.”
“Apa Kau Yakin..? Apa tak ada cara lain.?”
Mike lalu duduk di pinggiran ranjang dan mengusap lembut Pipi Hana. “Hanya itu cara satu-satunya sayang.. Kau percaya Padaku kan..?”
Sejenak Hana sedikit Ragu, namun keraguan itu sirna sudah ketika Mike mulai mencumbunya sedikit demi sedikit, lalu Gairah itupun muncul dari dalam tubuh Hana. Hana juga menginginkannya. Hana tak pernah berfikir bisa berhubungan sejauh ini dengan lelaki, Dan itu tak membuat Hana Takut mengingat sang lelaki itu adalah lelaki yang amat sangat dicintainya.
***
Jam dua dini hari Hana terbangun karena perut yang keroncongan. Belum Lagi tubuhnya yang seakan Remuk karena pergulatan panasya dengan Mike beberapa Jam yang lalu. Mike..? mengingat nama itu Hana sontak mengalihkan pandangannya kesebelahnya, tapi Kosong. Tak ada Mike disana. Kemana Dia.?? Apa Mike meninggalkannya setelah apa yang tadi mereka lakukan.? Mengingat itu Hana mengangis terisak-isak.
“Mike….” Lirihnya masih dengan menangis.
Hana sontak menyelimuti tubuh polosnya hanya dengan selimut tebal di kamar Mike, berlari menuju kekamar mandi sambil memanggil nama Mike, siapa tau saja Mike masih didalam Rumah ini. Nyatanya tak Ada, hana mencari dimana-mana dan Mike tak ada. Namun ketika keluar, pandangannya tertuju pada Sosok yang sedang sibuk didapur. Sosok tinggi tegap yang membelakanginya, masih bertelanjang dada dan hanya mengenakan celana piyama saja. Hana langsung berlari menuju sosok tersebut dan memeluknya dari belakang.
“Mike…” Panggil Hana dengan berlinang air mata.
Mike menegang seketika saat Hana tiba-tiba memeluknya. Tanpa sadar Mike sudah menggenggam tangan mungil hana, tangan yang bisa dengan mudahnya dia remukkan saking mungilnya. Pelukannya seperti pelukan seorang yang rapuh. Suaranya Lembut, dan tangisannya membuat Mike meremang.
‘Degggg..’
Perasaan apa ini.?
Mike segera menepisnya. Mike lalu membalikkan tubuhnya dan memeluk Hana. “Ada apa sayang..?”
“Aku… Aku takut Kau meninggalkanku Mike, setelah apa yang sudah kita lalui tadi.”
Mike kembali menegang saat mendengar kata-kata Hana. Tapi Mike mencoba untuk mengendalikan suasana, mengendalikan perasaannya.
“Tentu tidak sayang, aku tak akan meninggalkanmu.”
Hana mendongak melihat wajah tampan Mike. “Kenapa Kau sudah bangun..?”
“Tadi Dara meneleponmu. Aku mengangkatnya dan aku bilang jika Kau akan menginap disini malam ini.”
“Ya tuhan.. Dara.. Aku bahkan lupa dengannya.”
Mike lalu tersenyum. “Tenang sayang, aku sudah memberi tau keadaanmu, dia tak akan khawatir.”
“Lalu apa yang Kau lakukan sekarang.?”
“Aku lapar, Aku memasak untuk kita, Kau lapar juga kan.?”
Hana Mengangguk. “Tapi Mike, bukankah masih ada makan malam kita di atap tadi.”
Mike lalu tertawa. “Semuanya Hancur sayang.. Tadi hujan. Makanya sekarang aku memasak kembali untukmu.”
“Ahhhh sayang sekaali, padahal tadi terlihat sangat enak.”
“Bukankah makaanan pembuka kita lebih enak.?” Mike mulai menggodanya.
“Mike…” Teriak hana sambil memukul lengan Mike. Lalu keduanya sama-sama tertawa.
***
Saat ini Hana sedang menbantu Mike mencuci peralatan dapur Mike setelah makan bersama Mike. Hana kini sedang mengenakan Kaus kebesaran Milik Mike sedangkan Mike sendiri masih terlihat santai dengan bertelanjang dada dan hanya mengenakan ceelana Piyama.
“Mike… Apa aku boleh bertanya sesuatu kepadamu.?” Tanya hana Tiba-tiba.
“Yes.. Anything for You Sweety.” Jawab Mike tanpa memandag kearah Hana.
“Mike.. Apa Kau tak ingin mengenalkanku kepada orang tuamu.?”
Pertanyaan Hana tersebut ssontak membuat Mike diam membatu. Hana yang melihatnya merasa sedikit tak enak dengan pertanyaannya tadi.
“Maaf Mike, aku tak bermaksud.. Em…. Lupakan saja.” Kata Hana kemudian.
“Hana, Aku tak memiliki keluarga disini.” Hana menatap Mike dengan tatapan tanda tanyanya. “Orang tuaku ada di luar Negeri, Aku disini tinggal bersama dengan adikku. Dan dia sudah meninggal tiga tahun yang lalu.” Kata Mike mulai bercerita.
Hana menutup mulutnya tak percaya. “Astaga Mike.. Maafkan aku, aku tak bermaksud untuk…”
“Tidak Hana, cepat ataau lambat kau pasti tau.”
“Kalau boleh tau.. kenapa….”
“Bunuh diri.” Mike memotong pertanyaan Hana. “Thalita adiku meninggal karena bunuh diri.” Lalu tanpa sadar Mike mulai memeluk Hana. “Kau tau Hana, itu membuatku sangat sakit dan tepukul.” Mike mulai menangis dalam pelukan Hana.
Astaga… Hana bahkan ikut menangis dengan Mike, dia tak menyangka jika Mike memiliki kesedihan sedalam ini.
“Dia meninggalkanku Hana.. dia meninggalkanku karena patah hati.” Mike terlihat seperti orang yang sedang terguncang jiwanya.
“Tenang Mike, Aku disini bersamamu. Kau masih memiliki aku.”
Dan ketika Mike mendengar perkataan Hana, Mike seperti disadarkan oleh sesuatu. Dilepaskannya pelukan kepada Hana itu secara tiba-tiba, membuat Hana sedikit terkejut dengan perubahan Sikap Mike.
“Aku pergi dulu.” Kata Mike yang kini masuk kedalam Kamar. Sial..!!! seharusnya dirinya tak terbawa oleh suasana kepada wanita itu. Seharusnya dirinya tak boleh memperlihatkan sisi lemahnya terhadap wanita itu. Ingat Mike, Dia hanya mangsamu.. Kau tak boleh memperlakukannya lebih. Pikir Mike kala itu.
Sedangkan Hana hanya ternganga melihat kepergian Mike, Ada apa dengan lelaki itu..? Ahh mungkin Mike sedang kacau karena teringat dengan Adiknya. Harusnya dirinya tadi tak bertanya jauh tentang kehidupan Mike. Pikirnya kemudian.
***
Mike Berdiri didepan sebuah Makam yang bertuliskan Thalita Handerson. Makam Adiknya. Ingin menagis tapi air matanya sudah habis tiga tahun yang lalu ketika mendapati adik kesayangannya itu meninggal secara mengenaskan didalam kamar mandinya.
Lita.. baginya adalah Gadis ceria, Agresif, polos, dan sangat cantik. Adik kesayangannya. Tapi semuanya seakan direnggut begitu saja oleh satu kata yaitu CINTA.
Cintanya kepada seorang lelaki membuat matanya seakan-akan buta, membuatnya memilih mati dari pada harus bertahan hidup karena patah hati. Lelaki itu lelaki bajingan, karena dengan mudahnya dia mencampakan adiknya yang sedang berbadan dua, membuat adiknya depresi berkepanjangan hingga membuatnya memilih bunuh diri daripada bertahan tanpa Cinta.
Lelaki itu…. Adalah Revan… Kakak dari kekasihnya saat ini.
“Sayang, aku sudah melakukan sejauh ini. Kau tau, Dia sangat memujaku.” Mike mulai berkata-kata didepan Makam Lita.
“Aku bersumpah padamu, akan membuat Lelaki bajingan itu bertekuk lutut meminta pengampunan dariku..”
“Aku bersumpah padamu jika Lelaki itu akan membayar dengan setimpal dan akan merasakan Hal yang sama dengan apa yang kurasakan saat ini.”
“Litaa… Beri aku kekuatan supaya aku tetap Fokus pada tujuanku.”
Mike mulai duduk berlutut didepan nisan Lita. “Kau Tau, dia… Dia mirip sepertimu.” Mike menelan ludahnya dengan Susah payah. “Kuharap… Kuharap aku tak ikut terjerumus dalam permainan ini.”
Mike lalu mengecup batu Nisan Lita. “Aku menyayangimu sayang… Bantu aku menyelesaikan semuanya dengan baik.” Kata Mike kemudian. Lalu pergi meninggalkan Makam Lita.

