romantis

Because It’s You (Novel Online) – Chapter 10

Untitled-1Because It’s You

NB: Haii… baru sempat post lagi ih.. Hiksss.. Hiks… karena baru sembuh dari sakit… hehhehehe di chapter ini akan sedikit menjengkelkan jadi sabar aja yaa buat yang baca. sengaja aku kasih Cover ‘Trilogy The BadBoys’ Supaya kalian nggak melupakan Sosok Dhanni yang Cuek dan juga selalu menantikan Sosok Ramma yang benar-benar playboy Abiss… hehhehe ok.. happy reading aja dehh kalo gitu..

Chapter 10
“Haii Kak… Lama nggak ketemu..” Sapa wanita tersebut yang tanpa aba-aba langsung memeluk Renno yang masih kaku dan ternganga karena kehadirannya.
“Tannia…..” Tanpa sadar Renno menyebutkan nama itu.. Nama yang sudah terdengar tabu di telinganya.. Nama yang sudah Renno kubur dalam-dalam bersama dengan pemilik nama tersebut.
“Kak Aku Kangen sama kak Renno..” Kata gadis yang bernama Tannia tersebut masih dengan memeluk Renno. Renno masih kaku dengan pelukan Tannia sedangkan Allea hanya Ternganga saat melihatnya. Ada perasaan aneh yang merayapi dirinya, perasaan sakit seperti ada sebuah belati yang mengiris-iris hatinya.
Rennopun akhirnya melepaskan pelukan Tannia, dia sadar jika ada Allea didekatnya. “Kamu ngapain kesini..?”
“Aku mau ketemu Kak Renno, aku kangen..”
Mendengar pernyataan Tannia tersebut entah kenapa membuat Allea sedikit berkaca-kaca. Wanita ini tentu ada hubungannya dengan Renno dan Alleapn teringat cerita Shasha tadi malam sebelum mereka tidur bersama.
FlashBack
“Mbak kok bisa sih kenal sama Mas Renn. Dan bayi ini berarti..”
“Ini Nggak seperti yang kamu bayangin Nat..”
“Panggil Shasha aja mbak biar lebih akrab, Mbak Allea kan akan jadi kakak iparku.”
“Iya Sha..”
“Apa maksud Mbak Allea dengan tidak seperti yang kupikirkan..? Mbak Allea pacaran kan sama Mas Renn..?”
“Kami nggak ada hubungan apapun Sha..”
“Lohh kok… tapi tadi aku sempat lihat kalian berciuman.”
Dan Alleapun menunduk malu salah tingkah karenya pernyataan Shasha. “Kehamilan ini hanya kesalahan Sha.. Dan kakak kamu hanya berniat untuk bertanggung jawab. Hanya itu saja.” Jawab Allea dengan nada sedih. “Mungkin dia masih memiliki kekasih. Dan aku merasa sedikit bersalah karena mengikatnya seperti ini”
“Astaga Mbak, itu nggak mungkin.. kalau Mas Renn punya pacar kenapa nggak di bawah kesini dari dulu..? lagian Mbak, Mas Renn itu udah nutup hatinya karena kegagalannya terdahulu. Makanya dia jadi dingin gitu.” Jelas Shasha.
“Kegagalannya dulu..?” Allea masih tak mengerti dengan apa yang di jelaskan Shasha.
“Iyaa.. dulu Mas Renn pernah pacaran dan jatuh cinta setengah mati sama sepupu kandung kami, Kak Tannia namanya. Tapi mereka terpaksa putus karena hubungan darah diantara kami. Kak Tannia sekolah keluar negeri sedangkan Mas Renn melanjutkan hidupnya menjadi Lelaki brengsek disini. Tapi kejadian itu terulang lagi 3 tahun yang lalu ketika Mas Renn Mencintai Wanita yang menjadi istri sahabatnya sendiri, Kak Nessa istri Mas Dhanni. Mas Renn benar-benar sangat terpukul hingga dia kabur keluar Negeri, dan baru kembali beberapa bulan yang lalu menjadi sosok yang benar-benar sangat berbeda. Sosok dingin yang tak tersentuh.”
“Astaga.. aku tak menyadari jika masalalunya berat seperti itu.”
“Maka dari itu aku yakin jika Mas Renn belum punya kekasih dan wanita disisinya selain Mbak Allea. Mungkin bayangan dari kedua wanita itu masih terngiang di benakya, tapi itu kan masa lalu, yang penting Mbak Allealah sekarang yang akan jadi masa depannya.” Kali ini Shasha berbicara dengan raut wajah yang amat sangat bahagia.

