Novel Online · romantis

My Everything (Novel Online) – Chapter 1

Me cover3My Everything

 

Chapter 1

 

Aku membuka mataku mendapati sosok wanita mungil yang masih tertidur di sebelahku. Wanita mungil..?? ohh ayolah… wanita ini adalah wanita yang 5 tahun lebih tua dari pada aku. Jika dilihat dari wajah dan tubuhnya mungkin tak akan terlihat jika dia sudah berusia 33 tahun. Namun tetap saja, dia sedikit terlihat tak cocok untukku mengingat aku memiliki tampang Babby Face Alias tampang yang selalu terlihat seperti remaja walau usiaku kini sudah menginjak 28 tahun.
Dia tertidur sangat damai. Tentu saja, mungkin dia terlalu lelah dengan Seks maraton kami tadi malam. Kupeluk tubuhnya erat-erat.. astaga.. aku tak mau kehilangan dia.. wanita yang sudah lebih dari 4 tahun ini menemaniku. Aku sedikit melirik pundak telanjangnya yang penuh dengan bekas-bekas cumbuanku. Yeahh… Aku memang sangat menyukai meninggalkan jejak merah di tubuhnya, itu akan menandakan bahwa dia milikku dan tak boleh disentuh siapapun.
Sedikit posesif mungkin, tapi aku tak peduli, aku memang menyayanginya. Cinta..??? tidak.. aku tak tau apa itu cinta bahkan ketika umurku setua ini aku merasa jika aku belum pernah merasakan yang namanya Cinta.
Dhanni, sahabatku pernah berkata jika Cinta akan membuatmu tak bisa berpaling darinya, mata hati dan pikiranmu hanya tertuju padanya, tak ada yang lain selain dia… sedangkan dengan Wanita yang sedang ku peluk ini aku tak merasakan seperti itu…
Aku hanya merasa jika Zoya sedikit berbeda dengan wanita-wanita yang kukencani selama ini.. yeahh… wanita yang sedang kupeluk saat ini adalah Zoya, wanita yang 5tahun lebih tua dariku dan yang sudah lebih dari 4 tahun menjadi kekasihku. Bagiku Zoya sedikit lebih special.. dia tak kan pernah tergantikan oleh wanita manapun di dunia ini…
Aku memang sayang terhadapnya, tapi bukan berarti aku tak bisa bermain dengan wanita lain. Aku masih bercinta dengan wanita lain selain Zoya bahkan dia terlihat tak peduli selama aku masih dimilikinya. Kadang aku bertanya dalam hati, Apa Zoya tak memiliki perasaan lebih terhadapku..?? tapi semua itu segera ku tepis. Toh aku juga hanya memiliki rasa sayang untuknya, dan aku tau jika rasa sayang saja tidaklah cukup untuk melangkah ke jenjang yang lebih jauh lagi.
Jenjang lebih jauh..?? Menikah maksudnya..?? Astaga… apa yang sedang kufikirkan..?? Selama 28tahun aku hidup hanya ada satu kata yang tak pernah terlintas di otakku, yaitu menikah. Dan sekarang aku memikirkannya..?? huuhh.. apa aku sudah tertular Virus berbahaya seperti kedua sahabatku Dhanni dan Renno..?? ohh ayolah… aku tak akan menjadi lelaki bodoh seperti mereka yang hanya patuh dan tunduk pada satu wanita. Bagiku.. itu sangat menggelikan.
Yaahh.. aku akui jika Zoya memilikiku, tapi dia tak pernah mengaturku, kami hidup dalam dunia masing-masing. Kami memang berkomitmen karena kami sudah tinggal bersama selama 2 tahun terakhir, tapi kami hanya berkomitmen, tak ada ikatan yang jelas diantara kami, yahh bisa dibilang kami pasangan kumpul kebo dan lain sebagainya aku tak peduli. Yang jelas aku menikmati hidup yang kujalani saat ini.
