romantis

Because It’s You (Novel Online) – Chapter 9

BiyCover3Because It’s You

NB: haii.. udah pada lupa yaa ama cerita ini karena saking lamanya nggak ku post.. hehehehhe mian yaa.. kemaren sibuk tuhh ama My Wife yang alhamdulillah sekarang udah tamat… hehheh jad sekarang bisa konsen lanjutin BIY lagi nih… okk langsung aja yaaa…

 

Chapter 9
Allea masih saja menutup matanya merasakan kuas-kuas lembut itu menyentuh permukaan wajahnya. Saat ini dirinya tengah di dandani dengan cantiknya oleh Zoya di ruang pribadinya. Sedangkan Renno dan Ramma sendiri tak tau kemana perginya.
“Kamu cantik..” Kata Zoya masih dengan mempoles-poles wajah Allea.
“Terima kasih, kamu juga Cantik.” Balas Allea masih dengan memejamkan matanya.
Zoya lalu tersenyum. “Aku tidak bercanda.. lihatlah wajahmu di cermin, kamu cantik dan kamu berbeda daripada biasa-biasanya.”
Alleapun akhirnya membuka matanya dan menemukan sosok yang berbeda di hadapannya. Sosok yang amat-sangat cantik. Secantik inikah dirinya..?? Allea hampir saja mengusap pipinya jika Zoya tak menghentikannya.
“Tunggu.. Kamu mau apa..? nanti dandanannya akan berantakan.” Kata zoya sambil menahan tangan allea yang akan menyentuh pipinya sendiri.
“Maaf..” Kata Allea sambil tersenyum malu.
“Kamu cantik, dan baik, tak salah jika Renno mudah tergoda denganmu.” Kata Zoya sambil meraih sebuah gaun utuk Allea. “Ayoo sini, aku bantu memakai ini.” Kata Zoya kemudian.
“Aku bantu..? maksudnya..?” tanya allea tak mengerti.
Zoya menggeleng-gelengkan kepalanya. “Aku yang akan menggantikan bajumu, memangnya kamu bisa pakai ini sendiri,..?”
“Tapi..”
“Astaga… kita sama-sama perempuan, jadi kamu nggak usah pasang ekspresi seperti itu..” dan Alleapun sedikit menurut.
“Kupikir ini bukan makan malam resmi, jadi kamu nggak perlu pakai baju yang terlalu mewah. Baju ini terlihat sederhana namun tetap elegan untuk pemakainya.” Kata Zoya masih dengan memakaikan gaun itu untuk Allea.
“Terimakasih.. kamu baik sekali.”
Zoya tersenyum. “Sudah selesai..” kata Zoya sambil mengamati Tubuh Allea. “Perut dan dadamu semakin terlihat besar karena gaun ini..” Kata Zoya lagi-lagi dengan tersenyum.
“Apa itu bagus..? Emm.. aku tidak yakin untuk memakai baju ini.. apa tak ada yang lain..?” Tanya Allea kemudian.
“Tidak.. ini sangat cocok untukmu. Kamu terlihat Elegan dan seksi walau sudah berbadan dua.” Allea hanya bisa menunduk malu dengan perkataan Zoya. “Apa hamil itu menyenangkan..?” tanya Zoya tiba-tiba.
Allea langsung mendongak mendengar pertanyaan Zoya. “Emm aku senang aku bisa mengandung dia..” Kata Allea sambil mengelus perutnya.
Zoya tersenyum pahit. “Kamu calon ibu yang baik, dan aku yakin kamu juga akan jadi istri yang baik untuk Renno.” Kata Zoya kemudian.
“Emm… apa kamu nggak menikah dengan mas Ramma..?”Allea mencoba memberanikan diri untuk bertanya.
“Menikah..?? Itu tak akan terjadi dengan kami, kami Enjoy dengan hidup seperti ini. Bahkan Ramma tak punya inisiatif untuk mengenalkanku kepada keluarganya.”
“Jika Mas Rama berniat, apa kamu….”
Zoya lalu tersenyum kearah Allea. “Percayalah… Ramma tak akan melakukan itu. Ayoo… mungkin Renno sudah lama menunggumu.” Kata Zoya sambil menarik tangan Allea.
Akhirnya Zoya mengajak Allea kembali keruang kerjanya, disana sudah ada Renno dan Ramma yang masih asyik bercakap-cakap.
“Heii.. dia sudah siap.” Kata Zoya sambil memperlihatkan Allea kepada Renno dan Ramma. Keduanyapun menoleh, dan menatap Allea dengan tatapan takjubnya masing-masing.