“All.. kamu nggak apa-apa kan..?” Allea tersadar dari lamunannya Saat Renno memanggilnya. Allea menatap Renno lalu kembali menatap wanita dihadapannya itu. Wanita yang amat sangat cantik, seperti Nessa. Pantas saja Renno mencitaiya setengah mati. Dan entah mengapa tiba-tiba Allea merasa jika dirinya menjadi orang ketiga diantara Renno dan Tannia.
“Ehh.. Maaf aku tadi melamun..”
“Dia siapa Kak..?” Tanya Tannia dengan tatapa menyelidik kearah Allea.
“Dia Allea, Calon istriku.” Kata Renno dengan tegas.
Tannia menatap Renno dengan tatapan terkejutnya. “Calon istri..??” Tanya Tannia tak percaya. Lalu memandangi Allea dari ujung kepala hingga ujung Kaki. Calon istri..? tidak, Kak Renno tak mungkin menikahi wanita biasa-biasa saja seperti ini. Ini pasti hanya sandiwara Kak Renno untuk menjauhiku, pikir Tannia dalam hati.
“Emm… ini tidak seperti yang kamu pikir, kami akan menikah, tapi kamu tentu tau kenapa kami menikah.” Kata Allea sambil memegang perutnya.
Renno lalu menatap tajam kearah Allea. “Apa yang sedang kamu katakan..?” Desis Renno kepada Allea.
“Aku hanay tak mau ada kesalah pahaman diantara kita.” Jawab Allea dengan lembut.
Renno lalu tersenyum sinis mengerti apa yang ada dalam pikiran Allea. “Yaa… tentu saja Kamu nggak mau ada kesalah pahaman antara Kamu dan Robby nantinya.”
Dan tanpa berkata-kata Lagi Renno meninggalkan Allea dan Tannia yang berdiri sibuk dengan fikiran masing-masing.
“Kamu yakin nggak ada apa-apa sama Kak Renno..?” Tanya Tannia kemudian ketika Renno sudah meninggalkan mereka berdua. Sedangkan Allea hanya terdiam membatu. Dia ingin bilang jika dirinya tak ada hubungan apa-apa dengan Renno, tapi entah kenapa bibirnya terasa kelu. Allea tak bisa memungkiri dirinya sendiri jika perasaannya sakit saat mengatakan hal itu.
“Baiklah… aku hanya ingin mengatakan jika sebenarnya kami masih saling menyayangi hanya saja hubungan darah sialan ini yang menghalangi kami bersatu. Jadi Please… jangan bertindak aneh-aneh dengan Kak Renno. Dan Lagi.. apa kamu ada hubungan dengan Kakakku..?” kali ini Tannia bertanya tentang Robby, Kakaknya. Karena tadi Tannia sempat mendengar Renno menyebut nama kakaknya.
Lagi-lagi Allea hanya terdiam tak menanggapi pertanyaan Tannia, entah kenapa matanya sudah berkaca-kaca saat mendengar penjelasan Tannia tadi. “Kamu bisa mendapatkan kakakku setelah aku mendapatkan Kak Renno kembali.” Kata Tannia lagi. Lalu Tanniapun meninggalkan Allea membatu sendiri ditengah-tengah heningnya taman Pagi itu.
***
Rasanya pagi ini Renno ingin meledak-ledak. Penyakit Dinginnya kambuh lagi. Tanpa bersuara sedikitpun dia mengenakan pakaiannya dengan cepat. Masih dengan berwajah sangar sesekali Renno mengumpat, entah mengumpat untuk siapa yang jelas pagi ini Moodnya benar-benar berubah menjadi sangat buruk.
“Loh.. Mas Renno kok sudah Rapi..?” Tanya Allea yang baru masuk kedalam Kamar Renno.
“Kita pulang sekarang.” Jawab Renno dingin.
“Kita nggak sarapan dulu..? Kasihan Mama sudah nyiapin sarapan untuk kita.”
Renno lalu menatap Allea dengan tajam. “Kalau kamu ingin makan disini, makan saja. Aku akan berangkat dulu.” Renno berkata dengan nada yag tak enak di dengar.
“Lalu aku pulang dengan siapa..?”
“Kamu bisa minta antar Pacar kamu.” Desis Renn dengan nada dingin lalu Renno pergi meninggalkan Allea keruang pakaiannya untuk mengambil sepasang sepatu. Alleapun mengikutinya dari belakang.
“Mas Renno kenapa..? Kupikir tadi pagi kita baik-baik saja. Apa karena Tannia..?” Allea mencoba memberanikan diri untuk bertanya.
Rennopun akhirnya menghentikan aktifitasnya dan menatap Allea dengan tatapan membunuhnya. “Tannia..? Kamu tau apa tentang kami..? Dan lagi itu bukan urusanmu.” Jawab Renno dengan dingin.
Alleapun hanya terdiam tak menjawab lagi perkataan Renno. Hanya sesekali suara isakan keluar dari dirinya. Kenapa Renno berubah menjadi seperti ini lagi terhadapnya..??