Aku Ramma Aditya. Mendengar nama Aditya tentunya tak asing dikalangan pengusaha. Ayahku memiliki tambang batubara nomor 5 terbesar se asia tenggara, dan itu sudah cukup menjadikan keluarga kami masuk dalam jajaran 7 orang terkaya di indonesia.
Jika kalian fikir aku tinggal di Mansion besar seperti Mansion Dhanni dan Renno, kalian salah. Orang tuaku lebih suka tinggal di perumahan biasa. Dan itu menjadikan mereka lebih sederhana dari seharusnya. Tentunya semua itu berbeda denganku.
Yeah.. kedua orang tuaku memang terkenal sederhana dan baik, bahkan saking baiknya mereka juga mengangkat seorang anak tanpa asal-usul dari panti asuhan.. Anak itu adalah aku..
Aku memang bukan anak kandung mereka, tapi mereka sangat bangga memiliki aku. Aku yang kata orang memiliki tampang seperti Dewa yunani ini mampu membuat wanita bertekuk lutut dan rela melemparkan diri di ranjangku hanya karena melihat wajah tampanku. Masalah IQ..?? jangan salah.. aku memiliki IQ yang mencapai angka 180 dan itu cukup membuatku mampu mendirikan perusahaanku sendiri hanya dalam jangka waktu 3 tahun. Jika ada orang bilang Otak tak akan mampu berjalan seimbang dengan Otot, mereka salah. Masalah Otot jangan ditanya lagi. Aku bukan lelaki Lembek yang seperti kalian fikirkan. Aku sudah memiliki sabuk hitam Taekwondo, aku juga sangat suka melakukan latihan Thai Boxing. Jadi yang ingin cari gara-gara denganku, kalian fikir-fikir saja lagi.
Sempurna. Seperti yang dikatakan banyak orang Kata-kata itu cocok untukku. Aku tampan, kaya, pintar, dan juga pandai melakukan apapun. Tapi mereka tak tau jika aku memiliki sisi lemahku.
Aku tak pernah merasa bahagia….
Aku memang memiliki semuanya.. tapi tentu saja ada beberapa hal yang tak kumiliki, Aku tak memiliki Orang tua kandung, aku tak memiliki belahan jiwa, dan aku tak memiliki Cinta..
Bulshitt.. dengan semua itu… aku juga tak mau memiliki tiga hal tersebut. Orang tua kandung..?? untuk apa aku memiliki mereka jika aku sudah punya orang tua angkat yang lebih menyayangiku.. Belahan jiwa..?? aku bisa saja menganggap Zoya sebagai belahan jiwaku, tohh aku sangat nyaman berada di dekatnya. Cinta..??? hahhaha Persetan dengan kata itu. Aku bahkan tak mengetahui apa artinya.
Aku merasakan wanita yang berada didalam pelukanku bergerak-gerak. Ohh Shiitt…!!! dia akan membangunkanku kembali.
“Sayang kenapa..?? kamu mimpi buruk lagi..?” tanyanya lembut sambil membelai pipiku.
Aku tersenyum menyeringai, dan dengan satu terjangan aku kembali membuatnya berada dibawahku. Kulumat habis bibirnya yang sexy itu. Godd… aku tak akan bisa berhenti dan tak akan pernah bosan melakukannya dengan wanita ini.. wanitaku..
“Emm.. sayang.. aku masih ngantuk..” katanya sedikit parau.
Aku masih saja menciumi leher jenjangnya. “Aku menginginkanmu lagi.” Kataku tak kalah Parau, dan itu membuatnya tersenyum. “kenapa tersenyum…?” tanyaku heran.
“Kamu nggak pernah puas yaa sama aku..?” dia berbalik bertanya.
