romantis

Because It’s You (Novel Online) – Chapter 8

BiyCover2Because It’s You

 

Chapter 8

Renno mendengar samar-samar desahan dari bibir Allea membuat Renno melarikan bibirnya kebibir mungil tersebut… mengecapnya Kembali… Sialan…!!! dirinya benar-benar semakin menggila… Renno menginginkan Allea Saat ini juga…..
Mulai di tindihnya tubuh Allea tanpa melepaskan ciuman panasnya… Sialan…!!! Renno tak pernah menginginkan wanita seperti saat ini…
Bibir mereka sampai memerah, bengkak karena Ciuman yang tak pernah putus, Nafas keduanya Terengah-engah… bahkan Sepanjang leher dan dan pundak Allea penuh dengan jejak kemerahan. Allea membuka matanya, melihat Ekspresi Renno yang benar-benar terlihat tampan di matanya. Rennopun demikian, matanya tepat memandang mata Allea, lalu menyapu seluruh wajahnya… Renno terpesona dengan wajah itu… wajah polos bercampur dengan Ekspresi kenikmatan…
Renno menghentikan Cumbuannya, dia termangu menatap wajah itu.. haruskah dirinya melakukannya sekarang..? di usapnya wajah Allea menggunakan ibu jarinya, di kecupnya berkali kali bibir merah itu penuh dengan kasih sayang… lalu di genggamnya telapak tangan Allea, di kecupnya satu persatu jari jemarinya… membuat Allea merasa di sayangi…
“Bolehkah Aku…” Renno tak dapat melanjutkan kata-katanya lagi karena Allea sudah menganggukkan kepalanya… Astaga.. Allea menyetujuinya…dan Rennopun menjalankan Aksinya dengan sangat pelan dan Romantis….
****
Allea membuka matanya ketika kesadaran mulai menghampirinya. Dirasakannya sebuah Lengan kekar melingkari perutnya, dan dia juga merasakan jika dirinyapun berbantalkan lengan dari seseorang. Punggungnya menempel sempurna pada sesuatu yang bidang , keras dan hangat… seperti dada seseorang… Allea juga merasakan hembusan nafas teratur pada tengkuk lehernya… Astaga.. Apakah ini nyata..?? jika iya Allea bahkan tak ingin bergerak, takut jika akan membangunkan lelaki tersebut dan semua kenyamanan ini akan berakhir.
Allea tersenyum mengingat kejadian tadi malam.. kejadian yang sangat panas menurutnya, hingga kedua-duanya seakan mandi keringat walau sebenarnya kamar itu ber AC.. Renno melakukanya dengan sangat lembut dan Romantis.. Alleaa menikmati semuanya, Tak Ada lagi nama Nessa di sebutkan oleh Renno seperti malam itu, walau namanya juga tak di sebut Renno, tapi Allea cukup bahagia mengingat Renno melakukannnya dengan sadar.
Tiba-tiba dia merasakan Bayinya menendang tepat di bawah telapak tangan Renno yang memeluknya dari belakang. “Kamu sudah bangun sayang..??” Bisik Allea pada bayinya sambil mendaratkan telapak tangan mungilnya diatas telapak tangan Renno yang berada di atas perut telanjangnya.
Tiba-tiba Allea merasakan tangan Renno bergerak, mengusap lembut perutnya, lalu menggenggam tangannya dan menciumi setiap jarinya seperti tadi malam, “Pagi..” Sapa Renno dengan suara yang sangat serak. Seketika itu juga Allea menjadi sangat gugup.
“Pagi..” Jawab Allea dengan gugup.
Renno lalu membalikkan tubuh Allea yang tadi membelakanginya sekarang menjadi miring menghadapnya. dipeluknya tubuh Rapuh Allea..
“Apa aku tadi malam Nyakitin kamu.?” Tanya Renno masih dengan memeluk Allea
Allea hanya menggelengkan kepalanya, dirinya malu mengingat kejadian tadi malam… Astaga… kenapa bisa Dirinya terlena oleh Renno..?? Ini kan salah.. Mereka belum menikah tapi mereka tinggal bersama, dan melakukannya lagi dengan sadar,,, Apa yang sudah terjadi dengan dirinya hingga tak bisa menolak Renno..?? Batin Allea.