***

Allea masih terdiam menatapi pemandangan di luar jendela pintu mobil Renno. Pagi ini Akhirya dirinya menuruti permintaan Renno untuk pulang cepat meski sebenarnya tak enak dengan Mama Renno yang sudah sejak pagi menyiapakan makanan untuk dirinya namun dirinya tak sedikitpun mencicipi masakan tersebut.
Renno berbeda dari biasa-biasanya. Dia kembali menjadi sosok yang dingin tak tersentuh seperti pertama kali mereka bertemu. Ada apa denganya..?? apa ini ada hubugannya dengan Tannia..? Apa Dia masih mencintai gadis itu..? Mungkin saja. Karena jujur, Tannia amat-sangat cantik. Mungkin Tannia memang sangat susah untuk di lupakan. Allea meratapi dirinya sendiri, dirinya yang Astaga… bahkan tak ada apa-apanya dibandingkan dengan gadis tersebut. Mengingat itu mata Allea kembali berkaca-kaca. Haruskah ia menerima pinangan Renno sedangkan Allea sendiri tau jika Renno tak menginginkannya..??
Renno yang sejak tadi diam terlalu malas untuk mengajak bicara Allea. Dirinya terlalu kesal dengan pernyataan Allea tadi pagi. Akhirnya saat ini dirinya berubah menjadi lelaki brengsek kembali di hadapan Allea. Kenapa..? Apa yang terjadi..?Apa yang membuatnya kesal..?? tentu saja pernyataan Allea yang menyangkal hubungan mereka selama ini. Apa benar Allea melakukan itu hanya supaya Robby tak salah paham dengannya…? tapi jika benar memangnya apa yang salah..? bukankah dirinya menikahi Allea hanya karena Kasihan dan tanggung jawab saja..?
“Aku ingin turun didepan sana saja Mas..” Suara lembut Allea membuyarkan lamunanya.
“Kenapa..?”
“Aku mau ke panti.”
“Sama siapa..?”
“Sendiri.”
“Aku antar.”
Dan kedua-duanya sama-sama terdiam kembali. Lagi-lagi suasana diantara mereka kembali seperti dulu lagi.
***
“Saya Renno, Saya akan bertanggung jawab atas apa yang sudah saya lakukan terhadap Allea.” Kata Renno menjelaskan kepada sesosok wanita paruh baya yang ada dihadapannya.
“Saya tidak hanya butuh tanggung jawab kamu. Saya butuh Kamu sendiri yang menjaganya dan Membahagiakannya.“ kata wanita tersebut yang ternyata adalah ibu panti tempat Allea di besarkan.
“Saya akan menjaganya..”
“Dan membahagiakannya.?”
“Saya akan membahagiakannya.” Jawab Renno dengan tegas. Entah apa yang membuatnya tegas seperti itu.
“Baiklah, saya percaya dan saya akan menyerahkan Allea kepadamu.” Kata ibu panti kemudian. Tak lama setelah itu Allea masuk kedalam ruang tamu tersebut dengan dua cangkir minuman yang berada di atas nampan yang sedag di bawanya.
“Minum dulu..”
Renno lalu meminum Teh buatan Allea. “Baiklah Bu, sepertinya saya harus pamit undur diri.” Kata Renno sambil berdiri dan melihat kearah jam tagannya.
“Kenapa buru-buru..?” Tanya Allea yang ikut berdiri di sebelah Renno.
“Aku sudah telat. Disini saja, nanti sore kujemput.” Dan Allea hanya menganggukkan kepalanya. Rennopun lalu berpamitan dengan ibu panti.
