romantis

Barbie In Love – Oneshoot FF – Nichkhun 2PM – Victoria F(X)

gdgdfddgdfg2Barbie In Love

Tittle : Barbie in Love

Cast : Victoria F(X) – Nichkhun 2PM

Support Cast : Tiffany SNSD – Kyuhyun Super Junior

Genre : Roman, Action (Sedikit hehehe)

From Author ; Haii,, aku balik lagi niiih… karna mungkin kalian pada jenuh baca FF atau Novel online Chapteredku akhirnya aku menyajikan sebuah Oneshoot FF supaya menjadi selingan yaa…. hehheheh jadi selamat membaca.. jangan lupa tinggalkan komentar…

 

_Victoria_

Cantik, kaya, terkenal. Itulah aku Song Victoria. Apapun yang aku inginkan aku hanya tinggal menjentikkan jari dan semua itu akan berada dihadapanku. Aku memang bukan seorang Actrees, penyanyi ataupun model, namun ketenaranku melebihi mereka semua, kenapa..? Karena aku adalah satu-satunya pewaris perusahaan minyak terbesar di Asia, Song Empire Group.

Aku tidak mempunyai ibu ataupun ayah, mereka berdua sudah meninggal sejak umurku 13 tahun. Teman..? tidak.. aku tak mempunyai seorang temanpun. Karena tak akan ada seorangpun yang berani berteman denganku. Kalaupun ada aku pastikan mereka hanyalah lintah darat yang bermuka dua, berteman hanya untuk memanfaatkanku saja.

Aku hanya mempunyai seorang kakek yang menurutku cukup nyetrik di usianya yang sudah kepala enam. Dia manusia yang paling kusayangi di muka bumi ini begitupun sebaliknya. Kakek akan menuruti apapun kemauanku, tak heran walau umurku sudah menginjak 25 tahun tapi kelakuanku masih amat sangat manja.
Aku sangat menyukai kehidupanku saat ini yang menurutku sudah seperti di negri dongeng. Ahhh… ini benar-benar menyenangkan..

“Nona Apa baju yang ini..?” tanya salah satu pelayan kepadaku sabil menyodorkan sebuah dress berwarna Peach.

“emmm sepertinya itu sudah usang. Aku ingin yang baru.” Dan setelah kata-kataku itupun dia kembali keruangan yang khusus menyimpan segala jenis pakaianku.

Aku memang bukan seorang model, tapi aku sangat menyukai Fasion. Mulai dari tas sepatu jam tangan dan semuanya yang mendukung penampilan pasti akan ku koleksi. Aku seorang Type yang gila belanja.

Tapi aku tak peduli. Kekayaanku tak akan berkurang hanya karena aku menghabiskannya untuk membeli pakaian.

Hingga semua orang yang mengenalku pasti menjulukiku sebagai Barbie dari Korea. Karena kecantikan dan keproposionalan tubuhku yang benar-benar mirip dengan Barbie. Tapi ada juga segelintir orang yang menganggapku sebagai Nenek Sihir. Segelintir orang itu tak lain tak bukan adalah beberapa pelayan di rumah ini, mereka hanya iri saja dengan apa yang sudah kumiliki.

Tiba-tiba pintu kamarku dibuka oleh seseorang, orang itu benar-benar tak tau sopan santun, tidak bisakah dia mengetuknya terlebih dahulu..?

“Sedang apa kau disini..?” Tanyaku ketus pada sosok tinggi kekar dan tegap yang berada di hadapanku saat ini. Dialah Nichkhun, Bodyguardku.

Aku melihatnya sekilas terkejut melihat keadaanku yang saat ini hanya mengenakan handuk mandi dari dada sampai di atas lututku. Tapi semua itu hanya sekilas, lalu dia memasang wajah dingin datar tak terbacanya kembali sambil memalingkan pandangannya kearah lain.

“Maafkan saya, tapi kakek andaa sudah terlalu lama menunggu anda.” Katanya dengan formal dan datar. Aku benci itu.

Aku tersenyum karena di dalam otakku mempunyai rencana Jail. Aku ingin menggodanya….

Apakah dia masih memasang wajah datar sialannya itu atau dia akan memerah..? dan aku benar-benar ingin tau reaksinya. Aku melangkahkan kakiku menuju kearahnya, mendekatkan tubuhku supaya menempel pada tubuhnya yang tegap itu sesekali menggesekkannya. “Benarkah…? Apa kau tak menungguku juga…?” kataku dengan nada menggoda.

Aku melihat dia menelan Ludahnya susah payah. Dia gugup. Tapi ekspresi wajahnya masih sama datarnya dengan tadi. “Tidak.” Katanya tegas. “Selesaikan itu dan cepat turun.” Lanjutnya lagi dengan nada dingin. Lalu diaapun pergi meninggalkan aku.

Huuhh.. aku benar-benar tak habis fikir dengan Nichkhun, apa dia terlahir di kutub utara hingga dia menjadi manusia es yang super dingin..? atau apakah ia terlahir tanpa urat diwajahnya hingga membuatnya terlihat tak berekspresi..? aku ingin sekali melihat senyumannya. Pasti sangat manis mengingat wajahnya yang amat sangat tampan bahkan ketampanannya di atas rata-rata itu.

Dia tak Cocok menjadi seorang Bodyguard.

Sudah setahun ini aku mengenalnya sebagai Bodyguardku. Ketika Kakek mengenalkannya kepadaku, aku kira dia adalah sosok yang akan di jodohkan kakek untukku, nyatanya dia hanya seorang Bodyguardku. Sial.

Sebelumnya aku tak pernah terpengaruh dengan lelaki lain, tapi dengan Nickhkun berbeda. Dia membuatku penasaran. Wajahnya yang tak pernah sekalipun menampakkan senyuman tanpa permisi memasuki mimpi-mimpiku. Dan tak bisa dipungkiri jika jantungku berdebar lebih cepat ketika berada di sampingnya. Aku menyukainya.

Tapi dia tidak. Dia memiliki kekasih bahkan aku mendengar dia sudah bertunangan dengan kekasihnya itu yang tak lain tak bukan adalah seorang pelayan di rumah ini. Sialan. Aku kalah dengan seorang pelayan.
***
Aku berjalan menuruni tangga, kali ini tubuhku berbalut Dress dengan warna pink yang imut dan lucu namun tetap terlihat Elegant. Semua mata tertuju padaku kecuali mata dingin itu. Mata Nichkhun. Dia tak memandangku. Sialan.!

Hari ini rencananya aku akan menemani Kakek bermain Golf. Aku benci saat-saat seperti ini. Tapi karena aku menyayangi kakek mau tak mau aku mengikutinya juga. Sekalian bisa memandangi Nichkhun sepuasnya.

Nichkhun benar-benar berbeda dengan Bodyguardku yang lain. Tubuhnya memang tegap dan Kekar, namun dia sedikit lebih ramping dari pada Bodyguardku yang lain, tapi kemampuannya jangan ditanya lagi. Dia sudah mempunyai Sabuk Hitam di Taekwondo, keahlian dalam melempar pisaunya jangan di tanyakan lagi. Bermain pedang atau samurai sudah menjadi olehraganya sehari-hari, bahkan dia sudah mempunyai lisensi menggunaan senjata api. Aku benar-benar merasa terlindungi jika berada di sampingnya.

Wajahnya,…. hemmbb… Dia lebih cocok menjadi Aktor, model bahkan anggota boyband. Sumpah, demi apapun juga yang ada di bumi ini, dia benar-benar terlihat sangat tampan. Belum lagi pakaiannya yang selalu terlihat pas melekat ditubuhnya membuatku semakin tergila-gila padanya.

Apa aku bilang tadi..? tergila-gila..? tidak.. ini tak boleh dibiarkan, mana mungkin orang sepertiku tergila-gila dengan Bodyguard seperti Nichkhun..

Tapi jujur saja, makin kesini dia semakin membuatku sesak nafas saat melihatnya.

“Nona, apa yang anda lakukan..?” tanya suara berat tepat di belakangku.

“Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan, kenapa kau mengikutiku..?” Tanyaku kembali pada seorang dibelakangku yang kuyakini orang itu adalah Nichkhun.

Aku saat ini memang sedang berjalan sendirian diarea lapangan Golf, dan ternyata. Nichkhun mengikutiku dari belakang.

“Saya harus memastikan keselamatan anda nona.” Selalu saja jawaban itu yang membuatku semakin Jengkel. Memuakkan,.

“Apa tak ada jawaban lain selain itu..?” tanyaku sedikit kesal.

“maaf tapi memang itu jawabannya, ini memang sudah menjadi tugas saya untuk….”

“Cukup.” Kataku sambil membalikkan badanku dan menatapnya tajam. “Aku sudah muak dengan semua ini. Kau membosankan sekali.” Lanjutku lagi sambil menunjuk-nunjuk dadanya.

Dan tak ada reaksi darinya. Wajahnya tetap saja datar sedatar tembok. Dan aku benar-benar membenci itu. “Pergilah, aku bisa mengurus diriku sendiri.” Lanjutku lagi sambil bersiap untuk jalan kembali. Tapi aku merasakan dia masih mengikutiku.

“Nichkhun-sshi… kau mau membuatku gila..?” teriakku frustasi.

“Maaf, tapi ini tidak aman untuk anda nona.”

“Aku tidak peduli, yang aku inginkan hanyalah kau menjauh dariku.” Teriaakku lagi terhadapnya. Astaga.. ini benar-benar membuatku frustasi, dia masih saja memasang wajah tanpa ekspresinya.

Aku bersiap untuk lari dari hadapannya tapi tanpa kusangka dia meraih tanganku dan menariknya hingga tubuhku menempel pada dada bidangnya. “Jangan Lakukan hal yang bodoh, itu bisa melukai dirimu.” Katanya dingin. Astaga… saat ini aku merasakan jantungku mau melompat dari tempatnya.

“Aku tidak peduli.” Teriakku.

“Tapi Kakekmu peduli.” Jawabnya.

Aku melepaskan cengkeramannya dengan kasar lalu mulai berteriak lagi dihadapannya. “Aku tidak peduli jika kakek peduli terhadapku karena bukan itu yang ku inginkan.” Teriakku lagi teepat di hadapannya. Lalu aku mulai berlari menjauhinya.

“Victoria-sshi…” panggilnya kemudian sambil mengejarku. Aku suuka dia memanggil namaku, setidaknya itu lebih bagus dari pada harus memanggilku dengan sebutan Seformal ‘Nona’.

Aku tetap berlari, dan karena tak memperhatikan jalan kakiku tersandung, dan aku jatuh tersungkur. “Arrgghhh…” Rengekku kesakitan. Lututku berdarah, dan sepertinya pergelangan kakiku terkilir, rasanya sakit sekali. Dan itu membuatku menangis.

“Apa kau baik-baik saja..?” Tanya Nichkhun saat sudah berada di sampingku.

“Ini sakit sekali.” Rengekku kemudian.

Dia memeriksa kakiku dengan seksama. Dia memperlihatkan ekspresi khawatirnya. Apa dia benar-benar khawatir terhadapku…? “Ini biru dan sedikit bengkak, sepertinnya terkilir.” Katanya kemudian.

Dan aku masih saja menangis kesakitan.

“Mari, ku gendong, kita harus segera pulang dan mengobati kakimu.” Aku mengangguk. Dan dia mulai menggendongku.