“Ayoo tidur Lagi.. Ini masih terlalu pagi.” Kata Renno masih dengan memeluk Allea. Renno sendiri tak tau kenapa bisa kehilangan kontrol seperti itu tadi malam dengan Allea. Sebenarnya pagi ini dia sangat gugup dan canggung, Apalagi mengingat mereka berdua yang masih dalam keadaan telanjang bulat dibawah selimut yang sama dan sedang berpeluk mesrah, membuat Renno menginginkannya lagi, tapi Renno mencoba menghilangkan keingainnannya dan Kecanggungan itu dengan bersikap seperti biasa..
Alleapun mengangguk dan memejamkan matanya kembali kali ini di dalam pelukan Renno. Dan Rennopun mulai tidur kembali dengan menutup matanya lagi.
***
Dampak Buruk untuk Renno setelah mereka bercinta tadi malam Adalah Dia menginginkannya Lagi dan lagi… Bahkan Saat ini Renno sedang Bolos ke kantor karena tak ingin meninggalkan Allea. Sedari tadi Renno hanya duduk dengan gelisah Di depan Tv, Pandangannya tak Fokus pada Tv tapi malah tak mau berhenti memandang kearah Allea. Allea yang saat ini sedang bolak-balik membersihkan Seluru penjuru Apartemennya benar-benar membuatnya Gila. Dia tak bisa konsentrasi hanya karena memandang Allea..
“Apa kamu bisa berhenti melakukan itu..?” Tanya Renno yang sedikit risih dengan Allea yang berdiri di Depan Rak buku sebelah Tv dengan Berjinjit-jintit meraih-raih sesuatu.
“Emm.. Maaf..”
“Memangnya kamu mau ngambil apa..?” Tanya Renno yang sudah berdiri dan bergegas menuju kearah Allea.
“Buku-buku itu kayaknya banyak debunya, aku mau bersihin itu..”
“Sini biar Aku ambilkan.” Kata Renno sambil mengambilkan buku-buku tersebut Tepat dari belakang tubuh Allea.
‘Degg..’
Dan Allea langsung merasa gugup karena kedekatan itu. Sejak tadi Pagi Renno tak banyak omong. Kenapa..?? Apa dia Menyesal melakukan itu..??? lamunan Allea Buyar ketika Renno mulai membalikkan tubuhnya untuk menghadap tubuh Renno.
“Kamu kenapa.? Sakit..?”
“Ahh.. Enggakk..” Jawab Allea dengan sedikit menunduk malu.
“Kamu istirahat aja dulu, biar ini aku yang bersihin.” Kata Renno yang sudah mengambil buku-buku itu.
“Jangan.. biar Aku saja.” Kata Allea sambil merebut buku-buku itu.
“Nggak, Aku Aja..” Renno kembali merebut Buku-buku itu. Dan Astaga… keduanya lalu sama-sama terenyum karena tingkah konyol mereka yang rebutan buku sudah seperti Anak SD yang rebutan permen dengan temannya.
‘Tett.. Tett…’
Bell pintu Apartemen Renno berbunyi. Allea bergegas untuk membuka pintu, tapi tiba-tiba Renno mencekal Tangannya. Allea menatap Renno dengan tatapan tanda tanya.
“Biar aku aja yang buka pintunya, mungkin itu Ramma bawa berkas-berkas kantor. Kamu disini Aja..” Kata Renno kemudian. Renno benar-benar tak mau jika yang datang bertamu itu Si Ramma, karena mungkin saja Ramma akan mengejeknya habis-habisan atau mungkin akan menggoda Allea,, Astaga.. apa yang sudah di fikirkannya..??
Dibukanya pintu tersebut dan Renno sangat Terkejut ketika mendapati wanita Sexy yang langsung melemparkan diri kedalam pelukannya.
“May… Kamu ngapain Sih..” Kata Renno mencoba melepaskan pelukan maya, Renno sedikit Risih dengan tingkah laku Maya.
“Sayang.. aku nggak mau kehilangan Kamu..”
“Apa maksudmu..? Kita sudah tak ada hubungan Lagi..”
“Enggak.. Kita masih dalam suatu hubungan.” Maya masih tak mau melepaskan pelukannya.
