Novel Online · romantis

Because It’s You (Novel Online) – Chapter 13

BIY Cover Fix 3NewBecause It’s You

 

 

Chapter 13

 

. “Allea Ananta…. Menikahlah denganku…”
Kalimat itu terngiang di telinga Allea. Bagaikan nyanyian Merdu yang sama sekali tak ingin Allea lupakan. Dan bukannya menjawab tanpa di duga Allea malah memeluk Renno dengan Erat. Ada Rasa haru dihatinya. Astaga… apa ini Nyata..??
“Heii… Aku bertanya apa Kamu mau menikah denganku atau tidak..?” tanya Renno yang sedikit terkejut dengan Reaksi Allea.
Allea mengangguk dengan pasti. “Iyaa… aku mau mas.. aku mau…”
Renno lalu tersenyum dengan tanggapan Allea dan membalas pelukan Allea. “Terimakasih..” Kata Renno kemudian. Lalu Renno melepaskan pelukannya dan mulai mengulum bibir indah Allea. Malam ini menjadi malam yang membahagiakan dan tak terlupakan untuk mereka berdua.
***
Untuk kesekian kalinya pagi ini menjadi pagi yang indah untuk Allea. Mengingat kejadian semalam benar-benar membuat Allea amat sangat bahagia. Mencintai Lelaki yang juga mencintainya, menyatakan Cinta dan mendapatkan Lamaran Romantis, belum lagi Cincin yang ia kenakan kini yang benar-benar tiada duanya membuat Allea tak berhenti tersenyum saat membayangkannya.
Kini Alleapun masih merasakan kebahagiaan tersebut. Melihat Renno yang tidur dengan damai dan tampannya di sebelahnya dan dibawah selimut yang sama dengannya. Tampan.. Amat sangat tampan… Allea benar-benar tak menyangka jika akan mencintai dan di cintai Lelaki seperti Renno. Lelaki pertamanya dalam segala Hal.
“Pagi..” Suara Serak Renno menyadarkan Allea dari lamunannya.
“Pagi..” Jawab Allea dengan malu-malu.
Renno lalu tersenyum dan mengecup kening Allea. “Kita tidur lagi yaa.. Aku maasih capek.” Ajak Renno sambil mengeratkan pelukannya.
“Mas Renno nggak Kerja..?”
“Aku bolos.”
“Loh.. kok Bolos..??”
“Aku mau seharian sama Kamu, nemani Kamu, Kalau bisa Lanjutin Aktifitas kita tadi malam.” Jawab Renno sedikit menggoda.
“Ihh… Mas Renno apaan sih..” Allea terlihat malu-malu dengan Godaan Renno.
“Kenapa..? Nggak usah malu Gitu, kamu tau nggak, Satu hal yang bikin Aku suka sama Kamu..?”
“Apa..?”
“Kamu yang suka Memerah dan malu-malu kaya gini.” Kata Renno sambil mencubit Hidung mancung Allea.
“Hehhehe aku memang nggak pernah diperlakukan Seseorang Seperti Mas Renno memperlakukanku selama ini.”
“Nggak Pernah..?” Tanya Renno dengan sedikit tak percaya.
“Iyaa.. Nggak pernah, Mas Renno nggak percaya..?”
Renno lalu tersenyum. “Tentu saja Aku percaya, Apa Kamu tau, kadang aku sempat Geli saat menyentuh kamu lalu tubuh kamu seketika langsung Kaku, Aku tau Kamu Gugup. Dan aku mengerti ini hubungan yang Pertama untuk Kamu. Aku akan Mengajari Kamu dan tentunya kamu juga harus sabar menghadapi sikapku.”
“Iyaa.. Aku akan sabar Mas..” Jawab Allea yang kini sudah tak sungkan-sungkan lagi memeluk Renno.
“Ngomong-ngomong Apa nanti kita bisa kedokter..? Aku ingin melihat dia.” Kata Renno sambil mengelus Perut telanjang Allea membuat Allea sedikit geli dengan sentuhan Renno.
“Kapan saja bisa.” Jawab Allea kemudian.
“Ok… Emm.. Aku pikir dia laki-laki.” Kata Renno kemudian.
“Darimana Mas Renno tau..?” Allea sedikit terkejut saat Renno mulai membicarakan tentang bayinya, selama ini mereka memang tak pernah membicarakan Tentang Bayi mereka, tapi kini Renno terlihat sangat Antusias saat membicarakannya.
“Dia pernah masuk dalam mimpiku.”
