Novel Online · romantis

Because It’s You (Novel Online) – Chapter 7

BiycoverBecause It’s You

 

Chapter 7

 

Allea membulatkan matanya ketika sampai didalam Kamar itu, Kamar yang diyakini Allea sebagai kamar Renno. Kenapa dirinya digiring kemari..?? dan kenapa pakaian-pakaiannya di masukkan Renno kedalam Lemari di kamar tersebut..? Allea bertanya-tanya dalam hati.
“Kamu kenapa..?” Tanya Renno saat melihat Allea yang sedang ternganga didepan pintu kamarnya.
“Kenapa bajuku di taruh disini..?” tanya Allea dengaan tatapan tanda tayanya.
“Yaa karena kamu akan tidur sini.” Jawab Renno dengan cueknya.
“Loh.. tapi.. bukannya ini Kamar Mas Renno.”
“Iya, emangnya kenapa..?”
“Kita tidur sekamar..?” tanya Allea masih ta percaya.
“Iya, emangnya kamu mau tidur dimana lagi..? Disini Cuma ada satu kamar.”
“Dan.. Satu.. Ranjang…?”
“Yeepp..” Jawab Renno dengan cepat. Dan entah mengapa Tubuh Allea memanas ketika mengingat dirinya akan tidur sekamar bahkan seranjang dengan Renno nantinya. “Kamu kenapa merah Gitu..” Tanya Renno sembari mendekatkan Wajahnya lebih dekat kearah wajah Allea.
Allea langsung gelagapan mendengar pertanyaan Renno tersebut apalagi saat Renno mendekatkan wajahnya. Allea langsung menangkup kedua pipinya dengan kedua telapak tangannya, Astaga… Kenapa Dia jadi seperti ini..?? “Ahh enggak.” jawabnya masih dengan malu-malu.
Melihat Allea yang terlihat malu-malu membuat Renno tersulut akan sesuatu. Sial..!! kenapa seperti ini.. Wanita ini membuatnya menjadi lelaki yang Aneh. Membuatnya berbeda dengan sosok yang ia bangun selama ini setelah putus dengan Nessa. Akhirnya dengan sedikit menyunggingkan senyumannya Renno melangkah lebih dekat kearah Allea, tapi Allea mundur satu langkah, Renno maju lagi dan Allea mundur lagi. Astaga,, ini benar-benar Menyenangkan, Pikir Renno dalam hati.
“Kenapa Menjauhiku..?” Entah Apa yang membuat Renno berubah menjadi lelaki penggoda seperti sekarang ini.
“Ahhh Enggak..” Lagi-lagi Allea gugup dengan kedekatan mereka.
Renno menundukkan dan memiringkan Wajahnya hingga sejajar dengan wajah Allea. Jarak wajah Mereka hanya beberapa senti. “Cepat mandi dan bikinkan aku Nasi Goreng, Aku sudah kelaparan.” Kata Renno dengan serak tepat di depan bibir Allea, dan langsung meninggalkan Allea yang terpaku begitu saja.
Renno keluar Dari kamarnya dengan menyunggingkan sebuah senyumannya. Entah mengapa dia merasa senang menggoda Allea seperti itu. Sedangkan Allea sendiri merasakan seakan-akan tubuhnya terbakar, dia menangkup kedua pipinya sendiri dengan kedua telapak tangannya lagi. Astaga…. dia bahkan merasakan suasana didalam kamar tersebut menjadi panas.. dirinya harus mandi sekarang juga…
***
Setelah mandi dan mengenakan pakaian bersihnya Allea langsung keluar dari kamar dan menuju kedapur, melewati Renno begitu saja yang berada di depan Tv. Sedangkan Renno sendiri langsung mengalihkan pandangannya kearah Allea ketika mencium Aroma segar dari badan Allea, Aroma yang sama dengan Aromanya saat setelah mandi, namun entah mengapa dirinya merasakan jika Aroma Allea tetap yang terbaik.