“May.. Jangan buat Aku Marah..” dan setelah perkataan dingin dan tajam Dari Renno tersebut, Maya langsung melepaskan pelukannya.
“Renn.. Kenapa kamu lakuin ini..?” Maya mulai menangis terisak-isak. “Kamu Pindahkan Aku kebagian Administrasi, belum lagi Gosip di kantor yang menyebut-nyebut kamu sudah Menikah. Kenapa kamu tega nyakitin Aku..?” Lanjut Maya lagi.
“Maaf tapi aku memang nggak pernah punya perasaan Lebih terhadapmu.” Jawab Renno dingin.
“Apa..?” Maya Membulatkan matanya ketika Renno dengan gampangnya berbicara tentang perasaannya setelah apa yang sudah mereka lakukan selama ini.
“Dan aku memang punya istri, dia sedang Hamil, Jadi Please… Keluar dari Apartemenku sekarang juga jika kamu masih punya harga diri.” Lanjut Renno lagi tanpa sedikitpun melihat Raut wajah Maya yang sudah memucat.
Maya ternganga dengan apa yang sudah dikatakan oleh Renno. Kenapa Renno sekasar itu dengannya..?? Pada saat bersamaan Maya melihat wanita yang berjalan menuju kearah mereka Dia Allea.
“Siapa Mas..? Kok Nggak disuruh masuk..?” Tanya Allea dengan lembut.
“Nggak perlu, dia mau pulang.” Jawab Renno dingin.
“Jadi.. Jadi ini istri kamu..?” Tanya Maya dengan tatapan tak percayanya.. Astaga.. inikah Istri Renno..?? Wanita yang menduduki kursi Sebagai Nyonya CEO yang selama ini diimpi-impikan para Gadis di kantor Renno..?? Apa Mata Renno buta sehingga memilih wanita Yang super Biasa-biasa saja seperti Wanita ini..?? Batin Maya sambil memperhatikan Allea dari ujung kepala hingga ujung Kaki.. Membuat Allea salah tingkah.
“Ada yang salah yaa sama penampilan Saya..?” Tanya Allea sambil ikut memandangi dirinya sendiri.
Tapi maya tak menghiraukan pertanyaan Allea “Kamu Gila… Enggak, dia nggak mungkin istri kamu.” Kata Maya masih tak percaya dengan Renno.
“Terserah Kamu percaya atau tidak tapi dia benar-benar istriku.” Kata Renno sambil meraih pinggang Allea dan tanpa di duga Renno langsung mendaratkan Ciumannya dibibir Allea.
Allea sempat terkejut, tapi tetap dinikmatinya Ciuman tersebut. Maya yang melihatnya langsung Murka, Dia lalu berbalik dan meninggalkan Apartemen Renno dengan meghentak-hentakkan kakinya.
Allea masih saja tak percaya dengan apa yang dilakukan Renno. Maya Sudah pergi tapi Renno tak kunjung menghentikan ciumannya, Astaga… Apa kejadian tadi malam akan terulang kembali..??
Akhirnya Rennopun mengakhiri Ciumannya. Cukup lama keduanya terdiam dan masih saling berhadapan Renno menyumpahi dirinya sendiri karena lagi-lagi tak dapat menahan diri. Lalu dia meninggalkan Allea begitu saja tanpa sepatah katapun, membuat Allea Sedikit merasakan Rasa tak nyaman di hatinya. Ada apa dengan lelaki itu.? Siapa wanita tadi..? Pikirnya kemudian.
***
Beberapa hari kemudian…
“Gue udah nglakuin itu.” Ucap Renno tanpa Ekspressi.
Ramma yang saat itu berada di dalam Ruangannya sampai tersedak kopi yang diminumnya karena perkataan Renno. “Melakukan Apa maksud Lo..?”
“Saran Lo.” Jawab Renno cuek.
“Apa..? Jadi Lo bener-Bener Nidurin Dia lagi..?” Tanya Ramma dengan Nada tak percaya.
“Bukannya Lo Kasih saran Gue kayak gitu kemaren..?”
Dan meledaklah tawa dari Ramma, “Astaga… Secepat itu Renn..?? dan gimana setelah itu..?”
“Gue merasa semakin Gila.”
“Dan itu tandanya Jika Lo sudah lebih parah dari pada Dhanni, Lo bahkan hanya bisa melakukan Seks hanya sedang seorang wanita, Lo parah.” Kata Ramma sambil tertawa.