Renno langsung berdiri, mengamati setiap jengkal dari tubuh Allea.
Allea tampak Cantik deengan Make Up tipis dan Rambut di sanggul-sanggul Ala Zoya, Gaun sederhana berwarna kuning Gading itu sangat pas melekat pada tubuh Allea yang saat ini terlihat lebih berisi, membuat Renno menelan ludahnya dengan susah payah, Ingin sekali Renno mencumbunya saat ini juga hingga dia kehabisan nafas. Astaga.. apa yang sudah difikirkannya saat ini..?
Allea semakin menunduk malu ketika Renno yang sudah berada dihadapannya memandangnya tanpa sepatah katapun dan tanpa sekalipun berkedip. “Apa ini Aneh..?” tanya Allea kemudian.
“Sialan…!!! Kamu Cantik.. dan Seksi pastinya.” Ramma yang menjawab pertanyaan Allea dengan semangat. “Perutmu yang besar itu membuatku ingin mencicipimu.” Kata Ramma lagi tersenyum menggoda.
“Brengsek Lo Ramm..!!” Umpat Renno kemudian.
Ramma tertawa terbahak-bahak melihat Ekspresi kesal dari Renno. Sedangkan Zoya hanya tersenyum dan menggeleng-gelegkan kepalanya melihat tingkah Ramma yang yang seperti anak kecil.
“Lebih baik kalian segera pergi, sebelum jam makan malam terlewatkan.” Kata Zoya kemudian.
“Ok, Gue pergi dulu, Thanks untuk Semuanya…” Kata Renno kepada Zoya. Dan tanpa pikir panjang lagi di menggandeng tangan Allea dan mengajaknya keluar Tanpa peduli seruan Ramma yang mengejeknya.
***
Didalam Mobil….
Renno seakan-akan susah bernafas saat duduk di dekat Allea, Pandangannya seakan-akan tak ingin berpaling dari sosok yang menjelma sebagai bidadari di sebelahnya itu. Sedangkan Allea sendiri tak mengerti jika Renno sedari tadi sudah menahan diri untuk tak menyentuhnya. Dia merasa nyaman dengan penampilannya saat ini. Tapi tak bisa dipungkiri jika dirinya juga gugup karena akan bertemu dengan keluarga Renno.
“Apa kamu takut..?” tanya Renno kemudian. Allea hanya mengangguk. “Tenang aja, mereka Baik, mereka akan menerimamu.”
“Tapi… Kenapa Mas Renno tiba-tiba…”
“Aku pikir dia harus punya ayah yang sah.” Kata Renno memotong kalimat Allea sambil mengusap perut buncit Allea.
“Apa kita nggak terlalu cepat..?”
“Kamu mau nunggu sampai dia semakin besar..?” Renno bertanya balik.
“Emm.. Enggak juga.. Tapi..”
“Apa kamu punya pacar yang Nungguin kamu makanya kamu nggak mau kunikahi..?” tanya Renno kemudian.
“Eemm. Bukan seperti itu…”
“Kalo memang iya nggak apa-apa Kok, Toh kita nikah juga Cuma buat dia, setelah dia lahir kamu bisa minta cerai dan balik sama pacar kamu.”
‘Deggg…’
Pernyataan Renno entah mengapa membuat hati Allea nyeri. Allea hanya terdiam, matanya sudah berkaca-kaca. Kenapa seperti ini..? Dia tak ingin Renno menikahinya hanya karena alasan itu. Rennopun demikian, meski dia terlihat tenang saat mengucapkan kalimat tersebut tapi sebenarnya entah kenapa hatinya sedikit Sakit saat mengucapkan kalimat tersebut. Dia tak Ingin Allea pergi dari dirinya….
***
“Ayoo cepat selesaikan semuanya, Mereka akan segera datang.” Kata Wanita setengah baya yang sedang sibuk menata meja makan dengan aneka hidangan yang menggugah selera. Wanita itu adalah tante Ria, mama Renno. Renno tadi ternyata sudah menghubungi Mamanya memberitahukan jika dia akan pulang kerumah dengan seseorang.
“Duhh Mahh.. Emangnya Mas Renn pulang sama siapa sih..? Mama kok Sibuk sekali.” Tanya Shasha yang sudah duduk manis di meja makan sambil sesekali mencomot makanan di hadapannya.
“Hentikan itu Sha.. kamu akan mengotori taplak mejanya, sebentar lagi kan ada tamu.”