“Kamu selalu memuaskanku hingga aku menginginkan lagi dan lagi sayang…” Kataku dengan nada menggoda lalu tanpa aba-aba aku mulai menyerang kedua puncak dadanya. Astaga… aku sangat memuja mereka… aku bukan type pria yang hanya mengencani wanita cantik. Yah.. aku akui kebanyakan dari para ‘mainanku’ berwajah cantik, tapi aku juga akan bercinta dengan wanita jelek sekalipun jika dia memiliki sepasang payudara besar yang menggoda.
Aku mulai melumatnya, menghisapnya membuat Zoya mendesah nikmat.. astaga,, aku suka sekali desahannya. Dan itu membuat yang dibawah sana semakin mengeras.. aku tak bisa menahannya lagi. Tanpa aba-aba aku memasuki dirinya untuk yang kesekian kali membuatnya sedikit terkejut dengan ukuranku..
“Astaga… kamu… kamu.. selalu seperti itu..” katanya disela-sela desahannya.
Aku tersenyum menyeringai. “Kenapa sayang…? kamu suka..? heuumm..??” kataku sambil berkali-kali mengeluarkan dan memasukkannya kembali, menggoda titik sensitifnya hingga dia berteriak meminta ampun.
“Astaga… astaga… hentikan itu.. hentikan… kamu akan membunuhku sayang… agghhh… eehhh..” dia berkata dengan susah payah.. astaga… aku benar-benar menyukainya, menyukai ekspresi itu.
“Ok… Sekarang aku tak akan bermain-main lagi..” dan akupun mulai menjalankan aksiku.. kulumat habis kedua puncak payudaranya, menghisapnya hingga membuat dia mengerang nikmat sambil menaikkan Ritme permainanku. tak lupa aku membuat jejak-jejak merah di sekujur tubuhnya sebagai pertanda jika dia milikku. Zoya hanya milikku…
Kutinggalkan kedua puncak yang indah itu dan aku kembali kebibirnya.. kulumat habis bibir itu, menyesap rasa manisnya, menari-nari dengan lidahnya.. God… Zoya benar-benar wanita yang pandai berciuman,… Bunyi decapan dari ciuman kami menggema disela-sela bunyi khas yang diciptakan oleh gesekan tubuh kami.. desahanku.. desahannya.. berbaur menjadi satu… hingga aku tak tau siapa yang lebih menikmati permainan ini..
“Shiitt.. !!!! Kamu nggak akan membuatku bosan..” kataku disela-sela ciuman panas kami. Akupun meningkatkan ritme permainanku sambil memeluk tubuhnya. “Sialan…!!! ini benar-benar sangat Nikmat Sayang….” Racauku lagi. Dan dia hanya mengerang, mendesah dengan tak beraturan, membuatku semakin tak bisa menahan diri.
“Astaga.. aku.. aku.. akan…”
“Shiitt..!! aku juga..” dann….. meledaklah aku didalam tubuhnya.. kupeluk tubuhnya dengan sangat erat sambil mengecupi tengkuk lehernya.. Astaga… wanita ini benar-benar membuatku gila…
“Gimana sayang… apa kamu suka..?” tanyaku menggodanya.
Dia mencubit lenganku. “Sayang.. biarkan aku istirahat sebentar.. aku benar-benar sangat lelah.”
Lalu kucium lembut bibirnya. “Baiklah.. tidurlah.. aku akan keluar sebentar untuk mencari sarapan.” Dan dia hanya mengangguk.. Wanitaku… Wanita yang sudah 4 tahun ini menemaniku… Aku sangat menyayanginya…
***
Aku memarkirkan mobilku di sebuah Restoran cepat saji, lalu memesan beberapa Burger, kentang goreng dan temannya untuk sarapanku dan Wanitaku.. saat aku sedang menunggu pesananku, aku melihat seorang gadis yang sedang menikmati makanannya dan bercanda gurau dengan teman prianya. Gadis yang tetunya sangat kukenal. Shasha, adik Renno. Sedang apa dia disini…??
Entah kenapa Langkahku seakan-akan ingin mendekatinya, akhirnya Akupun menghampirinya setelah selesai mengambil pesananku.