“Sialan..!! Terusin Aja Nertawain Gue, Gue sumpahin Lo Akan merasakan hal yang sama Seperti yang Gue Rasain saat ini.”
“Nggaak Mungkin.” Jawab Ramma dengan Cepat dan yakin.
Tentu Saja tidak mungkin, Siapa sih yang bisa menakhlukan Hati keras Ramma, Bahkan Renno Sendiri tak yakin jika Ramma masih punya hati untuk Wanita.
***
Sore ini Allea berjalan-jalan di sekitar Komples Apartemen. Menuju kesebuah taman yang ternyata lumayang ramai di kunjungi penghuni Apartemen lain di sekitarnya. Ahh… jika tau ada tempat yang seperti ini mungkin dirinya akan menghabiskan waktu sore membosankannya disini, Pikirnya kemudian.
Allea saat ini memang sudah tak kerja lagi. Renno melarangnya. Setelah malam itu Renno kembali berubah. Renno masih perhatian, bahkan lebih. Hanya saja, Renno terlihat semakin Canggung ketika di hadapannya. Renno berangkat pagi dan pulang jam 7 malam, sehingga Allea beberapa hari ini bosan dan kesepian, tak ada teman. Renno lebih terlihat sedang meghindarinya. Ada apa..? Apa yang perlu dihindari..?
Mereka masih tidur satu ranjang meski Renno tak akan masuk kamar dulu sebelum Allea tertidur pulas. Arrgghhh.. itu benar-benar membuat suasana hati Allea tak nyaman. Allea menginginkan Renno selalu berada disisinya, Menyentuhnya…. bahkan Allea merindukan Cumbuan lembut yang diberikan Renno.
Astaga… Sejak kapan Wanita polos ini berubah menjadi wanita yang kehausan akan sentuhan Lelaki..???
“Hai…” Dan Alleapun di kejutan dengan sapaan seeorang terhadapnya.
“Mas Robby..? Mas Robby kok disini..?” Tanya Allea tak percaya.
“Aku tadi mau ngantar Beras-berkas Renno yang ketinggalan dikantor, tapi pas aku nyampek Apartemennya kayaknya dia belum nyampek Rumah. Kamu sendiri ngapain disini..?” Tanya Robby dengan heran. Bagaimana tidak, ini kan Kompleks Apartemen kalangan Elit, bagaimana bisa wanita seperti Allea berada di sini..?
“Emm.. Aku… Aku kerja disini mas..” Akhirnya Allea memilih berbohong.
“Ohh.. Oiyaa.. kenapa kamu berhenti kerja di Cafe..?” Tanya Robby lagi.
“Aku kecapek’an Mas.. Mugkin cukup kerja disini aja.”
“Bagaimana Kabar dia..?” tanya Robby kali ini sambil membelai lembut perut bncil Allea.
“Baik.. dia baik-baik saja.” Jawab Allea dengan tersenyum.
Mereka lalu berbincang-bincang bersama sesekali mengumbar tawa dan candaan yang membuat orang di sekitar mereka iri melihat kebersamaan mereka tak terkecuali Lelaki yang sedang Menatap mereka tajam dari dalam mobil.
***
Tak tau kenapa Hari ini Renno sangat ingin pulang cepat. Sepertinya dirinya memang tak bisa menahan diri lagi untuk berjauhan dengan Allea. Ramma berkata Jika dirinya sudah sangat parah, Ramma menyarankan Jika dirinya harus menghindari Allea sedikit demi sedikit. Bagaimanapun juga hubungannya dengan Allea hanya sebatas tanggung jawab, mereka bukan sepasang kekasih atau sepasang suami istri, jadi tidak di benarkan jika Renno selalu ingin menyentuh Allea.
Akhirnya beberapa hari ini Renno menghindari Allea sesuai dengan nasehat Ramma, Dan itu membuat Renno semakin Gila dan Frustasi. Hari ini mungkin Renno berada pada ujung kesabarannya, betapapun dirinya menentang perasaannya untuk berada di dekat Allea, Renno tetap tak bisa. Dia selalu menginginkan untuk berada di dekat Allea. Sialan…!!! ternyata dirinya sudah tak dapat tertolong lagi.