Renno semakin membulatkan matanya ketika mendapati Allea dengan Daster Hello Kitty mungilnya yang panjangnya hanya Selutut, sedikit lebih kecil karena dada dan Perut Allea kelihatan sangat menonjol, rambut Allea yang setengah basahpun menjadi sasaran pandangannya, belum lagi betis dan lengan Allea yang entah mengapa terlihat putih mulus. Astaga.. Renno benar-benar Langsung menegang saat itu juga.
Apa karena Daster itu..? Allea berpakaian sederhana namun entah mengapa itu semakin membuat Renno ingin melahapnya bulat-bulat. Jujur saja, Renno tak pernah melihat Wanita mengenakan Daster seperti itu seumur hidupnya, Apa semua wanita yang mengenakan Daster akan Se sexy Allea..? Sexy..?? tunggu dulu, sejak kapan Allea yang biasa-biasa saja menjadi wanita yang sexy dan menggoda untuk Renno..??
“Mas Renno ngapain..??”
Renno baru Tersadar ketika mendengar pertanyaan yang terdengar heran dari Allea. Dan Benar saja jika Allea saat ini sedang Heran, karena tanpa ia sadari ternyata sedari tadi Kakinya sudah melangkah kearaah Allea bahkan saat ini tubuhnya hampir saja menempel di bagian tubuh belakang Allea.
“Ehh.. emm,, Aku.. Aku…” Renno pun tampak gugup dan tak tau harus menjawab apa karena dia sendiripun tak tau kenapa dirinya bisa sampai tepat di belakang Allea.
“Apa ada yang salah,.?” Tanya Allea lagi yang saat ini sudah menghadapnya dan sangat dekat dengannya.
“Rambutmu kan masih basah, harusnya kamu pakai handuk. Lihat, karpetku jadi basah kan..” Kata Renno kemudian sambil menunjukkan karpet dibawahnya yang sama sekali tak Basah. Renno benar-benar tak tau harus memberikan alasan apa, baru kali ini dia seperti ini dihadapan wanita.
“Maaf…” Kata Allea kemudian sambil menunduk.
Renno lalu masuk kedalam kamarnya dan kembali dengan sebuah handuk ditangannya. “Pakai ini, biar nggak membasahi karpetku.” Kata Renno dengan kesal sambil melemparkan Handuk kepada Allea,. Sebenarnya Renno tak kesal dengan Allea, dia kesal dengan dirinya sendiri karena dengan mudah dan cepatnya dirinya tergoda dengan Allea yang sederhana itu.
Dan Rennopun semakin semakin merutuki dirinya sendiri karena sudah memberikan handuk kepada Allea sehingga Allea menyanggul Rambutnya keatas dengan handuk tersebut, menampilkan Leher jenjang Allea yang putih mulus. Sial…!! Renno dengan susah payah menelan ludahnya, dia bahkan membayangkan jika bibirnya berada di leher tersebut, dan itu semakin membuatnya menggila,.
Renno mengingat-ingat saat mereka bercinta dulu apakah Renno mencumbui leher tersebut..?? dan lagi-lagi Renno berakhir dengan menyumpahi dirinya sendiri karena tak mengingat apapun saat bercinta dengan Allea pada saat itu. Sialan…!!!
“Mas Renno kenapa Lagi..?” tanya Allea lagi saat melihat Renno yang masih ternganga sambil memandangnya.
Shitt…!!! lebih baik lanjutkan masakanmu. Aku mau Olahraga dulu.” Kata Renno sambil bergegas pergi. Dia tak mau lama-lama di dekat Allea, itu membuatnya semakin Gila dan Frustasi. Dirinya juga tak habis fikir, bagaimana bisa Allea yang sederhana tersebut merawat tubuhnya hingga terlihat menggairahkan saat dipandang..? Apa dirinya baru menyadari ini..? dan apa hanya dia yang menyadarinya..?? Sialan..!!! Renno yang saat ini sudah berada diatas Treadmill diruang olahraga pribadinya mempercepat Laju Treadmillnya tersebut, berharap suapaya bisa mengalihkan perhatiannya dari Allea yang Sexy..