“Iyaa.. tamunya itu siapa..? Kenapa Mama repot begini Setelah Mas Renn telepon.”
“Yang jelas, tamu itu Calon menantu Mama..” Kata Mama Renno sambil tersenyum bahagia. “Astaga… mama masih nggak nyangka jika mama akan punya menantu.”
“Serius Ma.?? Jadi Mas Renn mau bawa pacarnya pulang..?” Shasha masih terlihat terkejut dan tak percaya.
“Iyaa… Mas mu sendiri tadi yang telepon katanya mau pulang ngenalin seseorang sama kita. Siapa lagi kalau bukan pacarnya.” Mama Renno masih tersenyum bahagia.
“Jangan Senang dulu, siapa tau itu bukan wanita baik-baik. Mama tau sendiri kan bagaimana pergaulan Renno dan teman-temannya.” Kata suara berat namun terdengar bijaksana dari seorang Lelaki yang tak lain adalah Oom Handoyo, Ayah Renno.
“Mau seperti apapun itu, Mama tetap akan menerimanya, karena dia sudah mampu membuat Anak Mama serius ingin menikahinya Pah…” Jawab Mama Renno.
Lalu tiba-tiba Bell pintu Rumah pun berbunyi, tanda jika tamu yang di tuunggu-tunggu sudah datang.
“Biar Mama saja yang buka pintunya.” Kata Mama Renno sambil bergegas pergi kearah pintu depan.
Mama Rennopun akhirnya membuka pintu, dan mendapati puteranya yang tampan berdiri dengan seorang wanita cantik di hadapannya.
“Hai Ma…” Sapa Renno dengan melemparkan sebuah senyuman. “Ini Allea, Calon menantu Mama.” Kata Renno tanpa Basa-basi lagi.
Allea sedikit terkejut dengan cara memperkenalkan Dirinya kepada Mama Renno, “Malam tante..” kata Allea sedikit gugup.
Sedangkan Mama Renno sedikit ternganga melihat Allea. Dipandangnya Allea dari ujung rambut sampai ujung Kaki tak terkecuali perut Allea yang sudah terlihat besar, membuat Allea semakin gugup.
“Kamu.. Kamu hamil..?” Tanya Mama Renno terlihat tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
“Iya Ma.. sudah 5 bulan, dan itu anakku.” Kata Renno mendahului Allea untuk menjawab.
Tanpa di sangka-sangka mama Renno langsung memeluk Allea. “Astaga Sayang… Kenapa baru datang kesini..?” Allea sedikit terkejut dengan tanggapan Mama Renno tentang dirinya. Mama Renno lalu melepaskan pelukannya terhadap Allea dan mulai memukuli Lengan Renno. “Kamu juga ini Yaa.. Anak Nakal, Bisa-bisanya Hamilin anak orang tanpa menikahinya. Memangnya Mama pernah ngajarin kamu kayak gitu..?”
“Maaf Ma..”
“Ayoo sayang, Kita masuk. Kamu pasti lapar Dan capek.” Kata Mama Renno sambil menggandeng tangan Allea menggiringnya keruang Makan. Dan setelah sampai di ruang makan Allea di sambut dengan tatapan tak percaya dari Shasha.
“Mbak Allea..??” Shasha masih tak percaya dengan apa yang di lihatnya.
“Haii Nat..” Allea menyapa dengan sedikit menyunggingkan senyum Anehnya.
“Ini beneran Mbak Allea..?” tanya Shasha lagi yang masih tak percaya dan mendekat memandangi Allea dari ujung rambut sampai ujung kaki.
“Kalian saling kenal..?” tanya Mama Renno kepada keduanya.
“Tentu saja Ma… dia Mbak Allea, teman kerjaku di Cafe yang pernah aku ceritakan sama Mama.” Jawab Shasha Lagi. Ternyata dulu shasha pernah bercerita dengan mamanya waktu awal kerja di Cafe itu, jika Shasha memiliki Teman yang baik, Bahkan mas Robby terlihat menyukainya, tapi sayang hidup temannya itu menyedihkan, dia Hamil dan Ayah dari anaknya itu tak tau kemana perginya.
“Astaga.. jadi kamu wanita itu..?” kata Mama Renno dengan tatapan iba.
Allea hanya tersenyum walau sebenarnya tak mengerti apa yang dikatakan Shasha dan Mamanya.
“Sudah.. sudah… dibahas nanti saja. Sekarang Ayo makan. Papa sudah lapar.” Papa Renno yang sejak tadi tak bereaksipun akhirnya membuka suara.