Renno masuk kedalam Apartemen berharap bertemu dengan Sosok yang sudah dirindukannya, Namun ternyata Sosok tersebut Tak ada. Kemana dia..?? Renno sedikit panik karena tak menemukan Allea dimanapun juga. Allea tak pernah keluar Apartemen tanpa pamit dengannya. Apa Terjadi sesuatu dengan Allea..? Apa Allea pergi meninggalkannya..? Tidakk… Allea tak boleh pergi meninggalkannya.
Akhirnya Renno kembali kemobilnya dan menancap Gasnya. Tujuan pertamanya adalah Rumah Allea yang dulu. Renno kesana tapi Allea tak ada. Rennopun berputar balik menuju kearah Cafe tempat Allea kerja dulu, tapi disana juga tak nampak ada Allea. Renno benar-benar bingung, dimana keberadaan Allea saat ini. Akhirnya dia kembali pulang dan mencoba untuk mengelilingi Kompleks Apartemennya, Dan benar saja, di sebuah taman Renno melihat Allea yang sedang duduk dan bercanda dengan seseorang. Seorang Lelaki. Renno tau siapa Lelaki itu. Itu Robby.
Sialan…!!! Ngapain Si Robby kesini..? Apa dia mau mendekati Allea. Dan berani-beraninya dia memegang Anaknya yang sedang Di kandung Allea. Apa sebenarnya hubungan mereka..? Mengapa mereka terlihat sangat dekat..? Ini tak boleh dibiarkan. Renno lalu memarkirkan Mobilnya di tempat parkir taman tersebut. Dilangkahkannya kakinya dengan pasti kearah tempat duduk Allea dan Robby.
“Ngapain Lo kesini..?” tanya Renno dengan dingin saat dia sudah sampai di hadapan Allea dan Robby.
Robby tampak terkejut dengan kedatangan Renno yang tiba-tiba. Begitupun dengan Allea yang langsung tampak salah tingkah Karena tatapan Tajam yang diberikan Renno terhadapnya.
“Gue mau kerumah Lo, Ni berkas-berkas Lo ketinggalan. Lo kan udah pulang duluan, tapi Gue tadi kerumah Lo kok Lo malah nggak ada..?” Robby sedikit tampak bingung.
“Gue Nyari seseorang.” Kata Renno masih dengan nada dingin dan penuh penekanannya serta tatapan membunuhnya yang masih terarah kepada Allea. “Ayoo.. Kita ke Apartemen Gue dulu.” Lanjut Renno lagi.
Robby sedikit heran dengan Renno. Dari Dulu Renno tak pernah mau ada keluarganya yang mengunjungi Apartemen yang dia tinggali. Tapi kenapa sore ini berbeda..?
“Ok… kita kesana dulu.” Robbypun Mengiyakan. “All.. Ikut Aku yuk..” Ajak Robby kemudian sambil menggenggam tangan Allea.
“Emm.. Aku… Aku…” Allea benar-benar tak tau harus berkata apa. Dia juga tak mengerti kenapa Renno mengajak Robby ke Apartemennya.
Renno yang melihat kedekatan Mereka Entah kenapa langsung tersulut oleh sesuatu yang ingin membuatnya meledak-ledak. Renno lalu menyunggingkan Senyuman Liciknya dan tanpa disangka-sangka diraihnya pinggang Allea hingga menempel pada tubuhnya. “Tentu saja dia ikut.” Kata Renno masih dengan menyunggingkan senyuman liciknya.
***
Robby benar-benar tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Dirinya sekarang Ada didalam Lift bersama dengan sepeupunya, Renno, Yang masih setia merangkul Pinggang Wanita pujaan hatinya,Allea. Apa sebenarnya hubungan mereka..? kali ini pertanyaan itu yang muncul dalam benak Robby.
Mereka menuju kedalam Apartemen Renno masih dengan Berdiam diri dan tak ada yang membuka Suara. Allea diam karena takut salah bicara. Sedangkan Robby diam Karena tak mau bertanya, dia takut jawaban dari pertanyaannya akan menyakiti hatinya.