***
Allea terlalu bosan untuk menunggu Renno di panti, jika biasanya dia ikut membantu bersih-bersih. Maka kali ini ibu panti melarangnya keras untuk melakukan pekerjaan itu karena tau jika Allea sedang hamil. Dan itu benar-benar membuat Allea bosan.
Allea lalu teringat akan sesuatu. Yaa… kenapa tak menghubunginya saja untuk ketemuan dan ngobrol bersama..?? Di carinya kartu nama yang di beri Nessa saat mereka bertemu. Lalu Alleapun menghubungi Nessa mengajaknya ketemuan untuk sekedar ngobrol bersama.
Akhirnya kini mereka bertemu di sebuah Cafe sederhana. “Haii…” Nessa terlihat melambaikan tangannya saat melihat Allea yang sudah duduk menuggunya di pojok cafe tersebut.
“Ehh.. Haii..” Allea berdiri dan membalas lambaian tangan Nessa.
Nessapun lalu memeluk Allea membuat Allea sedikit terkejut dengan sambutan Nessa yang terasa sangat Akrab. “Aku nggak nyangka kalau kamu benar-benar mau berteman sama aku.”
“Aku juga Nggak nyangka kalau kamu mau bertemu sama Aku.”
“Tentu saja, Kapanpun kamu mau bertemu aku akan bersedia menemuimu, sejujurnya aku sedikit jenuh karena tidak punya teman, dan hanya mengurus dua Lelaki bandel, hehehe.” Jawab Nessa sambil tersnyum.
Merekapun akhirnya ngobrol bersama, menanyakan kabar masing-masing. Allea cukup senang karena ternyata Nessa orang yang sangat ramah dan mudah diajak bergaul. Dhanni sungguh beruntung memiliki istri seperti Nessa.
“Emm.. oo iyaa Ness, Aku hanya ingin memberi tau sesuatu, Aku… Sepertinya Mas Renno akan menikahiku.” Kata Allea kemudian.
“Apa..? yang benar..? Kamu nggak bercanda kan..?? Astaga.. jadi kalian akan menikah..?” terlihat wajah terkejut namun bercampur dengan ekspresi bahagia dari Nessa, sangat berbeda dengan ekspresi yang diberikan Tannia tadi pagi.
“Kamu.. Kamu senang lihat aku menikah dengan Mas Renno..?”
“Astaga… tentu saja aku senang All.. Kak Renno orang yang baik, dia pantas mendapatkan wanita baik seperti kamu.”
“Tapi.. bukankah kamu….” Allea sepertiya enggan melanjutkan kata-katanya.
Nessa sedikit herang dengan tingkah Allea “Aku kenapa..?”
“Kamu mantan pacarnya Mas Renno.”
“Haahh..!!” Nessa terkejut dengan pernyataan Allea. “Darimana kamu tau kabar itu..?” dan Alleapun hanya terdiam tak menanggapi pernyataan Nessa.
***
Renno memejamkan matanya sakan-akan frustasi dengan keadan yang menimpanya saat ini. Sialan..!! kenapa dia kembali,..? Kenapa dia kembali pada saat seperti ini..?? Dan Allea, apa benar wanita itu memiliki hubungan spesial dengan Robby..?? Sialan…!!! apa yang membuat dirinya kini seakan-akan ingin meledak saat mengingat nama Allea dan Robby..??
Pintu ruangannyapun dibuka oleh seseorang yang tersenyum lebar terhadapnya kini. “Hai Renn, gimana tadi malam..?” Tanya Ramma yang kini sudah melemparkan dirinya diatas sofa ruang kerja Renno.