Dia memandangku dengan tatapan terkejutnya. “Mas Ramma..?” selalu kata itu yang dia ucapkan ketika bertemu denganku.
“Sedang apa kamu disini..?” tanyaku dingin. Aku juga tak tau kenapa aku selalu berwajah dan bersuara dingin ketika dihadapannya.
“Aku sedang makan..” jawabnya kemudian.
“Sha.. dia siapa..?” tanya lelaki yang sedang bersamanya itu.
“Emmm.. ini Mas Ramma, temannya Mas Renno Kakakku.” Kata Shasha mengenalkanku kepada lelaki itu. Lelaki itu lantas berdiri dan mengulurkan tangannya.
Dengan bangga dia berkata “Kenalkan saya Ricky, Pacar Shasha.”
Aku membelalak saat dia mengenalkan dirinya sebagai pacar Shasha. Pacar..? Shasha punya pacar..? bagaimana bisa..?? Renno akan marah jika tau Shasha punya pacar. Dan Setauku… Shasha nggak pernah pacaran karena yang kutau dia…. menyukai…..
“Pacar..? sudah mulai pacarah Ehh..?” tanyaku dengan nada tak percaya.
Aku melihat raut wajah Shasha mulai memucat. Aku tau dia berbohong. Dia tak mungkin memiliki pacar. Matanya mulai berkaca-kaca. Apa dia akan menangis lagi..?? kembali menjadi manja dan cengeng lagi..?
“Emm… Aku Rasa aku harus balik Mas.. Ayoo ky..” katanya mulai bergegas pergi. Dia memang selalu menghindariku. Dan aku tau itu karena perasaannya yang tak pernah hilang untukku.
Aku menyunggingkan senyuman miringku. “Silahkan..” kataku mempersilahkan mereka.
Merekapun akhirnya pergi dengan saling bergandengan. Bergandengan..?? Sialan..!!! berani-beraninya lelaki itu menggandeng Shasha yang sudah ku anggap sebagai adikku sendiri.. Dan pacar..?? Apa benar mereka sudah pacaran..? kenapa si Renno tak pernah bercerita..??
***
Selalu seperti ini jika selesai bertemu dengan Shasha. Aku juga tak tau kenapa, tapi setelah bertemu dengannya pasti Moodku berubah menjadi jelek, tak jarang aku dan Zoya berakhir dengan pertengkaran jika membahas tentang Shasha, makanya Zoya selalu membenci Shasha karena kata Zoya hanya Shasha yang mampu mengaduk-aduk perasaanku.
Sial..!!! aku juga tak tau karena apa.. tapi yang dikatakan Zoya memang benar. Apa aku suka sama Shasha..?? Ayolah.. aku tak mungkin suka dengan adikku sendiri.
Aku mengenal Shasha sejak berteman dengan Renno. itu mungkin sekitar 14 tahun yang lalu saat usiaku baru sekitar 14 tahun sedangkan Shasha baru berusia sekitar 8 tahun. Kami memang tumbuh kembang bersama karena memang aku daan Dhanni sering main ke Mansion Renno. Aku melihat dia tumbuh menjadi gadis manja yang cantik. Dia sudah seperti adik kandungku sendiri.
Waktu terus berlalu, walau aku sudah kuliah tapi aku tetap sering kerumah Renno karena aku juga sedang belajar tentang dasar-dasar perusahaan dengan ayah Renno. Hingga pada malam itu… malam saat ulang tahunnya yang ke 17, aku mengacaukan semuanya… aku memberi harapan kepadanya padahal aku tau jika aku tak mungkin bersama dengan dirinya….
Bagiku.. Shasha adalah Wanita terlarang untukku yang kenomer 4 setelah ibu dan Pacar atau istri kedua sahabatku. Aku tak diperbolehkan untuk menyentuhnya. Dia sudah seperti adik kandungku sendiri. Itu sudah mutlak.