“Buatkan minum untuk Robby Sayang.” Kata Renno dengan santainya membuat Robby semakin bingung, dan penasaran sebenarnya apa hubungan Renno dan Allea. “Kenapa..? Lo kayaknnya kok kaget gitu..?” Tanya Renno pada Robby saat melihat wajah terkejut dari Robby.
“Lo kenal dia dari mana..?” Robby berbalik bertanya.
“Bukan urusan Lo.” Jawab Renno cuek.
“apa dia tinggal di daerah sini..?” Tanya Robby yang sepertinya masih tak mengerti permasalahannya.
Renno lalu tersenyum hambar. “Dia tinggal disini, sama Gue.” Jawab Renno dengan enteng.
“Apa..??” Teriak Robby tak percaya. “Loh… Kok bisa..?” Robby masih terlihat tak percaya dengan apa yang dibicarakan Renno.
“Kami tinggal berssama karena sebentar lagi dia akan melahirkan anakku.” Dan pernyataan terakhir Renno benart-benar membuat Robby lemas.
Allea yang mendengarnyapun terkesan tak enak terhadap Robby. Astaga.. apa yang sudah di fikirkan robby terhadapnya..?? Wanita yang hamil diluar nikah, Tinggal bersama dengan lelaki diluar nikah pula. Pasti Robby saat ini berfikir jika dirinya adalah wanita murahan dan lain sebagainya.
Tiba-tiba Robby berdiri. “Gue Balik dulu.” Kata Robby singkat sambil bergegas kearah pintu.
“Loh.. kenapa buru-buru..?” Renno mencoba untuk berbasa-basi.
“Ada urusan dirumah.” Robby pergi tanpa sedikitpun melihat kearah Allea atau berpamitan dengannya. Dan itu benar-benar membuat Allea tak nyaman.
Allea akhirnya kembali kedapur, dan membuang kopi yang dibuatnya untuk Robby. Masih dengan membersihkan gelas Kopi tersebut pikiran Allea kembali melayang –layang. Bagaimana jika Robby membencinya..? Jika Robby tak akan mau berteman dengannya lagi..? Bagamana jika Shasha juga tau..? Apa shasha juga akan membencinya..?? dan lamunan Allea kembali buyar ketika dirinya merasakan sebuah Lengan Kekar memeluk perutnya dari belakang. Lengan Renno.
Ada apa dengan lelaki ini..? Jujur Allea sangat bingung dengan perubahan sikap Renno yang kadang menjadi lelaki Romantis dan perhatian, tapi kadang berubah menjadi lelaki dingin yang tak bisa di sentuh dan cenderung menghndarinya. Ada apa dengannya..????
“Ada hubungan apa kamu dengan Robby.” Tanya Renno sambil sesekali mengecup leher Allea.
“Kami hanya teman.”
“Bohong”
“Iya.. sumpah, kami hanya teman.”
“Kamu suka sama dia..?” Tanya Renno terang-terangan.
“Mas Robby baik, Semua akan suka kalau kenal denganya.”
“Tapi aku nggak suka.” Potong Renno kemudian. “Aku nggak suka lihat dia Dekatin Kamu apalagi sampai pegang-pegang calon anakku.” Kata Renno lagi dengan penuh penekanan.
“Maaf…” Kata Allea sambil menundukkan kepalanya.
Renno lalu membalikkan tubuh Allea supaya menghadapnya. Diangkatnya dagu Allea supaya menghadap kearahnya.
‘Cantik..’ Pikir Renno kemudian. Lalu tanpa disangka Renno mendaratkan Ciuman lembutnya pada bibir Allea. Menyesapnya sambil memejamkan mata.. Astaga… Wanita Polos ini benar-benar membuatnya ketagihan.
Alleapun menikmati ciuman itu. Di Cengkeramnya Kemeja yang melekat dengan pas didada Renno. Allea memang tak pandai berciuman, Tapi Renno melakukannnya seakan-akan Allea juga membalas ciumannya. Kedua-duanya sama-sama menikmati cuuman intens itu sambil memejamkan mata masing-masing.
Renno menghentikan Ciumannya ketika mengetahui jika Allea sudah ssak karena kehabisan Nafas. Dilihatnya Wajah Allea yang merah padam hingga telinganya. Sialan…!!! kenapa bisa wanita seperti ini membuatnya tergoda..?
“Apa kamu tau jika kamu sudah mengacaukan semuanya..?” Tanya Renno dengan nada dinginnya.