Allea menggeleng-gelegkan kepalanya saat melihat tingkah laku Renno yang semakin aneh. Diapun melanjutkan memasak Nasi Gorengnya untuk Renno.
Alleapun selesai membuat Nasi goreng untuk Renno. Dan dia akan bergegas membuat Kopi dan susu untuk Renno dan dirinya sendiri. Tapi Allea di kejutkan dengan bel pintu Apartemen Renno yang berbunyi. Siapa yang kira-kira bertamu pada pagi hari..? Pagi..?? Astaga.. ini sudah hampir jam 10 siang. Allea bahkan lupa waktu ketika bersama Renno.
Dibukannya pintu tersebut menampilkan Sosok Ramma dengan pandangan terejutnya.
“Kamu.. ngapain disini..?” Tanya Ramma kemudian.
“Emm.. saya.. saya tinggal disini.”
“Apa..?” Teriak Ramma Tak percaya. “Sialan..!!! Seharusnya aku tau Jika Si Renno sudah makin parah.” Gerutu Ramma lenngkap dengan umpatannya. “Renno mana.?” Tanya Ramma kemudian.
“Dia masih olah Raga, masuk aja Mas..” Ajak Allea kemudian, Lalu Rammapun masuk dan Allea mengikutinya dari belakang tapi kemudian Allea menuju kedapur. “Mas Ramma mau minum apa..?” Tanya Allea kemudian.
“Nggak perlu.” Jawab Ramma Cuek sambil melempar tasnya ke sofa ruang tamu Renno, namun tiba-tiba dirinya sedikit tertarik mengikuti Allea yang sibuk di dapur, belum lagi mencium aroma masakan Allea yang benar-benar menggugah selera makannya. “Kamu lagi ngapain..?” Tanya Ramma ketika sudah berada didekat Allea.
“Ini lagi bikin Kopi buat Mas Renno.” Jawab Allea kemudian.
“Kamu Kayak istrinya aja.” Gerutu Ramma kemudian dia mengalihkan pandangannya kepada penggorengan yang didalamnya masih ada Nasi Goreng buatan Allea. “Apa itu..?” tanya Ramma kemudian.
“Ohh.. ini Nasi Goreng, Mas Ramma mau..?” tanya Allea kemudian.
“Enak Nggak..?? Awas kalo sampek perutku sakit karena makan makanan ini.”
Allea Tersenyum. Ternyata Ramma adalah type orang yang enak di ajak bicara, dirinya bahkan tak canggung, berbeda ketika dihadapan Renno. “Ini Enak dan Higienis, jadi Mas Ramma nggak mungkin sakit perut.” Jawab Allea kemudian.
“Ok.. kalo gitu siapkan satu untukku ya…” Kata Ramma sambil tersenyum.
“Ngapain Lo Kesini..?” suara itu mengagetkan mereka berdua, suara dingin milik Renno. Astaga… benar-benar terdengar dingin. Ramma tau jika Renno tak suka dengan kedekatannya dan Allea, dan itu membuat Ramma geli, Ramma bahkan memiliki ide gila untuk membuat Renno Cemburu dan terlihat semakin Bodoh.
Tiba-tiba dirangkulnya pundak Allea dengan mesrah. “Gue Cuma mau numpang makan, dan ternyata Gue nggak salah mampir, Masakannya enak.” Kata Ramma sambil menyunggingkan senyuman mengejeknya.
Perut Renno seakan menegang oleh Amarah. Sialan..!! berani-beraninya si Ramma merangkul mesrah Wanita yang sedang mengandung anaknya tersebut dihadapannya, apa Ramma mau cari mati..?
“Brengsek Lo..!! Singkirkan tangan Lo dari pundaknya atau..”
“Atau apa..?” tantang Ramma kemudian.