Astaga… dadanya benar-benar bidang. Aku mengalungkan lenganku ke lehernya, lalu menyandarkan kepalaku di dadanya. ‘Deg deg… Deg degg….’ samar-samar aku mendengar dugupan jantung nya yang tak teratur. Apa dia gugup juga..?
Rasa sakitku benar-banar hilang seketika saat Nichkhun menggendongku, tangisku segera berganti menjadi senyuman kebahagiaan. Aku senang Nichkhun memperlakukanku seperti ini.

Di tengah jalan kami bertemu kakek Dan seluruh bawahannya, bisa di bayangkan bagaimana Ekspresi mereka. Terkejut dengan apa yang sedang mereka pandang. Seorang Nichkhun menggendongku dengan mesrah.

“Kaki Nona Victoria terkilir Tuan.” Kata Nichkhun kepada Kakekku sambil sedikit membungkukkan badannya.

“Cepat bawa dia pulang.” Kata kakekku, dan Nichkhun hanya mengangguk patuh. Dari semua Bodyguardku, Nichkun memang orang yang Pelit kata. Dia tak akan berbicara jika itu tak penting. Apa dia seperti itu juga dengan Kekasihnya..? huhhh pasti membosannkan sekali.

Kamipun sampai di mobil, aku mengira jika dia akan menurunkanku, tapi ternyata tidak. Dia tetap saja menggendongku sambil masuk dan duduk di kursi penumpang pada jok belakang mobil.

“Apa yang Kau lakukan..?” tanyaku dengan nada sedikit heran.

“Saya sedang menggendong anda.” Jawabnya datar.

“Ya.. aku tau.. tapi aku bisa duduk sendiri.”

“Kaki anda masih sakit.” Lagi-lagi jawabannya datar seperti Robot.
Dan aku hanya bisa terdiam, aku terlalu malas meladeni lelaki yang dingin dan datar Seperti Nichkhun.

***
_Nichkun_

Apa yang terjadi..? kenapa jantungku berdegup semakin kencang ketika aku menggendong nenek sihir ini..? apa Aku mulai terpengaruh dengannya..? tidak.. itu tidak boleh terjadi.

Aku mengenal Victoria Sejak setahun yang lalu. Ketika aku melangkahkan kakiku kedalam istananya yang biasa di sebut ‘Rumah putih’.

Kesan pertama saat melihatnya adalah Cantik. Tapi setelah lebih lama mengenalnya kata Cantik itu berubah menjadi kata Menyebalkan. Dia wanita yang sangat menyebalkan. Kami Para pelayan biasa memanggilnya nenek sihir, padahal jelas-jelas julukannya adalah Barbie. Dia sangat menyebalkan begi para pelayan di rumah putih.cerewet, kekanak-kanakan, dan suka sekali menyakiti Hati para pelayan dengan kata-katanya yang pedas.

Tidak Jarang tunanganku, Tiffany –Yang juga seorang pelayan di Rumah Putih- menangis tersedu-sedu karena kata-kata kasarnya. Aku tak tau mengapa dia sangat memusuhi Tiffany. Aku menyayanginya, siapapun yang menyakiti hati Tiffany akan berhadapan langsung denganku. Tapi jika itu si Nenek sihir, aku tak bisa berbuat apa-apa. Dia Majikanku.

Sebenarnya hidupku dan keluargaku sudah tercukupi. Saat itu ayahku yang seorang kepercayaan Keluarga Song ingin selalu mengabdi dengan keluarga ini di karenakan Hutang budi, Kakek Song dulu pernah membantu Ayahku. Ayah memasukkanku keakademi Militer. Lalu Kakek Songpun mendukungnya dengan biaya, belum lagi berbagai macam sekolah bela diri, Taekwondo, judo, Lempar pisau, samurai, bahkan Latihan menembakpun aku lalui hingga aku mendapatkan lisensi. Aku juga mengikuti beberapa kelas bisnis, karena kata ayah ini akan berguna untukku suatu saat nanti.

Aku memang terlihat sempurna mengingat fisik dan kemampuanku. Tapi aku baru sadar jika Saat ini aku hanya sebuah aset keluargaku untuk membalas budi kepada Keluarga Song. Aku terjerat dengan hutang piutang yang tak tertulis, dan aku sendiri sebagai uangnya untuk membayar hutang tersebut.
Aku benci itu..

Itu membuatku terikat dan tak bebas, hingga saat ini aku sama sekali tak bertegur sapa dengan ayahku karena masalah ini. Mau tak mau aku harus mengabdi pada Keluarga Song.

Hingga dua minggu yang lalu, pernyataan Kakek Song padaku secara pribaddi membuatku semakin murka..

*FlashBack*

“Khun… kau sudah datang..”
“Iya tuan.. apa ada yang bisa saya bantu,?”
“Duduklah… aku ingin mendiskusikan sesuatu hal yang serius.”
Akupun duduk menuruti permintaan lelaki tua yang sangat kuhormati ini.
“Khun… kau tau jika umurku sudah tak muda lagi, Bahkan kau pun tau jika aku sudah tak mampu mengurus semuanya termasuk Victoria dan seluruh Perusahaan-perusahaanku.”
Aku memandangnya dan hanya mengangguk.
“Aku lelah dengan Sikap Victoria, bahkan aku takut jika aku gagal untuk membesarkannya. Aku tak bisa meninggalkannya sendiri ketika dia masih seperti ini. Aku ingin kau merubahnya Khun…”
Aku terperanjat kaget Dengan Pernyataan Kakek Song “kenapa harus saya tuan..?” tanyaku Kemudian.
“Victoria tak pernah seantusias itu ketika menanyakan seseorang. Dia selalu menanyakan tentangmu kepadaku Khun.. Aku fikir dia menyukaimu.”
“Itu tidak mungkin tuan.”
“Khun-aah.. Jika Kau ingin aku memohon dan berlutut dihadapanmu saat ini juga aku akan melakukannya jika itu bisa membuatmu menikahi Victoria.”
Dan bagaikan di sambar petir aku mendengar permintaan kakek Song. Apa dia sedang kehabisan Obatnya..? mengapa dia menyuruhku menikahi Cucunya itu..? Menikah dengan Victoria adalah hal terakhir yang aku fikirkan dalam kehidupanku. Itu tidak mungkin.
“Kenapa Kau hanya terdiam..? Aku ingin kau menikahinya Khun…”
“Kenapa harus saya..?”
“Karena hanya kau yang dapat kupercaya bisa membahagiakannya, kau bisa melindunginya. Dunia ini sangat keras untuknya Khun… Dia tidak memiliki siapapun, Aku hanya ingin kau selalu ada disisinya, membahagiakannya dan melindunginya.”
“Tapi saya mencintai wanita lain..”
“Aku tau… aku tak melarangmu mencintai wanita lain, aku hanya menyuruhmu menikahi Cucuku, melindunginya dan membantunya menghadapi dunia yang keras ini.”
“Apa ini adalah salah satu perintah dari anda..?”
“Aku tak menganggap ini suatu perintah, tapi jika perintah bisa mengubah pendapatmu untuk menikahi Victoria, maka aku akan memerintahkanmu untuk menikahinya.”
Aku memejamkan mataku sejenak, mengendalikan seluruh emosi yang sudah memuncak di ubun-ubun. Beginikah akhirnya…? bahkan kebahagiaankupun harus di tukar dengan Hutang budi sialan ini. Aku tau jika aku tak bisa menolaknya. Dan aku benci itu.
“Baiklah.. aku akan menikahinya..” kataku lemas. Aku tak tau apa yang akan Kukatakan pada Tiffani nanti.
“Terimakasih Khun.. terimakasih…”Kata Kakek Song sambil menepuk-nepuk bahuku. “Mulai sekarang lindungilah dia, jaga dia bail-baik. Aku akan mengurus semuanya.Semua aset Keluarga Song akan kualihkan atas namamu.”
“Tuan.. tidak perlu seperti itu.”
“Itu Harus Khun.. Kau akan menjadi Satu-satunya Wali Victoria, aku mempercayaimu seperti aku mempercayai Ayahmu. Kau takkan mengecewakanku.” Dan akupun hanya bisa diam membisu. “Pernikahan kalian akan dilaksanakan akhir tahun, 3 Bulan lagi, Semoga dalam waktu itu hubngan Kalian bisa lebih baik dan semakin dekat.” Lanjutnya lagi.
*FlashBack End*

Kini Aku berada di dalam mobil dan kursi yang sama, menggendong Calon istri yang sangat kubenci, Victoria. Aku membencinya karena aku tau dia akan menghancurkan mimpi-mimpi dan masadepanku.
Aku masih menggendongnya bahkan ketika kami sudah sampai di rumahnya yang sudah mirip dengan istana itu. Semua mata para pelayan tertuju ada kami. Bahkan Victoriapun tak segan-segan memelukku dengan mengalungkan lengannya di leherku.
Dari sudut mataku aku melihat Tiffani, Wanita yang sangat aku sayangi sedang memandangku dengan tatapan sendunya. Dia sedih melihatku bersama Victoria, sedangkan nenek sihir yang sedang ku gendong ini malah tersenyum. Aku tak tau apa yang sedang dia fikirkan.

“Apa Kau menyukainya..?” tanyaku dengan nada dingin dan sinis.
“Apa Maksudmu..?” Tanyanya pura-pura tak tau.
“Lupakan Saja..” jawabku dingin.
Aku membawanya ke kamarnya , mendudukkannya di ranjang, beberapa pelayannya mengikuti kami. “Siapkan handuk dan air hangat untuk Nona besar.” Kataku pada mereka. Meraka mengangguk. Lalu akupun bergegas pergi.
“Khun… Kau mau kemana..?” Tanyanya padaku.
“Aku akan mengambilkanmu obat.” Kataku tanpa sedikitpun memperhatikannya.
Aku kembali membawa beberapa salep, disana sudah ada beberapa pelayan yang membawa beberapa barang yang ku suruh siapkan tadi. Tiffany juga ada di situ. Aku hanya bisa menatapnya sekilas. Lalu aku duduk di kursi sebelah ranjang Victoria.
“Letakkan barang-barang itu disana..” kataku sambil menunjuk meja kecil sebelah ranjang Victoria. Para pelayan itupun melakukan apa yang kusuruh. “Tinggalkan kami berdua.” Kataku sedingin mungkin. Aku tau jika saat ini aku sedang menyakiti hati Tiffany, kekasihku.
Para pelayan itupun meninggalkan kami.
“Mana Kakimu, aku akan mengobati Lukamu.”
“Aku bisa mengobatnya sendiri. Kau bisa meninggalkanku sendiri.” Katanya dengan nada ketus.
“Jangan Kekanak-kanakan, cepat julurkan kakimu.” Kataku Sedikit lebih tegas dari ada sebelumnya.
“Hyaa… kau hanya Bodyguardku.. bawahanku, kau sangat tidak sopan.”
“Aku Calon suamimu..” Kataku dingin tanpa sedikitpun memandangnya.
***
_Victoria_