“Ngapain sih Lo kesini..? Apa Lo nggak punya kerjaan lain selain gangguin Gue..?”
“Gue sedang nunggu berkas-berkas yang masih disiapin sama Robby. Gimana, Apa tadi malam acaranya lancar..?”
“Lancar.”
“Kalau lancar Kenapa Muka Lo suntuk kayak gitu..?” Ramma sedikit heran dengan Ekspresi Renno yang lagi-lagi seperti orang yang igin menelan orang hidup-hidup.
“Ramm.. Gue mau tanya, kenapa Gue selalu ingin meledak-ledak saat Gue lihat seorang wanita tertentu dekat dengan seorang Lelaki.?”
“Ya itu karena Lo sedang cemmburu.” Jawab Ramma cuek.
“Tapi Gue nggak sedang dalam hubungan pacaran atau memadu kasih dengan wanita tersebut.”
“Emangnya Lo pikir Cemburu itu Cuma punya orang yang sedang pacaran..? Semua juga bisa ngrasain Cemburu Renn walau kalian nggak sedang dalam suatu hubungan.”
“Tapi kenapa..?”
“Ya itu karena Lo suka sama Wanita itu, makanya Lo cemburu saat dia dekat dengan Lelaki lain.”
“Suka..??” Renno terkejut dengan jawaban Ramma. “Nggak.. itu nggak mungkin, Gue Cuma bertanggung jawab Aja.” Renno mengelak.
“Bahkan bisa jadi Lo sudah cinta mati sama dia hanya saja Lo yang memungkiri perasaan Lo sendiri.” Kali ini Ramma menjawab lengkap dengan seringaian liciknya.
“Cinta..?? Sialan..!!! Gue nggak mungkin Cinta sama Allea”
“Hahahhahah Jadi Allea wanita itu..? Astaga Renn… Bahkan Anak kecilpun saat liat Lo kayak gini pasti tau kalau Lo benar-benar sudah masuk dalam perangkap Cinta Allea.” Kata Ramma menertawakan Renno.
Rennopun lemas mendengar pernyataan Ramma. Cinta..?? Nggak dirinya tak sedang jatuh cinta dengan Allea, tapi memangnya kenapa jika dirinya Cinta terhadap Allea? Toh mereka juga akan segera menikah.. Tapi bagaimana jika Allea tidak mencintainya..? Bagaimana jika Allea mencintai lelaki lain dan meninggalkannya seperti Tannia dan Nessa..??
Rammapun menghampiri Renno yang wajahnya sudah memucat. “Renn.. memangnya kenapa kalau Lo cinta sama Allea..? itu nggak salah Renn, Allea wanita yang baik. Dan dia pantas mendapatkan Cinta Lo.” Kata Ramma tulus sambil menepuk-nepuk bahu Renno.
“Tapi gimana kalau dia nggak Cinta sama Gue Ramm..? Gimana kalau dia ninggalin Gue seperti yang sebelum-sebelumnya yang gue alami..?”
“Lo nggak akan tau sebelum Lo mencoba Renn.. Dan Kalau dia nggak Cinta sama Lo, Buat dia supaya Cinta sama Lo.”
“Lo yakin dia bisa cinta sama Gue..?”
“Sialan..!!! sejak kapan Lo Raguin Gue, lagi pula kalian pernah melakukan Seks dengan sadar, jadi gue fikir kalian sama-sama tertarik satu sama lain.”
“Brengsek Lo..!! bisa-bisanya lo ngomongin soal Seks dalam keadaan seperti ini.” Umpat Renno.
“Hahhaha memangnya kenapa..? Lo kayak nggak tau Gue aja.”
“Gue serius Ramm.. Trus Gue harus lakuin apa sekarang…?”
“Berusaha Renn.. Kalo dia nggak Cinta sama Elo, Lo harus berusaha membuat dia jatuh cinta sama Lo.”
