Novel Online · romantis

Because It’s You (Novel Online) – Chapter 12

BiycoverBecause It’s You

 

 

Chapter 12

 

“Kak Renno..” Tannia yang dengan sengaja membuka paksa ruangan Renno ternganga ketika mendapati lelaki yang dicintainya sedang bercumbu mesrah dengan seorang wanita dengan posisi yang sangat intim.
Renno dan Allea yang saat itu mendengar panggilanTannia langsung menghentikan aksinya dan segera melihat dearah pintu masuk. Disana sudah ada Tannia yang ternganga dan juga Chika Skertaris Renno tepat di belakang Tannia ikut terngaga juga.
Renno lalu berdiri dengan sangarnya sambil membenarkan penampilannya, begitupun Allea, dia juga Sontak terbangun, dan sedikit memerah karena malu.
“Ma… Maaf Pak, Saya sudah melarang Mbak Tannia tapi dia tidah menghiraukan saya.” Kata Chika dengan takut-takut.
“Tidak apa-apa, Kamu boleh keluar dan tutup pintunya.” Kata Renno dengan nada dingin.
Chikapun mengangguk dan mulai bergegas pergi sambil menutup ruangan Renno.
“Ada perlu apa Kamu kesini..?” Tanya Renno masih dengan nada dingin terhadap Tannia.
Tannia mencoba untuk meredam sakit hatinya dan mulai berbicara. “Apa benar tadi Kak Renno sudah memecat seseorang..?”
“Iya, Memangnya kenapa..?”
“Dan Kak Renno memecatnya hanya karena dia..?” Kali ini Tannia bertanya sambil menunjuk Allea.
“Iya.” Jawab Renno singkat.
“Apa itu yang dinamakan profesional Kak..? Kak Renno memecat seseorang hanya karena tak menghormati wanita yang bahkan bukan bagian dari kantor ini.”
“Jaga mulut kamu. Dia memang bukan bagian dari kantor ini sekarang, tapi dia sedang mengandung pewaris dari kantor ini. Dan aku nggak akan segan-segan untuk memecat siapapun yang merendahkannya termasuk kamu.”
“Ohh… Jadi ini hanya karena bayi itu.. Kak Renno melakukan ini hanya karena tanggung jawab pada bayi itu kan..??”
Renno lalu mendekati Rannia sambil membenarkan letak dasinya. “Kamu nggak akan mengerti, Sampai kapanpun Kamu nggak akan mengerti betapa dalamnya perasaanku padanya Apa Kamu nggak lihat betapa bahagianya kami beberapa menit yang lalu sebelum kamu datang mengganggu..??” kata Renno penuh dengan penekanan.
Allea menegang saat Renno mengatakan kata-kata tersebut dengan tenang dan penuh penekanan. Benarkah apa yang dikatakan Renno tersebut..?? benarkah dirinya sangat berarti untuk Renno..??
Sedangkan Tannia entah sejak kapan sudah berurai air mata karena terpukul dengan perkataan Renno. “Tidak, itu tidak Benar. Kak Renno bilang Kak Renno akan selalu menungguku. Kak Renno nggak mungkin dengan gampangnya jatuh pada wanita seperti dia.”
“Tannia, Aku mohon, akhiri semua ini.. Kita sudah berakhir, dan kita nggak akan mungkin bisa bersatu kembali. Please… Biarkan aku mengejar kebahagiaanku.”
“Enggak Kak… Kebahagiaan Kak Renno hanya Aku, dan aku akan buktikan itu.” Kata Tannia lalu bergegas pergi dengan melempaerkan tatapan membunuhnya terhadap Allea.
Setelah kepergian Tannia, Allea lalu bergegas meuju kearah Renno yang masih berdiri membatu menatap kepergian Tannia. “Mas Renno nggak apa-apa..?” Tanya Allea sambil menggenggam tangan Renno yangsudah basah karena keringat dingin.
Renno lalu menatap Allea, dan tanpa di duga Renno lalu memeluk Allea dengan sangat Erat. “Apapun yang terjadi, aku mohon.. jangan pernah tinggalin aku. Aku nggak mau kamu ninggalin aku.. Aku Lelah… Aku mohon jangan tinggalin aku..” kata Renno dengan tulus saat memeluk Allea.
Allea sendiri berusaha untuk tak menghiraukan ketegangannya karena perkataan Renno. “Iya Mas.. Aku nggak akan pernah Ninggalin Mas Renno.” Jawab Allea dengan lembut.. Dia berusaha untuk menenangkan perasaaan Renno.
***
“Apa Mas Renno selalu pulang selarut ini..?” Tanya Allea yang kini membantu Renno menata berkas-berkas kerjanya di meja.
“Tidak, hanya sesekali.”
“Tapi beberapa Hari yang lalu Mas Renno berangkat pagi dan pulang malam terus, Aku pikir Mas Renno sibuk.”
Renno lalu mentap Allea dengn lembut, dan mulai melangkah mendekati Allea. “Apa Kamu tau kenapa Aku lakuin itu..?” Tanya Renno kemudian. Allea hanya menggelengkan kepalanya. “Karena aku ingin menghindari kamu.”
Allea sedikit tak mengerti dengan apa yang dikatakan Renno. “Menghindari..?? Maksudnya..??”
Renno lalu tersenyum masam terhadap dirinya sendiri, “Kamu tau setelah malam itu Aku nggak pernah bisa berpikir jernih tentang kamu.”
“Malam Itu..??” Allea masih tak mengerti dengan apa yang di bicarakan Renno.
“Malam Saat kita bercinta untuk yang kedua kalinya dengan sadar.” Renno menjawab penuh dengan penekanan.
Sedangkan Allea langsung menunduk malu mengingat kejadian di malam itu.
“Ramma Berkata jika Aku sudah parah, dan jika aku mau sembuh, Aku harus menghindarimu. Akhirnya aku berangkat pagi dan pulang sedikit larut, Atau jika tidak aku akan menunggumu tidur terlebih dahulu supaya aku bisa mengontrol diriku.”
“Dan apa sekarang Mas Renno sudah semuh..?”
“Tidak, Aku bahkan semakin parah.”
Dan Alleapun menelan ludahnya dengan susah payah karena gugup. Astaga… apa yang akan dilakukan Renno terhadapnya kini..?
Renno tersenyum melihat tingkah Allea. “Kamu kenapa..? Kamu mikir yang enggak-enggak yaa..??”
“Ahhh enggak, aku nggak mikir apa-apa kok.”
“Hahahaha, Kamu tenang saja. Aku nggak akan nglakuin itu sekarang Kok.”
‘Gleekk’ lagi-lagi Allea menelan ludahnya dengan susah payah karena mendengar pernyataan Renno.
“Ayoo kita pulang, Aku akan mengajakmu untuk makan malam Special.” Ajak Renno yang kini sudah tak segan-segan lagi menggandeng pinggang Allea.
***
Robby sepertinya sudah tak dapat menahan dirinya lagi. Sejak Bertemu Allea, Robby menyadari jika Allea adalah wanita yang baik dan pantas untuknya. Kehamilan Allea bahkan tak menyurutkan niatnya untuk mendekati wanita tersebut. Setiap Hari, Walau lelah sepulang dari bekerja, Robby tetap menyempatkan diri untuk menjemput Shasha di tempat kerjanya, karena hanya itulah alasannya untuk menemui Allea. Tapi saat mereka semakin dekat Allea menghilang.
Beberapa hari kemudian Robby bertemu dengan Allea di sebuah taman pada kawasan kompleks Apartemen mewah, Sebelumnya Robby mengira jika Allea bekerja di salah satu Apartemen yang ada di sana, namun ternyata kenyataannya membuat Robby sedikit limbung.
Allea tinggal disalah satu Apartemen tersebut bersama dengan ayah dari bayi yang dikandungnya yang tak lain adalah Renno, Sepupunya sendiri.
Kenapa harus Renno..??
Haruskah ia merebut kembali milik dari sepupunya tersebut..? Astaga… bahkan dirinya kini masih sangat ingat bagaimana Renno memohon pada hari itu, tapi dirinya tetap mengacaukan semuanya.