Dan merekapun akhirnya makan bersama. Shasha masih saja memandangi Allea dan Renno yang duduk di seberangnya secara bergantian.
“Kamu kenapa sih Sha..? risih tau nggak kalo Kamu liatin kayak gitu.” Renno akhirnya membuka suara saat Shasha masih memandangi dirinya dan Allea secara bergantian.
“Hehhehe aku Cuma nggak nyangka Aja Mas..” kata Shasha sambil cekikikan. “Tapi aku sempat curiga kalau kalian ada hubungan saat Mas Renn njemput aku malam itu.” Lanjut Shasha lagi.
“Itu nggak seperti yang kamu fikir Sha..”
“Tapi Kalian cocok kok… Sumpah. Dan Mbak Allea malam ini cantik Banget, aku benar-benar nggak Menyangka Jika yang akan jadi kakak iparku itu Mbak Allea..”
“Terimakasih.” Hanya itu yang dapat di katakan Allea.
“Ayoo.. makan yang banyak. Apa masakan Mama nggak enak..?” Tanya Mama Renno kemudian pada Allea.
“emm…. Masakan tante enak Kok..”
“Jangan panggil tante, panggil Mama dong..” pinta Mama Renno.
“Ehh iyaa Ma..” Allea sedikit kurang nyaman dengan paggilan itu.
“Dia nggak bisa makan banyak Ma.. Sedikit-sedikit tapi sering.” Renno akhirnya menjawab.
“Jadi.. kapan Kalian akan menikah..?” Tanya Papa Renno kemudian.
“Secepatnya.” Renno menjawab dengan pasti.
“Bagaimana dengan orang tuanya..?” Lagi-lagi Papa Renno bertanya. Dan Renno terkejut dengan pertanyaan tersebut. Selama ini Renno tak tau apa-apa dengan kehidupan Allea, tak tau siapa dan dimana orang tuanya. Renno bahkan menyadari jika dirinya terlalu sibuk dengan perasaannya sendiri sehingga melupakan keadaan Allea.
“Saya tidak punya orang tua, Saya besar di sebuah panti Asuhan. Ibu panti sudah seperti ibu kandung saya sendiri.” Jawab Allea jujur membuat semuanya ternganga termasuk dengan Renno. Renno tak percaya jika Allea dengan tenang menceritakan asal-usulnya tersebut.
Mama Rennopun langsung bergegas kearah allea daaan memeluknya. “ohh sayang… Kamu sudah mengalami masa-masa berat itu, Mama Janji kamu nggak akan ngalami itu lagi disini nanti.” Ada perasan bahagia yang membuncah di hati Allea saat mendengar pernyataan hangat dari orang yang sedang memeluknya kini. Mama Renno ternyata menerimanya dengan apa adanya.
“Baiklah, berarti sudah tak ada lagi yang keberatan dengan pernikahan kalian nantinya.” Kata Papa Renno kemudian.
“Jadi Papa merestui kami..?” Renno bertanya dengan antusias.
“Papa merestui siapapun pilihan Kamu, asal itu bukan Tannia.” Jawab Papa Renno yang lalu membuat Renno kaku seketika.
“Papa Nggak perlu lagi membahas tentang Tannia disini.” Kata Mama Renno kemudian.
“Robby mana Ma..?” Renno akhirnya mengalihkan topik pembicaraan, dia tak ingin membahas lebih bayak lagi tentang mantannya seperti Tannia ataupun Nessa.
“Dua minggu yang lalu Robby dan tante Mia pindah dari sini. Mereka sudah menemukan Rumah baru. Meskipun Tannia belum bisa kembali ke jakarta, Tapi Tante Mia Dan Robby bersikeras tinggal berdua, mereka tak mau selalu menyusahkan kita.” Jawab mama Renno panjang lebar.
Dan Rennopun hanya terdiam tak menanggapi jawaban Mamanya tersebut karena mendengar nama itu disebut lagi. Selalu seperti ini ketika mereka kumpul bersama pasti selalu ada nama itu disebut lagi. Itu yang membuat Renno kadang enggan pulang kerumah. Mendengar nama itu seakan-akan membuka luka Lama di hatinya, meski Renno sendiri tak yakin apa sampai saat ini masih ada perasaan itu atau tidak, apa perasaan itu tertutup oleh perasaannya kepada Nessa atau tidak, tapi kenyataannya ada Rasa sakit dan canggung Saat Renno mendengar nama itu di sebut.
