Novel Online · romantis

Because It’s You (Novel Online) – Chapter 14 (END)

BIY Cover Fix 3NewBecause It’s You

Nb : Jujur saja.. saat menulis dan membaca Chapter ini aku sesekali menangis.. hehehehe Sungguh.. aku sudah benar-benar jatuh cinta terhadap sosok yang kuciptakan sendiri… terimakasih buat teman-teman yang sudah mau membaca kisah ini dari awal sampai akhir… maaf jika banyak Typo dan lain sebagainya.. dan double terimakasih buat yang sudi memberikan Like dan komentarnya di kisah ini.. salam sayang… Author… :* 🙂 😉 😥

 

Chapter 14

Pagi ini pagi yang cukup menyibukkan untuk Renno karena nanti siang dia berniat untuk memberi kejutan buat Allea. Renno berangkat pagi-pagi sekali hanya untuk menyiapkan semuanya. Dia meninggalkan sebuah Note kecil untuk Allea. Bertuliskan…

Kutunggu kamu nanti siang di kantorku yaa…
Kenakan baju itu..
Dan dandan secantik mungkin…

I Love You…
Ps. Jangan membawa makan siang.

Renno bahkan tersenyum-senyum sendiri saat menulis Note tersebut. Dirinya merasa seperti anak muda yang sedang dilanda kasmaran, yang baru tau rasanya jatuh cinta.. Astaga… bahkan dulu saat bersama Nessa dan Tannia dirinya tak pernah merasa seperti sekarang ini.
Rennopun bergegas kesebuah Restoran mewah yang tempatnya tak jauh dari kantornya. Restoran itu disewanya seharian untuk acara dirinya dan Allea. Renno bahkan menyulap Restoran tersebut menjadi Restoran Teromantis yang pernah ada.
Dia ingin melamar Allea kembai..
Melamar dalam arti yang sebenarnya, bukan dengan tak sengaja atau dengan cincin sedotanya. Ahh… semoga saja Allea menyukainya. Dia juga berharap semoga momen ini menjadi momen yang tak kan pernah terlupakan untuk Allea.
Dari Restoran Rennopun bergegas ke sebuah Toko emas berlian. Disana sudah ada Mamanya dan Shasha yang sudah menunggu.
“Mas Renn lama banget.. capek tau nunggunya..” Gerutu Shasha.
“Iya.. iya.. Maaf.. dasar Bawel.”
“Renn.. mama sudah pilihkan yang ini, gimana..? Apa dia suka..?” Tanya mamanya sambil menyodorkan sebuah Cincin yang sanngat indah lengkap dengan beberapa mata berlian menghiasinya.
“Dia nggak akan suka Ma.. Pilih yang biasa saja.”
“Mas Renn kok gitu sih.. Mas Renn setengah-setengah sama Mbak Allea.” Lagi-lagi Shasha menggerutu.
“Iyaa.. kamu gimana sih.. milihin calon istri masak yang biasa-biasa saja.” Mamanyapun ikut menggerutu.
“Ma.. Aku kenal dia, dia wanita yang sederhana, dia nggak akan suka dengan barang yang mewah. Karena itulah aku memilihnya, Aku mencintai kesederhanaannya, aku Mencintai dia yang apa adanya.” Jelas Renno.
Dan Astaga… Mama dan adiknyapun ikut tersenyum sendiri karena terbuai dengan kata-kata manis Renno. Shasha bahkan berpikir ‘Yaaa ampunn… Mas Renn benar-benar sedang jatuh cinta..’ dan itu membuat Shasha kegirangan.
“Baiklah.. kalau begitu kamu saja yang pilih.” Kata mamanya mempersilahkan.
Dan Akhinya Rennopun mulai memilih. Pandangannya tertuju pada sebuah Cincin emas putih yang berada di pojok, sebuah cincin kecil sederhana. Tak ada ukiran-ukiran aneh bahkan tak ada satupun mata berliannya. Hanya ada garis tengah yang melingkari cincin tersebut. Cincin yang sangat sederhana tapi tak mengurangi pancaran keindahan dari cincin tersebut.
Sangat Cocok dengan Allea… Pikir Renno kemudian.