“Robb… Please.. Gue sayang sama Adek Lo, Gue nggak minta Lo kasih Restu karena Gue tau Kita nggak akan pernah bisa bersatu. Tapi setidaknya kasih Gue Waktu Robb..” Renno memohon.
“Renn.. Lo sadar nggak sih, Apa yang kalian lakuin ini salah. Kalian masih saudara.”
“Gue nggak akan nglakuin apa-apa. Gue sayang sama Tannia. Kasih kita waktu supaya kita siap untuk berpisah.”
“Sorry Renn.. Gue akan tetap bilang sama Oom. Mau Nggak mau kalian harus segera berpisah.” Kata Robby sambil meninggalkan Renno yang ternganga dan Tannia yang menangis terisak.

Akhirnya saat itu Juga Robby mengacaukan semuanya dengan mengadu kepada Ayah Renno. Membuat Renno dengan terpakasa berpisah dengan gadis yang dicintaiya, Membuat Adiknya terpaksa menjalani masa-masa sulit di luar negeri, membuat Renno berubah menjadi sosok berengsek kepada wanita dan dingin terhadap dirinya dan keluarganya. Tak ada kata teman lagi diantara Diriya dan Renno. Mereka memang sering bertemu tapi hanya bicara seadanya dan seperlunya saja.
Hingga beberapa hari yang lalu Robby menemukan wanita yang dicintainya tinggal bersama Renno, Perasaannya menjadi tak karuan, Haruskah ia merebut kembali milik Renno..?? tidak… Mungkin saja Renno hanya menganggap Allea ibu dari anaknya, mungkin saja Renno tak mencintai Allea hingga secara tidak langsung Dirinya kini masih ada kesempatan untuk memiliki Allea.
Robby mencoba memanfaatkan kedatangan Tannia dan membuat Tannia bekerja dengannya hingga secara tidak Langsung dirinya kini membantu Tannia supaya dekat lagi dengan Renno. Tapi perkataan Renno saat itu selalu terngingang di telinganya.

“Kamu salah. Aku sudah menghilangkan perasaan itu sejak lama, Jauh sebelum kedatangan Allea. Dan betapa kerasnya kamu berusaha, perasaanku tak akan berubah. Aku sudah menemukan Rumahku, Rumah sebagai tujuanku untuk pulang, Dan Itu bukan Kamu, Tapi Allea.”