***
“Kamu harus jaga dia baik-baik Renn… Mama tau dia wanita yang baik.. Mama nggak mau kamu kehilangan dia.” Kata Mama Renno kepada puteranya yang kini sedang duduk di sebelahnya. Keduanya kini berada di ruangan Santai sambil melihat Allea yang membantu para pelayan rumah membersihkan Dapur. Sebenarnya tadi Mama Renno melarang tapi Allea tetap bersikeras mmbantu dengan alasan Wanita hamil harus banyak gerak.
“Hubungan Kami tak seperti yang Mama Kira.” Jawab Renno Lirih.
“Apa maksud Kamu Renn..?? Kalian Akan menikah dan kamu akan jadi Ayah, apa yang kamu maksud dengan perkataanmu itu..?” mama Renno sedikit terkejut dengan pernyataan Renno.
“Ini sedikit Rumit Mah… Dia Hamil karena kesalahan, dan aku hanya mencoba bertanggung jawab..”
“Jadi ini hanya bentuk tanggung Jawab kamu..?”
“Yaa… “ Jawab Renno dengan menghela nafas panjang. “Mungkin dia punya kekasih yang dicintainya, jadi aku nggak mungkin nahan dia Mah..”
“Apa yang kamu maksud itu Robby..?”
Kali ini Renno yang terkejut dengan pernyataan Mamanya. “Dari mana Mama Tau tentang Allea dan Robby..??”
“Shasha pernah bercerita sama Mama, kalau dia punya teman dan Robby sangat menyukainya, begitupun temannya itu juga terlihat suka dengan Robby, tapi temannya itu sedang hamil dengan lelaki lain, dan mama baru tau jika Teman Shasha itu adalah Allea.” Jelas Mamanya panjang lebar dan itu membuat Renno sedikit terdiam.
Ternyata selama ini Allea memang benar-benar ada hubungan dengan Robby. Lalu kenapa malam itu Allea mau disentuh olehnya..?? Dan kenapa juga dirinya mempermasalahkan hubungan Allea dengan Lelaki lain, itu kan Hak Allea mencintai siapapun.
“Renn… Mama suka sama Allea, Mama harap ini bukan sekedar tanggung jawab darimu, Mama harap Allea adalah jodoh yang diberikan tuhan untukmu..”
“Tapi kita tak saling mencintai Mah..”
“Kamu ingat ada pepatah jawa bilang ‘Witing Tresno jalaran Soko Kulino’..?? ‘Cinta itu datang karena terbiasa’ Renn… Belajarlah Mencintai seseorang yang ada di sekitarmu sebelum dia pergi dan membuatmu menyesal.”
Renno hanya terdiam meresapi kata-demi kata dari Mamanya. Sepertinya mamanya ada benarnya juga. Tak ada salahnya jika ia mulai belajar mencintai Allea. Perasaannya dulu terhadap Tannia-Cinta pertamanya sekaligus sepupu kandungnya- adalah perasaan tertarik dan bertumbuh menjadi Cinta. Pun Dengan Nessa, Perasaannya juga sama, tertarik pada pandangan pertama lalu bertumbuh jadi Cinta. Mungkinkah dengan Allea juga bisa..??? perasaan yang pertama hanya karena tanggung jawab dan rasa kasihan apa akan bertumbuh jadi Cinta..?? Ahh mungkin saja cinta itu sudah tumbuh tanpa sepengetahuan Renno sendiri..
Rennopun merenung sendiri setelah ditinggalkan oleh Mamanya. Tanpa sadar kakinya sudah mendekati Allea yang sedang membantu para pelayan Rumahnya mencuci piring. Pelayan-pelayan itupun langsung pergi ketika melihat kedatangan Renno.
“Kamu nggak Capek.?” Tanya Renno kemudian.
“Enggak.. aku biasa lakuin ini Kok.”
“Nanti jangan di biasakan, Kamu Nyonya di rumah ini.”
“Apa Nyonya rumah nggak boleh mencuci piring..?” Tanya Allea dengan sedikit tersenyum.
“Bukan Nggak Boleh, tapi nggak pantes.” Jawab Renno lagi. Lalu Renno mulai menyingsingkan Kemejanya. “Sini aku bantuin.”
“Nggak perlu mas, ini sudah mau selesai.”
“Nggak apa-apa, Sini Aku bantu..”
Dan alleapun mengalah dengan Renno yang keras kepala tak mau mengalah.