Dan Rennopun tak menjawabnya. Renno tau jika dia menantang Ramma berkelahi dirinyalah yang akan kalah. Ramma memiliki sabuk Hitam Taekwondo, belum lagi Olah raga yang sangat di gemarinya Thai Boxing membuatnya berfikir dua kali untuk menantang Ramma.
Renno tak banyak Omong lagi, dirinya langsung memisakan Ramma dari Allea, dan memilih berdiri di tengah-tengah Allea dan Ramma. “Sebenernya Lo mau ngapain kemari..?” Tanya Renno lagi.
Ramma tertawa penuh dengan kemenangan, Ternyata Si Renno sudah jatuh di lubang yang sama Seperti Dhanni. Renno sudah masuk dalam ‘Zona Bahaya’ Tersebut. Ramma lalu menuju ke Sofa tempat dia menaruh tasnya tadi. “Gue perlu tanda tangan Lo.” Kata Ramma sambil mengeluarkan sebuah Map untuk Renno.
Renno lalu memandang kearah Allea “Tetap disini.” Desis Renno kepada Allea. Dirinya tak bisa memikirkan bagaimana jika Ramma juga sama tergodanya dengan penampilan  Allea… Astaga.. pagi ini Allea benar-benar terlihat Sexy di matanya. Apa Ramma juga melihatnya seperti itu..?? Ahhh sialan..!!! Seharusnya dia tak membiarkan Ramma mengunjunginya di Apartemen ini.
Dengan sedikit cemberut Renno menyambar berkas-berkas tersebut dan mempelajarinya. “Lo bener-bener tinggal seatap degannya..?” Tanya Ramma dengan nada tak percaya.
“Kenapa..? Lo kan juga tinggal seatap dengan Zoya tanpa menikah.”
Ramma tersenyum. “Itu kan beda Renn, Gue tinggal seatap karena memang kami saling cinta dan saling memiliki, sedangkan kalian kan enggak.”
“Setidaknya kami akan memiliki Anak. Jadi Gue Cuma berusaha bertanggung jawab.” Jawab Renno masih dengan memperhatikan kertas-kertas yang dibawa Ramma tadi.
“Lo yakin itu hanya tanggng Jawab..?”
“Lo nggak percaya sama Gue..?”
Dan Ramma lagi-lagi tersenyum mengejek. “Gue fikir Lo sama kayak Gue yang Tergoda dengan tubuh Bagus Wanita itu..” Goda Ramma kemudian yang membuat Renno meledak.
Renno lalu berdiri dan membanting kasar Map-Map beserta kertas-kertas yang dibawanya tersebut keatas meja. “Sialan Lo…!! Pergi dari sini sekarang juga.” Teriakan Renno membuat Allea kaget. Sedangkan Ramma malah tertawa terbahak-bahak melihat kemarahan sahabatnya yang benar-benar tak terkendali tersebut.
“Renn.. Lo bener-bener udah parah.. hahhahaha” Kata Ramma masih dengan tertawa.
Dan Renno masih belum bisa menahan amarahnya. Dia lalu duduk kembali dan mengambil kertas-kertas tersebut lagi. “Kalo niat Lo kesini Cuma buat gangguin dia mending Lo pulang.” Desis Renno kemudian.
“Hahahha sialan…!!! Gue Cuma Godain Lo aja Renn.. dan ternyata Lo bener-bener udah parah, hahhahah”
“Sialan Lo..!!” umpat Renno kemudian. Tapi setelah difikir-fikir ternyata ada benarnya juga apa yang dikatakan Ramma. Dulu ketika dirinya Cinta kepada Nessa dan mengetahui Nessa bersama sahabatnya, Dhanni, Dirinya memang marah, tapi tak semarah ini, dirinya bahkan mau mengalah untuk kebahagiaan Nessa dan Dhanni. Tapi entah kenapa semua ini berbeda ketika dengan Allea. Bahkan jika Ramma benar-benar menginginkan Allea, Renno bersumpah tak akan melepaskan Allea dari tangannya. Ada apa ini..?? Ada apa dengan dirinya…?