Secara tidak langsung perkataan Renno itu mampu membuatnya mundur teratur. Renno juga mencintai Allea. Bagaimana bisa..? dan apakah dia mampu untuk merebut Allea dari sisi Renno..??
Dipukul-pukulnya kemudi mobil yang ada di hadapanya. Hari ini Robby sangat rindu dengan Allea, dengan Alasan sakit dirinya tidak masuk ke kantor hanya bermaksud untuk bertemu dengan Allea. Tapi ketika sampai di Apartemen Renno, Robby melihat Allea keluar dengan wajah berbinarnya. Akhirnya Robbypun mengikutinya hingga kini Dirinya berada di tempat parkir Kantor Renno. Untuk Apa Allea kemari..??
Robby masih setia menunggu hingga malam. Dan betapa sakit hatinya ketika mendapati pemandangan di hadapannya. Allea keluar dengan Renno yang dengan mesrahnya merangkul pinggangnya. Keduanya sama-sama terlihat bahagia membuat Emosi Robby seakan-akan naik ke-ubun-ubun. Sialan…!!!!
Robbypun menjalankan Mobilnya dan berhenti tepat dihadapan Allea dan Renno. Diapun akhirnya keluar dari Mobil dan mendapat tatapan terkejut dari keduanya.
“Mas Robby..” Allea terlihat terkejut saat melihat Robby berdiri dihadapanya dengan tatapan menyala.
“Aku mau bicara sama Kamu.” Kata Robby kemudian.
***
“Ada apa Mas, Sepertinya ada yang serius.” Allea melangkahkan beberapa langkah kedepan untuk mendekati Robby, dia masih tak mengerti dengan tatapan Robby yang sepertinya menyala-nyala ingin membakar semua yang berada di hadapannya.
“Aku mau bicara. Bisa kita pindah..?” Tanya Robby kemudian.
“Nggak bisa. Bicara saja disini.” Renno menyahut dengan melangkah mendekati Allea tepat dihadapan Robby dan melemparka tatapan membunuhnya terhadap Robby.
Allea yang sedikit bingung memandang dua lelaki tampan yang berada di hadapannya ini secara bergantian.
Tiba-tiba Robby menatapnya dengan seksama. “All… Aku Cinta kamu, Aku sayang kamu, aku ingin selalu bersamamu.” Allea menegang dengan pernyataan Robby yang seakan-akan seperti hujan yang mengguyurnya di tengah terik matahari.
Rennopun demikian. Penyataan Robby itu membuatnya murka. Ingin Rasanya saat itu juga dirinya memukuli Robby hingga babak belur, tapi diredamnya amarahnya karena bagaimanapun juga Robby masih sepupunya. Renno hanya bisa mengepalkan tangannya saja.
“All… Bagaimana..?” Robby bertanya lagi karena tak kunjung mendapat jawaban dari Allea.
“Maaf Mas… Aku nggak bisa.” Jawab Allea sedikit pelan.
“Kenapa..?”
“Karena aku Cinta sama Lelaki lain mas..” Jawab Allea dengan suara yang sangat pelan.
“Apa..??” Robby tak percaya dengan apa yang sudah dikatakan Allea.
Sedangkan Renno hanya diam membatu diantara mereka. Sedikit tegang karena Allea bilang mencintai lelaki lain. Apakah itu dirinya..?? Ahhh bagaimana bisa..? Renno tenggelam dalam pertanyaan-pertanyaan yang menari-nari di otaknya.
“Nggak.. Aku nggak percaya.” Kata Robby lagi.
“Maaf mas… tapi aku benar-benar mencintainya, Mencintai Lelaki itu bahkan sebelum aku mengenalnya.”
“Siapa Dia..” Tana Robby dengan nada dinginya.
“Ayah dari bayi yang aku kandung.” Jawab Allea dengan tegas. Yah… benar kata Nessa, suka tidak suka dirinya memang harus menyatakan ini terhadap Renno meski dengan cara seperti ini.
Seketika itu juga Robby lemas dengan pernyataan Allea, dirinya tau kini dirinya sudah tak memiliki kesempatan lagi untuk mendapatkan allea.
Sedangkan Renno berbeeda. Tubuhya semakin menegang seiring dengan perkataan Allea tersebut. Ditatapnya Allea dengan tajam. Wanita ini… Astaga… Renno benar-benar tak menyangka Jika Allea akan seberani ini menyatakan Cinta dihadapannya. Benarkah..?? Apa ini nyata…??? mengingat akan hal itu Renno sedikit tersenyum.
“Sekarang Lo sudah tau yang sebenarnya, jadi Gue harap jangan ganggu hubungan kita lagi.” Pungkas Renno sambil menarik tangan Allea menjauhi Robby yang masih limbung dengan prkataan Allea tadi.
***
Renno benar-benar sudah seperti orang Gila . Sejak tadi dirinya tersenyum-senyum sendiri ketika mengingat pernyataan Allea. Sedangkan Allea sendiri tak berani bertanya. Dirinya masih takut karena sudah lancang mengucapkan Kalimat Cinta Terhadap Renno.