“Aku Calon suamimu..” Suara dingin Nichkhun menggema di dalam sepinya kamarku.
Apa..? Calon Suami..? Lancang sekali dia berkata seperti itu, yaa aku akui jika aku memang menyukainya, tapi menikah dengannya, yang benar saja.
“Hyaa… kau jangan bermimpi menjadi Calon suamiku.” Kataku kemudian.
“Aku tak pernah bermimpi seperti itu, karena itu kenyataan bukan hanya sekedar mimpi.” Katanya masih dengan nada dinginnya.
Tiba-tiba dia mendekatkan tubuhnya pada tubuhku, lalu dia mencengkeram rahangku dengan sebuah tangannya. “Dan setelah kita menikah, aku berjanji jika akan membuat hidupmu berubah.” Lanjutnya lagi lalu tanpa permisi dia mencium lembut bibirku.
Tubuhku menegang, bulu romaku seakan meremang ketika Nichkhun menciumku. Apa dia serius dengan perkataannya tadi..?
***
Nichkhun serius.
Dia akan menikahiku, buktinya saat ini aku sudah ada di rumah orang tuanya. Ini sudah satu bulan setelah ciauman itu. Badanku selalu panas dingin saat mengingat ciuman singkat itu.
Ada apa sebenarnya..?
Kenapa aku sangat terpengaruh terhadap seorang Nichkhun..?
“Bibi, apa kau perlu bantuanku..?” tanyaku asal kepada ibu Nichkhun. Saat ini kami sedang berada di dapur, sedangkan Nickhun ayahnya dan kakekku berada di halaman belakng rumah Nichkhun.
Walau rumah ini lebih kecil daripada istanaku, tapi aku merasa sangat nyaman disini, ada sebuah perasaan hangat saat memasuki rumah ini. Aku suka.
“Ahh.. tidak perlu.. anda bisa istirahat saja..” jawab ibu Nichkhun sopan.
“Ahhh bibi… jangan bicara seperti itu terhadapku, aku tak suka jika ada orang yang lebih tua menghormatiku.”
“Tapi anda kan atasan..”
“Aku tidak peduli bibi, aku hanya ingin memiliki seorang yang bisa kujadikan teman.”
Ibu Nichkhun tersenyum. “Baiklah.. kau ingin membuat apa..?” tanyanya kemudian.
“Aku tak tau, aku belum pernah memasak atau kedapur.” Kataku sambil tersenyum malu.
Ibu Nichkhun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. “Aku tau itu.. baiklah.. hari ini kita membuat Kimbab saja bagaimana,,?”
“Baiklah.. aku mau..”
Dan kamipun akhirnya memasak bersama. Ibu Nichkun sangat baik, ramah dan hangat. Dia sangat berbeda dengan Nichkhun. Jika aku diberi kesempatan untuk memiliki ibu kembali, aku ingin ibu seperti Ibu Nichkhun.
“Bibi, kenapa Nichkhun seperti itu..?” tanyaku kemudian.
“Seperti itu bagaimana..?” tanyanya balik.
“Dia sangat dingin terhadapku, apa dia pernah cerita sesuatu kepada Bibi..?”
“Nichkhun memang cenderung pendiam dan sedikit dingin. Itu sifatya dari lahir. Tapi lebih buruk setelah dia keluar dari militer. Kau tau sendiri kan bagaimana sekolah dimiliter..? yah… dia dididik untuk menjadi lelaki yang lebih keras.”
“Tapi dia berbeda dengan Tiffanny..” kataku lirih.
Aku memang tidak bohong. Aku sering melihat mereka jalan bersama di taman belakang rumahku, mereka terlihat mesrah, bahkan sesekali Nichkhun terlihat tertawa lepas kepada Tiffany, mereka bahagia. Tak jarang juga aku melihat mereka sedang makan bersama, bahkan Nichkhun sering membantu Tiffanny kapanpun Tiffanny membutuhkan.
“Tiffanny memang berbeda..” jawab ibu Nichkhun dengan mendesah. Apa maksudnya dengan berbeda..? “Nichkhun mencintainya dengan tulus, semenjak mereka masih remaja. Bahkan Nichkhun berencana untuk menikah dengannya.”
Dan kisah selanjutnyapun aku tau. ‘Aku yang membuat mereka pisah’. Dan mungkin karena itu Nichkhun amat sangat dingin terhadapku. Dia membenciku. Aku memejamkan mataku rapat-rapat. Astaga… apa yang sudah kulakukan..?
“Bibi, apa pernikahan ini tak bisa di batalkan..?” tanyaku dengan wajah sendu.
Ibu Nichkhun membelai lembut rambutku. “Tidak bisa sayang.. Semua asetmu sudah atas nama Nichkun, dan persiapan pernikahan kalian yang akan dilaksanakan 2 bulan lagi sudah hampir selesai.” Kata ibu Nichkhun lembut.
“Tapi aku tak ingin menjadi orang yang menyebabkan mereka berpisah.”
“Itu bukan kau sayang,, tapi takdir yang memisahkan mereka..”
***
“Kenapa Kau menerimanya..?” tanyaku kepada Nichkhun tanpa sedikitpun memandang wajahnya, aku lebih suka melihat gelapnya malam melalui jendela mobil. Yah,, saat ini kami dalam perjalanan pulang dia yang mengemudi sedangkan aku duduk di sebelahnya.
“Menerima apa..?” dia bertanya balik dan nadanya seperti biasa, datar dan dingin.
“Perjodohan sialan ini.” Jawabku kesal.
“Kau fikir aku punya pilihan lain..?”
Dan aku baru sadar ternyata dia melakukannya karena memang terpaksa. Sebegitu buruknyakah aku di matanya..? Aku hanya terdiam membisu. Aku tau sebenarnya hanya aku yang menginginkan pernikahan ini. Karena tanpa kusadari aku benar-benar menginginkan Nichkhun.
Aku menyukainya sejak pertama kali dia mlangkahkan kaki di rumahku, dan perasaan itu semakin bertambah ketika aku melihatnya walau sebenarnya aku memungkirinya.
Ciumannya satu bulan yang lalu menyadarkanku jika aku menginginkan Nichkhun lebih. Tapi tetap saja, aku tak akan bisa memilikinya. Dia mencintai wanita lain. Dan aku tak bisa berbuat apa-apa tentang hal itu.
***
_Nichkhun_

Victoria sedikit berbeda, ada apa dengannya..?? dia mendiamiku, aku tau itu. Biasanya dia adalah wanita yang cerewet meskipun aku tak pernah menghiraukannya, tapi saat ini, dia menjadi sosok yang pendiam.
Apa karena pernikahan kami yeng sebentar lagi akan di laksanakan…?
Aku benar-benar tak pernah membayangkan jika aku akan menikah dengan seorang Victoria, Si Barbie dari korea. Menurut mata lelaki dia sangat sempurna, dan aku tak menyangka jika aku akan memilikinya.
Mengingat hal itu ada sedikit kebanggaan tersendirri. Aku bahkan tak bisa menahan diri ketika di dekatnya. Aromanya sangat menggoda, aroma yang sexy seperti wanita dewasa pada umumnya. Dia seperti seorang BadGirl, berbeda dengan Tiffanny yang polos.
Aku mencintai Tiffanny, tapi aku tak bisa membohongi diriku sendiri jika aku juga mulai tergoda dengan Victoria seperti saat ini.
Saat ini aku sedang mengajarinya menggunakan senjata api laras panjang. Kakeknya memang memiliki hobby seperti ini setiap sebulan sekali, dan entah kenapa Hari ini kakeknya menyuruh Victoria ikut. Dan tentu saja aku yang disuruh untuk mengajari Victoria.
Jantungku seakan mau melompat dari tempatnya saat telapak tanganku menyentuh tangan halusnya. Jarak antara kami sangat dekat, tubuh depanku menempel sepenuhnya pada tubuh belakangnya. Aromanya benar-benar memabukkanku. Aku gugup. Baru kali ini aku gugup dengannya. Ada apa denganku..?
“Aku harus bagaimana..?” Suaranya benar-benar terdengar sangat lembut.
“Arahkan pada targetmu, dan tarik pelatuknya. Kau harus fokus pada titik ini.” Interuksiku. Aku tak bisa menginteruksinya panjang lebar, karena aku tak bisa fokus, bahkan untuk bernafaspun saat ini sangat sulit.

Dia mempengaruhiku….
Diapun menarik pelatuknya dan ‘Doorrr..’ dia berhasil mengenai target meski sebenarnya hanya melenceng beberapa senti dari titik pusat target.
“Bagaimana..? apa ini baik..?” tanyanya antusias dengan tersenyum penuh dengan kepuasan, senyum yang sudah beberapa hari ini tak kulihat.
“Yaa untuk seorang pemula ini sangat baik.” Jawabku seadanya.
“Baiklah, aku akan mencobanya lagi..” katanya penuh dengan semangat, dan aku hanya mengangguk.
Aku tak tau harus bicara apa lagi karena sebenarnya aku memang orang yang sangat sulit untuk di ajak berbicara. Aku bukan teman bicara yang baik. Sesekali aku memperhatikan Victoria, dia memang sangat berbeda dengan Tiffany.
Dia Cantik… Amat sangat cantik… dan kenapa aku baru menyadarinya…?
Dan aku baru tersadar jika aku sudah cukup lama melamunkan kecantikan Victoria ketika Kakek Song menyadarkanku dari lamunan dengan ajakannya.
Dia mengajak Kami makan siang kesebuah restoran mewah. Aku belum pernah kesini, tentu saja, karena derajat kami memang berbeda, dan sepertinya aku memang tak pantas berada di sini. Aku berdiri di belakang Kursi yang di duduki Victoria seperti biasa karena aku hanya seorang Bodyguardnya.
“Khun.. kenapa kau berdiri disitu..? ayoo duduklah dan makan bersama kami.” Kata Kakek Song kepadaku.
“Tapi tuan..”
“Sudah berapa kali aku berkata, panggil aku kakek, kau sebentar lagi akan menjadi cucu menantuku. Dan sekarang, ayoo makan siang bersama.” Katanya memotong perkataanku.
Akupun hanya mengangguk patuh, dan duduk di sebelah Victoria, dia sangat anggun bahkan ketika sedang makan,..
Victoria makan lebih cepat dari pada biasanya, dia juga tak berbicara sedikitpun, tak cerewet seperti biasanya. Sepertinya dia sengaja melakukannya supaya cepat keluar dari tempat ini. Apa yang sedang ia hindari..? Apakah aku..?
“Kakek, aku sudah selesai, aku ingin pulang.” Katanya kemudian.
“Tidak Vic, tunggulah Nichkhun terlebih dahulu.”
“Tidak Kakek, aku bisa pulang sendiri..” dan sejak saat itu aku tau jika dia sedang menghindariku. Ada apa..? apa ada yang salah denganku..?
“Vic, kau harus pulang bersama Nichkhun.” Dan setelah itu dia tidak membantahnya lagi.
Aku tau, sebenarnya Victoria adalah gadis baik, dia akan selalu menuruti apa kata Kakeknya. Apa nantinya dia juga akan selalu menuruti apa kataku ketika aku jadi suaminya..? astaga.. apa yang sedang kufikirkan..? kenapa aku sudah memikirkan hal-hal itu..??
Akhirnya seperti biasa, kamipun pulang bersama, dia duduk di jok depan seperti biasanya. Hanya saja kali ini wajahnya terlihat lebih muram, dia juga terlihat enggan memandang kearahku dan lebih memilih melihat keluar jendela. Apa yang terjadi dengannya..?
“Ada apa denganmu..?” aku coba bertanya padanya.
“Tidak.” Hanya itu jawabanya. Tapi aku tidak puas. Kenapa dia berubah jadi secuek ini denganku..?
“Apa aku melakukan kesalahan..?”
“Tidak” lagi-lagi jawaban itu.
“Apa kau ingin aku menjauh darimu..?” tanyaku lagi.
Tapi dia tak menjawabnya, dia hanya diam membisu. Yahh… mungkin itu yang di inginkannya. “Baiklah.. aku akan menjauhkan diri darimu..” kataku kemudian. Dan kamipun terdiam kembali tanpa ada yang berkata-kata lagi di sisa perjalanan pulang kami.
Entah kenapa itu membuatku sesak… aku tak suka Victoria yang pendiam seperti ini….
***
_Victoria_