“Saya pilih itu..” kata Renno kemudian. Sedangkan Mama dan Shasha hanya ternganga saat melihat cincin pilihan Renno. Sesederhana itukah Alleaa…????
***
Renno akhirnya kembali kekantornya untuk menunggu Allea. Sedikit bosan karena memang hari ini dia tak ada pekerjaan. Tiba-tiba Renno merasakan jika pintu ruangannya di buka, Mungkin itu Allea. Dan ternyata dugaannya salah. Itu adalah Tannia.
Untuk apa dia kemari..?
“Apa Kamu bisa ketuk pintu terlebih dahulu..??” Tanya Renno yang raut wajahnya berubah menjadi dingin.
Tannia tak menjawab. Dia malah menutup pintu dan berjalan kearah Renno. Dan tanpa segan lagi Tannia duduk diatas pangkuan Renno membuat Renno terkejut.
“Apa yang kamu lakukan..?”
Tannia menatap Renno dengan tajam, Dan mulai mencengkeram Kerah kemeja Renno. “Aku mencintaimu Kak, Aku membutuhkanmu, Dan aku tak akan menyerah begitu saja dengan Cinta Kita.” Kata Tannia Kemudian diikuti dengan Ciuman panasnya yang diberikan untuk Renno.
Renno sendiri sudah tak dapat berkata apa-apa lagi, pikirannya Kosong. Otaknya terlalu terkejut mendapat perlakuan berani dari Tannia. Hingga suara itu menyadarkannya. Suara Lembut yang akhir-akhir ini menyejukkan hatinya.
“Mass….”
Renno mengangkat kepalanya dan mendapati Allea ternganga lengkap dengan beeberapa bulir air mata di pipinya. Astaga… apa yang sudah dia lakukan…?? Apa yang dilihat Allea..??? Pikirannya bingung untuk mencerna kejadian ini.
Dan Rennopun melihat Allea pergi meninggakan Ruangannya. Pergi dengan setumpuk luka dihatinya, tapi apa yang dia lakukan..?? Dia hanya memandangnya tanpa menjelaskan ataupun mengejarnya..
Apa kau Seberengsek ini Renn…???
Akhirnya pikiran Rennopun kembali waras. Ditatapnya tannia dengan tatapan membunuhnya. “Pergi dari sini..” Kata-kata singkat itu dikatakan dengan penuh penekanan.
“Kak.. Aku hanya mau buktikan Kalau aku hanya…”
“Wanita Jalang.” Renno melanjutkan kalimat Tannia dengan nada dingin.
“Kak… Bisa-bisanya Kak Renno menyebutku seperti itu..??” Tannia benar-benar Sakit hati dengan apa yang dikatakan Renno sedangkan Renno sendiri sudah tak menghiraukan Tannia pikirannya saat ini hanya tertuju pada seseorang. Yaitu Allea… Apa yang akan dilakukannya…???
***
Allea menatap nanar pandangan di luar jendela.. matanya sembab bekas menangis bahkan saat inipun dirinya masih menangis. Sudah satu minggu ini dia meninggalkan Renno, Meninggalkan orang yang dicintainya. Dirinya kini menangis bukan karena marah atau kesal, Tapi karena Rindu.. dia amat sangat merindukan Renno. Astaga… kenapa bisa sampai separah ini..??
Saat itu Allea hilang Arah, tak tau harus kemana. Kembali kepanti juga tak mungkin. Akhirnya Allea mengingat jika dirinya memiliki sahabat Baik, Nessa. Dan akhirnya kini dirinya berada di dalam Apartemen Nessa. Nessa benar-benar sangat baik, dia mau menerimanya dan juga keluh kesahnya. Berkali-kali Nesssa berkata, mungkin semua itu hanya salah faham, Kak Renno nggak akan seperti itu. Tapi Allea mencoba untuk Menulikan Telingannya. Dia sakit saat melihat Renno seperti itu bahkan setelah melakukan hal-hal manis bersamanya.
Tapi Allea juga tak dapat membohongi dirinya sendiri jika dia amat sangat merindukan Renno. Itu yang membuatnya tak berhenti menangis. Renno sangat mempengaruhinya, Semua hal indah bersama Renno bahkan menari-nari di ingatannya membuatnya semakin tersakiti… Kenapa dirinya jatuh sedalam ini terhadap Renno…???