“Kamu kenapa..? Kok nggak dimakan..?” tanya Renno dengan Raut berbinarnya terhadap Allea yang terlihat sedikit tak nyaman dengan keadaan disekitarnya.
Saat ini mereka sudah berada di sebuah Restoran Out Door mewah nan Romantis. Masing-massing meja Restoran tersebut berada di sebuah Gazebo yang mengambang diatas Kolam-kolam kecil. Seperti berada di tengah-tengah taman nan indah karena jarak antara Gazebo satu dengan Gazebo lainnya cukup jauh hingga memberika privasi bagi pera pengunjung. Belum lagi rumput-rumput dan bunga-bunga yang sengaja di tumbuhkan di area terebut membuatnya terlihat sangat indah.
Penerangannyapun membuat tempat ini semakin terlihat menawan dan Romantis. Hanya ada beberapa Lampu khas taman yang berada di pinggiran-pinggiran jalan sedangkan didalam Gazebo tersebut hanya ada beberapa lampu kuning kecil dan beberapa lilin hingga membuat tempat tersebut terlihat dan terasa begitu romantis.
“Kamu nggak suka sama makannanya..? Atau… sama tempatnya..?” Tanya Renno lagi karena tak kunjung mendapat jawaban dari Allea.
“Ahh enggak kok, aku suka.”
“Truss… kenapa…”
“Emmm… Mas… Yang tadi itu aku minta supaya Dilupa…”
“Ssshhhttt…..” Renno memotong kalimat Allea dan meminta Allea untuk diam. Renno lalu mendekatkan diri kepada Allea tepat di sebelah Allea. Digenggamnya tangan Allea. “Jika kamu minta supaya aku melupakan kata-kata Kamu tadi, Aku minta maaf, Aku tak akan melupakannya.” Kata Renno kemudian.
“Kenapa..?” Allea memberanikan diri untuk bertanya.
“Karena aku juga memiliki perasaan yang sama utuk kamu.” Allea menegang saat mendengar pernyataan Renno. “Aku juga mencitai seseorang yang sedang mengandung Anakku.” Lanjut Renno lagi.
“Ke… Kenapa bisa..?” Allea masih terlihat tak percaya.
“Kenapa Bisa..?? Aku juga tak tau, aku juga tak memiliki alasan kenapa aku bisa Cinta sama kamu. Baiklah, aku akui. Hubungan kita memang diawali dengan situasi yang tak baik, dan kita juga baru saling mengenal. Tapi entah kenapa Hatiku sangat yakin jika Kamulah wanita terakhirku nantinya.”
Allea benar-benar tak percaya dengan apa yang sudah di dengarnya. Seorang Renno Handoyo menyatakan Cinta di hadapannya dalam suasana paling Romantis yang pernah dia alami.
“Bagaimana..? Apa kamu menerima Cintaku..? Menerima lamaranku..?” tanya Renno lagi.
“Lamaran..?? Dengan atau tanpa lamaran kita akan tetap menikah mas..” Jawab Allea dengan tersenyum.
“Dan walaupun kita akan menikah, Aku pikir nggak ada salahnya jika aku ngelamar kamu terlebih dahulu..” Renno masih tak mau mengalah.
Alleapun lalu tersenyum. “Baiklah… tapi bukannya jika melamar harus ada Cincinnya..?”
“hahhaha kamu mulai menjadi wanita mata duitan eehh…” Goda Renno dan Allea hanya tersenyum malu –malu. “Baiklah, Tutup mata kamu.” Lanjut Renno lagi.
Allea mengangkat sebelah alisnya, sedikit heran dengan apa yang di suruh Renno. Tapi Allea tetap melakukan apa yang di katakan Renno, ditutupnya matanya tersebut, tak lama Allea merasakan telapak tangan kirinya diangkat oleh Renno dan Allea merasakan sesuatu melingkar di jari manisnya, Sesuatu bukan seperti cincin, tapi Allea juga tak tau apa itu.
“Yeepp… Kamu sudah boleh buka mata.” Kata Renno kemudian.
Dan Alleapun membuka matanya, terkejut dengan apa yang sudah melingkar di jari manisnya. Sebuah sedotan dari Jus yang berada di hadapannya tadi telah di sulap Renno menjadi Cincin yang Cantik. Ternganga dan sedikit tak percaya, Haru bercampur bahagia itulah yang dirasakan Allea saat ini.
“Oke.. ini memang bukan Emas ataupun berlian seperti pada umumnya karena jujur saja aku belum membelinya untuk Kamu, tapi setidaknya aku berharap semoga ini bisa mengikat kamu dan meyakinkan kamu jika aku benar-benar dan sungguh-sungguh dengan perkataanku.” Kata Renno kemudian . Renno lalu mengambil nafas panjang dan menghembuskannya. “Allea Ananta…. Menikahlah denganku…”