 

****

 

“Ini Kamarku.” Kata Renno saat membuka sebuah pintu Ruangan di lantai dua rumahnya.
Allea memandangi kamar itu dengan seksama. Kamar yang amat-sangat Luas. Mungkin seluas seluruh isi Apartemen Ramma yang di pinjam Renno. Ada beberapa ruangan di dalam kamar tersebut. Ada ruang Kerja, Ruang pakaian, dan ada beberapa lagi. “Ini sangat Luas.” Gumam Allea masih dengan melihat-lihat isi dari Kamar Renno.
“Begitupun dengan Kamar Shasha.”
“Jadi Kamar Shasha juga seluas ini..??”
“Iyaa..”
“Kalian benar-benar orang yang sangat beruntung.” Kata Allea kemudian.
Renno lalu mendekati Allea tepat di belakang Allea, Renno lalu memeluk Allea dari belakang dan menyandarkan kepalanya di bahu kanan Allea membuat Allea sedikit terkejut dengan tingkah laku Renno.
“Mas..”
“Sebentar.. saja..” Kata Renno kemudian.
“Ada masalah..?” Tanya Allea sedikit Khawatir.
“Enggak.. Aku Cuma Kangen sama Kamu.”
‘Degggggg’
Jawaban Renno membuat jantung Allea kembali berdetak tak menentu. Ada apa dengan Lelaki ini..?? “Emm.. Aku pikir orang tua kamu tadi nggak setuju. Tapi aku bisa mengerti.”
“Mereka sangat mendukungku.” Jawab Renno yang masih memeluk Allea dari belakang. Renno lalu melepaskan Pelukannya dan membalik tubuh Allea hingga menghadap kearahnya. Renno mengusap pipi Allea dengan ibu jarinya. “Kamu Cantik.” Kata Renno kemudian.
Mendengar pujian itu Pipi Allea langsung memerah, malu dan gugup Allea lalu menundukkan kepalanya. Tapi Renno mengangkat Dagu Allea hingga Allea kembali mendongak dan tepat menatap Wajah Renno. Renno semakin mendekatkan Wajahnya hingga Ciuman itupun tak terelakkan lagi.
Ciuman yang sangat lembut seperti Ciuman renno biasanya yang mampu membuat Allea terbuai seakan-akan terbang di awan.. lama mereka saling memangut satu sama lain, bahkan suara decapan ciuman itu berbaur menjadi satu diantara Desahan keduanya. Keduanya sama-sama terbakar dan terpancing gairahnya hingga..
“Mbak.. ayoo tidur…” Suara Shasha mengagetkan keduanya. Shasha yang berniat mengajak Allea tidur dikamarnyapun hanya ternganga mendapati keduanya yang saling Bercumbu mesrah.
Sedangkan Renno dan Allea sontak melepaskan Ciumannya dan saling menjauh membenarkan dandanan masing-masing. Membuat keduanya sama-sama canggung. Sialan..!!! Mau Apa shasha kemari..? Mengganggu saja. Pikir Renno kemudian.
“Ada perlu apa Kamu kemari..?” Tanya Renno kemudian.
“Emmm.. Astaga.. apa Aku mengganggu kalian..?? maaf aku nggak sengaja..” Kata Shasha dengan sedikit tersenyum malu.
“Lain kali ketuk pintunya dulu.” Gerutu Renno sedikit kesal.
“Hehhee Maaf Mas…” jawab Shasha dengan Cengingisan. “Mbak.. Ayoo kekamarku, Aku ingin Cerita dan aku butuh penjelasan Mbak Allea.” Kata Shasha sambil menghampiri Allea dan menarik lengan Allea.
“Kamu mau ngajak dia kemana..? Dia harus istirahat.”
“Mbak Allea tidur sama Aku mas..”
“Apa..??”
“Mama yang Nyuruh Weewwwkk..” Jawab Shasha Sambil menjulurkan lidahnya.
“Dasar Gadis Manja..”
“Biarin..” lagi-lagi Shasha menjulurkan lidahnya sambil berlari pergi dengan menyeret Allea meninggalkan Renno yang sedikit kesal dengan tingkah laku Adeknya tersebut.