Aku membencinya…
Sungguh aku sangat mmbencinya… kenapa dia melakukan ini terhadapku..? Aku mencintainya tapi dia mencintai wanita lain.. Dia akan menikahiku tapi itu hanya karena patuh dan terpaksa.. aku benci dengan itu.
Apa kelebihan Tiffanny dari pada aku..? Aku bahkan bisa melakukan apapun yang tak bisa dilakukan oleh Tiffanny, dia selalu tersenyum bahkan bercanda bersama dengan Tiffanny, tapi dia selalu mamasang wajah datar dan dinginnya ketika bersamaku.
Aku tak suka itu….
Baru kali ini aku merasakan sakit seperti ini… baru kali ini aku menginginkan sekaligus membenci seseorang dengan bersamaan… aku bahkan tak berani memandangnya atau berlama-lama dengannya lagi, aku takut perasaan ini semakin dalam…
“Aku ingin pergi ke Club..” kataku tanpa sedikitpun memandang kearahnya.
“Tidak Vic, Kau tak boleh lagi pergi kesana.”
“Tapi aku ingin Khun… Kau tak bisa bersikap seenaknya denganku.”
“Aku bisa Vic.” Jawabnya dengan ekspresi datarnya.
“Aku membencimu…” dan akhirnya kata-kata itupun terucap dari bibirku. Aku sungguh membencinya karena dia tak bisa menerimaku,….
“Katakan itu dengan Kakekmu agar dia bisa membatalkan pernikahan kita..” Luka di hatiku bagaikan di siram dengan perasan air jeruk saat aku mendengarnya mengucapkan kalimat itu.
Dia juga membenciku…
Tanpa kusangka air mataku menetes dengan sendirinya.. Aku menangis… aku bahkan tak ingat kapan terakhir aku menangis karena aku bukan type orang yang cengeng, namun saat ini… aku menagis karena Nichkhun…
“Hentikan mobilnya Khun..” Pintaku lirih. Aku ingin keluar, aku akan mati sesak jika terus bersama dengan Nichkhun.
“Tidak, kita akan pulang..” jawabnya datar.
“Hentikan atau aku akan melompat sekarang juga..” Ohh tuhan.. aku benar-benar tak kuat dengannya lagi.
Diapun menghentikan mobilnya. Dan aku langsung turun dan berjalan kaki di atas trotoar.. aku tau jika ini masih jauh dari rumah, tapi aku tak peduli. Aku lebih suka kakiku bengakak karena berjalan jauh dari pada hatiku sakit mendengar perkataan menyakitkan dari orang yang kucintai…
Nichkhun mengikutiku dengan menjalankan mobil di sebelahku sepelan mungin. Dia tak memintaku masuk kembai tapi dia menemaniku meski dia di dalam mobil. Astaga… aku harus seperti apa jika menghadapinya nanti..
***
f-x-victoria-2pm-nichkhun-we-got-married-wedding-photo
Hari keramat inipun akhirnya tiba juga. Hari pernikahanku.. Aku melihat bayangan dicermin. Cantik… itulah aku saat ini dengan berbalutkan gaun putih yang membuatku semakin anggun.
Bagaimana dengan Nichkun..??
Aku tau dia pasti sangan tampan dengan Tuxedonya… ya tuhan… haruskah aku membatalkan pernikahan ini…???
Aku benar.. Nichkhun ternyata sangat tampan dan gagah dengan Tuxedo yang melekat pas di tubuh tegapnya.. dia masih saja berwajah Datar… dan lagi-lagi aku membenci itu…
Aku berjalan diatas karpet merah yang bertabur kelopak bunga mawar putih. Oh Tuhan… pernikahan ini sangat sempurna jika yang melaksanakan saling mencintai, tapi…. ini hanya sandiwara kami, sandiwaraku dan Nichkhun.. kami tak menginginkan pernikahan ini.
Acara pemberkatanpun berakhir, Nichkhun akhirnya menciumku dihadapan semua orang, mengulum bibirku seakan –akan tak akan ada akhirnya.. kenapa..?? aku merasa dia sudah menahannya terlalu lama.. apa dia tak pernah berciuman dengan Tiffanny..?? pasti sangat membosankan sekali.
Tiba-tiba aku merasakan pundakku di tepuk oleh seseorang dari belakang. Saat aku menoleh aku mendapati seseorang yang sudah lama tak kutemui..
“Cho Kyuhyun…” Pekikku sambil memeluknya.
Dan Khyuhyunpun ikut memelukku. Astaga… aku sangat merindukannya. Dia adalah sahabatku saat aku sekolah di New York. Aku tak menyangka jika dia akan datang ke pesta pernikahanku.
“Heii.. kau semakin cantik saja..” katanya masih dengan memelukku. Yah… Kyuhyun memang sangat suka sekali menggodaku. Akupun memukul lengannya seperti biasa saat dia mulai menggodaku.
“Aku tak menyangka jika kau akan datang kemari..”
“Tentu saja, aku kan menyayangimu, bahkan ibuku pun kuajak kembali ke Seoul untuk menghadiri pesta pernikahanmu.”
“Benarkah..?? dimana Bibi..?” aku bertanya sambil mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru ruangan. Tapi yang kudapat adalah tatapan tajam dari Nichkhun, Suamiku.
Sedang apa dia disitu..?? dan astaga… tatapan matanya benar-benar bisa membunuhku. Dia lalu mendekat kearahku. “Siapa dia..?” tanyanya dingin namun tetap berwajah datar.
“Dia Kyuhyun Sahabatku, Kyu.. dia Nichkhun..”
“Suaminya.” Tambah Nichkhun sambil mengulurkan tangannya. Entah kenapa aku merasa Nichkhun seperti orang yang sedang cemburu. Ahh… itu mungkin perasaanku saja.. dan benar saja, tiba-tiba dia meraih pingganggku.
“Kau sedang apa..??” bisikku padanya.
“Sedang apa lagi,, dia harus tau jika kau sudah menikah jadi dia tak bisa seenaknya memelukmu.” Jawabnya kemudian. Apa benar Nichkhun sedang cemburu..??? Ahhh itu tidak mungkin.
“Baiklah Vic, sepertinya aku harus pulang terlebih dahulu..” Kata Kyuhyun yang membuatku sedikit kaget.
“kenapa kau terburu-buru Kyu,, kita bahkan belum bercerita dan makan bersama.”
“Lain waktu masih ada Vic… aku juga harus mengurus pekerjaanku.”
“Pekerjaan…?? Maksudmu..??”
“Yaahh… Aku pindak ke Seoul lagi Vic…” kata Kyuhyun sambil tersenyum manis.
“Hyyaaa…. Kyuhyun-aah… Akhirnya kita bisa bersama-sama kembali..” pekikku Sambil memeluknya, aku benar-benar tak menyangka jika Kyuhyun akan kembali tinggal di Seoul setelah bertahun-tahun hidup di New York bersama kedua orang tuanya. Ini benar-benar membuatku bahagia karena aku memang tak mempunyai teman lain selain Kyuhyun.
Tiba-tiba aku merasakan sebuah tangan menarik lenganku. “Tak perlu seperti itu Vic, Kau membuat semua tamu memandangmu dengan heran.” Kata Nichkhun dingin.
Sebenarnya apa masalahnya..?? Aku benci dia yang selalu mengaturku.
“Baiklah Kyu.. nanti hubungi aku kembali ya.. Aku ingin berbicara banyak denganmu.” Kataku kemudian tanpa menghiraukan Nichkhun yang berada di sebelahku.
“baik… Permisi..” kata Kyuhyun sambil meninggalkanku dan Nichkhun.

***
Akhirnya Pesta pernikahan yang menyesakkan inipun berakhir juga… aku bergegas kekamar dengan cepat, aku sudah terlalu malas melihat Wajah Nichkhun yang sejak tadi tersenyum-senyum dengan para tamu namun berwajah datar ketika dihadapanku. Apa aku semenyebalkan itu dimatanya…???
Aku merasakan pintu kamarku dibuka oleh seseorang. Yah.. tentu saja orang itu adalah Nichkhun. Lagi-lagi pandangan matanya sangat tajam seakan-akan mampu untuk membunuhku. Ada apa denganya..??
“Untuk apa kau kesini..?” tanyaku masih berada didepan meja riasku tanpa sedikitpun memperhatikan dia.
“Ini kamarku.” Katanya dingin.
“Mwo.?? Hyaa.. pernikahan ini hanya sandiwara, jadi jangan terlalu mendalami peranmu dalam sandiwara ini..”
“Aku tak pernah mengaggap ini sebagai sandiwara.” Katanya penuh dengan penekanan.
“Apa maksudmu..?”
Dia melangkah mendekat kearahku. “Kau benar-benar istriku… dan tak ada sandiwara dalam pernikahan ini..” dia mengatakan tepat di telingaku dengan nada sensual namu mengancam.
“Huh.. yang benar saja.. bukankah kau memiliki kekasih..?”
“Tentu saja.. tapi aku juga memiliki seorang istri.” Katanya dingin. Sebenarnya apa yang dia maksud..?
“Aku tak peduli apa katamu, yang jelas kita tak akan pernah tidur sekamar.”
“Bukan Kau yang memutuskan Vic.. tapi aku… dan aku ingin malam ini kita tidur sekamar.” Katanya tegas tanpa bisa di ganggu gugat. Sialan..!!!
***
_Nichkhun_