“Benarkah..? Apa dia tampan.”
“Pastinya sangat tampan sepertiku.” Jawab Renno sambil tersenyum. “Aku yakin dia Laki-laki.” Tambah Renno lagi.
“Tapi aku ingin dia perempuan.”
“Kalau dia Laki-laki, Nanti kita akan membuat satu lagi yang perempuan. Dan aku benar-benar berharap dia Laki-laki.”
“Membuat Lagi..??”
“Iya.. memangnya kenapa..? Kamu nggak mau hamil lagi..?”
“Apa Mas Renno pikir Hamil itu tidak melelahkan..??” Tanya Allea sedikit Kesal dan itu membuat Renno lagi-lagi tersenyum geli.
“Ok… Aku mengerti.. Baiklah,, Mulai sekarang aku akan menjadi pelayanmu Nona.. apapun yang kamu inginkan aku akan menurutinya.”
“Apa itu benar..??”
“Ya.. Tentu saja..” Jawab Renno kemudian. “Tapi Kamu juga harus menuruti kemauanku..” Kata Renno yang Kini sudah membalik Tubuh Allea hingga berada di bawahnya.
“Mas Renno mau Apa..?” Allea masih tak mengerti dengan perubahan sikap Renno, dan bukannnya menjawab, Renno malah mendaratkan bibirnya tepat pada bibir Allea, membuat Alea tak bisa berkata-kata lagi dan tenggelam dalam cumbuan mesrah Renno.
***
Di sebuah kursi Tunggu di Rumah sakit, Renno sudah seperti Orang gila karena tersenyum-senyum sendiri saat memandangi sebuah Foto hitam putih yang berada di tangannya. Foto Scan hasil USG kandungan Allea. Renno terlihat bahagia bercampur dengan takjub. Apalagi dokter tadi sempat billang jika kemungkinan besar bayi mereka Laku-laki.
Didalam ruangan USG tadi Renno hanya ternganga sambil memandang layar monitor di hadapannya, meski tak begitu mengerti gambar tersebut tapi Renno tau Jika bayinya kini lebih besar dibandingkan terakhir mereka bertemu saat Akan menggugurkannya dulu. Mengingat Hal itu, Renno merutuki dirinya sendiri, Namun Juga berterimakasih karena sempat menghentikan Dokter melakukan Aborsi. Renno tak tau harus berkata apa lagi, yang jelas saat ini dirinya merasa amat sangat bahagia.
“Mas Renno nggak apa-apa kan..?” Tanya Allea yang kini masih bergelayut mesrah di lengan Renno.
Renno menggeleng sambil tersenyum. “Aku nggak apa-apa, aku hanya terlalu bahagia.”
“Apa itu benar..?”
Dan Rennopun lalu memeluk Allea. “Astaga.. aku benar-benaar bahagia, Terimakasih, Kamu sudah hadir dalam hidupku dan memberiku seorang Jagoan. Kamu sudah mau mempetahankan dia saat aku nggak ada dan bahkan saat Aku dengan Brengseknya menyuruhmu untuk menggugurkannya.”
“Kamu nggak Brengsek Mas..” Jawab Allea sambil mengusap-usap punggung Renno.
“Aku Brengsek.” Kata Renno tak mau mengalah.
Lalu Allea melepaskan pelukannya dan menangkup pipi Renno dengan kedua tangannya. “Bagiku Kamu nggak Brengsek Mas..” Kata Allea sambil tersenyum. Dan tanpa diduga Allea dengan keberaniannya yang terbatas mulai mendekatkan diri kearah Renno dan mulai menciumnya.
Rennopun sedikit terkejut dengan perilaku Allea. Wanita yang biasanya malu-malu ini, kini sudah berani menciumnya lebih dulu bahkan didepan umum dan dengan Ciuman seadanya tanpa Tekhnik seperti dirinya, Membuat Allea terlihat seperti wanita yang tak pernah berciuman sama sekali. Dan entah kenapa itu membuat Renno Terpancing gairahnya. Rennopun mulai tersenyum dan tersenyum dalam Ciumannya.
Allea yang merasakan Renno tersenyum akirnya menghentikan Ciumannya. “Kenapa..?” Tanya Allea dengan polosnya.
Sedangkan Renno sudah tak dapat menahan tawanya lagi. “Kamu lucu… Hahhaha” Kata Renno sambil tertawa.