“Gimana Caranya.?”
“Astaga.. Lo kayak nggak pernah pacaran aja Renn.”
“Allea beda sama pacar-pacar Gue Ramm.. dan dia.. dia istimewa, Gue nggak tau karena apa tapi Gue tau jika Allea beda dengan mantan-mantan Gue.”
“Ok, Gue tau maksud Lo. Lo hanya perlu ngasih dia ekstra perhatian, Paling Nggak kasih dia sesuatu yang romantis, misalnya sering-sering dinner bareng mungkin. Gue yakin dia pasti akan luluh sama Lo.” Saran Ramma.
“Jadi itu cara Lo supaya para wanita itu rela bertekuk lutut dihadapan Lo..?”
“hahhaha, Gue cukup tersenyum saja mereka sudah melemparkan diri keranjang Gue.” Gumam Ramma dengan sombongnya.
“Siaalan Lo..!!!” Umpat Renno.
Tiba-tiba pintu ruangannya di buka oleh seseorang. Baik Renno maupun Ramma sama-sama ternganga dengan kedatangan orang tersebut. Tannia.. Sedang apa dia disini..?? pikir Renno kemudian.
“Kamu.. Kamu ngapain disini..?” Tanya Renno pada sosok yang berdiri dengan cantiknya lengkap dengan beberapa map-map di tangannya.
“Aku Kerja disini.” Kata Tannia dengan santainya.
“APA…??” Renno dan Rammapun sama-sama tak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Untuk apa Tannia kerja disini..? Kenapa bisa kerja disini..?? Pertanyaan-pertanyaan tersebutpun berputar-putar pada pikiran Renno dan Ramma.
***
“Darimana Kamu tau kabar tersebut..?” Nessa bertanya kepada Allea dengan Raut terkejutnya.
“Emm.. Shasha sudah menceritakan semuanya padaku. Kupikir…”
“All… dulu… dulu sekali, aku memang memiliki perasaan khusus dengan Kak Renno, Kami sempat pacaran, tapi itu dulu. Kami sudah berpisah secara baik-baik. Aku bahkan berdo’a supaya Kak Renno mendapatkan wanita yang lebih baik dari pada aku. Sekarang dia sudah seperti kakakku sendiri meski aku tau Kami tak akan sedekat dulu.” Jelas Nessa.
“Kamu wanita yang baik Ness..”
Nessa lalu tersenyum. “Kamu juga wanita yang baik, Aku yakin Kak Renno akan bahagia bersamamu.”
“Emmm… tapi hubungan kami tak seperti itu.”
“Tak seperti itu bagaimana maksudmu..?”
“Kami tak saling cinta.”
“Tak saling Cinta..?? astaga.. kamu bisa membohongi semua orang tapi kamu nggak bisa membohongi diri kamu sendiri All.. Aku tau, jauh dalam lubuk hati kamu yang paling dalam kamu memiliki Rasa itu terhadap Kak Renno, hanya saja kamu lebih memilih menyembunyikannya.”
“Aku hanya terlalu takut untuk mengugkapkannya Ness.. Aku tau siapa aku dan siapa Dia.”
“Aku tau apa yang kamu rasakan, tapi aku yakin Kak Renno juga memiliki perasaan yang sama terhadapmu.”
Alleapun terdiam mendengar setiap kata demi kata kalimat yang diucapkan Nessa. Benarkah jika Renno memiliki rasa yang sama terhadapnya…??
***
“Kerja disini..? Apa maksud kamu dengan kerja disini..?” Tanya Renno setengah kesal saat tau jika Tannia akan bekerja di kantornya.