Apa benar aku akan melakukan ini..? mampukah aku bertahan dengan goda’annya..?? Sialan..!!! kenapa juga aku mengeluarkan ide gila itu..? Saat ini aku sudah seperti seorang pengecut karena bersembunyi didalam kamar mandi hampir satu jam lamanya. Arrgghh… ini benar-benar membuatku gila. Aku gugup bahkan sampai mengeuarkan keringat dingin. Aku sadar jika Victoria begitu mempengaruhiku…
Aku ingin memilikinya seutuhnya…..
Aku menarik nafas dalam-dalam.. yaah… aku harus melakukannya. Mungkin dengan ini aku bisa belajar mencintai Victoria. Tak ada jalan untuk kembali. Kisah Cintaku dengan Tiffany tak akan berjalan lancar. Mungkin aku memang ditakdirkan mencintai Tiffany namun memiliki Victoria.. setidaknya aku akan belajar mencintainya.
Ibu pernah berkata padaku. “Tiffany memang baik karna dia juga terlihat baik.. sedangkan Victoria berbeda, Victoria memang terlihat seperti gadis sombong manja dan sifat jelek lainnya, tapi kita tak tau bagaimana sosok dia yang sebenarnya. Belajarnya mengerti dia Khun… mungkin dia memang yang terbaik untukmu..” dan karena nasehat ibu maka sampailah aku disini.. dikamar mandi Victoria.
Astaga.. aku benar-benar bisa gila…
Aku sadar jika beberapa kali aku sempat tergoda oleh Victoria.. dia memang memiliki tubuh dan wajah yang sempurna. Sialan..!! memikirkan hal itu aku jadi semakin menggila.
Kubuka pintu kamar mandi, kuedarkan seluruh pandanganku dan aku mendapati Victoria yang sudah tidur meringkuk didalam selimutnya. Sialan..!! apa aku terlalu lama di kamar mandi..?? Sepertinya malam ini aku harus mandi air dingin.. Sial!!.
***
Semalaman aku tidur dalam kesakitan. Bergerak kesana salah kesini salah… mandi air dinginpun tak bisa memadamkan gairahku. Ditambah lagi wanita disebelahku yang sekarang sudah menjadi istriku ini tidur dengan nyaman dan cantiknya,, menggeliat kesana kemari dengan polosnya membuatku semakin menegang.
Baiklah.. sepertinya aku tak bisa menahannya lagi..
Kutangkup kedua pipinya yang langsung membuatnya terjaga seketika dari tidur pulasnya.
“Khun..” dia berkata dengan raut kaget, yah… mengingat sikapku selama ini mungkin dia tak akan menyangka jika aku meakukan ini, bahkan diriku sendiripun tak menyangka akan secepat ini tergoda dengan Victoria.
“Aku menginginkanmu sekarang…” Dan setelah kata-kataku tersebut aku langsung mendaratkan bibirku pada bibir munginya, kusesap rasa manisnya.. astaga… aku tak pernah melakukan ciuman yang sangat panas seperti ini bahkan ketika dengan Tiffany sekalipun.
Aku merasakan Victoria mulai membalas ciumanku, dia juga menginginkannya… dia membuka sedikit bibirnya memberiku akses untuk sampai pada lidahnya.. menari-nari bersamanya.. kuangkat tubuhnya hingga dia berada diatasku. Dia mulai membuka satu persatu kancing piamaku, akupun demikian.. entah sejak kapan sudah membuka piamanya meninggalkannya hanya dengan Branya saja.. membuatnya terlihat sangat menawan saat berada diatasku.
Ciuman kamipun semakin intens.. aku mulai memberanikan diri menangkup kedua puncak payudaranya.. meremas dan menggodanya.. Sialan..!!! mereka begitu pas.. dan mereka Milikku….
Tanpa pikirpanjang lagi akupun mulai melumatnya, menghisapnya.. behkan meninggalkan jejak kemerahan di sekitarnya… membuat Victoria mengerang.. mendesah… Astaga…. !!! benginikah nikmatnya bercinta dengan orang yang sempurna..??
Akhirnya aku membalikkan tubuhnya kembali hingga kini aku yang berada diatas dan menindihnya tanpa sehelai benangpun. Dia sudah siap untukku begitupun sebaliknya.. aku kembali melumat bibir mungilnya. Dan siap-siap memasukinya.. Aku tak tau apa ini yang pertama untuknya atau tidak. Tapi mengingat dia pernah belajar di Luar negri mungkin ini bukan yang pertama. Tiffany saja yang gadis polos dan biasa-biasa saja sudah bukan perawan lagi saat aku bercita dengannya. Dan sebelum aku memasukinya dia mencengkeram erat lenganku.
“Khun…” katanya dengan nada takut. Takut..?? takut apa.??
“Wae..?” jawabku parau.
“Lakukan dengan perlahan.?” Katanya malu-malu.
Aku mengangkat sebelah alisku. “Waeyo..??” tanyaku lagi dengan nada heran.
“Emm…” dia memalingkan wajahnya. “Ini yang pertama untukku.”
“Mwo..?” tanyaku dengan nada tak percaya. Apa dia serius..? yang pertama..?? jadi.. aku adalah lelaki pertama wanita sempurna ini..?? Astaga.. aku benar-benar tak percaya.. dan aku… entah kenapa ada kebanggaan tersendiri dalam diriku.
Kukecup lembut bibirnya. “Tenanglah… aku akan melakukannya selembut mungkin, aku akan membuat ini indah untuk kita berdua.” Dan entah setan apa yang merasuki diriku hingga aku mengucapkan kata-kata manis tersebut yang bahkan dengan Tiffany saja tak pernah kuucapkan.
Hampir 15 menit berlalu, aku masih berusaha dengan keras untuk menyatukan diri tapi belum bisa.. hingga aku menemukan penghalang itu.. dan siap-siap merobeknya. Aku kembali melumat bibir Victoria, berharap bisa sedikit menghilangkan rasa sakitnya. Dan akhirnya.. dengan sekali hentakan menyatulah diriku dengan tubuhnya.
Astaga,,, ini benar-benar bisa membunuhku… Dia… Sangat Nikmat… Sialan…!!! Setelah dia menghentikan rintihannya, aku mencoba bergerak kembali sepelan mungkin. Oh Tuhan… Aku benar-benar bisa gila. Bahkan Tiffany saja tak ada apa-apanya dengan wanita ini… Istriku… Istri yang tak kucintai.. Sial…!!!
Perlahan aku mendengar desahannya… desahan dan ekspressi yang tak pernah terihat di raut wajahnya… astaga… dia benar-benar terlihat sangat cantik dan mempesona… dia adalah makhluk sempurna yang pernah kutemui.. dan dia milikku…
Sial..!!! sejak kapan aku menjadi posesif seperti ini terhadapnya..??? akupun kembali mencumbunya, melanjutkan aksiku hingga kami melakukan pelepasan bersama-sama…
Kupeluk tubuhnya yang lungai… kukecupi seluruh permukaan leher dan pundaknya… Ada rasa bahagia yang membuncah di hatiku.. kenapa ini..?? kenapa seperti ini..?? Akhirnya aku sadar jika aku sudah dikalahkan oleh yang namanya Nafsu. Siall…!!!

***

khuntorianatic_logo

_Victoria_

Aku membuka mataku… terasa berat.. badanku terasa pegal karena percintaan panasku tadi malam… ini sudah seminggu sejak penikahanku dengan Nichkhun, dan sejak saat itu pula Nichkhun tak pernah mau berhenti menyentuhku. Ada apa dengan dia..??
Dia bersikap sangat manis saat malam hari ketika bercinta denganku. Namun lagi-lagi dia kembali menjadi sosok yang dingin menyebalkan saat pagi harinya. Aku membenci itu…
Dia hanya menginginkan tubuhku… apa dia masih cinta dengan Tiffany..? apa ini yang dia maksud untuk merubah hidupku setelah menikah dengannya..??
“Cepat mandi dan ayo kita sarapan bersama.” Katanya datar. Aku benar-benar membencinya. Dia benar-benar terlihat seperti Robot di hadapanku. Robot yang tampan pastinya. Akhirnya akupun bangun. Entah kenapa terfikirkan ide gila di otakku. Bukannya menuju ke kamar mandi aku malah melemparkan diriku diatas pangkuannya. Dia terlihat sangat terkejut.
“Khunn…” panggilku mesrah.
“Wa.. Waeyoo..” Katanya sambil susah payah menelan ludahnya, Aku tau jika dia sedikit tergoda.
“Apa Kau tak menginginkannya kembali..??” tanyaku lagi dengan nada menggoda.
Dia langsung berdiri membenarkan pakaiannya yang sedikit kusut karena ulahku. “Aku harus kekantor.. aku sudah telat.” Katanya tanpa memangdang kearahku. Aku tau jika dia mulai tergoda, hanya saja dia malu untuk mengakuinya. Sial…!!! tanpa banyak kata lagi dia meninggalkanku.
Huufftt… sepertinya aku memang harus sabar ketika menghadapi orang seperti Nichkhun. Apalagi mengingat perasaanku kini yang bertambah besar untuknya.
Aku mencintainya…
Lebih dari mencintainya. Bagiku dia sudah seperti lelaki pertama dan terakhir untukku. Sekarang Aku mungkin saja tak bisa hidup tanpanya. Dia benar-benar lelaki yang luar biasa. Apalagi ketika melihat dia seperti sekarang ini. Mengenakan kemeja , jas serta Dasi yang sangat pas melekat di tubuh tegapnya. Astaga… dia lebih cocok disebut sebagai Model dari pada CEO Song Empire Group.
Yah…. sejak pernikahan kami memang banyak sekali yang mengaguminya. Wajahnya yang tampan tubuhnya yang sempurna serta kepandaiannya mebuatnya menjadi lelaki yang sangat cocok bersanding denganku. Kakek Berkata Jika Nichkhun sangat cepat dalam belajar. Dalam seminggu ini dia sudah mampu menjadi pemimpin tertinggi Song Empire Group. Dan itu semakin membuatku terpana dengan sosoknya. Astaga…
Setelah selesai mandi akupun bergegas turun kelantai dasar untuk sarapan bersama Kakek dan suamiku. Suami..? Sejak kapan aku memanggil Nichkhun dengan sebutan suami. Tapi ketika sampai diruang makan aku melihat pemandangan yang entah kenapa membuat mataku panas saat melihatnya.
Di sana tak ada Kakek, Aku hanya melihat Tiffanny sedang menyiapkan makanan untuk Nichkhun. Keduanya terlihat tampak santai dan saling melempar senyuman. Apakah mereka masih memiliki hubungan selama ini..?? kenapa hatiku terasa sakit saat melihat pemandangan tersebut..?? Cemburu..? Apa ini yang dinamakan dengan cemburu..??
Aku langsung bergegas menghampiri mereka. “Tiff.. biarkan aku saja yang melayani suamiku.” Entah setan apa yang merasukiku hingga aku mampu mengucapkan kata-kata yang terdengar seperti kata-kata orang yang sedang cemburu.
“Biar saya saja Nona, Nona silahkan duduk saja.” Katanya membantahku. Sialan.
“Kau membantah perintahku..?”
“Bukan.. saya hanya..”
“Vic… lebih baik kau duduk dan nikmatilah sarapanmu.” Kali ini Nichkhun ikut angkat bicara dengan nada dingin. Dia membela Tiffanny dibandingkan aku..??
Akupun langsung membalikkan badanku dengan menghentakkan kaki. Aku ingin pergi dari sini, aku terlalu malas melihat mereka bersama. Nafsu makanku serasa sudah menghilang ketika melihat wajah Tiffanny dan Nichkhun.
“Kau mau kemana Vic..??”
“Bukan urusanmu..” jawabku ketus. Lantas aku kembali ke kamar menyiapkan barang-barangku. Aku ingin keluar menghirup udara segar. Tapi ketika aku membuka pintu kamar untuk keluar, aku mendapati tubuh tegap Nichkhun menghalangi jalanku.
“Pergilah, aku ingin keluar.” Aku masih berata dengan nada ketus.
“Tak ada keluar Vic.” Jawabnya dingin.
“Kau tidak berhak mengaturku.” Akupun mulai berteriak.
Nichkhun lantas menyeretku kembali masuk kedalam kamar. “Kenapa kau bersikap seperti itu terhadap Tiffanny..?” tanyanya kemudian.
“Bersikap seperti apa maksudmu..? dia yang aneh.. dia yang bersikap seakan-akan kau adalah suaminya.”
“Aku memang calon suaminya.”
“Hanya Calon.. sekarang sudah tidak.” Aku meralatnya.
“Dan semuanya karena dirimu.” Jawabnya tenang dan datar.
“Mwo..??” Aku benar-benar tak percaya jika Nichkhun masih menyalahkan aku atas kandasnya hubungan mereka.. seakan-akan akulah yang pantas bertanggung jawab.
“Vic… dia sudah kehilangan aku.. aku sudah menjadi milikmu. Bersikaplah dewasa sedikit. Apa yang dia lakukan sama dengan apa yang dilakukan pelayan-pelayan lainnya di rumah ini. Jadi mengertilah posisinya.”
Nichkhun berkata panjang lebar dengan tenang hanya untuk membelanya. Yah… salahkan saja aku, aku memang terlalu kekanak-kanakan. Dan aku yang merebutmu dari dirinya. Tanpa terasa airmataku menetes kembali. Untuk kesekian kalinya aku menangis hanya karena lelaki dihadapanku saat ini.
“Kau berkata seakan-akan aku sebagai orang ketiga yang merusak hubungan kalian.” Kataku dengan lirih.
“Aku tidak bicara seperti itu, aku hanya ingin kau mengerti..”
“Lalu, apa kau mengerti perasaanku..? apa kau tau apa yang saat ini kurasakan..?” aku kembali berteriak kearahnya.
“Vic…” katanya sambil menggenggam tanganku.
“Lepaskan aku Khun.. aku ingin pergi..” kataku sambil menghempaskan tangan Nichkhun dan pergi dari hadapannya. Sedangkan Nichkhun hanya diam, dia tak berusaha mengejarku. Yah.. dia memang akan selalu seperti itu.
***
Sudah sekitar 15 menit aku menunggu seseorang didalam Cafe ini.. dan penantianku tak sia-sia karena kemunculan lelaki itu, lelaki berwajah tampan dan dengan senyuman cerianya.
“Haii Vic..” sapanya sambil memelukku. Akupun memeluknya, aku merindukan pelukan hangatnya.
“Hai Kyu..” sapaku padanya. Dia Kyuhyun.. sahabat kesayanganku.
“Ada apa..? kenapa kau menghubungiku pagi-pagi sekali..?”
Dan akupun langsung menangis didalam pelukannya, yah… Aku memang tak pernah malu menangis di hadapan Kyuhyun, dia sudah seperti kakakku sendiri. “Aku membutuhkanmu Kyu…” kataku dengan sesenggukan.
“Ssshhhttt…. jangan menangis lagi.. aku disini..” katanya menenangkaanku. Dan akupun tenang karena belaiannya. Ohh seandainya saja aku bisa mengembangkan perasaanku untuknya..
__
Lama kami berbincang hingga tak sadar hari sudah siang. Kyuhyun mengajakku ke Mansion miliknya yang berada di pinggiran kota Gangnam. Lumayan jauh mengingat posisi kami saat ini berada di tengah-tengah kota Seoul, akupun ikut bersamanya, mengingat saat ini aku sangat tak ingin kembali pulang.
Aku ternganga saat sampai di Mansionnya, Kyuhyun ternyata bukan sekedar pengusaha biasa, dia memang terlihat sederhana, tapi Mansion ini benar-benar menyadarkanku jika Kyuhyun bukan dari keluarga biasa-biasa saja.
Mansionnya sangat besar, hampir mirip dengan istanaku, di setiap sudut nya ada pengawal yang berjaga, apa yang mereka jaga..??? aku bergidik saat melihat mereka dengan tampang sangarnya. Kamipun masuk kedalam Mansion tersebut, beberapa pengawal bahkan mengikuti kami dari belakang.
“Kyu… ini rumahmu..?” tanyaku masih dengan nada tak percaya.
“Iyaa Vic, inilah rumahku.” Katanya dengan senyuman mengembang.
“Dimana Bibi Kyu..? Dan kenapa banyak sekali penawal disini..?” tanyaku masih dengan pandangan takut dengan beberapa pengawal yang berwajah seram.
“Tenanglah Vic… ibu tak ikut kemari.. dan mereka tak akan menyakitimu jika kau menurut.”
“Menurut..? Apa maksudmu Kyu..?”
“Tinggalah disini Vic… bersamaku…?” katanya kemudian yang sontak membuatku terkejut.
“Mwoo?? Apa yang kau bicarakan Kyu..? aku tak mengerti.” Aku merasa suasana di sekitarku mulai aneh. Kyuhyun tak seperti biasanya. Ada apa dengan dirinya..??
“Aku Mencintaimu Vic.. dan aku hanya ingin bersamamu.. bersamamu…. tinggallah disini bersamaku Vic…” dan setelah kata-kata itu terucap aku mngerti jika aku dalam masalah besar….
***