Ramma sudah tak tertawa lagi, tapi masih menyunggingkan senyuman mengejeknya. “Lebih baik Lo cepat-cepat nikahin dia Renn.. Sebelum Dia jatuh ketangan orang lain.” Nasehat Ramma.
“Dia nggak mungkin jatuh ketangan orang lain.”
“Lo yakin..? kalo lo nggak mau lebih baik Gue….”
“Ramm.. Lo jangan mancing Gue lagi.” Potong renno dengan desisan tajamnya.
Dan Rammapun kembali tertawa. “Renn Gue bercanda.. Gue nggak mungkin kencan Dengan Cewek Lo atau istrinya Dhanni.” Kata Ramma masih dengan tertawa.
“Dan juga Adek Gue.” Kata Renno masih dengan memandang kertas-kertas yang di lemparnya tadi. Dan setelah perkataan Renno itupun Ramma langsung menghentikan Tawanya seketika. Ramma menelan ludahnya dengan susah payah, entah mengapa kini dirinyalah yang mulai terpancing dengan kata-kata renno.
“Nihh Gue udah tanda tangan.” Kata Renno yang belum menyadari kepucatan Wajah Ramma karena ucapannya.
Ramma lalu menyambar kertas-kertas tersebut, merapikannya dan memasukkannnya kedalam tas dengan cepat. “Ok.. Gue Balik dulu.” Kata Ramma tanpa senyuman-senyuman tengilnya seperti tadi.
Mengetahui Ramma akan bergegas pergi Alleapun langsung menghampiri mereka. “Loh.. mas Ramma mau pergi.. itu Nasi Gorengnya udah aku siapin.” Kata allea kemudian, lalu tanpa di sangkanya Renno meraih telapak tangan Allea dan menggenggamnya.
Ramma yang melihatnya hanya tersenyum geli. “Lain kali aja, aku mampir lagi. Kayaknya Si Renno nggak suka kalo ada tamu.”
“Sialan Lo..!!” umpat Renno kemudian.
Dan Rammapun akhirnya keluar dari Apartemennya yang di pinjam Renno dengan menyunggingkan tawa lebarnya. Astaga.. ini benar-benar menyenangkan, sepertinya dirinya akan mempunyai mainan baru yaitu membuat Renno meledak-ledak seperti orang bodoh. Pikirnya kemudian.
Sedangkan Renno yang tak menyadari jika dirinya sudah menggenggam tangan Allea langsung melepaskannya begitu saja ketika sadar dengan tingkah lakunya. “Ayoo makan, aku lapar.” Katanya sambil bergegas meninggalkan Allea menuju ke meja makan.
Renno duduk dan memakan Nasi gorengnya dengan Lahap tanpa memperhatikan Allea, dia takut terpengaruh oleh penampilan Allea.
“Nanti ikut aku keluar, kita belanja kebutuhan kamu.” Kata Renno masih tak mau memperhatikan Allea.
“Kebutuhanku..??” tanya Allea tak mengerti.
“Iya.. kayaknya baju-bajumu sudah nggak muat dan nggak layak pakai.”
“Apa..?? ini masih muat kok..” Allea masih tak mengerti, dirinya tak memiliki baju ketat, kebanyakan bajunya adalah baju-baju longgar seperti Daster, baju tidur, atau Kaos oblong yang masih lumayan besar saat di kenakannya.
“Muat..?? Kamu nggak lihat itu semua pada menonjol kayak gitu..? Si Ramma tadi bahkan memandangmu seakan-akan ingin menelanmu hidup-hidup.”
“Apa..? Masak sih..??” tanya Allea tak percaya.
“Kecuali kalau memang kamu berniat menggodaku dan tidur denganku, aku mengijinkanmu memakai pakaian itu.” Ucap Renno tanpa dia Sadari.
‘Gleekk..’ dengan gugup Allea menelan Ludahnya. Menggoda lelaki ini..?? dan tidur bersamanya..?? Astaga.. apa dirinya sudah terlihat seperti wanita penggoda..?? Apa lelaki ini tergoda dengannya..??? batin Allea.