Tapi bukankankah yang namanya perasaan tak bisa di prediksi dan juga di kendalikan..?? Shasha…. menyimpan perasaan lebih terhadapku. Bahkan dia sudah mengaku sebagai pacarku kepada teman-temannya. Hingga aku melakukan hal itu… hal yang sangat menyakiti hatinya… yahh.. aku harus menyakiti hatinya supaya dia bisa melupakan dan membenciku…
Suatu hari saat aku menjemputnya sekolah, dengan lantang dan keras aku mengucapkan kata-kata itu dihadapannya dan teman-temannya. Jika aku tak pernah menyukainya, gadis manja dan kekanak-kanakan sepertinya bukanlah Typeku.. aku tak akan mungkin suka dengan dirinya dan aku juga sempat menyuruh Shasha melupakan dan mencari penggantiku. Aku bahkan menunjuk salah satu temannya yang paling cantik dan Sexy sebagai type idamanku. Aku tau itu benar-benar menyakiti hatinya hingga membuatnya berlari menangis tersedu-sedu.
Selama seminggu dia tak pernah keluar dari kamarnya karena sedih dan malu.. aku… aku merasa bersalah padanya bahkan hingga detik ini perasaan bersalah ini selalu menggerogotiku. Aku tak pernah meminta maaf padanya.. dan sejak kejadian itu hubungan diantara kami jadi canggung. Dia menjadi gadis yang pendiam jika dihadapanku.. bukan gadis yang ceria seperti biasanya. Dan aku.. aku hanya bisa bersikap dingin terhadapnya. Aku tak tau harus memperlakukan dia seperti apa karena jujur saja aku masih merasa bersalah padanya.
Arrgghhh… persetan dengan semuanya..!! akhirnya aku mulai melupakan semuanya sedikit demi sedikit, tapi tetap saja itu tak meengurangi rasa bersalahku padanya ketika aku bertemu denganya.
Sialan..!!! lagi-lagi aku mengingat masalalu…
Kuparkirkan mobilku kembali di Basement apartemenku dan Zoya. Akupun kembali masuk kedalam Apartemen dan menemukan Zoya yang masih tertidur pulas. Dia pasti kelelahan… kusiapkan makanan yang tadi kubeli sebelum membangunkannya kembali. Hari ini hari minggu yang berarti hari ini adalah hari yang aan kulalui Full bersama dengan Zoya di dalam rumah… Dia tidak kebutiknya, begitupun aku, aku tak kekantor maupun ke studio fotoku. Aku hanya ingin menikmati waktu berdua dengannya…
“Sayang,, ayo bangun,, ini sudah hampir jam 1 siang..” Aku membangunkannya dengan lembut, lengkap dengan kecupan-kecupan basah yang kuberikan di tengkuk dan punggung telanjangnya.
“Eeggghhhh… aku masih mau tidur sampai sore sayang..” Jawabnya dengan nada parau dan menggeliat. Astaga… dia benar-benar terlihat seperti orang yang sedang menggoda, walau sebenarnya tidak.
“Apa kamu mau lagi..?” tanyaku menggoda.
Dia langsung bangun dan terduduk. “Aku masih lelah sayang,,” katanya lembut. Dan itu membuatku menginginkannya lebih. Tanpa aba-aba kugendong tubuhnya dan itu membuatnya terpekik kaget. “Kamu mau ngapain..?” tanyanya masih dengan raut kaget.
“Kita akan mandi bersama..” jawabku dengan nada menggoda.
Dia tersenyum. “Aku yakin ini bukan hanya sekedar mandi.”
“Sepertinya sudah lama kita tak melakukannya di bawah Shower..”
Kali ini dia tertawa. “hahhaha bukankah setiap minggu kita melakukannya di bawah Shower setiap paginya..??”
Aku mengangkat sebelah Alisku, pura-pura tak tau. “Benarkah..?? Sepertinya aku sudah lupa. Apa kamu mau mengingatkanku..?” Tanyaku lalu aku mengecup bibir mungilnya.