_Nichkhun_

Beberapa hari ini aku sangat sibuk dengan urusan baru di Kantor. Kakek Song yang saat ini menjadi Kakekku benar-benar keterlaluan. Aku yang baru terjun di dunia bisnis langsung diangkat menjadi CEO di Song Empire Group, perusahaan Tambang minyak terbesar di asia. Dan itu benar-benar membuatku gila. Untung saja aku pernah belajar di sekolah Bisnis. Dan aku tau jika belajarnya aku di sekolah bisnis memang sudah direncanakan oleh Ayahku dan Kakek Song untuk menghadapi hari ini.
Semuanya mulai berjalan lancar karena ternyata aku bisa mengendalikan semuanya walau masih dengan bantuan orang kepercayaan Kakek Song. Tapi tidak dengan hubunganku dengan Victoria.
Setiap malam aku memang tak pernah luput dari menyentuhnya.. dia sudah seperti Heroin yang membuatku candu. Aku menginginkannya lagi dan lagi… kami melakukannya dengan panas setiap malamnya, dan aku tak pernah puas dengan itu. Tiffanny kini tak ada lagi dalam fikiranku, yang terfikirkan oleh otakku hanyalah bagaimana dengan Victoria..? memakai baju apakah dia hari ini..?? apa yang dia lakukan..? pertanyaan-pertanyaan itu seakan-akan sudah terekam dan terputar berulang-ulang di otakku.
Aku kalah.. aku dikalahkan hanya dalam waktu seminggu setelah menikah dengannya. Aku bahkan merasa kikuk dan canggung saat berhadapan dengannya. Dan itu membuatku memperlakukannya dengan sangat datar dan dingin seperti sebelum-sebelumnya. Yah… aku memang berengsek, lelaki bajingan yang hanya menginginkan tubuhnya, tapi aku melakukan itu karena aku belum siap mengakui perasaanku yang sebenarnya, bagiku ini terlalu cepat. Dan aku tau itu menyakiti hatinya..
Seperti pagi ini.. Aku cukup senang ketika mendapati dirinya cemburu karena Tiffanny.. dia terlihat menggemaskan, meski dia tak pernah mengakui jika dirinya cemburu tapi aku tau dari matanya.
Dia tak suka melihat Tiffanny berdekatan denganku….
Aku menghampirinya berniat menenangkannya, tapi yang ada aku malah memperburuk suasana, yah… seharusnya aku memang banyak belajar untuk menenangkan diri seorang wanita manja seperti dia. Dia pergi meninggalkanku, dan aku hanya berdiam diri tak mengejarnya hingga kini aku menyesali perbuatanku pagi itu. Bodohh…!!!
****
Hari berganti berganti hari hingga menjadi minggu… sudah 3 minggu ini Victoria tak pulang, dan itu membuatku semakin menggila. Apa dia benar-benar meninggalkanku..? kenapa dia meninggalkanku..? tak taukah dirinya jika aku akan hancur karena tak ada dia yang menopang hidupku..? aku membutuhkannya, tanpa kusadari aku terlalu membutuhkannya hingga aku bisa mati jika dia tak berada di sisiku. Dia masuk terlalu jauh kedalam hatiku hingga saat dia pergi semuanya terasa hampa untukku.
Aku masih terlihat tenang, gagah seperti tak terjadi apa-apa jika dilihat dari luar, tapi ketika masuk kedalam kamar, semuanya berubah. Aku seperti mayat hidup yang kehilangan jiwa. Tak ada rasa, tak ada warna. Semua barang-barang di kamar ini mengingatkanku kepada Victoria dan itu benar-benar membuatku semakin Gila.
Aku menangis… Seorang Nichkhun yang Tegas Dan Dingin menangis hanya karena istri yang tak dicintainya pergi meninggalkannya. Aku menangis, merutuki kebodohanku, mengumpat karena kesalahanku…
Aku ingin dia kembali….
Tiba-tiba aku merasakan pintu diketuk.
“Masuk..” kataku malas.
Dan masuklah seorang yang pernah berada di hatiku, Tiffanny dengan sebuah nampan berisi makanan. Dia masuk dan kembali menutup bahkan mengunci pintu. Apa yang dia lakukan..? kenapa dia mengunci pintunya,..?
“Makanlah Khun.. Kau terlihat buruk..” katanya sambil menaruh nampan di meja lalu mendekatiku yang masih terduduk di pingiran ranjang.
Akupun langsung memeluk perutnya, menangis kepadanya. “Dia meninggalkanku Tiff… dia meninggalkanku..” astaga… apa aku sudah gila..?
“Khun… tenanglah.. ada aku disini.”
Aku melepaskan pelukanku dan memandangnya dengan tatapan bertanya. Apa maksudnya..?
“Lupakan Victoria Khun.. dan kembalilah hidup bersamaku.. aku tau kita masih saling mencitai, Lupakan wanita sialan itu dan mari kita hidup bersama lagi.” Katanya sambil menangkup kedua pipiku dengan kedua telapak tangannya.
Apa Tiffanny sudah gila..? bisa-bisanya dia berbicara seperti itu..? bukankah aku sudah mengatakan padanya jika aku tak akan kembali lagi dengannya. Tiba-tiba dia mendorongku hingga aku terlentang diatas ranjang dan dia berada di atasku.
“Aku merindukanmu Khun… Aku menginginkanmu kembali..” katanya sambil melumat bibirku dan juga membuka kancing kemejaku satu persatu. Aku yang baru sadar dengan perlakuan Tiffanny langsung mendorongnya menjauhiku. Sialan… bahkan saat inipun aku tak sudi di sentuh siapapu selain sentuhan istriku, Victoria. Aku lantas berdiri dan merapikan pakaianku kembali tanpa menghiraukannya.
“Khun… Kenapa kau berubah seperti ini..?” tanyanya mulai menangis.
“Pergilah Tiff… aku tak ingin bertemu denganmu lagi, Kau di pecat dan di keluarkan dari rumah ini.” Kataku dingin kepada Tiffanny, aku bahkan tak sadar kenapa aku berkata seperti itu terhadapnya.
“Kenapa Khun.. Kenapa…??” tanyanya sambil merengek di lenganku. Aku hanya diam membisu. “Apa Kau mulai mencintainya..?” tanyanya dengan nada tak percaya. Aku masih diam membatu. “Jawab Aku Khun.. apa kau mulai mencintainya..?” kali ini dia mulai berteriak.
“Yah.. aku mencintainya.. hanya dia..” jawabku datar tanpa ekspresi.
Aku merasakan Tiffanny melepaskan pelukannya pada lenganku. Dia menatapku dengan tatapan tak percayanya. Dan mulai pergi meninggalkanku.
Yah,,, mungkin ini memang yang terbaik untuk kami. Aku tak akan mengejarnya karena memang dia sudah tak ada lagi di hatiku. Aku hanya membutuhkan Victoria saat ini.. hanya dia…
***
Aku masih melamun didalam ruangan kerjaku. Kupandangi Foto pernikahan kami yang berada di atas meja kerjaku. Astaga… aku benar-benar merindukan wanita ini. Dimana sebenarnya dirimu Vic….??? aku sudah mencarimu kemana-mana, bertanya kepada semua orang yang mengenalmu, tapi tetap saja tak ada jawaban yang pasti. Sebenci itukah dirimu padaku Vic…??? taukah dirimu jika aku sakit karna kepergianmu..??
Aku sakit Vic… aku butuh obat.. dan obat itu hanya dirimu…
Aku merasakan pintu Ruang kerjaku dibuka. Seorang lelaki tua muncul dihadapanku bersama dengan Lelaki setengah baya. Dia Kakek Song bersama dengan Sekertaris pribadi kepercayaannya. Aku lantas berdiri memberi hormat kepadanya. “Bagaimana dengan Victoria..? apa kau sudah mendapat kabar darinya.?”
Aku menggeleng lemah. “Semua ini salahku.. Maafkan aku.”
“Tidak Khun.. itu bukan salahmu. Aku yakin Victoria tidak pergi meninggalkan kita begitu saja.” Kata Kakek Song. “Dan ini kami membawa kabar untukmu.” Kata Kakek Song sambil memberikan beberapa foto kepadaku.
“Itu adalah foto dari kepolisian, mereka menelusuri kamera CCTv yang berada di jalanan kota ini, dan mereka hanya menemukan itu.”
“Kyuhyun… Mau apa dia bersama Victoria..?” gumamku kemudian. Aku melihat Victoria bersama dengan Kyuhyun di foto-foto tersebut. Apa Victoria kabur bersama dengan Kyuhyun…?
“Kau mengenalnya..?” tanya sekertaris Kakek Song kepadaku.
“Ya… Dia sahabat Victoria saat sekolah di luar negri, bahkan dia datang pada pesta pernikahan kami.” Jawabku jujur.
“Hilangnya Victoria ada hubungannya dengan dia Khun..”
“Apa..?” pekikku tak percaya.
“Kami mencurigai jika Victoria bersama dengannya. Karena setelah menyusuri camera CCTv di jalan kami mendapati Victoria selalu bersamanya disebuah Mansion mewah di pinggiran kota Gangnam. Dan setelah di selidiki, Mansion itu sangat ketat dan penuh dengan pengawal disetiap sudutnya. Kami Curiga dia menyembunyikan sesuatu di Mansion tersebut.” Jelasnya panjang Lebar.
Seketika itu juga tanganku mengepal. Amarahku memuncak. Jika benar Hilangnya Victoria ada Hubungannya dengan Kyuhyun, Aku bersumpah aku akan membunuhnya dengan tanganku sendiri.
“Berikan Aku alamatnya.” Kataku dingin.
“Tidak Khun.. kami tak mau Kau berbuat nekat tanpa pikir panjang.”
“Aku tak peduli.. Aku akan mendatanginya…”
****