***
Terbangun dalam keadaan sendirian benar-benar membuat Renno merasa Terpukul.
Kamu dimana All…???
Berkali-kali Renno meneriakkan kata-kata itu di hatinya, tapi tentu saja itu tak akan membuat Allea kembali. Renno sudah benar-benar seperti orang gila. Ketika mandi, dia melihat bayangan Allea di cermin. Ketika kedapur, Renno juga merasakan Allea sedang memasak untuknya bahkan Tak jarang Rennopun menghirup aroma nasi goreng buatan Allea.
Di ruang televisipun sama, Renno merasakan Allea sedang menontn Tv bersamanya, Melihat Allea membersihkan Rak-rak bukunya, Melihat kaki telanjang Allea melangkah kesana kemari, Rambut Basah Allea yang meneteskan Air di karpetnya….
Astaga… Renno benar-benar sudah Gila. Gila hanya karena seorang Allea…
Renno menangis.. Menangis sejadi-jadinya, kadang dia tertawa, Menertawakan dirinya sendiri. Semudah inikah dia jatuh teramat dalam kepada pesona seorang Allea..?? Apa dia mampu sembuh kembali seperti saat menyembuhkan luka Akibat patah hati dengan Tannia dan Nessa..??? Sepertinya tidak.
Dia tak akan pernah Sembuh…
Ini terlalu dalam.. terlalu menyakitkan… ya ampunn… bahkan mereka kurang dari 3 bulan saling mengenal. Tapi Efek yang diberikan Allea sungguh sangat dalam.
Kembalilah… Aku mohon kembalilah….
Renno selalu memohon dalam hati. Sejak ditinggal Allea, dia tak lagi bekerja. Pekerjaannya terbengkalai. Setiap hari dia akan mengelilingi kota hanya untuk mencari Allea, sisanya dia habiskan di Apartemennya mengenang setiap kejadian yang pernah dialaminya dengan Allea.
Dua hari setelah kejadian itu Tannia datang mengunjunginya. Tapi sambutan Renno amat sangat tak Ramah. Renno sama sekali tak menganggapnya ada. Dan itu benar-benar membuat Tannia kesakitan. Renno bahkan berkata dengan dinginnya tanpa sedikitpun memandang kearah Tannia.
“Pergilah.. aku tak ingin melihatmu lagi.” Kata Renno saat itu.
“Tapi aku membutuhkanmu Kak..”
“Tapi aku membutuhkan Allea, apa kamu nggak lihat bagai mana hancur dan kacaunya hidupku saat ini tanpa kehadiran Allea..? Kumohon.. Pergilah.. aku tak ingin melihatmu lagi.” Kata Renno dengan Lirih.
Dan Akhirnya Tanniapun pergi dengan luka di hatinya. Tak tau pergi kemana Renno juga tak mau tau, yang dipikirkannya saat ini hanyalah menemukan Allea. Renno sudah tak peduli dengan semua keadaan di sekitarnya.
Ramma dan Dhannipun sempat mengunjunginya.Keadaan Renno saat itu amat sangat kacau. Kembuat kedua sahabatnya tersebut menggelengkan kepalanya.
“Renn Ayolah.. Lo nggak perlu sampek kayak Gini..” Ajak Ramma kala itu.
“Iya Renn.. kita bisa cari Allea bareng-bareng, Lo nggak perlu Gila kayak gini.” Tambah Dhanni.
“Gimana Kalo ini Nimpa Lo, Lo kehilangan istri dan Anak Lo..? Dan Lo Ramm, Gue harap Lo nggak akan ngrasain apa yang Gue Rasain saat ini.” Kata Renno kemudian sambil berlalu pergi meninggalkan kedua sahabatnya tersebut.
Akhirnya Dhanni dan Ramma menyadari jika Renno memang butuh waktu untuk menyendiri. Dan setelah itu mereka tak menemui Renno lagi sebelum Renno kembali seperti sedia kala.
***
Setelah makan malam, Seperti biasa Allea membantu Nessa membersihkan dapurnya. Allea sedikit tak enak karena harus menumpang lama dengan Nessa, tapi mau bagaimana lagi, dirinya tak punya siapa-siapa lagi. Mengingat itu Allea kembali terisak.