***

“Bangunn.. Ayoo bangun..” Samar-samar Alleaa mendengar suara berat tepat di telinganya, bahkan Allea merasakan sesuatu yang basah menyentuh tengkuk leher dan pundaknya membuat Allea sedikit merinding. Ini seperti sebuah cumbuan, Sebuah Cumbuan..?? siapa yang mencumbunya..? bukankah saat ini dirinya sedang tidur di kamar Shasha..? Allea sontak membuka matanya dan Mendapati Renno yang sudah Tampan berada di hadapannya.
“Lohh.. mas Renno, Aku kok ada disini..?” Tanya Allea bingung sambil angun dan mengucek-ucek matanya. Tadi malam dia sangat ingat dengan jelas jika dirinya tidur dikamar Shasha.
“Aku yang menggendongmu kemari. Kamu pikir aku bisa tidur tanpa mengusap-usap anakku..?” Renno mencoba memberikan Alasaan seadanya. Sebenarnya dia berbohong. Renno hanya tak bisa tidur jika tak memeluk dan sesekali mengecup tubuh Allea. Renno juga bingung apa sebenarnya yang terjadi dengan dirinya hingga bisa begitu menginginkan Allea. Yang Renno tau adalah bahwa Kini dirinya sudah semakin Gila karena Allea. “Ya sudah, sekarang pakai itu, dan ayoo temani aku lari pagi..” lanjut Renno lagi.
“Lari pagi..?”
“Iyaa lari pagi sambil mengelilingi Mansion ini kamu nggak mau..?”
“Kalau aku kecape’an nanti gimana..?”
“Aku yang gendong.” Kata Renno cuek sambil menuju kearah kamar mandi. Meski dikatakan dengan nada cuek tapi entah kenapa itu membuat tubuh Allea terasa panas dingin.
***
“Waahh… ini benar-benar indah dan Luas.” Allea yang menemani Renno olahraga pagi sambil mengelilingi Mansionnya. Allea benar-benar kagum dengan halaman belakang Mansion Renno. Luass.. dan amat sangat luas. Bahkan terdapat taman dan jalan setapak seperti yang mereka lewati saat ini.
“Ini sangat mirip dengan punya Dhanni.” Kata Renno sambil berjalan mundur tepat dihadapan Allea.
“Mas Dhanni..?”
“Iyaa Dhanni temanku yang waktu itu pernah bertemu dengan kita. Dia memiliki Mansion yang sama persis dengan ini. Tapi bodohnya dia malah lebih memilih tinggal di Apartemen biasa.”
“Mas Renno juga tinggal di Apartemen.”
“Karena Aku belum punya istri dan Anak. Nanti setelah menikah Kita akan tinggal disini.” Dan mendengar pernyataan Renno tersebut tubuh Allea seakan-akan merinding. Benarkah Renno serius dengan pernikahannya nanti..??
“Kenapa harus disini..?”
“Karena semua petuahku Lahir dan besar disini, Begitupun keturunanku, Dia akan Lahir dan besar disini nantinya.”
Allea hanya terseyum miris mendengar pernyataan Renno. ‘Lahir dan besar disini’. Anaknya mungkin akan lahir disini, tapi Allea tak yakin jika Anaknya akan besar disini juga. Bukankah Renno menikahinya hanya karena tanggung Jawab..? Bahkan Renno sudah membicarakan perceraian tadi malam. Allea cukup tau diri, Renno tak akan mungkin mau mengikatkan diri selamanya kepada Wanita seperti dirinya. Ini hanya sebuah tanggung jawab.