“Aku menjadi asisten pribadi Kak Robby.” Lagi-lagi Tannia menjawab dengan santainya.
“Sialan Si Robby.” Umpat Renno sambil bergegas pergi diikuti dengan Ramma dan Tannia di belakangnya.
Ternyata Renno pergi keruangan Robby. Renno membuka pintu ruangan Robby dengan kasar dan mendapati Robby yang duduk di dalam ruangannya dengan ekspresi seriusnya.
“Apa maksud Lo nyuruh Tannia kerja disini..?” Tanya Renno yang benar-benar sudah terlihat menyeramkan karena marah.
“Dia kerja sama Gue.” Robby menjawab dengan entengnya.
Renno mendekati Robby tepat dihadapannya. “Tapi kenapa harus disini, keapa harus di kantor ini, Lo bisa menempatkan dia dicabang lain.” Kata Renno yang masih dengan ekspresi menyala-nyalanya. Ramma yang melihat Renno meledak-ledak seperti itu sempat ingin menengahi tapi diurungkannya niatnya, sedangkan Tannia hanya melihat kejadian itu dengan Ekspresi tak terbacanya.
“Kenapa Renn.. Kenapa Lo terlihat khawatir saat Tannia kerja disini..? Lo nggak mungkin takut kejadian dulu terulang lagi kan..?? Lo nggak mungkin takut tergoda oleh Tannia lagi kan..?” Tanya Robby dengan ekspresi tenangnya.
“Brengsek Lo..!!” Umpat Renno terhadap Robby, lalu Rennopun pergi. Tapi ketika melewati Tannia Renno merasakan lengannya dicekal oleh Seseorang.
“Kak, Aku tau Kak Renno masih memiliki perasaan itu, Aku nggak akan nyerah untuk Kak Renno, aku nggak perduli dengan hubungan darah sialan ini, Dan aku akan mendapatkan Kak Renno kembali.” Kata Tannia kemudian.
Rennopun menatap Tannia dengan tersenyum. “Kamu salah. Aku sudah menghilangkan perasaan itu sejak lama, Jauh sebelum kedatangan Allea. Dan betapa kerasnya kamu berusaha, perasaanku tak akan berubah. Aku sudah menemukan Rumahku, Rumah sebagai tujuanku untuk pulang, Dan Itu bukan Kamu, Tapi Allea.” Kata Renno dengan tegas sambil melepas paksa cekalan tangan Tannia.
Rennopun pergi diikuti Ramma di belakangnya meninggalkan Tannia yang lemas karena pernyataan Renno tersebut dan juga Robby yang sedikit ternganga karena pengakuan Renno tersebut.

 

___TBC___

Emm,,, untuk Next Chapter akan ada kilasan-kilasan hubungan Renno dan Tannia jadi lagi-lagi aku meminta untuk sabar menunggu yaa…

Advertisements

7 thoughts on “Because It’s You (Novel Online) – Chapter 10

  1. seneng banget kalo ada update an cepet hehehehe
    nahhh lho tania kayaknya yakin banget bisa membuat renno kembali padanya
    lalu sikap renno yang gk bisa tegas dan jujur akan perasaannya pada allea inilah yang bikin masalahnya berlarut-larut dan allea kekeuh ama spekulasinya sendiri

    Like

  2. Tuh Tannia jangan ganggu hubungan renno sama allea, renno nya udah gak cinta tuh..
    Greget deh sama renno, lambat banget buat ngeyakinin perasaan bahwa dia cinta sama allea..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s