“Yahh… sepertinya mau tak mau aku harus mengingatkanmu.”
Dan tepat setelah itu kuturunkan dia dibawah Shower. Kunyalakan Shower itu membuat kami berdua basah kuyub dibawahnya. Jika kalian fikir aku masih mengenakan pakaian lengkap, kalian salah. Aku sudah telanjang bulat saat membangunkan dan Menggendong Zoya tadi. Aku bahkan sudah bergairah saat melihatnya tidur dengan wajah manisnya. Aku tau jika dia tak akan menolakku…
Kuangkat salah satu kakinya untuk melingkat di pinggangku, dan tanpa pemanasan lagi aku menenggelamkan diriku sepenuhnya kedalam tubuhnya. Bahkan wajahkupun kini sudah tenggelam diantara leher daan rambut basahnya.. ohh Shiit…!!! aku benar-benar tergila-gila dengan wanita ini…
Kugerakkan tubuhku secara berirama membuatnya mengerang nikmat. “Sayang… Ramma… Astaga..” dia memang selalu menyebut namaku saat bercinta denganku… dan aku menyukainya..
“Heummm?? Apa sayang..??” Godaku sambil menahan diri.
“Emmmm… Aku.. Aku..”
Belum sempat dia melanjutkan kalimatnya kubungkam bibirnya dengan bibirku. Melumatnya menyesapnya.. aku merasakan dia mengcak-acak rambutku.. Dia menghimpitku dengan sangat ketat… Dia akan sampai… Dan akupun juga.. tanpa kutahan lagi kupercepat lajuku.. mencari kenikmatan untukku.. untuk kami berdua… Dan akhirnya sampailah kami pada puncak kenikmatan tersebut. Dia jatuh tersungkur kedalam pelukannku… nafasnya tersenggal-sengagal seperti orang yang baru melakukan lari pagi.. keringatnya bercampur dengan keringatku dan juga air dari Shower.. Kulit putihnya penuh dengan jejak-jejak merah basah yang kutinggalkan. Astaga.. aku benar-benar tak bisa lepas darinya…. Aku tak ingin dia meninggalkanku, beggitupun sebaliknya.. aku tak akan pernah meninggalkannya.. Kupeluk dirinya semakin erat..
“Aku mencintaimu…”
Akhirnya kata-kata sialan itupun terucap dengan tidak sengaja dari bibirku. Aku merasakan tubuhnya menegang dalam pelukanku. Ini memang pertama kalinya aku mengatakan cinta kepadanya setelah 4 tahun menjalin kasih. Kenapa..? Apa ada yang salah..? Dan.. Apakah benar aku mencintainya..? Sial..!!! seharusnya aku tak mengucapkan itu sebelum yakin dengan perasaanku sendiri…

 

_TBC_

Gimana Nihh ME nya menurut kalian..??? Yahhh… sebenernya aku emang ngasih ME ini Special Genre Roman EROTIS.. jadi mohon bgt yang di bawah umur jangan baca dulu yee… hehehhe kira-kira ada yang penasaran nggak yaa…. dan satu lagi… ME ini Full POV Ramma… mungkin nanti ada beberappa Chapter yang menggunakan POV Shasha/Zoya (Belum tau dehh soalnya belom selesai hehehe) Teperti TLK yang Full POV Nessa dan hanya 2 Chapter menggunakan POV Dhanni. Ok tunggu Chapter selanjutya yaa… 😉 :*

Advertisements

5 thoughts on “My Everything (Novel Online) – Chapter 1

  1. khusus buat ramma emang banyak pervert nya hahahaha
    hadeuhhh bawaannya panas mulu ya
    ramma emang udaa jatuh cinta ama sasha walau dia gk mau ngakuin itu
    kasian ya zoya lah hidup bersama selama 4 tahun tanpa kelanjutan status yang jelas,berasa diPHPin kan

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s