Renno yang baru menyadari perkataannnya tadi langsung merutuki dirinya sendiri dalam hati. Dengan gugup Renno memebenarkan posisi duduknya. “Lupakan yang aku bicarakan tadi. Aku mandi dulu. Nasi Gorengnya enak.” Kata Renno sambil meninggalkan Allea yang diam membatu memandangnya.
***
Renno dan Allea sudah selesai belanja kebutuhan dapur. Allea berniat untuk memasakkan Renno setiap hari sehingga dia tidak merasa tak Enak karena menumpang dengan Renno secara gratis. Sedangkan Renno sendiri meng iyakannya karena memang dia suka masakan Allea.
Renno juga sudah membelikan beberapa baju hamil untuk Allea. Mereka masih saja mengelilingi pusat perbelanjaan tersebut, membuat semua mata wanita yang memandang mereka iri. Bagaimana tak Iri, Sedari tadi Renno dengan mesrahnya menggenggam telapak tangan Allea, seakan-akan mengklaim jika Allea hanta miliknya. Astaga… lelaki setampan dan sekeren Renno melakukan itu kepada wanita berperut buncit yang biasa-biasa saja seperti Allea..??
“Kita mampir disitu yaa.. kamu mungkin capek dan lapar.” Ajak Renno sambil menuju kearah Restoran yang berada di unjung.
Dan Allea hanya mengangguk dan menurut.
Mereka Akhirya masuk kedalam Restoran tersebut dan memesan makanan, tapi ketika menunggu makanan pesanannya datang Renno dikejutkan dengan kedatangan Dhanni dan Nessa, beserta anak mereka.
“Kalian disini juga..?” Tanya Dhanni yang sudah duduk sebelah Renno.
“Hai..” Sapa Nessa kepada Allea sambil ikut duduk di sebelah Allea.
“Hai..” Alleapun menyapa balik.
Sedangkan Renno sendiri menegang saat melihat kedatangan Dhanni dan Nessa. Bagaimanapun juga rasa Canggung akan selalu ada di antara mereka. “Iya kami mau makan. Kalian sendiri sedang cari apa..?” tanya Renno sedikit berbasa-basi.
“Kami juga cari makan.” Jawab Dhanni kemudian.
“Gabung disini aja.” Entah Dari mana Renno mendapat keberanian mengucapkan itu.
“Ok Kita akan gabung kalo lo yang teraktir.” Canda Dhanni membuat semuanya tertawa.. dan suasana di sekitanya pun mulai mencair.
Lama mereka makan bersama sambil bertukar cerita sesekali bercanda. Renno tak lagi merasakan kekakuan diantara dirinya, Dhanni, dan Nessa. Apa karena keberadaan Allea.?? Ahh entah lah…
Alleapun demikian, dirinya merasa nyaman dengan kedatangan Nessa. Ternyata Nessa wanita yang baik. Mereka banyak bercerita tentang kehamilan karena saat ini Nessapun sedang hamil dua bulan anak keduanya. Beginikah wanita yang di cintai Renno…?? mengingat Hal itu Allea sedikit minder dengan dirinya sendiri. Nessa wanita yang sangat Cantik, baik dan tubuhnyapun masih bagus padahal dirinya sudah memiliki satu anak.
“Apa dia sudah bergerak-gerak..?” tanya Nessa sambil memegang perut Allea.
“Emm sudah, hanya sesekali saja.” Jawab Allea kemudian.
Nessa lalu tersenyum manis. “Aku senang, Kak Renno mendapatkan wanita baik seperti kamu.” Kata Nessa dengan tulus.
“Ahh.. hubungan kami tak seperti itu..” Allea menunduk malu dengan pujian Nessa.
“All.. Kak Renno nggak pernah main-main sama Wanita.. dia Lelaki yang baik Dan bertanggung Jawab. Kamu beruntung mendapatkannya dan dia juga beruntung mendapatkan wanita baik dan cantik seperti kamu.” Lanjut Nessa lagi.