“Ayoo kita kembali, kamu pasti sudah lapar. Aku juga sudah lapar, tapi sayang sekali pagi ini nggak ada nasi goreng buatan kamu.” Kata Renno masih dengan berjalan mundur sambil sedikit menggoda Allea.
“Kalo Mas Renno mau aku bisa membuatkannnya setelah ini.”
“Nggak usah, nanti kamu kecapekan.”
Allea tak lagi menjawab pernyataan Renno karena dirinya terlalu sibuk melihat sosok yang berdiri dihadapannya tepat di belakang Renno. Sesosok wanita yang amat-sangat cantik. Allea mengehentikan langkahnya, begitupun dengan Renno.
Renno memandang Allea dengan tatapan tanda tanya. “Kamu Kenapa..?” Tanya Renno yang melihat Allea ternganga memandangi sesuatu di belakangnya. Dan itu membuat Renno membalikkan badannya dan melihat apa yang sedang membuat Allea ternganga.
Sosok itu… Sosok yang sudah bertahun-tahun tak ditemuinya..
“Haii Kak… Lama nggak ketemu..” Sapa wanita tersebut yang tanpa aba-aba langsung memeluk Renno yang masih kaku dan ternganga karena kehadirannya.
“Tannia…..” Tanpa sadar Renno menyebutkan nama itu.. Nama yang sudah terdengar tabu di telinganya.. Nama yang sudah Renno kubur dalam-dalam bersama dengan pemilik nama tersebut.

__TBC__

 

Ehhh bersambung lagii… jiaahahahha kayak sinetron aja nihhh… hehhehehehe kayaknya udah mulai muncul Cast baru nihh… haduhh gimana kelanjutan hubungan Allea ama Renno yaaa…. Apa Tannia berpengaruh nantinya..??? Ayoo tunggu aja laggi yaa,,, semoga chapter selanjutnya bisa segera di post..

Advertisements

18 thoughts on “Because It’s You (Novel Online) – Chapter 9

  1. Wuuihhj… jadi ga sabar nih nunggu kelanjutan na…
    Walopun jarang comment, tpi ttep di baca kok hasil karya2 na..
    Mungkin yg lain jg sama..
    Semangat ya thor…
    Hihihiii

    Selalu berkarya ya… tq

    Liked by 1 person

  2. tania ini sepupunya kan
    nahh lho renno mau nya bagaimana nanti niat bertanggung jawab gk sich
    selalu plin plan kalo memang mulai mencintai allea ya dilanjutkan tapi kalo hanya sebatas tanggung jawab yahh mending enggak sich
    nanti malah allea jugakan yang menderita
    playboy mah gitu sich susah nentuin perasaan sebenarnya
    semangat buat next chapter ya

    Liked by 1 person

    1. Haiii santy.. salam kenal.. Like FP Zenny Arieffka – mamabelladramalovers di facebook dulu yaakk… trus inbox di sana… jangan lupa pakek akun asli yaakk… maaf merepotkan karena unyuk menghindari plagiatisme.. terimakasih suda mau baca.. 😉 🙂

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s