_Victoria_

Badanku lemas, kepalaku pusing. Mungkin karena aku kurang makan.. yah,,, mengingat makanan apapun yang di sediakan Kyuhyun disini aku akan menolaknya mentah-mentah. Aku membencinya… Kyuhyun benar-benar berbeda dengan kyuhyun yang kukenal dulu. Ada apa dengannya..??
Aku tak tau ini sudah hari keberapa aku disekap di kamar ini. Itu tak penting. Yang penting adalah apa Nichkhun tau jika aku disini..? disekap di kamar ini..? apa dia mencariku..? apa dia merasa kehilanganku..?? kurasa tidak. Bahkan mungkin saja saat ini dia sudah kembali lagi bersama dengan Tiffanny. Astaga… Apa aku harus menerima Kyuhyun..???
Sebenarnya aku sempat terkejut saat Kyuhyun dengan santainya bilang mencintaiku. Dia memang selalu ada untukku begitupun sebaliknya. Tapi untuk menjadi kekasih sepetrtinya tidak mungkin.
*FlashBack
“Tinggalah disini Vic… bersamaku…?” katanya kemudian yang sontak membuatku terkejut.
“Mwoo?? Apa yang kau bicarakan Kyu..? aku tak mengerti.” Aku merasa suasana di sekitarku mulai aneh. Kyuhyun tak seperti biasanya. Ada apa dengan dirinya..??
“Aku Mencintaimu Vic.. dan aku hanya ingin bersamamu.. bersamamu…. tinggallah disini bersamaku Vic…” dan setelah kata-kata itu terucap aku mngerti jika aku dalam masalah besar….
Aku panik, aku mulai berbalik ingin pergi dari Rumah Kyuhyun, tapi pengawal di belakang kami menghalangiku. “Aku ingin pulang Kyu…” kataku kemudian.
“Tidak Vic… Kau akan tetap disini, bersamaku.” Katanya dengan nada dingin dan tajam.
“Tidak Kyu… Aku ingin pulang.. aku ingin pulang…” teriakku dan pengawal di sekitarku mulai memegangiku, mereka membuatku tak bisa bergerak.
“Sialan…!!! Apa yang kalian lakukan..” Bentak Kyuhyun kepada pengawalnya dan itu benar-benar membuatku kaget. Setauku Kyuhyun tak pernah berperilaku kasar kepada seseorang.
“Nona ini akan kabur jika kami tak memeganginya.” Kata seorang pengawal.
“Bodoh…!! Lepaskan dia.. Kau menyakitinya Brengsekk..!!”teriak Kyuhyun lagi kepada pengawal tersebut. Pengawal itupun langsung melepaskanku.
“Kyu.. Aku mohon… Bawa aku pulang..” rengekku kepadanya.
“Maaf Vic… Aku tak bisa kehilangan dirimu lagi.” Dan tanpa aba-aba Kyuhyun memanggulku di bahunya menuju ke sebuah kamar di lantai 2. Aku berteriak histeris. Aku tak menyangka jika Kyuhyun akan melakukan ini, bahkan sekuat ini..
*EndFlashBack

Dan seperti inilah sekarang ini aku berada disebuah kamar yang mewah yang aku yakini sebagai kamar Kyuhyun. Dia menyekapku didalam kamarnya. Kamar ini sangat besar, tapi tetap saja aku merasa sesak didalamnya. Aku terikat telentang diatas ranjangnya, kedua tanganku terikat di kepala ranjangnya sedangkan kakiku didikat di menjadi satu.
Pintu itu terbuka, aku tau jika itu adalah Kyuhyun. Dia mendekatiku seperti singa yang mendekati mangsanya. Aku takut hanya karena memandang mata tajamnya, bukan mata sejuk yang selama ini menenangkanku.
“Kenapa Vic.. Aku tak akan menyakitimu sayang..” katanya kemudian.
“Kau mau apa Kyu..?”
“Kau tau apa yang kumau Vic… Aku sudah lelah menunggumu selama ini. Aku akan mendapatkanmu malam ini juga..” kali ini dia sudah beberapa senti dari wajahku.
“Jangan Kyu… jangan lakukan ini..” aku mulai menangis ketika tangannya mulai menjelajahi wajahku.
“Maafkan aku Vic.. setelah ini kau akan tau siapa yang benar-benar pantas bersanding denganmu.” Katanya kemudian, lalu dia mulai memangut bibirku, menggodanya, menggigit-gigit bibirku supaya terbuka, bibirkupun membuka ketika Aku mengerang kesakitan dan dia mulai menjejalkan lidahnya kedalam rongga mulutku. Dia memaksaku berciuman dengannya, dan kini tanganya mulai menjamah tubuhku, meremas dan membelai lembut dadaku.. tiba-tiba..
‘Tok.. Tok.. Tok…’
Kyuhyun akhirnya mengentikan aksinya setelah ketukan pintu tersebut. “Sialan…!! berani-beraninya mereka menggangguku.” Geramnya kemudian meninggalkanku menuju pintu.
“Ada Apa..?” tanya Kyuhyun dengan nada tajam kepada bawahannya.
“Sepertinya ada yang tak beres di belakang tuan.” Kata bawahannya kemudian.
Setelah perkataan bawahannya itu, Kyuhyun lantas memandangku dengan tatapan tak terbacanya. “jaga dia disini. Aku akan memeriksanya.” Kata Kyuhyun dingin kepada bawahannya. Lalu diapun meninggalkanku berdua dengan lelaki tinggi besar itu.
Tak lama setelah itu pintu diketuk kembali. Lelaki tinggi besar itu membukanya, dan masuklah orang yang selama ini kurindukan, Nichkhun. Secepat kilat Nichkhun menghajar pengawal Kyuhyun tersebut sebelum pengawal itu menyadari siapa yang datang.
Nichkhun benar-benar sangat gagah. Mengenakan jaket kulit, ceana Jeans dan topi yang semuanya serba hitam. Dia benar-benar terlihat berbahaya. Setelah melumpuhkan pengawal tersebut hingga tak sadarkan diri, dia lalu berlari kearahku.
Aku menangis saat dia mulai melepaskan ikatanku. Aku langsung memeluknya saat semua tali itu sudah lepas dari tangan dan kakiku. Memeluknya sambil teriasak-isak.
“Shhttt.. jangan menagis, maafkan aku.. aku terlalu lama menemukanmu.”
Dan akupun menggeleng. “Dia jahat Khun… dia menyentuhku..” rengekku padanya.
“Aku akan membalasnya. Tapi kita harus mengeluarkanmu terlebih dahulu dari rumah ini.” Katanya kemudian. Lalu dia melepaskan pelukan kami. Dia membuka jaketnya dan aku melihat beberapa senjata api tertata di Rompinya. Astaga.. dia benar-benar terlihat sangat gagah. “Ini untukmu.” Katanya sambil memberiku sebuah pistol.
“Khun..”
“Dengar, Ini MK23, di dalamnya sudah ada 12 peluru. selalu ingat kataku, Konsentrasi, Bidik mangsamu dan tarik pelatuknya.” Katanya sedikit menjelaskan.
“Khun.. tapi aku..”
“Vic… kita harus keluar dari sini bersama-sama dalam keadaan hidup, aku membutuhkanmu, percayalah padaku kau bisa melakukannya.” Katanya memberiku semangat. Lalu tanpa kuduga dia mulai mencium lembut bibirku, melumatnya dan akupun membalas ciumannya.
Dia melepaskan ciumannya dan memandangku dengan tajam. “Aku Mencintaimu Vic.. Aku mau kita berakhir bahagia bukan di tempat seperti ini. Aku membutuhkanmu…” katanya kemudian dengan nada yang sanngat lembut.
Kata-kata itu bagaikan suntikan Adrenalin yang sontak membuatku mempunyai harapan kembali. Nichkhun Mencintaiku… dan Aku harus keluar dari tempat ini dan hidup bahagia bersama Nichkhun.
Akhirnya, dengan mengendap-endap kami berhasil keluar dari kamar Kyuhyun. Nichkhun berada di depanku, dia mengenakan Pistol yang sama dengan yang kubawa, hanya saja Pistol itu sedikit lebih panjang. Mungkin di lengkapi dengan pelenyap bunyi atau sejenisnya. Dan benar saja, ketika ada seorang pengawal dihadapan kami dengan Sigap Nichkhun menembaknya tanpa mengeluarkan bunyi tembakan sedikitpun. dan pengawal Khuhyun tersebut langsung tumbang.
Beberapa kali Nichkhun melakukan itu, menembak pengawal-pengawal Khuhyun di depan mataku sendiri. Nichkhun terlihat seperti orang lain. Dia terlihat bahaya dan menyeramkan.
Akhirnya sampailah kami di taman belakang, di sebelah gerbang pintu keluar. “Vic.. tunggu disini… Aku akan kembali dan memberinya pelajaran.”
“Tidak Khun… lebih baik kita keluar.”
“Tidak Vic.. jika kita keluar sekarang, dia nanti akan lolos dan akan melakukan hal ini lagi terhadapmu. Kyuhyun sudah seperti seorang Psycopat yang akan selalu mengejar apapun obsesinya. Dan dalam hal ini Kau lah Obsesinya.”
Aku bergidik ngeri dengan apa yang dijelaskan Nichkhun. “Aku menunggumu Khun.. jangan terlalu lama.”
Nichkhun mengangguk lalu mengecup keningku. “Gunakan itu jika kau dalam bahaya.” Pesannya lagi sebelum pergi meninggalkanku.
***
Lama aku menunggu Nichkhun kembali. Tapi dia tak kembali, Perasaanku tak enak, aku takut terjadi sesuatu terhadap Nichkhun. Akhirnya aku memutuskan untuk menyusulnya.
Disepanjang perjalanan aku melihat tubuh para pengawal Kyuhyun tergeletak dimana-mana. Nichkhunkah yang melakukan semuanya…?? lalu tiba-tiba tubuhku menegang ketika melihat pemandangan itu. Pemandangan dimana Orang yang kucintai, Nichkhun, terduduk tak berdaya di lantai dengan Pistol yang di todongkan kearahnya. Wajahnya lebam semua. Begitupun sang penodong pistol, Kyuhyun. Darah keluar dari bibir dan kening mereka.
“Serahkan Victoria padaku, dan kau bebas.” Ancam Kyuhyun pada Nichkhun.
Nichkhun malah tersenyum menyeringai. “Kau tak akan pernah mendapatkan dia Kyu. Lebih baik aku mati daripada melepaskannya.” Kata Nichkhun dengan dingin.
“Sialan Kau…!!” Umpat Kyuhyun sambil bersiap-siap menembak Nichkhun.
‘Dooorrr…’
Aku menembakkan pistol yang sejak tadi kupengang keatas. Hingga membuat kedua lelaki dihadapanku memandangku dengan tatapan tak terbacanya. Lalu dengan gemetar aku menodongkan pistolku kearah Kyuhyun.
“Buang Pistolmu Kyu.. atau Kau kutembak..” Kataku dengan nada sedikit gemetar.
Bukannya takut Kyuhyun malah tersenyum menyeringai. “Well… Jadi kau mengancamku sayang..??” katanya sambil melangkah kearahku dan akupun hanya bisa mundur.
“Pergilah Vic..” Teriak Nichkhun.
“Buang senjatamu atau kubunuh dia.” Kali ini Kyuhyun mengarahkan Pistolnya kembali kepada Nichkhun masih dengan melangkah kearahku.
Aku menggelengkan kepalaku. Dan dia tersenyum lalu ‘Doorrr…’ aku melihat Nichkhun tergeletak dengan darah yang keluar dari dadanya. “Bagaimana sayang..?? kau masih meragukan ancamanku.?” Tanya Khuhyun dengan menyunggingkan senyumannya dan masih melangkah mendekatiku.
Apakah Nichkhun sudah pergi meninggalkanku..?? kenapa dia tega meninggalkanku sendiri..? Aku menarik nafas dalam-dalam dan memejamkan mataku. Bayangan Nichkhun saat mengajariku menggunakan pistol langsung terngiang di otakku. ‘Konsentrasi, Bidik mangsamu dan tarik pelatuknya.’ Akhirnya dengan yakin aku menarik pelatuk itu.
‘Dooorrr…’
Aku membuka mataku melihat Kyuhyun yang memandang dadanya sendiri yang mengeluarkan darah karena tembakanku. Lalu Kyuhyun menatapku dengan tatapan tak percayanya, dia masih melangkah menuju kearahku. Sedangkan aku sendiri masih mundur dengan gemetar. Kutarik pelatuk itu sekali lagi, masih mengenai dada Kyuhyun, tapi dia masih belum tumbang. Kutarik lagi dan lagi hingga peluruku habis tepat saat itu Kyuhyun berada dihadapanku. Dia tumbang dalam pelukanku. Dan aku menangis.
“Kyu…” Panggilku lirih.
“Aku mencintaimu Vic…” katanya kemudian lalu dia menghembuskan nafas terakhirnya. Akupun berteriak histeris. Aku kehilangan sahabatku satu-satunya yang kusayangi dan aku sendirilah yang menghabisinya. Kupeluk tubuh Kyuhyun erat-erat.
“Kyuu….” lirihku lagi.
“Vic…” tiba-tiba aku mendengar seseorang memanggilku dengan suara kesakitan. Aku mengedarkan pandanganku dan mendapati Nichkhun yang setengah bergerak, Nichkhun masih hidup. Aku lantas meninggalkan Kyuhyun dan menghampiri Nichkhun.
“Khun..” panggilku saat aku sudah berada di hadapannya.
Dia lalu menarik telapak tanganku dan menaruhnya tepat didadanya yang terkena tembak. “Tekan disitu Vic.. hingga bantuan datang.”
“Tapi Khun..”
“Aku tak apa-apa, peluru itu tak mengenai jantungku, Kau hanya perlu menghentikan pendarahannya supaya aku tak kehabisan darah.” Kata Nichkhun menjelaskan. Dan akupun hanya bisa mengangguk patuh. Dia lalu memandangku dengan tersenyum.
“Kau Cantik Vic….” dan kata-kata itupun keluar dari bibirnya. “Maafkan aku jika selama ini aku berlaku dingin kasar kepdamu..” Airmataku masih saja menetes mendengar pengakuannya, aku hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalaku.
“Jika aku tak selamat, aku hanya ingin kau tau jika Aku Mencintaimu Vic…” katanya lagi dan meledaklah tangisku. Tidak… dia tidak boleh Tak selamat. Dia harus tetap hidup…
“Jangan berkata seperti itu Khun, aku tak mau mendengarnya…” kataku masih dengan menangis, dia harus selamat… dia harus selamat…
****