“Apanya yang lucu..?” Allea tampak sedikit bingung.
“Apa Kamu nggak sadar Kalau tadi kamu baru saja menciumku di depan umum..?”
Dan Alleapun baru tersadar jika kini dirinya masih berada di bangku Rumah sakit. Dilayangkannya pandangannya dan dia mendapati beberapa suster dan Pasien sedang memandang kearah mereka dan bahkan ada beberapa orang yang sedikit tersenyum kearah mereka, itu benar benar membuat Allea sangat malu.
“Ya.. ampun… Aku malu sekali…” Kata Allea sambil menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Sedangkan Renno masih saja tak berhenti menertawakannya.
“Dan Astaga… Apa kamu benar-benar tak bisa berciuman..?? Apa tak ada yang mengajarimu tentang teknik dasar berciuman..?” Tanya Renno dengan sedikit menggoda.
“Ahh… Mas Renno, Aku ingin pulang.” Kata Allea merajuk sambil berdiri dan bergegas meningggalkan Renno karena tak sanggup menahan rasa malunya.
Rennopun mengejar Allea sambil memanggil-manggilnya. “Heii… tunggu Aku..”
***
Saat ini Renno dan Allea sudah tak segan-segan lagi untuk mengumbar kemesraan didepan umum. Memakan Ice Cream bersama sambil berangkulan di sebuah pusat perbelanjaan tentu saja membuat semua mata yang memandangnya iri.
“Kamu minta apa Lagi..?” tanya Renno kemudian.
“Emm… dari dulu aku nggak pernah nontn film, Apa aku boleh minta untuk Menonton Film di sebuah bioskop..?”
“Apa ini yang namanya Ngidam..?”
“Enggak.. ini bukan keinginan bayi Kita, Ini aku yang ingin..”
Renno lalu tersenyum. “Tentu saja Boleh. Anggap saja saat ini kita sedang Kencan.” Dan tanpa aba-aba lagi Rennopun mengecup pipi Allea. Astaga.. mereka benar-benar membuat iri semua mata yang memandang.
***
Renno sedikit bosan dengan suasana di sekitarnya,berkali-kali dia menguap bahkan memejamkan matanya karena mengantuk dan Bosan. Allea sungguh menjengkelkan, mengajaknya menonton Film dengan Genre Romantis dengan bumbu Melankolis, tentu saja itu bukan Type Film yang disukai Renno.
“Astaga… ini membosankan sekali.” Gerutu Renno.
“Tadi Mas Renno bilang nggak apa-apa Nonton Film, terus kenapa sekarang bilang ini sangat membosankan..?”
“Apa kamu nggak lihat Film itu..? Ya Ampun.. Kamu bahkan bisa menontonnya di Tv nanti.”
“Aku kan pengen Nonton di Bioskop..”
“Ya… ya… ya… sepertinya aku memang harus mengalah dengan Wanita Hamil.” Kata Renno menyerah, dan Alleapun tersenyum penuh dengan kemenangan. “Kenapa Kamu ketawa..?” Tanya Renno kemudian.
“Enggak… Mas Renno Lucu aja Kalo lagi Merajuk.”
“Aku nggak merajuk, Aku hanya kesal.” Gerutu Renno dan Alleapun Tertawa lagi.
***
“Lain kali biar aku saja yang memilih Filmnya.” Renno masih saja menggerutu walau kini mereka sudah berada di dalam Apartemennya.
“Iyaa.. Terserah Mas Renno saja.”
Dan tiba-tiba Renno Memeluk Allea dari belakang. “Gitu dong.. Aku Kangen kamu yang penurut.”
“sudah yaa.. Aku mau mandi dulu, ini sudah lengket semua.” Kata Allea sambil melepaskan pelukan Renno.
“Aku Ikut..”
“Heii… kita nggak boleh mandi bersama.”
“Memangnya siapa yang nggak ngebolehin..?” Tanya Renno yang kini sudah membuka Kaos yang dikenakannya. Sedangkan Allea menelan ludahnya dengan susah payah tak menyangka jika Renno akan melakukan hal tersebut. Dan belum juga Allea menjawab pertanyaan Renno, Renno sudah menggendong Allea masuk kedalam kamar mandi. Sedangkan Allea sudah tak dapat berkata-kata lagi dengan kelakuan Renno yang menurutnya sangat kekanak-kanakan tersebut.
***