“Heii.. kamu kenapa..?” Tanya Nessa yang menyadari jika Allea menangis.
“Enggak.. Aku nggak apa-apa Kok.” Jawab Allea kemudian.
“All.. Aku tau kamu nggak baik-baik saja, Aku selalu mendengarmu menangis setiap malam. Ini nggak baik untukmu dan bayi kamu All…” Jelas Nessa.
“Dan tentunya itu juga nggak baik untuk Renno, dia semakin memburuk.” Kali ini Dhanni yang masih berada di meja makan ikut menyahut.
“All.. Temuilah Kak Renno, aku tau dia memiliki penjelasan untuk dijelaskan padamu, dan jika pada Akhirnya kamu tetap ingin pergi, kamu bisa kembali lagi kemari dan tinggal disini bersamaku selamanya.” Kata Nessa lagi. Dhannipun menganggukkan kepalanya mendukung pernyataan Nessa.
Belum sempat Allea menanggapi pernyataan Nessa, Pembicaraan mereka terhenti oleh gedoran pintu kasar dari Apartemen Dhanni.
“Siapa yang malam-malam gini bertamu yaa…?” Tanya Nessa sambil bergegas membuka pintu.
“Tunggu disitu sayang, Aku saja yang Buka.” Kata Dhanni yang sudah berlari kearah pintu dan membukanya.
Dan ketika Dhanni membuka pintunya, betapa terkejutnya ia mendapati Renno yang jatuh tersungkur karena mabuk berat.
***
Perasaan Allea saat ini bercampur aduk jadi satu, tak menentu. Senang kaarena bertemu dengan Renno, sedih karena melihat kedaan Renno yang berantakan seperti ini, kesal karena sudah meninggalkan Renno. Astaga… seharusnya dia tau jika Renno tak mungkin dengan sngaja melakukan Hal itu, Semuanya pasti ada sebabnya.
Diusapnya Wajah Renno menggunakan handuk basah. Rennonya yang sangat tampan, tapi kini sedikit lebih kurus, penampilan Rapinya kini berubah jadi berantakan, Bahkan ada bulu-bulu tipis di bawah hidungnya hampir seperti kumis, Apa Renno lupa bercukur pagi ini..???
Renno yang masih tak sadarkan diri tiba-tiba menggenggam tangan Allea dan mulai mengigau.
“Jangan tinggalkan Aku All.. jangan tinggalkan Aku..”
“Aku sayang Kamu… jangan tinggalkan Aku..”
“Kembalilah All.. Aku butuh kamu…”
“Jangan tinggalin Aku.. Jangan Tinggalin Aku..”
Dan selalu saja seperti itu saat Renno mengigau. Itu membuat hati Allea pilu.. Lelaki ini sangat menderita.. sama halnya seperti dirinya.. haruskah ia kembali kepada Lelaki ini..??
***
Esok harinya, Menjelang Sore Renno baru membuka matanya. Dirinya sedikit terkejut karena bangun di tempat Asing. Diedarkannya pandangannya keseluruh penjuru ruangan dan dia mendapati Dhanni dan Nessa sedang memandangnya.
“Kenapa Gue disini..?” Tanya Renno sambil duduk dan memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.
“Lo mabuk dan kesini..” Jawab Dhanni Cuek.
“Sorry Gue ngerepotin kalian.” Kata Renno yang kali ini bergegas mengenakan pakaiannya.
“Kita nggak Repot Kak, Kak Renno mau kemana..? Badan Kak Renno masih demam.” Kata Nessa kemudian.
“Aku harus mencarinya Ness.. Aku harus menemukannya.” Renno bersungguh-sungguh.
Dhanni lalu mendekati Renno dan memberikan sesuatu untuk Renno, Sebuah surat. “Dia sudah pergi Renn… Beberapa hari ini dia tinggal di sini, dan tadi pagi kita mendapati kamarnya kosong. Dia sudah pergi dan meninggalkan ini.” Kata Dhanni sambil memberikan surat tersebut.
Dibukanya surat tersebut dan Renno mendapati tulisan tangan Allea.