_Nichkhun_
“Selamatkan dia..”

“Khun… jangan tinggalkan aku…”

“Khun… sadarlah….”

“Aku sendirian Khun… Buka matamu…”

Entah kenapa hanya suara itu yang terngiang-ngiang di telingaku. Aku ingin membuka mata tapi terasa sangat berat. Aku mendengarnya menangis, merasakan dia mengecupku. Tapi aku tak bisa berbuat apa-apa. Aku ingin bertahan, bertahan untuk melihat senyumannya lagi, melihat kecantikannya, kesempurnaannya yang semua itu adalah milikku, aku ingin memilikinya seutuhnya kembali…
Aku berusaha sangat keras untuk membuka mataku, aku ingin sekali melihat kecantikannya. Sedikit.. demi sedikit akhirnya aku dapat membuka mataku.
“Vic….” Lirihku.
Dan akupun melihat wajah itu, wajah cantik yang sangat kurindukan, Dia terlihat sangat terkejut atas kesadaranku.
“Khun… Astaga… aku akan panggilkan dokter.” Katanya sambil bergegas pergi.
Aku menggenggam telapak tangaannya kembali. “Jangan tinggalkan aku.” Kataku dengan suara serak. Dia lalu mengecup punggung telapak tanganku.
“Aku tak akan pernah meninggalkanmu Khun…” katanya dengan nada lembut. Astaga.. aku sangat merindkan Wanita ini.
****
Akhirnya keluar juga aku dari rumah sakit yang menyebalkan ini. Aku senang karena itu tandanya aku bisa menghabiskan waktuku dengan Victoria. Ohh aku sangat merindukan dia.. wanitaku….
Saat ini aku sudah duduk diatas kursi roda ditaman belakang Rumah. Aku senang karena aku memiliki kesempatan untuk hidup kembali, mengingat aku sempat Koma selama seminggu setelah kejadian baku tembak kemaren.
Peluru Kyuhyun tidak mengenai jantungku namun tetap saja kehilangan banyak darah hampir saja merenggut nyawaku. Aku merasakan Seseorang mendekat kearahku. Siapa lagi jika bukan Victoria, dia kini sudah menjadi Suster pribadiku karena aku belum bisa berbuat banyak saat ini. Luka tembak didadaku cukup parah hingga aku belum bisa menggerakkan bahuku sepenuhnya. Belum lagi kakiku yang patah karena adu pukul dengan Kyuhyun sebelum kami berakhir dengan adu tembak. Dan aku berterimakasih atas itu pada Kyuhyun karena dengan begini aku bisa bermanja-manda dengan Victoria tanpa mencari-cari alasan lain lagi.
“Khun.. Minum obatmu. Kau harus cepat sembuh.” Katanya lembut. Dia menjadi wanita yang lebih dewasa saat ini. Dia sendiri yang mengurusku tanpa boleh satu pelayanpun menyentuhku. Akupun tersenyum padanya dan meminumobat seperti yang dia minta.
“Khun.. aku tak melihat Tiffanny lagi, dia kemana..? Aku.. ingin meminta maaf.” Katanya kemudian.
“Kau tak perlu meminta maaf.”
Dia memandangku dengan tatapan tanda tanyanya. “Waeyoo..??”
“Karena aku sudah memecat dan mengeluarkannya dari rumah ini.”
“Mwo..?? kenapa bisa seperti itu..?”
“Hubunganku dan dia sudah selesai Vic.. dan aku tak mau dia mengganggu kita lagi. Aku hanya ingin bersamamu..” kataku kemudian tanpa basa-basi lagi untuk menyembunyikan perasaanku.
“Benarkah..?” dia mencoba menggodaku.
Aku tersenyum kepadanya. “Ayolah Vic… Akui saja jika kau juga merasakan perasaan itu sejak lama terhadapku.” Kataku dengan penuh percaya diri.
“Yahh… aku merasakan itu sejak lama, tapi kau selalu menyakiti hatiku dengan berbuat dingin terhadapku.”
“Maafkan aku Vic… Aku baru menyadarinya ketika kau pergi meninggalkanku. Aku tak bisa hidup jika kau tak berada disisiku Vic..” kataku dengan tulus.
“Sepertinya si Wajah datar sekarang akan menjadi seorang perayu ulung.” Sindirnya kepadaku.
Dan akupun tertawa.. “Sepertinya Si Barbie dari korea ini bukan lagi menjadi Nenek sihir bagiku..” akupun berbalik menyindirnya.
“Hyaaa… jadi selama ini kau menganggapku sebagai nenek sihir..? kau sungguh keterlaluan.”
“Itu karena Kau terlalu cerewet.”
“Tetap saja itu sangat keterlaluan..” katanya sambil mencubiti perut datarku.
“Hyaa… Hya… Hyaa…. ini sakit sekali… Apa kau mau aku dirawar di rumah sakit kembali..?”
Lalu tanpa kusangka dia memelukku. “Tidak Khun… aku tak ingin kau sakit lagi, mengingat saat kau hampir meninggalkanku membuatku sangat ketakutan.. Aku takut kehilanganmu Khun..” katanya dengan tulus dan lembut.
“Aku tak akan meninggalkanmu Vic.. bahkan jika kau memohon supaya aku meninggalkanmu, aku tetap tak akan pernah meninggalkanmu, Kau milikku dan hanya milikku…” kataku dengan posesif.
“Aku tak akan memohon untuk hal itu Khun…” jawabnya kemudian.
Astaga,,, aku benar-benar merasa sangat bahagia, Aku bersyukur bisa menghadapi semuanya dengan baik, aku bahkan akan berterimakasih dengan ayahku karena membuat perjanjian sialan itu supaya aku mau menikahi Victoria. Jika tidak, mungkin saat ini Aku tak akan pernah bersanding dengan bahagianya bersama Victoria.mungkin sedikit terlambat mengatakan ini, tapi aku akan mengatakannya.. Aku mencintainya.. sangat mencintainya… Dan aku tau jika dia juga sama besarnya mencintaiku…

___END___

PS. : Ckikikik bagaimana dengan Oneshootnya..??? jangan lupa tinggalkan komen yaa… hehhe ooiyaa jangan lupa Like halaman Facebook yang ada di bawah postingan ini yaa.. dibawah ini cover dan poster special untuk Barbie in love .
bil22 cover

BIL Cover

Advertisements

8 thoughts on “Barbie In Love – Oneshoot FF – Nichkhun 2PM – Victoria F(X)

  1. Nichkhun si wajah datar berubah jadi seorang perayu, perubahan yg besar sekali..Cuman victoria yg bisa mengubah sifat datar dan dingin nickhun menjadi hangat..
    Gak nyangka klo kyu ternyata begitu terobsesi oleh victoria..untung aja nickh da vic selamat dan bisa menjalani kehidupan pernikahan mereka dengan penuh warna 😍😘

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s