Robby dengan gusar memasukkan seluruh pakaiannnya kedalam koper. Dirinya kesaal dan hatinya hancur karena patah hati terhadap Allea. Allea yang dicintainya ternyata akan menikah dengan sepupunya sendiri, mengingat itu Robby tak akan sanggup jika harus berdiri dalam pernikahan Allea. Lebih baik dirinya pergi jauh.
“Kak Robby mau kemana..?” Suara itu menyadarkan Robby dari angan-angannannya.
“Aku harus pergi.”
“Apa hanya segini Rasa cinta Kak Robby dengan wanita itu..? Kak.. Kita bahkan belum melakukan apa-apa Kak..”
“Kamu nggak akan tau bagaimana besarnya rasa Cintaku terhadap Allea.”
“Tapi mana buktinya..?”
“Buktinya adalah Ketika aku pergi meningggalkannya dan merelakannya dengan orang yang di cintainya.”

“Itu bukan Bukti Kak.. Itu hanya karena Kak Robby menyerah dan takut Kalah sebelum berperang.” Kata Tannia sedikit mencibir.
Robby lalu berbalik dan menghadap Tannia dengan seksama. “Tan.. Kita memang sudah kalah.. kita sudah kalah bahkan sebelum mulai berperang. Aku hanya tak ingin menyakiti hati wanita yang kucintai Tan..” Robby berkata dengan lirih.
“Tapi dengan begini Kak Robby menyakiti hatiku, Adik Kamu sendiri Kak..”
“Aku minta maaf Tann.. Kamu seharusnya sudah tau sejak dulu jika Mencintai Renno akan membuatmu tersakiti. Bagaimanapun juga Kamu dan Renno tidak bisa bersatu.”
“Enggak… itu nggak mungkin. Aku nggak akan menyerah. Aku akan buktikan dengan semua orang jika hanya aku yang pantas bersanding dengan Kak Renno.” Pungkas Tannia sambil meninggalkan Robby di kamarnya sendiri.
***
Siang ini menjadi siang yang sedikit menyibukkan untuk Allea. Renno tadi sungguh cerewet. Renno lagi-lagi menyuruhnya kekantor tapi bukan untuk membawakan makan siang seperti biasanya, Entah untuk apa Allea sendiri juga tak tau yang jelas Allea di suruh datang dengan mengenakan Gaun pemberian Renno.
“Apa dikantor ada acara atau Sesuatu..?? Ah.. entahlah.. Astaga.. aku bahkan belum siap untuk acara-acara seperti ini.” Allea bergumam sendiri di depan kaca Riasnya.
“Andai saja disini Ada Zoya, mungkin dia bisa mendandaniku.” Lagi-lagi Allea bergumam sambil tersenyum sendiri setelah sentuhan terakhir terhadap wajahnya.
Lama Allea memandangi wajahnya di cermin. “Apa yang kamu Lihat dariku Mas…??? Aku bukan wanita Cantik seperti mantan-mantanmu, aku juga bukan Wanita kaya seperti wanita-wanita di sekitarmu, Aku tak punya apa-apa, Aku bahkan merasa tak pantas bersanding denganmu. Jika boleh jujur, Aku bahkan tak percaya sedikitpun jika Kamu punya perasaan yang sama terhadapku mas..” Allea memejamkan matanya sebentar lalu menghela nafas panjang.
“Tapi aku akan belajar mempercayaimu Mas..” Tekad Allea kemudian. Akhirnya berangkatlah Allea kekantor Renno dengan di antar Supir suruhan Renno.