Ness… terimakasih untuk semuanya, kamu memang sahabat terbaikku. Aku tau apa yang harus kulakukan, Aku mengerti apa yang kuinginkan. Terimakasih sudah mau menerimaku beberapa hari ini. Aku janji padamu jika aku akan bahagia, Dengan atau Tanpa kehadiran Mas Renno..
Allea…

Dan setelah membaca Surat itu Renno kembali lemas. Tadi malam dia merasakan Kelembutan Allea, jadi tadi malam itu bukan mimpi..?? Itu Nyata.. Allea yang merawatnya. “Kenapa Lo nggak bilang kalo dia Berada disini Dhann..?” Tanya Renno lirih.
“Maafin Gue, Gue nggak bemaksud..”
“Gue udah kehilangan dia.. Gue udah kehilangan dia..” Dan Rennopun mulai menangis.
Dhanni yang melihatnya langsung memeluk Renno, sedangkan Nessa yang melihatnya hanya bisa menangis. Astaga… Kenapa Allea tega melakukan ini..???
***
Renno pulang dengan langkah Gontainya, kepalanya sedikit pusing, Bahkan kini badannya sedikit demam. Sepertinya dia akan sakit. Renno masuk kedalam Apartemennya, Saat membuka sepatunya dia sedikit terkejut karena melihat Sendal jepit Allea berada di Rak sepatunya, padahal beberapa hari ini ia tak melihatnya. Ahhh mungkin kemarin pikirannya sedang kacau makanya tak terlalu memperhatikan sendal tersebut, pikirnya kemudian.
Sampai di Ruang Tengah, Rennopun Sedikit hran dengan suara-suara berisik Khas orang yang sedang memasak. Siapa yang memasak di dapurnya..?? Belum lagi Aroma masakan yang tercium indera penciumannya, Aroma yang amat sangat nikmat.
Rennopun bergegas kedapur. Dan sedikit ternganga mendapati seorang wanita sedang sibuk memasak sesuatu lengkap dengan Celemek Hello Kittynya. Pemandangan yang bagi Renno sudah sangat lama Tak di lihatnya.
Tidak.. tidak… ini hanya halusinasinya saja.. Dirinya kini bahkan sudah Gila karena berhalusinasi tentang Allea. Separah inikah dirinya…??? Ahhh… setidaknya dirinya kini bisa melihat Allea sedikit lebih nyata.. pikirnya kemudian.
Rennopun tersenyum terhadap dirinya sendiri. ‘Tak Apa jika gila membuatku merasa dekat denganmu, Aku akan senang melakukannya.’ Pikirnya kala itu. Yaa ampun… Bahkan Renno dapat mencium aroma wangi khas tubuh Allea. Dipejamkannya matanya, dan dihirupnya dalam-dalam aroma tersebut, Aroma yang sangat dirindukannya.
“Mas…”
Astaga… Bahkan Renno bisa mendengar Suara lembut Allea. Renno tersenyum masih dengan memejamkan matanya. Seperti inikah menjadi Gila..??? semuanya bahkan terasa nyata untuknya. Bahkan kini Renno merasakan Tangan rapuh Allea mengusap pipinya. Nyata… terasa sangat nyata…
“Kamu demam Mas..” kata suara itu lagi.
Akhirnya Rennopun membuka matanya, Melihat Sosok yang benar-benar terlihat nyata di hadapannya. “All.. Apa benar ini Kamu…?”
Allea tersenyum manis. “Ini aku Mas.. Aku sudah pulang..”
“Apa Aku benar-benar sudah Gila..? Bahkan halusinasiku terasa begitu nyata.”
Allea lalu menangkup kedua pipi Renno. “Kamu nggak berhalusinasi Mas.. Ini aku… Aku bahkan sudah memasak untukmu.. Jika kamu masih nggak percaya, kamu bisa memakan semuanya. Ini Nyata…” Kata Allea dengan tersenyum manis.
Dan tanpa banyak kata lagi Rennopun memeluk Allea dengan Erat. Seerat-eratnya.. “Astaga.. aku nggak tau harus ngomong apa.. Aku benar-benar takut kehilangan kamu.. Jangan Tinggalin Aku lagi…”
“Iyaa.. aku tau.. kita ngomong nanti saja yaa… Kamu pasti lapar, Kita makan dulu..” Jawab Allea dengan lembut sambil mengusap punggung Renno.