 

__TBC__

Maaf kalo terlalu pendek.. Gimana..?? udah dapet Fellnya dari cerita baru ini..?? hehehhe

Advertisements

6 thoughts on “My Brown Eye – Chapter 2

  1. yahhh hana stupid banget ya kalo dipikir maunya masuk dengan mudahnya keperangkap mike
    kan akhirnya balas dendam semakin mulus aja
    tapi hati mike sebagian juga menentang

    Like

  2. Ohw jadi gitu awalnya..

    Ya tuhann pantes aja revan bilang kenal sama tatapan mata mike..

    Kenapa ga coba memaafkan aja mike nya? Lagian kan belum mendengar jelas gimana revan dan thalita berpisah..

    Yg jadi korban, hana…

    Like

  3. Beneran udah dicek klo revan yg ngehamilin thalita? Klo benar revan bersalah seharusnya dia menuntut pertanggungjawaban dari revan bukan membalas dendam ke adiknya..klo revan tidak bersalah pasti mike bakalan nyesel banget karena sudah salah tuduh dan salah membalas dendam..

    Like

  4. Krna minim pengalaman jd Hana dgn mudahnya trkena rayuan gombal Mike,,,stlh tau tujuan Mike nntinya akankah msi ada cinta utk Mike???
    Kematian adiknya sngguh mngenaskn???

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s