Allea hanya tersenyum, ternyata Nessa adalah wanita yang baik, pantas saja dua sahabat ini pernah memperebutkannya. Dan sepertinya mereka nantinya akan menjadi teman baik.
“Kalo kamu perlu teman ngobrol atau membahas tentang kehamilan, telepon aku saja ya.. ini nomerku, Aku pikir kita akan jadi teman baik.” Lanjut Nessa lagi.
Dan Allea sangat senang menerimanya. Terkadang dia memang membutuhkan seoang teman baik yang bisa diajak bicara.
“Sayang, ini sudah malam, Ayo pulang, Brandon sudah ngantuk nihh..” Kata Dhanni yang sudah berdiri menggendong brandon anak pertama mereka.
“Ya udah All.. aku pulang dulu ya.. jangan lupa Telepon.” Pamit Nessa.
“Iya..” jawab Allea sambil tersenyum.
“Ok. Kami balik Dulu Yaa Renn.” Kata Dhanni berpamitan.
“Ayoo Kak,” Nessapun ikut berpamitan dengan Renno. Dan Renno hanya tersenyum sambil mengangguk.
“Apa kita juga pulang..?” Tanya Renno kemudian.
Allea mengangguk. “Iya.. aku sudah capek.” Dan merekapun Akhirnya memutuskan untuk pulang.
***
Sesampainya dirumah…
Allea bergerak gelisah kesana kemari diatas Ranjang Renno. Astaga… kenapa dia merasaan kepanasan seperti ini..? padahal Renno saja belum disini. Saat ini Renno masih di dalam kamar mandi, entah dia sedang apa Allea tak tau. Yang jelas Allea saat ini gelisah tak menentu dengan perasaannya sendiri.
Rennopun akhirnya keluar dari kamar mandi hanya mengenakan kaus dalamnya dan celana piama. Entah kenapa setiap saat Renno benar-benar terlihat tampan di mata Allea. Allea bahkan berharap jika anaknya nanti terlahir dengan jenis lamin laki-laki supaya bisa mewarisi ketampanan Ayahnya.
Dan tanpa rasa Canggungnya Renno langsung melemparkan diri keatas Ranjang tepat di sebelah Allea. “Ahhh… nyamannya..” Desah Renno kemudian.
Mendadak tubuh Allea menjadi kaku. Lelaki ini benar-benar akan tidur di sebelahnya..??? Astaga.. apa dirinya nanti bisa tidur dengan tenang..??
“Kamu belum tidur..?” Tanya Renno kemudian.
“Emm.. belum..”
“Apa yang Kamu fikirkan..?”
“Nggak Ada.. Hanya nggak bisa tidur saja.” Jawab Allea bohong, padahal saat ini Allea sedang memikirkan hal-hal Erotis yang tak pernah terfikirkan oleh Otanya sebelumnya, tapi entah kenapa beberapa hari ini dirinya selalu memikirkan hal itu. Terlebih lagi di dalam fikirannnya tersebut adalah Renno dan dirinya sendiri. Astaga….
“Apa tadi aku terlihat tegang..?” Tanya Renno kemudian tanpa mengalihkan pandangannya dari langit-langit kamarnya. Saat ini keduanya memang sedang sama-sama tidur dengan memandang langit-langit kamar tersebut.
Allea lantas memandang Kearah Renno. “Tadi..? Maksud Mas Renno..?” tanya Allea ta mengerti.
Renno menghela nafas panjang. “Saat Bertemu dengan Dhanni dan Nessa..” Jawabnya Lirih..
“Oww…”
“Aku berusaha bersikap sebaik mungkin, tapi sepertinya aku tak dapat membohongi perasaanku sendiri. Bagaimanapun juga Aku pernah Cinta dengan Nessa, hubungan kami sempat memburuk, Aku bahkan sempat kabur keluar Negri hanya untuk melupakan Nessa, dan semuanya berakhir sia-sia. Aku ingin tak ada kecanggungan saat ami bertemu tapi sepertinya itu tak mungkin..” Renno bercerita panjang lebar.