***
Setelah makan, Allea membantu membaringkan tubuh Renno di ranjang kamarnya. Allea lalu bergegas untuk mengambil handuk dan air, tapi baru berdiri Renno sudah menggenggam tangannya erat-erat.
“Jangan pergi..” Renno memohon.
Allea tersenyum dan duduk kembali. “Aku nggak akan Pergi Mas.. Aku hanya ingin mengambil Handuk dan air untuk menyeka tubuhmu. Kamu demam.”
Dan Rennopun akhirnya melepaskan genggaman tangannya. Lalu Allea pergi dan beberapa menit kemudian kembali membawa beberapa peralatan yang dibutuhkannya untuk merawat Renno.
Renno hanya bisa diam terpaku menatap Allea yang kini sedang menyeka seluruh tubuhnya. Wanita ini benar-benar seperti malaikat. Terbuat dari apakah hatinya..??? Berulang kali Dia menyakiti hati Wanita ini, tapi Wanita ini tetap saja datang kepadanya. Apa wanita ini tak punya Emosi..? Atau wanita ini tak punya batas kesabaran..?? Harusnya Dirinya kini sadar betapa beruntungnya dirinya karena sudah mendapatkan Wanita Seperti Allea. Pikir Renno tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya dari Wajah Allea.
“Kamu kacau Mas..” Kata Allea dengan tersenyum yang kali ini Menyeka permukaan dada Renno.
“Semua itu karena Kamu.” Jawab Renno cepat.
“Kenapa bisa..?”
“Aku Kacau karena Gila memikirkan kamu.”
Dan Alleapun hanya tersenyum. “Kamu nggak usah berlebihan, Bilang saja Kalau kamu akhir-akhir ini malas mandi dan bercukur.” Canda Allea.
“Apa Kamu mengajakku untuk Bercanda..?”
“Apa Kamu nggak mau bercanda lagi denganku..?” Allea bertanya balik.
Renno menghembuskan Nafas panjangnya. “Kupikir ada yang perlu kita bahas mengenai apa yang kamu lihat saat di Kantor waktu itu.”
“Nggak ada yang perlu dibahas Mas..”
Renno lalu menggenggam tangan Allea. “Kenapa..? Kamu belum mau memaafkan Aku..?”
Allea menggeleng sambil tersenyum. “Nggak Ada yang perlu dimaafkan. Aku percaya sama Kamu.”
“Tapi Aku belum menjelaskannya sama kamu..”
“Yang aku lihat saat ini sudah lebih dari cukup untuk menjelaskan semua yang ada di hatimu Mas.. Aku tak peduli dengan apa yang kulihat Saat itu, bisa jadi itu hanya salah paham Atau memang mungkin itu kesalahan kamu, aku tak peduli. Yang aku tau saat ini Kamu membutuhkanku dan aku pun Membutuhkanmu. Kita berdua sama-sama saling membutuhkan.” Jelas Allea panjang lebar.
“Tapi bagaimana jika Aku yang salah karena membiarkannya menciumku..?”
“Bukankah setiap Orang memiliki kesalahan..?? tak ada yang sempurna di dunia ini. Yang penting kamu tak akan mengulanginya lagi.” Jawab Allea dengan tersenyum.
Dan Rennopun sontak menarik Allea kedalam pelukannya. “Aku janji nggak akan ngelakuin itu lagi..”
“Iyaa… Ayoo sekarang duduk, Aku bantu mencukur kumismu.” Dan Rennopun menurut saja dengan perkataan Allea. Allea dengan lembut dan perlahan mengoleskan krim untuk bercukur di wajah Renno. Lalu mulai Mencukur sedikit demi sedikit.
“All.. Ada yang ingin kuberikan untukmu.”
“Apa..?”
“Ada di laci Meja kerjaku.”
Dan Alleapun bergegas mengambilnya. Sebuah kotak kecil berwarna biru tua lengkap dengan pita diatasnya. “Apa ini..?” Tanya Allea yang kini sudah kembali duduk di sebelah Renno.
Rennopun mengambil kotak itu dari tangan Allea dan membukanya. Allea menutup mulutnya karena tak percaya dengan apa yang dia lihat, sebuah cincin cantik dan sederhana namun tampak menawan untuknya.