Allea memandang Renno dengan tatapan sendunya. “Maaf…” Kata Allea lagi dengan lirih.
“Kamu sudah mengacaukan hidupku, Kamu sudah mengacaukan masa depanku, dan kamu juga sudah mengacaukan Perasaanku. Apa Kamu puas nglakuin ini sama Aku..?”
Kali ini Allea tak mengerti dengan apa yang dikatakan Renno. Renno lalu megecup bibir Allea sekali lagi dengan singkat, Kemudian menggenggam tangan Allea. “Ayoo ikut aku.” Kata Renno sambil menyeret Allea.
“Kita mau kemana..?”
“Kamu akan tau.”
***
Ternyata Renno memarkirkan Mobilnya di depan sebuah Butik besar dan mewah. Renno lalu masuk dan bertanya pada salah satu pegawai butik tersebut.
“Ibu Zoya ada..?” Tanya Renno pada pegawai butik tersebut.
“Ada di ruangannya pak, Tapi ibu Zoya sedang ada tamu, Ada yang bisa saya bantu..?”
“Apa Ramma tamunya.?”
“Iya pak.”
Dan setelah jawaban pegawai tersebut Renno langsng melesat masuk dengan menggandeng tangan Allea tak memperdulikan panggilan dari sang pegawai butik tersebut.
Ternyata itu adalah butik milik Zoya, Sangat besar dan Elegant. Renno langsung masuk kedalam Ruangan Zoya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Dan benar saja, didalam sudah ada Zoya yang berada di atas pangkuan Ramma saling memangut bibir masing-masing.
Allea yang melihatnya langsung menundukkan wajahnya. Dia malu dan memerah karena ternyata tadi dirinya juga sempat berciuman intens seperti itu dengan Renno.
“Hentikan itu dulu.” Suara Renno membuat Zoya dan Ramma menghentikan Aksinya.
“Brengsek..!! sedang apa Lo disitu..?” Umpat Ramma yang langsung dapat hadiah cubitan di perutnya dari Zoya.
“Gue butuh bantuan.” Jawab Renno dengan cueknya.
“Apa Lo nggak bisa nunggu..? Lo kebiasaan suka Ngganggu Waktu orang tau nggak Renn,” Gumam Ramma dengan kesal.
“Sorry.”
“Sial..!” Ramma masih saja mengumpat.
Zoya hanya tersenyum melihat Ramma yang merajuk seperti anak kecil. “Apa yang bisa kita bantu Renn..?”
“Carikan baju yang cantik tapi tetap sopan untuk dia.” Kata Renno sambil menarik Allea kedepannya.
Ramma yang tadinya Enggan berbicara Lagi dengan Renno langsung berdiri menghampiri Renno karena mendengar permintaan Renno tadi.
“Apa Gue nggak salah denger..? Lo suruh Zoya carikan baju yang cantik untuknya..? Jangan bilang kalo Lo mau Ngelamar dia..?” Tanya Ramma penudnegan Selidik.
Renno hanya tersenyum misterius. “Gue nggak akan ngelamar dia. Gue Hanya akan bawa dia kerumah Orang tua Gue, dan Nikahin dia Secepatnya.” Jawab Renno dengan tenang.
“Whatt..?” Ramma.
“Apa..?” Zoya.
“Hahh..?” Allea.
Kata mereka bertiga scara bersamaan. Ketiga-tiganya sama-sama terperangah dengan perkataan tenang yang meluncur sempurna dari bibir Renno. Bahkan Allea merasakan tubuhnya langsung Panas dingin ketika mendengar pernyataan itu, Menikah..?? Benarkah Renno akan menikahinya..??

__TBC__

Haii… Gimana ama Chapter 8 nya..?? kurang HOT ya… hehheheh maklum aja yaa karena memang ini bukan Novel Roman Erotis, jadi adegan Senonoknya nggak ada.. Okk.. Mkasih udah mau baca.. jangan lupa kasih Like / Coment yaa…

Advertisements

7 thoughts on “Because It’s You (Novel Online) – Chapter 8

  1. menikahi allea hanya karna tingkat kecemburuannya pada robby
    moga aja renno memang berniat baik membuka hatinya untuk allea
    kasian kan allea

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s