Allea tak mengerti kenapa Renno bisa menceritakan semua itu kepadanya. Mungkin Renno benar-benar merasa tersiksa melihat Wanita pujaan hatinya bersanding dengan sahabatnya sendiri. Renno hanya terlalu cinta Dengan Nessa, bahkan Allea mengingat dengan Jelas saat malam itu merea lalui Renno tak pernah berhenti menyebut nama Nessa.
“Nessa wanita yang baik… dia pantas mendapatka Dhanni..” kata Renno dengan nada lirih.. Allea merasa iba melihat lelaki disebelahnya sedih seperti itu, entah kenapa hatinyapun ikut tersakiti.
“Mas Renno juga akan mendapatkan wanita yang lebih baik lagi nantinya..” Kata-kata itupun keluar dari bibir Allea. Membuat Renno menatap Allea dengan tatapan kosongnya.
Renno melihat Wajah Allea yang entah kenapa terlihat seakan-akan bercahaya, Astaga… dari mana datangnya malaikat ini..?? Aku sudah jahat dan kasar terhadapnya, sudah menghancurkan masa depannya, tapi dia masih bisa menerimaku dengan senang hati. Apa dia tak memiliki Rasa benci..? Apa dia tak memiliki Emosi..??? batin Renno berkata.
Tanpa Renno Sadari dirinya semakin mendekatkan wajahnya kewajah Allea, tangannya pun sudah mengelus pipi Allea membuat Allea memejamkan matanya.Wajahnya semakin dekat… semakin dekat… dan akhirnya di tempelkannya bibirnya pada bibir mungil Allea, Sambil memejamkan mata Renno menikmati setiap inci dari bibir Allea. Menghisapnya.. mencari-cari rasanya… Allea yang memang tak pandai berciuman bahkan tak pernah berciuman pasrah dengan apa yang dilakukan Renno.
Merasakan Allea yang sudah pasrah terhadapnya membuat Renno semakin menggila, dirinya menginginkan lebih, dilumatnya bibir Allea penuh gairah yang membara… renno Menuntut lebih, menginginkan lagi dan lagi… kali ini Renno sudah mengecupi setiap inci dari rahang Alleaa, menuju kelehernya.. oh.. Leher yang tadi pagi menggodanya, Akhirnya Renno bisa mencapai leher tersebut dengan bibirnya, Bahkan Renno memberikan Tanda kepemilikan di Leher Allea, Allea hanya miliknya… hanya miliknya…
Renno mendengar samar-samar desahan dari bibir Allea membuat Renno melarikan bibirnya kebibir mungil tersebut lagi… mengecapnya Kembali… Sialan…!!! dirinya benar-benar semakin menggila… Renno menginginkan Allea Saat ini juga…..

_TBC_

Mana nichh.. Suaranya RennAll Lovers..??? Gimana.. gimana… Seru kan Chapter ini…. Ayooo… tunggu lanjutan kisah mereka yaa…. jangan lupa Like halaman FB Mamabelladramalovers ya… heheehehe

Advertisements

8 thoughts on “Because It’s You (Novel Online) – Chapter 7

  1. ramma lebih sinting dari kedua sahabatnya tapi apa bener dia mencintai sasha
    renno mulai menggila nich
    mau apa dia coba
    allea kebangetan sich polosnya
    disuruh ini itu mau aja

    Like

  2. Ramma seneng banget ngejailin renno, hayyoo awas lho tar kualat, gimana klo nanti giliran ramma yg balik dijailin..
    Wah, sepertinya kejadian dulu akan terjadi lagi 😱

    Like

  3. Renno saat ini emng mngikuti jejak Ramma,,tinggal seatap dgn lawan jenis,,apkh bgtu susah mengikat seseorang yg jelas2 udah qt miliki hati dan raganya?? Jgn smpe km nysel yg ketiga kalinya Renn

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s