***
Suasana dikantor Renno cukup ramai, Ahh.. mungkin ini jam istirahat dan jam makan siang makanya semua karyawan keluar dari ruangan masing-masing. Beberapa Karyawan bahkan mengangguk hormat terhadap Allea, dan Allea dengan polosnya mengangguk dengan hormatnya kembali kepada Karyawan tersebut. Sesampainya di lantai paling Atas suasana berubah sangat sepi. Yaa tentu saja, lantai itu adalah lantai Khusus ruangan CEO, hanya orang-orang tertentu saja yang bisa masuk.
Allea melihat Meja di depan Ruangan Renno yang tak lain adalah Meja Chika (Asisten pribadi Renno) Kosong. Ahh mungkin Chikka sedang makan siang, Pikir Allea kala itu. Dan tanpa Ragu-ragu lagi Allea membuka pintu Ruangan Renno dan masuk kedalam. Tapi baru dua angkah Allea ternganga melihat pemandangan Di hadapannya.
Sebuah pemandangan yang membuatnya merasa sakit dan dihiananti, pemandangan yang membuat matanya meneteskan buliran-buliran bening jatuh dengan sendirinya.
“Masss….” tak sadar Allea mengucapkan panggilan itu dengan Lirih.
Sedangkan orang yang dipanggil itu langsung mengangkat kepalanya dan memandang kearah Allea dengan tatapan terkejutnya. Tak ada kata-kata yang terucap dari bibir Renno. Dia sungguh tak menyangka jika Allea akan secepat ini kekantornya dan mendapatinya sedang memangku seorang gadis dan Bercumbu mesrah dengan panasnya.
Allea sungguh kecewa, Tak ada penjelasan yang keluar dari Renno. Seperti inikah Renno yang sesungguhnya. Dan tanpa pikir panjang Lagi Allea akhirnya meninggalkan Ruangan tersebut, meninggalkan Renno dengan setumpuk penyesalan dan kebingungannya

 

__TBC___

 

Ahhh… Seperti terbang di awan-awan dan jatuh terhempas begitu saja saat membaca chapter ini.. hehhehe awal-awalnya enak.. bikin senyum-senyum sendiri, lah kokk akhirnya… hahhhahaha Aku mau kabur dulu… tauk dibawain Golok ama yang baca… hehhehe sedikit Info, Next chapter adalah chapter terakhir dan akan di post beserta Epilognya yaa… 🙂

Advertisements

7 thoughts on “Because It’s You (Novel Online) – Chapter 13

  1. ya ampun renno kamu mulai lagi jadi apa artinya hal” bahagia yang kamu lakukan bersama allea kemarim” dan janji” manismu kalo ternyata masih aja gk bisa lepas dari nafsu dengan wanita lain sungguh mengecewakan
    kasian allea harus ngalamin hal kenyakitkan lagi dan lagi
    bemer banget katamu saengi abis diterbangin keawan langsung dihempaskan kebumi
    sakit……

    Like

  2. Robby udah nyerah dan membiarkan allea bahagia dengan renno, tapi si tannia dasar cewek berbulu rubah, masih aja gangguin hubungan orang 😈

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s