“Mungkin sedikit terlambat karena aku mengacaukan semuanya. Hari itu aku ingin melamar Kamu dihadapan Adik dan kedua orang tuaku, tapi karena… yaa.. kamu tau sendiri, Aku Berengsek, jadi aku mengacaukan Semuanya.”
“Kamu nggak Berengsek Mas..” Allea mulai menangis terharu.
Renno lalu meraih tangan Allea. “Semoga kamu masih mau menjadi istriku.” Kata Renno dengan tatapan memohonnya.
“Tentu saja. Sampai kapanpun Cuma Kamu yang pantas menjadi suamiku Mas..”
Dan rennopun menyematkan cincin sederhana itu di jari manis Allea.
“Mas.. Ada yang ingin kutanyakan. Kenapa Kamu memilihku..? Aku bukan Wanita cantik dan kaya seperti wanita-wanita di sekitarmu, aku juga bukan wanita yang pintar, aku hanya wanita biasa yang dengan tidak sengaja mengandung anakmu. Apa kamu memilihku karena Anak ini..??” Tanya Allea denga wajah seriusnya.
“Aku nggak tau harus bagaimana menjawabnya. Karena aku juga nggak tau kenapa aku memilihmu. Kupikir semua itu bukan karena kamu cantik, atau memiliki sesuatu. Kupikir itu juga bukan karena Anak ini.. Aku memilihmu Karena itu Kamu. Dan bukan karena Alasan lainnya.” Jawab renno dengan pasti.
“Kenapa bisa seperti itu…?”
“Emm.. sekarang aku bertanya padamu. Jika Aku tak tampan dan tak Kaya, Apa kamu masih mau bersamaku..?”
“Tentu saja aku masih mau bersamamu Mas..” jawab Allea dengan pasti.
“Kenapa..?”
“Karena itu Kamu, Bukan Orang lain..”
“Dan itupun alasan yang sama kenapa aku memilihmu. Karena itu Kamu, Bukan orang lain.” Jawab Renno kemudian. Keduanyapun saling pandang sambil tersenyum lalu mendekatkan diri masing-masing dan tenggelam dalam cumbuan penuh hasrat Cinta yang membara….
Renno sedikit tersenyum ditengah-tengah ciumannya.
“Kenapa..?” Tanya Allea yang baru sadar jika Renno sudah tersenyum sejak tadi.
“Enggak.. Hanya saja wajah kamu lucu..” Kata Renno sambil tertawa.
“Lucu kenapa..?” Allea bertanya sambil mengusap-usap pipinya yang sedikit basah karena sesuatu. Dan benar saja saat dia mengaca di cermin, dia mendapati wajahnya belepotan dengan Sisa-sisa krim Cukur yang berada di wajah Renno. “Yaaa…. tu kan.. aku jadi belepotan..” gerutu Allea.
“Hhahahaha nggak apa-apa.. kita bisa mandi bersama setelah ini.” Kata Renno dengan tertawa.
“Mandi..?? Kamu masih demam Mas..”
“Aku nggak peduli. Bagiku aku sudah sembuh. Dan kita sudah bisa mandi bersama bahkan melakukan hal-hal lainya.” Kata Renno yang sudah melompat berdiri dengan penuh semangat dan mulai menggendong Allea.
“Melakukan Hal-hal lainnya..??” Allea sedikit tak mengerti dengan pernyataan Renno. Dan Allea mulai mengerti ketika Renno kembali mendaratkan ciuman-ciuman panas untuknya.. “Dasar mesumm..” Kata Allea disela-sela ciumannya.
“Aku nggak peduli apa katamu..” jawab Renno yang tak mau mengalah. Akhirnya mereka berdua tenggelam dalam kebahagiaan yang penuh dengan Cinta…..
Pada Akhirnya Cinta menemukan jalannya masing-masing… Walau berawal dari rasa kasihan, rasa Tanggung jawab, rasa benci, atau rasa Kagum, semuanya sama saja… jika Kau mencintai seseorang dengan tulus, mau berusaha keras untuk mendapatkannya dan juga mau memberi kesempatan untuknya…. yakinlah.. jika semuanya akan berakhir manis dan bahagia seperti Renno dan Allea saat ini…
____END____