 

__TBC__

 

Renno :  “Cie.. cie… kayaknya ada yang senyum-senyum sendiri nihh..”

Allea : “Siapa mas..?”

Renno : “Itu.. tu.. Mereka…” (Sambil nunjuk kedepan)

Allea : “Siapa sih..?”

Renno : “Astaga sayang… itu.. tuhh yang sedang baca cerita kita… hehhehe”

Allea : “Owww… pasti mereka  senyum-senyum sendiri karena liat kamu yang lebbay dan suka nggombal.”

Renno : “Yang suka Nggombal itu Ramma sayang, kalo yang lebbay itu mahh Authornya.. heheh”

Allea : “Trus dimana nihh Authornya..? kok nggak kelihatan batang hidungnya..?”

Renno : “Nggak tau tuhh.. katanya dia sakit pinggang, mungkin sakit kepala juga gara-gara mikirin kelakuan Ramma.. hahahhaah”

Allea : “Mikirin kelakuan kamu juga kali mas… hehhehe”

Renno : “Gitu yaa,, mentang-mentaang udah di lamar.. jadi berani sama aku..”

Allea : “Hehhehe udah-udah.. mending kita ajak aja yang baca untuk nungguin kisah kita selanjutnya.”

Renno & Allea : “Hai… Makasih yaa.. sudah membaca kisah kami… jangan lupa selalu tunggu Chapter selanjutnya yaa… “

Allea : “Salam sayang… Emmuaacchh,,,”

Renno : “Ehh.. ehh.. Ehh.. tadi Authornya nggak nyuruh pakek salam-salam sayangan kayak gitu.”

Allea : “Ihh.. kenapa sihh cemburu yaa..”

Renno : “enggak..”

Allea :”Iyaa…

Advertisements

11 thoughts on “Because It’s You (Novel Online) – Chapter 12

  1. cie cie readernya diketawain ama pemainnya hahahahahaha
    udah ending kah ini atau masih ada lanjutannya lagi ya
    pengen liat mereka menikah dan sibaby lahir juga kan atau masuk kecerita ramma

    Liked by 1 person

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s