 

Dan untuk Epilognya Klik disini yaa…. !!! Epilog.

Advertisements

7 thoughts on “Because It’s You (Novel Online) – Chapter 14 (END)

  1. gk salah kalo renno ngatain tania jalang ya tingkahnya seperti itu
    baguslah allea mampu berpikir jernih seenggaknya siksaan buat renni seminggu itu udah cukup bikin renno stress fsn sadar kalo gk hanya sekedar membutuhkan allea
    so sweetnya

    Like

  2. gk salah kalo renno ngatain tania jalang ya tingkahnya seperti itu
    baguslah allea mampu berpikir jernih seenggaknya siksaan buat renni seminggu itu udah cukup bikin renno stress dan sadar kalo gk hanya sekedar membutuhkan allea
    so sweetnya

    Like

  3. pertama2, makasi karna ak sdh bisa dpt pw nya hehehe..
    n selanjutnya, makasi jg ak bisa baca tulisan ini..
    karna jujur aja ak seneng banget sama kisah2 romantis gt..mgkn dengan kata lain karna sebagai pelampiasan karna pasanganq ga romantis kali ya hehehehe..
    pokoknya daebak deh sama ni cerita..
    oya, sama lady killer nya jg ga kalah daebaknya..
    pokoknya lg, semuanya oke laahh apapun kalo itu romantis hahaahahha..
    makasi ya..

    Like

  4. Rasain tuh tannia, renno akhirnya benci sama elo..
    Sweet banget deh sikap renno..bikin fly 😍😍 senangnya liat renno dan allea kembali bersama

    Like

  5. Qu nangis liat Renno trpuruk utk kskian kalinya,,untunglah Allea blk lg k Apartemen Renno dan gk mmprmslhknnya,,emg c Allea ini orgnya sbar bgt ya hehehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s